Tittle : Live By My Side Untill The Day I Die
Author : Mr_KHC
Genre : Romance, Humor of sense, Hurt, YAOI, Slice Of Life, etc.
Main Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun – Wu Baekhyun
Other Cast :
Kris aka Wu Yi Fan
Kim Jongin
Do Kyungsoo
Oh Sehun – Park Sehun
Xi Luhan
B1A4 member's
And the other you will find then
Rate : M.
Pairing : ChanBaek , KaiSoo, HunHan, ChanKris.
Disclaimer : Ide cerita adalah hasil pemikiran otak saya, no plagiarism, bila ada kesamaan tempat, jalan cerita, dll, mohon dimaafkan, karena otak manusia tak dapat ditebak. Semua cast hanya milik Tuhan, dan saya hanya meminjam...
Enjoy it!
Warning : typo menyebar dan tercecer, bagi yang tak Suka YAOI silahkan hengkang.. :D
-KHC-
.
.
.
.
.
.
.
Prev
"Sial.."
"Hahaha... rasakan.." Baekhyun melepas sarung tangannya kemudian membuang di tempat sampah
"selamat diare Yeol sayang.. hahahaha..." tawa Baekhyun, kemudian keluar dari kamar Chanyeol.
"Sial, dia berhasil memasukiku walau hanya jarinya saja.. aish.." ucap Chanyeol yang meringkuk di kasur. Tak lama peutnya terasa sangat sakit, Chanyeol beranjak dari tempat tidurnya dan berlari kearah kamar mandi. Sepertinya ucapan Baekhyun benar, ia akan diare dalam beberapa waktu.
Baekhyun duduk dan tersenyum penuh kemenangan sambil memakan cemilannya dan menonton film yang belum selesai ia tonton, karena ia sukses memasuki Chanyeol secara tak langsung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Live By My Side Untill The Day I Die
Chap 10
Begin
.
"Hahaha..." tawa Sehun, entah apa yang ia tertawakan saat ini.
Luhan menatap Sehun dengan tatapan heran, apa tunangannya sudah gila sekarang "Kau kenapa Sehun-ie..?" tanya Luhan
"Molla, aku hanya ingin tertawa..hahaha"
"Kau tidak gila kan..? apa kau sakit..? tidak ada yang lucu tapi kenapa kau tertawa..."
"Yha.. aku tidak apa-apa..hahaha, aigoo, aku tak bisa berhenti tertawa..haha" Sehun membekap mulutnya dengan sebelah tangannya, dan berpikir, kenapa ia bisa tertawa seperti ini. Begitu juga Luhan yang ikut memikirkan kenapa Sehun jadi seperti itu.
"BAEKHYUNN!" teriak mereka bersamaan, kemudian mereka berebut mengambil handphone masing-masing yang dimenangkan oleh Luhan tentunya yang duluan menelepon Baekhyun.
'Yeoboseyo..ada apa Luhan-ge..?' jawab Baekhyun
"Baekhyun-ie.."
'Ne..?'
"Kau sedang apa..?" tanya Luhan
'Aku..? emm..aku sedang menonton TV, memangnya kenapa..?'
"Apa kau sedang senang hari ini..?"
'Bagaimana kau tahu..?'
"Tentu saja aku tahu, karena Sehun sedari tadi tertawa seperti orang gila, dan tak biasanya dia begitu.."
'Benarkah..?'
"Ne.. jadi apa yang membuatmu senang..?"
'Apa aku harus mengatakannya..?'
"Ne..agar aku tahu penyebabnya Sehun jadi seperti ini.."
'Aish..baiklah akan kuberitahu..' Luhan me-loud speaker handphone-nya agar Sehun juga dapat mendengar cerita Baekhyun. Baekhyun menceritakan tentang Chanyeol yang terkena sembelit yang mengharuskan Baekhyun memasukkan obat melalui anus-nya, karena dendam bembara, akhirnya Baekhyun memasukkan ketiga jarinya kedalam anus Chanyeol dengan tidak manusiawi, sekaligus mendorong obatnya agar masuk lebih dalam.
"Hahahaha..." tawa Luhan pecah saat mendengar cerita Baekhyun, dan wajah Sehun yang shock dengan mata melebar dan mulut menganga.
"Bagaimana bisa kau melakukan itu padanya Baek..? kau tidak takut kalau Chanyeol marah..?"
'Masa bodoh jika dia marah padaku, seharusnya dia berterima kasih padaku, karena aku mau membantunya memasukkan obat itu..jika tidak pasti sembelitnya akan semakin parah..'
"Benar juga.."
"BAEEKK KAU GILAAA!" teriak Sehun yang duduk agak jauh dari Luhan dan dapat di dengar Baekhyun
'Hahaha.. Sehun kenapa..?'
"Sepertinya dia kesal karena tahu alasan kenapa dia tertawa.."
'Oiya, bagaimana kabar kris Hyung..? apa dia baik-baik saja..?'
"Nde.. dia sehat, sangat sehat malah, karena Tao sudah kembali dari China tadi pagi.."
'Benarkah..? kenapa dia tidak menghubungiku..tega sekali dia melupakanku..'
"Haha.. nanti aku akan memberitahunya.. em, sudah dulu ne Baek, aku harus segera memasak"
'Ah ne ge.. oiya, selamat untuk pertunangan kalian.. aku sangat bahagia.."
"Ne gomawo Baek.. kau juga harus segera menyusul.."
'Yha.. jangan aku.. kris Hyung menikah dulu itu baru adil..'
"Arra..baiklah.. sampai jumpa..."
'Ne..'
'Piip'
Luhan memutus sambungan teleponnya, lalu meletakkan handphone-nya di meja, dan berjalan menuju dapur untuk memasak makan malam.
.
.
Other side
'Piip'
Baekhyun meletakkan handphone-nya di meja kaca yang berada di depannya setelah Luhan memutus sambungan teleponnya.
'CKLEK'
Baekhyun menolehkan kepalanya kearah pintu kamar yang terbuka dan menampakkan sosok namja tinggi dengan wajah yang sedikit pucat sambil memegang perutnya dan berjalan kearahnya.
"Apa perutmu sudah kosong..?" tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk lemas kemudian duduk di samping Baekhyun dan menyandarkan punggungnya di sofa
Baekhyun mengambil gelas yang berada di meja, yang berisi cairan oralit yang tadi ia buat, dan memberikannya kepada Chanyeol "Minumlah.."
"Apa itu..?" tanya Chanyeol memegang gelas yang diberikan Baekhyun
"Itu oralit.. supaya kau tidak dehidrasi.." jawab Baekhyun. Chanyeol meminum cairan oralit yang ada di dalam gelas tadi hingga habis sekali teguk, dengan ekspresi ingin muntah setelah semua cairan itu masuk kedalam perutnya, karena rasanya yang aneh.
Baekhyun mengambil gelas kosong dari tangan Chanyeol dan meletakkannya di meja, mengusap-usap punggung Chanyeol agar ia tak memuntahkan oralit yang baru saja ia minum.
"Tidurlah disini.." titah Baekhyun sambil menepuk pahanya, Chanyeol merebahkan badannya di sofa dengan paha Baekhyun sebagai bantalnya.
"Ingat.. aku akan membalasmu nanti.." ucap Chanyeol yang masih lemas dengan menunjuk wajah Baekhyun
"Ya..ya.. balas saja sampai kau puas..sekarang beristirahatlah.." ucap Baekhyun sambil mengusap rambut Chanyeol, Chanyeol tersenyum lalu memejamkan matanya, sedangkan sebelah tangan Baekhyun masih setia mengusap rambut Chanyeol dan tatapannya fokus menonton film.
.
.
.
"Kris..." panggil Luhan saat melihat kris yang berjalan kearah dapur
"Ada apa..?" tanyanya
"Tadi aku menelpon Baekhyun dan dia bilang padaku, kalau dia merindukanmu.." ucap Luhan melanjutkan memasaknya.
"Benarkah..? nanti akan kutelepon dia.."
.
.
.
.
.
"Yeol bangun..yha..ini sudah pagi.." ucap Baekhyun membangunkan Chanyeol dengan menepuk pelan pipi Chanyeol yang masih tertidur pulas di pahanya. Chanyeol menggeliat pelan dan berusaha membuka kedua matanya.
"Ini kan hari sabtu..aku ingin tidur lebih lama lagi Baek.." rengek Chanyeol mengucek matanya.
"Tidak.. mulai detik ini kau harus hidup teratur..mengerti.. cepat ganti baju dan kita jogging.."
Mata Chanyeol membuka sempurna menatap Baekhyun "Jogging..?"
"Ne..cepat bangun, pahaku pegal harus menahan kepala-mu yang berat itu.." Chanyeol bangun dari tidurnya, dan mendudukkan badannya "Apa semalaman seperti ini posisiku tidur..?" tanya Chanyeol
"Ne.. sudah cepat cuci muka lalu ganti bajumu.." jawab Baekhyun lalu mendorong punggung Chanyeol. Chanyeol beranjak dari sofa kemudian berjalan memasuki kamar.
Baekhyun memijat pelan pahanya yang sedikit pegal karena semalaman kepala Chanyeol berada diatas pahanya. Setelah dirasa lebih baik, Baekhyun berjalan kearah dapur dan membuat sandwich favorit Chanyeol dan juga segelas susu hangat sebelum mereka melakukan jogging pagi ini.
'CKLEK'
Chanyeol keluar dari kamar dengan pakaian lengkap untuk olahraga pagi yang sedikit buta lengkap dengan jaket parasit tebal karena cuaca yang semakin ekstrem di bulan ini. Ia berjalan kearah Baekhyun yang sedang sibuk mengaduk susu di dapur "Kau sudah selesai..?" tanya Baekhyun dan dibalas anggukan dari Chanyeol.
"Makanlah dulu sarapanmu, aku akan berganti baju dulu.."
"Aku akan menunggumu.." ucap Chanyeol lalu duduk di kursi meja makan dan mengeluarkan smartphone dari saku celana training-nya.
"Baiklah..." Baekhyun berjalan memasuki kamar kemudian berjalan memasuki kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan sikat gigi.
Tak lama Baekhyun keluar dari kamar berpakaian lengkap dengan jaket parasit tebal dengan bulu di beberapa sisi. Dan berjalan kearah meja makan yang mana Chanyeol sedang sibuk bermain game di smartphone-nya sambil menunggu Baekhyun.
Baekhyun duduk di hadapan Chanyeol yang sudah memasukkan handphone-nya kedalam saku celananya, dan mereka memulai sarapan dengan tenang.
...
"Sudah siap..?" tanya Baekhyun sambil memakai sepatu olahraga miliknya, diikuti oleh Chanyeol mengenakan sepatunya
"Ya begitulah..." jawab Chanyeol menyimpul tali sepatunya.
Baekhyun berdiri setelah selesai mengenakan sepatunya dan merenggangkan badannya "Haah..kau harus rajin olahraga..supaya kau tidak sembelit lagi.." ucap Baekhyun
"Memang berpengaruh..?" tanya Chanyeol yang telah selesai mengenakan sepatunya
"Tentu saja.. selain kau kurang makan serat, kau juga kurang berolahraga.. buktinya, kau ke kantor saja menggunakan mobil, padahal jarak kantormu sangat dekat dari apartemen, sekali-sekali kau menggunakan sepeda, supaya tak banyak emisi gas yang terbuang di udara.." jelas Baekhyun menasehati Chanyeol
"Ehmm baiklah..akan kucoba.. lalu, kau ke hotel bagaimana..?"
"Aku bisa naik bis.. atau.. aku yang menggunakan mobilmu saja..? hahaha.."
"Yha.. itu sama sajaa.." protes Chanyeol
"Tapi jarak apartemen ini ke hotel sangat jauh.."
"Yaa..terserah kau saja..." ucap Chanyeol berdiri lalu membuka pintu apartemennya.
"Tapi aku tak terlalu suka menggunakan mobil sport.. tidak jadi kalau begitu..." ucap Baekhyun, keluar dari apartemen Chanyeol. Dan Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya melihat Baekhyun kembali bermonolog.
.
.
.
.
"Yeol, nanti kau ikut aku pulang..?" tanya Baekhyun yang sedang melepas jaket tebalnya, setelah mereka jogging selama kurang lebih 2 jam.
"Memang ada apa..?"
"Setiap akhir pekan aku harus pulang, dan juga Tao baru saja kembali dari China.."
"Tao kembali dari China..?"
"Ne.. kau ikut..?"
"Boleh saja.."
.
.
.
.
"Aku pulaaaang..." teriak Baekhyun menggema di ruang tamu saat ia memasuki rumahnya. Yang aneh, tak ada satupun orang yang menyambut kedatangannya.
Baekhyun menatap datar pemandangan kosong di depannya, dan juga Chanyeol yang tersenyum miris melihat tingkah Baekhyun, "Kemana mereka semua..?" tanya Baekhyun.
"Kurasa mereka tidak ada dirumah.." ucap Chanyeol sedikit berbisik ditelinga Baekhyun, dan berjalan menuju ruang kerja Kris. Chanyeol membuka pintu ruangan kris yang ternyata tak di kunci, Chanyeol membelalakkan kedua matanya saat melihat pemandangan mengejutkan matanya disana, Kris yang sedang berciuman panas dengan Tao. Seperti tertangkap basah security, Kris dan Tao gelagapan "Oh..oh...maaf aku mengganggu kegiatan kalian, kalian lanjutkan saja.." ucap Chanyeol dan buru-buru menutup pintu ruang kerja kris
"Kau berbicara dengan siapa..?" tanya Baekhyun menghampiri Chanyeol yang masih berdiri di depan pintu ruang kerja Hyung-nya
"Ani.." jawab Chanyeol
"Lalu? Apa Hyung-ku ada didalam..?" tanya Baekhyun seraya berusaha menggapai gagang pintu, namun dihalangi Chanyeol.
"Wae..? ada apa..? kau menyembunyikan sesuatu..?" tanya Baekhyun menatap tajam kearah Chanyeol.
"Ah..aku haus.. bisa kita mendapat segelas air minum.." ucap Chanyeol mengalihkan perhatian Baekhyun, kemudian menarik tangan Baekhyun dan berjalan kearah dapur.
"Yha.. kau ini kenapa..? aku hanya bertanya apa Hyung-ku ada di dalam.. kenapa kau jadi menarikku ke dapur eoh..?"
"Tck, sudahlah kau menurut saja.. nanti dia akan keluar.. aigoo.."
"Tapi kenapa kau bersikap seperti itu tadi eoh..?"
"Itu karena kau tak seharusnya melihat itu.." Chanyeol mengambil gelas yang berada di rak piring, lalu membuka kulkas dan mengambil jus jeruk dan menuangkannya di dalam gelasnya.
"Maksudmu..?"
"Kau seperti tak tahu kegiatan orang dewasa saja.." Baekhyun nampak berpikir, hingga otak jeniusnya menangkap ucapan Chanyeol, "Oh.." jawab Baekhyun singkat. Chanyeol menggelengkan kepalanya lalu meminum jus jeruk-nya.
...
1 jam sudah mereka menunggu di ruang tengah sambil menonton TV, hingga ada beberapa bungkus snack kosong berada di tempat sampah yang tak jauh dari sofa yang Baekhyun dan Chanyeol duduki.
"Mereka lama sekali..aish.." gerutu Baekhyun, menolehkan kepalanya kearah pintu ruang kerja Hyung-nya.
"Sudahlah.. tak baik mengganggu mereka.. lalu.. kemana Sehun dan Luhan..? aku tak melihatnya"
"Mungkin mereka berada di panti asuhan..."
"Emm.. begitu.."
"Kau tak ingin mengunjungi mereka..?"
"Aku tak terlalu suka anak kecil.."
"Ooh.. padahal aku berencana mengajakmu ke asrama Minseok dan Lay, di Hyundai SHS..."
"Hyundai SHS..? mereka bersekolah disana..?"
"Ne.. aku juga..hehe.. ya...setidaknya mengenang masa sekolah tidak buruk juga kan..?"
"Kapan kau akan pergi kesana..?"
"Minggu depan.. kau mau ikut..?"
"Boleh saja, kalau aku tidak sibuk hehe.."
"Aku sudah menyuruhmu untuk tidak bekerja di akhir pekan, kenapa kau masih saja membandel.." Baekhyun yang bermaksud akan mencekik leher Chanyeol langsung ditepis oleh Chanyeol dengan menggenggam lengan Baekhyun, dan terjadilah pergulatan antara Chanyeol dan Baekhyun yang ingin mencekik leher Chanyeol yang memang sebenarnya hanya bercanda, hingga Baekhyun mendorong Chanyeol dan punggungnya menyentuh sofa "Yha, Baek.. berhenti..kau mengerikan"
"Tidak akan sampai kau benar-benar melakukan sesuai ucapanmu.." balas Baekhyun yang masih berusaha menjangkau leher Chanyeol namun lengannya masih berada di genggaman Chanyeol. Hingga sebuah suara menghentikan aksi saling membunuh itu.
'CKLEK'
"Apa yang kalian lakukan..?" tanya kris yang baru saja keluar dari ruangannya dengan rambut sedikit acak-acakan.
Baekhyun segera memperbaiki posisi duduknya, begitu juga Chanyeol, "Harusnya aku yang bertanya, apa kalian lakukan dalam selama itu..?" ucap Baekhyun dengan wajah datar menatap Hyung-nya. Dan itu sukses membuat kris diam seribu bahasa.
"Annyeong Baekki.." sapa Tao yang baru saja keluar dari ruangan kris dan berjalan seperti bebek
"Yha.. kau kenapa Tao-ya..? kenapa cara berjalanmu seperti bebek begitu..?" tanya Chanyeol
"Ini gara-gara tiang bodoh ini.. sudah kubilang berhenti malah di habiskan.." jawab Tao, menatap sinis kearah kris yang sedang ber-sweatdrop ria.
"Dasar, tidak tahu waktu dan tempat..ckckck.." ucap Baekhyun menggelengkan kepalanya.
"Ada apa kau kemari..?" tanya kris dingin
"Yha.. kau tak merindukanku Hyung..? kau kejam sekali..aku baru saja kembali kau sudah berkata seperti itu"
"Kemarilah dan peluk Hyung-mu yang tampan ini jika kau merindukannya.." ucap kris lalu merentangkan kedua tangannya.
"Aku tidak mau.. kau bau sperma.."
"Pffttt...buahahaha..." tawa Chanyeol meledak saat Baekhyun dengan wajah tak berdosanya mengatakan hal yang membuat kris tercengang kaget.
"Sialan kau Park Chanyeol!"
"Hahahaha..."
.
.
.
.
Baekhyun keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe berwarna putih miliknya dan sehelai handuk ia biarkan menggantung diatas kepalanya, lalu duduk di atas ranjang dan mulai mengeringkan rambutnya yang basah. Chanyeol yang tadinya sedang membaca laporan mingguannya, seketika mengalihkan pandangannya, saat aroma bayi dari tubuh Baekhyun menyeruak di kamarnya. Tentu saja setelah mereka pulang dari kediaman Wu.
"Aigoo.. mereka benar-benar, membuatku semakin stres saja.." keluh Baekhyun sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Apa karena rencana pernikahan mereka..?" tanya Chanyeol
"Aniyo.. tapi karena kris Hyung akan meninggalkan kantor dan pergi ke china untuk melamar Tao, dan aku yang menggantikannya selama dia pergi.." jawab Baekhyun.
"Oh.." Chanyeol menggeser duduknya mendekat kearah Baekhyun lalu melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Baekhyun yang sedang mengeringkan rambutnya.
"Kau mau apa..?" tanya Baekhyun menjauhkan wajahnya saat Chanyeol semakin medekatkan wajahnya.
"Hanya ingin menghirup aroma tubuhmu saja.."
"Aku sudah tahu kelakuanmu ini Park Chanyeol.."
"Jika kau sudah tau, kenapa bertanya..?"
"Aku hanya memastikan saja.." Chanyeol mendekatkan wajahnya tepat di perpotongan leher Baekhyun, menciumnya dalam. "Ahh..yeollieehhh.." desah Baekhyun saat Chanyeol dengan tepat menemukan titik sensitif miliknya. Chanyeol merebahkan tubuh Baekhyun lalu meraup bibir cherry Baekhyun dan melumatnya hingga terdengar decakan khas orang berciuman dari keduanya, tangan nakal Chanyeol menarik ikatan bathrobe yang menutupi tubuh polos Baekhyun. Chanyeol yang mulai hilang kendali melepas ciumannya, dan beralih ke leher jenjang Baekhyun, menciuminya dan menjilati setiap inchi leher Baekhyun tanpa meninggalkan bekas kemerahan disana, entah apa yang ada dipikirannya saat ini seperti firasat, ia tak mau memberikan tanda di leher Baekhyun. "Ahhh..yeol..jangan disituuhh..ahhh..." desah Baekhyun, meremas rambut Chanyeol yang sedikit basah, karena ia mandi dan mencuci rambutnya tadi, sebelum giliran Baekhyun mandi.
Seakan tuli Chanyeol menciumi dada Baekhyun, menjilatnya, lalu mengulum nipple Baekhyun, "Ahhhhnn..."
'Drrttt...Drrtt..'
Handphone Chanyeol bergetar yang ternyata sedang tergeletak di samping Baekhyun, Baekhyun susah payah mengambil handphone Chanyeol lalu melihat siapa yang menelepon. "Yeol..berhentihh..ahh..ini..Eomma menelpon.." ucap Baekhyun dengan susah menahan desahannya. Seperti tak peduli Chanyeol masih gencar menciumi tubuh Baekhyun yang wangi bayi itu. Karena kesal, akhirnya Baekhyun membenturkan ujung handphone Chanyeol kearah kepala Chanyeol, hingga Chanyeol berhenti dan meringis sambil mengusap kepalanya yang sakit dan duduk di samping Baekhyun. "Aww...wae..?"
"Eomma menelepon.. cepat angkat, siapa tahu penting.." ucap Baekhyun memberikan handphone Chanyeol, lalu duduk dan membenarkan bathrobe-nya yang terbuka dengan menyimpulkan kembali tali-nya. "Aish...mengganggu saja.." gerutu Chanyeol.
Chanyeol mengangkat teleponnya "Yeoboseyo Eomma ada apa..?" tanya Chanyeol
'Kau tidak kemari..?'
"Memang ada apa..?"
'Apa kau lupa kalau setiap akhir pekan kita berkumpul dirumah..?!'
"Arra..arra..."
'Dan kudengar dari Sehun, kalau kau sudah memiliki kekasih..? kenapa kau tak memberitahu eomaaa! Dan juga kalian sudah tinggal bersama..?!' Teriak sang Eomma, yang sukses membuat Chanyeol menjauhkan handpohone, dari telinga-nya.
'Bawa juga dia kemari, dan kenalkan kepada kami.. jangan mencoba kabur kau Chanyeol..menginaplah disini sehari..' dan inilah yang ditakutkan Chanyeol, ketika firasatnya benar, beruntung Chanyeol tak memberikan tanda apapun di leher Baekhyun, jika iya maka tamatlah riwayatnya akan diceramahi oleh kedua orang tuanya terutama sang Eomma.
"Arraseo Eomma.."
'Baiklah.. Eomma tunggu se-ka-rang.. ada Sehun dan juga Luhan disini..'
"Nde.."
'Piip'
Chanyeol memutus sambungan teleponnya dan menghela nafas "Ada apa..?" tanya Baekhyun.
"Eomma menyuruh kita menginap di rumah.."
"Sekarang..?"
"Ne.. sekarang...cepat ganti bajumu, aku akan memasukkan beberapa baju untuk kita.." Chanyeol beranjak dari duduknya, kemudian mengambil tas jinjing yang lumayan besar, untuk memuat bajunya dengan Chanyeol.
Baekhyun beranjak dari duduknya, berjalan karah lemari kaca, dan mengambil baju hangat berwarna grey, dan juga celana jeans hitam, ia melepas bathrobe-nya dan segera mengganti bajunya. Mereka selesai bersamaan. Chanyeol yang telah mengenakan baju hangatnya sedari tadi hanya mengemasi pakaian mereka untuk bermalam di rumah kediama keluarga 'Park'
"Kau sudah selesai..?" Baekhyun mengangguk kemudian mengambil tas selempangnya yang berukuran lebih kecil dan memasukkan beberapa perlengkapan miliknya dan Chanyeol.
Baekhyun mengambil mantel tebalnya dan juga milik Chanyeol, lalu berjalan keluar kamar diikuti Chanyeol di belakangnya sambil menenteng tas. Baekhyun menghentikan langkahnya dan diikuti Chanyeol, ia berbalik menghadap Chanyeol "Pakai mantelmu dulu.." titah Baekhyun sambil menyerahkan mantel hitam milik Chanyeol. Chanyeol meletakkan tasnya di lantai lalu mengenakan mantelnya diikuti Baekhyun mengenakan mantel berwarna putih "Kau atau aku yang mengendarai..?" tanya Baekhyun
"Biar aku saja.." jawab Chanyeol.
"Baiklah.. biar kubawa tasnya.." ucap Baekhyun seraya mengambil tas yang tergeletak di lantai dan berjalan mendahului Chanyeol, Chanyeol menyambar kunci mobilnya yang berada di meja dekat kamar mereka, lalu berjalan di belakang Baekhyun sambil merapikan kerah mantelnya.
.
.
.
.
.
Chanyeol menghentikan mobil sportnya di depan pintu rumahnya yang ternyata telah disambut oleh nyonya park, ibu dari Chanyeol. Baekhyun dan Chanyeol keluar dari mobil, kemudian Chanyeol memberikan kunci mobilnya ke salah satu maid, dan memberikan tas yang ia bawa ke maid yang lain. "Bawa tas ini ke kamarku.." titah chaenyol, dibalas anggukan dari sang maid, lalu membawa tas yang Chanyeol berikan ke dalam rumah.
"Akhirnya.. kau datang juga.." ucap Eomma Chanyeol menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap tajam kearah Chanyeol.
"Mian.. di jalan sangat macet Eomma.. Eomma tahu sendiri kan kalau sekarang hari apa..?"
"Arra.., ah.. apa ini Baekhyun..?" tanya Eomma Chanyeol saat melihat sosok Baekhyun berdiri di samping Chanyeol.
"Ne.." jawab Chanyeol, Eomma Chanyeol berjalan mendekati Baekhyun dan melihat lekat wajahnya.
"Aigoo.. kau semakin manis, cantik dan tampan eoh.., 5 tahun tak bertemu, kau banyak sekali berubah.." puji nyonya park mengagumi wajah Baekhyun.
"Ah.. benarkah..? aku rasa tak banyak berubah dariku nyonya park.."
"Aigoo.. jangan memanggilku dengan sebutan nyonya, kau kekasih Chanyeol, jadi kau juga anak-ku..jadi panggil aku Eomma saja.."
"Ah ne.. eo-mma.."
"Ah..kajja kita masuk diluar sangat dingin, Eomma sudah memasakkan masakan kesukaan Chanyeol.." ucap Eomma mempersilahkan Chanyeol dan Baekhyun masuk kedalam rumah.
"Eomma mengenal Baekhyun..?" tanya Chanyeol saat mereka berjalan melewati ruang tamu
"Tentu saja.. Sehun pernah mengajaknya kerumah dulu saat liburan natal, kalau tidak salah kau sedang ada sidang tesis waktu itu.."
"Ah... pantas aku tak mengetahuinya.."
"Baekhyun-ie..." panggil Luhan yang ternyata sudah duduk manis di samping Sehun, dengan meja makan yang memiliki ukuran luar biasa panjangnya, sepertinya dapat menampung hingga 50 orang lebih.
Baekhyun membungkukkan badannya kepada tuan park, ayah dari Chanyeol yang sedang duduk di kursi meja makan
"Duduklah Baekhyun.." titahnya, Baekhyun duduk disamping Chanyeol dan berhadapan dengan Sehun dan Luhan, setelah ia melepas mantel-nya dan meletakkannya di punggung kursi yang ia duduki.
"Tinggal menunggu kedua orang itu" ucap Eomma Chanyeol dan sukses membuat Chanyeol dan Baekhyun menolehkan kepalanya kearah sang Eomma
"Menunggu siapa lagi..?" tanya Chanyeol
"Tentu saja sepupu-mu itu.. Kyungsoo.." jawab nyonya park. Chanyeol mengangguk mengerti
Tak menunggu lama Kyungsoo dan Jongin masuk ke ruang makan. "Maaf kami terlambat..?" tanya Kyungsoo kemudian duduk di samping Chanyeol bersama Jongin.
"Tidak masalah Kyungsoo-ya... Chanyeol dan Baekhyun juga baru saja datang.." ucap nyonya park
" Karena semua sudah berkumpul, kajja kita makan malam.." ucap tuan park mempersilahkan. Mereka melewati makan malam dengan tenang, dan sesekali mengobrol ringan.
"Kapan kalian akan melanjutkan ke jenjang pernikahan Sehun, Luhan..?" tanya sang Eomma
"Entahlah..." jawab Sehun singkat
"Bagaiaman kalau bersamaan dengan pernikahan kris..?" usul Chanyeol
"Kris..?"
"Wu Yi Fan, Eomma.. kakak mereka berdua.. dan Eomma juga Appa memiliki hutang penjelasan padaku..masalah Baekhyun dan Sehun.." ujar Chanyeol menatap kedua orang tuanya.
"Baiklah.. nanti kau dan juga Baekhyun datanglah keruangan Appa.. ada hal lain lagi yang ingin kubicarakan dengan kalian.." ucap tuan park. Chanyeol mengangguk menanggapi ucapan Appa-nya.
"Aku rasa bagus juga kalau pernikahan kalian bersamaan dengan yi fan.. bukankah itu bagus yeobo..?"
"Terserah mereka saja..karena mereka yang akan melaksanakannya.." jawab sang Appa santai
"Selalu saja jawaban itu yang keluar.." ucap Chanyeol.
"Kami akan membicarakan itu nanti Eomma, Appa.." Sehun akhirnya angka bicara.
"Lalu bagaimana dengan Kyungsoo dan Jongin Eomma.. apa tidak sekalian saja..keke.." kekeh Chanyeol, mendapat death glare dari Kyungsoo dan Jongin yang duduk di sampingnya
"Wae..? bukan kah kalian terlihat sangat siap" goda Chanyeol
"Kenapa bukan kau saja hah...?" tanya Kyungsoo membalikkan ucapan Chanyeol.
"Bukannya aku tidak mau, tapi kami sama-sama sibuk.. dan menunggu waktu yang tepat untuk menikah, benarkan Baek..?" ucap Chanyeol lalu menatap Baekhyun yang sedang menatapnya juga.
"Ya, begitulah, karena kulihat untuk jadwalnya tahun ini dia akan sangat sibuk..begitu juga denganku, karena di akhir tahun pengunjung hotel akan bertambah 2 hingga 3 kali lipat" ucap Baekhyun tenang sembari menatap Kyungsoo.
"Ah..laporan akhir tahun.. serta natal dan tahun baru.." tambah tuan park
"Benar.."
"Jika memang kalian berminat untuk melakukan pernikahan, aku bisa membantu kalian, untuk gedung dan dekorasinya. Karena hotel milik kami menyediakan 4 gedung pernikahan. Dan juga salah satu ruangan memiliki ukuran luas, yang dapat menampung beberapa ribu orang sekaligus.." ucap Baekhyun memberikan promosi.
"Otak marketing-nya keluar.." gumam Chanyeol, Baekhyun menginjak sebelah kaki Chanyeol, dan Chanyeol hanya menahan sakit dan mentap tajam kearah Baekhyun yang sedang tersenyum lebar, karena tak mau membuat keonaran di meja makan.
.
.
.
.
Acara makan malam telah selesai dan sekarang Chanyeol serta Baekhyun sedang duduk di sofa yang berada di ruangan Appa Chanyeol. Serta sang Eomma dan Appa-nya yang duduk berhadapan dengan mereka.
"Jadi.. bagaimana kalian bisa bertemu..?" tanya nyonya park, memulai introgasi-nya kepada pasangan yang ada di depannya.
"Kami pertama kali bertemu di cafe, saat aku liburan di china bersama Jongin..beberapa minggu yang lalu..mungkin sebulan yang lalu... dan tanpa diduga kami bertemu lagi saat aku mengunjungi perusahaan yi fan, yang ternyata dia adalah adiknya, dan semenjak itu kami saling mengobrol, dan cocok, aku menyukainya, akhirnya aku menyatakan cinta padanya.." jawab Chanyeol tenang.
"Begitu..?" tanya tuan park.
"Nde.." jawab Chanyeol mencoba meyakinkan Appa-nya
"Dan bagaimana kalian bisa tinggal bersama..?"
"Ah, itu.. karena kulihat gaya hidup Chanyeol yang sedikit berantakan, dan juga aku tak mau tinggal sendirian di rumah dan menunggu Hyung-ku pulang.. jadi aku mengikuti saran Chanyeol untuk tinggal bersamanya, walau kutahu apartemennya sangat biasa, tapi terasa sangat nyaman, dan aku tak merasa kesepian.., karena jarak apartemen Chanyeol dan perusahaan 'Park' tak terlalu jauh, aku bisa mengunjunginya jika sedang lembur..." bohong Baekhyun
"Wuah.. kalian saling mengerti satu sama lain rupanya.."
"Begitulah.., dan.. aku ingin Eomma dan Appa menjelaskan tentang Sehun yang ternyata adalah saudara kembar dari Baekhyun dan adik kandung dari yi fan.." ucap Chanyeol
"Arra.." Eomma Chanyeol menjelaskan semua perihal kenapa Sehun bisa bersama mereka. Karena keluarga Wu yang dekat dengan keluarga Park, mereka bersimpati untuk memberikan salah satu dari kedua anaknya yang kembar untuk diadopsi oleh keluarga Park karena keadaan dari nyonya Park yang tidak memungkinkannya untuk hamil yang kedua kalinya. Chanyeol mengangguk mendengar penjelasan Eomma-nya.
"Kami banyak berhutang budi kepada keluargamu Baekhyun... terutama untuk bantuan kalian terhadap perusahaan kami yang sekarat dulu..aku tidak bisa berkata apapun.. kami sangat berterima kasih sekali.., dan entah apalagi sekarang.. tanpa kami duga kalian adalah sepasang kekasih.. dan terima kasih selama ini kau menjaga Chanyeol dan kulihat dia agak berisi dari terakhir aku melihatnya.." ucap tuan park panjang lebar. Baekhyun tersenyum lalu membungkukkan badannya "Kami juga berterima kasih karena kalian bersedia merawat dan menjaga Sehun untuk kami.." ucap Baekhyun, nyonya park berdiri dan berjalan menghampiri Baekhyun, kemudian memeluk Baekhyun "Kami berduka atas kematian kedua orang tua kalian, dan jika kalian berkenan.. biarkan kami menggantikan sosok kedua orang tua kalian yang sangat berjasa kepada kami.." ucap Eomma Chanyeol, dibalas anggukan dari Baekhyun "Kris Hyung pasti akan senang mendengar berita ini.."
.
.
.
.
.
.
Chanyeol dan Baekhyun naik ke lantai 2 lalu memasuki kamar Chanyeol, mata Baekhyun langsung melebar saat melihat sebuah boneka rillakuma yang berukuran sangat besar seukuran badannya mungkin bertengger manis di dekat ranjang king size milik Chanyeol, Baekhun berlari kearah boneka tersebut dan langsung memeluknya "Wuaahh.. ini sangat besar... bagaimana kau bisa memilikinya...?" tanya Baekhyun
"Itu hadiah ulang tahunku dari Eomma.. entah ulang tahunku yang keberapa.. aku lupa.. karena sudah lama sekali.." jawab Chanyeol mendudukkan badannya di atas ranjangnya, dan diikuti Baekhyun duduk dan masih memeluk boneka raksasa milik Chanyeol dan menatap kearah Chanyeol
"Dan kau boleh memilikinya..."
"Benarkah...?" mata Baekhyun berbinar
"Tapi dengan syarat.."
"Syarat...?" tanya Baekhyun
.
.
.
.
"aaahh...more..ahh.."
"sshhh...faster baby..ahhh...shhh.."
...
"Argghh... ini bisa membuatku gila..!" teriak Baekhyun mengacak rambutnya frustasi tak dapat memejamkan kedua matanya, karena mendengar desahan dari kedua kamar yang mengapit kamar mereka (red: kamar Chanyeol) karena di samping kanan ada kamar Sehun dan juga Luhan yang sedang berolah raga malam, begitu di kamar samping kiri kamar Chanyeol, ada Kyungsoo dan Jongin yang sama-sama melakukan olahraga malam, dan membuat Baekhyun mengerang frustasi mendengar desahan mereka yang keras itu, dan sialnya kamar mereka tak dipasang kedap suara.
Baekhyun bangkit dari tidurnya kemudian membangunkan Chanyeol sedikit sulit, saat mengetahui ternyata telinga-nya sudah ia sumpal dengan headset "Sial.." Baekhyun menarik kedua headset yang menutupi telinga Chanyeol dan membangunkannya sekali lagi dengan memukuli dada Chanyeol dengan boneka yang sedari tadi ia peluk.
Dan bagaimana bisa mereka tak tertarik mengikuti jejak kedua kamar itu jawabannya adalah
Flashback on
"Dan kau boleh memilikinya..."
"Benarkah...?" mata Baekhyun berbinar
"Tapi dengan syarat.."
"Syarat...?" tanya Baekhyun
"Ne..."
"Apa syaratnya..?" tanya Baekhyun semakin penasaran. Chanyeol mendekatkan wajahnya kewajah Baekhyun, Baekhyun yang menyadari gerak-gerik Chanyeol langsung menendang perut Chanyeol dan dengan tidak elitnya tubuh Chanyeol tersungkur di lantai dengan pantatnya yang mendarat di lantai terlebih dahulu
"Aww..." Chanyeol mengerang kesakitan sambil mengusap pantat dan perutnya
"Tak akan kubiarkan kau melakukan hal-hal yang tidak-tidak di tempat ini.." ucap Baekhyun sambil menunjuk wajah Chanyeol dengan tangan boneka rillakuma yang ada di dekapannya
"Wae..?"
"Aku tak mau melakukan hal yang sangat sensitif seperti itu di tempat yang tak biasa kita habiskan sebagian waktu bersama"
"Jadi.. kau mau melakukannya jika kita berada di apartemen..?"
"Mungkin begitu.."
"Baiklah.. lagipula kau juga memiliki hutang pembalasan dariku untuk waktu itu.."
"Ya..ya.. aku tahu.., aku mengantuk... bisakah kita tidur..?"
"Baiklah.." Chanyeol berdiri, kemudian duduk di samping Baekhyun. Baekhyun merebahkan badannya di ranjang besar milik Chanyeol lalu tidur membelakangi Chanyeol sambil memeluk boneka besar milik Chanyeol, Chanyeol ikut merebahkan tubuhnya di samping Baekhyun lalu memeluk pinggang Baekhyun dari belakang kemudian memejamkan kedua matanya.
Flashback end
.
.
"Yeollie banguuunn..!" teriak Baekhyun di telinga Chanyeol, dan semenit kemudian Chanyeol membuka kedua matanya dan menatap Baekhyun "Ada apa..?" tanyanya
"Aku tidak bisa tidur..suara mereka membuatku depresi..."
"Haha.. kau ini ada-ada saja.."
"Bisakah kita pindah..?"
"Kurasa ada beberapa kamar tamu, tapi hanya ada 1 saja yang memiliki penghangat ruangan dan itu berada di ujung, dan hampir kearah taman, bagaimana..?"
"Tidak apa-apa, asal tak mendengar desahan mereka.."
Chanyeol dan Baekhyun langsung mengemasi barang-barang mereka dan segera keluar dari kamar dengan Chanyeol yang membawa tas dan mantel mereka, sedangkan Baekhyun yang membawa boneka besar milik Chanyeol lalu menuruni tangga, berjalan kearah kamar yang sedikit jauh dari keramaian.
Mereka memasuki kamar tamu, lalu Chanyeol menyalakan lampunya dan mengatur penghangat ruangan, lumayan luas namun tak seluas kamar Chanyeol yang bak kamar pangeran itu. Terlihat bersih, karena setiap hari para maid membersihkan seluruh kamar yang ada di rumah ini.
Chanyeol meletakkan tas mereka di meja kosong, dan Baekhyun memasuki kamar sambil memperhatikan detail ruangannya, siapa tahu ia mendapat inspirasi untuk desain hotel-nya nanti. Tapi sepertinya Baekhyun menyukai desain kamar Chanyeol yang terkesan hangat dan tenang.
"Kau mau coklat panas..?" tanya Chanyeol
"Ah.. Eomma bilang kau ahli membuat coklat panas.."
"Ne.. kau mau mencobanya..?" Baekhyun mengangguk lalu mengikuti Chanyeol yang telah keluar dari kamar, menuju kearah dapur.
...
"Wuah.. ini enak..." puji Baekhyun saat mencicipi coklat panas buatan Chanyeol, mereka duduk di kursi meja makan dengan Baekhyun yang duduk bersila di atas kursi dengan boneka rillakuma di pangkuannya. Dan juga Chanyeol yang duduk di sampingnya yang sesekali menyesap coklat panasnya.
"Ahhhn...sshh..."
"Aigoo.. desahan mereka terdengar sampai kesini..?" ucap Baekhyun heran mendengar samar suara desahan entah milik siapa. Chanyeol hanya tertawa kecil saat indra pendengarannya juga menangkap suara desahan dari kedua kamar yang berada di lantai atas yang berada tepat di atas mereka.
...
Selesai mereka menikmati coklat panas buatan Chanyeol, Baekhyun mengambil gelasnya dan milik Chanyeol lalu berjalan kearah wastafel dan mencucinya.
"Baek, aku keatas sebentar.. ada sesuatu yang harus kuambil.." ucap Chanyeol berdiri dari tempat duduknya.
"Ne.."
Chanyeol berjalan kearah kamarnya, lalu memasukinya, tanpa disangka ia mengambil gitar kesayangannya, yang sudah lama tak ia pakai. Lalu keluar dan turun kebawah, ia duduk di kursi sebuah grand piano berwarna hitam metalik dengan garis gold di beberapa sisinya.
Chanyeol mengeluarkan gitarnya lalu memangkunya dan mulai memetikkan gitarnya
"If you're not the one then why does my soul feel glad today?
If you're not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?
I never know what the future brings
But I know you're here with me now
We'll make it through
And I hope you are the one I share my life with
I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?"
Baekhyun yang selesai mencuci gelas, mendengar samar suara seseorang sedang menyanyi dengan iringan gitar di ruang tengah dengan lagu yang tak asing di telinga Baekhyun, karena ia juga menyukai lagu tersebut. Karena penasaran, Baekhyun menghampirinya, ternyata itu adalah suara Chanyeol yang sedang bernyanyi dengan iringan gitar yang ia petik sendiri.
"If I don't need you then why am I crying on my bed?
If I don't need you then why does your name resound in my head?
If you're not for me then why does this distance maim my life?
If you're not for me then why do I dream of you as my wife?
I don't know life so far away
But I know that its just a trip
We'll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I'm praying you're the one I've build my home with
I hope I love you all my life"
Baekhyun duduk di samping Chanyeol, Chanyeol yang menyadari seseorang duduk disampingnya, menghentikan nyanyiannya.
"Lanjutkan.. aku ingin mendengarmu bernyanyi.. ternyata suaramu bagus juga.." ucap Baekhyun memuji. Chanyeol kembali memetikkan gitarnya dan bernyanyi kembali, namun Baekhyun juga ikut bernyanyi bersama Chanyeol.
I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?
'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
'Cause I love you, whether it's wrong or right
And though I can't be with you tonight
You know my heart is by your side
I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?"
Selesai mereka bernyanyi Baekhyun bertepuk tangan karena suara mereka dengan iringan gitar dari Chanyeol terdengar pas dan harmonis.
Chanyeol meletakkan gitarnya di sisi piano lalu berjongkok di depan Baekhyun dengan sebelah tangannya berad di punggungnya dan sebelahnya memegang tangan Baekhyun.
"Kau kenapa..?" tanya Baekhyun yang melihat keanehan Chanyeol.
Chanyeol mengeluarkan kotak berbahan beludru berwarna merah lalu membukanya, dan terlihat dua buah cincin dengan motif yang hampir sama hanya ukurannya saja yang berbeda.
"Apa ini..?"
"Apa kau tak tahu kalau ini cincin..?"
"Aish.. maksudku apa maksudnya kau melakukan ini pabbo.."
"Aku ingin melamarmu Baek.. will you marry me..?"
"Apa..?"
"Apa kau tuli..? aku mengatakan will you marry me..?"
"Yha.. aku tak tuli bodoh..dan aku juga mengerti kalau kau mengatakan itu.."
"Jadi..?"
"Jadi apa..? kau ingin aku mengatakan apa..?"
"Katakan 'iya'.."
"Ehm...bagaimana ya..?"
.
.
.
.
.
TBC
Akhirnya saya update juga..muehehehe...
Ada yang nunggu..? /slap
Saya sengaja kasi lagu, tapi saya gk kasih tau siapa yang nyanyi dan judulnya apa..haha /ketawa epil bareng Chanyeol
Yang orang jadul pasti tau deh ini lagu siapa.. xD /slap /slap
Gimana endingnnya..? gantung gak..? xD /d hajar readers
Kalau penasaran, silahkan menunggu chap depan saya update, dan kalian bakal dapet jawaban Baekhyun gimana.. :D
Waktunya saya bales ripiu yang gk bsa saya bales lewat PM
Syifa Nurqolbiah : wuaah.. makasih buat ucapannya.. :D, ehm.. nggak.. emg rencana bikin panjang sih,..spesial hadiah ultah saya.. xD /slap, wah.. Baek hamil..? O.O
Cc : iyakah..? kekeke.. saya bahagia bgt kalau ada reader yang ketawa waktu baca FF absurd saya.. xD, em.. panggil chan-chan aja.. itu imut kan..hahaha.. /slap
Youngnachoi : ciee...pengen yaa... sini sama author.. xD /slap
Meydita : hmmm..kontak batin ya.. semoga chap ini menjawab request anda.. :D
Saya yng ngetik pun juga ngakak.. xD
Masalah nikah... bentar deh kata Baekhyun..hehe
Guest 1 : hehe...makasih.. :D
Guest 2 : kan diarenya karena obat itu..bukan karena tangannya Baekhyun.. xD
Thanks to :
-Taviads ; -ShinJiWoo920202 ; -Yo Yong ; -Special Bubble ; -Younlaycious88 ; -UruRuBaek; -NyekNyek; -Anon; -Guest; ; -XOXO KimCloud; -Dobi Hano Beef; -Yolloe; -Princess YoonA; -ChanBaek P; -Youngnachoi; -Baekkevinka; -10100Virus; -Shin Yo Young; -c2mhee; -Jung Eunhae; -ChanbaeLuv; -Byunnieee; -YoonAHeartfilia; -melizWufan ; -Yuan Lian; -EXO Love EXO; -Byungege; -ChanBaekids; -Rachel suliss; -Rizka0419; -Syifa Nurqolbiah; -Baekhyunniee; -Rnine21; -Lee minji elf; -Yongin; -ChanBaekalwayshee; -Meydita; -DobSmurf; -Natsuko Kazumi; -Maple fujoshi2309; -Shin Yo Young; -ByunCaBaek; -Mela querer chanBaekYeol; ; - Byun92; -kalsowoon; -Nenehcabill; ; -delimandriyani; -Re-Panda68; -KaiSooLovers; -baeeekkkk; -cc; -babyBaekki; -parklili; -ohoonrat; -kim yehyuk; -Coffee-Milk; -snow07; -HyebinBaekyeolshipper; -Ikki Ka Jung99; -isyarahfeni; -exoel;
And thanks to you all my readers..
-KHC-
