Tittle : Live By My Side Untill The Day I Die
Author : Mr_KHC
Genre : Romance, Humor of sense, Hurt, YAOI, Slice Of Life, etc.
Main Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun – Wu Baekhyun
Other Cast :
Kris aka Wu Yi Fan
Kim Jongin
Do Kyungsoo
Oh Sehun – Park Sehun
Xi Luhan
B1A4 member's
And the other you will find then
Rate : M.
Pairing : ChanBaek , KaiSoo, HunHan, ChanKris.
Disclaimer : Ide cerita adalah hasil pemikiran otak saya, no plagiarism, bila ada kesamaan tempat, jalan cerita, dll, mohon dimaafkan, karena otak manusia tak dapat ditebak. Semua cast hanya milik Tuhan, dan saya hanya meminjam...
Enjoy it!
Warning : typo menyebar dan tercecer, bagi yang tak Suka YAOI silahkan hengkang.. :D
-KHC-
.
.
.
.
.
.
.
Prev
Chanyeol mengeluarkan kotak berbahan beludru berwarna merah lalu membukanya, dan terlihat dua buah cincin dengan motif yang hampir sama hanya ukurannya saja yang berbeda.
"Apa ini..?"
"Apa kau tak tahu kalau ini cincin..?"
"Aish.. maksudku apa maksudnya kau melakukan ini pabbo.."
"Aku ingin melamarmu Baek.. will you marry me..?"
"Apa..?"
"Apa kau tuli..? aku mengatakan will you marry me..?"
"Yha.. aku tak tuli bodoh..dan aku juga mengerti kalau kau mengatakan itu.."
"Jadi..?"
"Jadi apa..? kau ingin aku mengatakan apa..?"
"Katakan 'iya'.."
"Ehm...bagaimana ya..?"
.
.
.
.
.
.
Live By My Side Untill The Day I Die
Chap 11
Begin
"Ayolah jawab 'iya' saja.." ucap Chanyeol sedikit memaksa
"Yha.. kau ini memaksa sekali..., tapi tadi kau bilang bukan kalau kita sama-sama sibuk.." balas Baekhyun
"Ah, kau benar.."
"Aish..yha.. sebenarnya kau serius tidak melakukan ini hah..?"
"Tidak juga.."
"Mwoo..? yha..bisa-bisanya kau mengatakan hal itu..?" geram Baekhyun menarik kedua pipi Chanyeol
"Aww...wae..? tentu saja aku serius.., kau pikir aku main-main dengan ini semua..?"
"Em..siapa tahu..bukankah kau aneh.." ucap Baekhyun lalu melipat kedua tangannya di dada
"Terima kasih..."
"Yha..beruntung tak ada orang disini.. jika ada orang disini, sudah kubuang kau laut yang penuh dengan hiu..karena ucapanmu yang menyebalkan itu"
"Haha... memang kau tega..?"
"Why not.." Chanyeol berdiri lalu memeluk erat Baekhyun sambil terkekeh, kemudian duduk di samping Baekhyun
"Jadi.. kau mau..?" tanya Chanyeol sekali lagi.
Baekhyun mengulurkan tangan kirinya lalu mengibaskannya di depan Chanyeol "Cepat pasang sebelum aku berubah pikiran.." ucap Baekhyun. Chanyeol tersenyum senang, dengan segera ia mengambil cincin yang ukurannya lebih kecil lalu memasangnya di jari manis Baekhyun.
"Lalu milikku..? siapa yang memasangnya..?" tanya Chanyeol menyodorkan cincin miliknya kearah Baekhyun. "Kau pasang saja sendiri.. toh tak ada yang melihat.." jawab Baekhyun, menahan tawanya.
"Yha...kau curang...aku sudah memasangkannya di jarimu kenapa kau tak mau memasangnya di jariku..?" protes Chanyeol
"Kau pasang sendiri atau kulepas yang berada di tanganku ini..?" ancam Baekhyun yang membuat Chanyeol berdecak dan seketika memasang sendiri cincin miliknya di jari manis kirinya.
"Kekeke...dasar aneh.." Baekhyun terkekeh melihat tingkah Chanyeol lalu mencubit gemas pipinya.
"Yeol..aku mengantuk.. bisa kita tidur..? ini sudah hampir pukul 2 pagi.." ucap Baekhyun sambil mengucek sebelah matanya.
"Baiklah.., ayo kita tidur.." Chanyeol berdiri, lalu melihat Baekhyun menjulurkan kedua tangannya kearah Chanyeol sambil mempoutkan bibirnya "Gendong..~" ucapnya dengan nada manja.
"Aigoo.. kau manja sekali.." karena mood Chanyeol sedang baik, ia langsung menuruti keinginan Baekhyun, calon tunangannya/istri-nya, Chanyeol menggendong Baekhyun ala bridal style, lalu berjalan kearah kamar mereka, saat mereka berjalan melewati dapur, Baekhyun menyuruh Chanyeol berhenti agar Baekhyun dapat mengambil boneka rilakkuma yang tadi ia letakkan di kursi meja makan. Lalu berjalan kembali kearah kamar mereka.
.
.
.
.
.
.
"Pagi Eomma.." sapa Chanyeol saat bertemu dengan sang Eomma di dapur yang sedang memasak
"Pagi Yeo-tunggu.." balas sang umma, mematikan kompor, lalu berjalan mendekat kearah Chanyeol, dan mulai mengendus aroma Chanyeol.
Chanyeol memundurkan badannya karena melihat keanehan Eomma-nya "Wae Eomma..?"
"Tumben sekali bau-mu seperti bayi..? sejak kapan parfum-mu berubah menjadi lembut begini..? bukan seperti Chanyeol biasanya yang selalu menggunakan aroma maskulin di tubuhnya.."
"Oh itu..aku lupa memakai parfum..karena aku kehausan..hehe"
"Lalu..?"
"Sialnya saat berendam di bathup tanganku menyenggol sabun sabun milik Baekhyun yang tak tertutup, dan akhirnya tertumpah.." ucap Chanyeol sambil mengambil gelas di rak
"Pantas saja.." Eomma Chanyeol berbalik lalu melanjutkan acara memasak sarapan bersama beberapa maid yang membantu, Chanyeol mengedikkan kedua bahunya kemudian mengambil air mineral dari dispenser dan meminumnya.
Flashback On
Baekhyun membuka kedua matanya dan mengerjapkannya perlahan saat sinar mentari menyusup dari balik gorden, sedikit menyilaukannya. Ia mendudukkan badannya dan melihat Chanyeol yang sedang sibuk bermain dengan handphone-nya, bermain game –mungkin.
Chanyeol menghentikan kegiatannya lalu menoleh kearah Baekhyun, "Pagi.. apa tidurmu nyenyak..?" tanyanya
"Ne..terima kasih sudah menjagaku semalam.." jawab Baekhyun lalu mengecup singkat bibir Chanyeol
"Bagaimana kalau kita mandi sebelum sarapan pukul 8..?" ajak Chanyeol
"Tunggu..kau tidak berfikir kita mandi bersama bukan..?"
"Tentu saja kita mandi bersama.."
"Wae..?"
"Ayolah..sekali-sekali kita berendam bersama.. ada banyak hal yang bisa kita bicarakan berdua.."
"Aku rasa itu bukan ide yang buruk.. asal kau tak melakukan hal macam-macam padaku..ingat perjanjian kita"
"Arraseo.."
...
"Yha..aku tak mau sabun-mu yang bau bayi itu..cepat singkirkan..gunakan milikku saja.." tolak Chanyeol saat Baekhyun akan menuangkan sabunnya di bathup yang sudah terisi air dan juga berisi mereka berdua didalamnya.
"Wae..? bukankah ini wanginya enak..? lebih menenangkan"
"Yha..kau ini namja..."
"Lalu apa salahnya menggunakan aroma bayi huh...? toh tak menjadi masalah.." terjadilah perdebatan yang tak ada salah satu dari mereka mau mengalah hanya karena aroma sabun.
Chanyeol mencoba merebut botol sabun yang telah terbuka di tangan Baekhyun, dan terjadilah aksi saling tarik menarik, karena tangan mereka yang basah, tanpa diketahui, botol sabun yang terbuka itu jatuh kedalam bathup mereka.
'Bluub..Bluub..'
Chanyeol yang sadar segera mengambil botolnya lalu mengeluarkannya dari bathup, yang ternyata isi dari botol itu telah meluber di dalam bathup, hanya menyisakan seperempat di botolnya. Baekhyun tersenyum, lalu mengusak air di dalam bathup hingga berbusa "Sudah..nikmati saja.." ucap Baekhyun sambil bermain busa sabun lalu meletakkan gumpalan busa di kepala Chanyeol.
"Haha..kau terlihat lucu.." kekeh Baekhyun melihat ekspresi Chanyeol yang aneh menurutnya.
"Sial.." umpat Chanyeol meratapi nasibnya pagi ini, berakhir dengan aroma bayi melekat di tubuhnya dan juga busa sabun menempel di rambutnya.
Flashback End
...
"Selamat pagi Eomma.." sapa Baekhyun saat ia masuk ke dapur karena mencium aroma masakan yang sedap.
"Pagi Baekhyun..wah.. kalian bangun paling pagi rupanya.." balas Eomma Chanyeol
"Kami sudah terbiasa bangun pagi Eomma..terutama Chanyeol..dia harus jogging setiap pagi.."
"Chanyeol jogging..?" tanya sang Eomma penasaran.
"Wae Eomma? Kau tak senang anak-mu yang tampan ini semakin atletis tubuhnya..? kekeke" kekeh Chanyeol yang tingkat percaya dirinya berlebihan itu.
"Anii..hanya saja.. sejak kapan kau peduli dengan itu.."
"Sejak dia terkena sembelit Eomma.." ucap Baekhyun, berhasil membuat Nyonya Park membulatkan kedua matanya.
"Apa..? sembelit..?"
"Yha" Chanyeol me-death glare Baekhyun dan dibalas cengiran dari Baekhyun
..
..
"Kemana Luhan, Sehun ini eoh..dan juga Kyungsoo beserta Jongin apa mereka tak turun untuk sarapan.." ucap Nyonya Park saat mereka berada di meja makan dan siap menyantap sarapan
"Mungkin mereka masih tidur.. karena kelelahan Eomma.." Eomma Chanyeol menatap Chanyeol dengan wajah penasaran. Lalu Baekhyun menginjak kaki Chanyeol
"Aww.." tanya Chanyeol menatap Baekhyun sambil mengusap kakinya yang sakit karena diinjak Baekhyun
"Apanya yang kelelahan yeol..?" tanya sang Eomma
"Em..itu..anu..mereka semalam berlari-lari saling mengejar di taman belakang..hehe.." ucap Chanyeol diakhiri tawaan kaku.
"Oh.." jawab Nyonya Park singkat "baiklah kalau begitu.. kita makan bertiga saja.. Appa-mu juga sedang olah raga.." lanjut Nyonya Park, lalu mengambil nasi yang sudah tersedia di mangkuk masing-masing. Dan mereka melewati sarapan dengan tenang.
...
"Pagi Eomma..." sapa Sehun saat ia berada di ruang makan bersama Jongin, kemudian duduk di kursi berhadapan dengan Chanyeol dan Baekhyun
"Kemana Luhan dan Kyungsoo..?" tanya Nyonya Park
"Mereka, sedang tidak enak badan Eomma..." jawab Sehun
"Little liar.." ucap Chanyeol tapa bersuara namun dapat dimengerti Sehun. Sehun menatap tajam Chanyeol tanpa berkata apapun.
"Kalian tak berniat menghamili mereka bukan..?" tanya sang Eomma tepat sasaran
"Uhuk..uhukk.." Sehun dan Jongin tersedak ludahnya sendiri saat indra pendengaran beserta otaknya yang aktif mendengar ucapan wanita paruh baya yang tengah duduk sambil meminum teh-nya dengan santai.
"Pffttt.." Chanyeol dan Baekhyun menahan tawanya melihat Jongin dan Sehun yang salah tingkah.
...
"Antarkan ini pada Kyungsoo dan juga Luhan, jangan sampai mereka melewati sarapannya. Dan juga bawakan obat untuk mereka.. mengerti kalian..Sehun, Jongin..?" ucap Nyonya Park sambil menata piring-dan juga mangkok nasi di atas ketiga nampan
"Apa ini untuk Appa..?" tanya Chanyeol saat melihat nampan yang berisi salad, lasagna dan juga jus jeruk
"Ne.."
"Biar ku antar..." ucap Chanyeol lalu mengangkat nampan berisi sarapan sang Appa.
.
"Kau mau mencoba taman labirinku..?" tanya Chanyeol saat mereka berdua berjalan melewati lorong untuk sampai ditempat Appa Chanyeol berolah raga agar dapat memberikan sarapannya.
"Taman labirin..? sepertinya seru..." jawab Baekhyun
Tak lama mereka telah sampai di sebuah ruangan yang terbuat dari kaca yang disana ada seorang lelaki paruh baya sedang berlari di treadmill yang bisa dipastikan kalau tempat itu adalah ruang olah raga. Baekhyun membuka pintu ruangan mendahulukan Chanyeol yang sedang membawa nampan untuk masuk terlebih dahulu.
"Pagi Appa.. aku membawakan sarapan favoritmu.." sapa Chanyeol. Tuan Park yang mengetahui Chanyeol dan Baekhyun masuk ke dalam ruangan, menghentikan kegiatannya berlari, lalu berjalan menghampiri Chanyeol ssambil menyeka keringatnya dengan handuk.
"Pagi yeol, Baek..apa tidur kalian nyenyak semalam..?" tanya Tuan Park
"Tidak juga.." jawab Chanyeol kemudian duduk di sofa yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri dan meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja. Diikuti Baekhyun dan juga Appa-nya.
"Karena kamar yang berisik itu..?"
"Appa mendengarnya..?"
"Tentu saja.. suaranya..luar biasa..haha.."
"Ternyata bukan hanya kami saja yang mendengarnya...ternyata Appa juga.."
"Ya.. saat itu Appa sedang mengecek laporan perusahaan dibantu Eomma-mu..jadi kami mendengarnya...walau samar-samar.."
"Nde.. dan itu juga sukses membuat kami pindah tempat tidur..karena tak tahan mendengarnya..."
"Hahaha..semoga mereka bisa bangun dan berjalan dengan normal..."
"Appa.. kami pergi dulu.. karena aku ingin mengajak Baekhyun berkeliling.." ucap Chanyeol berpamitan kepada sang Appa, lalu berdiri di susul Baekhyun. Dibalas anggukan dari sang Appa.
"Jangan lupa makan sarapanmu.. jangan hanya lasagna-nya saja.."
"Arra..arra..., kau ini bawel seperti Eomma-mu..sudah cepat pergi.."
...
"Wuaaahh..jadi ini taman labirinnya.. tinggi sekali.." kagum Baekhyun melihat taman labirin yang berada di halaman belakang rumah kediaman Park.
"Dulu saat aku kemari, aku tak melihatnya.. apa ini baru..?" tanya Baekhyun
"Ne..aku baru membuatnya setahun yang lalu..dan ini adalah desainku sendiri.."
"Bentuknya aneh..tapi sepertinya ini akan seru..saat kita tersesat.." ucap Baekhyun sambil melihat lembaran peta labirin.
"Kau mau memulainya dari gerbang mana..?" tanya Chanyeol sambil menunjuk beberapa gerbang untuk memasuki taman labirin
"Di pojok kanan sepertinya bagus.."
"Baiklah..kita coba.." Chanyeol dan Baekhyun berjalan memasuki labirin sesuai keinginan Baekhyun. Mereka berjalan mengikuti lekukan labirin. Dan sesekali mereka mendapati buah anggur merambat di sela-sela tanaman yang menjadi pagar labirin tersebut.
Mereka berjalan melewati tiap lekukan labirin, dan sesekali mereka mendapatkan jalan buntu, yang membuat mereka mencari jalan lainnya. Baekhyun mencubit lengan Chanyeol "Aw... kenapa kau mencubitku..?" tanya Chanyeol sambil mengusap tangannya yang bekas cubitan Baekhyun
"Hanya ingin saja..hehe.." jawab Baekhyun lalu menjulurkan lidahnya, kemudian berlari meninggalkan Chanyeol, Chanyeol yang menyadari Baekhyun berlari, segera mengejarnya. Karena langkah kaki Chanyeol yang lebar, dengan mudah ia mengejar Baekhyun, menarik tangan Baekhyun lalu membalikkan badan Baekhyun menghadap kearahnya. Chanyeol memojokkan badan Baekhyun lalu mendekatkan wajahnya kearah wajah Baekhyun, tanpa diduga Baekhyun melingkarkan lengannya di leher Chanyeol lalu mencium bibir Chanyeol, mereka saling berciuman, tanpa nafsu didalamnya, menyalurkan perasaan saling mencintai.
.
.
.
.
.
.
3 Day Later
Baekhyun telah resmi menggantikan sementara kedudukan kakaknya yang sedang berada di china, untuk melamar kekasihnya, dan juga berlibur. Dan disinilah Baekhyun berada, di ruangan luas yang penuh dengan berkas-berkas.
'CKLEK'
"Permisi Direktur muda Wu.." ucap seseorang saat memasuki ruangan Direktur.
"Masuklah.. Sekretaris Lee" suruh Baekhyun yang masih berkutat dengan laptopnya, sembari membalas beberapa e-mail yang masuk.
"Saya akan memberitahu jadwal anda hari ini Direktur.."
"Ya.. katakan saja.."
Sekretaris Lee kemudian membacakan jadwal harian Baekhyun "Pukul 10 anda akan menghadiri rapat dengan para Manager" "Kemudian pukul 12 siang akan ada rapat bersama Direktur Cho dari perusahaan Cho Technologies, lalu pukul 3 sore akan ada rapat besar dengan para investor di Park Corporation, dan diperkirakan akan memakan banyak waktu hingga malam, Direktur" ucap Sekretaris Lee, Baekhyun menolehkan wajahnya menatap sang Sekretaris, "Perusahaan Park...? kita ada meeting disana..?"
"Benar Direktur.. bersama Direktur Park kekasih anda tentunya.."
"Tolong berikan padaku perusahaan mana saja yang akan hadir.."
"Ini berkasnya Direktur.. sepertinya perusahaan Jung Tech juga memerlukan dana segar dari perusahaan kita.." ucap Sekretaris Lee memberikan sebuah map yang berisi dokumen. Baekhyun membuka map tersebut dan melihat list perusahaan yang akan hadir dalam meeting besar investor di perusahaan dan membaca permohonan dari Jung Tech.
"Jung Tech perusahaan kecil bukan..?" tanya Baekhyun
"Benar Direktur.. namun otak Direkturnya sangat licik.." jawab Sekretaris Lee
"Arraseo..jujur saja, aku tak mau mengucurkan dana perusahaan untuk orang licik seperti dia.." ucap Baekhyun sambil menopang dagu
"Dan kulihat perkembangan di perusahaan Chanyeol juga semakin membaik.. kita naikkan 0,5 persen investasi ke Park Corp.." lanjutnya.
"Baik Direktur.. kusaranakn anda berhati-hati dengan Direktur Jung..Direktur muda"
"Hai' wakatta.. (baiklah, aku mengerti)"
...
Pukul 3 sore tepat Baekhyun telah berada di ruang meeting perusahaan Park, dengan beberapa investor lainnya yang membawa Sekretaris mereka masing-masing tapi berbeda dengan perwakilan dari Jung Tech, mereka hanya mengirim Sekretaris Jung yang seksi membuat semua Direktur yang berada disana tak fokus dengan rapat hari ini kecuali Baekhyun, Chanyeol dan juga Direktur dari LeeS Corp mereka sangat fokus dengan meeting. Dan sesuai dugaan Baekhyun bahwa perusahaan Jung Tech memang sangat licik, membawa Sekretaris mereka yang seksi, yang membuat para Direktur mau memberikan investasinya ke perusahaan yang tak terlalu berkembang itu kecuali Baekhyun, dan Direktur Lee Sungmin dari LeeS Corp yang duduk tepat di samping Baekhyun saat mendengar presentasi dari Sekretaris Jung Tech. "Maafkan aku Sekretaris Jung Technologies, perusahaan kami tak memberikan investasi, karena memang banyak sekali perihal yang harus perusahaan anda penuhi. Sebagai bukti, kami tak melihat perkembangan yang signifikan dari perusahaan anda..jadi sekali lagi maafkan kami.." ucap Baekhyun tenang.
"Jika memang pelit..ya pelit saja.." ucap salah seorang Direktur yang duduk berhadapan dengan Baekhyun. "Bukan kami bermaksud pelit, jika anda menyadari bagaimana perkembangan pasar, anda juga akan bersikap seperti saya.. karena satu hal yang pasti.. seorang investor tak ingin merugi..begitu juga dengan kami.. jika memang perusahaan Jung mengalami pelonjakan yang signifikan, maka kami tak segan akan memberikan investasi kepada perusahaan tersebut.." jelas Baekhyun.
"Ya... aku juga setuju dengan Direktur Wu.. kami tak akan memberikan investasi dengan percuma..kami membutuhkan data yang pasti dan juga perkembangan yang signifikan setiap periode" ucap Direktur Lee.
..
Selesai mereka berdebat beberapa perihal, akhirnya mereka menutup rapat hari ini, dan tak terasa telah menjelang malam hari.
Semua Direktur telah meninggalkan ruangan rapat kecuali Baekhyun dengan Sekretarisnya, Chanyeol beserta Sekretarisnya, Jongin yang membantu membereskan berkas-berkas dan juga Sekretaris daru Jung Tech, yang sepertinya akan berulah lagi.
"Biar kutandatangi berkasnya Sekretaris Kim.." ucap Baekhyun yang masih duduk di tempatnya, lalu mengeluarkan bolpoin dari saku jasnya saat Sekretaris Kim memberikan dokumen perjanjian kedua perusahaan tersebut.
"Direktur Park, apa anda tak ada acara malam ini..?" tanya Sekretaris dari Jung Tech, membuat orang yang masih berada disana kaget, Jongin yang hampir bersuara, menyadari karena ditatap tajam oleh Baekhyun, Baekhyun menggeleng pelan menyuruh Jongin untuk berbicara apapun.
"Memang ada apa Sekretaris Jung..?"
"Tidak.. aku hanya ingin mengajak anda makan malam, sebagai ucapan terima kasih karena telah membantu perusahaan kami.."
"Akan kulihat jadwalku dulu.." ucap Chanyeol
"Baiklah Sekretaris Kim, berkasnya sudah kutanda tangani.., ayo Sekretaris Lee kita segera pulang.." ucap Baekhyun menutup berkasnya, lalu berdiri dan berjalan keluar dari ruangan diikuti Sekretarisnya tanpa berpamitan kepada Chanyeol sebelumnya kemudian diikuti Jongin keluar dari ruangan dengan berkas-berkas ditangannya.
Chanyeo yang menyadari Baekhyun sepertinya marah padanya, segera menolak ajakan dari Sekretaris seksi tersebut. "Maaf sebelumnya, tapi aku tak bisa, aku sedikit sibuk..mungkin lain kali..aku pergi dulu..permisi.." Chanyeol pergi meninggalkan ruang meeting dengan Sekretarisnya, dan hanya tinggal Sekretaris Jung "Sial..akan kubuat kau tergila-gila padaku Direktur Park.."
...
"Baekhyun..berhenti!" teriak Chanyeol saat melihat Baekhyun akan keluar dari perusahaannya. Chanyeol berlari mengejar Baekhyun, namun sialnya, Baekhyun telah masuk kedalam mobil dan mobil tersebut berjalan meninggalkan perusahaan
"Shit.." umpat Chanyeol saat dirinya telah sampai diluar perusahaannya, dan melihat mobil Baekhyun telah berjalan jauh.
.
.
.
.
.
"Baek.. mau apa kau dengan membawa bantal dan selimut itu..?" tanya Chanyeol saat melihat Baekhyun saat melihat Baekhyun membawa bantal dan selimut dari kamar
"Tidak..aku hanya ingin menonton film yang baru saja kubeli tadi bersama Sekretaris Lee, saat perjalanan pulang dari perusahaanmu.. siapa tahu aku tertidur, jadi untuk berjaga-jaga aku membawa bantal dan selimut" jawab Baekhyun lalu meletakkan bantal dan selimut di sofa, lalu berjalan kearah TV dan memutar film Transformer yang ia beli tadi .
Chanyeol yang menyadari perubahan Baekhyun hanya menghela nafas panjang, karena kecerobohannya tadi. Ia berjalan kearah Baekhyun yang sedang duduk di sofa lalu duduk disampingnya.
"Boleh aku bergabung..?" tanya Chanyeol
"Terserah.." jawab Baekhyun singkat.
"Baek.." panggil Chanyeol
"Hmm.."
"Kau marah..?"
"Tidak juga..hanya saja mood-ku sedang tidak baik.."
"Maafkan aku soal tadi saat selesai meeting.."
"Tak apa lupakan saja..aku sudah melupakannya.." ucap Baekhyun bohong, ia sangat marah saat ini, bukan hanya marah kepada Chanyeol, tapi dengan Sekretaris Jung Tech pula, yang dengan kurang ajarnya menggoda kekasihnya, tak bisa diampuni-batin Baekhyun.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya sepertinya mereka telah berbaikan, dan juga Chanyeol telah mengantar Baekhyun ke kantor. Dan disinilah ia berada, di ruangannya yang masih seperti dulu, penuh dengan berkas-berkas yang harus ia baca dan tanda tangani. Hingga sebuah suara menghentikan kegiatannya.
'CKLEK'
"Permisi Direktur, ada yang ingin bertemu dengan anda.." ucap Sekretaris Kim
"Siapa..?"
"Sekretaris dari Jung Tech Direktur, dia ingin berbicara masalah investasi dalam rapat kemarin"
"Tck! Dia lagi.. baiklah suruh dia masuk" Sekretaris Kim mempersilahkan Sekretaris dari Jung Tech masuk ke ruangan Chanyeol dengan pakaian yang lebih minim lagi dari kemarin.
"Tuan Kim, bisa kemari sebentar.." ucap Chanyeol melambaikan tangannya menyuruh Sekretarisnya mendekat kearahnya
"Baik Direktur.."Sekretaris Kim berjalan kearah Chanyeol, lalu Chanyeol menyuruhnya menundukkan badannya, kemudian Chanyeol membisikkan sesuatu kepada Sekretarisnya, dan dibalas anggukan dari Sekretaris Kim
"Baik Direktur, akan segera saya laksanakan.." ucapnya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Apa yang bisa kubantu Nona Jung..?" tanya Chanyeol menggenggam kedua tangannya sendiri
"Aku datang kemari..-"
...
"Sekretaris Kim bisa bantu aku membawa ini..?" ucap seorang yang baru saja keluar dari lift yang ternyata Manager personalia yang terkenal nyentrik dan tomboy 'Amber Liu' sedang menahan pintu lift agar tak tertutup. Sekretaris Kim yang sedang mengawasi sekaligus merekam gerak-gerik dari Sekretaris Jung melalui cctv yang berada di ruangan Chanyeol yang terhubung langsung ke monitor yang berada di lingkaran meja Sekretaris Kim, ia menolehkan pandangannya saat Manager personalia tersebut memanggilnya.
"Oh..ada apa Manager Liu..?" tanya Sekretaris Kim berjalan kearah amber
"Bisa bantu aku membawa kardus-kardus ini..? ini sangat banyak, dan aku tak sanggup membawanya.. tolong aku.." jawabnya, sambil menunjuk kardus-kardus berisi kertas-kertas yang berada di dalam lift dengan dagunya, karena kedua tangannya ia gunakan untuk menahan pintu lift agar tetap terbuka.
"Baiklah.." ucap Sekretaris Kim lalu membantu Amber mengeluarkan kardus-kardus tersebut dari lift lalu membawanya ke ruangan amber
"Bagaimana bisa kau memasukkannya tanpa bisa mengeluarkannya Amber-sshi..?" tanya Sekretaris Kim yang sedang berjalan disamping amber sambil membawa kardus di tangannya bersama amber pula.
"Ini karena ulah Kim Jongin yang memasukkannya kedalam lift lalu meninggalkanku sendirian, dengan berkata 'amber, bawa ini keruangan meeting Manager' menyebalkan sekali bukan..? memang dia pikir aku ini laki-laki" gerutu amber panjang lebar
"Bukankah kau memang laki-laki Amber-sshi.."
"Yha.., hanya penampilan saja aku seperti laki-laki, tapi aku tetap pe-rem-puan..ingat itu Sekretaris Kim"
"Ahaha..ne..ne.."
...
'TING'
Baekhyun keluar dari lift diikuti Sekretarisnya, mereka berjalan kearah ruangan Direktur Park.
"Biar kulihat berkasnya.." ucap Baekhyun, kemudian Sekretaris Lee memberikan berkas yang ia bawa kepada Baekhyun, lalu Baekhyun membukanya dan membacanya sambil mereka berjalan. Saat mereka berhenti di depan meja Sekretaris Kim, yang ternyata kosong, tanpa sengaja mata Baekhyun melihat monitor yang berada di meja Sekretaris Kim, yang memperlihatkan dengan jelas kegiatan yang berada di dalam ruangan Direkturnya. Pandangan Baekhyun kosong seketika saat melihat rekaman cctv tersebut. Yang mana seorang perempuan melucuti pakaiannya sendiri, dan jauh di depannya seorang laki-laki sedang duduk di tempatnya, yakni Chanyeol tanpa bergerak sedikitpun dari tempat ia duduk.
Baekhyun meremas dokumen perjanjian perusahaan Park yang ia pegang sedari tadi, lalu menyobeknya, dan meletakkannya di meja Sekretaris yang kosong itu. Sekretaris Lee yang menyadari Direkturnya tidak dalam keadaan baik, langsung menolehkan pandangannya kearah pandangan Direkturnya, matanya membulat saat melihat tayangan di monitor tersebut.
"Ayo kita pergi Tuan Lee.." ucap Baekhyun dingin, lalu berjalan menuju lift, menahan amarahnya-mungkin. Sekretaris Lee berjalan mengikuti Baekhyun. Saat mereka menunggu lift terbuka, Sekretaris Kim tepat berjalan kearah Baekhyun. "Selamat pagi Direktur Wu..apa anda akan bertemu dengan Direktur Park...?" tanyanya.
Baekhyun diam dengan tatapan kosong tanpa menjawab sapaan dan pertanyaan dari Sekretaris Kim, saat pintu lift terbuka Baekhyun dengan cepat memasukinya. "Maaf Sekretaris Kim, kami sedang terburu-buru.." ucap Sekretaris Lee, lalu berjalan memasuki lift sebelum pintu lift tersebut menutup.
Sekretaris Kim hanya mengedikkan bahunya, lalu berjalan menuju mejanya. Ia melihat ada sobekan kertas di mejanya, lalu mengambilnya dan membacanya, "Bukankah ini dokumen perjanjian, perusahaan.." ucap Sekretaris Kim heran, ia kemudian menolehkan pandangannya kearah monitor, seketika matanya membulat "sial, jadi ini yang membuat Direktur Wu seperti itu..?" Sekretaris Kim dengan buru-buru mengambil teleponnya lalu mendial telepon yang menyambungkan langsung ke telepon Direkturnya.
..
'Kriiing'
Telepon yang berada tepat di hadapan Chanyeol berbunyi, ia segera mengangkatnya tanpa menghiraukan wanita gila yang sedang merangsang tubuhnya sendiri yakni Sekretaris Jung, yang jelas-jelas Chanyeol tak terangsang sedikitpun melihat adegan hot didepan matanya.
"Halo..?"
'Direktur Park.. ini aku Sekretaris Kim..'
"Ada apa..?"
'Tadi Direktur Wu datang kemari, saat kutanya ia diam dan keluar dari perusahaan dengan tergesa-gesa, aku mengira, kalau ia melihat rekaman cctv yang berada di monitorku, dan dimejaku telah ada sobekan berkas perjanjian perusahaan kita dengan perusahaan Wu Corp, Direktur..'
"Apa..?! Baekhyun kemari..?!"
'Benar Direktur, Direktur Wu datang bersama Sekretarisnya..'
"Sial.. baiklah terima kasih" chanyeo menutup teleponnya, lalu beranjak dari tempat duduknya lalu memasukkan kedua tangannya di saku celananya, dan berjalan kearah wanita yang sedang telanjang dan merangsang dirinya sendiri
"Nona Jung.. maafkan aku.. tapi asal kau tahu, usahamu sangat sia-sia untuk membuatku tergoda padamu, yang ada sekarang aku aneh melihatmu.. dan asal kau tahu.. kalau aku ini gay, jadi..apapun yang kau lakukan untuk menarik perhatianku karena aku hanya akan terangsang saat melihat tunanganku, dan semua yang kau lakukan sangat tidak berpengaruh padaku..kau mengerti..? lebih baik kau mengenakan kembali pakaianmu, sebelum ada yang datang keruanganku..dan membuatmu malu" ucap Chanyeol lalu pergi meninggalkan ruangannya.
"Sial.. pantas dia diam saja" umpat wanita itu lalu mengambil pakaiannya yang tergeletak di lantai kemudian memakainya.
.
"Direktur Park.."
"Aku tahu apa yang harus kulakukan Sekretaris Kim.." Chanyeol mengeluarkan smartphone-nya, lalu mendial nomor Baekhyun.
...
'Drrt..Drrtt..'
"Sepertinya ada yang menelepon anda Direktur.." ucap Sekretaris Kim saat mereka sedang berbincang di ruangan Baekhyun.
Baekhyun melihat smartphone-nya yang tergeletak di meja berdering dan terpampang nama yang sangat ia kenal, Chanyeol meneleponnya. Baekhyun mengambil smartphone-nya, meremasnya, lalu melemparnya tepat di tembok yang tak jauh darinya, dan membuat samrtphone-nya pecah berkeping-keping
'PRAKK'
Nafas Baekhyun memburu dengan pandangannya yang tak lepas dari samrtphone-nya yang telah hancur itu.
"Antar aku pulang ke rumahku Sekretaris Lee.." ucap Baekhyun
"Baik Direktur.."
...
'Maaf, nomor yang anda hubungi tidak dapat menerima panggilan anda, cobalah beberapa saat lagi, the number your-'
"Ck, sial.. tidak diangkat.." Chanyeol mencoba menghubungi Baekhyun kembali
'Maaf, nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi, the number your calling was not active-'
"Dia mematikan handphone-nya..?" ucap Chanyeol
"Sepertinya Direktur Wu sangat marah kepada anda Direktur.."
"Sial..antar aku ke kantornya.."
"Lalu bagaimana dengan perempuan itu Direktur..?"
"Biarkan saja dia.. copy rekaman itu dan matikan rekaman cctv yang ada di monitormu"
"Baik Direktur.." Sekretaris Kim dengan cepat men-copy rekaman cctv kedalam flashdisk-nya, setelah selesai ia langsung memasukkan flashdisk-nya kedalam saku jasnya lalu meng-hide rekaman tersebut dan mematikan komputernya beserta monitornya.
"Baik Direktur.. semua sudah saya kerjakan.."
"Ayo kita pergi..."
.
.
.
.
"Selamat siang Direktur Park, ada yang bisa kubantu..?" ucap Sekretaris Lee saat melihat Chanyeol beserta Sekretarisnya berdiri di depannya.
"Apa Baekhyun ada didalam..?"
"Maafkan saya Direktur Park, tapi Direktur Wu sedari tadi pergi dan belum kembali ke kantor.." bohong Sekretaris Lee, karena Baekhyun menyuruhnya untuk tutup mulut, dan juga Sehun beserta Luhan yang berada di rumahnya, untuk tutup mulut dimana keberadaannya kepada Chanyeol, dengan alasan ia ingin menenangkan dirinya dan mengurung diri di kamarnya.
"Sial kemana dia..?!" ucap Chanyeol lalu mengacak rambutnya frustasi, belum selesai Baekhyun marah dengannya kemarin, sekarang telah bertambah lagi, karena kelakuan perempuan sialan yang dikirim Direktur Jung brengsek itu-pikir Chanyeol.
5 hari lamanya, Baekhyun menghilang, membuat Chanyeol benar-benar frustasi, ia tak lagi mempedulikan penampilan, pola makannya, dan juga pola tidurnya. Karena bagaimanapun, dan kemanapun ia mencari Baekhyun, ia tak dapat menemukannya, dimulai ia mencari di rumahnya, di kediaman Park, di apartemen Baekhyun yang tak ia tempati, di hotel milik Wu bersaudara, menanyakan kepada Kris yang sedang berada di china hingga mencarinya di setiap seluk kota, tak ada satupun tanda Baekhyun berada disana, ia mencoba berkali-kali menghubungi baekhyun namun masih sama, nomor Baekhyun tak aktif, menanyakan kembali kepada Sekretarisnya pun sama, Bakehyun tak menampakkan dirinya disana, hingga malam akan berganti pagi-pun, Chanyeol tak menemukan Baekhyun. Chanyeol mengerang frustasi dan menyandarkan kepalanya yang berat dan berdenyut karena ia belum tidur selama 5 hari itu hanya untuk mencari dimana Baekhyun berada. Hingga akhirnya ia memutuskan kembali ke apartemennya, dan mencoba meng-istirahatkan tubuhnya yang luar biasa lelahnya.
..
Chanyeol dengan lemas bangun dari tidurnya yang baru ia mulai 1 jam yang lalu, memutuskan pergi kekantor karena pekerjaannya menumpuk dan tak terurus selama ia pergi mencari Baekhyun. Ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah selesai ia bersiap-siap mengenakan setelan kantor-nya. Kemudian berjalan keluar dari kamar dengan langkah lambat dan nafasnya memberat, ia mencengkeram erat sofa, saat kepalanya mulai berdenyut lagi, dan ia bisa mengira, jika ia pergi sendiri, bisa-bisa ia akan kecelakaan atau sebagainya, Chanyeol mengeluarkan smartphone-nya, lalu menelepon sahabatnya Jongin
'Yeoboseyo..ada apa yeol..?'
"Kau belum berangkat kan Jongin-ah.." ucap Chanyeol dengan suara lemah
'Hey, kau tak apa-apa..? suaramu lemah sekali.., a-aku belum berangkat..hampir..aku sedang memakai sepatu'
"Bisa aku menumpang..aku tak bisa berkendara untuk hari ini.."
'Baiklah..tunggu..sebentar lagi aku akan menjemputmu..'
"Ne.. terima kasih.." Chanyeol memutus sambungan teleponnya, lalu duduk di sofa, sambil memijit kepalanya yang masih saja berdenyut-denyut dan matanya yang memberat
'Ting..Tong..'
Chanyeol yang mendengar bel apartemennya berbunyi segera membukanya, dan melihat Jongin yang tengah berdiri di depannya
"Kau tak apa yeol..? wajahmu terlihat sangat pucat.."
"Aku tak apa-apa Jongin..bisa kita berangkat sekarang..?"
"Baiklah.."
...
"Kau yakin tidak apa-apa yeol..?" tanya Jongin lagi, saat Jongin berada di dalam ruangan Chanyeol dan jam menunjukkan waktu makan siang
"Aku tak apa-apa Jongin-ah.." jawab Chanyeol lemah dan masih fokus membaca berkas-berkas
"Baiklah...kubelikan makan siang untukmu..kau mau makan apa..?"
"Terserah kau saja Jongin.."
"Okey..kau tunggu disini..jangan kemana-mana.." Jongin beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan Chanyeol untuk membeli makan siang.
.
'Tes'
Chanyeol tersentak kaget saat ada cairan berwarna merah menetes di berkas yang ia baca, ia segera memegang bagian bawah hidungnya dan melihat jari-jarinya telah basah dengan darah yang keluar dari hidungnya. Ia mencoba berdiri dan berjalan untuk mengambil tisu yang berada di meja dekat dengan sofa yang berada di ruangannya sambil memegangi hidungnya yang masih mengeluarkan cairan pekat berwarna merah.
Sebelah tangannya mencengkeram kuat kepalanya yang semakin berdenyut hebat, dan sebelahnya memegangi mejanya.
..
"Siang Jongin.." sapa Sekretaris Lee, saat Jongin datang dengan membawa kotak makanan yang terbungkus rapi dengan kantung plastik ditangannya
"Siang Sekretaris Lee" balas Jongin
"Membeli makan siang..?"
"Ne..aku sangat khawatir pada Chanyeol, dia terlihat pucat saat aku menjemputnya tadi, hingga sekarang wajahnya masih sangat pucat.. maka dari itu aku memutuskan untuk membelikannya makan siang"
"Aku juga sangat khawatir pada Direktur, pasalnya ia tak mendapatkan istirahat yang cukup karena insiden waktu itu.."
'BRUUGGH'
'PRANG'
Kedua orang yang berada di luar ruangan Chanyeol mendengar suara benda pecah dari dalam ruangan, dengan segera Jongin masuk kedalam ruangan Chanyeol, diikuti Sekretaris Kim. Seketika mata mereka membulat sempurna.
"CHANYEOOLL!"
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Muehehe...akhirnya saya selesai dengan chapter ini..gimana..? maap saya menistakan kembali si Chanyeol..xD /slap /d rajam
Maap kalau lama banget postnya..xD
Semoga puas dengan chap ini karena konfliknya luar binasa..ancur.. /slap /slap
Dan maapkan saya untuk kali ini belom bisa membalas riview..next chap deh saya balas..xD
/efek kecapean karena kerjaan banyak
Dan terima kasih untuk reader yang setia mengikuti cerita absurd bikinan saya..xD
Di next chap saya bakal bikin si Baek nangis bombay..xD /slap /d bantai Chanyeol
Jadi..selamat menunggu lagi..xD
Thanks to :
-Taviads ; -ShinJiWoo920202 ; -Yo Yong ; -Special Bubble ; -Younlaycious88 ; -UruRuBaek; -NyekNyek; -Anon; -Guest; ; -XOXO KimCloud; -Dobi Hano Beef; -Yolloe; -Princess YoonA; -ChanBaek P; -Youngnachoi; -Baekkevinka; -10100Virus; -Shin Yo Young; -c2mhee; -Jung Eunhae; -ChanbaeLuv; -Byunnieee; -YoonAHeartfilia; -melizWufan ; -Yuan Lian; -EXO Love EXO; -Byungege; -ChanBaekids; -Rachel suliss; -Rizka0419; -Syifa Nurqolbiah; -Baekhyunniee; -Rnine21; -Lee minji elf; -Yongin; -ChanBaekalwayshee; -Meydita; -DobSmurf; -Natsuko Kazumi; -Maple fujoshi2309; -Shin Yo Young; -ByunCaBaek; -Mela querer chanBaekYeol; ; - Byun92; -kalsowoon; -Nenehcabill; ; -delimandriyani; -Re-Panda68; -KaiSooLovers; -baeeekkkk; -cc; -babyBaekki; -Parklili; -ohoonrat; -Kim yehyuk; -Coffee-Milk; -snow07; -HyebinBaekyeolshipper; -Ikki Ka Jung99; -isyarahfeni; -exoel; -laxyovrds; -Aheyo Kim; -Parkbyunnie; -yongin21; -tanpanama; -BeeSuzy; -dexx; -pandabacon; -ShinCan; -byun-wife; -FriederichOfficial; -chanBaekship.
And thanks to you all my readers..
-KHC-
