Minna-san, kita ketemu lagi. Ehehehe... Saya membawa chapter 3. Saya senang ada yang review fic ini. Saya akan lebih berusaha lagi. Mohon bantuannya minna-san. Etto, jika ada kesalahan yang saya buat, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga minna-san puas dengan chapter 3 ini. Ehehehe... Saya hanya bisa berharap minna-san mau meninggalkan review, kritik, atau saran di fic ini. Saya akan berusaha mengikuti kritik dan saran yang ditinggalkan. Ok, nikmati ceritanya...

Hm... di chapter kali ini, saya masih mengambil adegan episode 15 Shingeki no Kyoujin. Ehehehe... Sisanya bakal melenceng. Dan, mungkin saya akan memperpendek chapter kali ini. Saya takut minna-san gak sanggup baca panjang-panjang. Saya akan berusaha update kilat. Tapi saya harus menghadapi UAS dulu. Ini juga minggu stres buat saya. Guru-guru di sekolah saya berubah jadi sadis dengan memberi banyak ulangan. bab ulangannya gak tanggung-tanggung sampe 3 bab. Aduh... Saya jadi curhat.

Summary: 2 titan yang ditangkap pasukan Survey Corps terbunuh. Hal itu membuat Hanji histeris. Menurut seorang penjaga yang kebetulan melihat kejadian itu, pelaku seorang prajurit dan ia kabur dengan menggunakan 3D Manuver Gear-nya setelah membunuh 2 titan itu. Kepolisian Militer pun ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini. Tapi, Elica tidak diam saja. Ia diam-diam ikut menyelidiki kasus itu. "Humph... Kau tidak cukup pintar untuk menipu shinigami masa depan seperti aku. Kau pikir aku akan diam saja menunggu hasil penyelidikan Kepolisian Militer?" gumam Elica. RnR please...

Titile: Lifesaver From Future

Chapter: 3

Rate: T

Disclaimer: Shingeki no Kyoujin milik Hajime Isayama-sensei. Kecuali plot dan percakapan yang berubah juga karakter OC-nya.

Warning: OOC (mungkin), Typo (mungkin), kata-kata yang belum sempurna, plot yang kurang bagus, mengandung beberapa kata ambigu sepertinya, dll.

Pair: Levi x OC


"Apakah Hanji-buntaichou ada di sini? Subjek eksperimennya... Kedua titan tangkapan kita terbunuh" lapor Moblit pada pagi itu.

.

.

Lifesaver From Future

.

.

Pada pagi-pagi bolong itu, Elica yang sedang tertidur nyenyak pun langsung bangun karena mendengar suara pintu yang terdobrak sangat keras. Aku rasa kalian bisa menebak siapa yang mendobrak pintu itu. Yup... Siapa lagi kalau bukan Rivaille atau dipanggil Levi yang menggunakan fabulous kick-nya untuk mendobrak pintu. Ya sebenarnya Levi tidak mau mendobrak pintu. Dia sudah mengetuk dan memanggil si pemilik kamar berulang kali. Tapi si pemilik kamar sama sekali tidak merespon panggilannya. Terpaksa Levi harus mendobrak pintu.

"Uhh... Aku masih mau tidur" Elica menutupi dirinya dengan selimut.

"Ini bukan saatnya untuk itu gadis bodoh. Cepat bangun dan pakai seragammu. Kita ke tempat penelitian Mata Empat Sialan" Levi berjalan menuju kasur Elica lalu menarik selimut Elica.

"Ahh... Apa yang terjadi? Eksperimen lagi?" Elica terduduk di kasurnya. Mengucek matanya dan meregangkan tubuhnya sebentar lalu segera menuju ruang ganti.

"Kau lihat saja sendiri. Tidak ada waktu untuk menjelaskan" jawab Levi.

Elica merasa ada yang tidak beres. Maka ia mempercepat ganti bajunya lalu segera mengikuti Levi menuju tempat eksperimen Hanji. Tak lupa ia memakai jubah hijau berlambang sayap kebebasan dulu. Begitu sampai, Elica kaget dengan pemandangan di depannya. 2 titan yang ditangkap pasukan Survey Corps telah terbunuh. Elica mengumpat dalam hati. Dia belum sempat melakukan eksperimen gila-nya pada 2 titan ini dan 2 titan ini sudah terbunuh lebih dulu. Hanji terlihat histeris meratapi subjek eksperimennya yang sudah menjadi tulang dan sebentar lagi akan menghilang tidak berbekas.

"Sawney! Bean! Ini tidak mungkin sungguhan! Seseorang, katakan kalau aku sedang bermimpi!" Teriaknya.

"Subjek eksperimen itu sangat penting. Apa pelakunya prajurit?" tanya Gunther yang kebetulan sedang berbicara dengan Erd dan berdiri tidak jauh dari Elica.

"Ya. Pelakunya masih belum diketahui. Kedua titan itu terbunuh sebelum matahari terbit. Ketika penjaga melihat mereka, mereka kabur dengan menggunakan 3D Manuver Gear mereka" jawab Erd.

"Jadi pembunuhan ini dilakukan oleh setidaknya 2 orang?" tanya Gunther.

"Sawney!" Hanji masih histeris.

"Lihatlah. Hanji-buntaichou sampai histeris seperti itu" kata Auruo. Petra yang berada di sebelahnya langsung menyikut pinggang Auruo.

"Bagaimana bisa ini terjadi?" gumam Elica.

"Ayo pergi. Ini tugas Kepolisian Militer" suruh Levi yang berdiri di sebelah Elica.

"Baik" Elica menatap tempat eksperimen Hanji sekali lagi. Erwin terlihat membisikinya sesuatu.

"Apa yang kau lihat di sana? Menurutmu, siapa musuhnya?" tanya Erwin.

"Kau terlihat ingin tau, Danchou. Aku bisa memberitahumu siapa pelakunya. Tapi akan aku beritahu nanti siang. Sebagai gantinya, biarkan aku di sini sebentar. Apa kau keberatan?" tanya Elica.

"Aku akan meninggalkan Levi untuk mengawasimu" kata Erwin lalu pergi.

Tak lama kemudian, pihak Kepolisian Militer datang dan menyelidiki kasus ini. Elica juga ikut menyelidiki. Hanya saja, anggota Kepolisian Militer mencegahnya. Membuat Elica mengumpat beberapa kali dalam hati. Ia pun mencari cara lain agar bisa menyelidiki kasus ini dengan menguping pembicaraan anggota Kepolisian Militer. Setelah mendapat cukup info, Elica mulai berpikir. Levi hanya memperhatikan dari jauh. Bocah ini berlagak seperti detektif. Setidaknya itu yang dipikirkan Levi.

"Baiklah. Aku sudah mengerti. Heichou, ayo kembali. Siang nanti, aku ingin anda berada di kantor Erwin-danchou. Aku akan memberitahu siapa pelaku di balik kejadian ini" pinta Elica.

.

.

Lifesaver From Future

.

.

Di sini lah Levi berada. Di kantor Erwin seperti yang Elica pinta. Begitu dia masuk tadi, dia tidak menemukan sosok perempuan berambut nyentrik di sana. Yang ada hanya. Erwin dan Hanji di dalam sana. Sepertinya Elica juga memanggil Erwin dan Hanji. Tak lama kemudian, sosok yang Levi cari masuk ke ruangan Erwin tanpa mengetuk. Tidak sopan memang. Alhasil, sebuah pukulan pelan dari Levi mendarat di kepalanya. Elica cuma bisa meringis pelan.

"Jadi, kau sudah tau siapa pelakunya?" tanya Erwin.

"Ya. Sepertinya" jawab Elica.

"Sepertinya? Berarti kau belum tau siapa pelakunya?" tanya Levi.

"Aku menjawab sepertinya bukan berarti aku belum tau siapa pelakunya, Levi-heichou. Aku hanya belum bisa membuktikan kalau dia bersalah. Selama dia tidak bisa dibuktikan bersalah, maka kita tidak bisa sembarangan menuduh" jawab Elica tenang.

"Ceritakan apa yang kau dapat dari hasil penyelidikan Kepolisian Militer" suruh Hanji.

"Tidak ada hasil penyelidikan. Jika titan terbunuh, mereka akan menguap tidak berbekas. Seperti tidak pernah ada. Karena itu, tidak mungkin aku menyelidiki 2 titan itu. Begitu aku sampai tadi, titan itu sudah menjadi tulang. Sudah tidak mungkin lagi menyelidikinya. Sebagai gantinya aku menyelidiki melalui divisi militer" kata Elica.

"Maksudnya?" Hanji tidak mengerti.

"Aku menyelidiki pembunuhnya lewat divisi militer. Saksi mata mengatakan kalau pelaku-nya seorang prajurit. Jadi, aku menyimpulkan pelakunya berasal dari salah satu divisi militer. Bisa saja Survey Corps. Bisa saja Pasukan Gerbang. Bisa saja Kepolisian Militer" jawab Elica.

"Kau juga mencurigai Survey Corps?" tanya Erwin.

"Aku tidak mau dibilang pilih kasih. Ini terpaksa, Danchou" jawab Elica.

"Lanjutkan" suruh Hanji.

"Pertama, seperti yang aku bilang tadi. Aku tidak akan mencurigai Survey Corps walau sebenarnya mereka berpotensi membunuh titan tangkapan sendiri. Kedua, aku sedikit curiga dengan Pasukan Gerbang. Dari penglihatanku, mereka itu bersifat netral. Jadi, mereka bisa berpihak pada siapa saja. Mungkin saja ada yang menghasut Pasukan Gerbang untuk membunuh 2 titan itu. Lagipula, mereka juga ditugaskan menjaga 2 titan yang kalian tangkap kan? Ketiga, aku sangat mencurigai Kepolisian Militer. Mereka memang terlihat sangat tidak bersalah dari luar. Tapi sebenarnya aku yakin mereka yang berpotensial paling besar untuk membunuh titan tangkapan ini. Kalau bukan kepala Kepolisian Militer yang punya ide gila ini, maka aku yakin salah satu anggota Kepolisian Militer yang melakukannya" jelas Elica.

"Kau yakin kau mencurigai Kepolisian Militer bukan karena dendam semata karena sudah memperlakukanmu dengan tidak sopan waktu itu?" tanya Levi.

"Tentu saja tidak. Aku tidak mencampurkan pekerjaan dengan masalah pribadi" jawab Elica.

"Bagaimana kau bisa yakin kalau Kepolisian Militer di balik semua ini? Bukannya kau belum dapat membuktikan kalau mereka bersalah?" tanya Erwin.

"Hah... Kalian sadar kenapa banyak orang yang ingin masuk Kepolisian Militer daripada masuk Pasukan Gerbang atau Survey Corps? Karena hanya ingin selamat. Dan karena alasan itulah Kepolisian Militer adalah tempat paling cocok untuk bersembunyi. Kalian tau alasannya? Karena Kepolisian Militer jarang berhubungan Pasukan Gerbang dan Survey Corps. Mereka jadi terlihat paling tidak bersalah. Jika pelaku memang dari Kepolisian Militer, maka, dia tinggal kabur, bersembunyi dan mengikuti alur yang sudah ada. Yaitu berpura-pura menyelidiki kasus ini seolah-olah dia tidak bersalah. Aku benar kan?" tanya Elica.

'Bocah ini datang dengan pemikiran yang tidak pernah ada sebelumnya. Dia tidak bisa diremehkan' batin Levi.

Jujur, Levi cukup terkejut dengan apa yang Elica jelaskan. Penjelasannya cukup masuk akal walau belum ada bukti. Selain itu, dia cuma menguping pembicaraan Kepolisian Militer. Dari pembicaraan itu, Elica hanya mendapat info tentang akan diadakannya pemeriksaan 3D Manuver Gear yang berlaku bagi semua divisi militer termasuk para kandidat baru dan Kepolisian Militer. Dari info itu saja, sepertinya belum cukup untuk membuat hipotesa seperti yang Elica katakan. Orang-orang masa depan memang hebat.

"Bukankah mereka sudah melakukan pemeriksaan 3D Manuver Gear pada masing-masing? Dan hasilnya Kepolisian Militer lolos" kata Erwin.

"Ckckck... Pelaku cukup pintar untuk tidak menggunakan 3D Manuver Gear-nya sendiri. Dia menggunakan 3D Manuver Gear milik orang lain. Makanya pelaku bisa lolos pemeriksaan. Sayang sekali dia tidak cukup pintar untuk menipu shinigami dari masa depan" kata Elica dengan senyum kemenangannya.

"Kalau pelaku tidak memakai 3D Manuver Gear miliknya, lalu dia memakai milik siapa?" tanya Hanji.

"Pelaku tidak mungkin memakai milik teman satu divisi-nya. Karena itu akan terlihat mencurigakan. Jawaban terbaiknya adalah, pelaku memakai 3D Manuver Gear milik prajurit yang gugur saat melawan titan" jawab Elica.

"Bagaimana kau tau kalau 3D Manuver Gear itu milik para prajurit yang gugur saat melawan titan?" tanya Levi.

"Di masa depan, jika seseorang terbunuh, maka, Kepolisian akan melakukan otopsi pada mayat korban untuk mengetahui bagaimana cara korban tewas. Menurutku, konsepnya sama. Mayat prajurit yang gugur saat perang diserahkan ke Kepolisian Militer. Dan pelaku yang mengurus mayat itu diam-diam mengambil 3D Manuver Gear-nya lalu memakainya untuk membunuh 2 titan tangkapan kita, lalu mengembalikannya lagi pada tempat seharusnya" jawab Elica.

Mereka tercengang sekarang. Elica membuat hipotesa dengan menggabungkan konsep dari masa depan dengan konsep masa lalu. Kalau penjelasan Elica terbukti benar, mereka tinggal membuktikan kalau Kepolisian Militer bersalah. Tapi, bagaimana cara mereka membuktikan kalau Kepolisian Militer bersalah? Mereka sudah lolos pemeriksaan. Jika dilakukan pemeriksaan ulang, hasilnya akan sia-sia. Elica yang bisa menebak apa yang mereka pikirkan hanya menyeringai lebar.

"Soal membuktikan mereka bersalah, biar aku yang urus. Kalian cukup duduk dan melihat saja" kata Elica.

.

.

Lifesaver From Future

.

.

2 hari setelah kasus pembunuhan 2 titan tangkapan Survey Corps. Pagi itu, pagi yang cerah di divisi Kepolisian Militer. Di sana sangat tenang. Tapi, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Sebuah suara seperti gema terdengar gedung divisi Kepolisian Militer. Tebak ulah siapa itu? Yup, siapa lagi kalau bukan Elica? Hal yang sama yang ia lakukan saat bertemu dengan Survey Corps. Bersuara dulu baru muncul. Nile Dawk yang mendengar itu langsung waspada. Penyusup kah? Kira-kira dari mana asal suara itu?

"Hahahaha... Selamat pagi, saudara-saudara dari Kepolisian Militer. Bagaimana hasil penyelidikan kalian?" tanya Elica.

"Siapa itu? Tunjukkan dirimu, pengecut!" suruh Nile.

"Ckckck... Kasar sekali. Tenang saja. Aku baru mau menunjukkan diri kok" Elica sudah duduk di sofa yang ada di ruangan Nile.

"Bagaimana kau bisa masuk? Mau apa kau ke sini? Aku pikir Survey Corps sudah memenangkanmu. Atau kau mau menyerahkan diri sekarang?" tanya Nile.

"Hah... Kau sama saja dengan Erwin-danchou. Pertanyaanmu banyak sekali. Tapi, akan aku jawab satu per satu. Sebelum itu, aku harap kau tidak keberatan membiarkan Levi-heichou dan Erwin-danchou masuk" kata Elica. Nile melihat ke jendela. Di luar, terlihat Erwin dan Levi sedang menunggu izin untuk masuk.

"Baiklah"

.

.

.

POV Levi

Tch. Akhirnya masuk juga. Aku, Erwin, dan bocah itu sedang berada di dalam ruangan kepala Kepolisian Militer. Bocah itu dengan seenak jidatnya duduk di meja kerja yang ada di sana. Cih... orang-orang masa depan tidak punya sopan santun ya? Sekarang dia sedang bicara dengan kepala Kepolisian Militer. Nada bicaranya terdengar arogan. Aku rasa dia tidak sadar. Penjelasannya belum tentu benar kan? Lagipula, dia tidak punya bukti kalau yang bersalah adalah Kepolisian Militer.

"Pertama, aku itu seorang shinigami, Nile-san. Masuk ke sini bukan perkara sulit. Aku ke sini karena ada yang ingin aku katakan padamu" kata Elica.

"Cepat katakan! Aku sibuk" suruh Nile.

"Hah... Langsung saja ke intinya kalau begitu. Tadinya aku berniat basa-basi dulu. Kalian kan yang membunuh 2 titan tangkapan kami?" tanya Elica.

"Apa maksudmu? Kalian Survey Corps menuduh kami?" tanya Nile tidak terima.

"Aku tidak menuduh kalian. Tapi, aku tau kalian yang melakukannya" kata Elica.

"Jangan fitnah kau! Kami Kepolisian Militer paling tidak terlibat di sini. Kami hanya menyelidiki kasus ini" bantah Nile.

"Tidak. Kalian memang terlihat tidak bersalah. Tapi, aku yakin kalian paling berpotensial membunuh titan tangkapan Survey Corps" kata Elica.

"Kalau begitu, beri aku penjelasan yang masuk akal untuk menuduh kami" suruh Nile.

Bocah itu menjelaskan semuanya. Aku dan Erwin cuma bisa menatap Nile yang tercengang dengan penjelasan Elica. Dia selalu membantah apa yang Elica jelaskan. Dari bantahan itu, 2 hal yang aku dapat. Pertama, dia menyangkal penjelasan bocah itu karena dia memang benar-benar tidak bersalah. Kedua, dia menyangkal penjelasan bocah itu agar tidak ketahuan bersalah. Tapi dari ekspresinya, aku rasa dia menyangkal karena benar-benar tidak bersalah. Aku masih tidak mengerti kenapa bocah itu masih menekannya dengan semua penjelasannya.

"Kenapa tidak kau cek semua 3D Manuver Gear milik prajurit yang sudah gugur? Aku yakin kau akan menemukan satu 3D Manuver Gear yang tidak lama ini baru saja terpakai" suruh Elica.

Kepala Kepolisian Militer itu langsung setuju. Dia membawa kami menuju ruang penyimpanan 3D Manuver Gear milik prajurit yang sudah gugur. Begitu masuk, Elica langsung melihat-lihat ke sekeliling tempat menyimpan 3D Manuver Gear. Tch, ruangan ini kotor sekali. Tidak pernah dibersihkan. Huh... Kalau ini ruangan milikku, aku akan menyuruh orang untuk membersihkan ini sampai benar-benar tidak ada debu dan kotoran yang menempel di ruangan ini. Dengan acak, bocah nyentrik itu mengambil sebuah 3D Manuver Gear yang berada di atas sebuah rak.

"Coba kau periksa ini" suruh Elica.

"Bagaimana kau bisa yakin kalau ini 3D Manuver Gear yang dipakai pelaku?" tanya Nile.

"Kau lupa, Nile-san? Aku seorang shinigami dan aku bisa sedikit melihat masa depan. Dan ini 3D Manuver Gear yang dipakai pelaku" kata Elica sambil menyeringai.

Nile memeriksanya dan ia tercengang tidak percaya. Elica menyeringai penuh kemenangan. Nile langsung keluar dan memanggil seseorang. Sepertinya dia menyuruh orang itu untuk mengumpulkan semuanya. Kami mengikutinya keluar. Bocah ini benar-benar tidak bisa diremehkan. Tiba-tiba, dia mengeluarkan sebuah toples berisi bubuk putih. Mau apa lagi dia? Barang bukti sudah ditemukan kan? Dia menabur bubuk putih itu di atas 3D Manuver Gear lalu meniupnya pelan. Sebuah lengkungan tipis terbuat.

"Apa itu?" tanya Erwin.

"Kalau kalian pernah melihat cara polisi bekerja, kalian pasti tau. Ini adalah sidik jari pelaku itu. Kalau Nile melihat ini, aku yakin dia bertambah shock. Khuhuhu... Yup, tuan-tuan, tugas kita sudah selesai. Mari kita pulang. Soal ini, biar Kepolisian Militer yang menangani lebih lanjut" kata Elica.

.

.

Lifesaver From Future

.

.

POV Author

"ELICA~ Bagaimana?" Hanji langsung menyambutnya dengan suara super kerasnya.

"Berhasil, buntaichou. Tinggal menunggu pelakunya ketahuan saja" jawab Elica.

"Huwwah... Kau penyelamat, Elica~" Hanji memeluk Elica.

"Nah, aku permisi, buntaichou, heichou, danchou. Aku harus kembali ke kamarku" Elica hendak kembali ke kamarnya. Tidur lagi karena ia belum mendapat cukup tidur. Sayang sekali Levi menghentikannya dengan menarik kerah kemeja Elica.

"Mau ke mana kau? Kita latihan dengan 3D Manuver Gear. Panggil Auruo dan yang lain. Kalau aku memergokimu diam-diam kembali ke kamar, kau tidak akan lolos dariku" ancam Levi.

"EHH?!" Elica tidak terima. Dia belum handal menggunakan 3D Manuver Gear. Dan ini latihan yang paling ia benci. Tapi pada akhirnya, dia menurut.

.

.

To Be Continue

Akhirnya... Minna-san, crime saya kurang bagus sepertinya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya berterima kasih pada pembaca yang sudah bersedia membaca fic ini. Saya akan berusaha keras. Mungkin saya update lagi bulan Juni setelah liburan karena saya mau fokus pada UAS saya. Banyak pekerjaan yang sudah menanti saya. Gomen nasai minna-san. Ehehehehe... Semoga kalian tidak keberatan meninggalkan review di chapter 3 ini...