Tittle : Live By My Side Untill The Day I Die
Author : Mr_KHC
Genre : Romance, Humor of sense, Hurt, YAOI, etc.
Main Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun – Wu Baekhyun
Other Cast :
Kris aka Wu Yi Fan
Kim JongIn
Do Kyungsoo
Oh Sehun – Park Sehun
Xi Luhan
Rate : M.
Pairing : ChanBaek , KaiSoo, HunHan, ChanKris.
Disclaimer : Ide cerita adalah hasil pemikiran otak saya, no plagiarism, bila ada kesamaan tempat, jalan cerita, dll, mohon dimaafkan, karena otak manusia tak dapat ditebak. Semua cast hanya milik Tuhan, dan saya hanya meminjam...
Enjoy it!
Warning : typo menyebar dan tercecer, bagi yang tak Suka YAOI silahkan hengkang.. :D
-KHC-
.
.
.
.
.
.
.
Prev-
"Aku jadi teringat kejadian pot yang menimpamu dulu itu Baek..." ucap Sehun
"Ah..sudah jangan bahas itu.. aku hampir amnesia karena pot gila itu.."
"Tapi.. terima kasih kau melindungiku.. walaupun aku juga berakhir tragis sepertimu, pingsan dengan kepala berdarah..."
"Itulah anehnya, padahal aku yang kejatuhan pot kenapa kau juga ikut-ikut sepertiku.." gumam Baekhyun
"Sepertinya kita harus mencari tahu tentang itu Baek.." ucap Sehun.
"Kau benar.. sudah terlalu lama kita mendiamkan ini.."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Live By My Side Untill The Day I Die
Begin
Chap 7
Chanyeol POV
"Haah..akhirnya selesai juga.." kupalingkan wajahku untuk melihat jam yang masih menunjukkan pukul 21.00. yang artinya tak ada satu orangpun karyawan yang masih tinggal disini, kecuali penjaga malam, apalagi sekarang adalah hari sabtu, dimana semua orang memilih untuk pulang lebih awal demi berkumpul bersama keluarga, atau berkencan dengan kekasihnya, oh kekasih, sedangkan aku..haah..lupakan.
"Masih ada waktu satu jam sebelum datang ke klub malam milik Baekhyun, setidaknya bisa sedikit menghilangkan rasa galauku karena tak memiliki kekasih...haha.."
Kurapikan mejaku, menumpuk berkas-berkas yang telah selesai kubaca dan kutandatangani, mengembalikan bolpoin ke tempatnya, selesai membereskan mejaku, aku segera berjalan kedlam kamar mandi yang berada di dalam ruanganku, dan menyegarkan tubuhku. Masih ingat bukan bahwa ruanganku hampir sama fungsinya seperti rumah, kecuali dapur, dia tidak ada disini.
10 menit aku selesai menyegarkan badanku, dan aku telah berganti pakaian yang lebih casual, celana jeans hitam dengan t-shirt putih dengan beberapa pola di bagian bawahnya, tak lupa jaket kulit yang berwarna hitam, karena tak mungkin aku berada di night club dengan menggunakan setelan jas kantor, akan terlihat aneh bukan. kurapikan rambutku dan mengacaknya sedikit.
Kuambil gold card yang tergeletak diatas mejaku yang diberikan Baekhyun tadi siang, kulihat alamatnya di balik kartu itu.
"Hmm..tidak terlalu jauh juga dari sini.."
Kuambil sepatu sneaker-ku dan jam tangan lalu memakainya, dan mengambil kunci mobilku.
Kulangkahkan kakiku keluar dari ruangan lalu berjalan menuju lift, menekan tombol down, dan menunggu pintu lift terbuka.
'TING'
Pintu lift terbuka, kulangkahkan kakiku memasuki lift, lalu menutup pintunya dan menekan tombol paling bawah, menunggu lift sampai ke lantai yang kutuju.
...
Author POV
'TING'
Pintu lift basement terbuka, Chanyeol segera keluar dari lift, berjalan kearah mobilnya yang terParkir sendirian. Sebuah mobil bermerk Chevrolet Camaro ZL1 berwarna kuning dengan garis hitam di bagian kap mobil terlihat elegan dan sporty, atau biasa disebut dengan Camaro Bumblebee 'Muscle Car', yang terkenal karena film Transformer yang pernah di tonton Chanyeol. Dengan plat nomor 'P 4 12 K' dan mobil ini sudah di modifikasi sebelumnya menjadikannya mobil yang paling tangguh di jalanan, ini adalah mobil andalan Chanyeol diatas mobil sport Ferrari CarsoRosso yang pernah ia pakai. Chanyeol membuka pintu mobilnya, lalu memasukinya, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena ia tahu bahwa jalanan akan sedikit ramai malam ini.
Chanyeol menatap GPS yang ada di dalam mobilnya guna mencari lokasi dimana night club milik Baekhyun. Sampai ia akhirnya berhenti di sebuah hotel mewah dengan nama 'FunBack Hotel', Chanyeol sekali lagi mengecek GPS nya sesuai dengan alamat yang tertera di kartu tadi. Dan ini benar.
Chanyeol turun dari mobil di sambut oleh beberapa pelayan hotel.
"Ada yang bisa saya bantu tuan..?" tanya seorang pelayan namja yang berada di hotel tersebut
"Ah, ne.. apa benar ini alamat dari tempat ini..?" ucap Chanyeol sambil menunjukkan Gold Card yang diberikan Baekhyun.
"Oh, ini benar.. apa anda tamu tuan Baekhyun..?" tanya pelayan itu, dan dibalas anggukan dari Chanyeol.
"Baiklah silahkan ikuti saya, dan silahkan anda meninggalkan kunci mobil anda kepada receptionist.." ucapnya sambil menunjuk kearah receprionist dengan sopan. Chanyeol berjalan kearah meja receptionist, lalu menyerahkan kunci mobilnya, karena nantinya akan dipindahkan oleh pelayan hotel yang lainnya.
"Mari tuan, saya antar anda.. karena tuan Baekhyun sudah menunggu anda.." ucapnya, lalu berjalan diikuti Chanyeol disampingnya.
"Tunggu dulu, apa hubungan Baekhyun dengan hotel ini..?" tanya Chanyeol
"Hotel ini adalah milik dari Wu bersaudara, yang didirikan dua tahun yang lalu tuan... dan tuan Baekhyun adalah direktur utama hotel ini.." terang sang pelayan.
"Mwoya..? lalu kenapa namanya FunBack..?" tanya Chanyeol tak percaya bahwa Baekhyun adalah pemilik hotel mewah ini.
"Jika anda memahami kata-kata itu pasti anda mendapatkan jawabannya.." ucap pelayan tersebut lalu tersenyum ramah kearah Chanyeol.
"FunBack..fan..Baek.. Wu yi fan dan Wu Baekhyun..?"
"Benar sekali.."
"Lalu apa hubungannya hotel ini dan club malam dari gold card ini..?"
"Sesuai dengan nama hotel ini funback, yang artinya 'kembali senang' atau bisa dibilang, tempat yang bisa menghilangkan stres, disamping kami menyiadakan wisata kebugaran dan kecantikan, kami juga menyediakan night club mewah khusus untuk pelanggan khusus kami, jadi bukan sembarang orang yang bisa masuk ke ruang VVIP tuan walaupun ada silver card untuk orang luar, tapi gold card ini hanya untuk orang khusus, kebanyakan yang memiliki gold card ini adalah rekan bisnis Tuan Wu, orang-orang penting, pejabat, atau kerabat dan saudara dari Tuan Wu" jelasnya panjang lebar, dan Chanyeol hanya ber 'oh' ria sambil mengangguk mendengarkan penjelasan sang pelayan hotel.
"Ah.. ini dia ruangannya, silahkan anda masuk tuan.. selamat bersenang-senang.." ucap pelayan tersebut saat mereka telah sampai di depan ruangan yang tertutup tirai berwarna merah dengan tiang pembatas di sampingnya dan beberapa bodyguard berseragam jas hitam lengakap dengan kacamata hitamnya yang berjaga di depan pintu tersebut. "ada yang bisa kami bantu..?" tanya salah seorang bodyguard.
Chanyeol memberikan gold cardnya kepada bodyguard tersebut. "Mari ikuti saya.." ucapnya, lalu berjalan masuk kedalam diikuti Chanyeol dibelakangnya.
Suara dentuman lagu keras dengan tempo cepat dan aroma alkohol menyeruak di dalam ruangan ini. Dengan gemerlap lampu disco dan laser yang menadi satu-satunya alat pencahayaan di sini. Terlihat rak dengan berbagai bermacam botol minuman beralkohol yang berada di belakang sang bartender yang sedang memainkan botol shake di tangannya di balik bar, dan banyak pemandangan vulgar terlihat disini, mulai dari sang penari striptease sampai sepasang muda mudi yang berciuman panas.
Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah pintu dengan ukuran yang lumayan besar, dan diatasnya tertulis 'VVIP ROOM', lalu bodyguard itu menggesek gold card di sebuah alat pengunci otomatis "Silahkan mata anda.." ucap bodyguard itu, dan mendapat tatapan bingung dari Chanyeol.
"Tuan.. ini tak bisa terbuka kalau anda tak menunjukkan mata anda.. karena sensor ini akan bekerja ketika anda memperlihatkan retina mata anda.." jelasnya, mau tak mau Chanyeol menuruti ucapan sang bodyguard, ia berjalan kearah kotak sensor yang berada di samping pintu, lalu menepatkan kedua matanya pada laser sensor berwarna merah.
Chanyeol berpikir sejenak mengingat Kris yang menyuruhnya beberapa bulan yang lalu untuk melakukan deteksi identitas untuk kartu member bisnisnya, atau inikah kegunaannya kartu itu, karena memang kartu itu belum di berikan Kris padanya
'KLIK'
Sensor berubah berwarna hijau dan mengeluarkan tulisan 'Welcome Park Chanyeol' di layar digital tersebut , tak lama kemudian pintu terbuka, "Silahkan tuan.." ucap bodyguard tersebut lalu berjalan masuk ke dalam diikuti Chanyeol sebelum pintunya tertutup secara otomatis. Night club yang sangat canggih dan terjamin keamanannya karena tempat ini hanya berisi orang-orang penting–batin Chanyeol.
Ruangan ini berbeda dari ruangan sebelumnya, dengan lagu dari penyanyi wanita fenomenal yang berasal dari New York, Amerika. Lady GaGa.
Bodyguard itu lalu berjalan menghampiri seseorang lalu memberikan gold card tersebut, kemudian pergi melalui pintu yang berada di belakang.
"Kau datang juga tuan Park.. duduklah.." ucap seseorang yang mendapat gold card dari bodyguard tadi yang ternyata adalah Baekhyun.
"Ini kartumu, kau harus menyimpannya jika kau ingin kembali kemari.." ucap Baekhyun lalu menyerahkan kembali gold card yang ia bawa kepada Chanyeol. Chanyeol mengambil gold card dari tangan Baekhyun lalu memasukkannya kedalam saku jaketnya. Dan duduk di sebuah sofa panjang berwarna merah.
"Kau ingin minum apa...?" tanya Baekhyun, yang sedang berdiri di belakang meja bar yang ada di samping tempat duduk Chanyeol
"Tequila.."
"Hanya itu..? kuberi satu spesial untukmu.." ucap Baekhyun, kemudian mulai meracik minuman di gelas cocktail, lalu menghias pinggir gelas dengan buah cherry.
"Salvatore's Legacy" Baekhyun meletakkan gelas cocktail, beberapa botol tequila dan gelas khusus untuk meminum tequila yang berbentuk persegi di meja yang berada di depan Chanyeol
"Ini adalah minuman termewah yang kupunya.." lanjutnya. Chanyeol mengambil gelas tersebut lalu meminumnya sekali minum.
"Bagaimana..?" tanya Baekhyun
"Ini enak.." jawab Chanyeol.
Baekhyun duduk di samping Chanyeol sambil menyilangkan kedua tangannya, lalu menyandarkan punggungnya di sofa.
"Kau tahu berapa harga minuman yang kau minum itu..?" tanya Baekhyun
"Tidak.." jawab Chanyeol sambil menggelengkan kepalanya
"Harganya 85 juta won" ucap Baekhyun santai
"Uhuk..uhuk..jinjjayo..?" ucap Chanyeol tersedak ludahnya karena kaget saat Baekhyun menyebutkan nominal harga minuman yang baru saja di teguknya.
"Dan kau meminumnya sekaligus...kau GILA!" bentak Baekhyun dengan tatapan tajam kearah Chanyeol
"Yha.. mana kutahu.." bela Chanyeol
"Oke..oke.. itu gratis untukmu.. walau aku tak rela sebenarnya, tapi tak apa.." ucap Baekhyun mengayunkan tangan kanannya kearah Chanyeol
"Mau tequila..?" tanya Baekhyun, dan dibalas anggukan oleh Chanyeol. Baekhyun membuka botol tequila lalu menuangkannya setengah gelas persegi.
"Apa tempat ini milikmu..?" tanya Chanyeol
"Bukan..tapi milik kami.. aku dan kakakku.., dan aku yang mengurusnya.." jawab Baekhyun sambil menutup botol tequila
"Hmm...kurasa tempat ini khusus untuk petinggi dan orang penting..." ucap Chanyeol sambil mengedarkan pandangannya ke sekililingnya, karena ia melihat beberapa pejabat pemerintahan, dan pemilik perusahaan besar di korea dalam keadaan sudah mabuk sedang berada di ruangan yang sama dengannya.
"Ya.. begitulah.."
"Apa uang kakakmu kau gunakan untuk mendirikan tempat seperti ini..?" tanya Chanyeol dan dibalas tatapan tajam dan menusuk dari Baekhyun
"Diamlah dan nikmati saja minumanmu.." ucap Baekhyun dengan nada dingin.
.
.
.
.
.
3 jam Chanyeol berada di Night Club milik Baekhyun, dan ia sudah sepenuhnya mabuk, setelah meminum minumannya yang entah botol keberapa. Baekhyun yang melihat perubahan aneh Chanyeol langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan sedikit menjauh dari Chanyeol yang sedang mabuk.
"Hei Baekhyun-ie.. kau sangat cantik kau tahu itu..hic" ucap Chanyeol mengeluarkan apa yang mengganjal di hatinya dengan senyuman bodohnya akibat mabuk, orang mabuk tak akan bisa berbohong bukan?.
"Dan aku akan mendapatkanmu.. walau ku tahu kau..membenciku..tapi asal kau tahu.. aku sangaat mencintaimu..jadilah istriku.." lanjutnya, lalu meminum minumannya lagi sebelum ia menenggak minumannya Chanyeol telah pingsan dan tubuhnya jatuh di atas sofa. Baekhyun reflek melihat keadaan Chanyeol. Menendang tangan Chanyeol yang menggantung di sofa dan tak ada gerakan dari si empunya tangan.
"Sepertinya dia sudah tidur.." ucap Baekhyun, lalu pergi meninggalkan Chanyeol. Tak lama dua orang bodyguard dengan badan kekar dan setelan hitam berjalan kearah Chanyeol, mengangkat tubuh Chanyeol, lalu membawanya keluar melalui pintu belakang, yang menghubungkan langsung ke kamar hotel.
Kedua bodyguard itu membopong tubuh Chanyeol memasuki salah satu kamar hotel mewah dan merebahkan tubuh Chanyeol di ranjang king size yang berada di kamar hotel itu lalu bodygoard itu melepas sepatu dan jas yang dikenakan Chanyeol.
"Baekhyuunn..." Chanyeol mengigau lalu memeluk salah satu bodygurad tanpa sadar
"Aigoo...orang ini.." ucapnya lalu melepas pelukan Chanyeol, dan melihat Chanyeol menggeliatkan badannya lalu berbalik dan memeluk guling.
"Orang ini sudah mabuk menyusahkan saja.. apa dia menyukai bos..?" lanjutnya
"Sepertinya begitu.."
"Tapi menurutku mereka sangat cocok.."
"Kau benar.. bos yang bertubuh mungil dan cantik itu, dan tuan Park seorang CEO dan juga sahabat bos besar Kris.." ucap salah satu bodyguard.
Lalu kedua bodyguard itu keluar dari kamar Chanyeol, meninggalkan Chanyeol dengan ketidak sadarannya yang sedang membayangkan memeluk Baekhyun, padahal ia sedang memeluk sebuah guling, miris.
...
"Aigoo.. kenapa otakku dipenuhi ucapan si tiang itu.. aish.." geram Baekhyun lalu mengacak-acak rambutnya. Saat ini Baekhyun tengah berada di kamarnya yang berada di hotel ini tepat di samping ruangan direktur miliknya, karena menurutnya, hotelnya dalah rumah kedua untuknya.
Baekhyun merebahkan tubuh mungilnya diatas ranjang king size nya dan memijat kepalanya, yang sedikit berdenyut, karena otaknya merekam jelas ucapan dari Chanyeol sesaat sebelum ia ambruk dan pingsan dari mabuknya.
"Apa yang di ucapkannya benar..? karena orang mabuk tak pernah berbohong.."
"Dia sangat menyebalkan..aish.."
"Selalu membuat emosiku naik.."
"Tapi aku juga menyukainya.. aish.. kenapa jadi begini.. Kris hyung apa yang sudah kau lakukan padaku sampai aku menyukai namja namsan tower itu eoh..! kau harus tanggung jawaab..." teriakan frustasi Baekhyun menggema di kamarnya. Walaupun ia berteriak-teriak seperti orang gila rasanya tak akan ada seorangpun yang mendengarnya, karena setiap kamar di hotel ini telah dipasang peredam suara.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi harinya
Seorang namja cantik dengan mata berhias eyeliner, mengenakan kemeja putih dengan ornamen bergambar burung phoenix berwarna hitam di sisi bawahnya, dan skinny jeans berwarna biru tua, memperlihatkan kaki kurusnya yang bak yeoja dan mengenakan sandal hotel, ia Baekhyun, berjalan menyusuri koridor hotel sambil membawa tas karton berisi setelan baju, dan koran pagi yang ia letakkan di bawah nampan yang berisi sarapan dan secangkir espresso. Lalu berhenti di salah satu kamar, merogoh saku celananya dan satu tangannya ia gunakan untuk membawa nampan yang sedikit berat untuknya, dengan cepat ia mengeluarkan sebuah kartu dari saku celananya, lalu menggeseknya di sebuah kotak sensor yang berada di samping pintu.
'KLEK'
Pintu itu terbuka, Baekhyun memasuki kamar tersebut, lalu meletakkan nampan beserta koran yang ia bawa di atas meja. Ia berjalan kearah ranjang berukuran king size yang mana tergeletak seonggok manusia yang tergeletak disana.
"Bangun..!" bentak Baekhyun, tak mendapat respon ia berteriak lagi "HEI BANGUUUN KAU NAMJA TIAANG!"
Ternyata tak mendapat pergerakan dari lawannya, Baekhyun menaiki ranjangnya lalu menggelindingkan badan seseorang yang masih tertidur itu dengan sebelah kakinya.
'JDUGH'
Dan itu sukses membuat orang itu terbangun sambil meringis memegang pinggangnya, ia menoleh keatas dan manik obsidiannya menatap kearah Baekhyun yang berdiri dia atas ranjang.
"Yha, tak bisakah kau membangunkan seseorang dengan cara yang sedikit sopan..?" geram Chanyeol "Ugh..kepalaku.." erang Chanyeol memegang kepalanya yang berdenyut efek dari mabuknya semalam
"Aku sudah membangunkanmu berkali-kali, tapi kau tak mau bangun, pergilah mandi, aku sudah membawa sarapan untukmu.." ucap Baekhyun, ia turun dari ranjang dan mengambil tas karton yang berada diatas meja dan memberikannya kepada Chanyeol.
"Pakailah ini, karena tak mungkin kau memakai bajumu yang bau alkohol itu..tenang saja, ini ukuran hyung-ku, pasti muat untukmu.." jelas Baekhyun, karena ukuran badan dan tinggi antara Kris dan Chanyeol sama, maka dari itu bakehyun tak terlalu sulit untuk mencari baju yang pas untuk Chanyeol, dan sebab kenapa ia berada di sini ialah untuk mendapatkan penjelasan akan ucapan Chanyeol kemarin saat ia mabuk.
"Thanks.." ucap Chanyeol lalu menyunggingkan senyuman manis untuk Baekhyun, dan Baekhyun mengalihkan pandangannya, karena saat ini detak jantungnya telah memompa dua hingga tiga kali lipat dari biasanya hanya karena melihat senyum Chanyeol.
Chanyeol berdiri lalu bergegas masuk kedalam kamar mandi. Dan memulai ritual mandinya. Ia selalu berfikir kenapa Baekhyun bisa sebaik ini padanya, apa Baekhyun sudah mulai menyukainya, hanya Baekhyun yang tahu jawabannya.
20 menit, Chanyeol telah selesai dengan acara mandinya, dan keluar dari kamar mandi dengan berpakaian lengkap yang diberi oleh Baekhyun beserta handuk yang melingkar di lehernya, ia berjalan menghampiri Baekhyun yang sedang duduk di sofa dan membaca koran, Chanyeol duduk di samping Baekhyun sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk
"Bagaimana traffic perusahaan hyung-mu hari ini..?" tanya Chanyeol yang tak lepas dari mengeringkan rambutnya.
"Seperti biasa.." jawab Baekhyun, lalu menutup korannya dan melipatnya
"Berikan padaku.." ucap Chanyeol lalu merebut koran yang ada di tangan Baekhyun, lalu membacanya. Dan Baekhyun hanya mendengus sebal akan kelakuan Chanyeol.
"Makanlah sarapanmu, aku sudah membawakannya untukmu.."
"Arraseo.." Chanyeol mengintip isi nampan yang tergeletak di meja, dua potong sandwich dan secangkir espresso, yang ia tahu untuk mengurangi sakit kepalanya.
"Kau tahu yang kusukai untuk sarapan rupanya..?" ucap Chanyeol lalu menatap Baekhyun
"A-aniya.. itu kan sudah umum..dan banyak orang yang makan itu saat sarapan.." elak Baekhyun.
"Hmm.. terima kasih.." ucap Chanyeol sambil tersenyum, lalu mengambil sepotong sandwich dan memakannya. Kemudian melanjutkan membaca koran dengan mulut yang masih mengunyah sandwich.
"Lihat.. traffic perusahaanku naik dan lebih tinggi dari sebelumnya, walaupun tak ada Sehun di perusahaan.., jadi..? apa kau masih menganggapku CEO yang payah...?" tanya Chanyeol saat ia telah selesai memakan sandwichnya, dan sukses membuktikan kepada Baekhyun bahwa ia bisa menjadi seorang pimpinan yang bisa diandalkan di perusahaan raksasa Park Corporation.
"I know.." ucap Baekhyun acuh, Chanyeol mendekati Baekhyun,Baekhyun yang menyadari itu mulai memundurkan badannya hingga sikunya menyentuh permukaan sofa yang ia duduki.
"Ma-mau apa kau..?" ucap Baekhyun sedikit ketakutan
Chanyeol melirik keleher Baekhyun, dan melihat kalung yang dipakai Baekhyun, kalung liontin yang beberapa waktu lalu ia jadikan bahan ejekan untuk Baekhyun, karena Chanyeol sendiri telah mengetahui sejarah kalung itu, ia mengarahakan tangannya untuk menyentuh Baekhyun, dengan tatapan matanya yang tak terlepas dari liontin yang sudah berubah warna dari ungu menjadi biru jernih.
"A-apa maumu..?" ucap Baekhyun semakin ketakutan
"Aku mencintaimu Baekhyun.." ungkap Chanyeol semakin mendekatkan wajahnya kearah wajah Baekhyun, dengan berani Baekhyun mendorong wajah Chanyeol menjauh dengan kedua tangannya, hingga ia duduk dengan benar kembali, tapi naas kedua lengan Baekhyun telah terperangkap di dalam tangan besar milik Chanyeol, Chanyeol melihat perubahan warna dari kalung itu menjadi berwarna biru tua, dan ada titik berwarna merah berbentuk hati ditengahnya, Chanyeol menutup kedua matanya lalu tersenyum penuh arti.
Chanyeol membuka kedua manik obsidiannya, menatap lekat kedalam mata indah milik Baekhyun.
"Jadilah pendampingku, selamanya.." ucap Chanyeol, dan membuat Baekhyun tersentak kaget dengan pernyataan yang baru saja dilontarkan oleh namja jangkung yang masih menggenggam erat kedua lengan Baekhyun.
"Kau jangan bicara ya-hmmppt.." belum selesai Baekhyun berbicara, bibirnya telah dibungkam oleh bibir kissable milik Chanyeol. Baekhyun meronta, mencoba melepaskan cengkeraman tangan Chanyeol, dan itu sangat mustahil untuk Baekhyun lolos dari Chanyeol, dengan sangat terpaksa Chanyeol melepaskan ciumannya, lalu menatap wajah Baekhyun yang memerah entah karena marah atau malu, sepertinya keduanya.
"Kau masih membenciku..?" tanya Chanyeol, dan Baekhyun hanya memalingkan wajahnya dari tatapan Chanyeol tanpa berkata apapun, karena Baekhyun masih bingung akan perasaannya saat ini, entah ia membenci atau malah terperosok dalam pesona si jangkung ini. Ya.. Baekhyun mengakui kalau ia menyukai Chanyeol, tapi ia takut hanya dipermainkan oleh Chanyeol.
"Tatap mataku, carilah, apakah ada kebohongan dari mataku." Ucap Chanyeol seolah-olah dapat membaca pikiran Baekhyun. Baekhyun tersentak lalu menatap kedalam manik obsidian milik Chanyeol, tak tersirat sedikitpun pengkhianatan, hanya ada ketulusan di mata itu.
"Jadi..?" tanya chanyeo lagi, dan Baekhyun hanya diam.
Chanyeol mendekatkan lagi wajahnya ke wajah Baekhyun tanpa aba-aba Chanyeol menempelkan kembali bibirnya ke bibir cherry Baekhyun, tak ada penolakan lagi disana, dan itu artinya bahwa Baekhyun menerimanya-batin Chanyeol.
Chanyeol mulai melumat lalu menghisap lembut bibir Baekhyun, sangat lembut hingga membuat Baekhyun yang tadinya membulatkan matanya sekarang telah memejamkan kedua matanya dan menikmati ciuman Chanyeol, sekarang ia menyerah, Baekhyun telah menyerah di hadapan seorang CEO dari Park Corporation, karena ia telah menetapkan hatinya untuk selamanya menjadi milik Chanyeol, terkesan berlebihan, tapi itulah Baekhyun, ia tak akan main-main dengan sesuatu yang serius terutama cinta.
Chanyeol melepas genggamannya di lengan Baekhyun, menariknya, dan melingkarkan kedua tangan Baekhyun di lehernya, Chanyeol menarik pinggang Baekhyun agar semakin mendekat padanya. Chanyeol mulai hilang kendali, lumatan-lumatan lembut sekarang telah menjadi lumatan panas, Chanyeol melumat, menghisap, mengulum ganas bibir namja cantik ini, dan entah sejak kapan lidah namja jangkung itu telah memasuki mulut Baekhyun, mengabsen setiap gigi Baekhyun, dan menjelajahi dinding mulut Baekhyun.
"Eungh.." leguh Baekhyun saat merasakan geli di dalam mulutnya akibat lidah Chanyeol yang menggelitik dinding mulutnya, dan itu membuat Chanyeol semakin gencar dengan ciumannya, Baekhyun meremas rambut Chanyeol menyalurkan rasanya nikmatnya. Dan lelehan saliva mengalir di leher jenjang Baekhyun, entah milik siapa. Chanyeol menarik kalung yang menggantung di leher Baekhyun hingga lepas dan membuangnya keatas meja.
Tangan nakal Chanyeol mulai menyusup kedalam kemeja Baekhyun, dan mengusap permukaan kulit lembut punggung Baekhyun. "Mmmhhh.." desah tertahan Baekhyun saat merasakan ada benda asing yang hangat menyentuh permukaan kulitnya.
Chanyeol melepas ciumannya, menjilati lelehan saliva yang mengalir di leher Baekhyun, "Aaahhhhh..." desah Baekhyun sambil mencengkeran erat rambut Chanyeol karena Chanyeol tanpa sengaja menyentuh titik sensitif Baekhyun, Chanyeol menyeringai penuh kemenangan karena ia telah mengetahui letak titik sensitif Baekhyun, Chanyeol mengecup, menggigit, lalu menjilat leher Baekhyun, Baekhyun semakin mencengkeram erat rambut Chanyeol yang sudah acak-acakan dan mengadahkan wajahnya keatas "Aahhhh..shh...hentikhaaann bodohh...ahhh..." desah Baekhyun tak digubris oleh Chanyeol, ia semakin gencar memberi tanda keunguan di leher Baekhyun dan dimana titik sensitif Baekhyun berada.
Chanyeol mebuka satu persatu kancing kemeja Baekhyun, ia melihat nipple merah muda milik Baekhyun telah mencuat, Chanyeol langsung menyerang nipple Baekhyun, menjilat, mengulumnya bergantian memberikan kissmark di seluruh bagian dada Baekhyun, dengan kedua tangannya masih mengelus punggung Baekhyun. "Ngghhh...ahhh..Yeolhh..ahhh.." Baekhyun menggelinjang hebat dan mencengkeram kuat kemeja yang dikenakan Chanyeol saat lidah Chanyeol bergerak lincah menjilati nipple-nya.
Chanyeol berdiri, lalu menggendong Baekhyun ala bridal style, dengan cepat merebahkannya di ranjang, lalu menindihnya, Baekhyun menahan tubuh Chanyeol dengan kedua tangannya "Apa lagi..? haah..haah.." ucap Baekhyun, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sambil mengatur nafasnya.
"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi Baek.."
"Apa kau perlu mendapatkan jawabanku jika kelaukanmu padaku sudah seperti ini..? pabbo.." ucap Baekhyun lalu memukul dada bidang Chanyeol, Chanyeol meringis lalu tersenyum.
"Jadilah milikku.."
"Dengan senang hati tuan Park.." ucap Baekhyun dengan senyuman angelic-nya sambil mengusap pipi Chanyeol, Chanyeol kembali melumat ganas bibir manis Baekhyun, yang telah menjadi candu untuknya, Baekhyun mengusap leher Chanyeol, tanpa sengaja kakinya menggesek antara selangkangan Chanyeol, mata Baekhyun membulat saat kakinya menyentuh benda yang menegang yang masih terbalut rapi dibalik celana Chanyeol. "Mhh..." desah Chanyeol keluar saat mereka masih berciuman panas.
ChaenYeol melepas ciumannya dan menatap lekat keawajah Baekhyun yang telah menegang sedari tadi "Kau sangat nakal Baekhyun.. dan kau harus di hukum.."
"Mwoya..?" ucap Baekhyun dengan nada tinggi.
Chanyeol melepas semua pakaian Baekhyun hingga naked, Chanyeol meneguk keras ludahnya, ia melihat pemandangan yang indah, tubuh naked Wu Baekhyun, yang di beberapa bagian tercetak kissmark darinya, dan juga junior Baekhyun yang sudah tegak
"Yha.. jangan melihatku seperti itu..kau sudah sama seperti ahjussi mesum Park Chanyeol.."
"Ya..dan kau akan menjadi istri dari seseorang yang kau juluki ahjussi mesum itu.." ucap Chanyeol dan mendapat tatapan tajam dari Baekhyun. Chanyeol menyeringai dan tatapan Baekhyun jadi melemah, dan berubah menjadi tatapan khawatir karena ia berpikir kalau setelah ini ia akan mati.
Chanyeol melucuti seluruh pakaian yang ia kenakan
"KYAAA...BESAAAR! AKU AKAN MATI, AKU AKAN MATI!" teriak Baekhyun histeris saat melihat junior Chanyeol yang besar sudah tegak dengan sempurna.
Chanyeol terkekeh melihat tingkah Baekhyun, ia mengusap pipi Baekhyun berniat menenangkannya, "Kau tak akan mati sayang.. mungkin kau akan sulit berjalan nantinya, hanya itu.."
"Yha, sama saja bodoh..." geram Baekhyun mencubit perut Chanyeol
"Aw.. aku janji akan bermain sangaat halus.. bagaimana..?"
"Terserah kau saja.."
"Jika kau kesakitan kau bisa menjambakku seperti di china waktu itu, atau kau mencakarku, menggigitku"
"Arraseo.."
Chanyeol kembali melumat bibir bakehyun, tangan nakalnya memilin nipple Baekhyun "Mhhh..." desah Baekhyun mencengkeran lengan Chanyeol, setelah puas memilin nipple Baekhyun ia mengusap perut Baekhyun yang rata dan turun kearah junior Baekhyun yang berdiri tegak, Chanyeol mulai mengurut junior Baekhyun, Baekhyun mengelinjang dan mencengkeram erat seprei ranjang. Chanyeol melepas ciumannya lalu membuka lebar paha Baekhyun, Chanyeol memasukkan jari telunjukkanya kedalam hole sempit Baekhyun "Akhh.. ahh.." Chanyeol mulai menggerakkan jarinya, setelah dirasa aman, Chanyeol menambahkan satu jarinya memasukin hole Baekhyun, "Akhh...shh.."
"Kau tak apa..?" tanya Chanyeol, dan dibalas anggukan dari Baekhyun, Baekhyun memejamkan matanya, merasakan jari Chanyeol yang menggesek dinding holenya, hingga ia merasakan ada sebuah benda kenyal yang besar menggesek hole-nya
"Aku akan mulai sayang.." ucap Chanyeol di telinga Baekhyun, lalu mengulumnya "Ahhh..."
Chanyeol mulai memasukkan juniornya ke hole sempit Baekhyun "AAKKHH..SAKIIIT YEOL.." taeriak Baekhyun mencengkeram kuat pundak Chanyeol, Chanyeol menjilat leher Baekhyun, menghisapnya, mau tak mau Chanyeol harus segera memasukkan miliknya yang sudah meraung-raung ingin dimanjakan, Chanyeol mengangkat pinggul Baekhyun lalu menyentakkan juniornya dengan sekali hentakan "AAAARRGGHH...INI SAKIT BODOOOOH...!" teriak Baekhyun memukul dada Chanyeol dengan brutal.
"Jika tak begitu kau akan lebih kesakitan Baek.. boleh kumulai..?" Baekhyun mengerucutkan bibirnya, lalu mengangguk. Chanyeol tersenyum, ia kembali menyambar bibir Baekhyun, mengulumnya, menjilatnya, menghisapnya dengan ganas. Chanyeol mulai memaju-mundurkan pinggulnya dimulai dengan tempo pelan hingga tempo yang liar, sambil mengocok junior Baekhyun, "Aaaahhh..Yeollie..ahhnn..fasterhhh..aaahh.." Chanyeol semakin gencar menyetubuhi Baekhyun saat ia menemukan sweet spot Baekhyun, menyodokkannya kembali tepat di titik yang sama "Ngghhh...aahhh...more baby...aahhh.." desah Baekhyun, keringat telah mengucur di pelipis keduanya tapi tak mengurangi sedikitpun tempo sodokan yang Chanyeol hujamkan di hole Baekhyun.
Chanyeol merasakan juniornya telah berkedut hebat di dalam hole sempit Baekhyun dan ia juga merasakan junior Baekhyun yang ikut berkedut, sepertinya mereka akan klimaks bersama, "Ahh.. i'm out baby shh...aaaaahhhh" Chanyeol mendesah panjang, ia klimaks, mengeluarkan cairan cintanya di dalam hole Baekhyun dan terlihat spermanya merembes keluar dari hole Baekhyun bercampur darah, yang menandakan bahwa hole Baekhyun masih virgin. Begitu juga bekhyun yang klimaks, ia memuncratkan sperma-nya ke perut ber-abs milik Chanyeol "Shhh...aaaaaaahhhh.. haah..haah..".
Nafas Baekhyun terengah, dadanya naik turun untuk mengatur nafasnya. "Gomawo Park Baekhyun..." Tubuh Chanyeol ambruk diatas tubuh Baekhyun sambil mengatur nafasnya, "Aigoo kau berat sekali..dan yha, jangan seenaknya sendiri merubah margaku eoh.." ucap Baekhyun memukul pelan lengan Chanyeol.
Baekhyun sedikit menggerakkan badannya untuk menyamankan posisinya. Matanya membulat lalu menatap Chanyeol yang menyeringai "Kau belum mengeluarkannya..?!" tanya Baekhyun, ia merasakan junior Chanyeol telah tegak dan mengeras dengan sempurna di dalam holenya.
"Ini salahmu karena kau terlalu banyak bergerak sayang.." ucap Chanyeol kembali menindih tubuh Baekhyun.
"KYAAA...TIDAAK!" Baekhyun berteriak histeris saat Chanyeol kembali menerjangnya.
...
4 jam kemudian.
"Aduh, kenapa badanku sakit semua.." ucap namja berkulit albino yang baru saja bangun dari tidurnya yang panjang. Ia berjalan menuruni tangga menuju dapur sambil memijit pinggangnya.
"Kau kenapa Sehun-ie..?" tanya nyonya Park, ibu Sehun, saat melihat Sehun sedang meringis kesakitan
"Molla eomma, tadi saat aku bangu tidur, badanku terasa remuk.." jawab Sehun sambil meneguk segelas susu yang baru saja ia ambil dari kulkas
"Mau eomma panggilkan tukang pijit..?" tawar nyonya Park
"Sepertinya itu ide bagus eomma.."
"Baiklah, kau tunggu di kamarmu, eomma akan telepon dulu.."
"Baiklah... oiya.. kemana Chanyeol hyung..? apa dia tak pulang kemari..?"
"Entahlah, dari kemarin eomma meneleponnya tapi tidak aktif, dan security mengatakan kalau dia telah pulang sekitar pukul setengah 10, dan mengenakan pakaian biasa, mungkin dia langsung kembali ke apartemennya karena kelelahan..." jelas nyonya Park
'Sepertinya ada sesuatu yang tak beres' batin Sehun
...
Tak lama kemudian, tukang pijit yang di telepon sang eomma telah datang, ia langsung berjalan kearah kamar Sehun
'TOK..TOK..'
"Masuk.." ucap Sehun
'CKLEK'
Tukang pijit yang biasa menjadi langganan keluarga Park telah datang, tentu saja seorang namja
"Tumben-tumben tuan Sehun ingin dipijit..?" tanyanya sambil mengeluarkan minyak zaitun dari tasnya
"Entahlah, badanku rasanya remuk semua.."
"Mungkin anda terlalu kelelahan tuan.."
"Mungkin.. ah, langsung saja memijit tubuhku.." ucap Sehun lalu melepas kaosnya menyisakan boxer yang ia kenakan, dan tengkurap di ranjangnya. Dengan cekatan sang tukang pijit mulai memijit lengan Sehun.
Sehun melihat smartphone-nya ia mengingat-ingat sesuatu. "Ah, Baekhyun.." Sehun langsung mendial tombol 5 dan langsung tersambung kepada Baekhyun.
...
'Drrtt...Drrtt...'
handphone Baekhyun yang ia letakkan di meja nakas samping ranjang Chanyeol bergetar, Baekhyun terbangun dan berniat mengambil handphonenya, namun tangan mungilnya tak dapat menjangkaunya karena terhalang tubuh raksasa Chanyeol.
"Yeol bangun.. handphone-ku berbunyi.." ucap Baekhyun membangunkan Chanyeol sambil menggoyang-goyang tubuh Chanyeol. Chanyeol yang tadinya tertidur pulas akibat adegan panasnya bersama Baekhyun selama kurang lebih 4 jam lamanya entah berapa ronde yang dihabiskannya, terusik karena seseorang mengguncang tubuhnya, mau tak mau ia membuka matanya yang masih mengantuk "Ambilkan handphone-ku disana.. aku khawatir kalau ada telepon penting.. kajja.."ucap Baekhyun menunjuk dimana handphone-nya berada, Chanyeol dengan malas memutar badannya yang tadinya berhadapan dengan Baekhyun, lalu mengambil handphone Baekhyun yang sedari tadi bergetar dan melihat siapa pelaku yang mengusik tidurnya bersama Baekhyun-nya, dan ternyata nama seseorang yang tak asing untuknya sedang menelepon Baekhyun 'Park Sehun'
"Oh..ini dari Sehun.." Ucap Chanyeol sembari menyodorkan handphone-nya
"Kau angkat saja.." suruh Baekhyun, Chanyeol menghela nafasnya, ia duduk dan mengangkat telepon dari Sehun adiknya
"Ada apa Sehun-ie..?" tanya Chanyeol dengan suara yang sedikit serak khas orang bangun tidur
'Eh.. kenapa kau yang mengangkat teleponnya..?'
"Baekhyun bersamaku.. ada perlu apa.. nanti akan kusampaikan"
'Apa yang kalian lakukan..?'
"Eh..? maksudmu..?"
'Kau tahu, saat aku bangun tidur badanku remuk semua, padahal aku tak melakukan apapun sedari tadi, apa yang kalian lakukan..?!'
"Bagaimana bisa badanmu sakit semua saat kau tak melakukan papaun. Oh itu...kami hanya bercin-" Baekhyun langsung merebut handphone-nya
"Ada apa Sehunie..? aashh.." tanya Baekhyun sambil meringis menahan sakit di pantatnya
'Kau tak apa-apa kan Baek..? apa yang kalian lakukan hah..?!'
"Kami bercinta.." ucap Chanyeol dengan suara lantang
'MWOOOOYAAAA?!' teriak Sehun, dan mau tak mau Baekhyun menjauhkan teleponnya dari telingnya.
"Yha.. tak usah seperti itu bodoh"
'Kau lupa kalau apapun yang diantara kita sakit, maka kita akan merasakannya.., dan satu lagi.. katakan pada hyungku untuk bermain dengan halus.. ini menyakitkanku kau tahu.. pantatku sakit.."
"Pfftt,..buahahahaha...baiklah..baiklah..akan kuberitahu dia.." tawa Baekhyun pecah mendengar penjelasan dari Sehun
"Ada apa..?" tanya Chanyeol
"Pantatnya sakit, lain kali lakukan dengan halus...bodoh" ucap Baekhyun saat sambungan telepon dari Sehun telah terputus.
"Dan kau harus tanggung jawab kalau sampai ada sesuatu pada Sehun.. akan ku patahkan lehermu.." lanjut Baekhyun mengancam Chanyeol dan dibalas anggukan dari Chanyeol
"Baiklah princess.." ucap chanyeol, ia merebhakan tubuhnya kembali diatas kasur, dna kembali memeluk baekhyun.
"Aish.. jangan memanggilku dengan sebutan menjijikkan seperti itu"
.
.
.
.
.
.
.TBC
Akhirnyaaaaaa... selesai juga FF enceh tingkat kelurahan ini..muehehe gimana? Hot nggak..? belom deh kayaknya..hehe.. saya juga dlam masa pngelihan sih sebenernya, dulu pernah nulis ff NC sempet berhenti beberapa bulan, dan akhirnya lupa..xD /slap
Waktunya membalas review dari reader yang gk bisa balas lewat PM
Guest : em...itu... kembar gak yah..? enaknya gimana..? /slap xD
Yongin : kekekeke...bisa iya bisa nggak... xD
Muehehe...saya juga suka bikin Chanyeol cemburu... /maap bang
Byungege : saya juga capek ngetik dan mikir eh ternyata yang nongol flashback di otak saya.. xD /sorry
Yolloe : yap..ini udah keluar..xD
Syifa Nurqolbiah : HunBaek kembar..emm...bisa iya bisa nggak.. xD
NC ya..? ini udah NC kan..xD
Thanks To :
-Taviads
-ShinJiWoo920202
-Yo Yong
-Special Bubble
-Younlaycious88
-UruRuBaek
-NyekNyek
-Anon
-Guest
-XOXO KimCloud
-Dobi Hano Beef
-Yolloe
-Princess YoonA
-ChanBaek P
-Youngnachoi
-Baekkevinka
-10100Virus
-Shin Yo Young
-c2mhee
-Jung Eunhae
-ChanbaeLuv
-Byunnieee
-YoonAHeartfilia
-melizWufan
-Yuan Lian
-EXO Love EXO
-Byungege
-ChanBaekids
-Rachel suliss
-Rizka0419
-Syifa Nurqolbiah
Thanks for you all...
-KHC-
