Tittle : Live By My Side Untill The Day I Die

Author : Mr_KHC

Genre : Romance, Humor of sense, Hurt, YAOI, etc.

Main Cast :

Park ChanYeol

Byun BaekHyun – Wu BaekHyun

Other Cast :

Kris aka Wu Yi Fan

Kim JongIn

Do Kyungsoo

Oh SeHun – Park SeHun

Xi LuHan

Rate : M.

Pairing : ChanBaek , KaiSoo, HunHan, ChanKris.

Disclaimer : Ide cerita adalah hasil pemikiran otak saya, no plagiarism, bila ada kesamaan tempat, jalan cerita, dll, mohon dimaafkan, karena otak manusia tak dapat ditebak. Semua cast hanya milik Tuhan, dan saya hanya meminjam...

Enjoy it!

Warning : typo menyebar dan tercecer, bagi yang tak Suka YAOI silahkan hengkang.. :D

Banyak kata-kata kasar disini..jadi be carefull...

-KHC---

.

.

.

.

.

.

.

Prev-

"HYUUNGG...AKU PULAAAANGGG...~~~" ucap seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan Kris.

ChanYeol merasa tak asing dengan suara itu akhirnya membalikkan badannya dan melihat keasal suara.

"Uhuk..uhuk.." ChanYeol tersedak kimbab yang ia makan tadi, karena sekarang yang ia lihat adalah adik Kris yang kemarin di malam festival telah menjambak rambutnya dengan brutal.

"Kau.."

.

.

.

.

.

.

.

.

Live By My Side Untill The Day I Die

Begin

Chap 5

"Bagaimana dia bisa ada di sini Hyung..?" tanya BaekHyun sambil menunjuk kearah ChanYeol

"Aku mengundangnya makan siang disini.." jawab Kris lalu berdiri, berjalan menghampiri BaekHyun.

"Kemarilah, aku sangat merindukanmu.." pinta Kris sambil merentangan kedua tangannya, dan di sambut pelukan hangat dan manja dari BaekHyun.

ChanYeol yang melihat adegan itu hanya menampakkan wajah datarnya, brother complex –batinnya.

"Oiya..ini oleh-oleh untukmu Hyung.." ucap BaekHyun saat mereka telah melepas pelukan, dan memberikan kantong plastik berisi kue bulan yang BaekHyun beli saat festival kemarin.

"Apa kue bulan..? tapi kenapa banyak sekali..?" tanya Kris saat membuka bingkisan dari BaekHyun.

"Aku beli beraneka rasa untukmu.."

Oke kali ini ChanYeol seperti menjadi lalat yang tengah berada di tengah-tengah obrolan pasangan suami istri itu. Menyebalkan bukan..? ChanYeol hanya bisa menghela nafasnya dan melanjutkan menyantap kimbab-nya.

'TOK..TOK..TOK'

"Ya..?" jawab Kris

"Tuan Presdir anda telah ditunggu untuk meeting.." ucap sekretaris Kris dari luar ruangan.

"Baiklah, aku segera kesana.." balas Kris, lalu membereskan beberapa berkas untuk meeting-nya

"Baek..kau temani ChanYeol ne..aku meeting dulu..bye.." lanjut Kris mengacak surai BaekHyun lalu meninggalkan ChanYeol dan BaekHyun berdua di dalam ruangannya.

BaekHyun menyilangkan tangannya, dan bersandar di dinding kaca yang menatap langsung keluar sambil memperhatikan ChanYeol yang sedang memakan makan siang-nya

"Apa kau kemari untuk mengadu ke Kris Hyung tentang kejadian semalam di festival..?" tanya BaekHyun dingin

"Itu bukan urusanmu.." jawabnya tak kalah dingin

"Okey.." ucap BaekHyun lalu duduk di sofa yang berada di hadapan ChanYeol, lalu memakan sepotong kimbab milik Kris, ChanYeol menaikkan sebelah alisnya dengan wajah penuh tanya, tumben sekali dia tak membentaknya, lalu mengedikkan bahunya.

Sekilas ChanYeol melihat BaekHyun mengenakan kalung dengan liontin Kristal berwarna biru jernih.

"Apa yang kau lihat..?" tanya BaekHyun

"Tidak..kau mengenakan kalung itu..kau terlihat seperti yeoja.." ejek ChanYeol, BaekHyun mengangguk mengerti. Well BaekHyun tak marah karena ChanYeol telah mengejeknya..?

"Aku mengerti itu.." ucap BaekHyun.

"Tumben kau tak marah seperti kemarin..?" tanya ChanYeol

"Maaf, tuan Park untuk saat ini moodku sedang kacau, jadi jika kau mengajakku untuk beradu mulut, aku rasa ini bukan waktu yang tepat.." jawab BaekHyun setenang mungkin. Lalu melanjutkan memakan kimbab milik Kris.

Ada rasa kecewa menghinggapi ChanYeol, pasalnya ia pasti beradu mulut dengan namja cantik yang berada di hadapannya saat mereka bertemu di china walaupun karena masalah sepele seperti kemarin, dia rindu akan ejekan-ejekan yang dilontarkan bibir cherry namja ini. Rindu? Apa ChanYeol sudah mulai jatuh cinta dengan BaekHyun..? molla..hanya hati ChanYeol yang bisa menjawabnya.

'CKLEK'

"Kris..kau di dalam..?" ucap LuHan saat membuka pintu ruangan Kris

"Masuklah LuHan ge..Kris Hyung sedang meeting" balas BaekHyun.

"Kau disini Baek..?" tanya LuHan

"Nde..." jawab BaekHyun singkat

"Oh..ada ChanYeol rupanya..annyeong..." sapa LuHan

"Tunggu..tunggu..apa yang kalian berdua lakukan disini..? apa kencan makan siang..?" lanjut LuHan, seketika BaekHyun dan ChanYeol membulatkan kedua matanya.

"Aku tak sudi.." ketus BaekHyun, memalingkan wajahnya kearah lain.

"Ani, LuHan.. tadi aku kemari memang bermaksud makan siang dengan Kris, berhubung dia ada meeting, dan BaekHyun ada disini, yah, kau bisa lihat sendiri kan..?" jelas ChanYeol

"Iya aku tahu, kalian sedang kencan makan siang di kantor Kris..benarkaaan...?" goda LuHan

"Ge..please..kami tak sedang kencan okey.." ucap BaekHyun dengan nada malas.

"Hmm..padahal kulihat kalian sangat cocok loh..hehe..kenapa tidak jadian saja..?" LuHan semakin gencar menggoda kudua orang yang sedang berhadapan.

"Butuh berfikir ribuan bahkan jutaan kali aku untuk menerimanya ge.."ucap BaekHyun santai

"Dan siapa juga yang akan menyatakan cinta padamu, hanya orang bodoh yang mau menyukai namja brutal dan tak memiliki sopan santun sepertimu.." ucap ChanYeol. Seketika BaekHyun mengepalkan kedua tangannya, dan berkali-kali menghela nafasnya kasar mengontrol emosinya. ChanYeol yang melihat perubahan BaekHyun semakin gencar menghinanya. Dan LuHan mulai cemas akan keadaan BaekHyun sekarang

"Kurasa, otakmu tak lebihnya seorang yeoja, lihat, kau saja memakai kalung liontin, dan eyeliner, apa kau akan terlihat menarik..? aku rasa tidak.., dan aku juga tak tertarik denganmu.." oh kau berbohong ChanYeol, jelas-jelas kau terpesona dengan semua yang BaekHyun miliki. Tapi kau mengelaknya.

BaekHyun menutup rapat kedua matanya, "Apa kau sudah puas menghinaku tuan Park..?"

"Ah, kau juga tak ayalnya hanya ada di balik kakakmu dan bergantung padanya, kau menggunakan kekayaan itu untuk kesenanganmu sendiri, dan tadi juga kalian berpelukan seperti itu, dan kau bersikap manja dengannya, kalian terlihat seperti pasangan brother complex.." oke cukup BaekHyun bersabar kali ini. Ia menaiki meja kaca yang terdapat piring yang berisi beberapa kimbab, dan juga gelas. Ia berjongkok tepat di hadapan ChanYeol lalu mendekatkan wajahnya kewajah ChanYeol. Tubuh ChanYeol menegang dan hanya bisa menatap mata BaekHyun yang menatap tajam kearahnya.

"Dan kau Park ChanYeol...tak ayalnya berada di perusahaan ayahmu, kau berada di dalam kehebatan SeHun, aku sangat menyesalkan karena kau yang menjadi CEO, bukan SeHun, dan perusahaanmu juga sebagian besar bergantung pada investasi dari kakakku, dan asal kau tahu Park ChanYeol, aku dapat melakukan sesuatu yang bisa membuat perusahaanmu hancur tapi aku masih waras untuk tak mencampur adukkan antara perasaan dan profesionalitas, kau fikir aku tak melihat semua traffic saham di perusahaanmu? saat kau tak ada, perusahaanmu semakin naik karena kinerja SeHun. Kau cukup memalukan sebagai seorang CEO" ucap BaekHyun panjang lebar dengan nada dingin. BaekHyun menjauhkan wajahnya lalu turun dari meja.

"Jika kau sudah puas dengan hinaanmu padaku dan Hyungku, lebih baik kau keluar sekarang, aku tak peduli kau adalah CEO dari perusahaan terbesar di korea sekalipun, yang jelas sekarang aku tak mengijinkanmu menginjakkan kakimu di perusahaan kakakku.. jika kau keberatan, kau bisa melepas ikatan bisnis dengan perusahaan Wu, dan aku rasa kakakku tak akan keberatan akan keputusan itu" lanjut BaekHyun tanpa mentap sedikitpun kearah ChanYeol.

ChanYeol hanya membulatkan matanya, lidahnya kelu, ia tak dapat mengeluarkan satu patah kata pun dari bibirnya, saat mendengar ucapan BaekHyun yang sangat serius. Padahal niatnya hanya ingin membuat BaekHyun meledak seperti kemarin, tapi dugaannya melenceng sangat jauh karena ucapannya yang tak terkontrol, ia merutuki kebodohannya sekarang, dan pikirannya berkecamuk, bagaimana BaekHyun bisa mengetahui semua itu, memang semua yang dikatakan BaekHyun benar. Ia tak ayalnya seorang CEO yang payah.

LuHan yang sedari tadi melihat percakapan BaekHyun dan ChanYeol hanya membekap mulutnya dengan kedua tangannya, ia mengetahui bahwa inilah sosok BaekHyun yang sebenarnya, dibalik sikap imut dan manjanya, sosok BaekHyun yang keras, tegas, disiplin, dan angkuh, sosok ini adalah ajaran dari Kris dan juga SeHun kekasihnya karena memang hubungan antara BaekHyun dan SeHun sangat dekat. Ia tak akan segan-segan berlaku kejam kepada orang yang telah menghinanya dan juga kakaknya tak peduli dengan status orang itu. Anggap saja harga diri Baekyun sangat tinggi.

"Ma-maaf..aku sungguh tak bermaksud menghinamu tadi, hanya saja.." ucap ChanYeol terputus saat BaekHyun menyela ucapannya "Hanya terbawa suasana begitu..?" ChanYeol mengangguk.

"Kekanakan sekali, pikirkan baik-baik apa yang kau perbuat, dan pikirkan kembali apa yang harus kau lakukan untuk mengembalikan nama baik yang sudah kucoret padamu.." ucap BaekHyun dingin.

ChanYeol pamit undur diri dan diantar oleh LuHan sekalian LuHan kembali ke apartemennya, sebelum Kris datang, karena ia tak mau suasana semakin menegang jika ia berlama-lama berada di ruangan Kris, yang mana BaekHyun masih berada disana.

BaekHyun mengempaskan tubuhnya di sofa, dan memijat keningnya, pikirannya semakin campur aduk, ia memejamkan sejenak untuk merileks-kan pikirannya, sampai sebuah suara mengganggunya

'CKLEK'

"Eh..kemana ChanYeol..?" tanya Kris yang baru saja masuk kedalam ruangannya.

"Dia pulang..." jawab BaekHyun

"Hmm...apa ada masalah antara kalian berdua..?" tanya Kris berjalan kearah meja kerjanya, dan duduk di kursinya, dan mulai membuka berkas-berkasnya kembali.

"Entahlah Hyung, aku pusing.." jawab BaekHyun lalu berjalan kearah meja Hyung-nya dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Kris.

"Ceritakan padaku..karena tadi kudengan dari sekretaris Lee kalian terlihat seperti bertengkar.."

"Yeah..he's mocking me again.." geram BaekHyun

"I see.. apa separah itu hinaannya padamu Baek..?"

"Sangat...dan itu sangat menyakitkan.." akhirnya BaekHyun menceritakan apa saja yang menyebabkan pertengkaran sengit yang bisa saja berujung pertaruhan perusahaan ChanYeol karena ancaman yang BaekHyun berikan.

"Kau gila Baek.. tapi setidaknya dia perlu diberi pelajaran sedikit, karena terlalu meremehkan dunia bisnis seperti ini.." ucap Kris.

Kris melihat sekilas kearah leher BaekHyun, yang mana ada sebuah kalung menggantung disana.

"Kau mendapatkannya dari mana..?" tanya Kris sambil menunjuk kearah kalung yang BaekHyun pakai.

"Eh..apa..?"

"Kalung itu..yang kau pakai.." jelas Kris.

"Oh..aku membelinya saat festival kemarin, sebenarnya paksaan LuHan ge.."

"Kenapa warnanya sudah berubah..? apa kau sudah menemukan cinta sejatimu..?" tanya Kris dan BaekHyun hanya mengedikkan bahunya.

"Itu berubah saat aku melihatnya di apartemen dan aku memasukkannya kedalam saku mantelku., lagipula disana ada banyak orang Hyung jadi mana mungkin aku mencari satu persatu.."

"Kau tak tahu sejarah tentang liontin ini..?" BaekHyun hanya menggelengkan kepalanya

"Jika cinta sejatimu menyentuhmu maka liontin akan berubah menjadi biru jernih, tapi jika kau bersentuhan dengannya untuk yang kedua kalinya maka kau telah menemukan jodohmu, ini akan berubah menjadi warna biru tua dan di tengahnya akan berbentuk seperti hati berwarna merah"

"Bersentuhan..?" tanya BaekHyun memastikan

"Yap..coba kau ingat..siapa saja yang menyentuhmu.."

BaekHyun mulai mengingat-ingat siapa saja yang menyentunya saat itu. Dan menyebutkan satu persatu.

"LuHan ge..dia selalu menyentuhku, tapi setelah aku membelinya dan LuHan ge menyentuhku, ini tak berubah..jadi dia bukan jodohku, dan aku juga tak mau, tak jauh setelah aku membeli kalung ini, insiden dimana aku..menjambak rambut ChanYeol, dia juga menarik tanganku saat aku menjambaknya.." ucap BaekHyun sambil mengingat-ingat

"Setelah itu..?"

"Setelah itu..aku langsung pulang.."

"Tak ada yang menyentuhmu lagi..?" BaekHyun mengingat-ingat, lalu menggelengkan kepalanya. Dan saat itu Kris sudah bisa menebaknya. Dan sepertinya BaekHyun tak menyadari itu.

.

.

.

.

Other side

'CKLEK'

SeHun yang sedang berkutat dengan berkas-berkasnya, langsung mendongakkan kepalanya saaat mendengar pintu ruangannya terbuka. Dan seseorang yang masuk ke ruangannya dengan muka lesu.

"ChanYeol Hyung..? kau kenapa.? Dan sejak kapan kau kembali ke korea..?" Tanya SeHun bertubi-tubi

"Aku hampir gila kau tahu.. aku sampai di korea pukul 3 pagi tadi" ucap ChanYeol lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan SeHun

"Memangnya kenapa..?" tanya SeHun penasaran

"Kau kenal dengan Wu BaekHyun..?"

"Wu BaekHyun adik wu Yi Fan temanmu itu..?"

"Ya.."

"Dia roomate-ku ketika di sekolah menengah atas dan kuliah di Caltech, dan saat kuliah kita satu jurusan ada apa kau menanyakannya..?"

"Apa dia orang yang menyebalkan..?" tanya ChanYeol

"Aku rasa tidak..dia bisa dibilang manis dan manja.." jawab SeHun

"MANISSS..? DAN MANJAA..?!" teriak ChanYeol

"Wae..? memang dia seperti itu.. dan ada apa denganmu yang tiba-tiba menanyakan tentang BaekHyun.., apa kau bertemu dengannya..?" tanya SeHun dan mendapat anggukan dari ChanYeol.

"Dalam versi yang mana kau bertemu dengannya..?" ChanYeol langsung menegakkan badannya, dan menatap SeHun penuh pertanyaan 'apa maksudnya dalam versi yang mana?', SeHun menghela nafas panjang sebelum menjelaskan kepada Hyungnya

"Haah.. jadi begini.. BaekHyun yang kukenal selama ini, dia adalah namja yang bisa menutupi seluruh emosinya. Dan bisa menjadi sosok yang manis dan manja ya..memang hanya kepada orang-orang tertentu, jika ia bertemu dengan orang yang baru ia kenal, dia akan bersikap dingin dan ucapannya sedikit menyakitkan, jika dia sedang marah.. jangan harap kau akan selamat dari amukannya..." ucap SeHun

"Jadi kau bertemu yang versi mana..? BaekHyun yang manja, atau yang kejam..?" lanjut SeHun

"Yang kedua.."

"Ohh..poor you Hyung.. apa kau membuat masalah dengannya..?"

"Entahlah.. kami hanya adu mulut itu saja.."

"Adu mulut bagaimana maksudmu..?" tanya SeHun, kemudian ChanYeol menceritakan semuanya saat di pertama bertemu, lalu insiden di festival, dan ancaman di kantor Kris.

"Haah..pantas saja dia seperti itu padamu... kau memancing emosinya Hyung...kusarankan kau segera minta maaf padanya, karena BaekHyun bukan orang yang bisa diajak main-main.." ucap SeHun lalu menyandarkan punggungnya di kursinya

"Tapi rasanya ada yang kurang kalau aku tak mengejeknya, dia akan terlihat lucu saat marah-marah.." ucap ChanYeol sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal

"Aaah...apa Hyungku yang satu ini jatuh cinta kepada BaekHyun heummm..?" goda SeHun dengan senyum evilnya

"Eh..?" ChanYeol mengerjapkan matanya polos, mencoba mencerna perkataan SeHun

"Argh..you're so naif!"

"Shit.. !"

.

.

.

.

.

.

BaekHyun mengerjapkan kedu matanya, karena ada sinar mentari yang menembus dari balik tirai cendela di apartemennya ini hari ke 3 ia berada di korea.

Ia meregangkan ototnya agar terasa lemas. Ia beranjak dari tempat tidurnya, menyambar handuknya dan memasuki kamar mandinya. Berendam di pagi hari bukanlah suatu hal yang buruk, -pikirnya.

Ia merendam tubuhnya di dalam bathup dengan air hangat yang sebelumnya ia masukkan sabun dengan aroma stroberi favoritnya. Merilekskan tubuhnya lalu memejamkan matanya, dan pikirannya melayang mengingat sosoknya yang sebenarnya keluar, dan parahnya itu terjadi saat ia bersama sang CEO Park dan juga tentang kalung yang berubah warna saat disentuh oleh cinta sejatinya. BaekHyun berkali-kali mengembuskan nafas panjang, sambil menenangkan pikirannya.

"Apa yang ada didalam otakmu BaekHyun..." gumamnya lalu memukul pelan kepalanya.

30 menit BaekHyun telah selesai dengan acara berendam dan sikat gigi, ia keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan bathrobe putihnya. Dan berjalan kearah lemari lalu mengambil sweater hangat dan celana jeans hitamnya, lalu memakainya.

'Drrt..drrtt...'

BaekHyun mengambil Smartphone-nya yang berdering, lalu mengangkat telepon dari seseorang yang ia sangat kenal. 'Park SeHun'

"Ne.."

'Baek..kau ada waktu..?'

"Hmm.."

'Temani aku... akan kutraktir ice cream sebanyak yang kau mau..'

"Hmm..., aku akan datang dengan LuHan ge"

'Whaat..?!''

"Shut up your fucking mouth albino! I'm not in a good mood today"

'Okey, i'll be waiting on SM Café at 9 AM'

"Hmm.."

'Piip'

BaekHyun memutus sambungan teleponnya dengan SeHun, lalu menghela nafas panjang, ia melihat jam dindingnya masih pukul 07.30 pagi rupanya, ia segera menghampiri apartemen LuHan yang bersebelahan dengan apartemen miliknya.

'TOK..TOK..TOK...'

Tak butuh waktu lama, LuHan langsung membuka pintu apartemennya dan melihat BaekHyun sedang berdiri di depannya dengan sweater hangatnya.

'CKLEK'

"Mau bertemu dengan SeHun..?" tanya BaekHyun, LuHan yang mendengar pertanyaan BaekHyun hanya diam tanpa kata.

"Aku akan bertemu dengannya..jika kau tak ikut maka jangan harap kau akan bisa bertemu dengannya lagi..aku memberimu kesempatan terakhir, ya atau tidak..?" tegas BaekHyun

"Ba-baiklah.." ucap LuHan terbata

"Persiapkan dirimu, akan kujemput pukul 08.30" ucap BaekHyun lalu kembali ke apartemennya.

.

.

.

.

.

At SM Café

"Lama menunggu..?" tanya BaekHyun diikuti LuHan berjalan di belakangnya, BaekHyun duduk berhadapan dengan SeHun, dan LuHan duduk di samping BaekHyun. BaekHyun memberi kode untuk LuHan duduk disamping SeHun, dan dengan berat hati LuHan mematuhi perintah BaekHyun duduk di samping SeHun.

"Tidak..aku baru saja datang.." jawab SeHun

Mereka bertiga masih dalam mode hening, dan tak ada satupun yang membuka suara, sampai sebuah suara memecah keheningan mereka.

"Silahkan pesanan anda.." ucap pelayan itu sambil meletakkan pesanan yang mereka pesan tadi ke atas meja. Setelah selesai pelayan itu menunduk lalu kembali ke tempatnya.

"Baiklah, aku ingin meluruskan hubungan kalian berdua..apa susahnya LuHan ge..just say 'yes' and everything will be okey.." ucap BaekHyun sambil memakan ice cream stroberi-nya

"Jangan dipaksakan Baek..kalau dia tak mau aku tak akan memaksanya..." ucap SeHun dengan nada sedikit kecewa.

"Aish...kalian membuatku semakin pusing saja.., apalagi alasanmu ge untuk tak menerima lamarannya hah..?" keluh BaekHyun. LuHan yang sedari tadi diam seribu bahasa akhirnya mulai mengeluarkan suara "Aku takut, kalau aku tak bisa menjadi pendamping yang sempurna untukmu SeHun-ie.."

"Asal kau tahu..aku tak membutuhkan itu, kau berada disampingku, mencintaiku, dan menemaniku hingga aku mati rasanya hidupku sudah sempurna LuHan-ie.."

"Jadiii..?" tanya BaekHyun dengan senyuman manis menghadap kearah LuHan dan SeHun.

LuHan tersenyum lalu menggenggam tagang SeHun dan berkata "I will.."

"Yeaayy..." sorak BaekHyun lalu memberi selamat kepada mereka berdua

"Cepatlah menikah, dan beri aku keponakan yang banyak..hahaha" goda BaekHyun dan dihadiahi jitakan sayang dari pasangan yang berada di depannya, lalu mereka tertawa bahagia.

BaekHyun merogoh saku mantelnya, lalu mengeluarkan sebuah kotak dari bahan bulu berwarna merah, lalu meletakkannya di atas meja.

"Apa itu Baek..?" tanya SeHun

"Kau pikun atau amnesia..kau yang menitipkan cincin pertunanganmu padaku bukan.." jawab BaekHyun.

"Ah..iya aku lupa..." ucap SeHun lalu menepuk jidatnya.

"Pasangkan.." ucap BaekHyun berantusias. SeHun mengambil salah satu cincin lalu memakaikannya di jari manis sebelah kiri LuHan, dan begitu sebaliknya.

"Ehm..Baek..thanks.." ucap SeHun

"Most welcome my friend.."

"Ah Baek..aku hampir lupa.. aku.. atas nama Hyung-ku meminta maaf padamu, karena kebodohannya, sampai membuatmu marah..." ucap SeHun. Seketika raut wajah BaekHyun berubah menjadi sedih, BaekHyun menundukkan kepalanya. Bahunya bergetar, dan terdengar isakan halus dari bibir BaekHyun. SeHun sontak menatap BaekHyun.

"Ba-Baek..maaf..aku tak bermaksud membuatmu menangis.." ucap SeHun dengan hati-hati, LuHan menyenggol lengan SeHun, menyuruhnya untuk menenangkan BaekHyun akibat ulahnya.

SeHun duduk di samping BaekHyun dengan hati-hati lalu ia mulai mengusap punggung BaekHyun.

"Baek..mianhae...tadi seharusnya aku tak mengatakan itu padamu" BaekHyun menggelengkan kepalanya pelan.

Tiba-tiba BaekHyun memeluk pinggang SeHun dan melesakkan wajahnya kedada SeHun. SeHun melebarkan kedua matanya dan mengangkat setengah, kedua tangannya keatas, dan tak lupa LuHan juga, mungkin matanya bisa copot karena melihat adegan seperti ini.

Tapi LuHan mengerti akan kondisi BaekHyun yang sedang membutuhkan pijakan disaat pertahanannya runtuh seperti sekarang, BaekHyun menunjukkan sifat manja dan rapuhnya hanya di depan SeHun roomate-nya yang sudah ia anggap sebagai saudara, Kris Hyungnya, dan LuHan sepupunya yang paling dekat dengannya.

"Hueeee..."BaekHyun menangis semakin keras di pelukan SeHun, SeHun mengusap kepala BaekHyun dengan lembut, dan ini sudah menjadi hal biasa untuk SeHun selama ia se-roomate dengan BaekHyun dulu jika namja manis ini sedang ada masalah, atau tertekan. "Sudah Baek..kau namja..mau sampai kau menangis di tempat umum seperti ini..? kau sangat memalukan, banyak orang yang menatap kita bodoh!" bisik SeHun dengan penekanan di akhir kalimatnya.

"Aku tak peduli hiks.., salahkan Hyung-mu hiks..yang pabbo itu, yang membuatku jadi seperti ini..hiks.." ucap BaekHyun yang masi menangis di pelukan SeHun.

"Ya..memang dia bodoh.." sahut SeHun

"Aku sangat membencinya..hiks..",

"Aku juga membencinya",

"Hiks..dia brengsek..",

"Ya..dia memang brengsek",

"Dia menyebalkaan...huee.."

"Memang dia sangat menyebalkan dan menganggu"

"Tapi aku menyukainya..", ucap BaekHyun

"Aku ju-whaatt..! apa yang kau katakan tadi..?" SeHun terkejut saat mendengar penyataan BaekHyun kalau dia menyukai kakaknya, dan hampir saja SeHun kelepasan kalau ia juga menyukai kakaknya, ah lebih tepatnya menyayangi.

BaekHyun mendongakkan kepalanya menatap SeHun lalu mengerjapkan matanya imut "Apa yang kukatakan..?" tanyanya dengan muka polos dan lelehan airmata di wajahnya.

SeHun menangkup kedua pipi BaekHyun "kau mengatakan kalau kau menyukai Hyung-ku Baek.."

"Hah..? benarkah itu LuHan ge...?" tanya BaekHyun memalingkan wajahnya kearah LuHan, dan dibalas anggukan dari LuHan.

Tapi aku..-"

"Kau tahu...dia juga menyukaimu.."

"Eh..?"

"Dia bilang kalau tak mendengar teriakanmu rasanya seperti ada yang kurang, dan masalah dia menghinamu di kantor Hyungmu itu, memang sengaja dia lakukan, supaya kau marah-marah seperti saat kalian beradu mulut di festival, karena menurutnya, saat kau marah-marah kau terlihat imut dan lucu, tapi ternyata dia terlalu berlebihan, sampai akhirnya kau benar-benar marah dan mengancamnya.." ucap SeHun panjang lebar

BaekHyun terdiam, lalu melepas pelukannya dari pinggang SeHun. "Apa benar begitu..?"

"Ya.., dia sendiri yang mengatakannya.."

"aku punya rencana..." ucap BaekHyun sambil mengusap airmatanya, lalu tersenyum evil. Sepertinya BaekHyun benar-benar sudah tertular sifat evil SeHun.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Maaf kalau ceritanya gk ngefeel..hehe...saya ngetiknya sambil nnton bola..jadi beginilah hasilnya../slap

Maafkan saya bang yeol...ane bikin ente tersiksa mulu.. /bow

Untuk next chap FF ini sepertinya akan sedikit lama..karena saya mau fokus lanjutin FF 'This Is Overdose' dan 'I Need U Deer' yang terbengkalai lama sekalii...

KHC

Thanks To :

-Taviads

-ShinJiWoo920202

-Yo Yong

-Special Bubble

-Younlaycious88

-UruRuBaek

-NyekNyek

-Anon

-Guest

-XOXO KimCloud

-Dobi Hano Beef

-Yolloe

-Princess YoonA

-ChanBaek P

-Youngnachoi

-Baekkevinka

-10100Virus

Thanks for you all... -KHC-