Chibi hadir lagi ehehehehe :p
Gomen lama gak update, biasalah lagi sibuk #plak
Tapi Chibi ucapkan banyak terima kasih buat yang udah mau baca n nunggu kelanjutan fic Chibi
#bow
Arigatou gozaimasu
Saa… Let's begin…
Rated : T
Pair : NaruGaa slight NeJiSasu
Warning : OOC, Yaoi, BL, MXM, Rape, TYPO
Disclaimer : milik Masashi Kishimotoseorang
Fic ini punya Chibi
Don't Like Don't Read
Chapter 3
Usia kandungan Gaara memasuki bulan kelima. Namun tidak ditemukan keanehan pada kandungan Gaara hingga Tsunade memutuskan untuk membiarkannya sementara waktu sambil mencari cara untuk mengetahui sesuatu yang bersanding dengan bayi Naruto dan gaara.
Dirumah Naruto, tepatnya di dalam kamar mereka.
"Arigato, Naru." Mengambil teh yang disodorkan Naruto
"Doita shimasite. Nee bagaimana perasaanmu? Apa masih mual?"
"Sudah tidak apa-apa."
"Kalau begitu mari kita sarapan."
"Gomen Naru, aku tidak sempat membuatkanmu sarapan." Ucap Gaara tertunduk lesu
"Sudahlah, tidak apa-apa. Lagipula aku masih bisa membuat beberapa sandwich dan onigiri. Saa, ayo kita makan." Ajakan Naruto dijawab anggukan oleh Gaara
Baru saja akan memakan onigiri, Gaara tiba-tiba merasa mual lagi. Segera ia menuju kamar mandi.
"Hoooeks… Hooeekss…"
"Kau tidak apa-apa Gaara?" tanya Naruto yang ikut menghentikan acara makannya ketika melihat Gaara kembali mengeluarkan isi perutnya
"Hu-um."
"Lebih baik kita pergi ke Tsunade-baachan."
"Tidak usah. Aku tidak apa-apa."
"Tidak apa-apa bagaimana? Sejak kemarin kau tidak makan apa-apa lalu kau sering mual dan muntah seperti itu. Bukan hanya kau yang akan sakit tapi aka-chan juga." Ucap Naruto dengan nada cemas sambil mengelus perut Gaara
"Aku tahu. Aku juga sudah berusaha makan tapi mau bagaimana lagi, aku mual begitu mencium bau nasi."
"Eh?" terdiam memandang Gaara
"Jangan terus-terusan menyalahkanku. Kau tidak tahu bagaimana rasanya ada orang lain di tubuhmu kan?" ujar Gaara merajuk membuat wajahnya makin imut (Author: silahkan berimaginasi hehehehe)
"Gaara!" memeluk Gaara
"Lepaskan! Apa yang kau lakukan, Baka-Naru!"
"Habisnya kau berwajah seperti itu, membuatku tidak tahan untuk tidak memelukmu hehehe…"
"Sekarang lepaskan!" berusaha melepaskan diri dari Naruto
"Ne, Gaara."
"Nani?"
"Apa selain nasi kau tidak mual?"
"Mungkin, aku juga tidak tahu."
"Kalau gitu, coba kau makan sandwichnya."
"Umh." Setelah mengangguk Gaara mencoba sandwich dan tidak ada perasaan mual yang dialami Gaara seperti saat berhadapan dengan nasi
"Bagaimana?"
"Um… Ku rasa aku masih bisa memakan beberapa sandwich. Tapi Naru…"
"Hai'? Doshita no?"
"Aku ingin makan sandwich strawberry dengan saus durian."
"HEH?!"
"Dame desuka?" Gaara mulai mengeluarkan jurus Puppy Eyes
"Ugh… Hai' ikimashou." Ajakan Naruto dibalas dengan antusias oleh Gaara
Melihat Gaara yang mulai ceria dan antusias, mau tidak mau membuat Naruto juga merasakan sedikit kebahagiaan. Tapi kalau diingat-ingat lagi permintaan Gaara masih belum memasuki tahap bahaya. Erm…maksudnya bahaya disini bukan berarti apa-apa hanya saja Naruto yang terlalu berlebihan dalam berimajinasi (Author dikeroyok Narufans). Sekarang yang dipikirkan Naruto adalah bagaimana cara agar ia bisa mendapatkan sandwich strawberry dengan saus durian.
"Kau sudah siap, Gaara?"
"Iya, sebentar." Jawab Gaara sambil sedikit merapikan bajunya
"Apa yang kau lakukan, Gaara? Bukankah kau ingin makan sandwich strawberry?" tanya Naruto saat melihat istrinya sibuk mengganti baju yang dipakai
"Kau lihat sendiri kan? Semua bajuku sudah tidak muat untuk menutupi perutku ini."
"Umh…" melihat Gaara dengan seksama, "Manurutku kau justru semakin sexy dan menggoda, Gaara." Tanggap Naruto dengan cengirannya
BLEEETAAKK
"Ittai yo." Keluh Naruto sambil mengelus puncak kepalanya
"Hentai. Mesum. Naruto baka." Umpat Gaara dengan wajah merajuk yang membuat semua seme terlena (#plak Author alay)
"Haah, kalau begitu kau pakai sweeterku saja. Sehabis makan kita belanja baju baru untukmu. Kelihatannya sudah tidak ada baju yang pas buat menutupi perut dan…" melirik ke bagian dada Gaara yang mulai membesar, "Ehem… Dadamu." bisik Naruto yang dijawab dengan anggukan Gaara
Setelah selesai dengan kostum Gaara (Celana maroon pendek ¾ dan sweeter orange milik Naruto), merekapun segera menuju toko yang menjual sandwich strawberry dengan saus durian.
Di lain tempat, Sasuke mulai menyusun rencana agar bisa mendapatkan informasi dari Karin.
"Hey, kau."
"Kau memanggilku, Tuan Sakuke?"
"Tidak usah bermanis-manis padaku. Aku beda dengan Naruto yang dengan mudah kau tipu." Hardik Sasuke
"Soo… De, ada keperluan apa Tuan Sasuke mencariku?"
"Tidak usah pura-pura. Cepat katakan siapa yang memerintahkanmu untuk menghancurkan Naruto?" mendengar pertanyaan to the point Sasuke raut wajah Karinpun langsung berubah masam
"Ah, ternyata itu yang ingin kau tanyakan padaku? Kau tahu, aku sudah berhenti bekerja padanya jadi aku tidak ada hubungan lagi dengan orang itu. Dan lagi, aku seorang professional. Walau aku sudah free darinya bukan berarti aku akan membocorkan semua rahasianya. Maaf, mungkin kau lebih baik menghindari kontak dengannya." Ucap Karin
"Apa maksudmu?"
"Seharusnya kau sudah tahu apa yang ku maksudkan Sasuke Uchiha. Jika sudah tidak ada yang ingin kau ketahui dariku lagi, aku akan kembali bekerja." Ujar Karin lalu pergi meninggalkan Sasuke dengan seribu tanya.
Merasa pekerjaannya tidak membuahkan hasil yang memuaskan, akhirnya ia putuskan untuk pulang ke Apartemen. (Ah, sebelumnya perlu Author jelaskan Sasuke dan Neji memutuskan untuk tinggal bersama walaupun hubungan mereka belum lama). Setelah mandi, Sasuke mulai memeriksa file-file di laptopnya sambil tengkurap di ranjang.
Beberapa jam kemudian…
"Haaahh…" sekian kalinya Sasuke menghela nafas panjang setelah mengutak-atik laptop di depannya
"Apa yang sedang kau lakukan, Suke?" tanya Neji di pintu kamar
"Ah, kau sudah pulang? Oh, ternyata sudah sore ya." bangun dari posisi tengkurapnya, "Aku sedang memeriksa semua hal yang berkaitan dengan Karin. Aku ingin menemukan siapa dalang dibalik ini semua. Tapi tetap saja tidak mendapatkan hasil yang memuaskan."
"Kenapa tidak langsung kau tanyakan pada Karin."
"Sudah, tapi dia tidak mau menjawab."
"Jangan terlalu memaksakan dirimu, Sasuke. Lagipula, Naruto dan Gaara tidak begitu menanggapi kejadian lalu. Mereka hanya menganggap itu sebagai musibah dan bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan."
"Iya, kau tahu sendiri bagaimana Naruto itu. Dia terlalu lamban. Mungkin kalau kejadian itu sudah berlangsung dia baru menyadarinya. Setidaknya aku ingin membuat beberapa langkah ke depan agar tidak terjadi hal-hal di luar perkiraan seperti kemarin."
Memeluk Sasuke dari belakang, "Aku tahu, tapi aku tidak ingin kau memikirkan Naruto terus. Bagaimana denganku?" tanya Neji dengan nada merajuk
"Setelah beberapa bulan mengenalmu ternyata kau seperti anak kecil nee." ungkap Sasuke cekikikan
"Biar saja. Toh, aku seperti ini hanya padamu, Sasuke." Berbaring di paha Sasuke
"Nee, apa menurutmu lebih baik kita lapor polisi?" tanya Sasuke sambil membelai rambut Neji
"Apa kamu sudah menemukan bukti yang kuat untuk itu, Sasuke?" pertanyaan Neji membuat Sasuke segera bungkam, pasalnya dia memang belum menemukan satu buktipun yang bisa membuka pemikiran buntunya itu
"Kau tahu, Suke? Tidak selamanya tupai akan pandai melompat. Suatu saat tupai itu pasti jatuh. Makanya bersabarlah menunggu saat yang tepat untuk itu. Sekarang, waktunya bagi aku dan kamu. Jangan pikirkan yang lain lagi. Oke?" mengusap pipi Sasuke
Tersenyum lembut,"Baiklah."
"Kalau begitu ayo kit…"
TING TONG
"Siapa sih yang menganggu?" umpat Neji kesal sementara Sasuke hanya bisa tertawa melihat kelakuan Neji
Membuka pintu, "Ya, siapa?" terlihat sesosok anak kecil
"Ini ada hadiah untuk paman." Ucapnya sembari menyodorkan kotak kecil
"Ugh… Rasanya panggilanmu terlalu tua bagiku, adik kecil." Menerima kotak itu
"Siapa, Neji?" menghampiri Neji
"Ini ada anak kec…" melihat ke arah pintu namun anak kecil itu sudah menghilang, "Loh, kemana dia pergi? Cepat sekali?"
"Lalu apa yang ada di tanganmu itu?"
"Entahlah."
Neji dan Sasuke mengamati kotak itu, ketika tiba-tiba terdengar suara detak jam dari dalamnya. Mereka berdua terdiam sebentar, kemudian Neji yang sadar apa isi kotak itu segera membuangnya.
"Merunduk!" seru Neji
JDUUUUUUUUUUUAAAARRRRRR!
"Kau tidak apa-apa, Sasuke?"
"…"
"Sas…"
"Ta…tanganmu…" ucap Sasuke bergetar
Neji melihat tangannya yang berlumuran darah, "Ah, kelihatannya terkena pecahan kaca. Bukan masalah besar, aku tidak apa-apa. Yang lebih penting kita harus cari tahu siapa an…"
"Ini penting buatku!" bentak Sasuke yang membungkam Neji, "Apa kau tidak mengerti bagaimana perasaanku melihatmu terluka seperti ini?! Apanya yang tidak apa-apa! Kau diam di sini aku akan mengambil kotak P3K dulu." Sasuke bergegas menuju kamar
"Hm… ternyata dia manis juga." Kata Neji tersenyum, "Sekarang bukan waktunya untuk tersenyum." Mengambil ponselnya dan segera menghubungi Naruto
"Tut…Tut…Tut… Hai', moshi moshi."
"Naru, kau dimana?"
"Ah, Neji. Aku di luar dengan Gaara membeli sandwich. Ada apa?"
"Sebaiknya kau berhati-hati. Sepertinya orang yang ingin menghancurkan hubunganmu dengan Gaara tidak main-main. Barusan ada anak kecil yang mengirimkan sebuah bom kle apartemenku."
"APA!? Lalu sekarang kalian ada dimana? Kalian tidak apa-apa!?"
"Tenanglah. Aku dan Sasuke baik-baik saja. Hanya luka kec…"
"Aku kesana sekarang. Tut…Tut…Tut…"
"Ah, oiii. Cih terputus. Dasar."
"Kau menelpon siapa?"
"Naruto. Aku memperingatkannya untuk hati-hati tapi dia malah bergegas ke sini."
"Biarkan dia. Sekarang aku akan membersihkan lukamu dulu." Sasuke mengobati luka neji yang diiringi rintih kesakitan. Hal ini membuat Sasuke sedih dan tampak menyesal
"Kau kenapa?" tanya Naji ketika Sasuke selesai memerban tangan Neji
"Maaf, aku sudah membuatmu seperti ini."
"Ini bukan salahmu, Sasuke." Memeluk Sasuke, "Sudahlah, jangan bersedih atau kau ingin aku juga ikut bersedih?" segera Sasuke menggelengkan kepalanya
BRUAGHH!
"NEJI! SASUKE! Kalian tidak apa-apa!" teriak Naruto setelah mendobrak pintu Apartemen Neji hingga rusak (Karena sudah rusak terkena bom akhirnya pintu itu patah #poordoor), meninggalkan Gaara di belakang dengan langkahnya yang agak terhuyung karena beban di perutnya yang bertambah
BLETAK
"Ittai! Gaara apa yang kau lakukan?"
"Bisa tidak kau tidak rebut dan membantuku dulu." Melihat Gaara menenteng kantong belanjaannya tadi
"Ah, gomen." Mengambil kantong belanjaan dari Gaara, "Lalu bagimana keadaan Neji sekarang? Apa anak kecil itu sudah ditemukan? Mana bom yang meledak tadi? Apa tidak ada petunjuk yang tertinggal."
"Urusai!" kata Sasuke sewot
"Ah, sepertinya kau datang di waktu yang tidak tepat. Ayo pulang Gaara."
"Mau kemana kau!? Bantu aku membereskan ini semua." Sasuke mengeluarkan hawa membunuh
"Ha…Hai'!"
"Aku juga akan membantu."
"Tidak usah, Gaara. Kau dengan Neji duduk saja di dalam. Biar aku dan si baka ini yang membereskan kekacauan ini. Oh ya, kalau kau lapar atau haus silahkan ambil di dalam kulkas. Anggap saja rumah sendiri."
"Baiklah."
Sasuke segera menyeret Naruto untuk membantu membereskan rumahnya yang hampir hancur berantakan itu.
"Kelihatannya kau menemukan orang yang sangat menyayangimu, Neji."
"Hehehehe… Iya. Kau juga sepertinya semakin bahagia saja. Bagaimana kabar keponakanku di situ?"
"Dia baik-baik saja. Umh…gomenne, Neji."
"Eh? Untuk apa?"
"Aku telah melibatkan kalian berdua dalam masalah rumah tanggaku."
"Sudahlah, Gaara. Ini bukan salahmu. Semua ini memang sudah waktunya terjadi dan pada saatnya nanti kita akan bisa mengungkap siapa dalang di balik ini semua."
"Iya."
Sementara Gaara dan Neji berbincang-bincang, Naruto dan Sasuke menemukan secari kertas berisi ancaman yang ditujukan untuk Naruto dan Sasuke. Membaca isi surat itu membuat Naruto menjadi geram. Isinya adalah
Dear yang tersayang Naruto dan Sasuke,
Bagaimana kado dariku? Apa kalian menyukainya? Atau kalian ingin lagi? Hahahaha… Ini belum apa-apa. Naruto, kau tahu? Aku sudah muak melihat tingkah lakumu yang ceroboh dan bodoh itu. Terlebih pada sepupumu, Sasuke. Jika kau ingin orang yang kau sayangi selamat, maka jangan ikut campur urusanku dengan Naruto. Dan untuk kau, Naruto, segera ceraikan istrimu. Itu mudahkan?
Ah, satu lagi. Aku ingin sedikit bermain denganmu sama seperti kau mempermainkan hatiku. Dalam tiga hari akan ada tiga bom yang aku letakkan di tempat orang-orang yang kau sayangi, Naruto. Oh, aku lupa bom pertama sudah meledak hahahahahahahaha… Tapi aku masih berbaik hati, dibalik surat ini ada petunjuk dimana dan kapan bom itu akan meledak. Saa, ganbarre.
Salam sayang,
Your secret admirer
PRAAAANGGG!
"Ada apa, Naru?" tanya Gaara yang kaget setelah mendengar suara benda terjatuh
"Kuso!"
"Tenanglah, Naru." Bujuk Sasuke
"Bagaimana aku bisa tenang hah!? Sekarang nyawa keluargaku dan keluargamu terancam, Sasuke!" mendengar perkataan Naruto membuat Neji dan Gaara semakin bingung
"Sasuke, sebenarnya ada apa?" mendapat pertanyaan dari Neji, Sasuke lalu menyerahkan secarik kertas padanya
Neji dan Gaara yang membacanya mau tidak mau ikut murka. Mereka memutuskan untuk pindah ke ruang tengah. Neji dan Sasuke berusaha memecahkan teka-teki dibalik petunjuk yang ada di balik surat itu. Sementara Gaara membawa Naruto ke kamar berusaha menenangkannya sekaligus ia ingin mengistirahatkan punggungnya yang sudah tidak mampu berlama-lama untuk menopang perutnya yang semakin membuncit.
"Sabarlah, Naru. Semua pasti akan baik-baik saja." Ucap Gaara sambil mengelus Naruto yang duduk disampingnya
"Gomen, Gaara. Lagi-lagi aku membuatmu banyak berpikir." Kata Naruto makin menundukkan wajahnya
"Kau tahu, Naruto? Bukan hanya aku dan kau saja yang khawatir, tapi dia juga." Meletakkan tangan Naruto diatas perutnya
Naruto merasakan gerakan dari bayinya yang menandakan bahwa dia juga merespon segala kegelisahan yang dirasakan oleh kedua orang tuanya. Setelah sedikit terkejut, Narutpun segera tersenyum lembut dan mengecup perut Gaara lalu membelainya.
"Maafkan Tou-san, Aka-chan. Tou-san janji akan selalu menjaga kalian berdua. Sekarang tenanglah bersama Kaa-san." Gaara yang mendengar penuturan dari Narotu ikut tersenyum
Ia heran mengapa Naruto bisa berkomunikasi untuk menenangkan bayi yang ada di dalam kandungannya itu. Seakan-akan Naruto punya indera keenam yang kuat (Author:lu kira Naruto cenayang apa?! Terkadang imajinasimu berlebihan, Gaa-chan #dibogempasir). Pernah sekali ia mencoba menenangkannya dan yang terjadi anaknya malah semakin membuat perutnya sakit. Tetapi dengan sekali sentuh oleh tangan Naruto, seakan sudah mengenali sentuhan itu, bayinya akan tenang dan perutnya tidak sakit lagi. Gaara bersyukur ia mendapatkan suami seperti, Naruto. Walau terkadang ia harus menahan emosi melihat perilaku ceroboh dan overprotective Naruto padanya.
"Gaara, sebaiknya kau istirahat dulu disini. Aku akan membantu Neji dan Sasuke memecahkan teka-teki dari orang aneh itu."
"Umh…"
"Ada apa? Apa kau kesepian jika ku tinggal?" goda Naruto yang mendapat cubitan manis(?) di tangannya
"Baka."
"Kau tenang saja. Aku akan ada disini sampai kau dan aka-chan terlelap." Mengusap kepala Gaara
Sementara itu, di ruang tengah.
"Mungkin ini semacam sandi?"
"Tadi juga ku pikir seperti itu. Tapi sepertinya butuh lebih dari sekedar kata sandi untuk memecahkan teka-teki ini." Ucap Neji
"Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan petunjuk?"
"Mana Gaara?" Sasuke berbalik tanya
"Tidur. Lalu?"
"Kami belum menemukan apa-apa. Coba kamu baca sendiri, siapa tahu saja kamu bisa memecahkan teka-teki ini." Kata Neji (Author: oi Neji, kau serius? Kau dan Sasuke yang notabennya jenius saja tidak bisa apalagi Naruto? Dia kan jenius ke bawah :p #dishurikenNaru)
Setelah beberapa menit membaca teka-teki itu.
"Arghh!" teriak Naruto sambil mengacak-acak rambutnya, "Kenapa tidak langsung dikasih tahu aja sih dimana dan kapan waktunya? Pakai teka-teki segala!?"
"Kalau pelakunya bodoh seperti itu, dia pasti udah lama ketahuan, Naru."
"Apa katamu? Jadi maksudmu aku bodoh, Suke?"
"Aku tidak bilang begitu."
"Sudah. Sudah. Lebih baik aku hubungi temanku saja. Dia pandai dalam hal seperti ini." Lerai Neji
"Benarkah? Lalu kenapa tidak kau panggil daritadi?"
"Masalahnya sekarang dia berhubungan dengan Temari-nee, apa kau sudah mempersiapkan mental jika sampai ketahuan?"
GLEEK
"Ah, jangan-jangan yang kau maksud itu…" Naruto hanya bisa menelan ludah sembari bercucuran keringat
"Iya. Sebenarnya aku sudah mengirim E-mail padanya. Yah, kita tinggal tunggu keputusannya besok pagi. Sebaiknya kita sekarang istirahat, biar aku telfon bodyguard untuk menjaga tempat ini dan rumah kalian. Kau dan Gaara lebih baik menginap disini sementara waktu."
"Hm… Baiklah. Maaf merepotkan. Oyasumi." Ucap Naruto sambil melangkah menuju kamar dimana Gaara sudah lebih dahulu terlelap dalam tidurnya
"Oyasuminasai. Sebaiknya kita juga segera tidur, Suke?" ajak Neji yang dibalas anggukan oleh Sasuke
Malam itu, mereka berempat terlelap dan larut dalam pikiran mereka masing-masing. Sementara itu, di tempat orang yang mereka andalkan untuk pemecahan teka-teki itu.
"Apa yang sedang kau lakukan, Shika?"
"Ah, apa aku membangunkanmu?" tanya balik Shikamaru yang dijawab gelengan oleh Temari, "Aku mendapat e-mail dari Neji."
"Oh ya? Mana aku ingin lihat juga." Menatap laptop cukup lama hingga akhirnya menyerah, "Apa ini?"
"Teka-teki."
"Hah?"
"Sepertinya mereka sedang dalam bahaya."
"Hah?! Apa maksudmu, Shika? Aku tidak mengerti."
"Sebaiknya besok pagi-pagi sekali kita berangkat ke apartemen Neji. Disana aku akan menjelaskan semuanya."
"Baiklah, kalau begitu. Akan kupersiapkan segala kebutuhannya."
"Sankyuu. Sekarang tidurlah kembali."
"HU_um."
Setelah melihat Temari tertidur, Shikamaru tersenyum memandang tulisan di laptopnya yang berisi :
Jikikala kalautu bicisata menembacacada peqesatan ijinipi, manakala kalautu tevelamah becerhajasitil menamenacadahkalan tevekala - tevekili dafarisikulu, Naparusutovo. Opomenedefettovo Gohozabaijimanasutu.
Setebacagahaiji hajadifiabahnyaba abakalan kulubecerisi tavahuju kalatava kuluncidi uvuntuvuk menenepemunukalan lomokalasiti bocom keledufuaba. Setebacaijiknyaba kalautu cedepaqat kalaresenapa waxaktuvumunu tivinggahal setedifikilit lamagihi.
Kalatava kuluncidinyaba abadafalamah bacanguvunapan teverasang napan gehelamap difimananapa abadafa setelumurusuh IJINTIVI abalamam setemenestava. Sataaba teve, gahanbacarrese.
"Terlalu cepat seribu tahun untuk mengalahkanku dalam teka-teki."
TBC
Akhirnya selesai juga chapter ini
Gomenne minna, Chibi bingung nyari teka-tekinya makanya rada' lama updatenya
Semoga chapter ini memuaskan untuk minna-san
Saa, Review minna… \(!°Δ°)/\(°Δ°!)/
