Milik om Masashi Kishimoto
Cerita milik Mei (si author baru :v)
Pair : Naruto x Hinata
Rate : T
WARNING! OwO
Banyak Typo, GaJe, ide suka mentok, Alur kecepetan,OOC dan lain-lainnya
Hurt, Hate but Always Love
.
.
.
.
.
.
.
.
Silahkan Dinikmati
~Happi Reading minna~ :v
Hinata memasuki gedung tempat dimana acara penerimaan siswa tahun pertama dilaksanakan.
Hinata duduk disalah satu bangku yang sudah disediakan oleh sekolah. Sebenarnya saat kejadian itu, Hinata masih memikirkan apakah itu nyata. Hinata bisa bertemu dengan Naruto di sekolah ini lagi.
Tidak bisa dipungkiri kalau Hinata senangnya bukan main lagi. Dia begitu senang hingga rasanya ia ingin sekali memeluk orang-orang yang ada disekitarnya. Tetapi sifatnya masih belum berubah, jadi yah apa boleh buat, dia hanya bisa diam dan menyembunyikannya saja.
Semua murid baru sudah berkumpul di aula tersebut. Hinata melirik-lirik ke segala arah mencari seseorang. Yah siapa lagi kalau bukan pangeran pujaan nya, Naruto.
Tepat di depan barisan ke dua, tempat Hinata berada, Naruto ada disana sedang duduk dan berbincang-bincang dengan murid lain disana. Yah jangan heran jika Naruto sudah memiliki teman dengan begitu cepatnya, Ia sangat ramah, ceria, jahil, lucu dan juga hyperaktive. Hinata tau persis bagaimana sifatnya. Menyukainya diam-diam bukanlah sesuatu yang buruk. Buktinya dia tau hampir semua tentang Naruto.
Kadang Hinata begitu iri saat orang-orang disekitarnya bisa mengobrol dan bercanda gurau dengan Naruto dengan santainya. Coba saja dia, dihadapkan oleh Naruto saja sudah hampir pingsan ditempat.
Aula pun sudah penuh dan semua murid menunggu acara tersebut sambil menyempatkan berkenalan dengan yang lain.
Dan saat itu, samar-samar Hinata dapat mendengarkan perbincangan Naruto dengan temannya tersebut.
"Hoy Naruto! Apakah saat SMP kau sudah pernah berpacaran?" tanya salah satu temannya yang bertato segitiga terbalik tersebut.
Naruto tertawa "Pertanyaan macam apa itu Kiba? Apakah masalah jika aku menjawab TIDAK?" jawab Naruto sambil menjulurkan lidahnya.
Pria yang diketahui bernama Kiba tersebut hanya jengkel dan kesal dengan sikap teman barunya tersebut. "Menyebalkan sekali kau ini, eh tapi.. Apa kau serius belum pernah berpacaran?" Kiba penasaran, bagaimana tidak? Temannya ini bisa dibilang–ehem—tampan lah, masa tidak pernah sekalipun pacaran.
"Kau ini menyebalkan juga yah Kiba! Aku serius. Aku belum pernah sekalipun berpacaran, memiliki kekasih pun belum pernah. Tapi, aku memiliki seseorang yang kusukai." Wajah Naruto pun bersemu merah.
Hinata yang dari tadi mendengarkan pembicaraan dua sejoli itu terkejut. Bagaimana tidak jika seseorang yang ia sukai sudah memiliki seseorang yang disukainya. Hinata hanya tertunduk diam, Hinata berpikir apakah salah jika ia menyukai Naruto yang jelas-jelas menyukai orang lain?
Hinata menghela nafas "tak apa kalau Naruto-kun suka dengan perempuan lain,aku akan tetap maju dan memperjuangkan cintaku pada Naruto-kun. Meskipun itu akhirnya akan menyakiti hatiku!" tekad Hinata sudah bulat. Ia tak akan menyerah sampai disitu saja.
~~SKIP TIME~~
Semua siswa berbondong-bondong keluar dari aula tersebut. Semua mulai memasuki kelas yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah. Hinata mencari namanya dipapan pengumuman tersebut, dan rupanya ia masuk di kelas X-B.
Hinata gembira, ia bukan hanya gembira tetapi sangat gembira karna bisa sekelas dengan Naruto. Takdir mempersatukan mereka. Takdir? Apakah benar?
Hinata mencari kelas X-B. Menelusuri koridor sekolah sampai melewati dan menaiki tangga. Dan akhirnya ia sampai dikelasnya. Saat Hinata masuk dan menggumamkan kata 'ohayou' ia melihat seisi kelas yang rupanya sangat ramai.
Hinata terkejut. Disana ia melihat ada sahabat Naruto sejak SMP. Cowok yang sedang duduk dengan muka dingin nan datarnya ditopang dengan tangan, style rambut seperti pantat ayam ialah, Uchiha Sasuke. Sahabat Naruto yang hemat kata-kata namun sangat hangat dengan Naruto, meski tak begitu diperlihatkan olehnya.
Dan, perempuan dengan warna rambut senada dengan bunga sakura, ceria, galak dan sangat dewasa dibandingkan dengan Naruto maupun Sasuke, ialah Haruno Sakura. Sahabat Naruto yang hanya satu-satunya perempuan. Sakura juga sedikit tomboy tapi tetaplah manis. Sasuke maupun Naruto sangat menyayangi satu-satunya perempuan diantara mereka.
Hinata melihat mereka yang sedang berbincang-bincang dengan hangatnya, merasa sangat dan sangat iri, ia tidak akan bisa masuk kedalam lingkaran persahabatan mereka. Hinata bahkan mengetahui bahwa Naruto sangat menyukai gadis musim semi itu.
Inilah tantangan terbesar Hinata di awal semester ajaran baru nya. Menyukai Naruto, sekelas dengan Naruto dan bahkan duduk bersebelahan dengan Naruto.
Sepertinya tekad Hinata bisa roboh saat ini juga.
Tringggggg...
Bel berbunyi tanda seluruh siswa memasuki kelas. Karna ini awal pembelajaran jadinya, hanya perkenalan dengan satu sama lain.
"Yak..minna-san perkenalkan nama sensei adalah Hatake Kakashi, disini sensei akan menjadi Wali kelas kalian selamat menikmati" kata Kakashi sambil tersenyum dibalik masker hitamnya.
Semua siswa sweatdrop. Guru aneh seperti apa Kakashi itu.
"Yah karna ini awal ajaran baru kalian, Sensei bebaskan untuk kalian lebih dekat dengan teman-teman sekelas kalian. Perkenalan dimulai dari barisan depan."
Akhirnya semua siswa berkenalan satu persatu.
"Yamanaka Ino, hobi shopping"
"Inuzuka Kiba, hobi bermain dengan anjing"
"—Hoamm Nara Shikamaru, hobi tidur" semua sweatdrop 'pemalas' pikir mereka
"Akimichi Choji, hobi makan"
"Haruno Sakura, hobi—" BLUSH muka sakura memerah jika semua orang tau kalau dia suka membututi Sasuke, habislah dia malu. Ia hanya kembali duduk dan membuat semua orang heran tak terkecuali Naruto— ia malah tersenyum kecil melihat tingkah sahabatnya tersebut. Hinata yang menyadari senyuman Naruto hanya bisa merasakan sakit. Pasalnya itu bukanlah senyuman biasa melainkan senyuman tanda ia menyukai orang. Hinata tau persis senyuman naruto yang dihiasi semu merah di pipi nya.
"Hn, Uchiha Sasuke" hanya dengan beberapa kata membuat semua—minus Hinata, terpesona oleh ketampanan Uchiha ini.
"Yo! Uzumaki Naruto, hobi bermain, dan makanan yang disukai adalah ramen! Yoroshiku-ttebayo!"
"Hyuuga H-hi-hinata, hobi m-membaca b-buku. Mohon b-bantuannya." Kata Hinata sambil membungkuk sedikit. Tak hayal, beberapa siswa laki-laki maupun perempuan tersenyum dengan kekakuan dan keluguan Hinata, dan beberapa laki-laki bersemu merah karna melihat Hinata yang begitu anggun dan cantik bak boneka dengan kulit yang putih seputih salju yang disukai Hinata.
Naruto yang disampingnya hanya diam terpaku saat melihat senyuman Hinata yang tipis, yang sengaja disembunyikan di bawah rambutnya. Ia terpesona, rupanya gadis ini yang dulu pendiam nan cupu, menjadi gadis yang cantik dan sangat anggun sekali.
Yahh Hinata... ini lah awal langkah mu menuju kesuksesan dan penderitaan cinta mu pada Naruto.
.
.
.
.
.
TBC
Huuaallooo readerrrrrrrssssss bertemu lagi dengan sayaaaaaaa Authorrr Meldaaaaaaaa boleh panggil author Mei koookk *kedip-kedip* *ditendang*
oh iya untuk yang nge review terima kasih banyak maaf belum bisa ngebalas.. tapi saran semua saya terima Arigatouuu
Yakk tanpa banyak buacot lagi RnR nya minnaa~~
Tunguu next chapter nya yahhh~
