The Golden Prince, siapa yang tidak kenal dia, seluruh penyihir didunia, baik organisasi hitam atau-pun bukan, The Golden Prince adalah orang yang sangat ditakuti dengan kekuatan mengerikannya. Di usia yang baru menginjak 9 tahun Ia sudah menjadi agen rahasia Jepang, yang berperan sebagai kartu Joker dalam pertempuran melawan organisasi hitam.

Setelah Satu tahun Ia sebagai kartu Joker untuk Jepang, Ia telah menghancur lebih dari 20 organisasi hitam bersama kelompoknya. Diusia 11 tahun Ia sudah menjadi pemimpin dalam perang besar sihir antar negara yang berlangsung 6 bulan berturut-turut tanpa henti, dan jelas dimenangkan oleh Jepang yang menggunakan Joker mereka, The Golden Prince.

Wajah The Golden Prince tidak pernah dilihat satu orang-pun, kecuali anggota timnya yang berjumlah 5 orang jika bersama dengannya. Wajah tampan yang dianugrahi Tuhan padanya selalu Ia tutupi dengan topeng tengkorak yang mengerikan, dengan bola mata yang bersinar, tapi selain itu Identitas asli The Golden Prince tidak ada yang tahu, dan dia adalah...

Naruto Fernandes.

.

Disclamer: Naruto dan Mahouka Koukou no Rettousei bukan punya ku.

Naruto and Mahouka Koukou no Rettousei: The Golden Prince/黄金の王子

Genere: Action, Romance, Adventure, Fantasy, Sci-fi, School.

Raiting: M

Pairing: [Naruto x ?]

.

Summary: Naruto yang telah berhasil mengalahkan Kaguya, terlempar kedimensi lain karena mata Obito yang tidak dapat ia kendalikan dengan sempurna.

.

[Opening 1: Lisa - Jet Rocket]

.

Chapter 2: Masalah Pertama Disekolah Baru

.

(SMA sihir 1)

Naruto bersama teman-teman barunya berjalan dengan tenang di Koridor Sekolah. Disana juga ada sosok lain selain Tatsuya, Mizuki, Erika, dan Miyuki. Saijou Leonhart, atau Leo yang juga teman sekelas Naruto di kelas 1E ikut bersama mereka. Mereka tahu mungkin mereka akan bertarung dengan murid kelas 1 yang berada di kelas utama, jadi jangan kira mereka tidak menyiapkan CAD mereka, termasuk Naruto yang memakai CAD ciptaannya sendiri.

Walaupun Naruto lebih suka menggunakan sihir tanpa CAD, tapi kali ini Ia menggunakan CAD untuk menutupi Identitasnya sebagai The Golden Prince. CAD yang Naruto gunakan mungkin tidak terlalu kuat untuk penyihir awam seperti murid-murid yang ada di SMA sihir, karena Naruto menganggap mereka semua seperti seorang pemula, karena mereka belum pernah merasakan peperangan, bertarung dengan level yang lebih tinggi dari mereka, atau menciptakan sebuah CAD sendiri, kecuali Tatsuya Ia menganggap Tatsuya seperti seorang pro dalam menggunakan sihir, mungkin perbedaan mereka kekuatan mereka cukup jauh, tapi itu adalah hal yang wajar, mengingat Naruto dilatih dengan penyihir legendaris Jepan, Jellal Fernandes. Seandainya Ia waktu itu tidak bertemu Jellal, pasti Ia hanya seperti manusia biasa tanpa kekuatan apapun.

Sebenarnya dilarang membawa CAD ke Sekolah bagi siswa yang memiliki CAD, Satu-satunya yang diizinkan untuk membawa CAD di sekolah adalah anggota senior dewan Dewan siswa dan anggota komite tertentu tetapi mereka juga boleh membawa CAD mereka dengan syarat harus meninggalkan CAD di kantor guru sebelum pelajaran dimulai, dan dapat mengambilnya kembali sebelum pulang ke rumah. Jadi tidak mengherankan bagi Naruto dan murid lainnya untuk memiliki CAD dalam perjalanan pulang dari sekolah.

Ada 2 jenis CAD yaitu bersifat umum dan khusus. Jenis umum menempatkan beban yang lebih besar pada pengguna namun mampu melakukan berbagai hal hingga 99 rangkaian aktivasi, sedangkan tipe khusus hanya mampu memuat hingga 9 rangkaian aktivasi tapi memiliki subsistem yang dapat mengurangi beban pada pengguna, sehingga mungkin untuk merapal sihir lebih cepat. Karena alasan itu, rangkaian sihir jenis tempur agresif umumnya disimpan dalam CAD khusus.

CAD yang Naruto gunakan, adalah sebuah CAD khusus dengan bentuk cincin, yang Ia pasang dijari tengah lengan kanannya. CAD dengan warna emas, dan dengan bentuk segel Pintagram, yang memang dengan rancangan CAD berbasisi elemental, dengan kekuatan elemen api.

Naruto bersama teman-temannya, memberhentikan langkahnya didepan murid-murid kelas 1 bagian utama yang membuat Naruto hampir menggunakan Kamui, dan membuat mereka hampir bertarung kalau tidak ada Mayumi yang memisahkan mereka semua.

Dengan pandangan datar Naruto menatap 10 orang yang berbeda Gener dihadapannya. "Apa mau kalian?" tanya Natuto dingin.

Salah satu dari 10 Murid itu maju, yang bergener laki-laki dengan rambut pirang. "Aku akan membalas kalian yang telah memalukan kami" jawab Siswa itu datar.

Dengan ekspresi yang tidak berubah Naruto berucap dengan dingin. "Souka, lakukan apa mau kalian pada kami, tapi jangan salahkan aku jika salah satu dari kalian akan patah tangan, atau lebih parah" ucap Naruto.

Dengan ekspresi yang berubah menjadi kesal Siswa dihadapam Naruto langsung mengayunkan tinjunya kewajah Naruto. "Aku bisa menang melawan mu tanpa menggunakan sihir, dasar brengsek"

TAP!

Tinju yang mengarah tepat didepan wajah Naruto dapat Naruto tangkap dengan satu tangan. "Apa kau yakin?" tanya Naruto dingin dengan mengarahkan dengkulnya kebagian perut Siswa yang ada dihapannya.

Siswa yang diserangan Naruto menggunakan dengkulnya melompar mundur kebelakang. "Kau lumayan juga" Siswa itu menyeriangai, tapi itu ditanggapi oleh Naruto yang hanya kenatap datar.

Naruto memejamkan kedua matanya yang berbeda warna, dan setelah beberapa detik kembali membukanya, dengan mata Sharinggannya, berubah menjadi bentuk Mangengkyou Sharinggan Obito. "Kau tidak akan menarik kata-kata mu kan?" ucap Naruto.

Siswa dihadapan Naruto menyeringai dengan lebar. "Sepertinya aku berubah pikiran" orang dihadapan Naruto menggambul sebuah CAD-nya yang merupakan sebuah pistol, dengan warana hitam seperti pistol biasa.

"CAD khusus" batin Naruto. "Heh jadi kau menjilat kembali ludah mu yang sudah kau buang" ucap Naruto datar, walaupun datar, tanpa eksprisi diucapannya, tapi itu sudah cukup untuk membuat Siswa dihadapan Naruto menggeram.

Eksprisi kesal kembali diwajah Siswa itu, tanpa ragu Ia mengarahlan CAD pistolnya yang sudah siap ditarik pelatuk ke kepala Naruto. "Kau akan menyesal Weeds"

DOR!

Siswa itu ternyata tidak hanya bicara. Kemahirannya menarik pelatuk CAD-nya, bersama dengan kecepatan yang ia membidik, adalah gerakan seseorang terbiasa dengan pertarungan antara penyihir. CAD khusus dengan bentuk pistol tersebut mengeluarkan sebuah peluru sihir dengan menanamkan partikel Psion yang melekat dalam tubuhnya ke output rangkaian aktivasi, sehingga tercipta sebuah cahaya biru Psion yang merupakan peluru dari CAD khusus tersebut.

"Lambat" guman Naruto.

Siswa dihadapan Naruto bersama teman-temannya beserta Tatsuya dan yang lainnya membulatkan matanya. Peluru yang dialiri partikel psion dan dikompresi untuk langsung mengenai target tanpa menggunakan informasi dan rangkaian aktivasi apapun yang memiliki jejak psion, sehingga kecepatannya tidak dapat dilihat, berhasil dihindari Naruto dengan memiringkan kepalanya.

Naruto kembali merubah posisi kepalanya yang miring ketempat sebelumnya. "Jadi CAD mu memungkin menggunakan sihir Gram Demolition" ucap Naruto datar. Gram Demolition adalah jenis sihir yang cukup compleks karena tidak butuh rangkaian sihir yang diperlukaan, tapi buruknya memiliki jejak psion yang dapat dilihat denga mata telanjang, namun itu semua ditutupi dengan kecepatan yang luar biasa, yang bahkan dapat mengenai targer dengan sempurna dalam waktu yang cukup singkat.

Naruto mengacungkan tangan kanan yang terdapat CAD khusus berbentuk cincin yang Ia letakan di jari tengahnya. "Sekarang giliran ku kan" ucap Naruto datar. Sistem yang dirancang di dalam CAD-nya dimulai, dan memunculkan sebuah rangkaian aktivitasi dengan lambang Pintagram ditengahnya, sebuah program yang terdapat di rangkain aktifitas tersebut mulai membangun ritual sihir.

Setelah itu rangkaian aktivasi diperluas dan dibaca oleh daerah pengolahan sihir di alam bawah sadar dan variabel seperti koordinat, output, dan durasi yang diinput, hasilnya dimasukkan bersama rangkaian aktivasi dan ritual sihir selesai. Ritual Sihir yang sudah lengkap ini diambil dari daerah operasi alam bawah sadar dan dipindahkan ke tingkat terendah dari alam sadar. Daerah antara sadar dan bawah sadar, yang disebut 'gerbang', dimana itu dapat diproyeksikan ke dunia luar, sebagai proyek ritual sihir dengan target 'informasi peristiwa' dalam studi sihir modern, ini diberi nama 'Eidos' dari filsafat Yunani, dan mengacu pada peristiwa di mana informasi dari target ditimpa dengan peristiwa.

Jika informasi yang ditulis ulang, peristiwa tersebut akan ditulis ulang. Karena sifat fenomena ditulis dalam Psions, modifikasi ini akan mengakibatkan kejadian dunia nyata yang sementara dimodifikasi juga terjadi. Ini adalah sistem sihir di bawah penggunaan CAD. Kecepatan yang ditulis Psions adalah kekuatan pemrosesan sihir, skala yang dapat dibangun mereka adalah kapasitas sihir, dan kekuatan dimana ritual sihir dapat menulis ulang Eidos yang terkena kekuatan gangguan. Saat ini, tiga hal ini secara komprehensif disebut kekuatan sihir.

Lambang Pintagram rangkaian aktivasi, adalah jenis Psion. Namun, rangkaian aktivasi saja tidak dapat mempengaruhi realitas, dibutuhkan juga sebuah psions dekan skala cukup besar.

Psions yang diproses oleh pengguna hanya akan teracak dan kemudian kembali lagi. Secara umum, ini adalah fungsi dari CADs, untuk mengambil Psions yang awalnya disediakan oleh rangkaian aktivasi, dan membentuk mereka menjadi Psions yang dapat digunakan penyihir untuk menulis ulang fenomena: ritual sihir.

Muncul sebuah bola api berskala sedang yang keluar dari rangkaian aktivitasi berlambang Pintagram tersebut, dengan ritual sihir yang sudah dipindahkan ke alam sadar, dan informasi yang telah ditulis ulang dengan kecepatan Psions, sehingga fenomena ritual sihir memunculkan sebuah bola api yang keluar dari rangkaian aktifitasi berlambang Pintagram tersebut.

DUAR!DUAR!

Siswa dihadapan Naruto cukup terkejut, tapi Ia langsung melompat kesisi kanan untuk menghindarinya. Bola api yang merupakan kumpulan psion mengarah ketanah kosong, tanpa seorang pun ada disana, tapi anehnya bola api tersebut tidak membakar hal disekitarnya dan malah melebur menjadi partikel psion, dikarenakan CAD yang Naruto gunakan adalah sebuah CAD yang akan menghancurkan terget saja tapi tidak untuk yang lainnya.

"CAD Elemental" Tatsuya mentap tidak percaya Naruto dapat menggunakan CAD khusus dengan sihir Elemental, yang seharusnya membutuhkan jumlah partikel psion yang cukup banyak seperti Miyuki yang menggunakan CAD sihir Elementalnya, tapi Ia bertambah shok, ketika bola api itu tidak membakar tanah yang terkena bola api tersebut. "Jangan-jangan CAD tersebut" Tatsuya memutar otaknya CAD apa yang Naruto gunakan, dan akhirnya Ia kembali mengingatnya CAD khusus dengan sihir Elemental Viewfinder, sebuah CAD dengan nama CAD Spell sebuah CAD yang sangat langka, dan mungkin hanya dipunyai beberapa orang tertentu, karena CAD tersebut adalah CAD yang diciptakan salah satu dari 10 penyihir suci didunia ini, The Golden Prince, dia lah yang menciptakan CAD Aiming yang merupakan CAD khusus dengan sihir Elemental Viewfinder.

Siswi perempuan yang merpukan teman dari Siswa yang menjadi incaran Naruto maju mencoba menyerang Leo yang melamun, dengan tongkat CAD-nya yang Ia miliki.

TRANK!

Leo yang sedang malmun terkejut melihat hal didepabnya. CAD tongkat tersebut dapat ditahan dengan CAD milik Erika yang mirip seperti tongkat dengan ujung menyerupai bentuk bola. Erika tersenyum, tidak ada gemetar atau tergesa-gesa dalam senyum itu. Kalau melihat siakpnya yang penuh kewaspadaan dan percaya diri. Jika situasi yang sama telah terjadi 100 kali, CAD siswi bagian Blooms itu akan terlempar 100 kali. Itu sudah pasti.

Siswi dihadapan Erika tersenyum "Ara ara padahal aku tidak berniat menyerangnya, tapi kenapa menyerang ku" ucap Siswi tersebut.

Senyum diwajah Erika tidak menghilang, Ia masih menatap Siswi tersebut dengan senyuman mengejeknya. "Apakah kamu memang berniat melakukannya atau tidak, aku tahu dari kuda-kudamu. Kamu tampak seperti idiot, tapi tampaknya lenganmu berbicara sebaliknya" ejek Erika.

Siswi dihapan Erika tampak kesal sedikit pun, sepertinya Ia mempunyai temperatur yang lebih bagus dari Siswa yang dilawan Naruto tadi. "Apakah kamu sedang mengolok-olok aku ? dan mengolok-olok tepat di wajahku ?" ucap Siswi tersebut.

Seyum mengejek Erika semakin bertambah lebar yang melukisi wajahnya. "Itu sebabnya aku bilang kamu terlihat seperti idiot kan? menanyakan hal yang hanya akan ditanya oleh orang idiot" ejek Erika dengan kata-kata pedasnya.

Melupakan 'musuh' mereka sebelumnya, kedua orang itu malah terlibat dalam konfrontasi konyol, tidak hanya Naruto, Miyuki, dan Tatsuya yang terkejut tapi orang lain juga. Didalam situasi seperti ini mereka malah bertengkar dalam hal konyol, itu tentu saja membuat mereka sedikit terkejut, dan memandang bosan mereka seperti yang Naruto lakukan saat ini.

Siswa yang tadi menghindari serangan bola api Naruto, menggerakkan jari-jarinya di gelangnya yang berbentuk CAD umum. Sistem yang dirancang di dalamnya dimulai. Rangkaian aktivitasi dengan warna biru mulai membamgun ritual sihir dengan koordinat, output, dan durasi yang diinput yang sedang diproses di alam bawah sadar.

DOR!

"Berhenti sekarang juga ! Menggunakan sihir serangan pada orang lain untuk alasan apapun selain pertahanan diri tidak hanya merupakan pelanggaran aturan sekolah, itu tindak pidana!" Rangkaian aktivasi yang sudah berkembang dari siswi itu hancur oleh peluru Psion yang menyebabkan gangguan pada aliran Psions yang menggagalkan pembangunan sebuah ritual sihir yang efektif dan menghapus sihir itu.

Melepaskan peluru Psion, sementara itu sendiri adalah bentuk paling sederhana dari sihir, membutuhkan kontrol yang sangat tepat untuk menghancurkan hanya Rangkaian aktivasi dan menghindari kerusakan lain, dan menunjukkan keterampilan yang luar biasa dari penggunanya.

Setelah mengenali pemilik suara itu, siswa yang bermaksud menyerang Naruto dan kawan kawan menjadi pucat. Orang yang memberi peringatan, dan telah menembakkan peluru Psion, adalah presiden dewan siswa, Saegusa Mayumi.

Naruto menngalihkan pandangannya, dan menatap sosok mungil Mayumi yang terbungkus aura dari Psion light yang jauh melampaui penyihir biasa, memberikan atmosfir berkharisma yang tidak dapat diganggu gugat.

"Kalian adalah siswa dari 1A dan 1E kan. Aku akan mendengar penjelasan kalian. Tolong datang kemari. " Sebuah suara yang keras bahkan dingin, datang dari gadis di sebelah Mayumi. Menurut pengenalan dewan siswa saat upacara masuk, dia adalah siswi tahun ke 3 yang menjadi Ketua Komite Disiplin, Watanabe Mari. CAD milik Mari memiliki Rangkaian aktivasi yang sudah dikerahkan dan dikembangkan.

Leo, Mizuki, dan teman sekelas Miyuki, tanpa berkata-kata, berdiri kaku tidak bisa bergerak sedikit pun, ketika Mari ada dihadapan mereka.

Melangkah di samping teman-teman sekelasnya yang tidak bisa bergerak, tanpa jejak yang sombong atau bangga, tidak sedih atau takut-takut, Naruto berjalan dengan kiprah bahkan diukur, diikuti oleh Tatsuya dan Miyuki, untuk berdiri di depan Mari.

Mari melirik bingung pada siswa tahun pertama yang tiba-tiba datang melangkah ke depan. Menurut Mari, ketiga Murid tersebut tidak tampak terlibat dalam masalah itu. Naruto menatap tatapan yang diberikan Mari tanpa berkedip, dan berhenti pada jarak yang menurutnya yang tidak terlalu jauh dengan Mari.

"Maaf, lelucon kami terlalu berlebihan." Naruto membungkuk minta maaf dengan pandangan ramah, dan nada Ia berucap juga seperti biasanya, tiada kesan datar, atau dingin sedikitpun.

"Lelucon?" beo Mari.

"Ya. Morisaki terkenal karena kemampuannya yang cepat menarik CAD, jadi saya memintanya untuk memberikan demonstrasi untuk referensi di masa mendatang, tetapi menjadi terlalu nyata dan keluar dari kontrolnya" bukan Naruto yang membalas melaikan Tatsuya, yang beridir dibelakang Naruto bersama Miyuki.

Siswa yang telah bertengkar dengan Naruto menggunakan CAD nya membuka mata lebar-lebar karena terkejut. Sementara siswa tahun pertama lainnya kehilangan kata-kata, Mari melirik tongkat di tangan Erika, pistol yang digemgam Siswa yang bernama Morisaki.

Mari berbalik menatap tajam serta dingin pada Naruto, Miyuki dan Tatsuya. "Lalu kenapa laki-laki dari 1A mencoba menggunakan sihir?" tanya Mari.

Naruto kembali berdiri tegak, dan menatap ramah Mari. "Laki-laki 1A itu terkejut. Mampu untuk memulai proses aktivasi dengan kondisi refleks benar-benar layak untuk seorang siswa jalur 1" jawab Naruto tersenyum ramah.

Mari yang masih tidak percaya dengan penjelasan yang diberikan oleh Naruto dan Tatsuya, menatap Naruto, Miyuki, dan Tatsuya dengan pandangan tajam. "Teman-temanmu hampir celaka diserang dengan sihir, tetapi kamu masih bersikeras itu adalah sebuah lelucon?" ucap Mari menatap tajam Naruto.

"Bahkan jika Anda menyebutnya serangan, sebenarnya ia hanya berniat untuk menembakkan kilatan sihir menyilaukan. Itu tidak pada tingkatan di mana itu bisa menyebabkan kebutaan atau gangguan kesehatan" bukan Naruto yang membalas melainkan Tatsuya.

"Hoou ... tampaknya kau entah bagaimana caranya bisa membaca rangkaian aktivasi sebelum itu dikerahkan." Mari menatap kagum Tatsuya, yang memang dapat membaca rangkaian sihir dengan cepat, bahlan jika itu 101 rangkaian sihir digunakan secara bersamaan Tatsuya dapat membacanya, sama seperti Naruto yang juga dapat membaca rangkaian sihir tapi tidak Ia tunjukan didepan umum.

"Saya memang tidak pandai practikal, tapi saya yakin dalam analisis saya" Seolah-olah itu bukan apa-apa, Tatsuya menepis bahwa keterampilan gila itu dengan satu kata, 'analisis'.

"Bodoh" batin Naruto yang melihat sifat Tatsuya. Tentu saja orang bodoh pun tidak akan peecaya dengan perkataan yang diberikan Tatsuya yang dapat membaca rangkaian sihir dalam sekejap, adalah Analisis, tentu saja itu adalah tindakan bodoh.

"Keterampilanmu membaca informasi itu sungguh sesuatu" Mari memberikan tatapan tidak percaya, tepat seperti yang sudah diduga oleh Naruto, orang bodoh tidak akan percaya begitu saja, apa lagi Mari anggota dewan sekolah, berada dijalur 1, dan berada pada tahun alhir pengajaran, jadi tentu saja tidakan mudah.

"Seperti yang Onii-sama saya katakan, ini semua benar-benar hanya kesalahpahaman. Kami sangat menyesal untuk mengganggu kalian semua, senpai" Naruto mbulatkan matanya, Ia memang audah mengira ucapam Tatsuya tidak akan dipercayai, tapi seperti dewi fortuna sedang memihak pada mereka, karena perkataan Miyuki sepertinya dipercayai oleh Mari.

"Mari, sudahlah, tidak apa-apa. Tatsuya-kun, tadi itu benar-benar hanya demonstrasi kan?" tanya Mayumi menatap Tatsuya, dan dibalas anggukan kecil oleh Tatsuya.

"Karena Kaicho mengatakan demikian, aku akan menahan diri kali ini. aku tidak ingin ada yang menjadi kedua kalinya" Tanpa terlihat seperti musuh, Tatsuya, Naruto, dan Miyuki, berbungkuk hormat bersama-sama pada Mari.

Mari berbalik, tapi setelah satu langkah, ia berhenti dan memalingkan pandangannya kebelakang. "Siapa Namamu?" tanya Mari.

Tatsuya berserta Naruto yang tengah berjalan keteman-teman mereka memberhentikan langkahnya. "Tahun pertama kelas E, Shiba Tatsuya" jawab Tatsuya.

"Lalu disamping mu" tanya (lagi) Mari yang masih memandang kebelakang.

"Tahun pertama kelas E, Naruto Fernandes"

"Aku akan mengingat kalian" balas Mari berbalik, dan melabgkah pergi dengan mengikuti langkah Mayumi yang ada didepannya.

.

(Apartemen Naruto)

Setelah pertengkaran singkat, anatar Kelas 1 A, dan 1 E, Naruto langsung pulang ke Apartemennya, untuk mengistirahatkan tubuhnya, yang cukup lelah atas kegiatan hari ini yang cukup menguras staminanya.

Pintu kamar mandi terbuka, dan menampilkan sosok Naruto yang baru selesai mandi, yang masih menggunakan handuk putih melilit ditubuh bagian bawahnya, yang menampakan badannya yang atletis. Tetesan air terus berjatuh dari poni rambut pirangnya, yang menutupi dahi.

Naruro melanglahkan kakinya menuju lemari pakaian dan mengambil beberapa pakian santai untuk dirumah. Setelah selesai memakai pakiannya, Ia berjalan keruang tengah Apartemennya, dan menyalakan Laptop berwarna hitam miliknya.

Dengan gerakan jari-jarinya yang cukup cepat, Naruto mengetik data yang diperlukaan untuk membuat CAD baru khusus untuknya. Ia telah mengerjakan ini selama berbulan-bulan, sebenarnya CAD yang sedang Ia ciptakan sudah selesai beberapa minggu yang lalu, tapi Ia merasa masih ada yang kurang, jadi Ia mencoba menyempurnakan CAD yang Ia ciptakan.

Keteeampilannya dalam membuat CAD memang tak sehebat Tatsuya Shiba, atau Ia sering memanggilnya Silver Taurus jika bertemu dengannya. CAD yang Ia ciptakaan memang tak sehebat milik Tatsuya, tapi itu semua ditutupi dengan kemampuannya yang mampu membuat CAD dengan kekuatan yang mengerikan, walaupun membutuhkan bertahun-tahun, tapi data yang ada pada CAD-nya tidak bisa akan bisa di copy orang lain, termasuk Tatsuya, karena data tersebut tidak terbaca dengan kata lain jika orang ingin membaca, hanya melihat layar putih, tanpa noda sesikit pun.

Sebuah pengingat panggilan yang Ia letakan di samping layar didepannya berbunyi. Dengan segera Ia menggambil remot yang tergeletak dimeja, tempat Laptopnya berada, dam segeea menekan tombol power untuk menyelakan layar tersebut.

Setelah Layar khusus yang yang hanya dapat menerima panggilan dari anggota timnya, terlihat sosok laki-laki berambut abu-abu dengan wajah tampan, bermata biru, memakai kaus hijau, yang dibalut jalet hitam berkerah tinggi.

"Naruto ada berita penting"

"Apa itu?" tanya Naruto mentap layar tersebut.

"Organisasi hitam sudah mulai bergerak kembali setelah 2 tahun mereka tidak mendengar kabar tentang The Golden Prince, termasuk Organisasi hitam yang telah membunuh ayah angkat mu, yang aku, dan yang lainnya yakini, Organisasi ini akan mengincar Miyuki yang akan dijakian tumbal, untuk membangkitkan pimimpin mereka yang telah dibunuh ayah angkat mu"

"Kau tak bercankan?" tanya Naruto memastikan.

"Untuk apa aku bercanda dengan mu Kaicho, aku harap Kaicho dapat menjaga Miyuki Shiba dari mereka, walaupun sebenarnya mereka bisa membangkitkan dia tapi tentunya kemampuannya tidak akan sempurna, kalau tidak tumbal"

"Lalu alasan apa mereka mengincar Miyuki sebagai tumbal untuk dia?" tanya Naruto.

"Kapasitas sihir, keahlian sihir, bakat sihir, kahrisma kebijaksanaan, itu semua diperlukan untuk membangkitkan dia, dan itu semua ada pada diri Miyuki"

"Souka, arigato atas informasinya" ucap Naruto terseyun.

"Tak masalah Kaicho"

Setelah itu layar dihadapan Naruto berbubah menjadi warna hitam polos, dengan segera Ia matikan layar itu dengan remot yang masih Ia gemgam.

Naruto memejamkan matanya, dan kembali membuka matanya dengan menatap langit-langit Apartemennya. "Miyuki Shiba, dan Dia, ini akan menjadi hal yang cukup merepotkan"

.

.

.

BERSAMBUNG

.

Bagaimama Chapter ini apa bagus atau tidak? Ada yang bisa menebak siapa salah satu anggota Naruto tersebut?

.

Mohon Review

.