Holla Minna-san, kali ini saya kembali dengan update fic MC saya. Setelah sekian lama saya WB dengan fic MC ini,akhirnya muncul juga ide norak binti alay. Oh iya, daripada saya kebanyakan ngelantur, mari nikmati fic ini sambil melahap sepotong roti dan secangkir ocha (?) *abaikan.

Disclaimer : I do not own Naruto. I don't get any commercial beneficial from this fanfic that I made.

Rated : T

Genre : Romance/Hurt/Comfort

Pairing : GaaIno

Warning : AT,AU, Typo(s), OOC

Penggalan Chapter Lalu:

"KARENA APA?" bentak InoSakuTenHina, kali ini Hinata turut tersulut emosinya.

Belum sempat menjawab, Haku langsung lari terbirit-birit meninggalkan keempat gadis yang kini makin tersulut emosinya.

Tanpa ba bi bu lagi, keempatnya langsung lari secepat kilat mengejar Haku yang berlari tunggang langgang.

"Sulit dipercaya, yang selama ini menggodaku ternyata bukan hanya kaum hawa saja!" ujar Gaara tak percaya.

"Heh,itu artinya bukan cuma perempuan saja yang tertarik pada kita 'kan?" jawab Sasuke sekenanya.

"Memangnya kau sudi ditaksir laki-laki?" tanya Gaara.

Sasuke hanya mengangkat bahu dan melanjutkan minumnya.

"Lantas, bagaimana dengan mereka berempat? Apa kita perlu mengejarnya?" tanya Neji.

"Biarkan saja, itu urusan perempuan, kalau kita ikut campur, itu hanya akan menimbulkan masalah baru" jawab Sasuke.

-0-


Chapter 8

"Gaara, kau yakin tidak ingin istirahat dulu latihan sepakbola hari ini?" Ino bertanya pada Gaara sesaat setelah mereka menyelesaikan kelas Biologi siang itu.

"Tenang saja kau tidak perlu khawatir,Ino!"

"Tapi Gaara, jadwal kita hari ini sangat padat, kita bahkan masih harus masuk kelas Kimia dan latihan drama hari ini, nanti kau bisa jatuh sakit lho!" Ino masih mencoba menasihati Gaara.

"Ino, aku tahu kau mengkhawatirkanku, tapi aku baik – baik saja kok," ujar Gaara sambil tersenyum.

Mau tak mau Ino pun membalas senyuman Gaara.

"Ayo kita ke kelas Kimia, jangan sampai kita terlambat!" Ino langsung menggamit lengan Gaara dan bergegas ke kelas.

Selama berjalan menuju kelas, entah mengapa Ino merasakan firasat tidak enak, namun buru – buru ia mengenyahkan perasaan tersebut.

Setelah Anko-sensei masuk ke kelas, semua anak – anak yang tadinya tengah mengobrol ataupun mengotak – atik gadget mereka, lantas langsung terdiam.

"Anak – anak, kita akan mengadakan tes mendadak mengenai stoikiometri! Siapkan kertas!"

Ino langsung tercekat mendengar perkataan Anko-Sensei karena nyatanya ia memang tidak belajar sama sekali, ia hanya mengira bahwa hari ini akan praktikum Argentometri, jadi ia hanya belajar sedikit tentang volumetri dan argentometri.

"Baiklah, soal pertama jelaskan tentang konsep mol!".

"Soal kedua, jelaskan apa perbedaan antara molaritas, normalitas dan molalitas!".

"Soal ketiga, tuliskan persamaan reaksi yang terjadi dalam proses titrasi Kalium Permanganat, Asam Oksalat, dan Asam Sulfat!".

"Soal terakhir, berapa gram Fe2O3 yang terdapat dalam 50 gram Fe3O4 jika diketahui Masa Atom Relatif Fe adalah 53,5!".

"Kerjakan soal – soal tadi dalam 10 menit!".

'Demi apa harus selesai dalam 10 menit?!' batin Ino panik.

Secara refleks ia menoleh ke arah Sakura berharap Sakura mampu mengerjakan soal-soal tersebut, namun tatkala ia menoleh ke arah Sakura, ia justru mendapati bahwa Sakura juga sedang menoleh ke arah Ino dengan pandangan dan ekspresi wajah yang sama dengan dirinya. Saat itu juga ia pasrah pada keadaan.

-0-

Selesai ujian

"Huh, dasar Anko-sensei memberi soal seenaknya saja!" keluh Sakura yang dibalas anggukan penuh semangat dari Ino.

"Sudahlah, ayo kita ke kantin, disana sudah ada Hinata dan Tenten yang menunggu!" ajak Ino.

"Ino, aku pergi latihan dulu ya, kau beristirahat saja di kantin, nanti aku menyusulmu!" cegat Gaara di depan pintu dan lantas berlalu meninggalka Ino dan Sakura.

"Ino, kau 'kan punya pacar yang pintar, sekelas pula, kenapa tak kau manfaatkan saja tadi pas ulangan?" bisik Sakura saat Gaara telah jauh.

"Aku 'kan gengsi kalau harus selalu meminta bantuan dia hampir di setiap pelajaran!" desis Ino pada Sakura.

Sakura yang mendengarnya hanya terkikik pelan.

Di Lapangan

"Gaara, oper bolanya kemari!" Seru Sasuke sambil melambaikan tangannya.

Gaara yang hendak mengoper bolanya sesaat berhenti sejenak karena mendadak perutnya terasa sakit dan kepalanya terasa pusing mendadak. Namun tak ia hiraukan dan lalu mengoper bola tersebut tetapi meleset karena ia kehilangan konsentrasi.

'Ck, sial! Pasti maag dan anemia-ku kambuh!' pikir Gaara.

Pelatih pun membunyikan peluitnya dan meminta anak-anak untuk berhenti sejenak dan beristirahat.

"Gaara, ada apa denganmu hari ini?" tanya Sasuke di bangku pemain.

"Entahlah, kurasa anemia-ku kambuh!" ujar Gaara yang tidak biasanya merasa sangat letih.

Tiba-tiba mereka mendengar beberapa anak tertawa dan serta merta mereka menoleh ke arah sumber suara.

"Hahahaha, kau harus lihat ini, yang ini lebih fantastis!" kata Kiba sambil menunjukkan layar ponselnya ke arah teman-temannya.

"Wah, betul yang ini lebih canggih, kau dapat darimana foto Ino yang lagi seksi ini?" tanya Omoi.

"Jangan keras-keras bodoh, nanti Gaara dengar!" desis Naruto.

Namun, peringatan dari Naruto nampaknya sudah terlambat, Gaara yang mendengar kata Ino dan seksi dalam satu kalimat yang sama langsung mendelik tajam ke arah mereka dan mulai berjala mendekati mereka.

Melihat tanda bahaya itu, Kiba lantas menyembunyikan ponselnya dan bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa.

"Apa yang baru saja kalian bicarakan tadi?" tanya Gaara pada mereka dengan penuh penekanan.

"Tidak ada apa-apa!" jawab Naruto santai.

"Jangan bohong kalian, berikan ponsel itu padaku!"

"Eits santai dong! Apa masalahmu hah?" ucap Naruto sambil berdiri dan menatap tajam ke arah Gaara.

"Cih, sekali berandalan tetap berandalan, cabut yuk!" ajak Kiba sambil beranjak dari duduknya.

"TUTUP MULUTMU!" seru Gaara sambil memukul Kiba namun meleset karena ia kehilangan keseimbangan.

Melihat Gaara yang limbung, Naruto mengambil kesempatan dengan menendang Gaara lalu pergi begitu saja.

Neji yang melihat Gaara tumbang segera berlari ke arahnya dan membawanya ke UKS.

-0-

"Gaara-kun, daijobu ka?" tanya Ino begitu Gaara siuman.

"Ino? Koko wa?" tanya Gaara keheranan.

"Tadi Neji-senpai yang membawamu kesini, katanya mendadak kau pingsan." Jelas Ino.

"Kiba, Naruto lihat saja nanti!" Gaara menggeram sambil mengepalkan tangannya.

"Kau berkelahi lagi dengan mereka ya?" selidik Ino.

"Mereka yang memulai duluan!" ucap Gaara tak ingin disalahkan.

"Gaara, aku 'kan sudah memperingatkanmu untuk jangan berkelahi lagi terlebih kondisi tubuhmu sedang sakit."

"Siapa yang sakit?"

"Tadi dokter sekolah sudah memeriksamu, katanya anemia-mu kambuh dan kau benar-benar kekurangan vitamin." Jelas Ino penuh perhatian.

Gaara hanya diam karena tak mampu lagi menyanggah Ino.

"Lagipula, untuk apa kau berkelahi lagi dengan mereka?" tanya Ino penasaran.

"Mereka membicarakanmu, mereka berbicara tentangmu dengan tidak senonoh."

"APA?" Ino kaget sekaligus tak percaya.

"Mereka memiliki foto seksimu, benar-benar biadab!"

"Fo-foto seksiku?" Ino benar-benar merasa marah bercampur kesal dan malu.

"Tapi Gaara, sungguh aku sama sekali tidak pernah berpose seperti apa yang mereka katakan, kau percaya padaku 'kan?"

"Sudah pasti Ino, aku percaya padamu, aku berani bertaruh mereka memotretmu diam-diam saat kau sedang berganti baju, pasti mereka memotretmu saat kau sedang dalam keadaan hanya memakai bra!"

Ino benar-benar kehabisan kata-kata, ia malu pada Gaara.

"Padahal aku saja yang pacarmu tidak pernah melihat bra-mu." Ucap Gaara pelan tanpa sadar sambil mengubah posisi berbaringnya menjadi membelakangi Ino.

"Omae wa tousakudesu!" ujar Ino sambil mencolek punggung Gaara pelan sambil tersenyum.

(Omae wa tousakudesu = Dasar mesum!)

Lalu Ino beranjak dari duduknya dan mulai menutup tirai di sekeliling tempat tidur Gaara.

"Nanishiteruno?" Tanya Gaara keheranan.

(Nanishiteruno = apa yang kau lakukan?)

Ino lalu berdiri tepat di hadapan wajah Gaara dan mulai membuka kancing bajunya satu persatu dengan pelan.

"I-Ino?" ucap Gaara pelan dengan wajah yang memerah.

"Ino-chan, shinaide kudasai!" ucap Gaara seolah berbisik dengan wajah semerah semangka.

Ino lalu berhenti dan urung membuka kancing keempat.

"Lihat Gaara, kau tadi bilang ingin melihat bra-ku, tapi sepertinya kau bahkan belum siap dan sanggup melihatnya, ne?" kata Ino dengan senyum penuh kemenangan dan menahan tawanya.

Menurutnya, Gaara dengan ekspresi seperti itu sungguh lucu.

Sedangkan Gaara hanya terpaku sambil berusaha menyembunyikan rona wajahnya.

"A-aku 'kan…" Gaara tak sanggup melanjutkan kalimatnya yang menggantung.

"Gaara, kau beristirahatlah," ujar Ino sambil merapikan pakaiannya kembali.

Setelah rapi, ia lalu memberitahu Gaara bahwa ia akan kembali setelah pelajaran musik selesai. Namun saat Ino akan pergi, Gaara menahan lengan Ino agar tidak pergi.

"Apa kau perlu sesuatu Gaara?" tanya Ino keheranan.

Gaara hanya menggelengkan kepalanya pelan.

"Kau tidak akan meninggalkanku 'kan?" Tanya Gaara nyaris berbisik.

Ino tersenyum tulus, "Tentu saja tidak Gaara-kun, aku hanya akan pergi sebentar dan sekarang kau beristirahatlah."

-0-

Saat Gaara tengah nyenyak tertidur, tanpa diundang seorang gadis berambut pirang masuk ke dalam ruangan tempat Gaara terbaring dan lantas ia meraih ponsel Gaara yang digeletakkan begitu saja di sebuah meja kecil di samping ranjang yang kini ditiduri oleh Gaara. Hanya sebentar saja gadis itu mengambil alih kendali atas ponsel Gaara dan lantas ia pergi sambil tersenyum puas. 'Kau tunggu saja di sini ne Gaara-kun?'.

Kira-kira satu jam kemudian gadis tadi kembali ke ruangan Gaara dan segera duduk di kursi yang berada tepat di samping ranjang tempat Gaara terbaring.

"I-Ino kau sudah kembali?" Tanya Gaara yang terbangun sambil menggosok matanya pelan. Yang ditanya hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.

Gaara lalu mencoba untuk duduk dan lalu bertanya pada Ino tentang bagaimana kelas tadi namun yang ditanya hanya tersenyum dan tanpa aba-aba gadis itu langsung meraih kepala Gaara dan mencium bibir Gaara secara liar.

Saat itu juga datanglah gadis berambut pirang lain yang benar-benar bernama Yamanaka Ino. "Ga-Gaara?" ucapnya lemah bercampur kaget dan sedih.

Sedangkan gadis lain yang saat ini tengah mencumbu Gaara hanya membatin 'Just as I thought.'

TBC


Minna-san, maaf ya kalo ending-nya abal banget dan maaf update nya lama bingit. Jangan lupa review yaaa.

Zielavienaz96 : iyanih, aku juga entah kenapa kepikiran buat bikin Haku kayak gitu, hehe

Jenny eun-chan : hehe iya ya, syukur deh kalo humor abal ini bisa bikin ngakak, syukur juga kamu bisa inget password akun kamu yaaa

Sabaku ra : huhuu maafkan daku yaaa

Rainhard Geo : waaah, makasih ya udah review, btw nulis alay itu agak susah lho pada kenyataannya hehe