Minna-san makasih ya udah review dan udah mau baca fic saya ini.

I would like to say thousands thanks to :

El-Cierto

Yuki Tsukushi

Jenny Eun-Chan

Makasih ya buat masukan dari kalian, I love you guys

Oh iya, saya sekalian mau bilang kalo fic yang saya buat ini, terinspirasi dari beberapa fic yang pernah saya baca, dari Dorama Hana Yori Dango, dan selebihnya ide saya sendiri.

Finally i just wanna say "Hope you enjoy it, selamat membaca minna-san!"

Disclaimer © Naruto ® is belong to Masashi Kishimoto

Rated : T

Genre : Friendship/Hurt/Comfort/Romance (?) / Teenage lifestyle

Pairing : Sabaku no Gaara and Yamanaka Ino

Warning : AU , OOC, misstyping , Gaje,alay,abal,ancur, EYD parah and etc whatever you call it :D


: penggalan chapter lalu :

"Ano, gomenasai aku harus membantu Tou-san,jaa nee dahi lebar!" Langsung Ino menutup teleponnya.

"Huh dasar Ino-Buta, kau berhutang cerita padaku, liat saja akan kubuat kau membuka mulutmu besok!" Ujar Sakura di seberang sana.

"Baka Ino, kenapa kau bodoh sekali sih?" Tanya Ino pada dirinya sendiri.

'Pasti besok mereka akan menginterogasiku!' pikirnya.

Chapter 2

Belum genap empat langkah Ino beranjak dari telepon, tiba – tiba lagi- lagi teleponnya bordering.

KRIIINNNGGG!

"Ha~h, pasti si dahi lebar lagi yang nelpon!" Ino membatin demikian.

"Moshi moshi, kediaman Yamanaka disini." Ino berbicara sopan pada lawan bicaranya.

"Ino-Chan,hiks…kaukah itu?" Hinata berbicara diselingi tangisan rupanya.

"Hi…Hinata-chan? Kau kenapa menangis?"

"I…Ino-chan, a…aku… aku ingin bercerita…"

"Yasudah, ayo ceritakan apa masalahmu, I'm all ears Hinata"

"Baik, tapi conference call ya, aku sudah terlanjur berjanji pada Sakura-Chan dan Tenten-chan."

"Ta….tapi Hinata…."

"Kau keberatan ya Ino-chan?" Terdengar suara Hinata menandakan kekecewaan.

"Oh…tidak,tidak apa-apa kok Hinata, tapi sebaiknya kita conference call via ponsel saja ya, aku lelah berbicara di telepon rumah, aku ingin ngobrol sambil tiduran di kamar, 5 menit lagi telepon ke ponselku ya Hinata, Jaa!"

5 menit kemudian

"APA? JADI BETUL APA KATA SAKURA?" Seru Tenten di tengah-tengah conference call mereka (rupanya Ino sudah menceritakan yang sebenarnya pada mereka)

"Ya, begitulah" jawab Ino

"Kenapa kau tak telepon Konan-Sensei saja untuk minta detail yang lebih baik tentang si anak baru itu?" Sakura bertanya

"Aku malas Sakura, lagipula toh besok semua pasti jadi lebih jelas" Ujar Ino.

"Ya terserah kau saja lah, oh iya minna, aku mau cerita,, dan ini merupakan kabar terbaik dan pengalaman terindah yang pernah terjadi padaku loh!" Sakura berbicara dengan sangat antusias.

"Ada apa Sakura? Kamu dapat durian runtuh ya?" cecar Tenten

"Ano, Sakura-chan, aku juga ingin bercerita" sela Hinata

"Hmmm sebaiknya Hinata dulu saja yang cerita" usul Ino

"Ano, minna, a….aku tadi sepulang sekolah, Neji-niichan tidak langsung mengantarkanku pulang, tapi mampir dulu di Science Club, dan….." Hinata tidak langsung melanjutkan rupanya dan hal ini tentu membuat teman-temannya penasaran.

"Ada apa Hinata?" seru Ino,Tenten dan Sakura

"A…ano, Shino-kun menyatakan cinta padaku dan aku langsung menerimanya, dan yang memalukan… aku… aku… aku pingsan" lanjut Hinata

"APA? BENARKAH? KYAAAAAAAAA…" seru Ino, Tenten dan Sakura dengan excited-nya

"Selamat ya Hinata!" Ino mengucapkannya dengan tulus

"Jangan lupa besok traktirnya ya , hihihi!" sambung Tenten

"Wah, rupanya dream comes true ya..selamat ya Hinata!" kali ini Sakura yang mengucapkan selamat.

"Matte,Sakura-chan, bukankah kamu juga ingin bercerita tadi?" Hinata mencoba mengalihkan topik.

"Ehmm, besok aja deh, biar kalian penasaran, hihiihihi…daripada itu, bagaimana kalau kita bernostalgia?" Sakura ngeles

"Nostalgia apa dahi lebar?" Sergah Ino

"Itu loh, tentang ciri-ciri laki-laki yang kita sukai, bukankah waktu junior dulu kita punya semacam list ciri-ciri anak laki-laki yang kita sukai, kalo aku kan sukanya yang cool,keren, pendiam,cerdas,tampan,hebat,dan kece. Ya semacam Sasuke-kun!" jelas Sakura dengan penuh kegembiraan.

"Ciri-ciri kita sama ya Sakura, aku suka Neji-senpai karena dia juga cool,pendiam,keren,tampan,cerdas dan hebat." Ujar Tenten

"APA? Jadi kamu naksir Neji-senpai kakaknya Hinata?" sela Ino

"Iya, aku belum pernah cerita ke kamu ya Ino? Maaf .. mungkin waktu aku cerita, kamu sedang dispensasi cheers." Jawab Tenten

"Hm, sudahlah, aku juga sama , suka yang cool,keren,tampan,cerdas dan hebat. Tapi… entah kenapa, rasa sukaku pada Sasuke-kun agak sedikit berkurang." Jawab Ino

"Kenapa begitu Ino?" Tanya Sakura pada Ino

"Entahlah, jidat, mungkin karena Sasuke-kun terlalu banyak memiliki bukan berarti aku menyerah loh Sakura!" Jawab Ino

"…." Sakura tidak mampu membalas lagi

"Ano, Shino-kun juga sama dengan kriteria yang ada, dia cool, pendiam, tampan, dan pintar" Sela Hinata

"…" Hening sejenak

"KYAAAAA, RUPANYA KITA KOMPAK YA… BESTFRIEND FOREVER!" Teriak mereka bersamaan (kali ini Hinata OOC)

Keesokan harinya

"Tou-san, aku berangkat ya, sampai nanti!" Ino berpamitan pada ayahnya

"Lho, ini kan masih sangat pagi? Kalau begitu ini uang jajanmu dan hati-hati di jalan, Hime"

"Wakarimashitta, Jaa"

Kemudian Ino segera berlari menuju Halte Bus supaya Ia tidak terlambat mengingat Ia ditugasi untuk menjadi guide bagi seorang murid baru di kelasnya.

'Kenapa aku jadi agak tegang begini ya'Ino membatin demikian.

DRRTTT DRRTTT

"Hmmm, sms ya, nanti sajalah didalam Bis baru kubuka." Batin Ino melanjutkan langkahnya menuju Halte Bus.

DRRTTT DRRTTT DRRTTT DRRTTT

'Panggilan ya?' Batin Ino seraya mengambil ponselnya dari dalam saku.

"Moshi-moshi Konan-Sensei" Jawab Ino dengan sopan

"Ino maaf saya tidak bias ke sekolah pagi ini, nanti yang akan mengantar murid baru ke kelas adalah Anko-Sensei, oh iya, nama anak baru itu Rei Gaara, dia berambut merah. Sampai nanti ya Ino!" Ujar Konan-Sensei yang langsung mematikan sambungan teleponnya.

"Selalu begitu, di saat aku ingin bertanya malah dimatikan!" Ujar Ino kesal.

Tak pikir panjang dia langsung menuju Halte Bus dan tak sampai 3 menit dia duduk, Bis yang dia nantikan sudah datang.

Di dalam Bis, Ino kemudian teringat akan sms yang belum sempat Ia buka, setelah Ia buka, ternyata sms tersebut dari Tenten, kira-kira begini bunyinya:

From: Tenten

To : Ino

'Inoooo, tau gk ternyata anak baru tu pindahan dr Suna,gosipnya ktanya dia brandalan,preman,jahat,biangonar,pokokna kmu hrs hti2 ya.'

"Nggak jelas banget sih Tenten" piker Ino

Tanpa pikir panjang Ino membalas begini :

From : Ino

To : Tenten

'Ok'

Di dalam Bis, Ino hanya mengisi waktunya dengan mendengarkan lagu-lagu.

Di sekolah

"Kata Konan-Sensei anak baru itu akan menunggu di Guest Waiting Room. Sebaiknya aku bergegas sekarang" ujar Ino berbicara sendiri.

Sesampainya di Guest Waiting Room, Ino mendapati seorang anak tengah duduk di sofa sambil membaca majalah yang memang disediakan disana dan rupanya dia sambil mendengarkan musik , terlihat dari Headset yang terpasang pas di telinganya.

"Rambut merah, tato unik, keren, cool, tampan, kece! Tunggu apa lagi Ino? He's the one! Cepatlah gebet sebelum dia diambil orang lain!" Inner Ino menjerit histeris

"Ohayooo…!" sapa Ino sopan

Anak itu hanya melirik sebentar kemudian mengangguk dan kembali berpaling pada majalah yang dia baca.

"Kyaaaa, kawaiiiiiiiiii!" lagi – lagi Inner Ino menjerit histeris.

"Ano, apa kamu murid baru itu?" Ino bertanya dengan sopan dan terlihat sekali dia kikuk dan nervous.

"Hn" Jawab anak itu singkat sambil menyimpan majalah yang dia baca ke atas meja lalu berdiri.

"Ano, saya ditugaskan Konan-Sensei untuk menemanimu di hari pertamamu bersekolah di sini." Jelas Ino

"Perkenalkan, saya Yamanaka Ino!" ujar Ino sambil mengulurkan tangan kanannya pada anak itu.

Anak itu pun meraih tangan Ino, dan Ino tersenyum ketika anak itu meraih tangannya. Tapi kemudian anak itu memindahkan tangannya sendiri ke arah bahu Ino dan memegangnya dengan kuat. Tapi dengan sentuhan yang lembut dia menyingkirkan beberapa helai rambut dari telinga Ino. Kemudian dia menghembuskan napasnya tepat di leher Ino, dan membuat pipi Ino merona merah.

"Gaara, Rei Gaara, I hope we can get along, Hime!" Gaara berbisik di telinga Ino dan membuat pipi Ino semakin memerah dan Ino hanya bisa mematung. Melihat reaksi Ino yang demikian, Gaara menyunggingkan senyum tipis dan kembali duduk di sofa.

"A…Ano, sebentar lagi...bel masuk akan berbunyi, sebaiknya kau bersiap-siap, aku..aku..akan mengambilkan beberapa buku petunjuk untukmu di lemari dan mengantarkanmu ke Anko-Sensei di ruang piket." Ujar Ino salah tingkah dan tak mampu menyembunyikan rona merah di pipinya sedari tadi.

"KYAAAAAA dia memang pangeranmu Ino, cepat sambar dia dan balas perbuatannya tadi dengan ciuman panas!" Inner Ino kembali menjerit. Rupanya Ino agak kesulitan menemukan buku yang Ia cari karena Ia masih salah tingkah akibat perbuatan Gaara tadi.

"Anda membuatku lama menunggu, Hime" Gaara berbisik tiba – tiba di telinga Ino sambil memegang bahu Ino dari belakang. Lagi – lagi Ino tersipu dan memerah.

"Eh...ano,i…iya maksudku...kenapa kau tiba-tiba muncul di belakangku?" Ino tergagap sambil mati-matian menyembunyikan rona merah di pipinya.

"Sebentar lagi bel berbunyi,15 menit lagi jam masuk. Ujar Gaara datar dan dingin.

"Baiklah, kuantar kau sekarang, ini bukunya!"

"Hn" Jawab Gaara datar, sambil menerima buku yang diberikan Ino tapi dengan sengaja Ia memegang jari Ino saat menerima buku tersebut. Dan lagi – lagi pipi Ino memerah.

'Gadis yang lucu dan menarik.' Batin Gaara

Di Kelas

"Ino, kau kenapa?kau aneh hari ini!" Tenten bertanya

"A...aneh bagaimana?" Sanggah Ino

"Pipimu daritadi merah dan daritadi kau melamun." Kali ini Sakura berbicara

"Ah,aku tahu, pasti gara-gara anak baru itu kan, bukankah kau tadi menemuinya?" Sambung Tenten

"Ehm, ano…itu…" Ino salah tingkah

"Kau sepertinya tertarik pada dia ya Ino-chan?" Tanya Hinata tiba- tiba

Belum sempat Ino menjawab, pintu kelas sudah tergeser karena sepertinya Anko-Sensei masuk dan Ino bersyukur akan hal itu.

"Anak-anak! hari ini kita kedatangan murid baru, silakan perkenalkan dirimu Gaara!" Kata Anko-Sensei

"Namaku Rei Gaara, Yoroshiku!" Ujar Gaara singkat dengan nada dingin dan datarnya.

"KYAAAAAAAA, dia tampan sekali!"

"Iya,, dia juga cool, keren"

"KYAAAAA, kawaiiiii"

Teriakan anak-anak perempuan di kelas seketika membuncah.

"Hanya itu Gaara?" Tanya Anko-san

"Kalian bisa memanggilku Gaara atau Sabaku no Gaara!" sambung Gaara pada anak-anak di kelas dan masih dengan nada bicara yang datar dan tampang datarnya.

"Baiklah, kalian bisa berkenalan di jam istirahat, kau bisa duduk dengan Yamanaka, Gaara!" Ujar Anko-sensei seraya menunjuk bangku kosong di samping Ino dan hanya dijawab berupa anggukan oleh Gaara.

"Anak-anak, keluarkan selembar kertas, kali ini kita mengadakan ulangan kimia mendadak untuk menyambut kedatangan Rei Gaara!" Kata Anko Sensei dengan tatapan tanpa ampunnya yang menyapu seluruh kelas dan sukses mencegah protes dari anak-anak.

Di tengah-tengah ulangan kimia mendadak

"Gawat, aku belum belajar, 10 soal terakhir susah sekali, aku lupa rumusnya!" Bisik Ino pada dirinya sendiri yang ternyata terdengar oleh Gaara.

"Lihat saja punyaku, ini kan soal-soal yang mudah, aku sudah selesai daritadi." Ujar Gaara sekenanya pada Ino

"Eh? Kau mendengarku, Gaara-kun?"

"Jangan banyak bicara, contek saja punyaku!"

"Tapi…."

"Cepatlah, waktu yang tersisa tidak banyak!"

"Arigatou,Gaara-kun!" ujar Ino dengan senyuman termanisnya dan seketika itu Gaara menoleh ke arah lain untuk menyembunyikan rona merah tipis di pipinya

Waktu Istirahat

"Hime,aku ke toilet dulu,nanti antar aku ke tempat istirahat selain di kantin ya!" bisik Gaara pada Ino dan lagi – lagi Ino terus menerus merona dibuatnya, entar sudah yang ke berapa kali. Ino hanya mengangguk pelan. Sementara itu, Gaara sudah meninggalkan kelas menuju toilet.

"Ino-chan, bagaimana tadi ulangannya, kau bisa?" Tanya Hinata

Ino menggeleng pelan

"Sudahlah, daripada membahas ulangan bodoh tadi, kita bahas anak baru itu saja,bagaimana?" Usul Tenten

"Dia tampan,cool,baik,keren,cerdas,pendiam,sama dengan criteria yang telah kita buat ya!" Ujar Sakura dan disambut anggukan ketiganya

"Dia memang nyaris sempurna, tapi aku sudah memiliki Shino-kun." Kata Hinata sambil pipinya merona.

"Sayang sekali hatiku sudah tertaut pada Neji-Senpai" Kali ini Tenten yang berbicara.

"Iya ya, eh minna, aku ingin menyampaikan sesuatu, hal yang kemarin kujanjikan, aku…aku…sudah jadian dengan Sasuke-kun!" Sakura berbicara dengan penuh semangat dan kebahagiaan

"Wah, kok bisa?" Tanya Tenten

"Kemarin dia ke rumah dan menyatakan cintanya padaku."

"Selamat ya, Sakura-chan!" Ujar Tenten dan Hinata

"Maaf, aku mau ke toilet!" Sela Ino tiba-tiba dan langsung berlari.

"Eh, Ino kau mau kemana?" Tenten berusaha mencegah tapi gagal.

"Aku jadi tidak enak pada Ino." keluh Sakura

"Dia tidak apa-apa kok, mungkin mau mengganti pembalut, sekarang kan awal bulan, waktunya dia datang bulan, positive thinking saja lah!" Jawab Tenten

"Baka Ino, kenapa kau tidak bisa menyembunyikan emosimu di depan mereka?" Seru Inner Ino. Ino berlari secepatnya sambil menunduk menuju toilet.

Belum sempat masuk, seseorang merangkulnya dan berbisik:

"Kau mau menangis di toilet kan? Daripada kau menangis di toilet, antar aku ke taman, kau bebas menangis disana dan meminjam bahuku!" Bisik Gaara kepada Ino

"Eh, tapi…." Ino menyela sambil terisak

"Cepatlah, tak usah banyak protes!"

Di taman

Lima menit sudah Ino menangis di dada Gaara. Rupanya dia sudah menjelaskan masalahnya pada Gaara.

"Sampai kapan kau akan menangis? Kau ini aneh!" Gaara berbicara memecah keheningan.

"Kau…hiks…ini…hiks…tidak mengerti!" Jawab Ino sambil memukul dada Gaara pelan.

"Kau itu memang aneh, sudah kuberi contekan masih saja menangis,seharusnya kau kan senang!" Jawab Gaara sekenanya.

"Eh?!kau jahat!" Ino berhenti menangis seketika dan kembali memukul ringan dada Gaara.

"Kenapa kau malah berbicara begitu? Seharusnya kan kau menenangkanku agar berhenti menngis?" lanjut Ino

"Setidaknya kau berhenti menangis sekarang." Jawab Gaara sambil tersenyum sangat tipis.

"Perempuan memang sangat menyusahkan ketika menangis!" lanjutnya kemudian dengan nada datar.

"Seharusnya kau kan bisa lebih bersikap baik padaku, aku kan guide-mu!" Rajuk Ino.

Seketika Ino teringat lagi akan Sasuke dan Sakura, dan lagi Ino kembali menjadi sedih dan matanya sudah membendung air mata.

"…" Gaara memandang Ino

"Hmm?" Ino bertanya pada Gaara. Gaara memandang mata Ino, dan membuat pipi Ino merona.

"Kau… ingin aku membuatmu lupa?" Gaara bertanya sambil memegang bahu Ino.

"Me-me-melupakan apa?" Ino bertanya dengan grogi

"Tentu saja melupakan apa yang paling ingin kau lupakan! Apa lagi memangnya, Hime?" Ujar Gaara sambil salah satu tangannya menyentuh pelan pipi Ino guna menghapus air mata Ino. Tentu saja, lagi- lagi pipinya merona sangat merah.

"Umm…uh…" Ino hanya bisa berkata demikian seraya mencoba menhindari tatapan mata Gaara. Ino bisa merasakan hembusan napas Gaara di pipinya terasa juga sampai bibirnya. Ino tak bisa menghindari tatapan mata Gaara. Dia merasa detak jantungnya menjadi sangat cepat dan bahkan dia bisa merasakan pipinya memanas kemerahan.

"I promise, All you'll remember will be me!" Gaara berbisik pada Ino, dan hembusan nafasnya ketika berbisik membuat leher Ino tergelitik. Hal ini membuat pipi Ino semakin memanas dan sangat merah.

"KYAAAAAAA, tunggu saja Ino sampai bibirnya bertemu dengan bibirmu dan ciuman pertamamu akan sangat berkesan, bukankah tadi dia sudah berjanji,hal yang akan kau ingat hanyalah dia kan?" Inner Ino menjerit puas.

'Kyaaaa!…apa sebenarnya yang ingin dia lakukan?' pikir Ino.

To Be Continued

Minna-san maaf kalau chapter ini lagi-lagi sangat sangat disappointing, alurnya mudah ketebak, buruk, jelek, hancur, alurnya buru2, dan apapun itu

I admit it that it is a very short chapter, tapi tenang aja, saya bakal effort supaya serial ini bisa cepet selesai ('_')9

But please, i need your review.

Jangan ragu untuk memberikan saya review ya

Btw, HIDUP GAARA-INO! MERDEKA *plak gara2salah tempat -_-