Minna-san maaf updatenya lama banget soalnya baru kelar UTS dan lagi banjir tugas belum lagi sekarang ini lagi ada acara pekan olahraga di fakultas jadinya a lil busy (apasih?).
Saya mau ngucapin terima kasih bangeeeeeeeeeeettttttt buat yang udah review di chap kemaren
Bintangsiregar6 / jenny Eun-chan : iya makasih banget, semoga passwordnya cepet tringat lagi ya hehe :D
Chewy : iya Kiba sama Naruto di fic ini karakternya agak antagonis gitu soalnya sifat mereka jahil dan tengil :D , oh iya itu ada part yang ga sengaja kehapus gitu dan akunya ga nyadar kalo part itu kehapus -_-a makanya jadi agak gaje banget ya? Sebenernya SasuNejiShino itu tuh mereka tertegun ngeliat Ino yang lagi unyu banget dengan stroberinya :D , iya musti banget denger lagu itu pokoknya #maksa :D
Endymutiara : iya ini lagi update gomen ne minna-sama
Disclaimer © Naruto ® belongs to Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : Friendship/Hurt/Comfort/Romance (?) / Teenage lifestyle
Pairing : Sabaku no Gaara and Yamanaka Ino
Slight Pairing :SasuSaku,NejiTen,ShinoHina,NaruKarin,SaiMatsu
Warning : AU , OOC, misstyping , Gaje,ALAY INSIDE,abal,ancur, EYD parah, Humor gagal
-000000-
Penggalan Chapter Lalu
"Tayuu pun tak kuasa untuk tidak menderaikan air matanya, Ia begitu terharu,sedih dan tak rela untuk melepas kepergian Jirou ke medan perang." Sakura kembali membacakan narasinya dengan baik.
"CUT...CUT...CUT" perintah Deidara-sensei
Semua pun bertepuk tangan, termasuk Deidara-Sensei dan Pakura-Sensei.
"Well done, Rei,Yamanaka,Sakura dan semuanya, saya sangat puas dengan kinerja kalian hari ini Hm!" Puji Deidara-Sensei
"Benar, acting kalian benar-benar luar biasa, chemistry yang kalian jalin satu sama lain sangat bagus!" Sambung Pakura-Sensei kemudian.
"Soo ka...kita akhiri latihan kita hari ini, dan jangan lupa segera pulang ke rumah masing-masing dan teruslah berlatih, jangan dulu berpuas diri, Hm!" Ucap Deidara-Sensei.
Semua siswa pun kemudian bersiap-siap pulang dan tak lupa mereka mengucapkan selamat kepada Gaara dan Ino yang memang ber-acting bagus hari itu.
-00000-
Chapter 7
Sore itu di sebuah Café di bilangan Konoha
"Eh, kalian pernah membuka-buka isi ponsel pacar kalian tidak?" Tanya Sakura membuka percakapan pada Ino, Tenten dan Hinata.
"Aku pernah! Sekali!" Jawab Tenten setelah melahap satu suapan terakhir kue keju yang ia pesan.
"Wah, terus? Bagaimana? Apa yang kau temukan?" Tanya Ino penasaran.
"Hmm…sebenarnya tak ada yang menarik sih, aku hanya menemukan satu folder penuh dengan dokumen tugas dan data penting lainnya, tapi yang membuatku agak jengkel adalah isi kotak masuk pesannya yang tidak bisa kutolerir!" Ujar Tenten setengah mendengus kesal sambil menyeruput tegukan terakhir minuman Latte yang tadi ia pesan.
"Me-memangnya apa isi kotak masuk pesan Neji-Niisan?" Tanya Hinata antusias bercampur gugup.
"Hmmm…bagaimana menjelaskannya ya…hehe Hinata-chan yang manis, sebelum menjelaskannya aku boleh minta panekuk-mu kan? Aku masih lapar…hahaha!" Pinta Tenten yang nyengir gaje.
"Si-silakan saja kalau kau mau, aku sudah kenyang kok!" Kata Hinata sambil menyerahkan sisa panekuk-nya pada Tenten.
"Arigatou, Hina-chan! Nah, isi kotak masuk pesan di ponsel Neji itu, sangat menyulut amarahku lho! Kebanyakan pesan yang masuk ke ponsel Neji bukan dariku, tapi dari para penggemarnya yang alay banget! Mereka sok sok mencari perhatian Neji!" Ujar Tenten sambil melahap panekuk-nya (sisa Hinata maksudnya *abaikan).
"Oh, jadi itu alasan kamu marah sama Neji dua minggu lalu?" Tanya Sakura.
"Iya…jengkelin banget kan?" jawab Tenten sambil dengan polosnya meneguk Jus Delima milik Ino tanpa izin.
"Heyy…dasar Miss Gretongan!" protes Ino yang hanya dibalas dengan cengiran tanpa dosa di wajah Tenten yang bermaksud mengatakan 'Maaf, Nggak Sengaja'.
"Nah, bagaimana denganmu Hinata-chan?" kali ini Sakura bertanya pada Hinata.
"Eh…ke-kenapa aku?" Hinata tak siap rupanya.
"Ya,apakah kamu pernah memeriksa isi ponsel Shino?" Tanya Tenten dengan antusias dan penasaran.
"A-aku pernah melihat isi ponselnya, di folder Gallery hanya terdapat Sembilan puluh Sembilan foto serangga ujinya dan satu foto dirinya yang selama ini ia jadikan foto profil di akun jejaring sosialnya." Jawab Hinata.
"APA?" Seru SakuTenIno dengan wajah shock.
"Tak adakah fotomu atau foto kalian berdua walau cuma satupun?" Tanya Ino.
"Se-sebenernya ada, ada banyak fotoku dan foto kami bersama,tapi tak ia simpan di ponselnya, ia menyimpannya di notebook miliknya." Jawab Hinata malu-malu.
"Oh…begitu…kau tidak sekalian memeriksa kotak masuk pesannya?" Tanya Sakura yang kentara banget keponya.
"I-iya…aku ikut membuka kotak masuknya, banyak pesan dari penggemarnya, sepertinya fanatic sekali…aku tiba-tiba saja merasa cem-cemburu pada hal itu. Apa itu wajar, Sakura-chan?"
"Tentu saja, kita para wanita memang wajar merasa cemburu pada pasangan kita, kalau kita tidak memiliki perasaan itu, patut dipertanyakan perasaan kita ini!" Ujar Sakura sok bijak.
"Bagaimana dengan kamu sendiri, Sakura-chan?" Tanya Hinata.
"Aku? Sebenarnya sama saja kok, aku hanya menemukan banyak foto buah tomat di folder gambarnya (-_-) tapi fotoku dan foto Sasuke-kun juga banyak kok, di kotak masuknya aku juga menemukan banyak sekali pesan dari para penggemarnya, tapi aku maklum saja sih, dia kan ganteng, hahahahaha…" ujar Sakura sambil tertawa lepas yang disambut keluhan nafas ketiga temannya.
"Tapi…eits jangan salah paham, aku juga cemburu kok! Malah aku sempat memarahinya juga empat hari yang lalu."
"Ne, Ino-Buta, sekarang giliranmu?" Ujar Sakura pada Ino.
"Eh? Gi-giliran apa?" Tanya Ino dengan nada yang dibuat sepolos mungkin.
"Tidak usah berpura-pura Ino!" Desak Tenten.
"A-aku…baiklah, aku belum pernah membuka ponsel Gaara-kun, aku tidak berani mengusik kehidupan pribadinya." Jelas Ino.
"Nani? Kau ini payah sekali Ino-Buta, kau tidak takut dia main serong emangnya? Yang mau sama dia bukan Cuma kamu loh Ino, ingat kau punya saingan yaitu Shion dan Matsuri!" Celoteh Sakura.
"I-iya sih…demo…Watashi wa nani o subekideshou ka?" Ujar Ino hopeless.
(Watashi wa nani o subekideshou ka? : apa yang harus kulakukan).
"Kimi wa ashita kare no geitaidenwa o kariru hitsuyō ga arimasu!" Sakura memberi saran.
(Anata wa ashita kare no geitaidenwa o kariru hitsuyō ga arimasu! : Kamu harus meminjam ponselnya besok!).
"Tapi…aku tak berani, aku takut ia merasa terusik!" Ino tampak ragu-ragu.
"Ino-chan, Gaara-san sepertinya baik kok, jadi dia tidak akan keberatan! Percayalah!" ujar Hinata yang diamini oleh Sakura dan Tenten.
-00000-
Keesokan Harinya.
Ino dan Sakura tampak sedang berjalan di koridor sekolah, mereka tengah berjalan sambil berbincang dengan asyiknya.
"Ino-Himechan!" Seru seseorang memanggil Ino.
Ino menoleh dengan senyum manisnya saat bertemu pandang dengan orang yang memanggilnya, terang saja karena yang memanggilnya baru saja adalah kekasihnya, Gaara.
"Ne,Gaara-kun, ada apa?" Tanya Ino saat Gaara sudah berjalan mendekatinya.
"Oke, aku tak mau mengganggu kemesraan kalian, Jaa!" ujar Sakura yang bisa membaca keadaan.
"Matte! Kau tidak perlu pergi Sakura, aku hanya sebentar kok. Ino-chan, aku ada latihan sepak bola, aku mau menitipkan ponselku, kau tidak keberatan kan?" Ujar Gaara.
"Eh? Tentu saja tidak Gaara-kun!" Jawab Ino yang setengah kaget.
"Oke, kalau begitu, Jaa Matta Hime!" ujar Gaara berpamitan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Ino.
"Ino,kau tahu, ini kesempatanmu!" Sakura berbisik pada Ino.
"Watashi wa totemo rakkīdesu!" Ujar Ino sambil mengangguk.
(Watashi wa totemo rakkīdesu! : Aku sangat beruntung!)
Sesampainya di kelas, Ino langsung membuka ponsel Gaara, Ia merona ketika melihat wallpaper di layar ponsel Gaara. Ternyata itu adalah foto mereka berdua ketika di taman belakang sekolah.
Ketika ia membuka folder foto di ponsel tersebut, ia mendapati ratusan foto dirinya, sementara foto Gaara sendiri hanya ada beberapa. Di folder video pun hanya ada tujuh file video dirinya ketika sedang bernyanyi dan atau menari-nari di hamparan taman bunga.
'Untung tak ada video yang tidak-tidak' begitu batinnya.
'Baiklah satu bagian lagi' Ino membatin demikian.
Ino tampak ragu-ragu membuka kotak masuk pesan di ponsel itu.
'Hmmm sejauh ini tidak ada pesan yang mencurigakan' begitu batinnya.
Namun tiba-tiba matanya tertuju pada satu pesan yang mencurigakan,pesan tersebut dikirim oleh seseorang yang oleh Gaara diberi nama "?" .
Saat Ino mengecek pesan yang dikirim orang tersebut, Ino kaget karena ternyata percakapan antara orang tersebut dengan Gaara cukup panjang, berbeda dengan pesan aneh yang dikirim oleh orang lain yang nyatanya tidak dibalas sama sekali oleh Gaara.
Ino mulai membaca satu persatu pesan dan percakapan yang terjalin antara orang itu dengan kekasihnya. Semakin ia membacanya hatinya semakin panas dan ingin meledak rasanya.
"Siapa sih ini, ganjen banget!" Ino menggumam demikian tanpa sadar.
"Dou Shitta,Ino?" Tanya Sakura.
(Dou Shitta : ada apa?)
"Iya, Nanimonai, hehehe" jawab Ino pura-pura.
(iya,nanimonai : tidak, tidak ada apa-apa)
"Tidak usah pura-pura Ino!" sela Tenten.
"Ja-jangan bilang kamu lihat sms mencurigakan di ponsel Gaara,eh?" Desak Sakura
"A-apa sih?"
"Katakan saja siapa si pengirim sms itu!" desak Tenten.
"Ha~h,masalahnya aku tidak tahu, bahkan Gaara sendiri tidak tahu siapa pengirimnya." Jawab Ino sambil menghela napas.
"Nani, mengapa bisa begitu?" Tanya Hinata.
"Entahlah, Gaara menamai nomor ini di kontaknya dengan simbol tanda tanya.
"Mungkin bisa jadi, karena Gaara tidak ingin kau tahu, mungkin saja itu selingkuhannya dia!" Sergah Tenten ngawur.
"Iie, tidak mungkin! Gaara tidak seperti itu!" timpal Ino ketus.
"Hahaha, aku kan cuma bercanda Ino!"
"Sudah, hei, memangnya bagaimana isi smsnya?" Tanya Sakura.
"Baca sendiri sajalah!" Ujar Ino sambil menyerahkan ponsel Gaara pada Sakura.
D
From : ?
To: Gaara
? : mEdt mLm k4k4g, pHa kBr nEh?
G : ? maaf ini siapa? Aku tidak mengerti isi pesanmu!
? : iiCh, kUg JuTeX bEudT sEyh jWbx? nE aQwh k4g, aD!k kLs k4k4g, nE nUmbx G44r4-sEnp4i kHan?
G : Kami-Sama, bisakah kau mengirim pesan dengan cara NORMAL?!
? : iiCh, nE kHn La99ee tReaNd kk! K4k4g jD mKiNt uNyU dEaCh kLu aggy MrAh! mKiNt ngeF4Ns aQwh JdX, kyaaaaa! ;)
G : ? tolong sekali ini saja,aku mohon gunakanlah bahasa yang normal agar aku dapat memahami isi pesan bodohmu ini! Onegai shimasu!
? : iichh,kakak so sweet beudt dech ampe memohon-memohon gityuu ama aqwh,aqwh jadi malu ;)
G : soo ka, akhirnya aku bisa membaca isi pesanmu, biarpun aku sama sekali tak mengerti apa maksudmu -_- , sekarang katakan! Apa tujuanmu mengirimiku pesan malam-malam begini?
? : iich, woles ajjah kale kagg! aQwh kan Cuma mau ngucapin konbanwa sama oyasumi aja, kagg telpon aQwh donx! Aqwh khant pendt beudht denger suaranya kagg! Pliisss _
G : Kami-sama! Memangnya kamu siapa?
? : iiich kagg kUk pilih kasih siich? Giliran Ino-Senpai malah ditelepon? Khant aqwh juggga pendht dapet fanservice? *puppyeyes
G : Ino itu kekasihku! Sedangkan kamu hanyalah makhluk tak teridentifikasi bahkan eksistensimu perlu dipertanyakan, paham?
? : iichhh, kakak ketus beudht deh! Eh iya kak, besok kakak ada latihan sepakbola khant ea? Aqwh mau nonton kakak ah
? : kakkkkkk, kuk enggak bales seeyychh?
? : kakkkk, uDin tdur ea?
? : kakkkkkkk,,,, :((((((((
G : zzzzzzzzz
? : oWh, kakag udin tidur, yaudin, medt bhubhu ajjah deh ea.
Sejenak Sakura berhenti membaca percakapan dalam pesan tersebut dan tak kuat menahan gelak tawa.
Ino yang keheranan lantas bertanya : "Dekorin,kau kenapa?"
"Hahaha,na…nanti saja kuberi tahu…hahahhahaha"
Ino yang kesal hanya bisa mendecih dan lantas menghiraukan Sakura dan kembali melanjutkan aktivitasnya mengotak-atik ponselnya sendiri.
Setelah tawa Sakura mereda (?) , lantas ia melanjutkan membaca kotak pesan di ponsel kekasihnya itu.
? : kak, uDin Ban9un bLum Siiichhh?
? : Alloooww kakakggk, bLes DunX!
? : kak, kUk Gag bLes :'(
G : saya sudah bangun tidur sejak tadi,namun hal pertama yang kulakukan saat terbangun bukanlah melihat telepon genggam.
? : Kak, aku Slalu nNtN Kakagg maeNt BhULLa lOh Kagg…
G : Oh Ya? Mengapa demikian?
? : YaEaLLahh, KkAg khant GaNtNg, Jago laggeee MkanYa aQ SyUkka LeAt KkAg…
G : Oh Ya? Terimakasih
? : eH kAg, kPand2 AjjArieen aQ mAen Bhulla kEaK kakak dUnX…
G : Hah? Untuk apa? Kamu ingin belajar bermain sepak bola? Perempuan kan tidak perlu bermain sepak bola.
? : xixixixixxxxixixiixi :D
G : ?
? : aQ kHaNt pEn nGelap kerIngAt kAkAq, aQ iRRi sAmA inO-Senpai.
? : kAkgg, kUk gUg bLeZZ sMs aQ sIIeeyyyhhh? (received 8 days ago)
? : kAkgg? (received 7 days ago)
? : Allooowwwwwwww :* (received 6 days ago)
? : Konnichi wa Kakakk Gantengggggg ;* (received yesterday at 3:46 pm)
? : HOLLLAAAAAAAAAAAAA Prince Charming :* (received today at 7:07 am)
"Bagaimana, menyebalkan sekali kan?" Tanya Ino pada Sakura.
"Hmmmmm, memang menyebalkan sih, tapi kira-kira siapa ya si gadis centil ini?" Jawab Sakura.
"Chotto Matte Minna, coba aku cek nomor ponselnya di ponselku." Ujar Tenten.
"Aku cek juga deh, siapa tahu terdaftar di kontakku." Sakura mengikuti apa yang Tenten lakukan.
"NANI?!" Seru Tenten dan Sakura bersamaan.
"Nande?" Tanya Ino keheranan.
"Ino…nomor ponsel ini terdaftar di kontakku dengan nama 'penganggu' , itu artinya nomor ini juga yang sering mengganggu Sasuke-kun!" Ujar Sakura.
"Ah yang benar kau Sakura? Nomor ini juga yang telah mengirimi pesan seduktif pada Neji!" papar Tenten.
"Coba kulihat, mungkin saja aku mengenalnya!" Tawar Hinata.
"Matte,me-mengapa bisa begini? Minna, rupanya nomor tersebut milik…milik Haku-San!" kata Hinata
"HAH? NANI?!" seru InoSakuTen.
"Ma-maksudmu Haku yang itu?" Sakura masih tak percaya rupanya.
"Apa kau yakin Hinata? Apa benar Haku yang 'berbeda' itu?" sergah Tenten dan Hinata hanya bisa mengangguk.
Mereka berempat terdiam sejenak dan kemudian tanpa babibu lagi mereka langsung berlari secepat Elang Konoha menuju lapangan Sepak Bola.
Terlihat Gaara sedang berjalan menuju pinggir lapangan dan akan mengambil tasnya, sementara Sasuke dan Neji sudah lebih dulu terduduk di pinggir lapangan sambil meminum air mineral dingin.
"Gaara-ku~n!" Seru Ino sambil berlari ke arah Gaara diikuti SakuTenHina.
"Gaara-kun, jelaskan ini padaku!" Tuntut Ino pada Gaara seraya menyerahkan ponsel Gaara pada Gaara.
"Apa maksudmu Ino? Wakarimasen!" Jawab Gaara tak mengerti.
(Wakarimasen : saya tidak mengerti)
"Hontōni yoroshīdesu ka?" Tanya Ino untuk memastikan.
(Hontōni yoroshīdesu ka : apa kau yakin?)
"Hai', Hime aku benar-benar tak mengerti apa maksudmu" ujar Gaara dengan tulus.
"O mite mimashou! Apa maksud dari semua ini!" ucap Ino dengan tegas.
(O mite mimashou! : Lihatlah!)
Sejenak Gaara melihat isi pesan 'sampah' itu lantas tersenyum tipis dan berkata : "Hime,ini hanya pesan sampah,aku bahkan tak mengenali siapa pengirim pesan ini!".
"Hmmm…tapi kenapa kau tanggapi,lihat saja pesan-pesan itu,semuanya bernada genit dan centil! Aku kan jadi…jadi…" Ino tak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Cemburu maksudmu?" potong Gaara sambil tersenyum jahil.
"Benar kan kau cemburu,Heh?"
Ino hanya bisa mengangguk malu.
"Kau, tak perlu cemburu Ino,abaikan saja pesan-pesan bodoh itu!" Ujar Gaara sambil memegang kedua bahu Ino dan menatap amta Ino lekat-lekat.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang terbatuk.
"Maaf mengganggu dunia kalian, Ino, ingat tujuan kita kemari!" Ujar Tenten pada Ino.
"Gaara,Neji,Sasuke, kalian mendapat pesan singkat yang bernada centil dan dengan bahasa dan tulisan alien yang membuat mata kalian sakit kan?" Tanya Tenten
Ketiganya mengangguk tak tertarik.
"Apa kalian tahu siapa sebenarnya pengirim pesan tersebut?" Kali ini Sakura yang bertanya sambil menahan rasa jengkel.
"Dilihat dari bahasa dan tulisannya, yang pasti dia seorang perempuan remaja" Jawab Sasuke dengan nada angkuh.
"SALAH!" Ujar InoSakuTen dengan tampang Inner mereka.
"Maksudmu? Lalu siapa yang mengirim?" Tanya Neji keheranan.
Dengan penuh amarah InoSakuTen menunjuk seseorang yang tengah asyik menatap Sasuke,Gaara dan Neji dengan mupengnya dari kejauhan(?).
"Chotto Matte Kudasai! Bagaimana mungkin dia? Dia itu laki-laki!" Kata Sasuke.
"Baiklah, akan kubuktikan!" Ujar Hinata.
"Haku-kun, kemarilah!" Panggil Hinata yang kali ini entah bagaimana caranya bisa bersuara lebih keras.
Yang dipanggil pun mendekat dengan senangnya karena ia berpikir ia bisa melihat ketiga orang idamannya dari dekat.
"Ada apa Hinata? Kenapa kau memanggilku?" Tanya Haku pada Hinata namun matanya malah sibuk melirik SasuGaaNeji.
Tanpa basa-basi lagi Sakura langsung menekan tombol di ponselnya bermaksud memanggil nomor tertentu. Sedetik kemudian ponsel Haku berdering dengan nyaringnya.
"Eh,maaf ada panggilan ke ponselku,sebentar ya!" Ujar Haku dengan polosnya.
Sasuke,Gaara dan Neji hanya bisa memasang tampang datar namun shock, teramat sangat kaget dan tak percaya bahwa yang selama ini menggoda mereka melalui pesan-pesan alay adalah seorang laki-laki, terlebih lagi laki-laki itu adalah asisten logistik tim sepak bola.
"Jadi, nomor itu adalah nomor ponselmu, Eh?" Tanya Ino dengan tampang Innernya yang menyeramkan.
"Oh, jadi nomor yang baru saja memanggilku adalah nomor milikmu Ino-senpai,kalau begitu aku akan menyimpannya" ujar Haku dengan santainya.
"Kau kan yang selama ini mengirimi pesan ganjen ke ponsel pacar-pacar kami?" kali ini giliran Sakura yang menekan Haku.
"E-eto…saya tidak mengerti maksud Sakura-Senpai!".
"TUTUP MULUTMU!" Bentak Tenten.
"Akui saja Haku!" Bentak Ino.
"E-eto…tapi saya hanya…"
"HANYA APA?" Desak InoSakuTenHina sambil membentak
"Saya hanya ingin dekat dengan mereka bertiga" Ujar Haku
"Ingin dekat katamu? Kalau ingin dekat kenapa harus ingin mengelap keringat Gaara segala?" Sentak Ino dengan nada yang tidak santai.
"Ka-karena…"
"KARENA APA?" bentak InoSakuTenHina, kali ini Hinata turut tersulut emosinya.
Belum sempat menjawab, Haku langsung lari terbirit-birit meninggalkan keempat gadis yang kini makin tersulut emosinya.
Tanpa ba bi bu lagi, keempatnya langsung lari secepat kilat mengejar Haku yang berlari tunggang langgang.
"Sulit dipercaya,yang selama ini menggodaku ternyata bukan hanya kaum hawa saja!" Ujar Gaara tak percaya.
"Heh,itu artinya bukan Cuma perempuan saja yang tertarik pada kita kan?" Jawab Sasuke sekenanya.
"Memangnya kau sudi ditaksir laki-laki?" Tanya Gaara.
Sasuke hanya mengangkat bahu dan melanjutkan minumnya.
"Lantas,bagaimana dengan mereka berempat? Apa kita perlu mengejarnya?" Tanya Neji.
"Biarkan saja, itu urusan perempuan,kalau kita ikut campur, itu hanya akan menimbulkan masalah baru" jawab Sasuke.
TBC
Minna, sekian chapter kali ini, mohon review ya, maaf kalau banyak kesalahan dan kekurangan, kali ini saya ngetiknya di warnet, jadinya buru-buru karena udah mau tutup
