Minna-san, maaf ya updatenya lama. Soalnya udah mulai kuliah lagi, :D dan tidak lupa dengan dua minggu full presentasi dan paper
But I promise I'll finish this fic kok.
Oh iya, saya mau ngucapin terima kasih buat yang udah review chapter2 sebelumnya.
Disclaimer © Naruto ® belongs to Masashi Kishimoto
Boku Wa Kimi Ni Koi Wo Suru ® Ken Hirai
Rated : T
Genre : Friendship/Hurt/Comfort/Romance (?) / Teenage lifestyle
Pairing : Sabaku no Gaara and Yamanaka Ino
Slight Pairing :SasuSaku,NejiTen,ShinoHina,NaruKarin,SaiMatsu
Warning : AU , OOC, misstyping , Gaje,alay,abal,ancur, EYD parah and etc whatever you call it :D
-000000-
Penggalan Chapter Lalu
"Gaara-kun, bukan itu maksudku, aku tak peduli kau berandalan atau bukan, tapi di mataku kau adalah anak baik-baik, aku tidak mau menjauhimu…karena…."
"Karena apa Ino?" Tanya Gaara
"Karena aku menyukaimu, Gaara-kun…sukidayo…." Jawab Ino malu-malu
Gaara membelalakkan matanya tak percaya.
"Hah? Kau menyukaiku Ino? Meskipun aku biang onar?"
Ino mengangguk malu-malu. Sedangkan Gaara hanya terkikik pelan.
"Kenapa kau tertawa? Aku serius tahu!" Kata Ino pura-pura ketus sambil menggelembungkan pipinya.
"Kau memangnya mau menjadi pacarku Ino?"
"TENTU SAJA AKU MAU!" Jawab Ino sambil berdiri dan tiba-tiba mematung karena malu setengah mati atas sikapnya ini.
"Wah wah kau benar-benar menyukaiku sejak awal ya Ino?" Tanya Gaara sambil mengedipkan matanya dengan jahil
"kau tahu Ino, aku juga menyukaimu, aku ingin selalu ada disisimu dan melindungimu." Kata Gaara sambil berdiri lalu mengecup dahi Ino.
Ino melted.
-00000-
Chapter 6
"Gaara-kun, aku...aku terharu...baru kali ini aku merasa dihargai dan dicintai." Lirih Ino sambil tersenyum tulus.
"Arigatou na, Gaara-kun!" Lanjutnya
Gaara tersenyum dan kemudian mendekatkan kepalanya dan mengecup bibir Ino dengan lembut. Ino membeku sesaat tapi kemudian membalas ciuman Gaara,entah kenapa kesedihan yang tadi Ia rasakan seolah menguap seiring dengan membuncahnya perasaan cintanya saat ini. Mereka baru menghentikan ciuman mereka saat kebutuhan akan oksigen dan udara segar memaksa mereka. (ehm)
"Gaara-kun, ayo kita ke kantin, teman-temanku sudah menunggu!" Ajak Ino agak kikuk.
"Hn!"
Dari kejauhan Sakura dan Tenten sudah melambai-lambai pada Ino supaya menuju ke arah mereka. Dari kejauhan Gaara dan Ino bisa melihat selain ada SakuTenHina ada juga Sasuke,Neji, dan Shino.
Begitu Gaara dan Ino sudah dekat dengan mereka, Sakura langsung memberi sinyalemen berjuta pertanyaan pada Ino lewat pandangan matanya, dan Ino hanya memberi pandangan yang jika diartikan berarti "Long Story!".
"Kalian belum membeli apapun?" Tanya Ino pada yang lainnya.
"Kami sedang menunggumu Ino!" Jawab Sakura.
"Hm, begitu ya, maaf ya gara-gara aku, kalian jadi lama menungguku!" Lirih Ino
"Sudahlah, ayo kita beli makan sekarang!" Ajak Hinata
"Matte, biar aku yang belikan Hinata,kau tunggu disini saja!" Kata Shino
"Shino-kun...arigatou ne!" Kata Hinata sambil tersenyum
"Sakura-chan, kau juga tunggu disini saja,biar kubelikan makanan kesukaanmu!" Sasuke tak mau kalah rupanya.
Sedangkan Neji pergi begitu saja untuk membeli sesuatu tanpa berkata apapun pada Tenten,namun Tenten mengerti nampaknya, Tenten paham kalau Neji memiliki harga diri yang tinggi.
"Neji-kun pasti sedang membelikanmu sesuatu, Tenten-chan!" Hinata berkata pada Tenten,seolah mengerti arti tatapan Tenten.
"Hime,kau ingin apa? Biar kubelikan untukmu!" Ujar Gaara pada Ino
"Eh? Ga-Gaara-kun tak usah repot-repot biar aku saja yang..."
"Aku tidak merasa repot, katakan saja apa yang ingin kau beli!"
"Ano...apa saja deh yang menurutmu enak Gaara-kun...hmmmmm domo arigatou ne!" Kata Ino sambil tersenyum malu-malu.
"Hn..."
Gaara pun pergi meninggalkan Ino yang masih tersenyum dan SakuTenHina yang nampak shock.
"Ino, kau curang!" Kata Tenten
"Hah? Curang apanya Tenten?" tanya Ino tidak mengerti
"Dia...dia memanggilmu Hime?" Tanya Hinata hati-hati
Ino hanya mengangguk
"Aww romantisss...kau curang Ino, kau dapat pacar yang romantis!" Raung SakuTenHina
Ino hanya merona
"Shino-kun sama sekali tak romantis." Kata Hinata dan dua rekannya hanya mengangguk setuju sedangkan Ino hanya terkikik geli.
"Kau hutang cerita pada kami, pokoknya nanti malam kami menginap di rumahmu ya!" Sakura mengancam sambil mengeluarkan sekotak Strawberry yang Ia bawa dari rumahnya tadi sebagai bekal
"Iya, aku janji bakal cerita deh!" Kata Ino sambil mengambil Strawberry dan memasukkan ke mulutnya.
Dan jadilah mereka mengobrol sambil menunggu kekasih mereka membawakan makan untuk mereka (ehm) tak lupa sambil ngemil strawberry (?).
"Kami datang membawakanmu ini Hi-me..." Gaara tertegun melihat pemandangan di depannya, Ino tampak begitu lucu dan menggemaskan dengan mulut yang berisi buah strawberry yang menyembul keluar. Bibir Ino saat itu nampak begitu menggoda.
"Eh, Gaara-kun, kau mau strawberry?" Tawar Ino sedangkan yang ditanya hanya diam mematung.
Padahal yang ada di pikiran Gaara adalah Ia hanya ingin strawberry yang ada di mulut Ino, pasti enak mencium Ino yang berasa Strawberry, begitu pikirnya, rupanya Ia ingin melahap Ino saat itu juga.
"Gaara-kun, kau tidak apa-apa?" Namun Gaara tetap diam mematung sambil menatap Ino dengan tatapan yang lapar.
Begitu juga dengan Sasuke,Neji dan Shino yang mendadak terdiam mematung di belakang Gaara, rupanya mereka juga terdiam mematung karena tertegun oleh tampilan Ino yang nampak sangat indah dan menggiurkan (?).
"Sasuke,Shino,Neji-senpai? Kalian tidak apa-apa kan?" Tanya Sakura hati-hati.
Setelah Ino menelan habis strawberry tadi, dia lalu bangkit dan mendekati Gaara, lalu bertanya sekali lagi apakah pemuda itu baik-baik saja.
Dan ajaib, kali ini Gaara dan juga ketiga laki-laki lainnya tersadar.
"Eh, kami baik-baik saja kok, hanya sdikit kesal tadi antriannya begitu panjang, benar kan guys?" ujar Sasuke salah tingkah. Ketiga laki-laki lainnya hanya mengangguk.
"Baiklah, ayo makan!" Ajak Neji mengalihkan perhatian.
Keempat pasangan itu pun makan sambil mengobrol, tidak semuanya sih, hanya InoSakuTenHina saja yang mengobrol, sedangkan keempat laki-laki disitu hanya menjawab seperlunya saja, itu pun hanya berupa "Hn" saja.
"Gaara-kun, habis ini mau langsung ke kelas?" Tanya Ino sambil melahap buah jeruk di depannya
"Tidak, aku mau ke loker dulu!" Jawab Gaara sambil berdiri bersiap pergi.
"Aku ikut yah!" Ino pun berdiri.
"Tidak boleh!"
"Tapi...aku kan ingin ikut!" Ino merajuk padahal mulutnya masih berisi buah jeruk yang lagi-lagi menyembul keluar.
"Kau ingin kejadian di taman tadi terulang, Hm?" Kata Gaara dengan senyuman jahil
"Enak Saja!"
Lalu Gaara mendekat ke wajah Ino dan menggigit potongan jeruk yang tidak muat di mulut Ino lalu berkata :"Hmm, Yummmy!" Sambil menjilat bibirnya sendiri dan mengedipkan sebelah matanya dengan jahil ke arah Ino kemudian pergi.
Sedangkan Ino hanya berdiri dengan mukanya yang memerah dan yang lain pun menatap Ino dengan tatapan penuh arti.
"Apa?" Tanya Ino pada mereka dan mereka pun buru-buru mengalihkan pandangannya dari Ino.
"Ti-tidak ada apa –apa kok..." Kata Tenten dengan tampang yang tidak enak dilihat.
"Eh...aku baru ingat!" Sakura tiba-tiba memekik.
Semua pandangan pun kini tertuju ke arahnya.
"Kalian sudah dengar belum? Katanya kelasnya Karin bakal mementaskan drama Romeo & Juliet coba? Nggak banget kan?" Tambahnya disertai dengusan tak suka.
"Hah? Serius? Kok bisa?" Tanya Tenten heran
"Huh, dia pasti tambah belagu deh!" Cibir Ino dan yang lain mengangguk tanda setuju.
"Hmm chotto matte kudasai, yang jadi Romeo siapa?" Tanya Hinata polos
"Ano, aku belum dapat kabar lebih jauh lagi." kata Sakura
"Aku!" sSeru Sasuke tiba-tiba.
"Eh? Nani? Apa maksudnya?" Tanya Sakura heran.
"Yang dapat peran jadi Romeo adalah aku!" Jawab Sasuke malas dan tak antusias.
"Hah? Nani?!" seru yang lainnya OOC.
"..." Sasuke tak bisa berkata-kata lagi.
"Kalau aku bisa menolak, pasti sudah kutolak, tapi ini perintah dari Deidara-Sensei." Kata Sasuke seolah mengerti arti pandangan tak setuju dari Sakura.
Dan beruntung Sasuke, karena saat itu bel tanda masuk telah berbunyi.
-00000-
Saat pelajaran olahraga, kelasnya Ino sedang diajar oleh Gari-Sensei, murid-murid perempuan mempraktekan permainan bola basket di Lapangan Basket Indoor,sedangkan murid laki-laki sedang mempraktekan Atletik di Lapangan Outdoor.
"Yaaay!...kita mencetak skor lagi nih, hehehe!" Teriak Tenten.
Ternyata, saat itu sedang ada praktek sparring, antara tim Ino (Ino,Sakura,Hinata,Tenten,Maki) melawan tim Karin (Karin,Tayuya,Matsuri, Shion, Kurama) dan bisa ditebak, tim Ino memimpin 45-44.
Dan terdengar bunyi peluit dari asisten Gari-sensei yaitu Lee. Sebenarnya dia bukanlah asisten resmi Gari-Sensei, tetapi memang dianya aja yang menawarkan diri menjadi asistennya. sebenarnya dia asisten tidak resminya Gai-Sensei tapi karena saat itu Gai-Sensei tak bisa mengajar,makanya dia rela untuk menjadi asisten Gari-Sensei -_-
"Eh, kita ke anak-anak cowok yuk, abis itu baru deh kita ganti baju!" Ajak Sakura.
"Iya, aku udah nggak sabar nih pengen liat pacar-pacar kita seperti apa saat berolah raga, hehe!" Ujar Tenten
Baru juga mereka keluar dari Lapangan Basket Indoor menuju Lapangan Outdoor, entah mimpi apa semalam, kini Ino sudah basah kuyup akibat siraman air dari ember (?).
Rupanya ini ulah Naruto,Kiba,Suigetsu dan Kankurou. Mereka sengaja menunggu geng Ino keluar supaya bisa menyiram salah satu dari mereka dengan air yang entah tujuannya apa.
"Wah, kita dapat mangsa bagus nih, liat dia pake bra warna merah jambu tuh!" Seru Suigetsu sambil menunjuk ke arah bagian depan badan Ino yang karena basah jadinya bajunya nempel ke badan. (Saat itu Ia memakai kaos olahraga yang memang bahannya tipis dan warna putih pula).
"Iya ya, wah, seksi banget!" Seru Kiba disertai anggukan yang lainnya.
Seketika itu juga Ino langsung berjongkok sambil menutupi bagian depan tubuhnya sambil menahan tangis.
"EH! Kalian apa-apaan sih?" Seru Sakura marah
"Akan kulaporkan kalian ke Gari-sensei!" Ancam Tenten
Hinata langsung mencoba menenangkan Ino yang sudah mulai tak kuasa lagi menahan tangis.
"Eh, emangnya salah kita apa? Suruh siapa kalian berpakaian seperti itu? Kami kan cuma iseng? Kami tidak takut kok, laporkan saja!" Ancam Naruto balik
Rupanya hal itu membuat Sakura dan Tenten makin emosi. Seketika itu juga Sakura langsung menampar Kiba namun lengannya berhasil dicekal oleh Kiba.
"Jangan main kasar dong cantik, itu membuat kecantikanmu memudar lho! Kata Kiba kepada Sakura sambil mengedipkan sebelah matanya
"Kalian jangan kurang ajar yah atau..." Kata Tenten
"Atau apa?" Potong Kankurou
Namun tiba-tiba...
Buugh...buugh
Terdengar suara pukulan, ternyata Gaara langsung memukul Kankurou dan Kiba sedangkan Sasuke memukul Naruto dan Suigetsu.
"Hinata,Sakura,Tenten, cepat bawa Ino pergi dari sini!" Perintah Neji dan Shino pada SakuTenHina.
SakuTenHina mengangguk patuh.
"Hey, kalian mengapa memukul kami?" Protes Kiba tak setuju.
Buugh... pukulan keras Gaara berhasil mendarat mulus di pipi Kiba.
"Itu karena kau sudah melecehkan gadisku!" Teriak Gaara penuh amarah.
Seketika itu juga Ino langsung berlari ke arah Gaara untuk menenangkannya dan langsung memeluknya.
"Gaara-kun,sudah cukup, jangan memukul lagi, aku tak mau kamu kena masalah!" Rengek Ino dan hal itu ternyata berhasil meredakan amarahnya.
"Ino..." Lirih Gaara sambil balas memeluknya.
"Ino,aku berjanji aku akan selalu melindungimu dan tak akan membiarkan siapapun menyentuhmu,aku bersumpah demi cinta kita!" ujar Gaara mantap sambil melepaskan pelukannya lalu memakaikan Ino dengan jasnya sendiri guna menutupi bagian depan baju Ino yang ter-expose.
"Minna, biar kami yang akan mengurus bocah-bocah ini ke Gari-sensei, dan kalian bawa Ino ke UKS!" Kata Neji sambil menunjuk para gadis.
"Kenapa kalian membawa Suigetsu,dkk ke Gari-sensei?" Tanya Karin tiba-tiba sudah berada di dekat mereka.
"Iya, itu bukan salah mereka, tapi salah kalian yang memakai pakaian tak sopan!" Ujar Tayuya menghakimi Ino dkk.
"Lihat pakaian kalian! Baju minim ketat,celana pendek yang bahkan terlalu pendek dasar gadis-gadis murahan a.k.a WHORE!" Kata Shion menambahi sambil menunjuk ke arah InoSakuTenHina.
"Heh! Kalian tidak usah sok ikut campur!" hardik Tenten
"Kalian tidak berkaca hah! Lihat pakaian kalian! Kalian jauh lebih tidak seronok daripada kami! Pakaian kami masih wajar !" Sakura tak mau kalah
"I-iya... lihat kau sendiri Karin! Kaos olahraga yang lengannya kau gulung sampai memperlihatkan ketiakmu, kaosnya pun kalian kecilkan padahal ukurannya sudah S! Celana yang kalian buat makin pendek smpai memperliahtkan paha kalian! Make up yang tebal! Dan not to mention pakaian kalian sangat memperlihatkan lekuk tubuh kalian!" Ujar Hinata yang kini tidak lagi gagap.
Kini Karin,Tayuya,Matsuri dan Shion bungkam dan merasa malu, karenatelah dipermalukan di hadapan laki-laki keren yang mereka sukai.
"Sa-Sasuke-kun...aku tidak seperti yang dituduhkan wanita-wanita ini, kamu sudah salah pilih pacar! Sebaiknya kau putuskan saja Sakura dan berpalinglah padaku Sasuke-kun! Akiu jauh lebih layak daripada wanita kasar murahan seperti Sakura!" Cerocos Karin asal.
"Neji-senpai...mereka telah memperlakukan kami...senpai sudah melihat kan betapa liciknya mereka kan?" Ucap Tayuya
"Iya, mereka tidak pantas bersama kalian...hanya kami yang pantas mendampingi kalian Gaara-kun! Shion menambahi.
"Tayuya kau sebut mereka licik?" Tanya Neji pada Tayuya.
"I-iya senpai, senpai lihat dan dengar sendiri kan?" Jawab Tayuya
"Yang kau sebut mereka itu berarti termasuk adik kandungku sendiri, Hinata...tak kusangka mulut kalian memang sangat berbisa!" ujar Neji.
"Ta-tapi senpai, aku...aku benar-benar tidak berniat demikian, maksud kami..."
"Cukup...HENTIKAN!" Potong Neji.
"Tayuya, Karin, Shion, Matsuri, kalian ikut kami ke Gari-Sensei!" Perintah Shino
"Dan kalian cepat bawa Ino ke UKS, biar kami yang mengurus mereka, kau tidak perlu mengkhawatirkan Gaara,tenang saja Ino,kami yang akan menangani Gaara bila dia lepas kendali,hehe!" Ujar Sasuke setengah tertawa
Ino pun lega mendengar demikian
"Tapi...tapi kenapa kami harus ikut menghadap Gari-Sensei, salah kami apa? Gaara-kuuuuuuun, kau percaya padaku kan?" Shion merajuk pada Gaara
Mendengar nama Gaara yang disebut dengan manjanya oleh Shion, mau tak mau Ino menoleh dengan cemburunya ke arah Shion , padahal saat itu Ino beserta SakuTenHina sudah berbalik menuju UKS.
"Jangan sekali-sekali sebut namaku!" Gaara hanya menanggapinya dengan dingin.
"Ta-tapi Gaara-kun..." lirih Shino
"CUKUP!" Bentak Gaara
-000000-
Di dalam UKS
DDDRRRTTT DDDRRRTTT
"Ciyeeeeee...sms dari siapa tuh?" Ujar Tenten pada Sakura dengan jahilnya :p
"Hah? Dari Nurui? Aku kira dari Sasuke." Kata Sakura kecewa
"Apa katanya Sakur...?" tanya Hinata tapi perkataannya terpotong kata tiba-tiba secara serempak handphone InoTenHIna pun bergetar tanda ada pesan masuk
From : Nurui
To : Sakura
Teman2,nanti sepulang sekolah kita akan latihan drama kita,maaf mendadak,ini perintah dari Deidara-Sensei dan Pakura-sensei.
Arigatou ;)
"Pesan dari siapa Sakura?" Tanya Ino yang tiba-tiba muncul dari balik tirai, rupanya dia habis ganti baju.
"INOOOOOOOOO!" Sakura tiba-tiba menghambur ke pelukan Ino
"Dekorin...kau..kau kenapa?" Tanya Ino kaget
"Baca ini! Ponselmu juga ada pesan yang sama kok!" Kata Sakura dengan nada yang dibuat kecewa dan manja
Ino pun kemudian membaca pesan tersebut
"Nani?! Latihan drama mendadak?" Jerit Ino kecewa
"Ta-tapi kan...harusnya latihan baru dimulai Sabtu nanti...bukan sekarang!" Tambahnya
"Makanya...aku tidak relllaaaaaaaa...Ino-Buta kamu sependapat denganku kan?" Kata Sakura sesenggukan lebay.
"Ino,Sakura!, kalian kenapa sih?" Tanya Tenten heran
"I-iya...lagipula kan ini hanya latihan drama.." Hinata menambahkan
"E-eto...aku dan Sasuke ada rencana pergi sepulang sekolah nanti" Kata Sakura malu-malu plus dengan bonus semburat merah di pipinya.
"Aiiihhhh...ciyeeeeeeee…" Goda Tenten
-00000-
"Haruno, Uchiha, dimana Rei dan Yamanaka?" Bentak Deidara-Sensei pada Sakura dan Sasuke.
"Ano...E-eto Sensei, mereka..." Sakura tergagap
TIba-tiba saja pintu Aula terjeblak membuka dengan kasarnya
'Deidara-Sensei...hosh...hosh...maafkan...hosh...h osh... Kami terlambat...hosh...hosh..." Jelas Ino sambil tersengal.
"Ck!kalian ini darimana Hm?" selidik Deidara-Sensei.
"Kami tadi mengalami sedikit hambatan Sensei" Ujar Gaara sopan
"Baiklah, kali ini kalian kumaafkan Hm...cepat naik ke teater dan segera mulai latihan!" Perintah Deidara-Sensei.
-00000-
"E-Eto...Jirou-san...apakah...errr...errr...kamu. .."
"CUT...CUT..." potong Deidara-Sensei
"Yamanaka! Apa-apan barusan itu Hm? Kamu harus lebih menghayati peranmu Hm!" Bentak Deidara-Sensei pada Ino
"Hai',wakarimashitta Sensei...gomenasai!"
"Baiklah, kita skip ke scene berikutnya!" Perintah Deidara-Sensei pada seluruh anak.
"Haruno, segera mulai narasi scene berikutnya, saat pertemuan terakhir Jirou dan Tayuu,Hm!" perintah Deidara-Sensei pada Sakura.
"Malam itu, Jirou menyelinap masuk ke tempat Tayuu,Ia berhasil menyelinap sampai pintu depan, dilihatnya saat itu Tayuu sedang melihat langit dengan sendunya" Sakura membacakan narasinya dengan baik.
"Tayuu-chan, kau terlihat sedih!" Jirou (Gaara) mulai dialognya dengan Tayuu(Ino)
"Eh? Jirou-kun, sedang apa kau disini?" ujar Tayuu sambil mengelap lelehan air mata di sudut matanya
"Kami-sama, kau menangis Tayuu-chan...apa...apa ini ada hubungannya denganku?" Kata Jirou seraya menghapus air mata Tayuu.
"E-eto..tidak ada hubungannya denganmu kok, Jirou-kun, aku hanya...hanya..."
"Hanya apa?"
"Ah...nanimonai...ngomong-ngomong, ada apa kamu kemari Jirou-kun?"
"Tidak ada apa-apa kok, aku hanya ingin kemari saja, apa tidak boleh?"
"Te-Tentu saja boleh, lagipula sudah lama aku..." Tayuu segera menutup mulutnya dan terlihat semburat merah di pipinya
"Doushitta, Tayuu-chan?"
"Ti-tidak ada apa-apa kok"
"Hontou ni?"
"Err...sore wa nani desu ka?"
"Maksudmu ini? Ini bunga Cosmos"
"Aku tahu itu bunga Cosmos, itu bunga kesukaanku, maksudku untuk apa kau membawa bunga itu?"
"Benarkah kau menyukainya? Ini untukmu! Kau terlihat cantik sekali dengan bunga ini!"
"Ah, arigatou...demo...untuk apa kau repot-repot membawa bunga ini?"
"kore wa...sebenarnya...ini adalah pertemuan terakhir kita Tayuu-chan..boku wa...esok adalah hari pertempuranku, aku diutus untuk berperang..oleh karena itu, jika esok aku tak kembali...jangan harapkan aku Tayuu-chan.. Aku..."
"Jirou no Baka!" Teriak Tayuu
"Sampai kapanpun, aku tak akan pernah melupakanmu, aku tak akan pernah bisa berhenti mencintaimu Jirou-kun...aku..aku tak akan membiarkanmu pergi meninggalkanku..." ujar Tayuu sambil kembali menitikkan akir mata entah sudah yang keberapa kali
"Tayuu-chan...gomenasai..." Lirih Jirou
"Sukidayo..."Lirih Jirou sambil memeluk Tayuu
"Tayuu-chan, kumohon jangan menangis...aku...aku sudah menyiapkan lagu untukmu, lagu yang akan kunyanyikan sebelum meninggalkanmu...dengarkanlah..."
Jirou pun mulai menyanyikan lagu tersebut.
moshi mo negai ga kanau nara kimi no kanashimi wo boku no mune no nakani
sosogi konde kudasai sono itami naraba boku wa tae rarerumirai egaku chizu mo nakushite shimau
chippo kena boku dake redo kimi wo mitsuketasayonara , arigatou , suki dayo , suki dayo
sayonara , waratte yo , naku nayo , baka dana
tsutae tai kotoba wa tome donaku afure ru
nando mo , nando demo boku wa kimi ni koi wo surukimi no negai ga kanau nara subetesa sageru to kokoro kara ieruboku ga inaku nattemo kieru koto nai
koi itoni somaru kokoro kimi to mitsu ketasayonara , mata aou , gomenne , suki dayo
sayonara , waratte yo , okonnayo , baka dana
koishii kurushii , itoshii ja tari nai
nando mo , nando demo bokuha kimi to koi wosurukoi suru hitomi to ai suru itami wo
kimi ga boku ni kureta kagayaki wasure nai zuttosayonara , arigatou , suki dayo , suki dayo
sayonara , waratte yo , naku nayo baka dana
tsutae tai kotoba wa tome do naku afureru
nando mo , nando demo boku wa kimi ni koi wosurusayonara , mata aou , gomenne , suki dayo
sayonara , waratte yo , okonnayo , baka dana
koishii kurushii , itoshii ja tari nai
nando mo , nando demo sakebu yo suki dayo
sayonara
"Tayuu pun tak kuasa untuk tidak menderaikan air matanya, Ia begitu terharu,sedih dan tak rela untuk melepas kepergian Jirou ke medan perang" Sakura kembali membacakan narasinya dengan baik.
"CUT...CUT...CUT!" perintah Deidara-sensei
Semua pun bertepuk tangan, termasuk Deidara-Sensei dan Pakura-Sensei.
"Well done, Rei,Yamanaka,Sakura dan semuanya, saya sangat puas dengan kinerja kalian hari ini Hm!" Puji Deidara-Sensei
"Benar, acting kalian benar-benar luar biasa, chemistry yang kalian jalin satu sama lain sangat bagus!" Sambung Pakura-Sensei kemudian.
"Soo ka...kita akhiri latihan kita hari ini, dan jangan lupa segera pulang ke rumah masing-masing dan teruslah berlatih, jangan dulu berpuas diri, Hm!" Ucap Deidara-Sensei.
Semua siswa pun kemudian bersiap-siap pulang dan tak lupa mereka mengucapkan selamat kepada Gaara dan Ino yang memang ber-acting bagus hari itu.
TBC
Minna-san, maaf ending chapter kali ini ngegantung.. Hehehe
Eh aku recommend kalian buat ngedenger lagunya Ken Hirai-Boku wa Kimi Ni Koi wo Suru. Soalnya bagus bangetttttt!
Akhir kata, jangan lupa klik review ya :D
Ariigatou Minna!
