.
Kumpulan Drabble Kehidupan Sehari-hari Cowo SMA
Danshi Koukousei No Nichijou©Yasunobu Yamauchi
Nurama Nurmala
.
"Aku jadi teringat sesuatu karena melihat kondisimu saat ini," ujar Hidenori sementara tatapannya menjarah sosok Tadakuni yang masih terbaring di atas tempat tidur.
"Apa yang mau kau bicarakan?" Yoshitake menggubris penuturan Hidenori sambil menarik kursi belajar Tadakuni dari tempatnya ke arah ranjang Tadakuni lalu mendudukinya.
"Aku teringat tentang pelajaran karakteristik di sekolah tadi," buka Hidenori dengan tampang serius. "Dalam kondisi sakit seperti ini, jika ada teman wanita yang menjengukmu, apa perasaanmu akan senang Tadakuni?"
"Apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku akan senang."
"Di antara teman perempuanmu, salah satunya berkata, 'Jangan beraktivitas terlalu berat, Tadakuni-kun, yang kau perlukan saat ini adalah istirahat yang cukup agar kesehatanmu bisa cepat kembali' bagaimana reaksimu?"
"He…" ekspresi Tadakuni seketika melembut. "Aku akan sangat senang."
"Tentu saja kau akan sangat senang, tapi karena kau sedang sakit, sisi sensitif dan rasa curigamu jadi tidak aktif. Coba kau pikir," dengan sengaja Hidenori menggebrak sisi ranjang Tadakuni lalu mulai melanjutkan pembicaraannya lagi. "Dia menyuruhmu terus beristirahat di atas ranjang, berarti dia ingin kau tidak melakukan apa-apa. Dia ingin kau menjadi anak manja yang tidak memaksakan apa-apa yang kau inginkan. Dia ingin kau menjadi lelaki yang jika kau merasa tak mampu melakukan apa-apa, tak masalah kau beristirahat atau bahkan kau menyerah. Bukankah seseorang yang seperti itu jahat sekali? Awalnya saja wanita itu seperti malaikat, tapi akhirnya dia menikam dari belakang."
"Eng… ano… Hidenori, sepertinya kamu terlalu berle—"
Belum selesai Tadakuni melayangkan ketidaksetujuan atas sikap dan pemikiran Hidenori,Yoshitake memotong ucapan Tadakuni dengan pendapat lain yang tak kalah menyimpang.
"Karena kau berkata seperti itu… aku jadi kepikiran, Hidenori," seperti biasa, Yoshitake memandang sesuatu yang kosong dengan tatapan seriusnya sedangkan tangan kanannya mengusap-usap dagu yang tak berjambang itu. "Kalau salah satu teman wanitamu yang lain berkata, 'Salah siapa bisa sampai sakit? Yah… pokoknya sampai jumpa di sekolah' bagaimana Tadakuni?"
"Eum… itu… agak sedikit memaksa. Ada unsur menyalahkan dan memaksa yang membuatku jadi tidak nyaman."
"Tapi kalau diteliti lagi, maksud gadis itu baik. Dia ingin agar kau berhati-hati di lain hari, dan dia ingin kau cepat sehat dengan memberimu tekanan agar kau bisa kembali sekolah bersamanya."
"Ya, tapi… tetap saja rasanya tak enak."
"Lalu… kalau diizinkan memilih, kau mau memilih yang mana?" Kali ini Hidenori berpose dengan pose ala detektif di depan Tadakuni. "Memilih gadis yang pertama atau yang kedua?"
"Siapapun 'ga masalah…" Tadakuni menjawab dengan bisikan keengganan.
"Ha? Apa? Aku tak dengar."
"Kalian ini memang sengaja ya membicarakan ini? Kalian tahu aku tak memiliki banyak teman wanita dan tak ada teman wanita yang menjengukku makanya kalian mengatakan hal ini 'kan?" Usut Tadakuni yang sudah mulai tak sabar dengan tingkah kedua sahabatnya itu.
"Itu benar, kami prihatin dengan keadaanmu," jawab Yoshitake tanpa penasaran.
"Sengaja saja, kami ingin melihat seberapa dalam kau bisa terpuruk," timpal Hidenori sadis.
"PULANG LU BERDUAAAAAA!"
Chapter Antagonis dan Protagonis – End
Special Thanks To:
BRYAN A. C, blacklist935, Satsuki, Pink Nightmare11012, arrhae, V3, fitripitroy, hana. hi1, Rafiz Sterna, Quemala Maknae Line's, Liea-Chan, Hee Ra Shin, ELFightSJ, Aiccyah. hangsang. sparkyu1208, 13ginger dan beberapa Reviewer yang tampil sebagai Guest.
