Minna-san, maaf ya updatenya telat :'(

Sebelumnya, saya mau ngucapin makasih banyak buat yang udah baca dan udah review fic saya yang ga bermutu ini.

Oh iya, di chapter ini saya ngambil sedikit cuplikan cerita rakyat Jepang sama lagu Jpop yang jadi OST I Give My First Love To You, saya juga sedikit mengutip beberapa scene dari film tersebut, saya recommend kalian buat nonton dan denger lagunya ya, dijamin ok kok

Disclaimer © Naruto ® belongs to Masashi Kishimoto

Kisah Jirou dan Tayuu ® Japanese Oral Tradition

Rated : T (Maybe the next couple chapters would be rated semi-M)

Genre : Friendship/Hurt/Comfort/Romance (?) / Teenage lifestyle

Pairing : Sabaku no Gaara and Yamanaka Ino

Warning : AU , OOC, misstyping , Gaje,alay,abal,ancur, EYD parah and etc whatever you call it :D


-000000-

Penggalan Chapter Lalu

Ponsel Ino tiba-tiba bergetar pertanda ada pesan masuk.

From : Nurui

To : Yamanaka Ino

Teman2 besok jam 07.00 kita rapat di Sekre Student Body,aku udah ijin kok,kita ngomongin soal drama yang ditugaskan Deidara-Sensei dalam Pekan datang!jangan telat!thx

"Ha~h." Ino menghela napas pertanda dia malas datang pagi-pagi.

DDDRRRTTT DDDRRRTTT

'SMS lagi? Dari siapa yak ok nggak nomernya nggak ada di phonebook ya?' pikir Ino tatkala Ia melihat pesan masuk tersebut.

From : +810565656566

To : Ino

Hime, ini aku Pangeranmu, besok kujemput jam 6 di depan rumahmu ya ;)

Oyasuminasai Ino-Hime ;)

Gaara

'Hmm, jadi ini nomer Gaara ya? Matte, dia lagi-lagi menyebutku Hime dan menyebut dirinya sendiri Pangeran? Nandeeeeeee?' batin Ino sambil mukanya memerah sempurna.

'Sebaiknya kubalas sekarang,pasti dia menunggu balasanku.' pikirnya

From : Ino

To : Gaara

Ok Purinsu-Sama , selamat tidur ya! Btw, arigatou Gaara-kun, hari ini aku senang sekali lho! :p

Kira-kira begitulah isi balasan Ino, tak lama balasan Gaara sudah masuk ke ponsel Ino

From : Gaara

To : Ino

Anything for you, Princess ;)

Your Prince will come to your dream tonight! Be Prepared, Ino-Hime

Ino terkikik pelan disertai rona merah di pipinya. 'Dasar Gaara!' batinnya. Segera dia membalas pesannya.

From : Ino

To : Gaara

I'll look forward,Gaara! Btw kamu lagi ngapain Gaara?

Maka jadilah mereka berkirim pesan satu sama lain sampai lupa waktu.

Ino segera melirik jam di mejanya 'Kami-Sama, sudah jam 11 malam,dan aku belum mengembalikan laptop ke Tou-san.' Pikirnya

Ia pun segera mengirim pesan terakhir ke Gaara

From : Ino

To : Gaara

Gaara-kun, aku mau tidur dulu ya, besok kita lanjut lagi, biar gampang, kamu add IM-ku akunnya VioletIno, jangan lupa add juga PinkySakura , IndigoHinata , ChineseTenten ya

Dengan itu Ia segera mengakhiri acara berkirim pesannya dengan Gaara, tak lupa juga Ia mengembalikan laptop pada ayahnya dan segera membersihkan diri,berganti baju dan tidur.

-000000-

Chapter 5

Hari itu Ino berangkat pagi-pagi sekali tentu saja dia berangkat dengan Gaara. Di parkir sekolahpun 'pasangan' tersebut pun sudah sangat Eye Catching.

Di Kelas,

"Teman-teman, sebagaimana kalian ketahui,kelas kita harus mementaskan drama,kebetulan Deidara-Sensei menugaskan kita untuk mementaskan drama Jirou dan Tayuu,dan beliau meminta supaya Rei-San memerankan Jirou dan Ino menjadi kita pilih berdasarkan voting ya!" Kata Nurui memimpin rapat.

Begitu hasil rapat didapatkan, Kurotsuchi dan Nurui membagikan naskah drama pada masing-masing anak yang mendapat peran.

Kisah Jirou dan Tayuu

Saat itu tahun keempat Jishou (1180 masehi) atau akhir zaman Heian, dan situasi Jepang Kuno tengah bergolak dengan adanya pemberontakan demi pemberontakan. Dan untuk mengatasi pemberontakan inilah, keluarga Hatakeyama diperintahkan untuk memimpin pasukan ke medan perang.

Pasukan Hatakeyama di kala itu, dipimpin oleh Tuan Muda keluarga mereka (pewaris pemimpin klan) yang masih berumur 17 tahun—Hatakeyama Jiroushigetada.

Peperangan kali itu menjadi sangat sulit bagi Jirou, karena selain peperangan itu merupakan perang pertamanya, ia harus memimpin pasukan untuk memburu dan membunuh kakek kandungnya sendiri.

Dalam peperangan itulah, saat pemimpin klan Miura (kakeknya Jirou) terdesak di kastil Kinugaki, kastil tersebut dibakar dan Jirou menyaksikan kakek kesayangannya tewas dilahap api.

Jirou pulang dari medan perang dalam kondisi batin yang hancur L kebayang nggak sih, di perang pertama ia harus membantai kakeknya sendiri… walau mencoba kuat, Jirou sebenarnya begitu terpukul hingga jatuh sakit dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Saat itulah ia dan rombongannya menginap di satu-satunya penginapan yang mereka temui. Ternyata di wisma ini juga dijajakan wanita penghibur.

Disinilah Jirou bertemu dengan Tayuu.

Saat itu memang bukan pertemuan pertama mereka. Sebelumnya, Tayuu pernah menolong Chitose—teman sepermainan dan tunangan Jirou—saat Chitose dan Jirou tengah berkuda. Jadi saat bertemu untuk kedua kalinya, Tayuu meledek Jirou habis-habisan karena Tayuu merasa Jirou tidak pintar memperlakukan perempuan.

Saat itulah Jirou perlahan mulai terbuka pada Tayuu. Dari obrolan ngalor-ngidul, akhirnya Jirou bercerita mengenai kesusahan hatinya. Dan disaat itulah Tayuu melihat sisi lain dari Jirou si pewaris keluarga Hatakeyama. Sekalipun menyangkal bahwa ia menyesal telah membunuh kakeknya, Jirou akhirnya menangis di pangkuan Tayuu semalaman.

Esok harinya, keduanya berpisah. Jirou diledek habis-habisan oleh para pengawalnya—apalagi melihat wajah Jirou yang sudah lebih cerah setelah bertemu Tayuu.

Namun ketenangan Jirou tidak bertahan lama. Keluarga Hatakeyama kembali mendapat perintah untuk kembali berperang dan mundur sementara ke markas.

Jirou begitu kalut. Ia tahu kesempatan hidupnya dan pasukannya kecil karena kekuatan lawan saat itu begitu besar. Diam-diam, kali ini Jirou keluar dari markas dan berkuda hingga wisma tempat Tayuu bekerja. Ia bahkan membawakan Tayuu sekotak gincu yang dibelinya di pasar.

Tayuu dan Jirou memang tidak berhubungan fisik. Malam itu mereka kembali mengobrol hingga larut. Jirou begitu terkesima mendapati Tayuu yang begitu memahami kondisinya bahkan hanya dengan melihat kekalutan di wajahnya. Sekalipun berprofesi rendah, Tayuu sesungguhnya cerdas sekaligus bijak. Tayuu bahkan mengembalikan gincu yang dibawakan Jirou dan berjanji akan memakainya di saat Jirou kembali dari peperangan—dengan begitu, Jirou seakan memiliki 'hutang' untuk kembali dengan selamat demi memenuhi janjinya pada Tayuu.

Jirou memang menempuh peperangan yang berat. Perlu waktu yang cukup lama hingga akhirnya ia bisa melaksanakan janjinya untuk kembali ke wisma Tayuu.

Disanalah, Tayuu sudah menunggunya dengan begitu resah. Bahkan saat itu Tayuu langsung menghardik Jirou karena tak pernah memberi kabar.

Jirou tertawa, ia sebenarnya ingin menulis surat, namun ia ragu Tayuu bisa membaca dan menulis. Saat itulah Tayuu memperlihatkan betapa besar perhatiannya pada Jirou. Ia berkata "Ya, aku memang tak bisa membaca! Tapi kenapa kau tidak menulis sekedar beberapa huruf saja? Aku begitu mengkhawatirkanmu, setiap hari aku mengira kau akan mati sebagai makanan anjing!" jerit Tayuu sembari menangis.

Malam itulah, untuk pertama kalinya sekaligus terakhir kalinya Tayuu dan Jirou berhubungan fisik. Tayuu menggunakan gincu yang dijanjikan Jirou, dan mereka kembali mengobrol semalaman.

Ternyata, hubungan terlarang Tayuu dan Jirou dicium oleh ayah Jirou. Tuan Besar Hatakeyama saat itu mengingatkan bahwa Jirou sudah bertunangan dengan Chitose. Jirou saat itu menangis. Ia menyadari bahwa dirinya jatuh cinta pada Tayuu, namun ia sadar ia harus melupakan Tayuu.

Di sisi lain, utusan keluarga Hatakeyama datang ke wisma Tayuu. Mereka memperingatkan agar Tayuu tak lagi mengganggu Tuan Muda-nya.

Saat itulah sembari menangis sedih, dengan mengepalkan tangan dan menguatkan diri, Tayuu berkata bahwa dia tak pernah memandang Jirou sebagai kekasih—karena memang itu sudah menjadi profesinya sebagai pelacur!

Namun bahkan tanpa dijelaskan, utusan keluarga Hatakeyama tahu bahwa Tayuu begitu mencintai Jirou—begitu pula sebaliknya.

Waktu berlalu dan akhirnya Jirou menikahi Chitose. Ia melaksanakan janjinya dengan tak pernah lagi menemui Tayuu. Bersama Chitose, Jirou mendapatkan anak-anak yang lucu sekaligus posisi dan kekuasaan yang semakin besar.

Sementara itu, Tayuu jatuh dalam penderitaan hebat. Tak satupun malam yang ia lewati tanpa memimpikan Tuan Jirou-nya. Tubuhnya habis dimakan kerinduan dan kesakitan akibat cinta yang hilang. Sementara itu, kabar mengenai peperangan yang kembali berkobar selalu membuat Tayuu resah.

Hingga akhirnya pada suatu malam, Tayuu mencuri dengar obrolan teman-temannya yang mengatakan bahwa wisma Hatakeyama tengah berkabung! Tayuu begitu panik saat mendengar bahwa jenazah tuan muda sedang dalam perjalanan pulang.

Tayuu tak lagi bertanya.

Berita itu telah menghancurkan dirinya yang memang sudah dilemahkan penderitaan.

Ia berlari sekencang mungkin dari wisma itu. Benaknya dipenuhi kesakitan akan kehilangan Jirou yang kedua kalinya. Jirou memenuhi benak Tayuu tanpa celah. Dengan penuh harapan akan bisa bertemu dengan tuan Jirounya setelah ia mati nanti, Tayuu menenggelamkan dirinya ke kedalaman danau.

Namun ternyata, berita itu tidak benar!

Yang meninggal adalah istri Jirou yaitu Chitose! Namun orang-orang di wisma sudah terlanjur panik dan mengira jenazah yang tengah dibawa itu adalah tuan Jirou.

Saat berita meninggalnya Tayuu sampai ke telinga Jirou, pemuda itu begitu hancur dan bersedih. Ia meminta izin untuk melihat Tayuu untuk yang terakhir kalinya. Keluarga Hatakeyama mengizinkan, dan berangkatlah Jirou ke kediaman Tayuu. Disanalah ia memandang wajah jelita Tayuu untuk yang terakhir kalinya.

Jirou tak pernah melupakan Tayuu. Ia pun mati muda karena setelah kejatuhan Yoritomo, Houjou Tokimasa menjeratnya dengan rencana licik.

Jirou kemudian dikenal sebagai pemimpin yang berani, ksatria yang dikagumi dari Tougoku. Namun diatas semua itu, kisah cintanya dengan Tayuu si Pelacurlah yang membuat namanya terus didengungkan hingga saat ini.

Begitulah kira-kira isi cerita dalam naskah drama yang dibagikan Kurotsuchi dan Nurui.

Selanjutnya mereka melanjutkan rapat mengenai waktu dan tempat latihan mereka yang kemudian disepakati bahwa hari Sabtu pukul 08.00 di Aula Teater 1 akan menjadi waktu latihan kali pertama.

"Teman-teman pada latihan perdana kita nanti, yang akan membimbing kita adalah Kurotsuchi-senpai dan Zaji-senpai. Oh iya, nanti pada saat latihan aka nada tinjauan juga dari Deidara-Sensei,Pakura-Sensei, dan Hayate-Sensei. Oleh karena itu, kami kelas XI-2 mengucapkan terima kasih dan mohon bimbingannya Kurotsuchi-senpai." Kata Nurui menutup rapatnya hari itu dan dengan itu pula Kurotsuchi meninggalkan kelas tersebut.

"Minna-san , aku dapat pesan dari Konan-Sensei katanya minggu ini Guy-Sensei ga bisa ngajar olahraga,dan you know what? Penggantinya adalah Gari-Sensei!" Kata Sakura pada teman-teman sekelasnya.

"Ah, yang benar Sakura?" Tanya Tenten diiringi anggukan teman sekelasnya.

"Kalo ga percaya, lihat aja nih!" Kata Sakura sambil menunjukkan isi ponselnya.

"Ternyata benar teman-teman, ini berarti mimpi buruk buat kita semua!" kata Tenten sambil tertunduk lesu begitu juga dengan yang lainnya.

"Kenapa semuanya kelihatan ketakutan, Ino?" Tanya Gaara pada Ino.

"Itu semua karena Gari-Sensei terkenal dengan perangainya yang galak,kejam dan tidak segan-segan Gaara!" Ino menjelaskan.

"Dan lagi, dia itu selalu mengajar olahraga dengan cara ekstrim, liat aja wajahnya udah nyeremin,nyebelin pula. Kata Shikamaru-Senpai, dulu dia pernah melakukan tes fisik pada siswa, dan hasilnya semua siswa langsung collapse seketika,bayangkan aja,masa kita harus lari 20 menit non-stop disambung squat-rush,push up, dan sit up sebanyak masing-masing 100 kali. Kejam kan?" Sambung Sakura tiba-tiba.

"Kamu nyambung aja, Dekorin!" Cibir Ino pada Sakura yang merasa 'acaranya' dengan Gaara terganggu.

"Eh, tapi bener kan yang aku bilang tadi,Ino-Buta?" Ujar Sakura tak mau kalah.

"Iya iya, itu semua benar Gaara,makanya kami kelas XI-2 tak menyukai cara mengajar Gari-Sensei,selain itu dia juga menjabat sebagai Guru Pengawas Kedisiplinan Konoha Gakuen!" Kata Ino

Tapi nampaknya Gaara tak begitu memperhatikan karena sepertinya Gaara sedang memikirkan sesuatu yang lain.

'Dekorin,Ino-Buta, apa maksudnya ya?' Pikir Gaara.

"Ino,Sakura,boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Gaara hati-hati sedangkan mereka berdua hanya mengangguk pelan.

"Maksud dari Dekorin dan Ino-Buta itu apa?" Tanya Gaara polos. Sementara yang ditanya hanya terdiam dengan butiran keringat besar imajiner di kepala mereka.

"E-eto...itu…artinya…bukan apa-apa kok,hanya…sudahlah lupakan saja Gaara…ya kan Sakura?" Jawab Ino yang disertai anggukan Sakura,keduanya salah tingkah dan tertawa garing.

"Minna-san, ayo kita pindah ke ruangan kelas, jam pelajaran pertama akan segera dimulai!" Nurui memberitahu dan berkat hal ini Ino dan Sakura bersyukur dan bisa bernapas lega tapi nampaknya Gaara belum puas.

-Di kelas Kimia jadwal B-

"Anak-anak, kumpulkan buku tugas kalian,CEPAT!" perintah Anko-sensei pada anak-anak di kelas.

Gaara tampak kesulitan menemukan bukunya dan buku Ino dan dia baru teringat bukunya tertinggal di meja belajarnya.

"Ino,maaf,buku kita tertinggal di meja belajarku." kata Gaara panik dan Ino pun jadi ikutan panik.

"Rei,Yamanaka, mana buku kalian?" Tanya Anko-Sensei.

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kelas mereka, kemudian pintu itu pun terbuka dan Nampak seorang laki-laki muda berambut merah.

'Sasori-niisan' batin Gaara

"Ano,Sumimasen, saya Rei Sasori,saya ingin memberikan buku milik adikku yang tertinggal,namanya Rei Gaara!" Kata Sasori sambil tersenyum.

"Rei-san,cepat ambil bukumu!" Perintah Anko-Sensei

Saat Gaara mengambil bukunya, dia berbisik lemah pada Sasori "Arigatou Nii-san!"

"Lain kali jangan ceroboh,ne Gaara!"

"Arigatou Sensei,Minna-san,saya pamit dulu,maaf mengganggu,Jaa!" Sasori berpamitan dengan sopan.

"Baiklah,segera kumpulkan dimejaku Rei,dan Yamanaka mana bukumu?" Tanya Anko-sensei

"Ano,sumimasen,Anko-sensei,buku Yamanaka-san ada bersama bukuku!" Jawab Gaara sebelum Ino membuka mulutnya.

"Benar begitu,Yamanaka?" Tanya Anko dengan tatapan mengintimidasi.

"Hai',Anko-Sensei!" Jawab Ino mantap

"Baiklah,segera kumpulkan, dan kembali ke tempat dudukmu Rei,kita akan segera memulai pelajaran dan praktikum hari ini!" perintah Anko.

-10 menit sebelum Istirahat-

"Hime,maaf istirahat kali ini aku tak bisa menemanimu,aku harus ke Sekretariat tim Sepakbola." Bisik Gaara pada Ino.

"Tidak apa-apa kok Gaara-kun!" Gaara tersenyum mendengar hal ini. Sementara Ino mati-matian menahan rona merah di wajahnya saat melihat Gaara tersenyum.

"Anak-anak, tugas untuk minggu depan akan saya unggah di situs sekolah,kumpulkan ke alamat E-mail saya sesuai ketentuan didalamnya,mengerti?" Ucapan Anko-Sensei segera menyadarkan Ino.

"Wakarimashitta, Sensei!" Jawab anak-anak serempak.

"Bagus,kalau begitu,saya akhiri pelajaran sampai disini,Jaa!"

DDDDDRRRRRTTTTTTT DDDDDDDDRRRTTTTTTTT

'Pesan dari siapa ya?' Gumam Ino sambil berjalan ke arah loker.

From : Sakura

To : Ino

Ino-buta, istirahat bareng yuk! Ditunggu dikantin

SakuTenHina

'Sebelum bales,buka pesan kedua dulu deh.' pikir Ino

From : Sai

To : Ino

Ino-chan, jam istirahat kutunggu di taman belakang sekolah ya

'Hmm,okelah,aku bales pesan Sakura dulu deh!' pikirnya

From : Ino

To : Sakura

Dekorin,sorry aku nyusul belakangan ya,ada sesuatu,hehe

-Di taman belakang sekolah-

Terlihat Sai sedang menunggu Ino di salah satu bangku disitu, dan tanpa Ia tahu, ada Karin,Tayuya,dan Matsuri yang sedang menguntit dan bersembunyi di tanaman di belakang bangku tempat Sai duduk.

"Sai-kun, maaf terlambat!" Kata Ino sambil setengah berlari ke arah Sai. Sementara Sai hanya tersenyum.

"Tidak apa-apa Ino, ngomong-ngomong, apa aku mengganggumu Ino?" Tanya Sai sambil menyuruh Ino untuk duduk di sebelahnya.

"Ah, tidak kok, hm memangnya ada apa kau memanggilku kemari, Sai-kun?" Tanya Ino

"Hmm, memangnya aku tak boleh menemuimu ya, Ino? Atau jangan-jangan kau sudah punya pacar makanya kau tak ingin menemuiku lagi?" Ucap Sai

"Ah, kau ini ada-ada saja, mana mungkin aku punya pacar? Kau memanggilku kesini pasti ada sesuatu kan?" Jawab Ino

"Iya, baiklah, aku kesini karena ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu!" Kata Sai

"Soal apa Sai-kun kedengarannya serius sekali?"

"Hmm, Ino kudengar kau sedang dekat dengan anak baru itu ya?"

"Maksudmu Gaara? Aku dekat dengannya karena Konan-Sensei menunjukku untuk jadi Guide-nya, Sai-kun!"

"Benar hanya sebatas Guide dan murid baru saja?" Sai kedengaran kurang puas dengan jawaban Ino

"Tentu saja, Sai-kun!"

"Tapi menurut apa yang kulihat dan berdasarkan informasi dari anak-anak lain, kamu berpacaran dengannya?"

"Hah? Ya ampun Sai, aku benar-benar tidak berpacaran dengannya!"

"Tapi kau terlihat mesra!"

"Sai-kun! Aku tidak mengerti kenapa kau menyimpulkan demikian! Dan memangnya kalaupun aku berpacaran dengan Gaara,apa masalahnya?"

"Jadi benar kau berpacaran dengannya kan Ino?" Kali ini Sai terdengar sedikit emosi

"Dengar ya Ino,dia itu anak berandalan! Dia itu bermasalah!"

"Kau jangan menuduh sembarangan Sai,itu fitnah!"

"Dengar Ino, seluruh anak di sekolah tahu kalau dia itu punya track record yang buruk! Kau tahu alasan dia pindah sekolah? Kau tahu background-nya?"

Ino terdiam karena memang dia belum tahu

"Ino, dia itu berandalan, dia gemar tawuran dan berkelahi, di sekolahnya yang terdahulu, di Suna Gakuen, semua anak takut padanya karena memang perangainya buruk sekali! Aku tak mau kau dekat-dekat dengan anak berandalan seperti dia!"

"Tapi Sai,aku tetap tak percaya!"

"Ino, dia itu preman!pembunuh!"

PLAK

Sebuah tamparan mengenai pipi kanan Sai

"Aku tak tahu apa masalahmu dengannya Sai, tapi dengar! Aku tak percaya dia seperti itu, dia selalu bersikap baik padaku!"

"Ino, aku tak ingin kau celaka,dia itu preman berdarah dingin Ino, SADARLAH!"

PLAK

Lagi-lagi tamparan Ino sukses mendarat di pipi Sai

"PERGI SAI! AKU BENCI PADAMU!"

"Ino…aku hanya ingin menolongmu…." Lirih Sai seraya pergi

'Ino,aku melakukan ini karena aku menyukaimu!' Batin Sai

"Kenapa?kenapa Sai bersikap seperti itu?" Gumam Ino dan tanpa Ia sadari air matanya sudah tak terbendung lagi.

"Heh, dasar wanita jalang! Penjual bunga tak tahu diri!" Cibir Karin tiba-tiba dan Ino menatapnya tajam

"Kau benar-benar tak tahu malu ya, dengan mudahnya kau mencampakkan Sai setelah kau poroti hartanya habis-habisan dan sekarang kau mengincar anak baru itu Hah?" Kali ini giliran Tayuya yang angkat bicara.

"Kau benar-benar keterlaluan Yamanaka! Semudah itukah kau menendang Sai dari hidupmu?" Matsuri ikut-ikutan memojokkan Ino lalu berlari mengejar Sai.

'Ini kesempatanku mendapatkan Sai' pikir Matsuri.

"Dengar ya! Kalian itu tidak tahu apa-apa, jadi jangan ikut campur!" Bentak Ino emosi

"Hei, kau harusnya bercermin! Kau itu siapa? Beraninya bicara seperti itu pada kami!" Ujar Tayuya sengit

"Gadis gembel, kami peringatkan, kau harus menjauhi anak baru itu, kami tak ingin ada korban lagi dari lintah seperti kamu!"

"Karin, Tayuya, aku sama sekali tak terima, aku tidak pernah meminta sepeserpun dari Gaara ataupun Sai, kau jangan memfitnahku atau…."

"Atau apa Yamanaka?" Tayuya memotong kalimat Ino

"Atau aku yang akan membuat kalian menderita!" Terdengar suara berat,dingin dan datar

"Gaara?" Ucap Ino lirih dan kaget

"Pergilah kalian, sebelum kalian menyesal!" Gaara memperingatkan Karin dan Tayuya.

"Dengar ya Yamanaka, kali ini kau selamat!" Ucap Karin sebelum pergi.

"Kau tak apa-apa Ino?" Tanya Gaara setelah Karin dan Tayuya pergi.

"Aku…hiks…hikss…aku…." Ino berbicara tak jelas karena sambil menangis.

"Kau tak usah mendengarkan mereka Ino!" Kata Gaara sambil memeluk Ino.

Setelah Ino agak tenang, Ino mengangkat kepalanya dari dada Gaara.

"Gaara, kenapa kau bersikap baik padaku?" Tanya Ino memecah keheningan.

"Memangnya tak boleh?" jawab Gaara datar

"Bukan begitu, hanya saja…kau sudah mendengar ucapan mereka kan?"

"Aku tak percaya kau seperti itu, Ino…yang aku tahu, kau itu baik,sederhana dan…menyenangkan"

Mau tak mau Ino terenyuh mendengarnya.

"Kau percaya padaku Gaara-kun?" Gaara hanya mengangguk mendengarnya

"Aku senang ada yang percaya padaku,Gaara-kun" sambung Ino

"Ino, aku sudah melihat dan mendengar pertengkaran kalian tadi…anak laki-laki berambut hitam tadi,dia sudah mengatakan yang sebenarnya padamu kan?" Tanya Gaara

"I-iya, tapi aku tak percaya kok!"

"Seharusnya kau percaya padanya Ino, aku memang biang tawuran, aku hanyalah anak berandalan, kau itu gadis baik-baik Ino, sedangkan aku,hanyalah anak nakal, aku tak pantas berteman denganmu,apa kata orang nanti bila melihat gadis baik sepertimu dekat-dekat dengan siswa kotor sepertiku."

PLAK

"Kenapa kau menamparku Ino?"

Ino bukannya menjawab malah memeluk Gaara dan membenamkan kepalanya di dada Gaara dan lagi-lagi menangis dan mau tak mau Gaara pun membalas pelukan Ino sambil mengelus-elus kepala Ino

"Ino-chan, maafkan aku kalau aku menyakitimu dan tak berbicara jujur sejak awal…." Lirih Gaara

"GAARA NO BAKA…BAKA…BAKA…BAKA…!" Hanya itu jawaban Ino

"Yah…aku memang bodoh Ino"

"Gaara-kun, bukan itu maksudku, aku tak peduli kau berandalan atau bukan, tapi di mataku kau adalah anak baik-baik, aku tidak mau menjauhimu…karena…."

"Karena apa Ino?" Tanya Gaara

"Karena aku menyukaimu, Gaara-kun…sukidayo…." Jawab Ino malu-malu.

Gaara membelalakkan matanya tak percaya.

"Hah? Kau menyukaiku Ino? Meskipun aku biang onar?"

Ino mengangguk malu-malu. Sedangkan Gaara hanya terkikik pelan.

"Kenapa kau tertawa? Aku serius tahu!" Kata Ino pura-pura ketus sambil menggelembungkan pipinya.

"Kau memangnya mau menjadi pacarku Ino?"

"TENTU SAJA AKU MAU!" Jawab Ino sambil berdiri dan tiba-tiba mematung karena malu setengah mati atas sikapnya ini.

"Wah wah kau benar-benar menyukaiku sejak awal ya Ino?" Tanya Gaara sambil mengedipkan matanya dengan jahil

"Kau tahu Ino, aku juga menyukaimu, aku ingin selalu ada disisimu dan melindungimu." Kata Gaara sambil berdiri lalu mengecup dahi Ino

Ino melted.

TBC

Wah minna-san maaf ya update telat dan lagi-lagi endingnya Gaje.

Akhir kata, please Review!