Tittle : Live By My Side Till The Day I Die

Author : Mr_KHC

Genre : Romance, Humor of sense, Hurt, YAOI, etc.

Main Cast :

Park ChanYeol

Byun BaekHyun – Wu BaekHyun

Other Cast :

Kris aka Wu Yi Fan

Kim JongIn

Do Kyungsoo

Oh SeHun – Park SeHun

Xi LuHan

Rate : M.

Pairing : ChanBaek , KaiSoo, HunHan, ChanKris.

Disclaimer : Ide cerita adalah hasil pemikiran otak saya, no plagiarism, bila ada kesamaan tempat, jalan cerita, dll, mohon dimaafkan, karena otak manusia tak dapat ditebak. Semua cast hanya milik Tuhan, dan saya hanya meminjam...

Enjoy it!

Warning : typo menyebar dan tercecer, bagi yang tak Suka YAOI silahkan hengkang.. :D

-KHC---

.

.

.

.

.

.

.

Prev-

"Hei hei..dia itu CEO perusahaan alat-alat pengembangan teknologi 'Park Corporation' dia teman Kris"

"Apa..? Hyung-ku teman ahjussi mesum ini..?"

"Mwo..? HYUNG..? jadi Kris adalah Hyung-mu..? pantas lidah kalian sama pedasnya"

"Berani kau mengatakan hal jelek tentang Hyung-ku..akan kupatahkan lehermu ahjussi" ucap BaekHyun dengan tatapan tajamnya kearah ChanYeol.

"Eh..?"

.

.

.

.

.

.

.

Live By My Side Till The Day I Die

Begin

Chap 4

"Ucapanmu terlalu berlebihan bocah.."

"Yak kau..-" BaekHyun yang hendak mencaci kembali namja tiang di depannya ini seketika diam seribu bahasa, karena ia mengingat obrolannya dengan Hyung-nya siang tadi.

FLASHBACK BEGIN

'Drrt..drrt'

BaekHyun mengambil smartphone-nya, ia melihat layar siapa yang meneleponnya ternyata Kris, kakak BaekHyun yang meneleponnya.

"Ne..ada apa Hyung..?" tanya BaekHyun

'Bagaimana kabarmu hm..? tak kembali ke korea..?'

"Baik.., mungkin minggu depan..., aku ingin melihat festival musim gugur.."

'Arraseo..setelah selesai dengan acaranya, cepatlah kembali okey..'

"Waeyo..?"

'Hyung ingin mengenalkanmu kepada teman bisnis Hyung..'

"Apa maksudmu Hyung..?"

'Baek..kau tau..kau adalah satu-satunya keluarga yang kupunya, setelah ayah dan ibu meninggal"

"Lalu..?"

'Aku ingin memberikan yang terbaik untukmu..'

"Kau berniat menjodohkanku dengan temanmu itu..?"

'Begitulah'

"Tapi Hyung.."

'Aku yakin dia bisa menjagamu dengan baik Baek...'

"Siapa namanya..?"

'Apa aku harus memberitahunya..?'

"Tentu saja..."

'Baiklah...dia Park ChanYeol CEO dari Park Corporation'

"CEO..? Park Corporation? Perusahaan teknologi terkenal di korea itu..?"

'Yeah..dia CEO muda..dia baru diangkat menjadi CEO beberapa bulan yang lalu, dia seumuran denganku..'

"Haah..., akan kupertimbangkan dulu Hyung.."

'Okey..aku tagih jawabanmu saat sampai di korea..kalau kau berani kabur, akan kuikat kau..'

"Yha..kau pikir aku anjing di ikat-ikat.."

'Hahaha...nae baby Baek cepatlah kembali aku sangat merindukanmu..'

"Ish..kau merindukanku atau merindukan saat aku mengerjakan semua pekerjaanmu hah...?"

'Haha..tentu saja aku merindukanmu.., ah..sudah dulu ya, aku harus rapat..bye Baek mmuah..'

"Hii..menjijikkan.."

FLASHBACK END

"Kau Park ChanYeol, CEO dari Park Corp..?" tanya BaekHyun

"Nde.. aku Park ChanYeol.." jawab ChanYeol

"Eoh, Baekki bukankah tadi aku sudah memberitahumu.." ucap LuHan. BaekHyun memijit pelipisnya. Membiarkan semua pikirannya bercampur, BaekHyun beranjak dari tempat duduknya wajahnya sudah memucat, "Aku pulang dulu, permisi.." ucap BaekHyun lalu melangkah pergi dari café.

"Kenapa anak itu..?" gumam LuHan

'Kenapa wajahnya pucat begitu?' batin ChanYeol

.

.

.

.

.

"Mau kuantar pulang..?" tawar ChanYeol kepada LuHan setelah mereka berbincang-bincang, dan pergi berbelanja

"Ah..tak perlu yeol...apartemen BaekHyun dekat dari sini.." ucap LuHan

"Hmm..benarkah..? Apartemenku juga dekat.." timpal ChanYeol

"Eh..? Apa jangan-jangan kita berada di gedung yang sama..? karena di daerah ini hanya ada satu gedung apartemen yang berdiri.."

"Jinjjayo..?"

"Kita jalan dan lihat saja.."

"Baiklah.." mereka berjalan di bawah sinar lampu jalanan, dan ditambah dinginnya malam yang sudah hampir menunjukkan pukul 20.30 waku china.

Tak lama mereka akhirnya samapai di gedung apartemen, yang ternyata mereka berada di satu gedung yang sama.

"Apa kau menempati apartemen Yi Fan..?" tanya LuHan saat mereka akan memasuki lift lalu menekan angka 4

"Nde.." jawab ChanYeol

"Oh..berarti kita bertetangga.."

"Benarkah..? ternyata tempat tinggal kita sedekat ini..hahaha.."

"Ini aneh..." gumam LuHan, mengendus sesuatu yang mencurigakan.

"Ehm LuHan, ..apa BaekHyun memang seperti itu...?" tanya ChanYeol

"Maksudmu..?"

"Ya...tiba-tiba pergi dengan wajah pucat begitu apalagi setelah mengetahui namaku, apa namaku menyeramkan..?"

"Haha..tentu saja tidak..kecuali kalau dia tertekan..dia akan langsung pergi dan menyendiri"

"Apa dia tertekan saat mengetahui namaku..? aku jadi tidak enak dengannya.." ucap ChanYeol sambil menggaruk tengkuknya

"Tak apa..nanti dia akan kembali lagi menjadi BaekHyun yang pertama kali kau bertemu dengannya.."

"Aku harap begitu.."

'TING'

Setelah lift terbuka mereka segera keluar dari lift lalu berjalan menuju apartemen masing-masing. ChanYeol berhenti di apartemen 88 sedangkan LuHan berhenti di apartemen nomor 90, tak jauh bukan? Atau hanya salah satu dari jutaan rencana yang dibuat oleh Kris...? well, you are a great producer Kris.

'CKLEK'

"Baek..? kau di dalam..?" tanya LuHan saat memasuki kamar BaekHyun.

"Ne..ada apa ge..?" ucap BaekHyun sambil mengeratkan selimutnya

"Kau kenapa tadi tiba-tiba pergi begitu saja hm..?" tanya LuHan, ia berjalan kearah BaekHyun yang sedang bebaring di tempat tidurnya, lalu merebahkan dirinya disamping BaekHyun.

"Ani ge..aku tak apa.."

"Kau berbohong padaku Baek, aku tahu kau sedari kecil bukan seperti baru bertemu kemarin..."

"Hehe..kau benar ge.."

"Coba ceritakan padaku, ada apa tadi kau sampai pergi meninggalkan kami..?"

"Ehm..aku teringat ucapan Kris Hyung tadi siang waktu ia meneleponku ge..~"

"Memangnya dia bilang apa..?"tanya LuHan penasaran, lalu BaekHyun menceritakan apa yang ia dan Kris bicarakan masalah ia dijodohkan dengan CEO Park Corporation.

"WHAAATTT...?" teriak LuHan

"Yha, diamlah..kenapa kau jadi seheboh ini eoh..?" geram BaekHyun sambil menutup kedua telinganya.

"Maaf, aku hanya kaget Baek..hehe.."

"Dan kau, kau punya hutang penjelasan padaku..kenapa kau kembali ke china...dan meninggalkan SeHun, kau tahu ini sudah hampir sebulan.."

"Hehe..itu..karena...dia...emm..bagaimana ya..dia..melamarku Baek.." ucap LuHan malu-malu

"Hah..? harusnya kau kau senang lalu kenapa kau malah pergi..?"

"Kau tahu kan..aku..belum siap.."

"Haah..LuHan ge..kau sudah berumur 26 tahun tapi kau masi mengatakan kau belum siap..? apa karena SeHun leih muda darimu makanya kau tak mau, begitu..?"

"Ani...bukan begitu..kau tahu kan..kami baru berpacaran 5 bulan Baek..apa harus secepat itu, menikah kan bukan main-main Baek..dan itu harus serius.."

"Dengarkan aku ge, aku sangat mengenal SeHun, aku berteman dengannya bukan 1 atau 2 hari, aku berteman dengannya selama 7 tahun ge, 7 tahun dan selama itu, ketika ia berbicara sekali saja, itu akan ia lakukan dengan serius, kau tahu SeHun bukan namja yang banyak bicara bukan..? yeah katakanlah 'Talk Less Do More' itulah SeHun"

"Arraseo..tapi aku masih takut Baek.."

"Haah..sekarang tergantung kau saja ge.., dan tadi kau tahu bukan bahwa Park-sshi mengatakan kalau SeHun sangat kacau tanpamu.. apa itu kurang menjadi bukti betapa ia sangat serius denganmu ge.. kusarankan supaya kau segera kembali kepada SeHun, atau ia akan direbut orang lain.." tegas BaekHyun

"Yha kenapa kau mengancamku begitu.." bentak LuHan lalu mempoutkan bibirnya. Dan bakehyun yang melihatnya hanya memutar malas bola matanya. Eoh..LuHan kau lebih tua 3 tahun dari BaekHyun, tapi kenapa sifatmu lebih kekanakan melebihi BaekHyun..? salahkan orang tuanya yang selalu memanjakannya.

"Haah..terserahlah.." dengus BaekHyun. Lalu membalikkan badannya dan memejamkan kedua matanya. Dan tidur...

"Yha Baek..aish.."

.

.

.

.

.

Malam Festival Pertengahan Musim Gugur

Banyak warga china antusias mengikuti acara festival walaupun dalam artian sebenarnya mereka seharusnya berkumpul bersama keluarga yang jauh, tapi tak melihat puncak festival rasanya sangat kurang bukan, ini malam yang meriah, walaupun sekedar menonton tarian barongsai, drama khas china, atau berbelanja di pasar malam dan di tutup dengan pesta kembang api yang sangat sayang untuk dilewatkan, karena malam ini memang sangat penting dan istimewa bagi warga china setelah perayaan tahun baru china.

BaekHyun dan LuHan sedari tadi sore memang sudah berada di acara ini, dan inilah puncak acaranya di hari ketiga atau hari terakhir festival lebih tepatnya. BaekHyun yang sudah berbelanja banyak kue bulan dengan berbagai macam rasa, entah untuk apa dia membeli kue bulan sebanyak itu, mungkin sebagai oleh-oleh untuk kakaknya saat ia kembali ke korea...? mungkin saja.

Dan LuHan yang berjalan di samping BaekHyun juga sudah membeli beberapa macam pernak-pernik khas festival, dan juga beberapa makanan khas untuk mereka nikmati nanti saat penutupan acara festival, sambil melihat pesta kembang api.

"Hei Baek, coba kau lihat ini aku rasa ini cocok untukmu..." ucap LuHan ketika ia berhenti di sebuah stand yang menjual berbagai macam accecories. Dan menunjuk salah satu kalung yang menggantung, sebuah liontin Kristal berwarna ungu jernih.

"Eh...?" BaekHyun melihat kalung yang di tunjuk oleh sepupunya.

"Oh..apa kau ingin membelinya anak muda..?" tanya penjual itu

"Ehm..apa itu cocok untukku..?" tanya BaekHyun

"Bukan hanya cocok..jika kau menemukan cinta sejatimu, maka liontin itu akan berubah warna anak muda.. ia akan berubah menjadi warna biru jernih" ujar penjual itu

"Woah pasti keren Baek, kau harus membelinya.." pinta LuHan dengan antusias

"Untuk apa aku membelinya ge.., toh percuma, nantinya Kris Hyung menjodohkanku dengan namja bak namsan tower itu.." elak beakhyun

"Yha..setidaknya kau tahu.. apa dia cinta sejatimu atau tidak.., ayolah beli saja.."

"Tapi kenapa bukan kau saja yang membelinya ge..~"

"Eoh..aku kan sudah menemukan cinta sejatiku Baek..hihi.." ucap LuHan lalu tersenyum manis, BaekHyun hanya memutar matanya jengah.

Dengan berat hati akhirnya BaekHyun membeli liontin lalu ia memasukkan kalung itu kedalam saku mantelnya.

"Kenapa kau tak memakainya Baek..?" tanya LuHan saat mereka mulai berjalan kembali.

"Aku tak harus melakukan itu ge"

"Eoh..apa kau mempercayai hal itu Baek..?"

"Bukan begitu..kau tahu aku akan benar-benar dikira yeoja kalau memakai liontin itu.." terang BaekHyun.

"Oiya Baek.. kalau memang kau berjodoh dengannya bagaimana..?"

"Hah..? dengan namja bak namsan tow- AKKHH!" BaekHyun terjatuh dan pantatnya yang mendarat dahulu di aspal dingin, sesaat setelah ia tertabrak seseorang yang ia pikir raksasa sedang berada di kerumunan orang-orang. Dan LuHan yang melihat BaekHyun terjatuh langsung panik.

"Baek, kau tak apa, mana yang sakit..? apa ada yang terluka..? apa ada yang tergores..? ah kau tak mulus lagi, hei kau raksasa, tanggung jawab,..bla..bla..bla..." cicit LuHan sambil mengomeli seseorang yang tadi menabrak BaekHyun hingga terjungkal ke aspal.

"Akh..pantatku..yha, diamlah kau Xi LuHan, kau semakin memperparahku saja.."

orang itu berbalik dan melihat apa yang terjadi, dan seketika LuHan langsung menutup mulutnya.

BaekHyun berdiri sambil memegang pantatnya, "Yha, tak tahukah kau, kalau ada orang di belakangmu hah..?!" bentak BaekHyun, lalu di lihatnya orang yang tadi menabraknya, oh tak sengaja menabraknya.

"KAU!" teriak mereka berdua bersamaan.

"Yha ahjussi mesum kau tak punya mata apa hah.?!" Teriak BaekHyun meluapkan emosinya kepada namja tinggi bak namsan tower itu.

"Heh bocah, apa kau buta tak melihat orang didepanmu hah..?!" balasnya tak kalah tinggi suaranya.

"Yha kau! Aish..jika saja aku tak bisa menahan amarahku sudah kuhajar kepalamu dengan kue bulan yang kubelikan untuk Hyung-ku!" geram BaekHyun sambil menggenggam erat tas plastik yang berisi kue bulan.

"Memang kau bisa memukul kepalaku..? lihat tanganmu saja tak dapat meraih sehelai rambutku.." ejek ChanYeol. Oke sekarang BaekHyun benar-benar marah kepada namja yang berada di depannya ini.

"Hei ada apa ini..?" tanya JongIn yang kebingunan melihat ChanYeol dan namja cantik yang berada di hadapannya, dan jangan lupakan semua orang yang berada di sekitar mereka pun sedang melihat adu mulut kedua orang itu, LuHan menepuk pundak JongIn, "Jangan ganggu mereka atau kau akan menderita seperti yang akan dialami sahabatmu nantinya"

"Eh...LuHan..kau ada disini..? menderita..? apanya yang menderita..?" tanya JongIn dan mendapat balasan anggukan dari LuHan.

"Lihat dan pelajari, jangan sampai kau berani dengan namja mungil itu.." ucap LuHan sambil menunjuk BaekHyun.

"Dia siapa..?" tanya JongIn sambil menunjuk kearah namja yang sedang beradu mulut dengan ChanYeol

"Dia Wu BaekHyun, adik dari Kris.."

"Eh..? Kris.., dia adik Kris..?" tanya JongIn dan mendapat anggukan dari LuHan.

"And here we goo..show time..." ucap LuHan sambil memperhatikan gerakan tubuh BaekHyun.

BaekHyun meltakkan kantong plastiknya di aspal, menarik kerah baju ChanYeol hingga membuat namja tinggi itu menundukkan kepalanya, "Kau bilang aku tak bisa menyentuhnya..?" And then, kedua jari lentik BaekHyun menjambak ganas rambut sang CEO dari Park Corporation, perusahaan terbesar di korea, sekali lagi, BaekHyun menjambak ganas rambut CEO Park, okey CEO. –bayangkan saja rambut ChanYeol saat di MV Miracle In December-

JongIn yang sedari tadi memperhatikan hanya bisa melotot dengan mulut menganga. LuHan yang berdiri disamping JongIn hanya tersenyum miris akan nasib ChanYeol. Dan semua orang yang melihatnya juga mengeluarkan ekspresi yang sama dengan JongIn.

"Argghh..lepaskan..ini sakit bodoh..!" teriak ChanYeol sambil menarik kedua lengan BaekHyun yang nihil dapat melepaskan jambakan di rambutnya, yang ada malah jambakan di rambutnya semakin keras, ChanYeol merasa beberapa helai rambutnya mungkin sudah tercabut dari akarnya.

"Katakan kau menyesal dan meminta maaf padaku, maka akan kulepas..." perintah BaekHyun yang jemari lentiknya masih setia menjambak rambut sang CEO.

"Arggh...apa salahku hah..?!"

"Oohh...kau tak menyadari kesalahanmu hah..?" dan jambakan di rambut ChanYeol semakin ia tarik kebawah hingga kepala ChanYeol ikut menunduk

"Aaargghhh..baiklah..baiklah aku minta maaf, lepaskan, ini sakiiitt..aaakkhh..."

"Lakukan dengan benar.. !" bentak BaekHyun

"Aish..arghh...baiklah Wu BaekHyun aku...akhh..aku minta maaf, tolong..kumohon lepaskan, ini sangat sakit...Baek kumohon.." ucap ChanYeol dengan nada pasrah dan kesakitan, karena ia sudah tak tahan dengan rasa sakit akibat jambakan BaekHyun. BaekHyun melepas jambakan di rambut ChanYeol, dan ChanYeol langsung menegakkan badannya, sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit dengan kedua tangannya.

"Jadi ingat, jangan macam-macam denganku tuan Park.." ucap BaekHyun, lalu mengambil kembali kantong plastik yang sempat ia letakkan di aspal.

JongIn berjalan kearah ChanYeol dan melihatnya dengan seksama "Apa kau baik-baik saja yeol..?"

"Baik-baik saja apanya, rasanya semua rambutku lepas dari kepalaku.." jawabnya dan masih memegang kepalanya sesekali mengusapnya untuk mengurangi rasa sakitnya.

"Ge..ayo kita pulang..moodku untuk melihat pesta kembang api sudah hilang.." ajak BaekHyun, kemudian ia berjalan melewati ChanYeol dan JongIn. Dan diikuti pula oleh LuHan. Sebelum ia pergi menyusul BaekHyun, LuHan meminta maaf kepada ChanYeol, karena telah menjambak rambutnya secara brutal tadi.

"Sial anak itu..." umpat ChanYeol yang masih memegangi kepalanya.

"Kau mau pulang atau tetap disini yeol..?" tanya JongIn

"Bawa aku pulang, kalau bisa kita kembali ke korea sekarang.." ucap ChanYeol

"Sekarang..?" tanya jongn memastikan

"Ya..sekarang..aku tak mau lagi bertemu dengan orang gila itu.." ChanYeol berjalan kembali ke apartemennya yang tak jauh dari tempat festival.

.

.

.

.

Setelah sampai di apartemen, ChanYeol langsung memesan tiket pesawat menuju korea melalui online. Beruntunglah masih ada kursi kosong untuk dua orang, dan Ia akan berangkat pukul 23.00 waktu china, masih ada waktu sekitar 3 jam untuk ia mengepack pakaiannya, ia tak peduli, pukul berapa ia akan berangkat, asalkan ia dapat kembali kekorea sekarang, dan menjauhi BaekHyun adik Kris yang brutal itu, pikirnya.

Tapi sayang ChanYeol tak menyadari bahwa ini semua telah direncanakan oleh Kris, so..whatever you'll go, BaekHyun akan selalu terlihat olehmu. Poor ChanYeol.

Other side.

"Menyebalkaaaaannn... !" teriak BaekHyun saat ia telah memasuki kamarnya. Lalu membuang kantong plastik yang ia bawa kekasurnya, beserta mantel yang ia kenakan tadi

"Aku tak sudi dijodohkan dengan namja itu..aaargghh.." teriak BaekHyun frustasi sambil menggigit bantalnya. Dan LuHan menatap miris sepupunya dari depan pintu.

"Kau hanya belum mengenalnya Baek.." ucap LuHan sambil menenangkan BaekHyun, yang sedang berada dalam mode marah.

"Tidak..aku tak mau mengenalnya lagi, oke cukup 2 kali aku bertemu dengannya, dia sangat menyebalkaan.. apanya yang Hyung bilang terbaik...apanya yang yang bisa menjagaku, jika tadi saja kelakuannya sudah seperti itu.." geram BaekHyun, lalu merebahkan badannya ke kasurnya

LuHan mengambil kantong plastik berisi kue bulan yang di lempar BaekHyun di kasurnya, dan juga mengambil mantelnya, dan menggantungnya di lemari, menepuk-nepuknya agak tak ada debu yang menempel, saat tangannya menepuk bagian saku mantelnya, ia merasa ada yang mengganjal, ia rogoh saku mantel BaekHyun lalu mengambil benda itu, LuHan mengeluarkannya, yang ternyata itu adalah kalung yang mereka beli di festival. Dan yang membuat LuHan kaget adalah, kalung itu berubah warna, menjadi biru jernih.

"Hei Baek..coba kau lihat kalungmu.." ucap LuHan, lalu memberikan kalung itu kepada BaekHyun.

"Eh..ini berubah.." BaekHyun terkejut saat melihat liontin Kristal itu telah berubah warna.

"Yeah..hmm..aku rasa ChanYeol memang jodohmu Baek.." ucap LuHan.

"Apa..?! tidak aku tidak mau..lagipula tadi kita tidak hanya bertemu dengan namja bak namsan tower itu..ada ribuan, bahkan jutaan orang disana ge..~" elak BaekHyun

"Hmm..benar juga ya..pasti salah satu dari mereka"

"Sudahlah ge..aku ingin tidur, bukankah besok kita harus kembali ke korea.." ucap BaekHyun lalu memakai selimutnya

"Eh..kenapa..?" tanya LuHan

"Kris Hyung menyuruh kita pulang..."

.

.

.

.

.

.

Pukul 22.30 ChanYeol telah sampai di bandara beijing, dan menunggu untuk keberangkatan pesawat menuju korea. Ia tadi telah menelepon tao, perihal ia pulang mendadak malam ini, dan menyuruh tao untuk tidak megantarnya karena malam telah larut. Ia cukup naik taxi dan mengatakan kepada supir untuk mengantar mereka ke bandara. Mudah bukan, apalagi JongIn yang bisa berbahasa china sangat membantunya.

"Pesawat dengan nomor penerbangan BA-8870CH dengan tujuan Seoul-Korea akan segera berangkat dalam waktu 10 menit, terima kasih"

ChanYeol dan JongIn bersiap-siap, mereka menyeret kopernya, lalu meletakkannya di bagian pengecekan tas, mengambilnya, dan berjalan kearah petugas, melakukan pengecekan tiketnya.

ChanYeol duduk di dalam pesawat, sambil sesekali mengusap kepalanya yang masih terasa sakit. Dan disampingnya JongIn yang masih mengkhawatirkan sahabatnya itu, hanya bisa menghela nafasnya. Tak lama pesawat telah take off.

"Kenapa aku bisa sesial ini..arghh.." geram ChanYeol, lalu mengepalkan kedua tangannya.

"Sudah..sudah..jangan kau pikirkan yeol..anggap saja dia remaja labil.." bujuk JongIn

"Bagaimana aku bisa mengatakan dia labil, kalau jambakannya sesakit ini JongIn-ah.."

"Apakah sesakit itu..?" tanya JongIn

"Yaa...sangaaaat..saaakiiiitttt...aku tak tahu berapa jumlah rambutku yang rontok akibat jambakannya..apa kau mau mencobanya..?" ucap ChanYeol sambil menakuti JongIn dengan kedua tangannya yang seolah-olah akan menjambak rambut JongIn.

"Yha..yha...aniya..jangan lakukan.."

.

.

.

.

.

5 jam penerbangan mereka telah sampai di seoul-korea, mereka langsung masuk kedalam taxi dan menyuruhnya mengantar ke gedung apartemen mereka.

Hanya sekitar 15 menit mereka telah sampai di gedung apartemen, karena memang masih pukul 3 pagi dan jalanan masih sangat lenggang.

ChanYeol memasuki apartemennya, dan juga JongIn juga telah berada di apartemennya sendiri yang berada 3 lantai diatas ChanYeol.

ChanYeol meletakkan kopernya di sudut kamarnya, lalu menyambar handuk, dan memasuki kamar mandi, berniat membersihkan dirinya, agar ia bisa nyenyak saat tidur.

Tak lama hanya sekitar 20 menit ia menyegarkan tubuhnya. ChanYeol keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk di pinggangnya, sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

Ia mengambil piyamanya, lalu memakainya, setelah selesai ia langsung merebahkan badannya yang hampir remuk itu keatas kasur king size-nya. Sebelum ia memejamkan kedua matanya, ia mengecek smartphone-nya. Lalu ia mengetikkan sesuatu, lebih tepatnya mengirim pesan kepada seseorang.

'To : Kris Wu

Aku telah kembali ke korea'

Setelah mengirim pesan itu, ChanYeol meletakkan kembali smartphone-nya di nakas sebelah tempat tidurnya, ia memejamkan kedua matanya, dan menuju kealam mimpinya.

.

.

.

.

Keesokan harinya, sebenarnya ChanYeol masih ingin bergelut dengan selimut tebalnya, ia ingin libur kerja hari ini. Tapi entah apa yang merasukinya saat ini, ia merendam badannya dengan air hangat di bathup, sesekali mengusap kepalanya yang masih terasa nyeri, walaupun sudah sedikit berkurang.

Ia berniat akan menemui Kris saat makan siang, dan memarahinya, karena adiknya telah seenak jidatnya menjambak rambut ChanYeol.

45 menit, ChanYeol telah selesai dengan acara berendamnya, ia mangambil kaos, dan celana jeans-nya lalu memakainya, ia melihat kopernya di sudut ruangan, mengambilnya lalu membereskan isinya, menaruh baju di keranjang kotor, dan juga mantel yang akan di laundry, lalu menyimpan kopernya kedalam lemarinya.

ChanYeol keluar dari kamarnya, lalu menuju kedapur untuk membuat sarapan, 2 potong roti bakar, dengan telur mata sapi dan daging asap, dan juga segelas susu, sudah cukup mengganjal perutnya pagi ini. Ia melahap sarapannya sambil membaca koran yang baru saja datang dikirim.

Ia melihat bagian traffic stock exchange di koran itu, lalu mencari nama perusahaannya, dan seperti biasa, perusahaannya berada di rating paling atas hari ini dan disusul perusahaan Kris dibawahnya, dan kenaikan sahamnya meningkat dari 21 persen menuju 21,9 persen, sebuah kemajuan bukan saat ia meninggalkan beberapa hari perusahaannya, dan SeHun dapat diandalkan rupanya, -batin ChanYeol.

Setelah selesai dengan sarapannya, ChanYeol beralih kearah televisi, dan menyalakan konsol gamenya Nintendo Wii, dan memainkan game kesukaaannya, sambil duduk santai di sofa lebarnya.

ChanYeol mengeluarkan smartphone-nya dari saku celananya, dan menelepon Kris.

'Ada apa..?' jawab seseorang di seberang sana, Kris.

"Apa kau sibuk..? kau sudah membaca pesanku..?" tanya ChanYeol yang tak lepas memencet-mencet tombol kontrol di remote konsol game itu.

'Hmm..sudah..kenapa kau tiba-tiba kembali..?'

"Maka dari itu, aku ingin menceritakannya padamu, kau ada waktu makan siang ini..?"

'Baiklah, kutunggu kau di kantorku..'

"Okey..." akhir ChanYeol, lalu mematikan sambungannya, dan membuang smartphone-nya ke sofa, dan melanjutkan kembali permainannya.

.

.

.

Pukul 12.30, ChanYeol telah sampai di hadapan Kris. Kris mempersilahkan ChanYeol untuk duduk di sofa yang berada di ruangannya, dan juga beberapa makanan telah tersedia disana.

ChanYeol segera duduk lalu menumpukan kaki kirinya ke kaki yang sebelah kanan. Dan diikuti Kris yang duduk berhadapan dengannya.

"Terima kasih untuk liburannya, aku sydah bertemu dengan LuHan dan menyuruhnya agar segera kembali kekorea, dan aku juga bertemu dengan adikmu, liburanku jadi sangat berkesan Kris sekali lagi terima kasih..." ucap ChanYeol.

"Kau bertemu adikku..?" tanya Kris, dan dibalas anggukan oleh ChanYeol

"Jadi.., apa yang membuatmu kembali di pagi buta..?" lanjutnya

"Sebenarnya liburanku sangat menyenangkan, sampai di hari terakhir festival aku bertemu dengan adikmu lagi, dan ia menjambak rambutku dengan brutal" jawab ChanYeol

"Bagaimana bisa..?" tanya Kris

"Aku tak sengaja menabraknya, dan dia marah-marah padaku, kami adu mulut disana, dan yah..aku berakhir tragis disana..."

"Eoh..pasti rasanya luar biasa bukan..?" Kris melihat ChanYeol dengan tatapan miris, pasalnya ia pun pernah merasakan jambakan adiknya tapi tidak brutal seperti yang dikatakan ChanYeol.

"Sangat.." ucap ChanYeol, lalu mengambil sepotong kimbab dan memakannya.

'CKLEK'

"HYUUNGG...AKU PULAAAANGGG...~~~" ucap seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan Kris.

ChanYeol merasa tak asing dengan suara itu akhirnya membalikkan badannya dan melihat keasal suara.

"Uhuk..uhuk.." ChanYeol tersedak kimbab yang ia makan tadi, karena sekarang yang ia lihat adalah adik Kris yang kemarin di malam festival telah menjambak rambutnya dengan brutal.

"Kau.."

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Waktunya balas ripiw yang gk bsa saya bales lewat PM...

NyekNyek : rencana Kris..adalaah...menjodohkan BaekHyun dengan ChanYeol..hehe.. thanks untuk reviewnya

Nana : ini emang singkat, sesingkat otak saya berfikir..hehe...dan terimakasi untuk reviewnya...

Princess YoonA : iyadong..saya suka jadiin Kris sebagai kakak BaekHyun, gak tau kenapa..hehe.. thanks untuk reviewnya.. :D

ChanBaek P : oh..iya..gpp...saya santai kok. Saya selalu menunggu riview dari reader sekalian..hehe /slap

Iyap..udah dong...SeHun ngalahin kakaknya masa..hehe /di tabok ChanYeol

Untuk brutal ya...sepertinya di chap ini akan terjawab..hehe... thanks juga untuk reviewnya...

Youngnachoi : hehe...saya seneng banget kalau ada yang ngakak waktu baca FF saya..secara saya bikin FF kan absurd banget...hehe...terimakasih ya untuk reviewnya..

Baekkevinka : terima kasih...padahal ini FF nya absurd gini..hehe...

Dan ini udah selesai chap 4..yeaaay... /nafas

Dan terima kasi juga untuk reviewnya..

Thanks To :

-Taviads

-ShinJiWoo920202

-Yo Yong

-Special Bubble

-Younlaycious88

-UruRuBaek

-NyekNyek

-Anon

-Guest

-XOXO KimCloud

-Dobi Hano Beef

-Yolloe

-Princess YoonA

-ChanBaek P

-Youngnachoi

-Baekkevinka

Thanks for you all... -KHC-