Tittle : Live By My Side Untill The Day I Die
Author : Mr_KHC
Genre : Romance, Humor of sense, Hurt, YAOI, Slice Of Life, etc.
Main Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun – Wu Baekhyun
Other Cast :
Kris aka Wu Yi Fan
Kim Jongin
Do Kyungsoo
Oh Sehun – Park Sehun
Xi Luhan
B1A4 member's
And the other you will find then
Rate : M.
Pairing : ChanBaek , KaiSoo, HunHan, ChanKris.
Disclaimer : Ide cerita adalah hasil pemikiran otak saya, no plagiarism, bila ada kesamaan tempat, jalan cerita, dll, mohon dimaafkan, karena otak manusia tak dapat ditebak. Semua cast hanya milik Tuhan, dan saya hanya meminjam...
Enjoy it!
Warning : typo menyebar dan tercecer, bagi yang tak Suka YAOI silahkan hengkang.. :D
P.S: maap untuk yang chap kemarin saya salah sebut sekretaris Kim jadi sekretaris Lee, di akhir segment.. yang Jongin lagi ngobrol setelah beli makan buat Chanyeol..xD
Maklum lah efek ngantuk.. /bow
-KHC-
.
.
.
.
.
.
.
Prev
'BRUUGGH'
'PRANG'
Kedua orang yang berada di luar ruangan Chanyeol mendengar suara benda pecah dari dalam ruangan, dengan segera Jongin masuk kedalam ruangan Chanyeol, diikuti Sekretaris Kim. Seketika mata mereka membulat sempurna.
"CHANYEOOLL!"
.
.
.
.
.
.
Live By My Side Until The Day I Die
Chapter 12
Begin
.
Jongin dan juga sekretaris Kim berlari kearah Chanyeol yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai ruangannya dengan hidung yang masih mengeluarkan darah, dan juga sebuah vas yang pecah disampingnya, beruntung pecahan vas itu tak mengenai Chanyeol.
Jongin dan sekretaris Kim mengangkat tubuh Chanyeol dan merebahkannya di sofa yang tak jauh dari sana.
"Ada denganmu kawan.. bagaimana bisa kau jadi seperti ini..?" ucap Jongin sambil membersihkan darah di hidung dan tangan Chanyeol dengan tisu, dan menatap sedih kearah wajah Chanyeol yang pucat.
"Biar ku panggil ambulance.." ucap sekretaris Kim, lalu keluar dari ruangan.
Setelah Jongin membersihkan darah Chanyeol, ia memegang kening Chanyeol, kemudian membulatkan matanya, karena merasakan panasnya tubuh Chanyeol, ia segera berlari kearah wastafel, mengambil handuk kecil, membilasnya dengan air dingin, lalu memerasnya. Ia kembali, lalu mengompresnya kening Chanyeol.
Jongin mengeluarkan smartphone-nya, dan men-dial seseorang, Sehun.
'Yeoboseyo..'
"Sehun..? kau ada di mana..?"
'Di ruanganku..ada apa hyung..?'
"Cepat datang keruangan Chanyeol, dia pingsan dan suhu tubuhnya panas sekali.. sekretaris Kim telah memanggil ambulance, aku khawatir jika dia kenapa-kenapa.."
'Apa..?! baiklah..aku segera kesana..'
'Piip'
.
.
.
.
.
.
Jongin dan Sehun ikut masuk kedalam ambulance, dan mengantar Chanyeol yang masih pingsan dengan bantuan oksigen di hidungnya yang masih mengeluarkan darah ke rumah sakit.
Sesampainya mereka di Park hospital, rumah sakit milik paman Chanyeol, Chanyeol langsung di tangani oleh dokter dan beberapa perawat di dalam ruangan gawat darurat yang tak memperbolehkan orang lain masuk. Sehun yang cemas berjalan mondar-mandir di depan ruangan yang tertutup itu, sedangkan Jongin duduk lemas di kursi tunggu sambil memijat pelipisnya.
Sangat lama, hampir 3 jam mereka menunggu pintu ruangan tersebut, tak terbuka, entah apa yang terjadi dengan Chanyeol di dalam, hingga Sehun yang sedari tadi mondar-mandir akhirnya memilih duduk di samping Jongin dan berdoa untuk keselamatan Chanyeol hyung-nya.
'CKLEK'
Seseorang yang mengenakan jas putih, dengan stetoskop menggantung dilehernya, sang dokter keluar dari ruangan tersebut, seketika Sehun dan Jongin berdiri dan menghampiri dokter tersebut.
"Bagaiamana keadaannya Dokter...?" tanya Jongin
"Tidak apa-apa.. beruntung Tuan Park cepat mendapat penanganan medis"
"Hyung-ku kenapa Dokter..?"
"Dia menderita tifus, asam lambungnya tinggi dan juga kelelahan kronis, sehingga membuatnya mimisan sebanyak itu dan suhu tubuhnya sangat tinggi, untuk sekarang ia harus mendapatkan istirahat dengan penangan medis beberapa hari kedepan" jelas sang dokter
"Baik Dokter..terima kasih.."
"Baiklah..saya permisi.. Tuan Park akan segera dipindahkan ke kamar rawatnya" ucap dokter tersebut, lalu meninggalkan Jongin dan Sehun
.
.
.
.
Jongin dan Sehun berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit yang bisa dibilang mewah ini hingga mereka berhenti di sebuah ruangan yang bertuliskan VVIP-1 disana, lalu memasukinya. Ruangan yang luas katakanlah seperti sebuah kamar mewah, lengkap dengan sofa dan meja, televisi layar lebar, kamar mandi dalam, dan ranjang berukuran king size yang disana tengah berbaring Chanyeol yang belum sadarkan diri namun wajahnya tak sepucat sebelumnya, dengan selang infus di tangannya, dan dua orang perawat yang mengecek keadaan Chanyeol.
"hyung aku keluar sebentar.." ucap Sehun, dibalas anggukan dari Jongin. Sehun segera keluar dari kamar Chanyeol, lalu mengeluarkan smartphone-nya, dan men-dial nomor Luhan.
'Yeoboseyo..ada apa Sehunie...?'
"Apa Baekhyun dirumah..?"
'Nde..dia ada dikamarnya..'
"Cepat suruh dia Park hospital.. Chanyeol hyung masuk rumah sakit dan sampai sekarang dia belum sadar"
'APAAA..?!'
"Aish.. jangan berteriak seperti itu..kutunggu d kamar VVIP-1"
'Baiklah..'
'Piip'
Sehun mengakhiri sambungan teleponnya dengan Luhan, lalu masuk kedalam kamar rawat inap Chanyeol.
.
.
.
.
'TOK..TOK'
'CKLEK'
"Baekhyun..kita harus segera ke rumah sakit.."
"Ada apa..?"
"Chanyeol.. dia..masuk rumah sakit.. tadi Sehun memberitahuku.."
"bBagaimana bisa..?"
"Entahlah..Sehun menyuruh kita cepat kesana..karena Chanyeol belum sadarkan diri.."
Baekhyun nampak berpikir, ia menundukkan kepalanya, merenungi perbuatannya, dan menebak jika Chanyeol sakit karena-nya, rasa bersalah-pun menjalari Baekhyun, karena meninggalkan Chanyeol tanpa alasan dan penjelasan sejak insiden waktu itu.
"Yha, palli Baek.. kita harus segera menemui Chanyeol, dan kau.. minta maaf-lah padanya..kau tahu betapa bersalahnya kami kepada Chanyeol karena membohonginya, dan mengatakannya tak mengetahui keberadaanmu, cepat ganti pakaianmu..aku akan menyiapkan mobil.."
"Arra.. Luhan-ge.." Luhan keluar dari kamar Baekhyun, dan berjalan keluar dari rumah menuju tempat parkir mobilnya yang tak jauh dari pintu masuk.
"Chanyeol..mian.." Baekhyun mencengkeram erat mantelnya, ia menunduk menyembunyikan tangisnya sebelum ia menemui Chanyeol secara langsung.
Setelah puas menangis, Baekhyun mengusap air matanya, kemudian mengenakan mantelnya, dan segera turun menemui Luhan yang telah menunggunya sedari tadi di dalam mobil.
..
"Maaf menunggu lama Lu-ge.." ucap Baekhyun saat setelah memasuki mobil
"Tak masalah.. aku membiarkanmu puas menangis Baek..." balas Luhan. Lalu menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
Chanyeol membuka kedua matanya perlahan, mengerjapkannya berkali-kali membiasakan retina matanya terkena cahaya lampu.
"Chanyeol.. kau sadar..?" tanya Jongin yang sedari tadi duduk di samping ranjang Chanyeol
Chanyeol memegang kepalanya yang masih terasa pusing, ia melihat sekitar, mencari sosok yang ia rindukan, namun nihil, Chanyeol menghela nafas panjang lalu menatap Jongin "Aku kenapa jong..?" tanya Chanyeol
"Kau pingsan..dan mimisan..kami khawatir jika terjadi apa-apa padamu, akhirnya kami membawamu kerumah sakit.."
"Apa kata dokter..?"
"Kau terkena tifus, meningkatnya asam lambung dan kelelahan...itu kata dokter.."
"Apa orang tua-ku tahu..?"
"Sejauh ini aku belum memberitahu Eomma, dan Appa hyung.." jawab Sehun, yang tiba-tiba muncul dari balik pintu
"Baguslah..aku tak ingin mereka khawatir.."
"Cepat atau lambat, mereka juga akan segera mengetahuinya hyung.."
"Kau beritahu saja mereka..." putus Chanyeol.
"Hyung..maafkan aku.. karena telah berbohong padamu, masalah Baekhyun.. sebenarnya dia berada di rumah sejak 5 hari yang lalu.." ucap Sehun menyesal
"Tak apa Sehun..lagipula ini sudah terjadi.." balas Chanyeol lalu tersenyum kearah Sehun
"Mereka akan segera kemari.. aku sudah menyuruh Luhan untuk mengantar Baekhyun kemari"
"Terima kasih.."
.
.
.
.
.
'CKLEK'
Ketiga orang yang berada di dalam langsung menolehkan pandangan mereka kearah seseorang yang membuka pintu lalu memasuki kamar rawat inap Chanyeol, diikuti seseorang yang menundukkan kepalanya yang sedari tadi Chanyeol cari, Baekhyun.
"Chanyeol, kau sudah sadar..? bagaimana keadaanmu..?" tanya Luhan setelah memasuki kamar inap Chanyeol dan berjalan mendekat kearahnya.
"Sudah lebih baik tak perlu khawatir.." jawab Chanyeol
Sehun memberi kode kepada Jongin dan Luhan untuk keluar, dan membiarkan Chanyeol dan Baekhyun untuk menyelesaikan masalah mereka berdua.
"Ah, hyung.. kami keluar dulu sedari tadi siang aku belum makan.." ucap Sehun lalu menggandeng tangan Luhan
"Aku juga harus kembali ke kantor, karena ada yang dokumen yang harus segera kuselesaikan untuk meeting besok..." ucap Jongin berhati-hati
"Ne..kalian boleh pergi.. karena ada Baekhyun disini..kalian tak perlu khawatir padaku.." ucap Chanyeol tenang. Luhan, Sehun, beserta Jongin segera keluar dari kamar inap Chanyeol, dan menyisakan Baekhyun yang masih menundukkan kepalanya takut menatap Chanyeol.
Chanyeol yang sedari tadi memperhatikan Baekhyun akhirnya angkat bicara "Bukankah ini waktu yang tepat untuk kita berbicara terbuka satu sama lain..?" Baekhyun mengangguk menanggapi ucapan Chanyeol, namun masih menundukkan kepalanya.
"Kenapa kau pergi begitu saja tanpa memberi tahuku, dengan keadaan handphone mati, dan membuat semua orang yeng mengetahui keberadaanmu menutup mulutnya, kau tahu bagaimana perasaanku saat itu..? aku sangat khawatir padamu.." ucap Chanyeol panjang lebar dengan nada yang sangat tenang.
Baekhyun yang mendengarkan ucapan Chanyeol seketika menegakkan kepalanya dan menatap tajam kearah Chanyeol, marah? Sepertinya.
"Dan kau tahu bagaimana perasaanku saat melihat video itu..?!, hatiku sangat sakit yeol, bagiamana bisa aku melihat seorang wanita melepas seluruh pakaiannya di depanmu hah!?" bentak Baekhyun dengan mata berkaca-kaca, yang setiap saat bisa saja tangisnya pecah.
"Kau belum mendengarkan penjelasanku Baek.."
"Aku tak butuh penjelasanmu! Semua sudah jelas bukan?!" Chanyeol menarik lengan Baekhyun, Baekhyun memberontak dan mencoba melepaskan genggaman Chanyeol namun nihil "Kau tahu.. aku tak pernah tergoda dengan orang lain selain dirimu, dan untuk yeoja itu, itu adalah rencana dari direktur Jung untuk menjatuhkanku..." jelas Chanyeol
"Baek.."
"Apa ini hobimu? Selalu membuatku emosi..?! selalu membuatku salah paham? dasar namja brengsek tak berperasaan! Menyebalkan!" cerca Baekhyun mencoba memberontak kembali
"Baek.."
"Kau tahu bagaimana aku bisa bertahan dengan hal itu selama 5 hari ini..?! hiks.." tangis Baekhyun pecah, Chanyeol duduk di ranjannya lalu menarik tangan Baekhyun dan memeluknya dengan erat.
"Baek.. maafkan aku.. asal kau tahu.. aku hanya bisa tergoda olehmu saja Baek, jadi..? maukah kau memaafkanku..?" ucap Chanyeol.
"Aku membencimu..dasar idiot.."
"I love you.."
"Tutup mulutmu! Semua yang kau ucapkan adalah bohong..!"
"Really..." Chanyeol menarik dagu Baekhyun, lalu menciumnya, dan melumatnya perlahan, menyalurkan rasa rindu diantara mereka. Hingga akhirnya Chanyeol melepas ciumannya. Baekhyun yang kembali menangis membuat Chanyeol menatap heran kearahnya "Wae..? kenapa kau menangis..?" tanya Chanyeol sambil mengusap air mata Baekhyun
Baekhyun memegang tangan Chanyeol yang sedang mengusap air matanya "Aku mencintaimu yeol..sangat..jika kau tak menginginkanku lagi, jika kau pergi dari sisiku, jika kau tak ingin aku berada di sisimu lagi.." ucap Baekhyun sambil mencengkeram baju Chanyeol dan menundukkan kepalanya "Lebih baik aku mati.." lanjutnya.
Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun yang menunduk "Baekhyun!" bentak Chanyeol, "This is really infuriating.. so this is how much you don't trust me" ucap Chanyeol tanpa menatap Baekhyun
"eh.."
"Baekhyun, listen carefully.. you are the only one I permit by my side"
"I love you.." ucap Baekhyun memeluk leher Chanyeol dan mencium pucuk kepalanya.
Chanyeol mendekap erat tubuh Baekhyun "Live by my side until the day I die"
"Yes, I promise.."
.
.
Other side
"Uuu...mereka sangat romantis Sehuniee..." ucap Luhan gemas yang ternyata mereka bertiga sedang mengintip dari balik pintu kamar inap Chanyeol yang memang ditengah pintunyanya terbuat dari kaca, dan memungkinkan mereka untuk melihat dari jauh
"Sst..jangan berisik Luhanie, nanti kita ketahuan mengintip mereka.." ucap Sehun
"Apanya yang mengintip Tuan-Tuan..?" ucap seorang suster yang tadinya akan mengecek keadaan Chanyeol ternyata melihat ketiga orang tersebut mengintip dari luar
"Huwaa..!"
'Gubrak'
"Aduh!"
"Aww.."
Chanyeol dan Baekhyun yang mendengar suara gaduh dari luar, langsung melepas pelukan mereka, Baekhyun turun dari ranjang Chanyeol dan berjalan keluar kamar dan mencari tahu penyebab kegaduhan tadi.
"Jongin, Sehun, lu-ge..? apa yang kalian lakukan disini..? bukankah tadi kalian berdua ingin makan..? dan Jongin bukankah kau tadi berpamitan pulang, kenapa masih berada disini..?" tanya Baekhyun saat melihat ketiga orang yang ternyata biang kegaduhan itu masih berada di posisinya yakni tersungkur di lantai.
"Emm..itu anu..hehe..aku menerima telepon dulu.." alasan Jongin yang telah berdiri dan diikuti Luhan dan Sehun
"Permisi.. saya akan melihat keadaan Tuan Park.." ucap suster tersebut, Baekhyun yang berdiri di depan pintu langsung mempersilahkan masuk sang suster
"Kalian sangat mencurigakan..apa jangan-jangan..kalian..mengintip ya..?" selidik Baekhyun tepat sasaran
"Hah..? mengintip..? memang..haha" ucap Sehun, Baekhyun mendengus melihat kelakuan orang-orang yang berada di hadapannya.
"Tapi kita jadi tahu, kalau kau dan Chanyeol telah berbaikan Baek.."
"Oh...lalu..? apa kalian akan tetap mengintip atau pergi..?" tanya Baekhyun sambil melipat kedua tangannya di dada.
"A-anu..ka-kami akan pergi..haha..sampai nanti Baek.." ucap Luhan tergagap, kemudian mereka bertiga pergi. Baekhyun yang melihat itu hanya tersenyum manis, dan ia teringat akan kejadian tadi saat bersama Chanyeol.
.
.
.
"Bagaimana keadaanmu yeol..? apa kata dokter..? saat kau memelukku, badanmu terasa sangat panas, dan sekarang juga" tanya Baekhyun sambil mengusap pipi Chanyeol yang tirus
"Dokter mengatakan aku terkena tifus, asam lambung yang tinggi, dan kelelahan, aku sudah lebih baik, apalagi saat kau datang..aku merasa sudah sehat.."
"Jangan menggombal di saat kau sakit seperti ini, pabbo.." Baekhyun menepuk pelan pipi Chanyeol, Chanyeol tersenyum menatap Baekhyun
"Kau tahu betapa sulitnya aku menemukanmu..?"
"Aku tahu.."
"Kau sengaja melakukan itu padaku..?"
"Emm..entahlah.." jawab Baekhyun
"Baiklah..sebagai gantinya kau harus menemaniku hingga aku sembuh.."
"Lalu pekerjaanku...?"
"Molla..lagipula aku juga meninggalkan pekerjaanku..jadi kita impas.."
"Aish..baiklah.."
.
.
.
.
.
Tiga hari kemudian di pagi harinya, Chanyeol membuka perlahan kedua manik obsidiannya, mengerjapkannya perlahan, lalu menolehkan kepalanya kesamping, yang mana Baekhyun masih tertidur pulas di ranjang rawat inap Chanyeol yang berukuran besar itu sambil memeluk perut Chanyeol dengan lengan kanan Chanyeol yang tak terinfus sebagai bantalnya. Chanyeol tersenyum lalu mengusap pipi Baekhyun, hingga sebuah suara menghentikan aktifitasnya.
'CKLEK'
"Pagi yeol.., ouh, Baekhyun masih tidur..?" sapa seorang yeoja setengah abad, berpakaian anggun dengan rambut yang digelung rapi dibelakang masuk kedalam kamar rawat inap Chanyeol
"Pagi Eomma..ne.. sepertinya dia kelelahan karena merawatku.." balas Chanyeol yang mengetahui Eomma-nya datang menjenguknya.
"Eomma, bawakan sarapan untuk Baekhyun.." ucap Nyonya Park, lalu meletakkan bekal yang ia bawa diatas meja yang tak jauh darinya.
"Lalu untukku..?" tanya Chanyeol
"Kau makan makanan rumah sakit saja.."
"Aish.. aku juga ingin makan masakan Eomma.."
"Yha..menurutlah sedikit, apa sulitnya.."
"Dasar pelit.."
"Kau mengatai Eomma pelit..? anak macam apa kau hah?!" ucap Nyonya Park sedikit meninggi
"Hahaha.. aku hanya bercanda Eomma.."
"Arra..Eomma sudah tahu kebiasaanmu.."
"Bagaimana bisa kau tak menghubungi Eomma huh..? jika saja Sehun tak memberitahu Eomma, mungkin Eomma akan sangat marah padamu..." ucap Nyonya Park sambil menyilangkan kedua tangannya di dada
"Mian Eomma, aku tak ingin membuat Eomma khawatir denganku, lagipula sakitku tak parah.."
"Tak parah apanya Park chan-nyeol, kau menderita tifus, meningkatnya asam lambung, dan kelelahan kronis, yang lebih parahnya kau mimisan...aigoo... kau bilang tak parah.." omelnya.
"Haha, sorry Eomma..."
"Baiklah..Eomma tidak bisa lama-lama berada disini..karena Eomma harus segera ke kantor untuk mengurus perusahaan yang kau tinggalkan.."
"Kemana Appa..?"
"Dia berada di kantor cabang singapore..katanya ada sedikit masalah"
"Ehm..begitu.."
"Baiklah..Eomma pergi ne.., jangan lupa suruh Baekhyun memakan sarapannya.."
"Arraseo Eomma.. berhati-hatilah.."
"Okey..cepat sembuh nak.." Chanyeol tersenyum kearah Eomma-nya yang mengusap kepalanya. Nyonya Park menepuk pelan kepala Chanyeol lalu keluar dari kamarnya.
.
.
.
'Tok..Tok...'
'CKLEK'
Tak lama terdengar suara seseorang mengetuk pintu lalu membukanya. "Pagi yeol.." sapa Jongin, orang yang masuk ke kamar rawat inap Chanyeol
"Pagi jong..."
"Ada berkas yang harus kau tanda tangani sekarang..."
"Jadi..kau kemari hanya karena pekerjaan huh..?"
"Yaa...sekalian saja lah.." ucap Jongin kemudian membuka koper yang ia bawa diatas meja, dan mengeluarkan tumpukan dokumen yang harus ditandatanganinya.
"Kenapa bukan Eomma-ku saja yang menandatangani-nya.?" Tanya Chanyeol
"Bibi Park hanya mengurus pekerjaanmu, tapi tidak untuk tanda tangannya.."
"Ini berkasnya..cepat tanda tangani.." lanjut Jongin, membuka satu persatu map yang ia bawa. Dengan terpaksa, Chanyeol membangunkan Baekhyun yang tidur di sampingnya, karena pasti akan sangat sulit, jika menandatangani dengan posisi tidur seperti sekarang.
"Baek..bangun.." ucap Chanyeol sembari mengelus pipi Baekhyun. Baekhyun yang merasa terusik tidurnya, akhirnya membuka kedua matanya dan terkejut, karena pemandangan pertama yang ia lihat adalah sosok Jongin yang berdiri di samping Chanyeol
"Selamat pagi Nyonya Park.. maaf menganggu tidur anda." sapa Jongin
"Yha..kenapa kau memanggilku dengan embel-embel seperti itu..?!"
"Kekeke...sudah-sudah, bisakah kau menyingkir sedikit Baek? Aku harus menandatangani beberapa berkas yang dibawa Jongin" Baekhyun mengangguk lalu menggeser posisinya dan membantu Chanyeol duduk.
"Tadi Eomma membawa sarapan untukmu.." ucap Chanyeol sambil menandatanganai berkas di tanganya.
"Eomma kemari..? Berapa banyak orang yang kulewati hari ini..?" Tanya Baekhyun
"Hanya Eomma saja.." jawab Chanyeol tanpa menatap jearah Baekhyun.
"Emm..." Baekhyun beranjak dari tempat tidur, dan berjalan kearah meja yang mana ada kotak bekal yang terbungkus rapi disana.
"Uwah..ini banyak sekali.." ucap Baekhyun saat setelah membuka kotak bekal buatan Eomma Chanyeol
"Bagaimana kalau kita sarapan bersama..? Ini tak akan muat di perutku.." Saran Baekhyun
"Ah..kebetulan aku juga belum sarapan.." ucap Jongin bersemangat
Chanyeol memukul kepala Jongin dengan map yang ia pegang, "aww..yha!" Ringis Jongin lalu mengusap kepalanya yang baru saja dipukul oleh Chanyeol
"Selesaikan dulu pekerjaanmu, lalu kau boleh makan Kim Jongin.."
"Sifatmu sepertinya sudah kembali seperti biasanya Tuan Park..?"
"Sepertinya begitu, dan kurasa aku akan segera keluar dari rumah sakit berkat Baekhyun yang yang merawatku selama ini.." ucap Chanyeol memalingkan pandangannya kearah Baekhyun yang ternyata sedang menggigit sepotong bibimbap, Chanyeol dan Jongin hanya menatap malas Baekhyun "wae..? Aku lapar" ucap Baekhyun sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.
"Tidak..lanjutkan saja sarapanmu..."
.
.
.
.
.
.
7 hari kemudian, Chanyeol diperbolehkan pulang ke rumah, namun disarankan dokter untuk tidak bekerja terlalu berlebihan, kelelahan, istirahat kurang dan makan secara teratur.
Dan disinilah ia sekarang, di kamar apartemennya, sebenarnya Eomma-nya sudah menyuruh Chanyeol untuk menginap di kediaman Park beberapa hari, namun Chanyeol yang keras kepala, menolaknya dan memilih untuk kembali dan beriatirahat di apartemennya, saat diapartemen Eomma-nya menawarkan beberapa orang maid untuk merawatnya dan membereskan apartemennya pun ia menolaknya, dengan alasan, dia tak mau ada orang lain menyentuhnya kecuali Baekhyun dan menyentuh barang-barang yang berada di apartemennya kecuali dirinya dan Baekhyun, serta anak-anaknya kelak, karena ia ingin menjadi pribadi yang mandiri, dan juga untuk keluarganya nanti.
.
.
.
'Klek'
Baekhyun keluar dari dalam kamar mandi yang berada di kamar, mengenakan bathrobe dan juga sebuah handuk yang ia letakkan di kepalanya, bermaksud untuk mengeringkan rambutnya.
"Haah...capeknya..tak adakah orang bak yang bersedia memijat badanku..?" Keluhnya, sambil memijat pundaknya dengan sebelah tangan.
"Sepertinya, aku akan mengambil cuti lagi untuk besok..aigoo..." Ia berjalan kearah lemari dan segera berganti piyama, karena ia berniat untuk segera tidur, setelah berendam dengan air hangat. Chanyeol yang sedang bersandar di kepala kasur dengan buku ditangannya hanya menatap Baekhyun yang sedang asik dengan dunianya sendiri, mengoceh tak jelas seperti tadi. Dan sepertinya Chanyeol telah terbiasa dengan hal itu.
Setelah Baekhyun selesai mengenakan piyamanya, ia segera berjalan kearah kasur lalu merebakan tubuhnya yang lelah, "huaah...nyamannya..." ucap Baekhyun menikmati empuknya kasur mereka sambil memejamkan kedua matanya. Baekhyun mengerutkan keningnya saat ia merasakan tubuhnya seperti tertimpa sesuatu yang berat, ia segera membuka kedua matanya, dan bemar dugaannya, Chanyeol sedang menindih tubuhnya, "bisakah kau menyingkir? Aku sangat lelah yeollie sayang.. dan kau juga belum sembuh total..jadi urungkan saja niatmu untuk melakukannya..okey..?" Rayu Baekhyun sambil mengelus pipi Chanyeol
"Tapi hutangmu terlalu banyak padaku Baek..bukankah lebih baik kau mencicilnya mulai dari sekarang hm..? Lagipula aku merasa baik-baik saja.." ucap Chanyeol menyeringai dengan tatapan ingin memakan Baekhyun.
"Arra...arra...ambil saja hutangku..tapi jika besok aku tak bisa bangun..kau yang harus menyiapkan sarapan untuk kita..mengerti?! Karena kau juga menolak tawaran Eomma mengambil beberapa maid untuk membereskan apartemen.."
"Aku sudah bilang bukan, aku ingin mandiri princess Baekhyun.."
"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu prince charming Chanyeol..!" Ucap Baekhyun lalu mencubit hidung Chanyeol
Chanyeol tersenyum lembut kearah Baekhyun yang juga tersenyum kearahnya, Chanyeol mencium bibir cherry Baekhyun, melumatnya perlahan, Baekhyun membalas ciuman Chanyeol dengan sebelah tangannya mengusap leher Chanyeol, lumatan-lumatan lembut sekarang telah menjadi lumatan panas, Chanyeol melumat, menghisap, mengulum ganas bibir namja cantik ini, Chanyeol menggigit perlahan bibir bawah Baekhyun, yang mau tak mau membuka bibirnya lidah namja jangkung itu memasuki gua hangat milik Baekhyun, mengabsen setiap gigi Baekhyun, dan menjelajahi dinding mulut Baekhyun.
"Mhh.." leguh Baekhyun merasakan geli di dalam mulutnya, mereka saling menyesap saliva dan berakhir perang lidah diantara mereka, lelehan saliva mengalir ke leher jenjang Baekhyun, Baekhyun meremas rambut belakang Chanyeol menyalurkan kenikmatan yang ia rasakan, tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Chanyeol membuka satu persatu kancing piyama Baekhyun lalu mengelus nipple Baekhyun yang telah mencuat.
"Ngghh.."desah Baekhyun tertahan dan semakin mengeratkan cengeraman di rambut Chanyeol. Chanyeol melepas ciuman diantara mereka, lalu segera menjilat saliva yang mengalir di leher jenjang Baekhyun, "aaahhh.." desah Baekhyun saat Chanyeol menjilat bagian sensitifnya, Chanyeol yang memang sejak awal bermain dengan halus, sangat menikmati permainannya, ia menciumi leher Baekhyun, menyesapnya, menggigitnya perlahan, lalu menjilatnya, meninggalkan jejak merah keunguan disana, begitu pula dengan Baekhyun yang mati-matian menahan desahannya namun sepertinya gagal, Baekhyun mendongakkan kepalanya, ia terus mendesah saat Chanyeol menyentuh bagian sensitifnya sambil menekan kepala dan mencengkeram erat rambut Chanyeol. Setelah puas memberi tanda kepemilikan di leher Baekhyun, Chanyeol menciumi dada Baekhyun dan melakukan hal yang sama seperti leher Baekhyun, memberikan tanda merah keunguan disana, dan berakhir ia menghisap dan menjilat nipple Baekhyun, "Ahhhnn...yeolliehh..ngghh..." desah Baekhyun, ia menggeliat, saat Chanyeol menyentuhnya membuatnya kehilangan akal dan mendesah tak karuan di bawah Chanyeol.
Chanyeol melucuti seluruh pakaian yang melekat di tubuh Baekhyun, dan juga miliknya.
.
Stop! Apa saya harus melanjutkan ceritanya..?
.
Em...
.
Sepertinya...
.
Kita endingkan saja..
.
Atau...
.
Kita lanjutkan?
.
.
.
Okey...
Pilihan kedua..saya lanjutkan ceritanya...xD /slap
Intermezzo dikit gpp kan,.biar gak terlalu anu,,muehehe..
.
.
.
.
.
Chanyeol kembali melumat ganas bibir cherry Baekhyun, dengan sebelah tangannya ia gunakan untuk mengelus perut rata Baekhyun hingga tangannya menyentuh kejantanan milik Baekhyun lalu mengocoknya berirama, membuat Baekhyun menggelinjang tak karuan akan perlakuan Chanyeol.
Chanyeol melepas ciumannya dan beralih ke leher Baekhyun yang telah penuh dengan karya indah buatannya, ia kembali menjilat dan mengecup leher Baekhyun dengan tangannya yang masih mengocok kejantanan Baekhyun yang telah berkedut hebat.
"Ah-aaahhh...yeollie..aahhn..." desah panjang Baekhyun mengakhiri orgasme pertamanya. Chanyeol menjilat tangannya yang terciprat sperma Baekhyun dan membersihkan sisanya di perut Baekhyun dengan lidahnya. Chanyeol mengambil gel pelumas, dan menuangkannya di tangan dan di juniornya, dengan segera ia melebarkan paha Baekhyun dan mulai memasukkan jari telunjuknya di hole Baekhyun. "Aakh..!" Ringis Baekhyun saat merasakan jari Chanyeol di hole-nya "Apa terasa sakit..?"
"Sedikit..lanjutkan saja.." Chanyeol kembali memasukkan jarinya hingga yang ketiga, lalu mengocoknya "Ngggh..aah..." desah Baekhyun, Chanyeol yang sudah tak tahan dengan hasratnya, segera mengeluarkan jarinya lalu menempelkan juniornya di dinding hole Baekhyun dan menggeseknya "Ahh..ja-ngan meng-godaku yeollieh.." ucap Baekhyun terbata menatap Chanyeol dengan sayu lalu mencubit pipi Chanyeol. "Keke, maaf..kau tak sabaran sekali hm.?" Tanya Chanyeol menatap jahil Baekhyun
"Bukan aku tak sabaran, segera lakukan, karena aku ingin tidur cepat" jawab Baekhyun, "Kurasa kau akan sulit untuk tidur cepat sayang..." Chanyeol kembali meraup bibir Baekhyun yang telah bengkak, melumatnya lagi, sedang dibawah sana Chanyeol berusaha memasukkan mililknya ke dalam hole Baekhyun secara perlahan tanpa membuat Baekhyun kesakitan, sepertinya Chanyeol banyak belajar tentang strategi bagaimana mengurangi rasa sakit untuk Baekhyun saat mereka berhubungan intim.
"Emmmhh.." erang Baekhyun di sela ciuman mereka saat junior Chanyeol masuk ke hole Baekhyun dengan sempurna dan sedikit menyentuh dinding prostatnya.
Chanyeol melepas ciumannya lalu berbisik di telinga Baekhyun "Bisa kumulai..?" Baekhyun yang terengah hanya mengangguk pasrah, Chanyeol menjilat telinga Baekhyun dan menciumi tengkuk Baekhyun, "Ngghh...ahh..." Baekhyun kembali mendesah saat Chanyeol mulai menggenjot pinggulnya dengan Baekhyun yang mencengkeram rambut Chanyeol yang masih gencar menciumi leher Baekhyun dan desahan erotis yang keluar dari bibir Baekhyun.
"Aahhnn..yeollie..ngghh..." Chanyeol menghentakkan dalam juniornya berkali-kali menyentuh sweet spot milik Baekhyun, membuat Baekhyun semakin hilang akal dan medesahkan namanya berkali-kali.
Chanyeol merasakan juniornya telah berkedut hebat di dalam hole sempit Baekhyun dan ia juga merasakan junior Baekhyun yang ikut berkedut, sepertinya mereka akan klimaks bersama, "I'm out shh...aaaaahhhh" Chanyeol mendesah panjang, ia klimaks, mengeluarkan cairan cintanya di dalam hole Baekhyun dan terlihat spermanya merembes keluar dari hole Baekhyun. Begitu juga bekhyun yang klimaks, ia memuncratkan sperma-nya ke perut ber-abs milik Chanyeol "Shhh...aaaaaaahhhh.. haah..haah.."
Chanyeol menatap Baekhyun seduktif, Baekhyun menatap sendu kearah Chanyeol dengan nafas masih terengah-engah, dan keringat mengucur di pelipisnya. "Berapa banyak hutang yang harus kubayar hm..?" Tanya Baekhyun sambil mengusap leher Chanyeol, "Ratusan, atau mungkin ribuan" jawabnya
"Yha..banyak sekali eoh.." protes Baekhyun
"Karena kau harus membayar hutangmu padaku seumur hidupmu Baek.."
"Haha..baiklah..seumur hidupku..."
"Apa kau ingat bagaimana kita bertemu dulu..?" Tanya Chanyeol
"Em...kurasa kita terlihat konyol...kita saling bertengkar satu sama lain, hei..bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu hm..? Dan juga bagaimana kau bisa jatuh cinta padaku?"
"Entahlah itu terjadi begitu saja..kurasa kita memang ditakdirkan hidup bersama.."
"Sepertinya..." Chanyeol mengecup bibir Baekhyun, lalu Baekhyun memeluk erat Chanyeol, mereka saling tertawa karena mengingat bagaimana mereka saling bertemu dulu.
.
.
.
.
.
.
.
.
END
OR
TBC?
.
.
.
OTHER SIDE
.
.
"Terkadang aku sangat iri dengan Chanyeol dan Baekhyun."
"Apa yang kau iri-kan dari kedua orang aneh itu..?" Tanya Jongin
"Karena aneh hubungan mereka sangat unik.." jawab Kyungsoo
"Jadi..apa kau ingin aku melakukan hal yang sama seperti Chanyeol..? Membuatmu marah-marah lalu pergi..? Begitu..?" Tanya Jongin
"Yhaa...bukan begitu pabbo.."
"Hahaha...aku hanya bercanda sayang..." ucap Jongin mencubiti pipi Kyungsoo.
.
.
.
.
.
KHC
Gimana nih, selesai atau lanjut..? XD
Muahaha.../ketawa nista
Maap kalau apdetnya lama, saya bener-bener bertapa buat adegan ranjangnya... plus saya sering keluar masuk rumah sakit..buat ngeronda..hahaha... /slaap
astaga../elus dada
/saya berdosa smpe keluar masuk
Dan terima kasih buat yang mpsetia menanti FF absurd saya...xD
Terima kasih...
Dan maaf untuk yang belum kebales reviewnya...jangan marah yaa...
-KHC-
Thanks to :
-Taviads ; -ShinJiWoo920202 ; -Yo Yong ; -Special Bubble ; -Younlaycious88 ; -UruRuBaek; -NyekNyek; -Anon; -Guest; -Ifi_Sehuna; -XOXO KimCloud; -Dobi Hano Beef; -Yolloe; -Princess YoonA; -ChanBaek P; -Youngnachoi; -Baekkevinka; -10100Virus; -Shin Yo Young; -c2mhee; -Jung Eunhae; -ChanbaeLuv; -Byunnieee; -YoonAHeartfilia; -melizWufan ; -Yuan Lian; -EXO Love EXO; -Byungege; -ChanBaekids; -Rachel suliss; -Rizka0419; -Syifa Nurqolbiah; -Baekhyunniee; -Rnine21; -Lee minji elf; -Yongin; -ChanBaekalwayshee; -Meydita; -DobSmurf; -Natsuko Kazumi; -Maple fujoshi2309; -Shin Yo Young; -ByunCaBaek; -Mela querer chanBaekYeol; -cesa_juniva; - Byun92; -kalsowoon; -Nenehcabill; ; -delimandriyani; -Re-Panda68; -KaiSooLovers; -baeeekkkk; -cc; -babyBaekki; -Parklili; -ohoonrat; -Kim yehyuk; -Coffee-Milk; -snow07; -HyebinBaekyeolshipper; -Ikki Ka Jung99; -isyarahfeni; -exoel; -laxyovrds; -Aheyo Kim; -Parkbyunnie; -yongin21; -tanpanama; -BeeSuzy; -dexx; -pandabacon; -ShinCan; -byun-wife; -FriederichOfficial; -chanBaekship; -Rina972; -pandabacon; -90Rahmayani; -ahnJinhee2; -A Y P; -Byunyolliexo; -KyungMiie; -BangMinki
And thanks to you all my readers..
Dan maaf kalau yang belum kesebut...xD
-KHC-
