Tittle : Live By My Side Untill The Day I Die
Author : Mr_KHC
Genre : Romance, Humor of sense, Hurt, YAOI, Slice Of Life, etc.
Main Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun – Wu Baekhyun
Other Cast :
Kris aka Wu Yi Fan
Kim Jongin
Do Kyungsoo
Oh Sehun – Park Sehun
Xi Luhan
B1A4 member's
And the other you will find then
Rate : M.
Pairing : ChanBaek , KaiSoo, HunHan, ChanKris.
Disclaimer : Ide cerita adalah hasil pemikiran otak saya, no plagiarism, bila ada kesamaan tempat, jalan cerita, dll, mohon dimaafkan, karena otak manusia tak dapat ditebak. Semua cast hanya milik Tuhan, dan saya hanya meminjam...
Enjoy it!
Warning : typo menyebar dan tercecer, bagi yang tak Suka YAOI silahkan hengkang.. :D
-KHC-
.
.
.
.
.
.
.
"Cepat antar aku ke hotel, ini sudah hampir setengah satu.." ucap Baekhyun setelah melihat jam tangan yang melingkar di lengan kirinya.
"Baiklah.. Park Baekhyun..." Chanyeol menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang menuju hotel milik keluarga Wu
Baekhyun berdecak dengan menatap tajam kearah Chanyeol, "Jangan sembarangan mengganti margaku.."
"Ne..ne.. Wu Baekhyun..."
"Begitu lebih baik..., oiya.. apa kau mau mampir makan siang di restoran yang ada di hotelku..?"
"Tak masalah, asal ada kau yang menemaniku.."
"Aigoo..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Live By My Side Untill The Day I Die
Chapter 9
Begin
Tak berselang lama Chanyeol menghentikan mobilnya tepat di depan hotel milik Baekhyun, oh lebih tepatnya milik 'Wu' bersaudara itu. Baekhyun keluar dari mobil Chanyeol dan disambut hormat oleh seluruh pegawai hotel yang sedang berada di lobby hotel, dan diikuti Chanyeol yang keluar dari mobilnya, lalu menyerahkan kunci mobilnya kepada petugas hotel disana, kemudian berjalan disamping Baekhyun dengan sebelah tangannya memeluk pinggang ramping milik Baekhyun.
Baekhyun menghentikan langkahnya saat merasa ada sebuah tangan melingkar indah di pinggangnya, ia menoleh kearah Chanyeol dan menatapnya tajam "Lepaskan tanganmu dari pinggangku Tuan Park.."
"Aku menolak.. kajja kita ke restoran yang kau katakan tadi, aku sudah lapar.." senyum Chanyeol lalu menarik pinggang Baekhyun untuk berjalan disampingnya menuju ke-restoran
"Kau selalu membuatku kesal Park Chanyeol.." bisik Baekhyun disela mereka berjalan
"Sudahlah nikmati saja..okey.." ucap Chanyeol tersenyum kearah Baekhyun, lalu mengecup singkat pipi Baekhyun
"Yeollie cukup..!" ucap Baekhyun menatap datar Chanyeol yang menyengir kuda kearahnya.
Baekhyun menghentikan langkahanya diikuti Chanyeol saat mereka telah sampai di sebuah ruangan yang khas restoran bintang lima, dengan berbagai macam ornamen China, dan sebuah patung kayu berbentuk Naga berada tepat di sebelah pintu masuk dan di pintu masuk itu sendiri menggantung sebuah koin yang digantung menggunakan tali berwarna merah dengan simpul tali yang rumit di atasnya, Chanyeol dan Baekhyun memasuki restoran dan telah disuguhi dengan pemandangan berwarna merah dan emas disekelilingnya lampion berjejer di atas setiap meja, Chanyeol menatap keatas dan melihats lukisan dengan gambar naga, simbol yin yang dan bintang di tengahnya, juga beberapa kaligrafi china dan pohon bambu yang terikat dengan benang merah terpasang di setiap sudut ruangan, dengan juga gorden berwarna merah menjuntai indah menambah kesan elegan dalam ruangan tersebut.
Mereka berjalan kearah meja bundar berisi 2 kursi, mereka duduk berhadapan dengan Chanyeol yang masih memperhatikan ruangan itu. "Yeah, kau tahu bukan kalau Hyung-ku maniak ornamen China..? dia bilang ini semua pembawa keberuntungan dan keberhasilan.." ucap Baekhyun memecah keheningan
"Nde.. aku tahu..." Chanyeol menganggukan kepalanya
"Padahal aku ingin restoran gaya eropa.. tapi yasudahlah.. karena banyak juga pengunjung hotel yang menyukai konsep oriental ini.."
"Ini sangat detail, menurutku.. pasti mereka sangat ahli dalam interior.." puji Chanyeol
"Sebenarnya aku yang merancang ini semua.. ya..walaupun masih ada campur tangan desainer juga.." ujar Baekhyun mengagumi hasil karyanya
"Selamat siang Tuan muda Wu, anda ingin menyantap menu apa makan siang hari ini..?" tanya seorang pelayan dengan sopan
"Apa menu andalan hari ini..?" tanya Baekhyun
"Bebek Peking Tuan.." jawab pelayan itu
"Aigoo.. aku bosan memakan itu.. pasti ini ide Kris Hyung lagi kan, untuk memasukkan menu bebek peking favoritnya.., apa dia akan kemari..?"
"Iya Tuan, karena nanti pukul 3 sore akan ada meeting disini.. jadi Tuan besar Wu menyarankan masakan khas China untuk tamunya.."
"Kau mau bebek peking Yeol..?" tanya Baekhyun menoleh kearah Chanyeol
"Boleh.. aku belum pernah mencobanya.." jawab Chanyeol
"Baiklah.., tulis ini..okey.." ucap Baekhyun memberi instruksi kepada pelayan yang siap menulis pesanan Baekhyun
"Sediakan cakwe berikan 3 potong saja, lalu seporsi dimsum, untuk makanan utamaku, aku ingin kwetiau goreng, dan untuk dessert, 2 porsi chocolate lava cake dan juga es bao bing.. untuk minumannya terserah, asal tidak beralkohol.." ucap Baekhyun
"Woah..kau memesan sebanyak itu..?" tanya Chanyeol takjub
"Aku memesannya dalam jumlah kecil.. dan itu untuk kita berdua" jawab Baekhyun
"Baiklah..apa ada tambahan lagi Tuan..?" tanya pelayan tersebut
"Tidak..itu saja cukup.." jawab Baekhyun, sang pelayan membungkuk hormat lalu mengundurkan diri untuk memberikan pesanan kepada sang koki.
Tak selang 20 menit pesanan mereka telah datang, beberapa pelayan meletakkan pesanan dari Baekhyun dan Chanyeol, setelah selesai mereka membungkuk hormat lalu pergi.
"Ini bebek peking..? utuh..?" tanya Chanyeol sembari memperhatikan sebuah piring pesar yang berisi bebek peking utuh diatasnya dan tali yang melilit bebek tersebut, Baekhyun memutar bola matanya malas, lalu menjulurkan tangan kanannya dan menarik simpul tali yang berada di atas bebek itu, seketika bebek itu terbelah-belah menjadi potongan panjang dan tipis "Makanlah..itu lebih mudah bukan..?" ucap Baekhyun
"Bagaimana bisa tadi kau melakukan itu..?" tanya Chanyeol heran menatap Baekhyun, dan Baekhyun hanya mengedikkan bahunya, mengambil sumpit lalu memakan dimsumnya
"Sudah makan saja.. jangan terlalu memikirkan bagaimana itu bisa terpotong seperti itu.." ucap Baekhyun yang masih memakan dimsum-nya
"Arraa..arra.." balas Chanyeol lalu mulai menyuapkan sepotong bebek peking setelah ia celupkan di kecap asin, "Woah ini enak.." kagum Chanyeol saat merasakan bebek peking yang ia makan
"Aku rasa kau bisa menghabiskan satu porsi besar itu Yeol.."
"Sepertinya.."
"Oiya..apa kau akan ada rapat dengan Hyung-ku..?"
"Ani.. Sehun dan Jongin yang akan datang.."
"Emm..begitu.." Baekhyun mengangguk paham
"Ingat, minggu depan adalah hari pertunangan Sehun.. kau jangan lupa Yeol" lanjut Baekhyun
"Arraseo..akan kulingkari di semua kalender yang kupunya..." ucap Chanyeol sembari memakan bebek yang berada di sumpitnya. Baekhyun menatapnya dan memasang wajah malas.
Chanyeol balas menatap Baekhyun "Wae..?" tanya-nya sambil mengunyah makanan di mulutnya, dan dibalas gelengan dari Baekhyun.
.
.
.
.
.
.
Malam harinya di kediaman Wu
"Sehunieee..." panggil Baekhyun duduk disamping Sehun yang sedang menonton televisi sambil memakan snack di ruang tengah
"Wae..?" balas Sehun dengan wajah datarnya
"Eoh..bagaimana rapatnya tadi sore bersama Kris Hyung..? lancar..?" tanya Baekhyun mencomot snack yang ditangan Sehun lalu memakannya
"Semuanya lancar...dan Kris Hyung masih memberikan investasi ke perusahaan Park, walaupun memang dikurangi beberapa persen karena traffic perusahaan sudah mulai naik..." ucap Sehun panjang lebar menjelaskan, dibalas anggukan paham dari Baekhyun
"Dan bagaimana persiapan pertunanganmu..?" tanya Baekhyun
"Semuanya sudah kuatur dengan Luhan.." jawab Sehun
"Tak kusangka kau akan menikah dengan sepupumu sendiri Sehun-ie.." ucap Baekhyun tersenyum kearah Sehun
"Ah.. entahlah.."
"Tapi kalian saling mencintai.. aku rasa tidak ada masalah..."
"Begitukah..?"
"Emm.."
"Lalu, kau akan menggunakan marga yang mana setelah kalian menikah..?" tanya Baekhyun
"Entahlah.. aku juga bingung..., disatu sisi marga Wu adalah margaku hingga mati karena aku lahir dari eomma dan appa yang bermarga Wu, dan di satu sisi keluarga Park yang mengasuhku hingga aku dewasa.."
"Gunakan mana yang menurutmu sesuai untukmu Sehunie.."
"Mungkin keduanya..kekeke.." kekeh Sehun.
"Lalu akan jadi apa marga itu..? WuPark? Atau ParkWu? Haha.. itu terdengar aneh" tawa Baekhyun membayangkan bagaimana marga Wu dan Park digabungkan menjadi kata yang aneh menurutnya
"Haha..ya..kau benar.."
"Kudengar kalian tertawa..apa ada yang lucu..?" sahut seorang namja jangkung berambut blonde sedang melewati ruang tengah
"Ani Hyung..hanya pemikiran konyol yang keluar dari otak jenius Baekhyun.." jawab Sehun
"Yha..kau yang memulai duluan menggabungkan kedua kata itu.. aku hanya melanjutkan saja.." elak Baekhyun
"Memangnya apa yang kalian gabungkan..?" tanya Kris penasaran
"Marga Wu dan Park.." jawab Baekhyun
"Hah..? ada-ada saja.. kalian akan menciptakan marga baru dengan menggabungkannya begitu..?"
"Ani.. kami hanya bercanda Hyung.." sahut Sehun
"Jika itu benar terjadi apa kata dunia..haha" balas Baekhyun. Kris hanya menggeleng melihat tingkah kedua adik kembarnya itu, dan berlalu meninggalkan mereka.
"Dasar aneh.." gumam Kris
"Kami dengar itu.." ucap Baekhyun dan Sehun serempak,Kris hanya menggeleng kepalanya.
.
.
.
.
.
4 hari kemudian
"Apa Chanyeol ada di ruangannya...?" seorang namja cantik berambut magenta yang mengenakan mantel berwarna hitam, membawa sebuah tas berbahan karton berukuran sedang, bertanya kepada seorang resepsionis saat ia memasuki perusahaan raksasa 'Park Corp'
"Direktur Park, ada di ruangannya Tuan Wu.." jawab sang resepsionis
"Baiklah.. terima kasih.." ucap Baekhyun, kemudian berjalan kearah lift, lalu memencet tombol yang berada di samping pintu lift
...
Namja cantik itu berjalan menyusuri gedung teratas di perusahaan tersebut, sesekali tersenyum manis saat beberapa orang menyapanya, hingga ia berhenti di sebuah ruangan dengan pintu yang besar, bertuliskan 'Park Director' di atas pintu tersebut.
"Selamat pagi Tuan Wu.. apa anda mencari Tuan Park..?" tanya sekretaris kim
"Nde.. dia ada di dalam..?" sekretaris kim mengangguk
"Biarkan aku masuk sendiri.. kau tak perlu memberitahunya.." ucap Baekhyun tersenyum ramah
"Baiklah Tuan Wu.."
Baekhyun membuka pintu ruangan yang ditempati Chanyeol lalu menutupnya dengan sangat hati-hati dan tak mengeluarkan suara yang dapat menganggu kegiatan kekasihnya itu, Baekhyun berjalan kearah Chanyeol yang sedang berkutat dengan dokumennya dengan pakaian dan rambut yang sedikit acak-acakan, dan wajah lelah beserta kantung mata terpampang jelas di wajah tampan Chanyeol, mengenaskan-pikir Baekhyun.
Baekhyun berjalan mendekat kearah Chanyeol, Chanyeol masih tak menyadari kedatangan seseorang yang memasuki ruangannya, Baekhyun menjulurkan tangannya, mengusap pipi Chanyeol yang mulai terlihat tirus, Chanyeol terkejut saat sebuah tangan berjari lentik membelai pipinya, ia mendongakkan kepalanya dan melihat sosok yang ia rindukan tersenyum manis kearahnya.
"Baek.."
"Sejak kapan kau lembur..?" tanya Baekhyun masih membelai pipi Chanyeol
"3 hari yang lalu.." jawab Chanyeol
"Pantas saja kau tak menghubungiku.. saat ku telepon handphone-mu tak aktif.."
"Mianhae.." jawab Chanyeol singkat, karena saat ini dia dalam keadaan yang sangat lelah
"Gwenchana.." Baekhyun mengecup kilat bibir Chanyeol, "Beristirahatlah, biar kugantikan.." lanjutnya
"Kau yakin bisa mengerjakannya..?"
"Kau meragukanku..?" Baekhyun berkacak pinggang dan menatap tajam saat dirinya merasa diremehkan oleh Chanyeol
"Arra..jangan menatapku seperti itu.." Chanyeol beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju wastafel yang berada tak jauh dari kamar mandi yang ada di ruangannya, Baekhyun mendekati Chanyeol yang sedang mencuci mukanya, lalu memberikan handuk kepada Chanyeol
"Gomawo.." ucap Chanyeol mengambil handuk pemberian Baekhyun lalu mengelap wajahnya yang basah dengan air.
Baekhyun mengambil handuk yang baru saja digunakan Chanyeol untuk mengelap wajahnya, menyampirkannya di lengan kirinya, "Apa ada baju ganti disini..?" tanya Baekhyun. Dan mendapat gelengan dari Chanyeol "Aku lupa membawanya dari apartemen.."
"Baiklah.. lepas jasmu.." titah Baekhyun, Chanyeol melepas jasnya dengan gerakan lambat karena seluruh badannya sangat lemas saat ini, Baekhyun yang cekatan, langsung membantu Chanyeol melepas jasnya, kemudian melepas ikatan dasi Chanyeol, dan membuka beberapa kancing kemeja Chanyeol hingga mengekspos dada bidang Chanyeol, Baekhyun mengusap dada Chanyeol dan melihat kalungnya masih bertengger manis di leher Chanyeol dengan warna yang masih sama seperti sebelumnya, Baekhyun tersenyum "Tidurlah sebentar untuk mengurangi kelelahanmu.." ucap Baekhyun, Chanyeol mengangguk patuh. Ia menarik tangan Chanyeol berjalan menuju sofa panjang yang berada di ruangan Chanyeol, lalu mendudukkan badan Chanyeol disana "Sekarang kau tidur, mengerti..? kau tidak usah khawatir masalah dokumen-dokumen itu, biar aku yang mengerjakannya.." ucap Baekhyun. Chanyeol mengangguk lalu merebahkan tubuh lelahnya diatas sofa empuk di ruangannya, dengan bantal sofa yang menjadi penahan kepalanya, dan mulai memejamkan kedua matanya, Baekhyun mengusap rambut Chanyeol lalu mencium keningnya, "Tidurlah dengan nyenyak" Baekhyun berjalan kearah keranjang kotor lalu meletakkan jas Chanyeol disana, kemudian kembali kearah meja kerja Chanyeol yang terlihat sedikit berantakan.
Baekhyun menata dokumen sesuai urutan dokumen yang perlu di tandatangani atau hanya pemberitahuan saja. Untuk berkas pemberitahuan atau undangan Baekhyun menulis ringkasannya di agenda Chanyeol
'CKLEK'
"Yeol kau sudah sele- Baekhyun..?" ucap Jongin saat memasuki ruangan Chanyeol untuk mengambil beberapa dokumen yang telah di tandatangani oleh Chanyeol, ternyata ia melihat Baekhyun sedang menulis di agenda Chanyeol dengan membuka dokumen dan melihat Chanyeol yang sedang tidur di sofa.
"Hai Jongin.." sapa Baekhyun "kau membutuhkan dokumen yang sudah ditandatangani oleh Chanyeol..?" tanya Baekhyun
"Nde..dan bagaimana kau bisa ada disini..?" tanya Jongin berjalan kearah meja Chanyeol dan mulai mengambil dokumen yang telah ditandatangani
"Dia tidak menghubungiku selama 3 hari..bagaimana aku tak khawatir, ternyata keadaannya mengenaskan seperti itu, beruntung dia tidak sekarat di meja kerjanya.." jawab Baekhyun menutup dokumen terakhir yang ada di tangannya.
"Satu tumpukan ini belum di tandatangani oleh Chanyeol.." ucap Baekhyun menunjuk setumpukan dokumen yang tak terlalu banyak di pojok meja kerja Chanyeol. Jongin mengangguk mengerti lalu mulai mengangkat dokumen-dokumen yang telah di salin di agenda kerja Chanyeol ataupun yang telah ditandatangani, "Baek.. tolong jaga Chanyeol.." ucap Jongin membalikkan badannya saat akan berjalan keluar dari ruangan Chanyeol. Baekhyun mengangguk sambil tersenyum kearah Jongin
"Aku percaya padamu.." ucap Jongin lagi, kemudian berlalu dari ruang kerja Chanyeol dengan tumpukan dokumen di kedua tangannya.
Baekhyun mengalihkan pandangannya kearah Chanyeol yang masih tidur, "Apa lebih parah jika tak ada aku..?" gumam Baekhyun. Baekhyun mengeluarkan smartphone-nya kemudian menghubungi seseorang
'Ada apa..?' tanya seseorang yang berada di seberang telepon
"Kau ada di ruanganmu Sehunie..?" tanya Baekhyun
'Nde.. wae..?'
"Aku ada di ruangan Chanyeol, dia sedang tidur.. kau sibuk..?"
'Aniya..'
"Baiklah..aku akan kesana.." ucap Baekhyun lalu memutus teleponnya.
Ia beranjak dari kursi nyaman Chanyeol, keluar dari ruangan Chanyeol dan berjalan kearah ruangan Sehun yang tak jauh dari ruangan Chanyeol, lalu memasukinya
"Ada apa kau keruangan Chanyeol Hyung..?" tanya Sehun saat Baekhyun telah duduk di hadapannya
"Dia tak menghubungiku selama 3 hari kemarin, jadi aku memutuskan untuk datang kemari, dan memberikannya hadiah.." jawab Baekhyun
"Hadiah..?" tanya Sehun penasaran
"Wae..?"
"Ani.."
"Sehunie..?" panggil Baekhyun
"Hmm..?"
"Kau sudah siap menikah..?" tanya Baekhyun
"Tentu saja.., kau sendiri kapan akan menikah dengan Chanyeol Hyung..?" jawab Sehun dan bertanya balik kepada Baekhyun. Baekhyun hanya mengedikkan kedua bahunya tak tahu "Molla.. aku masih belum berniat menikah dengannya.."
"Ah..oiya, Minseok menelpon kemarin.. mereka merindukanmu.. Yixing juga.." ucap Baekhyun, menceritakan tentang anak didik mereka yang sekarang tengah bersekolah di Hyundai Senior High School, sekolah mereka dulu. Dan jika diketahui, Baekhyun dan Sehun memiliki banyak sekali anak didik yang mereka pungut dari jalanan, yang bersungguh-sungguh akan disekolahkan secara gratis oleh mereka. Dan sekarang mereka telah mendirikan panti asuhan yang di urus oleh Luhan, sepupunya dan calon ipar Baekhyun nanti. Walaupun Sehun yang berwajah dingin namun ia masih memiliki rasa sosial yang tinggi, begitu juga Baekhyun.
Sehun tersenyum "Bagaimana kabar mereka di asrama...?"
"Mereka baik-baik saja, dan kau tahu Yixing sekarang adalah kekasih dari Kim Joonmyun, anak dari pemilik Kim Entertainment yang terkenal itu.."
"Benarkah..? tapi kurasa dia memang sudah seharusnya mendapatkan itu.. karena Yixing memang anak yang baik.."
"Daaan.. mereka juga mendapat beasiswa ke Oxford.. oh my god demi apa..aku senang sekali..mereka menjadi siswa teladan dan berprestasi.." ucap Baekhyun senang
"Aku turut bahagia mendengarnya Baek.."
"Kau tak ingin mengunjungi mereka..?" tanya Baekhyun
"Molla.. sebenarnya aku ingin.. tapi aku sangat sibuk.."
"Arraseo..yang sibuk mempersiapkan pertunangannya..kekeke...akan kucoba mengajak Chanyeol kalau begitu.." ucap Baekhyun
"Apa kalian sudah akur..?" tanya Sehun
"Sebenarnya aku tak mau bertengkar dengannya, hanya saja dia sangat menyebalkan, dia selalu menggodaku..bagaimana aku tak marah-marah padanya.."jawab Baekhyun sebal menyilangkan kedua tangannya di dada dan menyandarkan punggungnya di kursi
"Dia memang seperti itu Baek... sepertinya kalau dia tak menggodamu rasanya ada yang kurang di hidupnya.."
"Tapi tak begitu juga Sehuuun.. itu menyebalkan.. dan kau juga menyebalkan.."
"Hahaha.."
.
.
.
Chanyeol membuka matanya lalu mengerjapkannya perlahan, ia melihat ruangannya yang sedikit meredup, ia menududukkan badannya dan menatap jam yang menempel di dinding yang menunjukkan pukul 7 malam, pantas saja tempat ini sedikit gelap karena memang sudah menjelang malam. Chanyeol mengalihkan pandangannya menuju meja kerjanya dan ia tak melihat Baekhyun disana, hanya tasnya saja yang bertengger manis di kursi "Kemana Baekhyun..?" tanya Chanyeol, ia berdiri, berjalan menuju meja kerjanya dan melihat setumpuk dokumen dengan sebuah sticky note diatasnya yang bertuliskan 'tinggal tandatangani saja yang sudah kulingkari dengan pensil! Semuanya sudah kusalin di agendamu'. Chanyeol tersenyum berfikir bahwa ia sangat beruntung memiliki kekasih seperti Baekhyun, walaupun Baekhyun sangat angkuh namun sebenarnya dia adalah orang sangat peduli dan hangat.
Chanyeol mendudukkan tubuhnya di kursinya dan mulai membuka dokumen dan menandatangani di bagian yang sudah Baekhyun lingkari dengan pensil. Ini sangat membantu ternyata-pikir Chanyeol.
'CKLEK'
Seseorang membuka pintu ruangan Chanyeol, Chanyeol menghentikan kegiatannya sejenak untuk melihat seseorang yang masuk kedalam ruangannya, yang ternyata itu adalah Baekhyun, yang masuk dan membawa kantung plastik di tangannya "Kau sudah bangun..?" tanya Baekhyun
"Ya.. tidurku sangat nyenyak.." jawab Chanyeol. "Kau belum pulang sedari tadi..?" tanya Chanyeol, dibalas gelengan dari Baekhyun. Baekhyun berjalan mendekati Chanyeol dan meletakkan kantung plastik yang ia bawa diatas meja Chanyeol "Makanlah..aku sudah membelikannya untukmu.." Chanyeol menatap kantung plastik berisi makanan dari Baekhyun, dan terlintas ide nakal di otak Chanyeol. "Suapi aku.." ucap Chanyeol tersenyum kearah Baekhyun
"Kenapa kau tak mau memakannya sendiri eoh..?" tanya Baekhyun
"Tak lihatkah kalau kedua tanganku sedang sibuk..? ayolah sekali saja.." rengek Chanyeol. Mau tak mau Baekhyun menuruti keinginan Chanyeol, ia membuka bungkus plastik yang ia bawa dan mengeluarkan kotak makan berisi bibimbap, ia mengambil sendok dan membuka kotak makan tersebut lalu mengaduk-aduk mencampurnya, "Buka mulutmu.." Baekhyun menggambil sesendok, Chanyeol membuka mulutnya, Baekhyun menyuapi Chanyeol yang masih menandatangani dokumen-dokumennya. Dan begitu seterusnya hingga makanan yang Baekhyun bawa habis dilahap Chanyeol, walaupun beberapa suapan terakhir Chanyeol sempat menolak karena perutnya telah kenyang tetapi Baekhyun dengan caranya sendiri memaksa Chanyeol menghabiskan makan malamnya, dan itu berhasil.
Baekhyun tersenyum melihat Chanyeol yang telah menghabiskan makanan yang ia bawa, padahal ia telah membelinya di pinggir jalan, dan tentu saja tanpa Chanyeol ketahui, karena ia tahu Chanyeol tak pernah memakan-makanan yang berada di pinggir jalan, toh itu tak akan membunuhnya, maksimal hanya diare saja jika memang iya-pikir Baekhyun. Baekhyun memberikan segelas air mineral kepada Chanyeol "Mau disuapi juga..?" tanya Baekhyun.
"Ani.. aku akan meminumnya sendiri.. terima kasih kau sudah menyuapiku tadi.. aku sangat kekenyangan.." jawab Chanyeol lalu mengambil segelas air mineral yang berada di tangan Baekhyun lalu meminumnya, menyisakan setengahnya, dan meletakkannya di mejanya yang agak jauh darinya.
Baekhyun duduk di kursi depan Chanyeol, lalu meopang dagunya dengan kedua tangannya sambil memperhatikan Chanyeol yang sedang sibuk membolak-balik kertas lalu menandatanganinya "Ambillah cuti besok.. aku tak ingin kau sakit.." ucap Baekhyun cemas jika saja Chanyeol benar akan jatuh sakit karena kelelahan
"Kau tahu, tak ada yang menggantikanku.." balas Chanyeol yang masih berkutat dengan dokumennya
"Yasudahlah...terserah kau saja.. kalau sakit aku tak mau ikut campur.." ucap Baekhyun mempoutkan bibirnya imut lalu menyandarkan kepalanya di meja Chanyeol sambil memainkan bolpoin yang masih tertutup tentunya.
Chanyeol menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, melihat Baekhyun yang sedikit demi sedikit mulai terbuka dengannya, yang terlihat manja dan menggemaskan, memang benar kata Sehun-pikir Chanyeol
...
2 jam berlalu, Chanyeol menutup dokumen terakhirnya yang telah ia tanda tangani, ia merapikan dokumennya, lalu melihat Baekhyun yang ternyata tertidur di mejanya dengan kedua tangannya menjadi tumpuan kepalanya. Tak tega membangunkan Baekhyun, Chanyeol mengambil tas Baekhyun dan juga sebuah tas karton berukuran sedang yang berada di mejanya "Apa ini..?" tanya Chanyeol penasaran lalu membuka bungkusan itu, Chanyeol mengambilnya dan ternyata itu adalah sebuah dasi berwarna hitam dengan garis diagonal berwarna putih dan sebuah memo yang bertuliskan
'to : Chanyeol.
from : Baekhyun.'
Dasi itu terlihat sederhana memang, tapi akan terlihat istimewa untuk Chanyeol, karena itu pemberian dari Baekhyun. Ia memasukkan dasi itu kedalam tas, lalu membawanya. Chanyeol mengambil kunci mobilnya, dan berjalan kearah Baekhyun yang masih tertidur pulas. Chanyeol menggendong Baekhyun ala bridal style berjalan keluar dari ruangannya dengan mudah karena memang badan Baekhyun yang sangat ringan, lalu menutupnya, ia berjalan kembali kearah lift lalu memencet tombol di sisi lift, lift terbuka, Chanyeol memasukinya, menunggu hingga mereka sampai di parkiran mobil.
'TING'
Pintu lift terbuka, Chanyeol yang masih menggendong Baekhyun yang sedang tertidur, berjalan kearah mobil sport berwarna kuning miliknya yang terparkir rapi di sana. Chanyeol membuka pintu mobilnya dan mendudukkan Baekhyun di kursi penumpang depan dengan hati-hati dan memasangkan sabuk pengaman. Lalu menutup pintunya, ia berjalan memutar kearah kursi kemudi, membuka pintunya lalu memasukinya, meletakkan tas Baekhyun yang ia bawa tadi di kursi belakang dan tak lupa menutup pintunya, Chanyeol menyalakan mesin mobilnya, hingga ia mengingat bahwa ia harus mengantar Baekhyun pulang kerumahnya, dan tak mungkin membawanya keapartemennya yang masih berantakan. Chanyeol mengeluarkan smartphone-nya dari saku celananya, lalu mendial seseorang yang sangat ia kenal, Kris, kakak dari Baekhyun.
'Yeoboseyo' jawabnya
"Kris, bisa kau beritahu dimana alamat rumahmu..?"
'Untuk apa..?'
"Aku akan mengantar Baekhyun pulang, tadi dia tertidur di ruanganku.."
'Baiklah, akan kukirim lewat pesan..'
"Thanks.." Chanyeol memutus sambungan teleponnya, dan tak lama sebuah pesan muncul di layar smartphone Chanyeol, pesan dari Kris yang berisi alamat rumah kediaman keluarga Wu.
Chanyeol segera melajukan mobilnya membelah jalanan di seoul yang mulai sepi karena waktu telah menunjukkan pukul 9 malam.
Tak sampai 30 menit, Chanyeol telah sampai di depan rumah kediaman Wu, Chanyeol keluar dari dalam mobilnya sambil menenteng tas Baekhyun, lalu berjalan kearah kursi penumpang, membuka pintunya, melepas sabuk pengaman yang ia kenakan pada Baekhyun lalu menggendong Baekhyun yang masih terlelap ke pangkuannya. Chanyeol berjalan kearah pintu masuk tak lupa ia mengunci mobilnya, lalu memencet bel yang berada di samping pintu.
'CKLEK'
Seseorang namja tinggi berambut blonde keluar dari dalam rumah setelah membuka pintu untuk Chanyeol, itu adalah Kris.
"Bawa dia masuk ke kamarnya, kamarnya ada di lantai dua bersebelahan dengan tangga.." titah Kris, Chanyeol mengangguk dan berjalan memasuki rumah megah dengan ornamen china dimana-mana milik Kris dan Baekhyun, walaupun tak semegah kediaman Park. Rumah ini terkesan nyaman dan menenangkan, Chanyeol berjalan menaiki tangga dan berhenti tepat di depan pintu kamar Baekhyun, ia membukanya dan memasuki kamar Baekhyun yang didominasi dengan warna soft dan yang nyaman dipandang, Chanyeol merebahkan tubuh Baekhyun yang masih tertidur diatas ranjang king size milik Baekhyun dan melepas atribut yang menempel di tubuh Baekhyun kecuali baju yang Baekhyun kenakan.
Chanyeol keluar dari kamar Baekhyun, menuruni tangga mendapati Kris yang sedang duduk di ruang tengan sambil menonton televisi dan meminum teh. Chanyeol mendudukkan badannya di sofa samping Kris
"Tinggallah disini sampai besok.. temani Baekhyun.." ucap Kris
"Wae..?"
"Ini sudah malam.. aku tahu kau juga lelah.. lihat kantung matamu yang semakin mirip dengan kakek-kakek itu..haha.." kekeh Kris mengejek Chanyeol
"Bersihkan badanmu, aku sudah membawa baju untukmu.." titah Kris, sambil memberikan baju berlengan panjang dari bahan rajutan berwarna oranye dan celana training berwarna hitam kepada Chanyeol.
"Baiklah.. lalu aku tidur dimana..?" tanya Chanyeol
"Tidur di gudang.. tentu saja di kamar Baekhyun bodoh.. kau kan kekasihnya, jaga dia.. cepat pergi sana.. lama-lama aku mual melihatmu.." usir Kris, Chanyeol menatap datar Kris dan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kembali kekamar Baekhyun.
Chanyeol memasuki kamar Baekhyun, dan melihat Baekhyun yang masih tidur dengan sangat nyenyaknya, ia segera masuk kedalam kamar mandi dan membasuh tubuhnya yang lelah dengan air hangat yang keluar dari shower.
10 menit kemudian Chanyeol keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan pakaian yang diberikan Kris sebelumnya. Ia berjalan kearah ranjang Baekhyun dan menatap Baekhyun yang sedang tidur, berfikir sejenak, kemudian berbalik arah berjalan kearah lemari pakaian Baekhyun dan mencari piyama Baekhyun, dan mengambilnya.
Chanyeol melepas pakaian yang melekat di tubuh Baekhyun dan menggantinya dengan piyama yang baru saja ia ambil di lemari, dan meletakkan pakaian Baekhyun di keranjang baju kotor di sudut kamar "Selesai.. hoaaamm.." Chanyeol menguap lalu merebahkan tubuhnya di samping Baekhyun, sebelum ia terbang ke dunia mimpinya, Chanyeol mengetik pesan kepada Jongin, untuk cuti esok harinya, selesai mengirim pesan, ia meletakkan smartphone-nya di meja nakas yang tak jauh darinya, ia menyamankan letak tidurnya dan menarik badan Baekhyun, memeluk pinggang Baekhyun dari belakang dan menjadikan tangan satunya sebagai bantal tidur Baekhyun. Chanyeol memejamkan kedua matanya dan memasuki alam mimpinya.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun membuka kedua matanya mengerjapkannya perlahan membiasakan matanya mengenai cahaya matahari yang masuk melewati kedua manik indahnya, begitupun juga Chanyeol. Ia berada di kamarnya, berfikir, siapa yang membawanya pulang, dan ia bisa menebak siapa pelakunya. Sadar ada sebuah tangan melingkar di pinggangnya, Baekhyun membalikkan badannya, dan mendapati Chanyeol yang tersenyum kearahnya "Pagi.." sapa Chanyeol, "Kenapa kau tidur disini..?" tanya Baekhyun
"Kris yang menyuruhku menemanimu.." jawab Chanyeol
"Kau tidak ke kantor...?"
"Ani.. aku mengambil cuti.."
"Aish.. akhirnya kau mau melakukannya juga.."
Chanyeol mendekatkan wajahnya kearah wajah Baekhyun, reflek Baekhyun memundurkan kepalanya "Mau apa...?"
"Mana morning kiss untukku..?"
"Apa kau bilang..?" tanya Baekhyun mendorong badan Chanyeol agar menyingkir darinya, dan membuat Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Baekhyun dan menatap lekat mata Baekhyun.
"Aigoo.." Baekhyun memalingkan wajahnya dari Chanyeol dan menutup kedua matanya, "Arra..arra.. ambil saja.." lanjut Baekhyun yang masih sama posisinya.
Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun, menempelkan bibir kissable-nya ke bibir cherry Baekhyun melumatnya perlahan dan menyesapnya, seakan sayang untuk melewatkan setiap inchi bibir Baekhyun, Chanyeol melesakkan lidahnya kedalam mulut hangat Baekhyun, menjelajahinya, membiarkan lidah mereka bertaut, dan saling menyesap saliva lawannya. Permainan mereka semakin memanas, Chanyeol menindih badan Baekhyun tanpa melepas ciumannya. Baekhyun mencengkeram erat baju Chanyeol kemudian memukul dada Chanyeol dan mendorongnya karena Chanyeol tak menghentikan aktivitasnya. Ciuman mereka terlepas, "Wae..?" tanya Chanyeol menjilat bibirnya
"Aku tidak mau kau kelepasan.."
"Waeyo..? sekalian olahraga pagi.." ucap Chanyeol. Baekhyun menatap tajam kearah Chanyeol, "Tidak untuk sekarang, aku tak mau membuat Sehun sakit di hari pertunangannya nanti, mengerti..?" ucap Baekhyun, dibalas anggukan dari namja jangkung yang masih setia menindih badan Baekhyun, "Menyingkirlah, aku ingin kekamar mandi, sedari tadi aku sudah menahan buang air kecil" lanjut Baekhyun sambil mendorong badan Chanyeol, beruntunglah Chanyeol bisa mengontrol dirinya agar tak menyerang Baekhyun, Chanyeol mendudukkan badannya di kasur lalu memeluk bantal dan melihat Baekhyun bangun dari tempat tidurnya, berjalan, menghilang dari balik kamar mandi.
Tak lama Baekhyun keluar dari kamar mandi dengan wajah segar, karena telah mencuci wajahnya-sepertinya, "Kau mau sarapan apa..?" tanya Baekhyun
"Kau bisa memasak..?"
"Lagi.. kau meremehkanku lagi...?"
"Sorry.. masaklah apa saja yang bisa kau masak.."
"Baiklah.. aku kedapur dulu" Baekhyun berjalan keluar dari kamarnya, dan Chanyeol mengikutinya hingga mereka sampai di dapur. Baekhyun mengeluarkan bahan-bahan untuk memasak dari kulkasnya, dan mulai memotongi sayuran, Chanyeol yang memang tak terbiasa memasak hanya melihat Baekhyun yang sedang memotong sayuran di meja makan.
"Kemana Kris Hyung..?" tanya Baekhyun karena tak melihat batang hidung sang kakak, ia berhenti dari kegiatannya, kemudian beranjak dari tempat duduknya, berjalan mencari Kris di kamarnya, dan tak menemukannya, begitupun di ruang kerjanya, dan kembali ke dapur
"Bagaimana..? apa dia ada..?" tanya Chanyeol, dibalas gelengan dari Baekhyun. Chanyeol mengeluarkan smartphone-nya dari saku celananya, dan mendial nomor Kris.
'Yoo..?'
"Kau dimana..?"
'Aku perjalanan ke kantor, wae...?'
"Baekhyun mencarimu.."
'Oh.. katakan padanya aku akan sarapan dikantor, karena aku harus menghadiri rapat pagi ini..'
"Baiklah.." Chanyeol memutus sambungan teleponnya lalu meletakkan smartphone-nya di meja makan, dan menatap Baekhyun yang ternyata telah menatapanya sedari ia menelepon Kris.
"Dia bilang ada rapat pagi ini.. jadi dia buru-buru dan nanti akan sarapan dikantor.." ucap Chanyeol, Baekhyun mengangguk, dan melanjutkan kegiatan memasaknya.
"Mandilah dulu.. masakan ini akan sedikit lama matangnya.." suruh Baekhyun
"Baiklah.." Chanyeol beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kearah kamar Baekhyun
"Ambillah handuk di lemariku dan sikat gigi baru ada di lemari dekat wastafel.." teriak Baekhyun
Chanyeol memasuki kamar Baekhyun lalu menutupnya, semoga ia mendengar ucapan Baekhyun.
15 menit Chanyeol keluar dari kamar Baekhyun dan berjalan menghampiri Baekhyun yang sedang menata perlengkapan makan di meja makan, "Kau sudah selesai..?" tanya Baekhyun, dibalas anggukan dari Chanyeol, Baekhyun menatap tajam kearah Chanyeol "Wae..?"
"Ani.. hanya saja, baju itu" tunjuk Baekhyun kearah baju yang Chanyeol kenakan "Saat Kris Hyung memakainya itu terlihat longgar.. tapi kenapa saat kau memakainya itu terlihat err..pas di tubuhmu.."
"Apa kau baru menyadari kalau badanku atletis..?"
"Haha apa kau bilang..? atletis..?" ucap Baekhyun tersenyum remeh kearah Chanyeol
"Sudahlah, ayo makan.." lanjut Baekhyun duduk di kursi, kemudian mengambil semangkuk kecil nasi yang berada di ice cooker disampingnya, memberikannya kepada Chanyeol dan untuknya. Mereka menyantap sarapan dengan tenang.
"Yeol.." panggil Baekhyun, dan dibalas deheman dari Chanyeol
"Di pertunangan Sehun, kita akan memberikannya hadiah apa..?"
"Kau belum membelinya untuk Sehun..?" tanya Chanyeol dibalas gelengan oleh Baekhyun
"Kita belikan untuknya.. akan kuantar.. tapi sebelumnya aku harus kembali keapartemen untuk mengganti bajuku"
"Baiklah.."
...
Chanyeol berdiri di samping sebuah mobil sport berwarna kuning dengan garis hitam dibagian kap mobilnya, yang di ketahui adalah mobil Chevrolet Camaro ZL1 milik Chanyeol, ia membuka pintunya dan memasukinya, diikuti Baekhyun yang sebelumnya telah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian hangat berwarna grey dengan mantel berwarna biru tua.
Chanyeol melajukan mobilnya keluar dari rumah Baekhyun, dan menuju kearah apartemennya, "Tunggu.. bukankah ini jalan menuju kantormu..?" tanya Baekhyun saat mengetahui jalan yang tak asing untuknya.
"Ya... apartemenku tak jauh dari kantor.." Chanyeol membelokkan stirnya memasuki sebuah gedung apartemen dan memarkirkan mobilnya di basement. "Kajja.." Chanyeol keluar dari mobil, disusul Baekhyun. Mereka berjalan menyusuri lorong apartemen dan berhenti di salah satu lift. Chanyeol menekan tombol yang berada di sisi pintu lift. Pintu lift terbuka, mereka memasukinya kemudian Chanyeol menekan angka yang menuju keapartemennya.
...
'TING'
Pintu lift terbuka, Chanyeol dan Baekhyun melangkahkan kakinya, hingga mereka berhenti di sebuah pintu yang bertuliskan nomor 61 yang Baekhyun duga adalah apartemen Chanyeol, Chanyeol menekan number code yang berada di kotak di sisi tembok samping pintu
'KLIK'
Pintu terbuka, Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki apartemennya. Baekhyun yang baru saja masuk melihat pemandangan yang sedikit menyakiti matanya. Apartemen Chanyeol yang sedikit berantakan. "Maaf kalau apartmenku sedikit kacau.. aku belum sempat membersihkannya.." ucap Chanyeol. "Duduklah aku akan ganti baju.." lanjutnya, lalu memasuki kamarnya. Baekhyun mengedarkan pandangannya ke-sekeliling apartemen Chanyeol yang luas, apa dia membersihkannya sendirian..?-pikir Baekhyun. Belum Baekhyun akan mengambil beberapa sampah yang berserakan di lantai.
'CKLEK'
Pintu kamar Chanyeol terbuka dan menampakkan sosok Chanyeol yang keluar dari kamar mengenakan kaos hitam yang terlihat dibalik hoodie berwarna merah, dibalut mantel hitam yang terlihat tidak terlalu tebal dan celana jeans berwarna hitam.
"Ayo kita pergi.." ajak Chanyeol berjalan kearah pintu. Baekhyun langsung berdiri dan mengikuti Chanyeol keluar dari apartemennya.
...
"Jadi.. kita akan membeli apa..?" tanya Chanyeol saat mereka telah sampai di sebuah toko hadiah.
"Yang pasti sesuatu yang akan berguna untuk mereka.." jawab Baekhyun sambil mengetuk-ngetukkan telunjuknya di dagu dan berfikir
"Bagaimana kalau perlengkapan bayi..?" celetuk Chanyeol dibalas death glare dari Baekhyun
"Yha.. kau pikir Luhan ge akan melahirkan..?!" Baekhyun mencubit pelan pinggang Chanyeol
"Haha aww...aku hanya bercanda.." kekeh Chanyeol meringis mendapat cubitan dari Baekhyun
"Bagaimana kalau gelas wine monogram..?" usul Baekhyun
"Ide bagus.. kita berikan satu botol wine juga..kalau bisa masukkan sekalian obat perangsang, hahaha.."
"Yhaa.. dasar mesum!"
.
.
.
.
Engagement Day
Acara pertunangan Sehun dan Luhan berjalan dengan sangat lancar, semua saudara, kerabat, kolega, dan investor yang diundang hadir disana. Tak terkecuali Kris, Baekhyun, dan Chanyeol.
"Selamat ne Sehun-ie.." ucap Baekhyun, memberi selamat kepada Sehun saudara kembarnya.
"Nde..gomawo.. kau sendiri kapan bersama Hyung-ku..?" tanya Sehun
"Aish.. jangan membicarakan itu.."
"Hai Sehun, Baekhyun.." sapa seseorang yang mereka kenal yang memiliki mata tupai khas dengan suara husky-nya
"Hai juga Jung seonsaengnim.." balas mereka
"Selamat ya Sehun..aku turut bahagia sebagai mantan dosen pembimbingmu.." ucap Jung Yunho dosen pembimbing dari Baekhyun dan Sehun
"Thanks.."
"Kau sendiri kapan Baekhyun..?" tanya Yunho
"Molla.." jawab Baekhyun singkat
"Ah.. maafkan aku.. aku harus pergi..kalian nikmati pestanya dulu..bye.." ucap Sehun berpamitan sebelum ia pergi meninggalkan Baekhyun dan Yunho
"Bagaimana kabar Jaejoong Hyung ssaem..?" tanya Baekhyun
"Dia baik-baik saja.. dan sekarang dia menjadi uji coba laboratorium untuk 'male pregnancy'"
"Woah.. apa dia hamil ssaem..?" tanya Baekhyun penasaran
Yunho merangkul pundak Baekhyun "Tentu saja.., dan sekarang sudah menginjak bulan yang ke-lima"
"Waah..selamat ya ssaem..semoga bayi dan Jaejoong Hyung sehat..."
"Ne..thanks Baek.."
Seorang namja tinggi yang sedari tadi memperhatikan kedua orang yang mengobrol dan terlihat sangat dekat membuatnya sedikit gusar dengan pemandangan itu. Chanyeol berjalan kearah Baekhyun setelah meletakkan gelas wine di meja.
"Baekhyun bisa ikut aku sebentar..?" ucap Chanyeol
"Ada apa..?" tanpa ijin Chanyeol langsung menarik tangan Baekhyun dan berjalan menjauh keluar dari ruangan, dan berakhir mereka berada di parkiran
"Wae..? kau menarikku sampai kemari..?" tanya Baekhyun
"Apa maksudnya tadi..?"
"Apanya..?"
"Kenapa kau sangat dekat dengan namja itu..?"
"Eoh..kau cemburu..?"
"Berhenti mendekati namja itu Baek..kau hanya milikku..!"
"Yha.. dia dosen pembimbingku dan juga Sehun di Caltech, kami memang dekat, kau tidak bisa sembarangan cemburu kepadaku seperti itu.."
"Tetap saja tidak boleh.."
"Aish.. kau ini kenapa..? dasar aneh..!" ucap Baekhyun, membalikkan badannya berniat kembali ketempat acara pertunangan, sebelum sebuah tangan menariknya lagi
"Kita pulang sekarang.. dan.. mulai detik ini.. kau tinggal bersamaku di apartemen"
"MWO..? aku tidak mau!"
"Tak ada penolakan.." ucap Chanyeol, menarik tangan Baekhyun menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mereka berada. Baekhyun yang tadinya meronta akhirnya menurut saja saat Chanyeol menarik tangannya dan mendudukkannya di kursi penumpang mobil Chanyeol. Chanyeol masuk kedalam mobilnya dan duduk di kursi kemudi, menyalakannya dan menjalankan mobilnya keluar dari gedung.
Baekhyun melipat kedua tangannya di dada dan tak melirik kearah Chanyeol sedikitpun. Marah? Mungkin, saat mengetahui bahwa Chanyeol ternyata orang yang overprotective padanya.
...
"Turun dan kemasi bajumu.." titah Chanyeol saat mereka telah sampai di rumah Baekhyun, Baekhyun membuka pintu mobilnya kemudian turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju rumahnya yang masih sepi karena memang Kris, Sehun dan Luhan belum kembali dari pesta pertunangan.
Dengan malas-malasan, Baekhyun memasukkan pakaiannya kedalam kopernya. "Kenapa jadi begini..kenapa aku jadi menuruti tiang listrik menyebalkan itu?, lalu bagaimana dengan Kris Hyung? Sehun? Luhan ge..? siapa yang memasakkan untuk mereka..?" ucap Baekhyun bermonolog "Aish. Bukannya Luhan ge bisa memasak ya...? dan katanya lusa Tao akan kembali dari china, dan menetap di sini..? jadi apa yang perlu ku khawatirkan..?" ucapnya lagi, "Tapi jarak apartemen Chanyeol ke hotel lumayan jauh.. jadi mana yang harus kupilih..? aish..ini membuatku frustasi.." Baekhyun mengacak rambutnya frustasi karena pikirannya sangat penuh untuk saat ini.
"Berhentilah bertingkah seperti orang gila, aku akan mengantar jemput-mu ke hotel.." ucap Chanyeol mengejutkan Baekhyun karena Chanyeol yang tengah berdiri bersandar di pintu kamarnya
"Sejak kapan kau disitu..?"
"Sejak kau bermonolog sendiri dan mengataiku tiang listrik menyebalkan.."
"Aish.."
"Cepat selesaikan mengemasnya, aku sudah menelepon Kris, dan memberitahunya kalau kau pindah ke apartemenku.. dia menyetujuinya.."
"Arraseo.." Baekhyun kembali mengemasi pakaiannya dan menggunakan 3 koper besarnya untuk menampung semua bajunya. Itu belum termasuk sepatu, dan yang lainnya.
...
Mereka sampai di apartemen Chanyeol dengan membawa koper-koper milik Baekhyun, dan dibantu oleh beberapa pegawai apartemen juga untuk mengangkut koper besar Baekhyun. Mereka memasuki apartemen Chanyeol dan meletakkan koper besar Baekhyun di ruang tengah dekat dengan kamar Chanyeol, dan pergi setelah selesai, tak lupa Chanyeol dan Baekhyun mengucapkan terima kasih kepada mereka.
"Jadi sekarang..? aku tidur dimana..?" ucap Baekhyun menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencari apakah ada kamar yang bisa ia pakai untuk tidur.
"Tentu saja kau tidur bersamaku.. dan untuk bajumu..besok aku akan membelikan lemari yang besar untukmu"
"Mwo..? tidur denganmu..?"
"Ne..wae..?"
"Ani... hanya saja.. aku belum terbiasa..jadi bagaimana kalau kita tidur terpisah saja..?"
"Tidak..! bukankah kita sudah beberapa kali tidur bersama..? aku rasa itu tak bisa jadi alasan yang berarti untuk kita tidur terpisah"
"Aish..menyebalkan sekali.." Chanyeol tersenyum penuh kemenangan melihat Baekhyun yang pasrah saat kalah berdebat dengannya.
...
Baekhyun melepas mantelnya, meletakkannya di kasur Chanyeol dan mendudukkan badannya di sana. "Lalu sekarang bajuku akan di taruh dimana..? jika menunggu besok, aku sangat sibuk.." ucap Baekhyun.
"Aku akan menyuruh maid dirumah untuk merapikan barang-barangmu saat lemarinya datang.." jawab Chanyeol sambil mengganti pakaiannya
"Baiklah kalau begitu.."
.
.
.
.
.
Keesokan harinya
Chanyeol mengantar Baekhyun ke hotelnya sebelum ia pergi kekantor. Baekhyun keluar dari mobil Chanyeol,
"Pukul berapa kau pulang..?" tanya Chanyeol yang masih berada di kursi kemudi
"Mungkin sekital pukul 5 sore, nanti akan kutelepon jika pekerjaanku telah selesai.." jawab Baekhyun
"Baiklah.."
"Berhati-hatilah dijalan.." ucap Baekhyun, dibalas anggukan dari Chanyeol. Baekhyun menutup pintu mobil Chanyeol dan berjalan memasuki hotel-nya, begitu dengan Chanyeol, ia segera menjalankan mobilnya menuju kantornya.
.
.
.
'TOK..TOK..TOK..'
"Masuk.." ucap Baekhyun yang sedang memakai mantelnya, karena ia telah dijemput Chanyeol yang masih dalam perjalanan
'CKLEK'
"Hyung.." ucap seorang namja berambut karamel berwajah lembut dengan senyuman menawan masuk kedalam kantor Baekhyun dengan hati-hati
Baekhyun berbalik dan melihat kedatangan seseorang yang ternyata ia kenal, Jung Jinyoung anak asuhnya yang setahun lebih tua darinya, tapi entah kenapa ia memanggil Baekhyun, tapi Baekhyun tak keberatan, Baekhyun tersenyum kearah namja itu "Jinyoung ah...masuklah" ajak Baekhyun melambaikan tangannya. Namja bernama Jinyoung itu berjalan kearah Baekhyun dan duduk di sebuah sofa yang berada di ruangan Baekhyun
"Kau sendirian..?" tanya Baekhyun dan dibalas anggukan dari Jinyoung
"Kau tidak tersesat kan tadi..? tidak ada yang menyakitimu kan..?" tanya Baekhyun mulai khawatir.
"Tidak Hyung.. aku sampai kemari dengan selamat..karena tadi ada orang baik yang mengantarku..sampai kemari.."
"Jinjja..? nuguya..?"
"Emm..." Jinyoung nampak berpikir "Namanya.. Gong Chan Shik kalau tidak salah.." ucap Jinyoung
Baekhyun melihat jam yang melingkar di tangannya "Aigoo... aku harus segera pulang.., karena Chanyeol pasti menungguku.."
"Chanyeol...?"
"Ah iya aku lupa belum memberitahumu... dia adalah.. kekasihku..hehe.."
Jinyoung berdiri dari duduknya, ia langsung menerjang Baekhyun dan memeluknya erat, "Waaa...akhirnyaaa.. Baek Hyung memiliki kekasih..." ucapnya senang sambil menciumi pipi Baekhyun.
'CKLEK'
Chanyeol membuka pintu ruangan Baekhyun, langkahnya membeku saat ia melihat pemandangan yang membuat amarahnya memuncak, seorang namja yang tak ia kenal sedang memeluk dan mencium kekasihnya, Chanyeol berjalan kearah Baekhyun dan menarik baju belakang namja yang memeluk Baekhyun.
'BUGH'
Kepalan tangan Chanyeol mendarat tepat di pipi namja yang bernama Jinyoung itu, Jinyoung jatuh tersungkur di lantai ruangan Baekhyun dengan pipi yang memar, sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar dan tatapan kosong di matanya, Chanyeol hampir saja akan mengahajar Jinyoung kembali jika tidak Baekhyun memeluk Jinyoung yang masih terduduk di lantai.
"HENTIKAN PARK CHANYEOL!" Chanyeol menahan dirinya saat melihat Baekhyun memilih melindungi Jinyoung daripada Chanyeol yang notaben adalah kekasih sah-nya.
Tangan Chanyeol mengepal kuat dan pergi meninggalkan Baekhyun. Ia berjalan cepat menuju tempat parkir mobilnya dan tak jarang ia menabrak beberapa orang yang berada di depannya.
Chanyeol memasuki mobilnya dan memukul brutal ban stirnya "Sial.. apa maksudnya semua ini.?" Geram Chanyeol menumpukan kepalanya di ban stirnya.
Chanyeol menyalakan mesin mobilnya, dan menjalankannya keluar dari gedung hotel itu, berencana pulang keapartemen sekedar untuk mengistirahatkan badannya yang sangat lelah. Dan ia masih cukup waras untuk tak mabuk kali ini, karena perutnya yang kosong sedari siang tadi, ia tak mau mengambil resiko jika terjadi apa-apa dengan tubuhnya jika ia mabuk nanti.
..
Chanyeol memutuskan untuk berkeliling seoul mencari udara segar untuk mengisi paru-parunya yang sedikit sesak dan melupakan sedikit kejadian yang menimpanya tadi, dan berfikir, kenapa Baekhyun bertindak seperti itu. Saat pikiran dan hatinya cukup tenang ia melajukan mobilnya menuju apartemennya.
.
Sesampainya Chanyeol di dekat apartemennya ia dikejutkan oleh sosok yang berdiri di depan apartemennya, Baekhyun berdiri di depan pintu apartemen Chanyeol sambil menunduk dan memainkan kancing mantel tebalnya dengan mempoutkan bibirnya lucu, jika sekarang Chanyeol tak berada dalam mode marah, bisa saja dia melahap habis bibir Baekhyun.
Chanyeol berjalan mendekat kearah pintu apartemennya. Baekhyun yang menyadari ada seseorang di depannya langsung mengangkat kepalanya dan melihat sosok Chanyeol berdiri di depannya dengan wajah datar.
"Yeol.." panggil Baekhyun dengan suara yang sangat pelan
"Menyingkirlah.." Chanyeol menggeser tubuh Baekhyun yang menghalanginya masuk kedalam apartemen.
"Yeol..maafkan aku.. aku tak bermaksud begitu padamu.. aku tak bisa meninggalkannya.." ucap Baekhyun pelan sambil menundukkan kepalanya
"Oh, jadi kau lebih memilih laki-laki brengsek yang memelukmu dan mencium pipimu di ruanganmu daripada aku..? kau memang murahan Baekhyun" ucap Chanyeol tersenyum remeh kearah Baekhyun.
'PLAK'
Baekhyun menampar pipi Chanyeol dengan nafas memburu menahan amarahnya, Chanyeol yang mendapat tamparan menatap tak percaya kearah Baekhyun.
"Jika kau tak mengerti duduk permasalahannya, jangan sekali-kali kau mengatakan itu Park Chanyeol! Asal kau tau.. dia adalah anak asuhku.. dia tidak seberuntung kita yang normal, dan kau sudah membuat rasa traumanya muncul kembali karena kau telah memukulnya seperti itu..!" teriak Baekhyun
"Apa kau bilang?"
"Dia anak asuhku, dia memiliki trauma terhadap bentuk kekerasan, karena dia dulu menjadi korban pemukulan dari orang Tuanya. Aku dan Sehun menyelamatkannya dan menyembunyikannya hingga mendapat info jika kedua orang Tuanya telah mati. Dan semenjak itu dia selalu menempel pada kami. Dan hanya kami yang dia percaya. Saat dia mulai bisa berinteraksi kembali dengan orang lain. Kau datang dan memukulnya tiba-tiba seperti itu.." ucap Baekhyun "Kau tahu.. kau sangat menyebalkan Yeol hiks.. betapa sulitnya aku mengembalikan kepercayaannya terhadap orang lain..kau jahat..hiks.. apa kau juga tak mempercayaiku kalau aku hanya mencintaimu..?" air mata Baekhyun pecah, ia memukul brutal dada Chanyeol, Chanyeol memeluk erat tubuh Baekhyun yang masih bergetar karena menangis. Chanyeol memejamkan erat kedua matanya. Betapa beruntungnya karena ini hanya salah paham dan kenyataan bahwa Baekhyun hanya mencintainya itu membuatnya sangat lega, karena mendengar langsung dari mulut Baekhyun.
Chanyeol melepas pelukannya dan menghapus jejak airmata di pipi Baekhyun.
"Maafkan aku Baek.., aku sangat menyesal.."
"Sudah seharusnya.. kau memang sangat brengsek Park Chanyeol..nappeun namja eoh..."
"Mianhae.."
"Jika saja kau bukan siapa-siapa-ku sudah kuhajar sedari tadi.."
"Memang kau bisa menghajarku..?"
"Kau mau kujambak lagi..?"
"A-ani...jangan lakukan itu lagi.., kau boleh memukuliku asal jangan menjambak rambutku lagi.." ucap Chanyeol memegang kepalanya.
"Hahaha...baiklah.. tapi traktir aku makan ice cream.."
"Hah..? aku yang marah kenapa kau yang jadi meminta ice cream padaku..?"
"Aku juga marah padamu, karena kau sudah seenaknya sendiri merusak hasil usahaku selama ini untuk membuat Jinyoung kembali mempercayai orang lain.."
"Maaf.."
"Kau harus membantuku mengembalikan Jinyoung lagi.. jika tidak..kau akan tahu akibatnya.."
"Jadi namanya Jinyoung..? arra..arra..aku akan membantumu.."
"Jung Jinyoung lebih tepatnya.. sekarang traktir aku makan ice cream.." ucap Baekhyun langsung menarik tangan Chanyeol dan berjalan menuju lift.
.
.
.
.
.
Chanyeol keluar dari kamar mandi yang berada di kamarnya hanya dengan lilitan handuk menutupi tubuh bagian bawahnya dan sebuah handuk yang ia pakai untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Ia mendudukkan tubuhnya di kasur yang mana Baekhyun sedang membaca novel detektif favoritnya 'Sherlock Holmes'.
"Yeol.." panggil Baekhyun, dibalas deheman dari bibir Chanyeol yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk
"Kau tahu bukan jika aku dan Sehun kembar..?"
"Lantas..?"
"Aku juga bisa berperan menjadi seme..kau mau mencoba menjadi uke-ku Yeollie..?"
"Tidak akan selamanya.." ucap Chanyeol santai
"Ayolah sekali saja..." Baekhyun memohon dengan puppy-eyes-nya
"Tidaak.. sekali tidak tetap tidak Park Baekhyun.." tolak Chanyeol yang tak mempan dengan puppy eyes Baekhyun
"Aish..peliit.. jangan menyentuhku kalau begitu sebelum kau mau menjadi uke-ku.." Baekhyun memputkan bibirnya dan menyilangkan kedua tangannya di dadanya
"Bagaimana bisa kau menjadi seme sedangkan badanmu lebih mungil daripada aku..? dan juga lihat, kau bersikap manja seperti itu padaku"
"Yha.. akan kubuktikan kalau aku bisa memasukimu.."
"Coba saja sampai kau berhasil Park Baekhyun.." tantang Chanyeol mencolek hidung Baekhyun, kemudian beranjak dari duduknya dan berganti baju setelah ia memilih baju dari lemarinya.
Chanyeol merebahkan tubuhnya yang lelah di samping Baekhyun, Baekhyun menangkup kedua pipi Chanyeol "Ada apa..?" tanya Chanyeol
"Sekali saja kau jadi uke-ku..ne.."
"Tidak akan.." Baekhyun kembali mempoutkan bibirnya. Chanyeol memeluk pinggang Baekhyun dan merebahkan tubuh Baekhyun di sampingnya. "Aku lelah berdebat denganmu hari ini Baek.. bisakah kita tidur...? hari ini terlalu banyak kejadian yang membuatku shock.." ucap Chanyeol mengecup bibir Baekhyun lalu menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka dari cuaca yang semakin ekstrem, "Baiklah.." ucap Baekhyun sembari menyamankan posisinya di pelukan Chanyeol yang hangat, mereka memejamkan mata dan memasuki alam mimpi mereka.
.
.
.
.
.
.
"Kau menyukai dasi ini..?" tanya Baekhyun saat Chanyeol memberikan dasi pemberian dari Baekhyun beberapa hari yang lalu, untuk dipasangkan di kemeja kerja-nya.
"Nde.. apapun itu.. selama kau yang memberinya aku menyukainya.."
"Walaupun itu hanya benda sederhana seperti ini..?"
"Tentu saja.."
"Ingat.. kau harus meminta maaf kepada Jinyoung sepulang menjemputku nanti..jika pekerjaanmu belum selesai, bawa saja pulang, akan kubantu mengerjakannya.. arraseo..?" ucap Baekhyun sembari memasangkan dasi pemberiannya untuk Chanyeol
"Arraseo.." selesai memasang dasi, Baekhyun membantu Chanyeol memakai jas-nya dan merapikannya
"Selesai.."
Baekhyun mengambil mantel tebalnya berwarna grey yang menggantung di lemari besar berbahan kaca yang dibelikan Chanyeol khusus untuknya, lalu menyampirkannya di lengan kirinya, dan juga mengambil mantel panjang milik Chanyeol berwarna coklat susu yang tak terlalu tebal.
Mereka keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan yang mana telah tersedia sarapan di atas meja hasil masakan Baekhyun tentu saja.
Mereka melewati waktu sarapan dengan tenang dan sesekali mengobrol ringan.
.
.
.
.
"Pagi Jong.." sapa Chanyeol saat bertemu Jongin sahabatnya, saat ia telah berada di kantor
"Pagi Yeol.. bersemangat sekali hm..?"
"Yha.. memang seperti ini kan.., oiya.. aku tidak bisa lembur mulai sekarang..." ucap Chanyeol melepas mantel-nya
"Baekhyun yang melarangmu..?" tanya Jongin
"Tentu saja.. memang siapa lagi.."
"Haha.. sudah kutebak.., lagipula itu juga untuk kebaikanmu sendiri.. kurasa Baekhyun sangat perhatian padamu..benar..?"
"Ya.. begitulah.."
"Bagaimana hubunganmu dengan sepupuku Kyungsoo..? apakah lancar..? beberapa minggu ini aku tak pulang kerumah.. jadi aku tak tahu keadaannya.."
"Dia..sudah..emm...itu.." ucap Jongin berfikir
"Yha.. seriuslah sedikit.." geram Chanyeol
"Kami..sudah tinggal bersama...hehe.."
"Apa?! Sejak kapan..?"
"Seminggu yang lalu.."
"What..? jadi artinya..? kalian..sudah..berpacaran..?" tanya Chanyeol
"Yaa.. begitulah.." jawab Jongin tersenyum kearah Chanyeol
"Woah.. kau tak mau ketinggalan rupanya Jongin-ah..kekeke..." kekeh Chanyeol
"Aish.."
"Pasti kau sudah merasakan tubuhnya..?"
"Emm...tentu saja.."
"Benarkah? berapa kali..?"
"Sangat banyak.."
"Mwoo..?"
"Wae..? memangnya kau tidak seperti itu dengan Baekhyun..? apalagi kau yang mesum tingkat akut itu.."
"Asal kau tahu Kim Jongin aku hanya melakukannya sekali saja..karena aku banyak menghabiskan perdebatan dengan Baekhyun setiap malam sebelum tidur.."
"Hahaha..poor you.."
"Yha..diam kau.."
.
.
.
.
"Aduh perutku..." ucap Chanyeol merasakan perutnya semakim lama terasa tidak nyaman dan melilit, ia memutuskan untuk pergi ke dokter untuk memeriksakan perutnya. Ia menyambar kunci mobilnya dan berjalan keluar ruangan dan memberitahu sekretarisnya kalau dia akan keluar mencari makan siang, karena memang kebetulan sekarang adalah jam makan siang.
..
Sesampainya Chanyeol di klinik dan bertemu dengan dokter, Chanyeol menjelaskan bagaimana perutnya bisa terasa sakit, sang dokter mengangguk dan mulai memeriksa perut Chanyeol, menekannya pelan, dan menulis resep obat untuk Chanyeol.
"Ini.. silahkan kau membelinya di apotik depan Tuan.." ucap sang dokter yang bername tag 'Gong Chan Shik'
"Dan kuharap kekasih anda mau memasukkannya ke lubang anus anda Tuan Park.." lanjutnya
"Apa..? lubang anus..?" tanya Chanyeol memastikan
"Ne.. kau terkena sembelit Tuan Park.."
"Sembelit..?"
"Ya.. kau mengatakan padaku bahwa kesulitan saat buang air besar.. dan itu adalah sembelit.. tidak parah, saat obat itu dimasukkan, dalam 10 menit anda akan merasakan efeknya, dan anda akan mudah mengeluarkannya.." jelas sang dokter dengan senyuman angelic-nya.
"Ehm..begitu.. baiklah.. terima kasih dokter.."
"Sama-sama Tuan Park.. semoga lekas sembuh.."
Chanyeol keluar dari ruangan sang dokter dan menuju ke apotik yang berada di luar ruangan dokter, dan menebus resep obatnya, ia terheran karena hanya mendapatkan sarung tangan steril dan 2 buah obat saja, obat itu terasa dingin dan sedikit lembek jika ditekan, ini sebenarnya obat atau apa? –pikir Chanyeol
Chanyeol membayar obat itu dan segera kembali ke kantornya, ia tak menyangka bahwa ia terkena sembelit dan membayangkan Baekhyun memasukkan obat itu kedalam anusnya, demi apa bisa jatuh harga diri seorang Park Chanyeol, tapi masa bodoh untuknya, yang penting dia sembuh.
.
.
.
.
Saat sore menjelang, Chanyeol membereskan tumpukan dokumennya yang masih belum selesai ia tanda tangani dan menyalinnya di agenda-nya dan dibantu Jongin memasukkannya kedalam mobilnya berniat mengerjakannya di rumah.
"Thanks Jong, sudah membantuku.."
"Itulah gunanya sahabat.."
"Ya..ya.. baiklah aku pergi dulu.. Baekhyun sudah menungguku.."
"Oke..berhati-hatilah dijalan.."
Chanyeol memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya kearah hotel Baekhyun.
...
Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki hotel, karena Baekhyun menyuruhnya untuk menemuinya, karena ada Jinyoung di lobby bersamanya, dan menyuruh Chanyeol meminta maaf pada Jinyoung atas insiden Chanyeol memukul Jinyoung.
Pandangan Chanyeol mengarah pada Baekhyun yang sedang bergurau dengan Jinyoung di sebuah sofa yang berada di lobby. Chanyeol berjalan mendekat, "Yeol..kemarilah.." ucap Baekhyun membuat Jinyoung menolehkan wajahnya kearah dimana Baekhyun melambaikan tangannya kepada seseorang. Saat Chanyeol semakin dekat jinyong langsung merapat ke punggung Baekhyun dan menyembunyikan wajahnya disana "Tenanglah Jinyoung-ah.. dia tak akan menyakitimu.. dan dia kemari untuk meminta maaf padamu soal kemarin.." ucap Baekhyun menenangkan Jinyoung yang tengah ketakutan melihat Chanyeol.
"Baekhyun benar.. aku kemari untuk meminta maaf padamu Jinyoung-ah.. aku salah paham, karena kukira kau ada kekasih lain dari Baekhyun.." ucap Chanyeol panjang lebar menjelaskan permasalahan kemarin. Jinyoung mengintip dari balik punggung Baekhyun, dan melihat Chanyeol tersenyum kearahnya.
"Keluarlah.. aku berjanji tak akan memukulimu lagi.. dan jika boleh.. maukah kau berteman denganku..?" tawar Chanyeol mengulurkan tangan panjangnya kearah Jinyoung, dengan senyuman yang tak hilang di wajah tampannya. Jinyoung nampak berfikir, kemudian ia membalas uluran tangan Chanyeol dan menjabat tangan Chanyeol dengan senyuman yang mengembang di bibirnya dan anggukkan.
Baekhyun tersenyum melihat tingkah dewasa Chanyeol, ia tak menduga bahwa mereka akan sangat akrab, terlebih Jinyoung yang sudah mulai membaik dari traumanya.
..
Mereka mengantar Jinyoung kembali ke rumah yang berisi beberapa anak asuh Baekhyun yang lainnya.
"Sebanyak ini anak asuhmu Baek..?" tanya chaneYeol saat memasuki sebuah rumah yang mirip seperti asrama.
"Ne.. mereka yang disini adalah yang sudah berada di tingkat kuliah, ataupun menjadi pegawai di perusahaan Wu dan di hotel.. untuk menghemat supaya mereka bisa menabung untuk masa depan mereka kelak.., setiap orang memiliki haknya untuk bahagia dan meraih cita-cita mereka.. dan kami hanya memberikan jalannya, sisanya mereka yang berusaha untuk meraihnya.." jelas Baekhyun.
"Kau tahu betapa bahagianya bisa berbagi dengan mereka, walaupun terkadang ada yang menyakitkan, dan mengkhianati, tapi kami yakin, pasti ada hal yang luar biasa indah menanti kami.." lanjut Baekhyun
Chanyeol memeluk erat Baekhyun, mengatakan pada dirinya sekali lagi. Betapa bahagia dan beruntungnya ia memiliki Baekhyun, dan ia berjanji pada dirinya sendiri tak akan membiarkan Baekhyun pergi dari hidupnya hingga maut memisahkan mereka.
"Ayo kita pulang.." ajak Baekhyun, setelah Chanyeol melepas pelukannya. Chanyeol mengangguk dan menggandeng tangan Baekhyun. Mereka berpamitan kepada semua orang yang berada di ruang tengah bersama mereka tadi. Mereka berjalan keluar dari rumah dan memasuki mobil Chanyeol. Chanyeol melajukan mobilnya ke apartemen mereka.
.
.
Baekhyun yang sedang asik menonton televisi sambil memakan cemilan dikejutkan oleh Chanyeol yang tiba-tiba berdiri di depannya, Baekhyun mendongakkan wajahnya dan menatap Chanyeol "Ada apa..? kau menghalangiku menonton film itu.." ucap Baekhyun mencoba menyingkirkan tubuh jangkung Chanyeol, Chanyeol memberikan bungkus yang berisi sarung tangan dan sebuah obat yang masih terbungkus kepada Baekhyun
"Apa maksudnya ini..?" tanya Baekhyun bingung menatap kedua tangannya yang membawa bungkus berisi sarung tangan dan sebuah obat dan kembali menatap Chanyeol.
"Masukkan obat itu kedalam anusku..?"
Baekhyun mengerutkan keningnya nampak berfikir mencerna kata-kata Chanyeol. Dan sebuah ingatan muncul di kepalanya karena dulu sekali ia pernah memasukkan obat yang berbentuk seperti peluru ke anus Hyung-nya "Kau sembelit..?" tanya Baekhyun, dan dibalas anggukan dari Chanyeol.
"Sejak kapan..?"
"Dua hari yang lalu.."
"Aigoo..kenapa harus aku yang memasukkannya..?"
"Apa kau mau dokter atau perawat itu yang memasukkannya..?"
"Biasanya begitu kan..?" ucap Baekhyun dengan tampang tak berdosa-nya
"Baek.." panggil Chanyeol dengan wajah datarnya.
"Arra..arra.. ayo ke kamar, akan kumasukkan.." Baekhyun meletakkan wadah berisi snack di meja dan beranjak dari tempat duduknya, berjalan kearah kamar, dan diikuti Chanyeol berjalan di belakangnya.
Chanyeol duduk di atas kasurnya, sedangkan Baekhyun membuka bungkus sarung tangan steril kemudian memakainya, selanjutnya ia membuka bungkus obat yang benar dugaannya berbentuk seperti peluru yang sedikit lembek. "Lepas celanamu, lalu menungging" perintah Baekhyun dan langsung di lakukan oleh Chanyeol, Chanyeol melepas celananya kemudian menungging diatas kasur, Baekhyun yang melihat itu menahan tawanya dan terlintas ide nakal di otaknya, Baekhyun berjalan mendekati Chanyeol dan melihat lubang anus Chanyeol, Baekhyun yang masih menahan tawanya hanya bisa menutup rapat mulutnya dengan sebelah tangannya, hingga ia menghembuskan nafas panjang dan mulai menenangkannya dari menahan tertawanya, "Kenapa lama sekali..?" tanya Chanyeol
"Ne.. ne.. ini baru saja mau kumasukkan.." jawab Baekhyun
Chanyeol bergerak gelisah saat sebuah benda asing memasuki lubang-nya dengan lambat, Baekhyun menepuk pantat Chanyeol "Diamlah, ini belum masuk sepenuhnya.." Chanyeol menghembuskan nafas kesal, karena sepertinya Baekhyun bermain-main dengannya.
Baekhyun yang mengingat bagaimana rasanya saat hole-nya dimasuki oleh junior Chanyeol, membuatnya kesal sendiri, dan sepertinya aksi balas dendam akan ia lakukan sekarang. Baekhyun memasukkan ketiga jarinya kedalam anus Chanyeol sekaligus mendorong obat itu untuk masuk lebih dalam dengan cara sedikit tidak manusiawi.
'JLEB'
"AKKKHHHH...AHHHSSS...INI SANGAT MENYAKITKAAANN!" teriak Chanyeol kesakitan
"Kau kenapa Yeollie..? apa itu terasa sakit sayangku..?" tanya Baekhyun setelah ia mengeluarkan jarinya dari lubang anus Chanyeol.
"Tak bisakah kau tak melakukannya, ini SAKIIITTT rasanya aku ingin pingsan..." geram Chanyeol sambil memegangi pantatnya yang terasa panas dan sedikit perih
"Kau yang memulainya duluan Chanyeol-ku sayang... dan kau sekarang bisa merasakan betapa sakitnya itu...uuuh...hahaha"
"Sial.."
"Hahaha... rasakan.." Baekhyun melepas sarung tangannya kemudian membuang di tempat sampah
"selamat diare Yeol sayang.. hahahaha..." tawa Baekhyun, kemudian keluar dari kamar Chanyeol.
"Sial, dia berhasil memasukiku walau hanya jarinya saja.. aish.." ucap Chanyeol yang meringkuk di kasur. Tak lama peutnya terasa sangat sakit, Chanyeol beranjak dari tempat tidurnya dan berlari kearah kamar mandi. Sepertinya ucapan Baekhyun benar, ia akan diare dalam beberapa waktu.
Baekhyun duduk dan tersenyum penuh kemenangan sambil memakan cemilannya dan menonton film yang belum selesai ia tonton, karena ia sukses memasuki Chanyeol secara tak langsung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
...
.
Akhirnyaa... omegaat... tangan keriting... 8k+ dua kali lipat daripada biasanya bikin..muehehe..saya khusus bikin ini jadi panjang../xD
Gimana ceritanyaa..? seru..? atau terkesan lambat n ngebosenin..?
Seharusnya cerita ini udah selesai tggal 22 juli kemaren, berhubung saya yang lagi ultah /slap /gk ada yg nanya , saya digeret kakak n kakak ipar buat traktir mereka.. dan alhasil uang saya ludes, dompet langsung kempes, FF terbengkalai.. xD
Waktunya balas riview...yang ternyata banyak pake banget.. mana 2 chapter.. xD
Jadi..kyaknya...gimana ya bales ini riview.../bingung tingkat akut
Maafkan saya yang males ini, bukan karena sombong, tapi emang saya dasarnya males.. xD , apalagi kerjaan saya juga numpuk... jadi.. yang bisa saya PM, review nya saya bales lewat PM aja, dan yang gk bsa d PM saya bales disini..deal? oke/slap
Chap 8
Chanbaek P : kkk... iya ya.. kok saya gk keprikiran.. xD /slap. But thanks buat sarannya.. membantu banget.. xD
Meydita : waduh sampe sujud syukur gitu..? emg blm nyampek konflik..hehe.. muehehe.. ne..ne..saya bakal bikin ni cerita sampe end..
Byun92 : woah.. terima kasih..., iyakah..? emg biasanya gmana si baekhyun..? xD /slap , sebenernya sih saya lebih suka mereka pake karakter asli, kalau galak ya galak.. kalau lembut ya lembut.. /apa ini
Yolloe : ne.. mereka kembar.. kan saya yang bikin.. xD /slap. Wah buat chanbaek nikah.. kayaknya belom deh.. biar sehun duluan... xD iyap gpp kok.. walau dikit udah bikin saya seneng..
Chap 9 teaser
Baeeekkkk : uke gk ya..? xD di chap sebenernya saya jelasin kok.., kalo geli di garuk aja.. xD /apa hubungannya?
Cc : muehehe... silahkan dibaca deh.. biar gk penasaran. Yeol beneran jadi uke apa nggak... xD, iya.. gpp kok..saya gk akan marah juga karena baru review.. :D
Babybaekki : maksudnya..? /slap, ada typo tuh di tulisannya..
Guest 1: horee..saya suka bikin orang penasaran.. xD /slap
Parklili : ada dooong... penasaran..? kepo ih.. /slap /becanda
Youngnachoi : ahahaha... anunya masuk..xD
Guest 2 : itu.. ada dooong.. xD, chanyeol beneran jadi uke gak ya..? xD, ini udah saya post kan..? muehehe.. maap kalo lama..
Syifa Nurqolbiah : yeeaay... konfliknya muncul.. xD, ini udah d post kok..
Meydita : kenapa chanyeol gk boleh jadi uke..? apa alasannya ini..? xD. Untuk kontak batin kan udah.. di beberapa chap sebelumnya kan.. '-'a
Byun92 : yeaay ini hanya teaser.. dan sekarang saya udh kasih yang sebenernya.. xD
Coffee-Milk : makasih.. teaser emg keren daripada cerita,.. xD /slap, ini udah di lanjut kok
Thanks to :
-Taviads ; -ShinJiWoo920202 ; -Yo Yong ; -Special Bubble ; -Younlaycious88 ; -UruRuBaek; -NyekNyek; -Anon; -Guest; ; -XOXO KimCloud; -Dobi Hano Beef; -Yolloe; -Princess YoonA; -ChanBaek P; -Youngnachoi; -Baekkevinka; -10100Virus; -Shin Yo Young; -c2mhee; -Jung Eunhae; -ChanbaeLuv; -Byunnieee; -YoonAHeartfilia; -melizWufan ; -Yuan Lian; -EXO Love EXO; -Byungege; -ChanBaekids; -Rachel suliss; -Rizka0419; -Syifa Nurqolbiah; -Baekhyunniee; -Rnine21; -Lee minji elf; -Yongin; -ChanBaekalwayshee; -Meydita; -DobSmurf; -Natsuko Kazumi; -Maple fujoshi2309; -Shin Yo Young; -ByunCaBaek; -Mela querer chanBaekYeol; ; - Byun92; -kalsowoon; -Nenehcabill; ; -delimandriyani; -Re-Panda68; -KaiSooLovers; -baeeekkkk; -cc; -babybaekki; -parklili; -ohoonrat; -kim yehyuk; -Coffee-Milk; -snow07; -Hyebinbaekyeolshipper; -Ikki Ka Jung99
And thanks to you all my readers..
-KHC-
