Tittle : Live By My Side Till The Day I Die

Author : Mr_KHC

Genre : Romance, Humor of sense, Hurt, YAOI, etc.

Main Cast :

Park Chanyeol

Byun Baekhyun – Wu Baekhyun

Other Cast :

Kris aka Wu Yi Fan

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Oh Sehun – Park Sehun

Xi Luhan

Rate : M.

Pairing : ChanBaek , KaiSoo, HunHan, ChanKris.

Disclaimer : Ide cerita adalah hasil pemikiran otak saya, no plagiarism, bila ada kesamaan tempat, jalan cerita, dll, mohon dimaafkan, karena otak manusia tak dapat ditebak. Semua cast hanya milik Tuhan, dan saya hanya meminjam...

Enjoy it!

Warning : typo menyebar dan tercecer, bagi yang tak Suka YAOI silahkan hengkang.. :D

-KHC---

Summary

Park Chanyeol, seorang CEO muda, yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, membuatnya lupa akan semua urusan cinta.

Chanyeol berlibur ke china sekaligus mencari Luhan kekasih adiknya Sehun, dan tanpa sengaja membuatnya bertemu Baekhyun, namja cantik yang berisik, dan akan selalu berada di sekitar chanyeol, hingga membuatnya menyerah, dan mempercayai bahwa cinta itu lahir bukan karena hal romantis, yang selama ini dia baca di buku legenda sewaktu kecil. Tapi dari kekonyolan yang mereka lalui.

.

.

.

.

.

Prev _

'Baiklah, ku tunggu kau dalam waktu 30 menit jika tidak...maka aku tak akan segan-segan mencabut investasi perusahaanmu'

"Ancaman macam apa itu...?" Seru Chanyeol.

.

.

.

.

.

.

.

.

Part 2

'Tuut...tuut..' terdengar sambungan telepon diputuskan.

"Aish...jinjja..orang cina ini benar-benar.." secepat kilat Chanyeol berganti pakaian, dan tak berlama-lama karena seseorang yang telah munghubunginya tadi bukanlah orang yang penyabar, yeah Chanyeol tau betul siapa Wu Yi Fan ini, investor terbesar di perusahaannya sekaligus temannya ketika kuliah dulu.

Chanyeol menyambar sepatu sport Nike berwarna hitam dengan garis lengkungan berwarna merah miliknya, lalu memakainya.

"Selesai..dan kau terlihat seperi anak berumur 17 tahun, hehe" ucap Chanyeol, kemudian menyambar kunci mobil yang ia letakkan di nakas samping ranjangnya dan mengambil jaket baseball, lalu memakainya. Well sebenarnya kau mau bermain basket atau golf chanyeol.? Entah hanya instingnya yang berjalan mengenakan pakaian seperti itu, oh ya jiwa muda, tak ingat dengan usianya yang hampir menginjak 25 tahun, begitulah ia seorang Park Chanyeol seorang CEO termuda yang sukses.

Chanyeol turun dari kamarnya dan menuju ke ruang makan dimana sepupu dan sahabatnya yang sedang duduk disana.

"Hei Jongin.." panggil Chanyeol sambil menepuk pundak sahabatnya.

"Ada apa?" Tanya Jongin yang tengah duduk di kursi meja makan sambil menyesap kopinya

"Oh.., kau sudah sadar rupanya" Chanyeol menundukkan badannya lalu melihat sahabatnya yang ia kira tak akan sadar dari dunia fantasy nya, kemudian ia menoleh kearah Kyungsoo sepupunya "kau beri mantra apa dia Kyung..? Keke"

"Hei, kau kira aku penyihir apa" ucapnya sambil menodongkan garpu kedepan chanyeol

"Keke..aku hanya bercanda...oiya, aku harus segera pergi, karena Yi Fan menelponku, menyuruhku menemaninya bermain golf"

"Golf..?" Tanya Jongin, lalu menatap Chanyeol dari atas kebawah "kau mau bermain golf atau pergi ke bar hah? Lihat pakaianmu...haish..selalu begitu" Jongin menghela nafasnya dan menyeruput kembali kopinya.

"Haha..sudahlah, kau tau menggunakan baju golf membuatku gerah., sudah dulu, aku pergi.." ucap Chanyeol, dan berlalu meninggalkan mereka berdua, memasuki mobil sportnya dan menuju ke tempat bermain golf yang biasa ia dan kris datangi.

.

.

.

.

.

Di dapur

"Kau sangat dekat ya dengan chanyeol" ucap Kyungsoo memecah keheningan diantara mereka, sambil meletakkan beberapa piring yang berisi makanan diatas meja.

"Begitulah, dia sudah seperti saudaraku sendiri" ujar Jongin

"Hmm...aku heran dengannya, selama ini apa dia pernah pacaran?" Ucap kyungsoo berfikir sambil mengetuk-ngetukkan telunjuknya di dagunya, yang terlihat sangat imut dimata Jongin.

"Ehm..sebenarnya belum..sama sekali" jawab jongin

"Hmm..apa dia terlalu pilih-pilih, terlalu kaku, terlalu dingin atau apa ya..padahal banyak yang menyukainya.."

"Dia hanya terlalu sibuk kyungsoo-shi"

"Aigoo...selalu..kapan dia tak sibuk dan mulai mencari pasangan, untung saja orang tuanyanya tak menuntut hal itu"

"Yaa...begitulah"

"Eh..kenapa kita jadi mebicarakan Chanyeol..aissh..kajja kita makan, nanti makanannya keburu dingin.."

"Ah iya.." Kyungsoo mengambil beberapa lauk lalu memakannya, dan diikuti Jongin.

"Kyungsoo-sshi" panggil Jongin

"Nde..?" Kyungsoo memalingkan wajahnya mengahadap kearah Jongin

"Kata chanyeol kau.. sedang ...single, benarkah..?" Ucap Jongin sedikit terbata-bata

"Ah..nd..ndee.." jawabnya malu, lalu menundukkan wajahnya, karena wajahnya telah memerah sedari tadi.

"Bolehkah aku mengenalmu lebih dekat lagi..?"

"Eh..?" Kyungsoo melebarkan matanya tak percaya kalau sahabat sepupunya sangat 'to the point'.

.

.

.

.

.

.

Beberapa menit kemudian.

Sesampainya Chanyeol di padang golf yang luas. Ia langsung berjalan kearah kwannya semasa kuliah, Yi Fan atau akrabnya ia panggil Kris.

"yo kawan, lama menungguku..?" ucap chanyeol menepuk pundak kiri Kris, kemudian Kris berhenti dari kegiatannya yang akan menendang bola golf dengan stik golfnya

"kau telat lima menit" ucapnya dingin

"aish..padahal aku sudah secepat kilat datang kemari" gumam chanyeol

"sesuai perjanjian.. akan kutarik investasiku di perusahaanmu.."

"yha..yha...yha..kau serius melakukannya..?" ucap chanyeol dengan muka yang menegang, dan keringat dingin berhasil lolos dari keningnya.

Sedetik kemudian Kris tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya, saat melihat ekspresi muka chanyeol.

"hahahaha...aku hanya bercanda kawan, mana tega aku mencabut investasiku di perusahaanmu yang semakin menjanjikan itu.." ucap kris lalu merangkul pundak chanyeol.

"apa ini kegemaranmu, yang selalu ingin membuatku jantungan hah..?" geram chanyeol

"slow baby.."

"aish...menggelikan.."

"wow..ada dua lingkaran hitam di matamu.., kau terlihat mirip dengan panda-ku"

"yha..jangan samakan aku dengan panda milik-mu itu" elak chanyeol yang mendapat gelengan dari Kris.

"okey..okey..aku rasa kau perlu liburan kawan..jja, ikut aku ke cafe, akan kuberikan saran yang baik untukmu" mereka berdua akhirnya berjalan menuju cafe yang telah disediakan di tempat ini.

Sesampainya mereka di cafe yang tak jauh dari lapangan golf. Mereka berdua segera duduk berhadapan, dengan menu yang berada diatas meja mereka.

Chanyeol terus membolak balik menu-nya.

"kau mau pesan apa..?" tanya Kris mulai membuka buku menu yang ada dihadapannya.

"ice cream pisang dengan dengan toping pisang yang banyak, karena aku sedang mengingnkannya.." Kris memicingkan matanya "kau serius di musim yang mulai dingin ini..?"

"ya..memang kenapa..?" tanya chanyeol malas.

"kau seperti adikku saja..menyukai ice cream, dan sejak kapan kau suka menkonsumsi makanan penutup yang lembut dan dingin itu..? apalagi rasa pisang.."

"em..sejak hari ini, ha-ha-ha"

"kau..tak sakit kan..? atau kau mungkin sedang kerasukan hantu wanita, yang menginginkan pisang..? aku bisa memberikan pisangku untukmu gratis.." Kris menaik turunkan alisnya dan menggoda chanyeol.

"kau menjijikkan, sejak kapan kau jadi pervert seperti ini hah..?!" bentak Chanyeol di akhir kalimatnya.

"sejak aku berteman dengan raja pervert sepertimu..hahahaha" dan Kris tertawa terbahak-bahak melihat chanyeol yang wajahnya memerah menahan marahnya.

"oh god apa aku se-pervert itu..?" chanyeol bermonolog lalu mengusap dadanya, setidaknya bisa menenangkan hatinya yang mulai geram dengan temannya ini.

"haha...aku rasa kau sangat membutuhkan asupan pisang kali ini..ini makan saja.." ucap kris disela tawanya, lalu melebarkan pahanya, beruntung mereka berada di meja yang tertutup, dan tidak memungkinkan kalau hal ini akan dilihat orang lain.

"god..aku berani bersumpah seandainya ada stik golf di hadapanku, akan kupukul pisang-mu sampai hancur, lalu ku juice, dan terakhir akan kuminum dengan perasaan yang luar biasa bangganya" bisik chanyeol yang semakin geram hanya mendapat tawaan dari namja jangkung yang ada didepannya.

Chanyeol mendaratkan kaki kanannya kearah pertengahan selangkangan Kris "akhh..sshh..." kris menjerit tertahan, meringis kesakitan, karena milik-nya sedang di injak kuat oleh sebuah kaki chanyeol yang berbalut sepatu sport-nya.

Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah kris, dan berbisik "sekali lagi kau menertawaiku dan berbicara hal mesum..akan kubuat kau tak bisa berdiri besok"

"jinjja..? mana bisa kau menyetubuhi seorang seme..?" balas kris meremehkan, dan chanyeol ber-smirk ria lalu menaikkan sebelah alisnya "kau menantangku..?" balas chanyeol yang membuat kris jadi merinding seketika.

"baiklah-baiklah, aku kalah, lepaskan kakimu dari itu-ku sekarang, please..ini sangat menyakitkan yeol...kumohon.." kris memohon kepada chanyeol, oke tolong garis bawahi kris memohon kepada chanyeol.

"haha...lain kali jangan berani menantangku baby..." chanyeol tertawa bangga kemudian melepaskan kakinya diantara selangkangan kris, lalu menumpukan kaki kanannya ke kaki kiri, dan menyandarkan punggungnya di kursi yang ia duduki.

"jadi sekarang, pesankan aku ice cream pisang..." Ujar chanyeol tenang.

"baiklah.." Kris memanggil salah satu pelayan dan mulai memesan, sang waitres menulis pesenan mereka.

"tunggu sebentar tuan, kami akan segera membawa pesanan anda.." ucap waitres tadi membungkukkan badannya, lalu berjalan kembali ketempatnya.

Tak lama pesanan mereka datang, satu gelas besar ice cream rasa pisang dengan banyak toping pisang di dalamnya, dan juga satu cangkir machiatto dengan latte art diatasnya, sang pelayan kembali ke tempatnya setelah membungkukkan badannya.

Kris menatap tajam bentuk dari latte artnya, saat chanyeol melihat keanehan dari kris, ia melihat kemana arah pandang kris, dan ia melihat latte art kris.

"ppffftttt...buahahahahaha..." chanyeol tertawa menang, karena melihat ekspresi sedih bercampur aneh kris saat mendapati latte artnya berbentuk pisang.

"ooh..banana mania...hahahaa" lanjut chanyeol, dan kembali tertawa.

"brengsek kau yeol" geram kris lalu mengaduk-aduk latte artnya dengan sendok kecil yang berada di nampan cangkirnya.

"oiya, tadi kau mau meberikanku saran, apa itu..?" tanya chanyeol to the point sambil memakan ice creamnya, karena ia tak ingin membuang waktunya dengan tiang listrik mesum yang ada di hadapannya ini, oh sementara dia tak sadar siapa dia sebenarnya.

Kris sedang menikmati kopinya seketika menaruh kembali cangkirnya "ah, sebentar" Kris mengeluarkan tab dari saku belakangnya dan memberikannya kepada chanyeol, dan chanyeol menerimanya, lalu membacanya

"liburan ke china di pertengahan musim gugur..?" chanyeol menaikkan satu alisnya dan menatap kris.

"yeah, kau bisa melihat festival kue bulan di pertangan musim gugur ini"

"kue bulan..? lebih baik aku pergi ke jepang dan melihat bunga sakura"

"oh, apa kau tidak bosan ke jepang? Sekali-sekali saja kau berlibur kesana, tak ada salahnya kan mencoba negara baru" chanyeol nampak berfikir akan tawaran kris.

"semua akan ku fasilitasi, mulai dari tiket, dan akan kupinjamkan apartemenku yang berada di china, tak terlalu besar, tapi kau akan nyaman disana karena ada padang rumput yang luas, dan kau bisa berguling-guling disana, dekat dengan kota, dan kau bisa melihat puncak festivalnya nanti disana"

"tapi untuk apa aku kesana..?"

"bukankah kau mencari luhan..?" tubuh chanyeol seketika menegang, saat kris mengatakan nama luhan, orang yang selama ini ia cari, untuk adiknya sehun.

"aish..aku lupa akan hal itu..tunggu..bagaimana kau tahu aku sedang mencari luhan..?"

"jongin yang memberitahuku.., jadi bagaimana..?" tampak chanyeol sedang menimang-nimang tawaran kris, memang saat ini cuaca sedang berada di pertengahan musim gugur, berlibur sekaligus mencari kekasih adiknya, tak buruk juga pikirnya.

Drrt drrt...

Merasa ada getaran dari saku celananya, chanyeol mengeluarkan smartphonenya,

'Sehun Calling' nama itu tertera dilayar smartphone chanyeol "ada apa anak ini menelponku..?"

"nuguya..?" tanya kris

"sehun, tunggu sebentar.." chanyeol berdiri lalu keluar dari cafe menerima panggilan telepon dari sehun.

"wae..?"

'hyung, kau dimana..?'

"aku sedang bermain golf dengan kris, wae..?"

'ini darurat, ada investor dari amerika datang kemari'

"apa..?"

'entahlah, ini sangat mendadak, apalagi aku belum pernah menangani investor asing, bagaimana ini..?'

"katakan pada mereka, aku akan segera kesana, akan kusuruh jongin menuju ke kantor secepatnya untuk meng-handle mereka, karena aku sedang berada sedikit jauh dari kantor, dan temani mereka mengobrol selagi aku perjalanan menuju kantor, kau paham..?"

'nde hyung, akan kuusahakan sebisaku'

"bagus.."

Piip

Sambungan terputus, dengan tergesa-gesa, chanyeol masuk kedalam cafe sambil menekan log contact yang bertuliskan nama 'jongin', bermaksud akan pamit dengan kris, sambil menunggu sambungan teleponnya kepada jongin "aku pergi dulu, ada investor asing yang tiba-tiba datang kekantorku"

"bagaimana dengan liburanmu...? kau baru saja kembali dari kantor beberapa jam yang lalu, sekarang kau akan kembali lagi kesana..?" chanyeol menghentikan pembicaraan kris, saat sambungan teleponnya diangkat oleh pemiliknya.

'yeoboseyo yeol ada apa..?' jawab jongin

"ah, jongin-ah, kau bisa kekantor.? Ada investor asing datang, tolong handle, sementara aku akan segera kesana.."

'mwo..? baiklah-baiklah, aku segera berangkat'

"gomawo jongin"

'nde'

Piip..

"haah..." chanyeol mengela nafas panjang

"aku harus pergi sekarang, untuk liburannya..akan kupikirkan nanti, aku akan menghubungimu, okey..bye..dan..terimakasi untuk ice creamnya" chanyeol secepat kilat berlari keluar dari cafe, dan menuju ke parkiran, memasuki mobil sportnya, melajukan mobilnya secepat yang ia bisa agar cepat sampai ke kantornya.

"sepertinya kau memang membutuhkannya yeol.." ucap kris mengeluarkan smirk-nya, sembari melihat chanyeol menghilang dari pandangannya. Entah apa yang sedang kris rencanakan saat ini.

.

.

.

.

.

.

TBC...