Hai lgi, Minna-san... Kita bertemu lagi. Iya saya tau kalau saya ngetik pas lagi UAS dan besoknya itu UAS Fisika. Ugh... Saya gatel mau ngetik. Sebelum ide saya ilang. Hikz... Mumpung abis nge-print Inggris sekalian aja buka internet bentar. Di rumah sodara, lumayan ada wi-fi. Laptop saya sedang masuk rumah sakit membuat saya tidak bisa mengetik selama UAS. Ah... Saya jadi curhat. Langsung saja. Nikmati ceritanya. Semoga kalian puas dan mau meninggalkan review lagi.
Ah iya, maaf kalau di chapter sebelumnya tidak ada lagu. Saya terlalu fokus sama Crime-nya. Saya akan berusaha memasukkan sebuah lagu di sini. Ehehehe... Mulai dari sini, mungkin melenceng. Soal adegan rekruit kandidat baru, entah di chapter ini atau di chapter depan. Ya kita lihat saja.
Summary: Elica yang sedang tidur tiba-tiba membaca masa depannya sendiri. Dan masa depannya membuat Elica mengingat masa lalunya yang kelam. Gelisah dan takut langsung menguasai sebagian dari diri Elica. Dan karena itu Elica jadi aneh. Kemampuannya memakai 3D Manuver Gear menurun dan ia tidak makan selama beberapa hari. RnR please...
Title: Lifesaver From Fututre
Chapter: 4
Rate: T (Saya harap romance-nya muncul di sini)
Disclaimer: Shingeki no Kyoujin milik Hajime Isayama-sensei kecuali plot yang berubah dan karakter OC-nya
Warning: OOC (mungkin), typo (mungkin), kata-kata yang belum sempurna, plot yang kurang bagus, mengandung beberapa kata ambigu, dan lain-lain
Pair: Levi x OC
POV Elica
"Hyaaa..." mimpi kah? Ah, tidak. Ini bukan mimpi. Aku melihat masa depan. Lebih tepatnya masa depanku. Entah kenapa aku sering sekali melihat masa depanku sekarang.
"Kalian sudah bebas sekarang"aku bisa melihat diriku tersenyum manis sekali. Bukannya aku percaya diri ya... Memang faktanya begitu.
"Dan sekarang kau bisa angkat kakimu dari sini, monster" aku bisa mendengar seseorang berkata begitu. Dan aku terdiam. Kata 'monster' selalu membangkitkan masa laluku yang kelam.
Sekarang aku tidak melihat masa depan lagi. Aku di tarik ke dalam sebuah mimpi. Dan aku bisa melihat diriku sewaktu aku masih kecil. Ya, kalian tau mimpi apa ini. Masa laluku. Di mana aku di perlakukan seperti monster, dijauhi. Mereka punya alasan kenapa mereka memperlakukan aku seperti itu. Mereka takut padaku.
"Jangan dekat-dekat, dasar monster. Nanti aku akan melemparimu dengan batu"ohh tidak... Aku mohon jangan. Aku paling tidak mau mengingat yang satu ini.
"Pergi sana! Ini bukan tempat bermain monster"
"Monster harus main dengan sesama monster" aku bisa mendengar suara omelan yang lainnya.
Dan mereka mulai melempariku dengan batu. Rasanya sakit. Mereka melemparnya keras sekali sampai dahiku berdarah. Akhirnya aku kabur. Aku tidak tahan lagi. Aku meminta mereka berhenti tapi mereka tidak mendengarkanku. Lemparan batu itu makin banyak. Aku menangis, menjerit dan melakukan apa yang aku bisa untuk membuat mereka berhenti melempariku batu. Tapi semua usahaku sia-sia mengingat mereka tidak mau mendengarkanku.
"Kau ngomong apa sih, monster? Aku tidak mengerti. Katakan dengan jelas. Kau bisa bahasa Shinigami tidak sih?" lemparan-lemparan itu masih saja mengenaiku. Aku benar-benar tidak tahan lagi.
"HENTIKAN!" jeritku terbangun dari tidurku. "Mimpi kan?" aku gelisah sekaligus takut. Aku memeluk kedua kakiku lalu meringkuk di tempat tidur.
BRAK!
Pintu di dobrak menampilkan seorang laki-laki dengan tinggi sekitar 160 cm, dengan tampang menyebalkan yang menjadi tampang sehari-harinya. Siapa lagi kalau bukan Levi-heichou. Dia bersedekap dada sambil memandangku. Sepertinya aku akan diomeli karena sudah membuat keributan. Dia masuk ke kamarku. Aku baru sadar kalau dia memakai piyama. Rasanya dia jadi keren sekali. Hey, aku baru saja berpikir yang tidak-tidak.
"Bocah nyentrik sialan, kau tau jam berapa sekarang?" tanyanya. Uh-oh... Nadanya sudah terdengar sangat berbahaya. Dia benar-benar marah.
"Umh... 5 pagi?" gumamku sambil menatapnya.
"Tepat sekali dan kau baru saja mengganggu tidurku dan para anggota Survey Corps yang lainnya dengan suara teriakanmu" protes Levi.
"M-Maafkan aku, heichou" aku segera meminta maaf.
"Sebagai hukumannya, berlarilah di lapangan sampai kakimu putus" akhirnya aku kena hukuman heichou tercinta kita. Aku menghela nafas. Ya, tidak apa-apa. Itu bisa menghilangkan rasa gelisah dan takutku.
"Baik" Aku segera bangkit lalu mengganti pakaianku dan segera menuju lapangan.
.
.
Lifesaver From Future
.
.
POV Author
"Elica-san, kau terlihat tidak nafsu makan. Apa kau sakit?" tanya Eren yang duduk di dekat Elica.
"Eh? Ah... Aku baik-baik saja kok, Eren. Ehehehe... Hanya saja, aku sedang tidak mau makan. Kau tenang saja. Shinigami tidak perlu makan setiap hari Kita jarang merasa lapar sih" Elica cepat-cepat memberi penjelasan.
"Lalu? Kau baik-baik saja setelah dihukum Levi-heichou berlari di lapangan sampai kakimu tidak bertenaga begitu?" tanya Armin.
"Tentu saja. Hehehe... Akan butuh lebih dari ini untuk membuatku kehabisan tenaga" jawab Elica sambil tersenyum gugup. "Etto... Aku permisi dulu sebentar" Elica bangkit lalu kembali ke kamarnya.
Elica menatap ke sekelilingnya lalu menghela nafas. Ia pun menuju kamar mandi. Dia belum sempat mandi pagi ini dan dia sekarang berkeringat setelah berlari di lapangan selama hampir 1 jam lebih. Bertemu Levi-heichou dalam keadaan berkeringat hanya akan membuat Elica diomeli lagi mengingat Levi adalah seorang Clean Freak dan Elica sudah bisa membayangkan apa yang akan Levi katakan kalau melihatnya dalam keadaan berkeringat. Elica langsung merinding lalu menyalakan shower. Tidak lupa dia melepas pakaiannya dulu.
"Hah... Dalam kondisi seperti ini, aku seperti bukan diriku sendiri" gumam Elica.
Selesai mandi, Elica keluar dengan memakai kemeja putih dan celana putih. Ia lalu segera memakai perlengkapannya begitu ia melihat dari jendela kamarnya hampir semua prajurit sudah berada di lapangan. Setelah memakai perlengkapannya, Elica segera berlari tapi dia berhenti di pintu kamarnya. Kalau berlari dari kamar sampai ke lapangan tidak akan sempat. Levi-heichou pasti akan memarahinya lagi. Tiba-tiba ia terpikir sebuah ide cemerlang tapi gila untuk sampai di lapangan.
Elica pun melompat dari jendela kamarnya lalu mendarat dengan mulus di darat. Begitu mendarat, Elica menatap sekeliling dan menyadari kalau semua yang ada di sana memandangnya dengan tatapan kaget sekaligus terpukau. Elica hanya tertawa kecil lalu menghampiri mereka. Ia menghela nafas lega. Levi belum sampai di lapangan. Eren, Armin, dan Mikasa segera menghampiri Elica. Mereka menyerang Elica dengan banyak pertanyaan. Elica tersenyum kecil sekarang. Manusia memang seperti ini.
"Elica, tadi itu gila! Kenapa kau lakukan itu?" tanya Eren.
"Kau membahayakan nyawamu, Elica. Apa kau melakukan itu gara-gara Heichou pendek itu?" tanya Mikasa.
"Bagaimana kau bisa mendarat dengan mulus? Kau sudah biasa melakukannya?" tanya Armin.
"Ahahaha... Aku melakukan itu supaya tidak telat ke lapangan saja. Kalau telat, aku bisa dimarahi dan dihukum. Dan aku tidak mau hal itu terjadi. Kau lupa aku itu shinigami? Kami sudah biasa terjun dari tempat tinggi. Bukan berarti kami seorang pencuri ya..." jawab Elica.
"Semua, berkumpul!" sebuah suara dingin terdengar membuat prajurit yang ada di sana segera berkumpul. "Hari ini kita latihan 3D Manuver Gear. Bersiaplah kalian. Ingatlah apa yang paling penting dalam latihan ini" ucap Levi.
Dalam beberapa saat, mereka semua sudah meluncur ke tempat objek latihan mereka sudah menunggu. Mereka berebut tarrget latihan untuk melihat siapa yang lebih banyak menebas objek latihan. Dan yang paling payah dalam menggunakan 3D Manuver Gear, sepertinya hanya Elica. Dia belum terbiasa menggunakan 3D Manuver Gear. Ia lebih suka menggunakan pedangnya langsung. Kalau bukan Levi-heichou yang memaksanya, Elica tidak akan mau berlatih 3D Manuver Gear.
"Mati saja kau, monster" Elica mendengar suara seorang prajurit. Ia pun membeku.
'Monster? Dia tidak bermaksud untuk memanggilku dengan sebutan itu kan? Ya, dia pasti memakai kata itu untuk objek latihannya. Ya, pasti begitu' pikir Elica sambil menenangkan diri.
"Bocah, awas di depanmu" suara Levi mengembalikannya ke dunia nyata.
"Eh? Huwwaa..." Elica pun menabrak pohon di depannya. "Ugh... Astaga... Kenapa di saat seperti ini..." gumam Elica.
"Ada apa denganmu, bocah? Kenapa kau jadi semakin payah?" tanya Levi sarkastik.
"M-Maafkan aku, heichou" ucap Elica lalu bangkit.
"Fokus. Kalau aku melihat 1 kesalahan lagi darimu, aku akan menyeretmu ke ruanganku" omel Levi.
"B-Baik" Elica kembali melesat dengan 3D Manuver Gear-nya. Menebas objek latihannya bersama yang lain. "Target-nya masih 10 lagi. Ugh... Aku sudah tidak tahan lagi. Aku tidak mau bergantung dengan 3D Manuver Gear terus"
Elica melompat dari cabang pohon ke cabang pohon yang lain. Kekuatan shinigami-nya sudah keluar. Tak lama kemudian, dia sudah menemukan target berikutnya. Tanpa membuang waktu, Elica segera menebas kayu berbentuk titan di depannya. "Satu..." Elica melompat lagi. Sebelum menjauh dari targetnya tadi, dia sempat melihat Eren yang mengumpat karena dia telat merebut target latihannya. Eren lalu mengejar Elica sambil memprotes Elica yang curang.
"Elica-san, kau curang. GUnakan 3D Manuver Gear-mu" protes Eren.
"Ihihihi... Tidak mau. Aku lebih nyaman begini" jawab Elica sambil tertawa pelan.
Di depan mereka, berdiri sebuah target. Eren dan Elica memutuskan untuk menebas target itu bersama-sama. Tiba-tiba, sebuah masalah terjadi pada 3D Manuver Gear Eren hingga berhenti bekerja. Eren pun jatuh. Elica yang baru mau menebas targetnya langsung melesat dan menangkap Eren. Akhirnya, mereka mendarat dengan tidak mulus di tanah dengan posisi Elica berada di bawah dan Eren berada di atas.
"Huwwa... Elica-san, kau baik-baik saja? Katakan sesuatu, Elica-san" panggil Eren berulang kali.
"Etto, aku baik-baik saja, Eren. Ehehehehe... Tidak perlu khawatir" kata Elica sambil tertawa pelan.
"Tidak bisa, Elica-san. Kau pasti mengalami patah tulang kalau jatuh dari ketinggian seperti itu. Mana yang patah? Aku akan membawamu ke tempat Hanji-san" kata Eren.
"E-Ehh? Ya, aku memang mengalami patah tulang. Tapi, kami para shinigami sembuh lebih cepat dari manusia. 10 menit lagi juga sembuh" kata Elica.
Sadar dengan posisinya dan Eren yang bisa di bilang cukup berbahaya, Elica langsung merona hebat. Ia berharap Eren akan segera bangkit dari posisinya. Tapi, apa yang Elica harapkan mendapatkan respon yang lebih buruk dari itu. Karena, Levi-heichou sudah berdiri di hadapan mereka dengan tampangnya yang lebih menyebalkan dari biasanya #author berat mengakui ini. hikz... Eren pun segera bangkit dari posisi-nya lalu melakukan salut pada Corporal-nya. Elica mencoba bangkit dan melakukan hal yang sama.
"Aku menyuruh kalian latihan. Bukan berada dalam posisi seperti itu, Jeager, Arleigh" ucap Levi dengan nada rendah yang langsung membuat mereka berdua merinding. Kalau nada bicara Levi sudah seperti itu, mereka berada dalam bahaya.
"Heichou, aku bisa menjelaskan" kata Eren.
"Kalau begitu jelaskan di kantorku, kalian berdua" Levi pun berjalan menuju kantornya. Elica dan Eren mengikuti dari belakang.
.
.
Lifesaver From Future
.
.
Di sinilah mereka. Di kantor Levi yang super bersih. Terima kasih berkat sisi Clean Freak-nya Levi. Elica sudah pulih sejak tadi yang kontan membuat Eren kaget karena perkataannya benar. Perhatian mereka kembali terarah ke sang pemilik kantor begitu mereka mendengar suara kursi yang bergesekan dengan lantai. Levi pun duduk dengan kedua kakinya berada di atas meja layaknya bos (A/N: Kyaa...) Eren dan Elica saling memandang sebentar. Karena tidak ada yang buka mulut, akhirnya Levi yang buka mulut duluan.
"Jeager, aku menunggu penjelasanmu" ucapnya.
"B-Baik. Etto... Saat latihan tadi, aku melihat Elica-san tidak memakai 3D Manuver Gear-nya. Tapi dia sudah menebas beberapa target latihan. Aku memutuskan untuk mengikutinya lalu menyuruhnya memakai 3D Manuver Gear-nya. Tapi, dia tidak mau. Tiba-tiba, 3D manuver Gear-ku rusak dan aku jatuh. Elica-san segera menangkapku lalu mendarat duluan baru kemudian aku" Eren menjelaskan. Tidak sadar kalau dia juga menceritakan kesalahan Elica yang tidak memakai 3D Manuver Gear.
'EREN! AKU DALAM MASALAH BERKAT KAU!' jerit Elica dalam hati.
"Kau boleh pergi, Jeager. Bersihkan dapur sebelum makan malam" suruh Levi.
"Baik" Eren pun memberi salut lalu keluar. menyisakan Elica.
"Arleigh, kenapa kau tidak memakai 3D Manuver Gear-mu?" tanya Levi. Nadanya kembali rendah. Elica menelan ludah.
"Ehm... Etto... Itu..." Elica kehabisan kata-kata. "Aku... Ya... Kau tau... Ugh... Aku menghemat gas 3D Manuver Gear-ku. Ehehehe..." Elica berbohong.
"Dan kau berharap aku akan percaya dengan kata-katamu barusan?" Levi bangkit dari kursinya lalu mendekati Elica.
Elica pun kontan mundur seiring mendekatnya Levi sampai akhirnya Elica terpojok. "Jawab dengan jujur, Arleigh. Kenapa kau tidak memakai 3D Manuver Gear-mu?" tanya Levi. Bagus, Elica terjebak sekarang. "Kalau kau masih tidak mau menjawab, aku tidak akan membiarkanmu keluar dari kantorku, Arleigh" ucap Levi dengan nada yang bisa dibilang sexy #kyaaa... Elica pun merinding. Ia terdiam sebentar. Akhirnya dia menghela nafas dan memutuskan akan menjawab pertanyaan Levi.
"Aku tidak mau bergantung dengan 3D Manuver Gear terus. Aku payah dalam hal ini. Aku tidak akan bisa memakai 3D Manuver Gear sebaik yang lain. Lagipula, aku ini shinigami dari masa depan. Kami sudah latihan sangat lama daripada kalian para manusia. Kami berbeda. Jangan samakan kami dengan manusia. Terutama aku" ucap Elica. Ia pun menghilang. Meninggalkan Levi yang sedikit kebingungan di kantornya.
Huwwee... Gomen nasai minna. Saya sudah berusaha sebaik mungkin tapi saya tiba-tiba kehabisan ide. Mohon maafkan saya. Hikz hikz hikz... Dan saya tidak bisa memasukkan lagu di sini. Soal rekruit kandidat baru, sepertinya di chapter depan. Soal romance-nya, Argh... gomen nasaii... *sujud-sujud sama reader* saya sedang berpikir romance-nya mau Levi x OC doank ato harus ada slight pair yang lain biar bikin Levi cemburu. Tapi kalo mau ada slight pair-nya, OC-ku tercinta harus PDKT sama squad leader Survey Corps dulu donk? Ya, bisa saya atur sih. Pertanyaan saya cuma satu sekarang. Kalian mau romance-nya Levi x OC ato ada slight pair-nya? Tuliskan di review ya? Trus klo kalian mau slight pair, mau-nya OC-ku sama siapa? Yosh, sampai ketemu di chapter selanjutnya... Saya akan berusaha update di pertengahan bulan Juli nanti. Sayonara~
