Tittle : Live By My Side Untill The Day I Die
Author : Mr_KHC
Genre : Romance, Humor of sense, Hurt, YAOI, etc.
Main Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun – Wu Baekhyun
Other Cast :
Kris aka Wu Yi Fan
Kim JongIn
Do Kyungsoo
Oh Sehun – Park Sehun
Xi Luhan
And the other inside
Rate : M.
Pairing : ChanBaek , KaiSoo, HunHan, ChanKris.
Disclaimer : Ide cerita adalah hasil pemikiran otak saya, no plagiarism, bila ada kesamaan tempat, jalan cerita, dll, mohon dimaafkan, karena otak manusia tak dapat ditebak. Semua cast hanya milik Tuhan, dan saya hanya meminjam...
Enjoy it!
Warning : typo menyebar dan tercecer, bagi yang tak Suka YAOI silahkan hengkang.. :D
-KHC-
.
.
.
.
.
.
.
Prev-
"Ya.., dia sendiri yang mengatakannya.."
"Aku punya rencana..." ucap Baekhyun sambil mengusap airmatanya, lalu tersenyum evil. Sepertinya Baekhyun benar-benar sudah tertular sifat evil Sehun.
.
.
.
.
.
.
.
Live By My Side Untill The Day I Die
Begin
Chap 6
Sehun dan Luhan menatap Baekhyun "apa rencanamu Baek?" tanya Sehun.
Baekhyun merangkul pundak Sehun lalu menariknya, ia berbisik di telinga Sehun, Sehun mendengarkan dengan seksama ucapan yang Baekhyun bisikkan ditelinganya, Sehun menautkan kedua alisnya lalu tertawa kecil, dan Luhan menatap kedua orang ini dengan malas, pasalnya beginilah jika mereka berdua bertemu, seperti saudara kembar yang lama terpisah dan Luhan hanya menjadi lalat diantara mereka padahal Luhan adalah kekasih Sehun, ah lebih tepatnya tunangan Sehun sekarang walaupun belum secara resmi. Mereka benar-benar sangat kompak, apa jangan-jangan mereka benar kembar? Karena saat melihat Sehun memang mirip dengan Baekhyun dan juga kepribadian mereka yang hampir sama –batin Luhan.
"Kau yakin Baek..?" tanya Sehun dan dibalas anggukan dari Baekhyun.
"Baiklah.. tapi kau harus berhati-hati.." ucap Sehun
"Tenang saja..aku bisa mengaturnya.."
.
.
.
.
.
.
A week later
'TOK..TOK..TOK..'
Terdengar suara ketukan pintu yang bertuliskan 'President Director' di sebuah gedung pencakar langit bernama 'Park Corp.' Yang mana seluruh ruangan bercat cream, dengan karpet biru tua yang dipasang dilantainya.
"Masuk.." ucap seorang presiden direktur atau CEO dari perusahaan itu yang tak lain adalaha Park Chanyeol, putra sulung pemilik perusahaan ini.
'CKLEK'
Seseorang masuk kedalam ruangan presdir, yang ternyata adalah sekretarisnya. Berjalan kearah meja sang direktur lalu membungkuk hormat.
"Permisi direktur, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda.." ucapnya.
"Apa sudah memiliki janji denganku..?" tanya Chanyeol, masih berkutat dengan berkas-berkasnya.
"Emm..itu.." ucap sekretaris kim menggantung. Chanyeol mengalihkan pandangannya kearah sekretarisnya.
"Nuguya..?" tanyanya.
Belum sempat sekretaris kim berbicara, tiba-tiba ada seseorang masuk kedalam ruangannya, berbalut mantel berwarna peach, rambut wine dengan highlight berwarna grey, dan jangan lupakan tatapannya yang tajam namun menggoda yang berhiaskan eyeliner.
"Ah ini terlalu lama.. annyeonghaseyo Park Chanyeol-sshi.." ucapnya sambil memungut beberapa bolpoin yang berserakan di lantai. Kemudian sekretaris kim mengundurkan diri keluar dari ruangan direktur, dan tak lupa menutup pintunya kembali.
"Ada apa kau kemari tuan Wu Baekhyun..?" tanya Chanyeol.
"Aku kemari berniat untuk meminta maaf padamu.. akan ucapanku yang tempo hari telah menyakiti hatimu, mungkin.." ucap Baekhyun lalu berjalan kearah meja sang presdir, lalu meletakkan bolpoin itu di meja dan menyisakan satu di tangannya.
"Kau harus berhati-hati dengan bolpoin ini Chanyeol-sshi..karena kau bisa saja mati hanya dengan sebuah bolpoin.." lanjutnya. Chanyeol mengerutkan dahinya, mencoba mencerna ucapan seseorang yang berada di hadapannya.
"Bagaimana bisa..?" tanya Chanyeol.
"Kau ingin mencobanya..?"ucap Baekhyun sambil memainkan bolpoin yang ada di tangannya. Dengan senyum evilnya.
"Tidak terima kasih.." jawab Chanyeol santai.
"Boleh aku duduk..?" tanya Baekhyun
"Silahkan.." jawab Chanyeol lalu kembali berkutat dengan berkas-berkasnya. Dan kemudian Baekhyun duduk di kursi yang berada di depan Chanyeol, dan memperhatikan Chanyeol yang sedang meneliti dan menandatangani berkas-berkas.
"Apa kau kemari hanya untuk memperhatikanku..?"
"Oh maaf, aku terlalu fokus melihatmu bekerja...aku berniat mengundangmu.. ke night club milikku.." ucap Baekhyun sambil mengeluarkan sebuah kartu berwarna gold dari saku mantelnya dan meletakkannya di meja Chanyeol mendorong kartu itu dengan telunjuknya mendekatkannya ke arah Chanyeol.
"Maksudmu..?" tanya Chanyeol bergantian melihat gold card dan melihat Baekhyun
"Aku mengundangmu ke night club milikku Chanyeol-sshi..., dan ini gold card VVIP di sana sudah tertera alamatnya, berikan kepada penjaga, dan kau akan diantar ke kelas eksekutif yang mewah, beserta service dariku secara penuh semalaman, bagaimana.. kau mau..?"
"Service..?"
"Yha..apa kau fikir aku akan memberikan tubuhku begitu... NO WAY..hanya sekedar menemani dan membuatkan minuman, hanya itu, tak lebih.." ucap Baekhyun
"Arraseo.."
"Haah..padahal aku berniat mengajak Sehun juga..tapi dia sedang sibuk dengan acara pertunangannya..aish.." gerutu Baekhyun
"Padahal aku rindu ingin tidur bersamanya lagi, seperti dulu, waktu menjadi se-roomate dengannya..., oh my god he's really sexy.." puji Baekhyun
"Apa yang kalian lakukan hah..?" tanya Chanyeol yang mulai geram dengan ucapan Baekhyun.
...
"O-oh...mereka sudah mulai.." ucap Sehun dengan suara sekecil mungkin yang sedang mengintip dari luar obrolan antara Baekhyun dan Chanyeol dari kaca kecil yang berada di tengah-tengah pintu ruangan Chanyeol, di ikuti oleh sekretaris Kim dan juga jongin yang tadinya akan masuk kedalam ruangannya, berakhir di seret Sehun untuk mengintip kegiatan kedua orang yang sedang berada di dalam ruangan.
"Apa yang sedang mereka lakukan..?" tanya jongin berbisik
"Baekhyun, menguji kesabaran Chanyeol hyung.." jawab Sehun
"Dengan cara seperti itu..?" tanya sekretaris kim
"Nde...kau lihat, itu sangat menyenangkan, melihat Chanyeol hyung yang sedang menahan cemburu..lihat-lihat wajahnya memerah..haha.." Sehun menutup mulutnya dengan tangannya, agar suara tertawanya tak terdengar.
...
"Ya..kau tahu lah...apa saja yang akan dilakukan dengan dua orang yang sekamar, dalam jangka waktu yang lama.., pasti banyak melakukan 'ini-itu' bukan..?"
"Hah..? apa saja..? sebutkan"
"Eoh...kau penasaran rupanya.., kami sering mandi bersama, berendam bersama, bertukar piyama, dan aku sudah melihat semuanyaa..milik Sehun..dan ouh..dia sangat err...sexy.."
'BRAK'
Chanyeol menggebrak mejanya dengan gusar, dan terlihat Baekhyun yang kaget dengan kelakuan Chanyeol. Chanyeol berdehem untuk mengurangi rasa cemburunya. "Ehem..Baekhyun-sshi bisakah kau keluar, aku sangat sibuk hari ini, nanti akan kuusahakan datang kesana.."
"Ehm..baiklah..kutunggu kau jam 10 malam, anggap saja undanganku sebagai permintaan maafku padamu... sampai jumpa.." ucap Baekhyun berdiri lalu melambaikan tangannya kearah Chanyeol, dan keluar dari ruangannya.
"Sial.. aku cemburu.." gumam Chanyeol. Kemudian berkutat kembali dengan berkas-berkasnya.
...
"Pfft.. buahahaha.." tawa Baekhyun meledak saat telah memasuki ruangan Sehun. Karena saat ia keluar, semua berhamburan kembali ke tempat mereka masing-masing dan tinggalah Baekhyun dan Sehun, kemudian memasuki ruangan Sehun
"Hahaha...kau gila Baek..Chanyeol hyung wajahnya sampai memerah seperti itu.."
"Biarlah..aku memang berniat membuatnya cemburu.." ucap Baekhyun dengan senyuman mengembang di bibirnya
"Sekarang kau tahu kan kalau dia menyukaimu.."
"Arraseo.."
"Lalu apa langkahmu selanjutnya Baek..?"
"Em.. akan kupikirkan nanti.., yang jelas aku sekarang sangat senang melihat wajah cemburunya tadi..hehe.."
"Hmm.. aku khawatir, kalau dia akan bertindak nekat Baek.."
"Aku juga berpikir begitu.. aish..kenapa pikiran kita sama eoh..?"
"Molla... mungkin efek kita terlalu lama bersama.."
"Em..mungkin... tapi aku merasa ada sesuatu yang ganjil diantara kita eoh Sehun-ie sejak pertama bertemu dulu.."
"Aku juga merasa begitu.."
Flashback begin
8 years ago
Beijing, China..
"Hiks..hyung.. hiks.. eomma.. appa.." Baekhyun menangis di dekapan sang kakak Wu Yi Fan atau panggil saja Kris, saat melihat acara pemakaman kedua orang tua mereka yang meninggal akibat kecelakan pesawat yang menimpa mereka saat akan berlibur ke london. Liburan yang berakhir tragis.
Kris membelai lembut surai sang adik, menenangkannya, keluarga satu-satunya yang ia miliki sekarang dan Kris berjanji akan melindungi adiknya. Sebenarnya air mata Kris telah pecah sedari tadi. Hanya ia tahan agar terlihat kuat dimata sang adik.
Setelah mengantarkan kedua orang tuanya ke peristirahatan terakhir, Kris mengajak Baekhyun ke sebuah taman untuk sedikit melupakan kejadian hari ini, walaupun ia tahu bahwa mereka masih belum bisa menerima kenyataan pahit seperti ini. Beruntunglah sikap dewasa dan mandiri Kris telah terbentuk karena didikan keras dari sang ayah. Ia tak bisa berlarut-larut dalam kesedihan. Dan ia juga harus sebisa mungkin menggerakkan kembali perusahaan milik ayahnya yang berada di china saat ini, saat Kris sekarang masih berada di bangku kuliah, dan belum menyelesaikannya.
Banyak sanak saudara dari sang appa dan eomma mereka yang menawarkan untuk mengurus mereka, tapi Kris lebih memilih untuk hidup mandiri dengan adiknya Baekhyun, karena ia merasa sudah dewasa dan harus bertanggung jawab akan kehidupan mereka berdua walaupun Baekhyun masih duduk di tahun pertama sekolah menengah atas di china. Seluruh sanak keluarga mereka memahami dan sangat mengagumi sikap dewasa Kris yang masih berusia 19 tahun dan masih duduk di bangku kuliah semester ke-empat.
Mereka memakan ice cream yang di beli Baekhyun sebelumnya. Sambil duduk di taman dan melihat anak-anak yang sedang bermain disana, dan ada pula beberapa orang yang piknik, piknik di musim panas memang sangat menyenangkan bukan? Tapi tidak untuk mereka berdua yang duduk sambil memakan ice cream dan mengenakan setelan jas hitam, terlihat sedikit bengkak dibagian mata mereka.
"Hyung.. sekarang kita harus bagaimana..?" tanya Baekhyun sambil memakan ice cream nya.
"Mau tak mau, aku harus bisa membagi waktu selain kuliah, aku akan mengambil kelas akselerasi dan sesegera mungkin menyelesaikannya, dan aku harus menjalankan kembali perusahaan appa.." jawab Kris sambil memandang langit dan melihat awan yang bergerak
"Arraseo.. aku akan membantumu.." ucap Baekhyun dengan semangat tinggi
"Tidak Baek.. kau harus menyelesaikan sekolahmu dulu.." tolak Kris
"Tapi hyung..."
"Tidak ada tapi-tapi-an... kau harus menurutiku demi kebaikanmu kelak.."
"Baiklah..."
"Baek.." panggil Kris
"Hmm..?" ucap Baekhyun membalas hanya berdehem karena ia sedang memakan ice creamnya
"Aku ingin pindah ke korea.. bagaimana menurutmu..?" tanya Kris
"Hmm..lalu perusahaan appa bagaimana..?"
"Kita akan menjualnya.. dan kita akan mendirikannya disana bersama-sama.. kau tahukan aku tak terlalu suka dengan perusahaan senjata milik appa.." jelas Kris
"Ehm-hmm.. aku tahu itu.. aku juga tidak terlalu suka.." sahut Baekhyun
"Kita jual perusahaan appa dan kita dirikan perusahaan pengembangan teknologi di korea.."
"Kau yakin..? bukankah itu sama saja dengan kita bersaing mati-matian dengan perusahaan Park itu..?"
"Aku tahu itu.. entah kenapa aku sangat yakin aku bisa melakukannya disana.. di tempat kelahiran eomma.."
"Em..itu terserah kau saja hyung.. apapun keputusanmu aku akan mendukungmu.."
"Thanks Baek.., beri aku waktu satu tahun untuk menyelesaikan pekerjaan appa, setelah itu aku akan menjualnya dan kita bisa pindah.."
"Arraseo hyung-ie.. jadi kita akan berhemat selama setahun ini..?" tanya Baekhyun
"Mungkin..." ucap Kris menimang-nimang
"Baiklah.. aku akan membantu mengatur rumah.. bolehkan..? ah-ah bagaimana kalau kita jual saja rumahnya.. supaya kita mendapat tambahan..? kan kita bisa tinggal di apartemen.. dan juga kita hanya berdua, bisa menghemat pengeluaran.. lagipula setelah itu kita akan pindah ke korea bukan.." ucap Baekhyun yang semngatnya kembali lagi
"Ah..kau jenius sekali.. kekeke" kekeh Kris sambil mengusak surai sang adik
"Eoh..aku memang jenius hyung..." ucap Baekhyun dengan senyuman khas angelic-nya
"Tapi kau tak lebih jenius daripada aku..hehe.." ejek Kris
"Aish.." Baekhyun mempoutkan bibirnya dan terlihat semakin menggemaskan. Dan membuat Kris mencubit kedua pipi Baekhyun, sambil terkekeh.
"Yha..berhentii hyung...sakiit.." rancau Baekhyun sambil memukuli Kris yang masih mencubit pipi Baekhyun.
"Hahaha..."
Sepertinya mereka sudah melupakan tentang kematian kedua orang tuanya. Anak macam apa kalian berdua ini eoh? Tapi terlalu lama berlarut dalam kesedihan tak baik juga kan..? , lupakan.
A year later
Kris telah menyelesaikan kuliahnya hingga sarjana karena ia mengambil kelas akselerasi, dan juga kejeniusannya ia bisa lebih cepat menyelesaikan kuliahnya. Yang harusnya ia tempuh selama 1 setengah tahun, dapat ia selesaikan kurang dari setahun. Dan juga perusahaan WU milik ayahnya, telah ia jual dengan harga selangit, karena sebelumnya ia telah menaikkan laju perkembangan perusahaan dengan menjual habis senjata yang diproduksi, setelah naik, ia segera menjual perusahaannya dan membaginya kepada para investornya, dengan perjanjian yang tertulis sebelum mendiang ayahnya meninggal, dan ia mendapat keuntungan yang fantastis, bayangkan berapa milyar atau mungkin trilyun uang yang berada di rekeningnya. Kau memang jenius Wu Yi Fan sekolah di jurusan bisnis dan managemen memang sangat berguna. Setelahnya ia sampai di korea ia hanya harus fokus dengan perusahaan yang beberapa bulan yang lalu ia dirikan bersama beberapa pegawai kepercayaannya saat berada di perusahaannya dulu.
Dan Baekhyun juga telah berada di tahun keduanya di sekolah menengah pertamanya. Mau tak mau ia harus meninggalkan bangku sekolah di china, karena ia akan pindah ke korea bersama hyung-nya.
Barang-barang peninggalan yang berada di rumah lama mereka pun telah dikirim di rumah mereka di korea yang beberapa bulan yang lalu Baekhyun membeli sebelum menjual rumah lama mereka di china tentu dengan bantuan Luhan sepupunya yang paling dekat dengannya yang seusia dengan Kris. Tak terlalu besar, namun dapat menampung barang-barang bersejarah milik keluarganya. Kurasa Baekhyun pun telah tumbuh menjadi namja yang dewasa, karena ia bisa menangani kepindahan mereka. Karena ia tak mau merepotkan hyungnya yang sedang bekerja dan menyelesaikan kuliahnya dengan sistem kebut. Baekhyun yang sekarang bukanlah Baekhyun yang dulu, Baekhyun yang manja, Baekhyun yang selalu merengek, Baekhyun yang suka berteriak, sekarang hanya ada Baekhyun yang pendiam dan menutup seluruh emosinya kepada orang lain. Kecuali jika ia sedang bersama hyung-nya dan juga sepupunya Luhan, ia akan kembali menjadi Baekhyun yang dulu. Aneh.
"Baekkie..Kris.. berhati-hatilah di korea.." ucap seorang wanita paruh baya, nyonya Xi ibu dari Luhan dan bibi, adik dari ayah Kris dan Baekhyun. Sedang mengantar keberangkatan Kris dan Baekhyun di bandara.
"Shí de āyí (ya bibi)" ucap Kris sambil membungkukkan badannya dan diikuti Baekhyun.
"Sering-seringlah berkunjung ke china.. aku pasti merindukan teriakan Baekkie.."
"Ah..iya bi.. hehe.."
Setelah berpelukan, Baekhyun dan Kris segera memasuki pesawat, karena mereka akan terbang ke korea dalam beberapa menit lagi.
...
"Waah...aku sangat penasaran dengan sekolah baruku di korea..." ucap Baekhyun dengan antusias
"Eoh...besok kau akan bersekolah disana.. dan tinggal di asrama.. apa kau tak akan kesepian..?" tanya Kris
"Gwenchana hyung.. aku ingin membaur dengan orang lain... sudah cukup aku menutup diri.." jawab Baekhyun
"Bagus..., tidurlah, nanti akan kubangunkan ketika kita sudah sampai di korea..." ucap Kris sambil mengusap rambut Baekhyun yang duduk disampingnya. Dan dibalas anggukan dari Baekhyun. Baekhyun segera menutup kedua matanya, dan menuju kealam mimpinya.
.
.
.
.
.
.
.
Next Day at saturday
Hyundai senior high school
Sebuah mobil mewah berwarna merah mengkilat dengan logo kuda di bagian depan kap mobil yang diidentifikasi dengan merk mobil sport ternama 'FERRARI', berhenti di halaman besar sebuah sekolah menengah atas umum bernama Hyundai Senior High School
Seorang namja dengan perawakan mungil dengan wajah cantiknya dan matanya yang tak lepas dengan goresan eyeliner, membuat mata sipitnya menjadi terlihat tajam, bernama Wu Baekhyun keluar dari sebuah mobil mewah, milik hyung-nya Kris, yang baru saja ia beli kemarin, setelah beberapa jam datang ke korea. Orang gila –batin Baekhyun.
Dan di sebelahnya sudah berdiri namja tinggi bak namsan tower, dengan rambut blonde-nya, dan wajahnya yang terlihat dewasa di usianya yang masih menginjak 21 tahun.
"Kajja..akan kuantar menemui kepala sekolah.." ucap namja tinggi yang berada di samping Baekhyun.
"Baiklah..." balas Baekhyun sambil menggeret kopernya. Karena saat bersekolah disini ia memilih untuk masuk asrama, toh ini jauh lebih praktis tak perlu bolak-balik perjalanan jauh, dan juga ia akan mendapat teman disini, dan tak akan kesepian sendirian sambil menunggu hyung-nya pulang dari kantor –pikir Baekhyun,
...
Mereka telah sampai di depan ruang kepala sekolah, Kris mengetuk pintu yang yang menjulang tinggi yang ia perkirakan terbuat dari kayu jati dan agak sedikit berat ketika membukanya.
"Masuk.." ucap seseorang dari dalam ruangan
Kris membuka pintu itu sedikit kesusahan, benar apa dalam pikirannya. Mereka memasuki ruang kepala sekolah, dan disana telah duduk seorang namja paruh baya, yang memakai pakaian dengan sangat rapi dan.
"Permisi.. saya Wu Yi Fan yang menelepon anda beberapa waktu yang lalu dari china.."
"Oh..tuan Wu..silahkan duduk.." ucap namja paruh baya itu ramah sambil mempersilahkan Kris dan Baekhyun duduk, dan mereka berdua duduk di kursi yang berada di depan meja sang kepala sekolah.
"Apa dia adikmu yang akan bersekolah disini tuan Wu..?" tanyanya
"Ne.. namanya Wu Baekhyun.." jawab Kris dan dibalas anggukan dari Tuan Kim sang kepala sekolah.
"Oke... ini jadwal sekolahmu, peraturan dan denah asrama dan sekolah, kau akan masuk di kelas 2-1, juga ekstrakulikuler yang bisa kau pilih, aku sudah memasukkan kertas pendaftaran, dan kau bisa mengisinya, sesuai keinginanmu.." ucap sang kepala sekolah sambil memberikan sebuah map kepada Baekhyun.
"Khamsahamnida .." ucap Baekhyun membungkukkan badannya lalu mengambil map yang di berikan sang kepala sekolah.
"Baiklah, akan kupanggil ketua asrama yang akan kau tempati.. tunggu sebentar.." ucap Tuan Kim sang kepala sekolah lalu beralih kearah telepon yang berada di mejanya, memencet tombol angka dan menelepon seseorang.
"Tuan Lee..segera kemari.. antarkan siswa baru kekamarnya.." ucapnya lalu menutup sambungan telepon.
Tak lama ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan kepala sekolah, "masuklah.." ucap Tuan Kim
Dan seorang namja dengan mata bulan sabit dan pipi chubby-nya muncul dari balik pintu, dan berjalan kearah sang kepala sekolah.
"Tuan Lee.. tolong antarkan tuan Wu ke kamar asramanya.." titah sang kepala sekolah
"Baik.. " balas namja tadi yang bernama lengkap Lee jinki dari kelas 3-2 sekaligus kepala asrama, membungkukkan badannya.
"Baiklah Baek.. aku tinggal ne.., berbaik-baiklah dengan yang lainnya.." ucap Kris
"Arraseo hyung... ehm.. terima kasih Tuan Kim.." ucap Baekhyun kepada Kris, lalu berterima kasih kepada kepala sekolah dan membungkukkan badannya.
"Kajja ikut aku tuan Wu.." ajak Jinki, lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kepala sekolah. Dan diikuti Baekhyun sambil menyeret kopernya.
...
"Ah maaf aku belum memperkenalkan diri.. namaku Wu Baekhyun.." ucap Baekhyun sambil berjalan di samping Jinki.
"Aku Lee jinki dari kelas 3-2.." ucapnya lalu tersenyum ramah kearah Baekhyun
"Wuah.. berarti aku harus memanggilmu sunbae.."
"Kekeke...begitulah.." mereka telah sampai di gedung asrama, lalu memasukinya.
"Dimana kamarku sunbae..?" tanya Baekhyun
"kamarmu ada di lantai 2 nomor 46.. tenang saja aku akan mengantarmu kesana.." jawab Jinki sambil berjalan menaiki tangga kelantai 2 dan diikuti Baekhyun di belakangnya yang masih setia membawa kopernya yang lumayan berat.
"Kemari..biar kubantu membawanya.." ucap Jinki lalu membantu membawa koper Baekhyun hingga tujuan, di kamar nomor 46
"Hehe...gomawo sunbae.." ucap Baekhyun sambil menundukkan badannya berkali-kali untuk mengucapkan terima kasih
"Tak masalah.. nah..kita sudah sampai.., semoga betah dengan roomate-mu..karena hanya kamar ini yang tersisa..., aku pergi dulu ne.." ucap Jinki lalu meninggalkan Baekhyun sendirian di depan pintu kamar yang akan ia tempati.
'TOK..TOK..TOK..'
"Tak ada yang menjawab..?" ucap Baekhyun. Dan sekali lagi ia mengetuk pintu itu
'TOK..TOK..TOK..TOK'
"Aish.. masa bodoh.. bisa saja kan dia tidak ada di kamar" ujar Baekhyun, ia nekat membuka pintu kamar itu. Dan benar ternyata kamar itu kosong.
Baekhyun berjalan memasuki kamar lalu meletakkan kopernya di samping tempat tidurnya. Ia melihat tempat tidur di sampingnya ada celana jeans panjang dan kemeja berwarna hitam tersampir rapi diatas kasur. Sepertinya ia orang yang tinggi, manly dan rapi, karena sepanjang ia memandang kamar ini terlihat tertata rapi –pikir Baekhyun.
Baekhyun berjalan kearah wastafel yang berada di samping kamar mandi, saat mencuci tangannya ia mendengar samar-samar suara gemericik air di dalam kamar mandi. Baekhyun berpikir kalau teman se-roomate-nya sedang mandi. Dan ia akan memperkenalkan diri saat ia keluar dari kamar mandi.
'CKLEK'
Mata mereka saling menatap, saling melihat satu sama lain mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dan..dan..
"KYAAAAA...APA ITUU...?!" teriak Baekhyun saat melihat lalu menunjuk 'milik' roomate-nya
Reflek ia mengambil handuk dan memakainya untuk menutup bagian bawahnya yang tadinya terekspose.
"OMONA..JINJJAAYOO...KAU SANG-Hmmppptt" sebelum Baekhyun berteriak dan membuat semua penghuni asrama keluar, ia langsung membekap mulut Baekhyun dari belakang dan memeluk badan Baekhyun dengan sebelah tangannya agar tidak meronta. Tapi bukan Baekhyun namanya kalau ia tak meronta, dan membuat teman roomate-nya itu semakin geram akan kelakuan Baekhyun.
"Diamlah..!" bentaknya, Baekhyun yang dalam keadaan mulut di bekap hanya bisa bergumam kata-kata aneh "Hmmpp", "Hmmmmppp" sambil menggelengkan kepalanya.
"Diamlah dulu maka aku akan melepasnya" ucapnya, dan dibalas anggukan dari Baekhyun, seketika ia melepaskan tangannya dari aksi membekap Baekhyun.
"Haah..." Baekhyun mengela nafas panjang saat mulutnya terbebas dari tangan yang membekapnya
"Kau siapa eoh..?" tanyanya.
"Oh maaf.. aku Wu Baekhyun, siswa pindahan dari china" jawab Baekhyun dengan senyuman khas angelicnya.
"Oh.." balas namja yang lebih tinggi dari Baekhyun dan jangan lupa dengan wajah datarnya, lalu berjalan menuju tempat tidurnya dan memakai bajunya.
Tak lama Baekhyun menghampiri namja itu. "Lalu kau sendiri...?"
"Aku Park Sehun" jawabnya dengan nada dingin sambil mengancingkan kemejanya
"Park Sehun.., aish.. tunggu dulu.." ucap Baekhyun mendekati Sehun, Baekhyun mendongakkan wajahnya dan menatap lekat wajah Sehun, dan begitu pula sebaliknya Sehun menatap lekat wajah Baekhyun. Sedikit perasaan aneh muncul pada keduanya, seperti sebuah de javu, terbesit rasa saling merindukan sosok yang ada dihadapan mereka.
Baekhyun mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Sehun, tangannya mengikuti setiap lekuk wajah Sehun. Tunggu.. dimana sifat Sehun yang angkuh itu? Dan yang tak suka jika ada seseorang yang melakukan skinship padanya..? itu karena Sehun sendiripun sedang bingung dengan pikirannya akan namja yang mirip dengannya namun lebih pendek darinya dan lebih cantik darinya. Sehun memiliki wajah yang lebih manly sedangkan Baekhyun cenderung cantik dan manis, hanya itu perbedaannya, dan ia pun juga merasakan ada sesuatu diantara mereka, tapi ia tak tahu apa itu.
"Kau sangat mirip denganku.." ucap Baekhyun saat tangannya berhenti di pipi tirus Sehun.
"Di dunia ini setiap manusia memiliki lebih dari satu orang yang berwajah mirip" balas Sehun masih dengan wajah datarnya
"Arra..mungkin kau benar.." ucap Baekhyun lalu menyingkirkan tangannya dari wajah Sehun, dan duduk di kasurnya, mengahadap kearah Sehun.
"Tapi aku merasa ada sesuatu, yang entah apa itu.. aku juga bingung.." lanjut Baekhyun sambil menggaruk kepalanya
Sehun duduk di kasurnya, mengahadap Baekhyun, lalu menumpukan kaki kanannya ke kaki kirinya.
"Dan aku juga begitu.." sahut Sehun
"Aish.. kenapa jadi begini.." Baekhyun mengacak-acak rambutnya, dan tanpa sengaja Sehun melihat pelipis Baekhyun yang ada bekas luka disana, dan itu mirip seperti lukanya saat ia terjatuh di lapangan saat bermain basket kemarin.
"Tunggu.. itu.. di pelipismu.. kenapa..?" tanya Sehun
"Eh.. pelipisku..?"
"Nde.."
"Molla.. tiba-tiba kemarin saat aku sedang menonton TV ini terasa sakit dan yah beginilah.. entah kenapa.. padahal aku tak membenturkan kepalaku di tembok"
"Aish.., sudahlah aku pergi.." ucap Sehun dingin lalu beranjak dari duduknya dan berjalan kearah pintu
"Tunggu.. jangan pergi.." cegah Baekhyun mengenggam pergelangan tangan Sehun
"Wae..?" tanya Sehun
"Aku merasa ada sesuatu yang buruk yang akan menimpamu nantinya.." ujar Baekhyun
"Apa maksudmu..? aku hanya ingin ke kantin..."
"Kalau begitu aku ikut..." ucap Baekhyun, berjalan di samping Sehun, dan Sehun hanya menatap malas kelakuan Baekhyun.
"Setidaknya aku bisa mengawasimu.." lanjut Baekhyun dengan senyuman angelic-nya.
"Terserah kau sajalah.." ucap Sehun dan berlalu meninggalkan Baekhyun. Baekhyun berlari kecil mengimbangi langkah kaki Sehun yang lumayan lebar untuknya.
Sampai Baekhyun berhenti, Sehun menoleh kearah Baekhyun yang tiba-tiba menghentikan langkahnya dan wajahnya mulai panik.
Baekhyun mendongakkan kepalanya keatas, dan ia bisa melihat ada sebuah pot yang lumayan besar sedang terjun bebas menuju kearah kepala Sehun, dengan sigap Baekhyun memeluk Sehun dan menenggelamkan kepala Sehun kedadanya dengan salah satu tangan melindungi kepala Sehun, berniat melindungi Sehun. Dan sebuah pot sukses mendarat di kepala Baekhyun, membuat kepala Baekhyun mengeluarkan darah.
Sehun yang melihat kejadian itu hanya bisa membulatkan kedua matanya, Baekhyun berusaha melindunginya, dan yang membuatnya masih setia diam di tempat ialah karena melihat Baekhyun yang sudah terkapar di lantai dengan kepala yang mengeluarkan darah, dan akan ucapannya saat mereka berada di kamar.
Guru-guru berlarian kearah Baekhyun yang pingsan di lantai. Tak lama, Sehun merasakan kepalanya berdenyut-denyut dan terasa sangat sakit, ia mencengkeram rambutnya, lalu melepaskannya, dan ia melihat ada darah yang juga mengalir di kepalanya dan membasahi tangannya yang ia gunakan untuk mencengkeram rambutnya tadi.
Ia merasakan sakit kembali di bagian kepalanya, tak tahan akan rasa sakitnya, akhirnya Sehun pingsan di samping Baekhyun. Semua orang tercengang, pasalnya hanya Baekhyun saja yang terkena jatuhan pot bunga, tapi kenapa Sehun ikut pingsan dan kepalanya mengeluarkan darah padahal banyak saksi mata mengatakan kalau ia tak sedikitpun kejatuhan serpihan pot itu.
Flashback end
"Aku jadi teringat kejadian pot yang menimpamu dulu itu Baek..." ucap Sehun
"Ah..sudah jangan bahas itu.. aku hampir amnesia karena pot gila itu.."
"Tapi.. terima kasih kau melindungiku.. walaupun aku juga berakhir tragis sepertimu, pingsan dengan kepala berdarah..."
"Itulah anehnya, padahal aku yang kejatuhan pot kenapa kau juga ikut-ikut sepertiku.." gumam Baekhyun
"Sepertinya kita harus mencari tahu tentang itu Baek.." ucap Sehun.
"Kau benar.. sudah terlalu lama kita mendiamkan ini.."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Apa ini..? saya berakir nerusin FF ini..? sedang yang lainnya..? /garuk lantai
Hehe..maaf kalauu kurang memuaskan.. saya bikinnya selang-seling sambil ngetik FF 'this is overdose' ya, mungkin gk lama bakal terbit..hehe
Maap kalau di chap ini chanbaek-nya cma dikit..fufufu...
Saya juga gk nyangka kalau alur ketikan saya panjang banget.. dengan sangat terpaksa saya to be continued deh..hehe... tapi next chap, siap-siap ngiler..xD /slaap
Untuk repiew..saya bales d chap depan ne...ppai..ppyong.. :D
.
.
.
.KHC.
