Hola minna-san... Akhirnya update... Saya hanya sempat pada hari Sabtu sama Minggu. Jadi mohon maaf kalau update-nya lama. Hari-hari saya sebagai anak kelas 9 cukup membuat stres. Ulangan tiada henti... PR les... PR sekolah... eskul komputer (wajib), dll. Uh... Saya lelah sebenarnya. Tapi saya tetap update fanfic ini demi minna-san. Ehehehe... Ah iya, dari pada lama-lama, silahkan nikmati ceritanya. Semoga memuaskan kalian semua.
Sesuai janji, saya akan berusaha memasukkan 2 lagu di sini. Hitung-hitung hutang. Jika penasaran, kalian bisa download lagunya. Saya sudah mencantumkan judul lagu dan nama penyanyi-nya.
Ohh iya, dan mungkin saya akan mengambil adegan rekruit kandidat baru episode 16 Shingeki no kyoujin dan tentu saja adegan itu ditambah dengan beberapa adegan dari saya. Ohh iya, Eren, Mikasa, dan Armin bakal beda angkatan sama temen-temennya di sini.
Summary: Akhirnya tiba saatnya rekruit kandidat baru. Awalnya anggota Survey Corps berpikir, kandidat yang ingin masuk Survey Corps tahun ini akan sedikit seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi mereka salah. Jumlahnya bertambah. Berkat Elica, yang menjanjikan kalau para kandidat yang masuk Survey Corps tidak akan mati saat ekspedisi nanti. RnR please
Title: Lifesaver From Future
Chapter: 6
Rate: T
Disclaimer: Shingeki no Kyoujin punya Hajime Isayama-sensei. Kecuali OC, percakapan, dan plot yang berubah.
Disclaimer lagu: Bokura wa Ima no Naka de - Muse (Love Live), Start Dash - Muse (Love Live)
Warning: OOC (mungkin), typo (mungkin), kata-kata yang belum sempurna, plot yang kurang bagus, mengandung beberapa kata ambigu, dll.
Pair: Levi x OC
Kini, para anggota Survey Corps sedang melakukan bersih-bersih terakhir sebelum mereka menghadiri upacara penerimaan kandidat baru. Dan bersih-bersih kali ini seperti biasanya. Tidak ada yang terlalu menikmati bersih-bersih. Tapi, mereka terpaksa daripada kena hukuman lari di lapangan dari heichou tercinta kita, siapa lagi kalau bukan Levi? Eren, Armin, dan Mikasa termasuk salah satu dari mereka yang tidak terlalu menikmati tugas bersih-bersih dari Levi. Bukannya mereka tidak suka. Hanya tidak terlalu menikmati saja.
"Ah... Aku ingin cepat menyelesaikan ini" gumam Eren.
"Kalau begitu kita harus bersihkan ini dengan cepat dan harus sesuai dengan kriteria Levi-heichou" kata Armin.
"Chibi itu menyebalkan" umpat Mikasa pelan.
Elica yang kebetulan mendengar kata-kata mereka hanya geleng-geleng kepala. Ia maklum karena Levi punya sisi Clean Freak. Setelah berpikir sebentar, tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya membuatnya terkikik pelan. Eren, Armin, dan Mikasa memandang Elica dengan tatapan bertanya. Elica yang sadar diperhatikan oleh mereka langsung menghampiri mereka dan memberitahu apa yang baru saja ia pikirkan. Mereka pun terkejut dan langsung menyerang Elica dengan pertanyaan.
"Memang ada cara bersih-bersih yang cepat dan bisa membuat Levi-heichou tutup mulut?" tanya Eren tidak percaya.
"Apa kau yakin ini akan berhasil?" tanya Armin.
"Kalau tidak berhasil, dia akan menghukummu lho" kata Mikasa.
"Humph... Hukuman tidak akan menghalangiku. Sekarang perhatikan aku baik-baik" mereka menuju ke ruang makan. Salah satu ruangan yang belum dibersihkan.
"Ruangan sebesar ini bagaimana bersihnya kalau hanya dengan kita ber-empat?" tanya Eren.
"Kita gunakan cara tadi" kata Elica.
Elica membawa 4 ember air, 4 pasang sikat, dan beberapa kain lap. Ia lalu memindahkan meja dan kursi ke pojok ruangan. Setelah itu, ia melepas boots-nya. "Elica-san, apa yang kau lakukan?" tanya Eren. "Aku melepas boots-ku" jawab Elica. "Untuk apa?" tanya Armin. "Hehe... Kau akan liat nanti" Elica mencuci kakinya lalu mengambil salah satu sikat dan mematahkan gagangnya membuat Eren dan Armin shock sementara Mikasa hanya tersenyum senang. Elica pun mengeluarkan sesuatu dan memodifikasi sikat itu.
"Elica-san, apa yang kau lakukan? Kau bisa mendapat hukuman terburuk dari Levi-heichou" Eren panik.
"Sebaiknya cepat kau kembalikan itu seperti semua" Armin juga panik.
"Tenang saja. Semua dibawah kendaliku" Elica pun menunjukkan hasil modifikasinya.
"Apa itu?" tanya Mikasa.
"Hasil modifikasiku, sepatu sikat" kata Elica sambil mematahkan sisa gagang sikat yang lain.
"Kita akan mati" kata Eren sambil memanjatkan doa.
"Setelah itu, kita pakai sepatu sikat ini di kaki kita. Lalu, air yang sudah dicampur dengan sabun kita guyur ke lantai..." Elica mengguyur semua lantainya dengan sisa air yang ada di ember. "Lalu kita tinggal meluncur seperti bermain sepatu roda. lantai ini bisa sekalian dibersihkan" Elica mulai meluncur sambil membersihkan lantai.
"Apa bisa cepat selesai?" tanya Armin masih ragu.
"Tentu saja. Selain cepat selesai, hasilnya pasti bersih. Karena sikat ini menggunakan berat kita untuk menggosok lantai dengan keras. Ayo lepas boots kalian dan ikutan. Semakin cepat selesai, kita bisa lebih cepat siap2 untuk menghadiri acara rekruit kandidat baru" kata Elica.
Akhirnya mereka mengikuti Elica. Dan tak lama kemudian, mereka bersenang-senang sambil membersihkan lantai juga yang lainnya. Mereka tak menyadari sepasang mata abu-abu kebiruan sedang melihat mereka bersih-bersih. Dan buruknya, sepertinya pemilik manik abu-abu kebiruan ini kesal karena sikatnya dimodifikasi. "Oi, bocah-bocah" panggilnya.
Yang pertama kali membeku adalah Eren dan kedua adalah Armin. Elica dan Mikasa malah bersalut pada pemilik suara. "Levi-heichou".
"Apa yang kalian lakukan dengan sikat di kaki kotor kalian?" tanya Levi dengan nada berbahaya.
"Uh... Itu..." Eren mencoba menjelaskan tapi tidak bisa.
"Anda salah, heichou. Kami sudah cuci kaki tadi. Dan aku yang melakukan ini. Supaya kami bisa cepat bersiap untuk acara nanti malam" kata Elica.
"Dengan bersih-bersih sambil bermain? Usaha yang bagus tapi kalian jadi membuat pekerjaan ini makin lama" ucap Levi sarkastik.
"Ohh ya? Tidakkah ini sudah sesuai dengan kriteria kebersihanmu, Heichou?" tanya Elica sambil menyeringai
Levi harus mengakuinya. Lantainya benar-benar bersih karena "Disikat" berkali-kali. Arleigh Elica, seorang shinigami dari masa depan yang terlalu pandai bicara telah membuat Humanity Strongest Soldier tutup mulut karena hasil bersih-bersihnya. Levi hanya berdecih. Elica berusaha menahan seringaiannya. "Sebaiknya kau kembalikan seperti semula sikat itu setelah selesai, bocah nyentrik. Kalau tidak..." Levi memberikan tatapan kematiannya yang membuat author nosebleed non stop #abaikan. "Kau akan mati" ancamnya.
"Baik~" jawab Elica santai. Eren dan Armin sudah terkapar karena tatapan mematikan Levi. Begitu Levi keluar, Elica pun tersenyum lebar lalu tertawa.
"Fufufufu... Lihat kan? Ini pasti membuatnya tutup mulut" Elica mengembalikan sikatnya ke keadaan semula.
"Elica-san, Levi heichou ingin kau segera menemuinya di kantornya" suruh Petra.
"Oke~" jawab Elica. Eren, Mikasa, Armin, dan Hanji mendekati Elica. "Kau dalam masalah, Elica-san" kata Eren khawatir. "Bagaimana ini? Haruskah kita menyembunyikanmu?" tanya Armin. "Kalau kau tidak bisa, biar aku yang menghadapi Chibi itu" kata Mikasa. "Pasti dia mau menembakmu~~~" kata Hanji yang excited.
"Aku rasa tidak mungkin dia mau menembakku. Tenang saja. Aku seorang shinigami. Aku bisa menghadapinya. Yosh... Aku pergi dulu... Senang mengenal kalian" kata Elica sambil menuju kantor Levi.
"Dia mengatakan itu seolah-olah dia sudah mau mati" ucap Mikasa.
"Harusnya kita sembunyikan saja tadi" kata Armin.
Sementara itu... Elica sudah sampai di depan kantor Levi. Ia pun mengetuk pintu. Dari dalam, terdengar suara kursi yang bergesekan dan lantai. Lalu terdengar suara derap kaki menuju pintu. Sesaat kemudian, pintu di buka dan Levi langsung menarik Elica masuk. Ia memenjarakan Elica antara tembok dengan dirinya.
"Well, bocah nyentrik, pagi-pagi begini kau sudah membuat masalah. Segitu inginnya kau dihukum?" tanya Levi dengan nada yang cukup seduktif OMG *nosebleed* #abaikan
"Aku tidak pernah tau kau seorang sadistik, heichou" balas Elica.
"Dengarkan aku bocah. Jika kau melakukan hal itu lagi, kau tidak akan aku ampuni. Sekarang kau tetap di sini sampai upacara penerimaan anggota baru bersamaku" ucap Levi.
"EH?! Kenapa? Aku mau ke panti asuhan..." Elica mengeluh.
"Jika kau mengeluh, hukumanmu makin berat. Apa perlu aku ikat?" tanya Levi mengancam. Elica pun diam. Levi hanya ber-smirk ria. Ia pun membisikkan sesuatu pada Elica. Dengan begini kita impas, B-o-c-a-h" katanya lalu kembali duduk di meja kerjanya meninggalkan Elica yang terkejut. "Bagaimana bisa?" batinnya bingung.
Tak lama kemudian, Elica kembali sadar dan ia memikirkan cara untuk keluar dari kantor Levi karena dia sudah punya janji dengan anak2 panti asuhan. "kalau heichou mengawasiku seperti ini, aku tidak akan bisa kabur dari kantor. Aku harus memikirkan sesuatu. Anak-anak dan teman2 pasti sudah menunggu" batin Elica.
POV Levi
Bocah nyentrik itu dengan seenak jidatnya duduk di sofa sambil memikirkan sesuatu. Aku yakin dia sedang memikirkan cara untuk kabur. Tch, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Anak itu kalau sudah berkeliaran pasti lupa waktu. Dan aku tidak mau hal itu terjadi. Dia melihat ke arah jendela lalu wajahnya jadi seperti anak kecil yang melihat benda baru.
"Wah... Kupu-kupu..." bocah itu dengan noraknya menuju jendela. Aku menatapnya.
"Kau tidak pernah melihat kupu-kuou? Norak sekali" ucapku sedikit menyindir.
"Di masa depan memang banyak kupu-kupu. Tapi aku tidak pernah melihatnya secara langsung. Aku hanya melihatnya dari buku bergambar. Di masa depan, aku terkekang. Aku tidak bisa bebas berkeliaran seperti ini" kata bocah itu. Dia mencoba menjangkau kupu-kupu itu tapi kupu-kupu itu malah terbang menjauh. Aku jadi ingat yang diceritakan oleh teman-teman bocah ini.
"Ah" bocah itu makin menjangkau kupu-kupunya dan dia terjatuh. Aku tidak sempat menjangkaunya. Sial... Sekarang aku tau maksud lain dari kupu-kupu itu. Aku melihat ke bawah dari jendela. Dia mengukir sesuatu di tanah lalu melambai ke arahku. Aku mencoba membaca apa yang dia ukir.
"HUMANITY STONGEST SOLDIER JATUH KE DALAM TRIK MURAHAN SHINIGAMI MASA DEPAN :P" dia meledekku.
"Bocah, kau tidak akan lolos dariku kali ini" aku segera mengambil 3D Manuver Gear-ku lalu keluar dan begitu aku keluar, dia sudah tidak ada. Tch... bocah sialan itu...
POV Elica
Fiuhh... Aku berhasil kabur dari kantor heichou. Ah aku mungkin akan dihukum lebih berat sih. Tapi biarlah. Lagi pula, aku sudah janji pada anak-anak panti asuhan untuk tampil lagi. Ah iya, aku belum memutuskan lagu yang akan aku mainkan untuk menghibur mereka. Bagaimana ini? Akan susah memikirkan lagu sekarang. Hm... apa ya...
Sekarang aku sadar mereka kan sedang suka melakukan hal-hal baru yang aku ajarkan pada mereka. Mungkin aku dan teman-teman akan menyanyikan lagu tentang itu. Lalu malam nanti, apa boleh ya aku menyanyi untuk para trainee? Mungkin itu ide yang bagus.
Ctak! Jidatku disentil oleh seseorang. "Oi, mau sampai kapan kau akan terus berpikir? Anak-anak sudah menunggu tau. Kau juga janji kan akan bersih-bersih dengan cepat" Alva menasehatiku. Aku hanya menyengir dan segera menuju ke sebuah tempat khusus untuk menghibur anak-anak.
"Ah, Elica-neesan sudah datang!" Lucas dengan antusias menyambutku dan Alva.
"Kalian sangat ingin mendengar lagu kami?" tanyaku.
"Iya. Sangat ingin! Lagu Elica-neesan membuat kami semangat lagi! Dan sekarang Elica-neesan mengajari hal baru pada kami. Rasanya seperti punya ibu lagi" kata Lucas. Aku terdiam sebentar. Ibu... ya?
"Yosh... Kami akan membuat kalian semakin semangat lagi" aku menuju ke stage yang sudah kami bangun semalam. Kali ini kami tidak tampil sambil memainkan alat musik. Kami tampil seperti idol kali ini. Anak-anak menyemangati kami.
"Teman-teman, ayo kita lakukan ini" aku mengambil posisi. Yang lain mengikuti. "It's showtime"
POV Levi
Aku mendengar suara bocah-bocah di sekitar padang rumput yang sebagian dipenuhi bunga-bunga liar. Sedang apa mereka di sini? Harusnya mereka ada di rumah kan? Mataku sedikit melebar karena sadar akan sesuatu. Di mana ada anak-anak pasti ada bocah nyentrik itu. Usaha yang bagus, bocah. Kau membawa anak-anak panti asuhan ke tempat seperti ini supaya aku tidak menemukanmu.
Aku berayun dengan 3D Manuver Gear-ku ke arah suara bocah-bocah dan semakin dekat, aku mendengar suara musik. Aku berayun makin cepat dan setelah sampai, aku kembali tercengang dengan pemandangan di depanku. Ada sebuah panggung dengan lampu berwarna-warni tersorot ke 5 orang yang berdiri di tengah panggung. Dari mana mereka membuat panggung seperti itu?
massugu na omoi ga minna o musubu
honki demo bukiyou butsukariau kokoro
sore demo mitai yo ookina yume wa
koko ni aru yo hajimatta bakari
Mereka menyanyi lagi. Tch bocah-bocah itu senang sekali kalau mereka menyanyi. Apa karena di jaman ini tidak ada penyanyi? Karena itu nyanyian mereka merupakan sesuatu yang baru untuk bocah-bocah itu?
(wakatteru)
tanoshii dake ja nai tamesareru darou
(wakatteru)
datte sono kurushisa mo mirai
(iku nda yo)
atsumattara tsuyoi jibun ni natteku yo
(kitto ne) kawaritsuzukete (We'll be star!)
sorezore ga suki na koto de ganbareru nara
atarashii (basho ga) gooru da ne
sorezore no suki na koto o shinjiteireba
tokimeki o (daite) susumeru darou
(kowagaru kuse wa sutechae) tobikiri no egao de
(tonde tonde takaku) bokura wa ima no naka de
kagayaki o matteta
Lagu pun berakhir. Bocah-bocah itu terus memanggil nama bocah nyentrik yang sekarang sedang memberi hormat dan mengucapkan terima kasih pada mereka. Aku berjalan ke arah stage. Salah satu bocah menyadari kedatanganku. Dia baru ingin memberitahu si bocah nyentrik tapi aku langsung menyuruhnya diam dengan bahasa isyarat.
"Oi, Elica, gawat" Tch. Si bocah merah juga menyadari kedatanganku rupanya. Bocah nyentrik menoleh dan mata kami bertemu. "Anak-anak, sepertinya sudah waktunya aku pergi" dia bersiap-siap kabur. Aku mengambil ancang-ancang kalau dia kabur tiba-tiba.
"Eh? Kenapa?" tanya bocah yang waktu itu ditolong oleh bocah nyentrik.
"Aku masih ada urusan. Alva, Brune, Clarimond, dan Elsie akan membawa kalian pulang. Tenang saja. Nah, sampai bertemu lagi" Ia berlari cepat sekali ke arah pepohonan. Humph... Kau salah gerakan, bocah. Aku segera mengejarnya. Setelah dekat dengan pohon, aku kembali berayun dengan 3D Manuver Gear-ku.
"Kau bunuh diri, bocah" aku memperingatinya.
"Benarkah? Aku cukup lincah bergerak dalam hutan kau tau? Apa mesin buatan manusia bisa mengalahkan kelincahan fisik shinigami?" dia meremehkan aku rupanya.
"Kita bisa buktikan itu sekarang. Aku mempercepat gerakanku. Bocah itu sendiri berayun di pohon dengan tangan kosongnya. Cukup lama kami berkejar-kejaran di pepohonan sampai akhirnya aku memutuskan memakai cara itu. Sedikit kasar memang. Tapi kalau tidak memakai cara ini, bocah itu akan terus bergerak. Bisa-bisa gas 3D Manuver Gear-ku habis duluan sebelum aku menangkapnya.
Ku lempar kedua pisau 3D Manuver Gear-ku dan bocah itu pun tertancap lengan bajunya di sebuah pohon. Aku segera menghampirinya yang sedang mencoba melepaskan diri. "Kenapa? Tidak bisa lepas?" aku mengangkat dagunya dengan tanganku supaya dia melihatku.
"Ukh..." dia masih mencoba melepaskan diri. "Kau kembali ke Headquarter denganku. Jangan macam-macam. Kau harus bersiap untuk acara rekruit kandidat nanti malam" Aku mencabut pisau 3D Manuver Gear-ku lalu menariknya kembali ke Headquarter
POV Author
Malam hari pun tiba. Para trainee sudah berkumpul di sebuah lapangan. Tak lama kemudian, Erwin pun memasuki sebuah stage yang ada yang lapangan itu dan yang para trainee pun berkumpul. Lalu, Erwin pun memulai pidato-nya.
"Namaku Erwin Smith, commander Survey Corps. Hari ini kalian akan memilih sebuah cabang militer. Tanpa basa-basi, aku ingin mengajak kalian untuk bergabung dengan Survey Corps. Ketika serangan titan, kalian belajar bagaimana mengerikannya mereka dan terbatasnya kekuatan kalian. Tapi, pertarungan ini membawa umat manusia pada kemenangan yang lebih dekat dari sebelumnya. Melalui eksistensi-nya Eren Jeager dan kemunculan shinigami masa depan, Arleigh Elica. Eren dengan mempertaruhkan nyawanya telah membuktikan dirinya sendiri tanpa keraguan bahwa dia adalah teman umat manusia. Dan Elica yang membantu kami dalam ekspedisi sebelumnya juga sudah membuktikan dirinya sendiri bahwa dia juga teman. Dengan bantuan mereka, kita tidak hanya menghentikan serangan titan tapi kita juga punya cara untuk mengetahui rahasia titan" kata Erwin dalam pidatonya. Para trainee terlihat kaget.
"Kita percaya bahwa di ruang bawah tanah rumah Eren yang berada di Shigansina, ada jawaban tentang titan yang dia sendiri tidak punya jawaban itu. Jika kita bisa mencapai ruang bawah tanah itu, kita akan menemukan petunjuk yang akan mengakhiri jaman kekuasaan titan ini" kata Erwin. Mulai terdengar bisik-bisik dari para trainee.
"Selama ini, kita sudah sejauh itu?" gumam seorang trainee.
"Jika kita mengetahui semua tentang mereka, kita bisa mengakhiri ini" gumam trainee yang lain.
Sementara itu, Armin menatap Erwin dari belakang panggung. "Tidak peduli seberapa banyak yang ingin dia rekruit, aku tidak percaya dia menyebarkan informasi ini. Apa dia punya maksud tersembunyi? Apa ingin coba dia lihat?" batinnya.
"Kami akan menuju ke ruang bawah tanah di Shigansina. Tapi itu akan membuat kita merebut kembali wall Maria. Dengan kata lain, tujuan kita masih sama" Petra dan Mike naik ke atas panggung dan membentangkan sebuah peta.
"Tapi, dengan tertutupnya pintu gerbang Trost, kita harus mengambil jalan panjang dari Karanes menuju ke arah timur. 4 tahun yang kita habiskan mengandalkan sebuah rute untuk pasukan besar sudah terbuang percuma. Selama 4 tahun itu juga lebih dari 60% anggota Survey Corps kehilangan nyawanya. Memang gila. Siapa pun trainee yang bergabung akan ikut dalam ekspedisi keluar dinding kita sebulan lagi. Kita memprediksi bahwa 30% tidak akan pulang dengan selamat. Dalam 4 tahun banyak yang akan mati. Tapi, mereka yang selamat akan menjadi prajurit yang lebih kuat dengan kemungkinan bertahan hidup yang tinggi" kata Erwin. Hening menyelimuti.
"Setelah mendengar fakta ini, yang masih ingin mempertaruhkan nyawa-nya, tetaplah di sini. Tanyalah diri kalian sendiri. Apakah kalian bersedia mengorbankan nyawa kalian demi umat manusia? Hanya itu. Yang ingin memilih cabang militer lain, boleh pergi" suruh Erwin.
"Jahat sekali kau, danchou. Kau hanya menceritakan sedikit tentang aku lalu kau menceritakan semua tentang Eren. Apa kau pikir Eren lebih berharga? Aku sudah berjanji padamu untuk membuka rahasia para titan sebelum umat manusia merebut kembali wall Maria kan?" sebuah suara terdengar membuat yang lain kaget.
"Tch. Hentikan kebiasaanmu yang muncul dengan suara dulu. Tunjukkan dirimu, bocah" suruh Levi.
"Ladies and gentleman, let's cheer up" Elica muncul dari belakang Erwin. "Arleigh Elica. Salam kenal semuanya. Aku harap kita bisa bekerja sama" Elica tersenyum manis.
Para trainee satu per satu mulai meninggalkan lapangan. Semakin lama semakin banyak. Para anggota Survey Corps hanya menghela nafas. Mereka sudah menduga kali ini mereka hanya dapat sedikit member baru atau mungkin tidak ada sama sekali. "Sudah aku duga" gumam Mike.
"Pantas saja manusia di masa depan semuanya pengecut. Nenek moyang mereka seperti ini sih. Kalian semua takut pada mahluk bodoh yang disebut titan hanya karena mereka memakan orang kesayangan kalian atau karena mereka memberi trauma terdalam bagi kalian? Apa kalian tidak pernah terpikir untuk balas dendam terhadap mereka? Apa kalian tidak pernah terpikir ingin mengakhiri kekuasaan titan ini dengan mengungkap rahasia titan?" tanya Elica. Mereka semua pun berhenti dan terdiam. Survey Corps dan teman-teman Elica sendiri cengo mendengar ucapan Elica.
"Apa kalian lebih mementingkan nyawa kalian sendiri dibanding orang-orang yang menjadi korban titan? Atau kalian merasa kalian tidak mampu bertarung melawan titan? Lalu selama 5 tahun masa pelatihan, apa saja yang kalian lakukan? Jadi selama ini kalian masuk pelatihan dengan sia-sia kan? Kalau begitu lebih baik dari awal kalian tidak usah masuk pelatihan" kata Elica. "Oi, kau tidak bisa memaksa mereka, bocah" Levi menasehati Elica.
"Aku tau di antara kalian, ada yang ingin masuk ke dalam Survey Corps. Tapi kalian takut mati kan? Aku yakin semua orang takut mati. Kalau begitu begini saja. Jika kalian masuk ke dalam Survey Corps, pada ekspedisi nanti, aku akan menjamin semua anggota Survey Corps termasuk kalian akan kembali dengan selamat" kata Elica.
"Elica, kau sudah gila?" tanya Clarimond.
"Kita hanya ber-lima dan kau berharap kita akan melindungi semua anggota Surveys Corps yang anggotanya mungkin hampir mencapai 50 orang lebih?" tanya Brune.
"Kita sudah pernah melindungi orang yang lebih banyak dari ini. Kenapa kita tidak bisa melindungi 50 orang lebih? Kalau ada shinigami masa depan, apa pun bisa di lakukan. Kalau ada aku, kalian akan baik-baik saja. Karena itu, percayalah padaku dan bergabunglah dengan Survey Corps" Elica mengulurkan tangannya.
Sebuah keajaiban pun terjadi. Beberapa orang yang tadinya pergi kini kembali ke lapangan dan berdiri di tempat ia berbaris tadi sementara yang lain tetap pergi. Senyum lebar terukir di wajah Elica. Survey Corps menatap Elica dengan tatapan tidak percaya. Shinigami masa depan bisa menimbulkan impact seperti ini. Erwin menatap mereka yang tinggal di lapangan.
"Apa kalian bisa mati jika kalian di perintahkan untuk mati?" tanya Erwin.
"Kami tidak mau mati" jawab mereka. Erwin pun tersenyum.
"Begitu ya? Aku suka tampang kalian. Kalau begitu, aku ucapkan selamat datang ke Survey Corps pada kalian. tawarkan hati kalian" Erwin melakukan salute. Mereka semua juga melakukan salute.
"Kalian semua bekerja dengan baik sudah menahan ketakutan kalian. Prajurit yang berani. Aku menghormati kalian" ucap Erwin.
"Yosh kita tutup dengan penampilan dari kami" Elica memanggil teman-temannya. Erwin pun mundur ke belakang panggung. "Tch. Dia akan menyanyi lagi?" Levi terlihat kesal.
"Apa salahnya, Shorty? Mereka tidak keberatan kok" Hanji menimpali. Musik pun dimulai.
I say...
Hey, hey, hey, START:DASH!
Hey, hey, hey, START:DASH!
Tanpa sadar, yang lain pun terhanyut dalam lagu yang di nyanyikan oleh Elica dan teman-temannya. Mereka semua menyoraki Elica kecuali Erwin, Mike, dan Levi. "Dengarkan liriknya baik-baik ya..." Elica mulai bernyanyi.
ubuge no kotoritachi mo
itsuka sora ni habataku
ookina tsuyoi tsubasa de tobu
akiramecha dame na nda
sono hi ga zettai kuru
kimi mo kanjiteru yo ne
hajimari no kodou
ashita yo kaware!
kibou ni kaware!
mabushii hikari ni terasarete kaware
START!
kanashimi ni tozasarete
naku dake no kimi ja nai
atsui mune kitto mirai o kirihiraku hazu sa
kanashimi ni tozasarete
naku dake ja tsumaranai
kitto (kitto) kimi no (yume no)
chikara (ima o) ugokasu chikara
shinjiteru yo... dakara START!
Ketika Elica menuju ke belakang panggung, Brune menepuk bahu Elica. "Aku terkejut kau bicara seperti itu. Bukannya dulu kau sama seperti mereka?" tanya Brune. Elica terdiam sebentar. "Aku memang seperti itu dulu. Tapi aku bukan seperti dulu lagi. Karena aku sekarang seorang shinigami" Elica langsung kembali ke headquarter dan masuk ke kamarnya
Pada tengah malam, Alva, Brune, Clarimond, dan Elsie sedang berdiskusi di ruang makan headquarter. "Kalau Elica sudah berkata begitu, itu artinya dia semakin serius" kata Brune. "Sepertinya dia tidak tahan melihat trainee yang meninggalkan lapangan itu. Makanya kata-kata tadi langsung keluar dari mulutnya dan dia langsung berpikir dia bisa melindungi semua anggota Survey Corps yang ikut ekspedisi" kata Clarimond.
"Ya kita juga tidak bisa menyuruhnya menarik perkataannya. Semua kata-katanya selalu dia jalankan dan semua yang dia lakukan jarang ada yang gagal" kata Alva.
"Dia selalu seperti ini ya... Kebiasaan" ucap Elsie.
"Hey, kita selalu mengucapkan ini berempat kan?" tanya Brune.
"Elica akan melakukan apapun supaya misinya berhasil bahkan jika dia harus memakai kekuatan terbesarnya, mengorbankan nyawanya, atau membuka masa lalunya sendiri" ucap mereka berempat.
"Ayo kita akhiri hari ini. Aku ingin tidur" Mereka pun bubar. Tidak sadar Levi mendengar diskusi mereka.
To Be Continue
Argh... akhirnya update juga. Maaf banget minna-san karena baru update. Saya bener-bener sibuk banget. Ya tau kan kalau UN sudah mau dekat. Saya merasa seperti dikejar cheetah #lebay tapi akhirnya saya berhasil update. Kebetulan UAS saya sudah selesai. Semoga minna-san menikmati cerita kali ini ya... Sampai ketemu di chapter berikutnya. Berdoalah semoga saya update cepet. Jangan lupa Read and Review ya... jangan lupa tinggalkan kritik dan saran kalian. atau mungkin sebuah ide. Sayonara...
Rikka Tatsuko
