Merangkul akhir cerita yang suram. Meski aku tidak punya tujuan dan berjalan tanpa tujuan. Aku akan bersatu dengan dunia baru ku. Karna ini hanyalah sebuah permulaan

Drak Yagami


Ratusan peluru beterbangan membelah langit malam yang dingin. Suara tembakan pistol dan puluru kosong yang berjatuhan menjadi musik dalam waktu yang membeku. Dari iris biru yang terlihat serius menembak semua takget yang tertera di depannya. Satu - dua penyihir berhasil di kenainya, walau beberapa bisa menghindar atau menahan tembakannya dengan sihir pertahanan.

Dengan cepat tangannya menganti selonsong peluru yang sudah kosong dan kembali menembakan semuanya dengan cepat. Sesekali dia harus menghindar kekanan atau kekiri agar selamat dari serangan balasan yang di lancarkan para penyihir padanya.

Untuk sejenak pandangannya beralih pada Hakuryuuko yang sepertinya terlihat bersenang-senang di sana. Tetap menembakan beberapa peluru yang masih tersisa sampai akhirnya pendengarannya menangkap bunyi ledakan di dalam ruangan pertemuan. Dan tidak membutuhkan waktu lama ruangan itu hancur dan memperlihatkan para pemimpin fraksi yang sedang dalam sihir pelindungan dan terlihat bersitengan dengan wanita cantik yang entah dari mana datangnya.

Namun Naruto tidak terlalu mempermasalahkan wanita itu. Menurutnya dua orang Maou, seorang Gubernur Malaikat jatuh dan salah saru dari Seven ArcAnggel sudah lebih dari cukup untuk menghadapi wanita yang sepertinya memiliki aura Iblis yang tinggi.

"Keterea Levithan!"

Tembakan Naruto berhenti ketika mendengar nama itu. Menoleh pada para pemimpin fraksi yang sedang berlindung di balik anti-sihir dan wanita itu. Membuat Naruto terdiam, siapa dia? apa dia memang Keterea Leviathan? Jika iya berarti dia satu kelompok dengan pemuda Cina itu.

Membuang kedua senjatanya asal. Naruto kemudian memakai sebuah sarung tangan putih pada tangan kirinya, menunjukkan kelasnya sebagai Dragooon, Naruto melompat tinggi dari atas gedung itu.

Dari sarung tangan tersebut keluar cahaya terang yang memadat dan membentuk sebuah panah. Masih di udara Naruto yang menari indah disana melepaskan beberapa anak panah cahaya yang mengenai para penyihir secara asal.

Dan sebelum kehilangan ketinggian, Naruto menarik kuat busurnya dan menciptakan sebuah anak panah cahaya dengan konsentrasi tinggi.

Sraatt...

Anak panah itu di lepaskan. Melesat dengan kecepatan tinggi, anak panah itu melesat menuju wanita yang sedang berdiri di hadapan para pemimpin fraksi.

Ctankk...

Namun sebuah lingkaran sihir mehalang laju panah cahaya tersebut. naruto yang telah kehilangan ketinggiannya mendarat dengan mulus, kemudian menatap wanita itu atau Ketera datar seraya mengambil ancang-ancang untuk menarik panah kembali.

0o0o0

Issei POV

Aku tak menduga akan secepat ini sampainya...

Saat ini aku Issei dan Bochou sudah berada di dalam ruangan club. Memang banyak kebisingan selama proses , namun transfer berhasil. Ya meskipun begitu... ya kalian tau seperti dugaan awal kami tempat ini sudah di kuasai oleh musuh.

"Bochou! Issei-senpai!"

Tersadar oleh suara Gasper. Aku menolehkan kepalaku kearah suara itu. Si pria berpakaian wanita terlihat sedang di ikat duduk diatas sebuah kursi. Bisa kulihat dia menatap kami dengan pandangan berkaca-kaca.

Ohh... man! Sepertinya juniorku baru saja mengalami pengalaman yang menakutkan.

Berjalan tanpa takut aku dan Bochou maju sedikit mendekat kearah para penyihir. Namun para penyihir malah menembakan beberapa peluru sihir kecil kearah kami. Peluru-peluru itu mengores kulitku.

Sihir itu juga mengarah pada Bochou! Serangan Bochou sedikit robek, dan menampakan kulitnya yang putih dan... pa-payudaranya bisa terlihat.

Damn! Ini pemandangan indah hingga air mataku tak berhenti mengalir.

"Sadarlah Issei kita sedang serius" Bochou hanya menepuk jidatnya melihat kelakuanku. Maafkan aku Bochou tapi payudaramu pemandangan yang indah sekali.

Aku bergerak maju sebagai perisai bagi Bochou. Entah kenapa pembicaraan ini semakin melenceng, para penyihir yang kebetulan wanita semua menyampaikan semua enek-enek mereka pada kami khususnya Bochou.

Namun walupun begitu, walaupun para penyihir ini yang menghina Bochou seenaknya. Ditambah dengan Gasper yang entah kenapa hanya bisa menangis. Bochou masih bisa berdiri tegar, bahkan Bochou masih memberikan sepatah kata semangat untuk Gasper.

"Gaspeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeer!"

Aku berteriak keras sampai menggema dalam ruangan. Perasaanku akan kusampaikan dalam kata-kata ini dan memberikannya padamu sampai ke jiwa!

Aku mengangkat tangan kiriku tinggi-tinggi! Aktifkan Sacred Gear-ku!

"Boosted Gear!"

Gauntlet merah muncul dan terpasang di tangan kiriku. Selanjutnya Promotion, meminta izin menjadi Queen Bochou yang lansung mendapat jawaban. Kalau bergitu masih ada satu hal yang tersisa.

"Ascalon"

Bersamaan dengan sebuah suara, sebuah pedang keluar dari cangkang Sacred Gearku. Menekan kekuatanku sendiri, dengan cepat aku mengiris jari ku sendiri. Bochou sempat melihatku dengan khawatir aku tau pandangan itu, namun aku tak ambil pusing.

Para penyihir wanita melihatku dengan teliti. Namun aku tak ambil pusing. Sebelum mereka bertindak lebih jauh aku mengacungkan ujung Ascalon yang terona oleh darahku sendiri kepada Gasper, percikan darahku mengenai wajah dan mulut juniorku tesebut.

Detik berikutnya Gasper sudah tidak ada lagi disana, hanya meninggalkan seutas tali yang sempat mengikatnya tadi.

Chi chi chi chi chi...

Suara aneh menggema dalam ruangan ini, kelelawar! Ya kelelawar berterbangan dan mulai menyerang para penyihir wanita. Ku dengar para penyihir mengumpat tetang Gasper. Jadi Gasper berubah bentuk?

"Vampir itu berubah bentuk!"

"Brengsek"

Tidak sampai di situ saja para kelelawar jelmaan Gasper mulai mendekati para penyihir wanita dan terlihat sedang menghisap dara. Tapi, sepertinya kata menghisap darah bukanlah kata yang tepat. Bukannya mati karna kehabisan darah mereka malah jatuh seperti kehilangan tenaga.

"Gasper menghisap tenaga mereka"

Bochou berkata seperti itu dengan wajah tenang, serius... jika begitu tak perlu repot-repot lagi menghadapi mereka. Tak pernah kusangka jika darah nagaku akan membangkitkan kemampuan sebenarnya Gasper.

Ya.. ini semua seperti kata Azazel...

Sang Gubernur Malaikat Jatuh

0o0o0

Normal POV

Tatapan Naruto menajam ketika puluhan panah cahaya yang telah ditembakkannya di tahan dengan mudah. Menarik busur panahnya sekali lagi, dengan sekuat tenaga Naruto kembali melepaskan sebuah anak panah.

Ctannkkk..

Namun dengan mudah Katerea menahan panahnya dengan mudah. Melirik sekelilingnya sejenak, Naruto bisa merasakan bahwa waktu telah berjalan kembali. Sepertinya bocah setengah vampire itu berhasil selamat.

Sekelebat bayangan melewatinya bergitu saja. Mereka adalah Kiba dan Xenovia, para kuda Rias Gremory. Alansan mereka membeku adalah karena keterlambatan mereka memengan pedang suci mereka masing-masing.

Kembali menatap Katerea, Naruto berlari kencang seraya melompat tinggi. Menarik kembali busur panahnya, Naruto melepaskan sepuluh anak panah sekaligus. Namun seperti biasa Keterea menahan serangannya begitu mudah.

"Apa hanya ini kemampuan dari pengawal Michael?"

Naruto hanya diam ketika mendengar ucapan Keterea. Panah cahayanya sudah menghilang, mengehela nafas berat Naruto kemudian mengeluarkan sebuah tongkat kecil seukuran genggaman tangannya. Seharusnya untuk menghadapi Iblis tipe Teknik dia harus menguasai class Aria, namun kesulitannya dalam pembacaan do'a membuatnya meninggalkan kelas tersebut. Bayangkan saja semakin kuat sihir yang akan di lontarkan semakin panjang do'a yang akan kau baca, memikirkannya saja sudah membuat kepalanya mau pecah.

Naruto tau dia tidak seperti kakeknya Jiraiya yang mampu menguasai lima class sekaligus. Namun jangan pernah remehkan kemampuannya sebagai seorang Exorcist. Menekan tombol pada tongat itu, seketika keluar sebuah cahaya yang memadat dan membetuk sebuah pedang. Melesat Naruto kemudian menuju kearah Keterea menunjukan salah satu dari tiga class yang di kuasainya Knight.

Kiba POV

Melesat bersama Xenovia, pedang suci Iblis ku menembus dengan mudah perisai sihir dari seorang penyihir. Berapa banyak penyihir yang telah ku kalahkan, namun mereka tetap datang seperti tak pernah ada habisnya.

Dan yang terpenting tubuhku yang terjebak dalam waktu yang membeku merupakan aib tersendiri bagiku. Terlambat menggenggam pedang suci Iblis ku, merupakan kesalahan fatal yang tak akan aku ulangi lagi.

"Mereka tak ada habisnya!"

Seraya mengucapkan itu Xenovia mengayunkan Pedang Suci Durandal dan meratakan bangunan bagian kiri Academy sekaligus membunuh banyak penyihir.

Xenovia, tolong jangan terlalu banyak merusak bangunan sekolah. Apa Durandal memang sulit digunakan?

Ctank... Tranggg...

Tranggg..

Disisi lain suara menggema terdengar jelas, di sertai cahaya menyilaukan. Ketika kau melirik kesamping. Naruto-san dan Katerea saling menyerang dan bertahan dengan kecepatan yang luar biasa.

Ku dengar dai Xenovia yang dulu merupakan mantan Exorcist. Exorcist mempunyai beberapa class yang bisa kau kuasai [Memasteri] class tersebut terbagi lima diantaranya. Knight class yang bertarung menggunakan pedang dan berbagai senjata jarak dekat. Tamer class yang bertarung dengan cara membuat kontrak dengan Iblis tertentu dan mengendalikan mereka atau yang lebih akrab di sebut dengan Familiar [Familiar disini bukanlah Iblis dari keluarga 72 Pilas. Atau dari keluarga Iblis Ekstra. Yang di maksud dengan Familiar disini adalah sama dengan menjinakan pet. Atau jika masih binggung bentuk Familiar yang dimiliki seorang Exorcist sama dengan atau hampir mirip dengan Familiar kepunyaan Ashia]

Doctor class yang memiliki keahlian menyembuhkan, dan mengobati. Hampir sama dengan kemampuan dari Ashia. Dan ada Aria merupakan class paling berbahaya dari seorang Exorcist bertarung dengan merapalkan mantra atau doa untuk menghancurkan Iblis. Tiap Iblis memiliki Fatal Vase yang dapat merespon terhadap suatu doa tertentu. Dan semakin gila kekuatan sihirnya semakin panjang doa yang di ucapkan.

Terakhir yaitu Dragooon bertarung menggunakan senjata api dan arteleri modern. Kisaran senjata Dragooon tidak hanya berkisar pada pistol saja, melainkan juga pada serangan laras panjang, rifle, shot gun, dan busur. Namun para master dalam kelas ini di istimewakan menggunakan senjara istimewa Dragooon yaitu Holy Bow yaitu sarung tangan yang dapat mengeluarkan busur cahaya, semakin kuat keyakinanmu maka semakin kuat tembakan panah yang di hasilkan.

Ya setidaknya itu sedikit informasi yang ku ketahui dari Xenovia. Stuktur Exorcist memang rumit, walaupun aku merupakan mantan percobaan proyek pedang suci sekalipun tidak tau akan hal ini. Dan Xenovia mengakui dirinya hanya bisa menguasai class Knight, berbeda dengan Irina yang mampu memasteri dua class yaitu Knight dan Aria.

Kembali pada pertarungan Naruto-san melawan Katerea. Pertarungan mereka berdua benar-benar cepat. Bahkan kecepatan Naruto dalam memainkan pedang serasa berada di level yang sangat berbeda denganku. Pernyataanku juga di benarkan oleh Xenovia yang kebetulan berada di sampingku.

"Naruto adalah satu-satunya yang mampu menguasai tiga class dalam waktu dua tahun. Dan dia adalah Knight terbaik di angkatannya. Dan belum ada Knight terbaik baik sesudah ataupun sebelumnya"

Knight terbaik? Pantas saja Vatican memberikan perintah padanya untuk mengawal Michael-sama. Banyak debu yang berterbangan akibat pergerakan dari Naruto-san dan Katerea yang sama-sama cepat.

Suara benda keras berbenturan masih menggema. Walau Bochou dan Akeno-san sudah bergabung dengan kami untuk melenyapkan penyihir yang tak ada habisnya ini. Entah kenapa pandanganku hanya tertuju pada Naruto-san. Teknik berpedangnya itu...

Sepertinya aku harus meminta dia untuk mengajariku nanti.

Pandanganku segera teralihkan pada pedang cahaya yang di pakai oleh Naruto-san. Pedang itu adalah pedang cahaya standart yang di gunakan oleh seorang Exorcist. Melihat pedang itu mengingatkanku akan Ex-Exorcist sinting Freed.

Dan perkiraanku tepat. Pedang itu tak bertahan lama dan akhirnya hancur. Naruto-san ku lihat segera melompat mundur ketika menyadari pedangnya hancur. Katerea menyeringai senang ketika dia tidak perlu susah-susah lagi menahan laju ayunan pedang Naruto-san dengan tonhgkatnya.

Ku lihat keturunan Leviathan itu menembakan blokc berkekuatan Iblis yang cukup besar dan mengarah pada Naruto. Namun sebuah anti-sihir segera tercipta di hadapan Naruto. Melirik kebelakang ku lihat Irina yang terlihat kelelahan wajahnya tampak lega seraya mulutnya yang masih membacakan sebuah doa. Ya... jika kulihat class Irina-san itu wajar saja. Walaupun segabai Malaikat reengkarnasi dia tidak perlu lagi merapalkan doa untuk menciptakan sihir. Namun entah kenapa kebiasaannya berdoa seperti asia membautku merasa lain.

Ku ciptakan dua pedang suci Iblis dan segera melemparkannya kepada Naruto-san.

Tap

Dia menangkap kedua pedang suci Iblisku. Menoleh padaku dia mengucapkan terima kasih.

0o0o0

Normal POV

Naruto berjalan kearah Katerea dengan wajah tertekuk. Dua pedang suci Iblis yang berada di tangannya bergetar hebat. Entah mengapa aura suci yang kental terpancar jelas darinya. Bahkan aura Iblis dari pedang suci Iblis itu perlahan terkikis sebelum benar-benar menghilang.

"Kau tau leluhurku merupakan Prajurit Tuhan yang setia dan merupakan Manusia yang lansung mendapat berkah dari sedikit kemampuannya"

Naruto masih terus berjalan. Aura suci makin merayap keluar dari tubuhnya. Naruto segera mengangkat wajahnya dan memperlihatkan dua iris mata merah darah dengan tiga tome di dalamnya.

"Aku akan merangkul cerita yang suram untukmu!"

Dengan itu Naruto menuju kearah Katerea dengan kecepatan di luar akal sehat. Ctankkk..! tebasan kedua pedangnya dapat di tahan oleh Kateria. Seakan tidak sampai di situ saja, Naruto mulai menebaskan dua pedang suci Iblisnya kearah Kateria yang mulai terdesak.

"Tak ku sangka kau pengguna Sacred Gear!"

Kateria melirik iris mata merah Naruto dengan tatapan jijik, namun Naruto tidak peduli dan terus berusaha menebas wanita itu dengan ganas. Hampir semua tebasan Naruto berhasil di tahannya. Walaupun Kateria pada dasarnya bukanlah petarung jarak dekat. Tapi, jangan remehkan kemampuan jarak dekatnya begitu saja.

Karna Kateria menggunaka anti-sihir dalam pertahanannya. Melingkupi anti-sihir menjadi baju zirah pelindungnya.

Jlebbb...

Sebuah tusukan tepat bersarang di perut Kateria. Tidak menyia-nyiakan kesempatan Naruto segera kembali menusuk, menebas, dan mengayunkan pedangnya kearah Kateria yang sepertinya masih shok atas serangan pertamanya.

"Akkhrr..."

Teriakan kesakitan Kateria menggema pada malam ini. Darah yang mengalir dari mulutnya, seakan mengambarkan rasa sakit yang amat. Menancapkan pedangnya di perut wanita itu dan tidak menariknya. Naruto segera mengeluarkan panah cahayanya dan menembak beberapa anak panah kearah Kateria.

Karna Naruto sadar cahaya adalah racun alami bagi Iblis. Dan Kateria adalah Iblis jadi dia akan lemah oleh panah cahayanya.

"Grr... tidak mungkin aku kalah dari manusia lemah sepertimu" geram Kateria ketika melihat Naruto yang masih berdiri dengan panah cahayanya dan sebuah pedang suci Iblis di tangannya.

Naruto hanya diam tidak terlalu mengubris kata-kata dari keturunan Leviathan tersebut. mencapkan pedang suci Iblis pemberian kiba di atas tanah. Naruto kemudian menarik busur panahnya sekuat tenaga. Sebuah anak panah tercipta dan dengan konsentrasi tinggi Naruto memfokuskan serangannya kepada Kateria yang terlihat mencabut panah cahaya dan pedang Suci Iblis kiba yang tadi tertancap di perutnya.

Alis Naruto saling menaut ketika dia melihat Kateria membuka sebuah botol kecil aneh dan kemudian menelan ular kecil yang ada di dalamnya. Naruto segera melepaskan anak panahnya ketika merasakan aura abnorma dari tubuh Kateria.

Namun terlambat sebelum serangannya menyentuh wanita itu. anak panahnya sudah keburu hancur ketika akan melewati aura yang kini di hasilkan oleh Kateria.

Tidak sampai di situ saja merasa serangannya gagal, Naruto kemudian melompat sambil mengigit gagang pedang suci Iblis milik Kiba. Bersalto di udara Naruto kemudian menembakan puluhan anak panah cahaya yang mengarah kearah Kateria, namun semua serangan itu mudah di tahan oleh Kateria hanya dengan ayunan tangannya.

Naruto yang akan segera kehilangan ketinggian mulai terjatuh. Namun dengan tangkas sebuah lemparan pedang Suci Iblis dari Kiba dijadikannya sebagai tempat pijakan untuk melompat kembali dan menembakan ratusan anak panah.

Begitu seterusnya, Naruto yang melompat dan menembakan anak panahnya dari atas udara bebas. Namun nihil setiap serangannya dapat di blok oleh Kateria dengan mudah. Bahkan berkali-kali Naruto hampir mati oleh serangan Iblis dari Kateria jika saja dia dia tidak di lindungi oleh perisai sihir Irina.

'Ini tidak ada gunanya' kemudian Naruto melirik pedang Suci Iblis yang kebetulan sedang di gigitnya. Mengenggam pedang Suci Iblis tersebut Naruto kemudian meletakan pedang itu diatas busur cahayanya. Menarik sekuat tenaga. Naruto melepaskan pedang itu pada lompatan berikutnya.

Jleb..

Berhasil lesatan pedang itu mengarah dan sukses menembus jantung Kateria. Seketika keturunan Leviathan itu kembali memuntahkan darah segar. Katerea terduduk diatas tanah, memengan tongkatnya wanita itu berusaha berdiri walau tubuhnya telah bergetar menahan sakit. Tatapannya tajam memandang pemuda berambut pirang yang menatapnya seakan dia adalah mahluk yang perlu di kasihani.

Naruto berjalan pelan kearah wanita itu. Iris merah darahnya fokus melihat jika wanita itu menunjukan gerakan mencurigakan. Dengan tiga tome yang melingkar perlahan dalam matanya memberikan kesan suram tersendiri dari dirinya. Aura yang berbanding terbalik dengan aura suci yang dikeluarkannya.

Berdiri beberapa langkah dari keturuna Leviathan itu, Naruto menatap lingkaran sihir raksasa tempat keluarnya ratusan penyihir yang menyerang Academy Kuoh. "Kau sudah kalah... " Iris merah itu menatap dalam Katerea. "... pergilah tarik kembali semua pesaukanmu"

Namun yang diharapkan Naruto tidak menjadi kenyataan. Berharap Katerea mau mengerti, tapi sayang dia justru menjadi sangat marah. Dia tidak pernah merasa terhina seperti ini. Dia pikir dia siapa hah? Berani memerintah keturunan Maou asli seperti itu?

Meneguk ludahnya paksa. Keteria menatap Naruo sekali lagi, meski Cuma sebentar. Tapi, dia merasa pernah melihat sosok pemuda itu. tapi entah dimana?

Srattkk..

Srattkkk...

Pupil mata Naruto melebar ketika melihat sebuah sihir yang terbang kearahnya. Tapi bukan itu yang membuatnya kaget adalah suara mesin yang menggema dalam malam, yang menyebabkan sihir itu seketika mengecil dari ukuran sebenarnya. Atau lebih tepatnya membelah dua.

[Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide Divide]

Suara itu masih menggema. Bahkan bukan hanya itu saja, evek yang di hasilkan sungguh besar. Bukan berevek pada sihir dadakan dari Katerea, bahkan panah cahayanyapun juga ikut menghilang. Melirik keudara kosong iris merah Naruto melirik seorang yang terbungkus oleh armor perak sang pelaku...

Hakuryuuko

Mendarat di atas tanah sang Hakuryuuko atau lebih tepatnya Vali. Berjalan kearah Naruto dan Katerea, tidak memperdulikan tatapan dari para pemimpin fraksi dan kelompok Gremory maupun Sitri. Dan dalam lindungan armor, tatapannya awas menatap sepasang iris merah dari kedua mata Naruto.

"Sharingan!" Guman Vali namun masih terdengar jelas oleh Naruto dan Katerea yang berada didekatnya.

Naruto mulai mengabaikan Katerea dan beralih balas menatap Vali. Entah mengapa saat ini dia bisa merasakan aura Iblis yang sangat kuat yang keluar dari tubuh pemuda itu. aura yang bahkan lebih pekat dari Katerea. Dan saat itu satu pertanyaan muncul dibenaknya.

"Siapa kau?"

Semua terdiam. Mendengar ucapan Naruto, tidak ada lagi pertarungan. Dan para penyihirpun sudah di musnakan dengan Grafia yang telah berhasil menghilangkan lingkaran teleport mereka. Pandangan mereka teralih pada Vali dan kemudian dengan cepat beralih pada Azazel.

Sedangkan sang Gubenur hanya bisa menghela nafas berat.

"Apa yang kau sembunyikan dari kami Azazel-dono" Michael bertanya dengan penuh wibawa, namun jika kau perhatikan maka kalian akan merasakan aura janggal yang keluar dari tubuhnya.

"Kalian akan tau sendiri" Azazel yang tidak terpengauh membiarkan semua yang hadir dalam pertemuan ini untuk mendengar satu fakta yang telah di kuburnya dalam-dalam.

"Perkenalkan namaku Vali Lucifer"

Shok. Itulah satu kata yang tepat menggambarkan perasaan semua orang. Dengan armor yang mulai mengurai bagaikan debu. Vali melompat dan mengeluarkan tiga pasang sayap Iblisnya. Tatapan ala petarung maniak terukir diwajahnya. dan hanya di tunjukannya pada satu orang.

"Apa kau tekejut?" Vali melirik Naruto yang menatapnya sedikit kaget.

"Awalnya... " jawab Naruto jujur. "... tapi sekarang tidak lagi"

Vali hanya menyeringai mendengar ucapan Naruto melirik Katerea dengan cepat pemuda bersurai perak itu segera memengang puncak Katerea dan menciptakan sebuah robekan deminsional disana.

"Maafkan aku Azazel... aku tidak bisa lagi mengikutimu" Vali sudah memasukan Katerea terlebih dahulu. "Kau tau siapa aku dan apa aku ini bukan?"

"Dan kau... " Vali melirik Naruto untuk sesaat. "Aku lebih tetarik untuk bertarung denganmu dibanding dengan rival abadiku sendiri"

Ucapan Vali tersebut jelas sangat menohok Issie, namun apa daya ucapan Vali memanglah suatu kenyataan yang tak terbantahkan baginya.

Dengan itu Vali berbali arah memasuki robekan dimensi. Namun tepat sebelum menghilang Vali mengumankan sesuatu yang hanya dapat di dengar oleh Azazel..

"Gomenasai ... Tou-san"

0o0o0

Setelah menghilangnya Vali dari robekan dimensi. Naruto berbalik arah dan menuju kearah Kelompok Gremory dan Sitri yang terlihat sedang berkumpul bersama.

Dalam pikiranya Naruto tidak menyangka jika Vali akan bergabung dengan Kaos Brigade. Organisasi yang dipimpin lansung oleh sang ketidakterbatasan Ophis [Ouroboros Dragon]. Dan dalam langkah dia semakin mendekati dua kelompok tersebut.

Namun langkah Naruto terhenti ketika pandangannya menangkap Irina yang berdiri sendiri agak jauh dari kelompok Gremory dan Sitri. Sementara para pemimpin tiap fraksi masih membicarakan atau lebih tepatnya membahas masalah mereka masing-masing. Berbelok Naruto memutuskan untuk mendekati Irina terlebih dahulu. Bagaimanapun dia inggat dengan janjinya di gereja bersama gadis itu.

. . . . . . .

Irina yang sedang termenung menatap kelompok Gremory kususnya Xenovia dan Ashia terkejut ketika merasakan seseorang menepuk pelan pundaknya. Melirik sang pelaku, Irina hanya terdiam ketika melihat Naruto yang tersenyum padanya dan memberinya isyarat agar mengikutinya.

Berjalan perlahan Irina dengan berat hati mengikuti Naruto. Langkahnya kian terasa berat ketika menyadari jaraknya yang semakin dekat dengan kelompok Gremory. Hatinya seketika kecut ketika menyadari tatapan dari kelompok itu, terutama dari Xenovia dan Ashia. Atau hanya Xenovia.

"Temui mereka" Irina melirik Naruto bimbang ketika mendengar bisikan pemuda itu barusan. Namun tatapan lembut dari Naruto entah mengapa dapat menenangkannya.

Berjalan perlahan Irina mendekati Xenovia dan Ashia yang hanya menatapnya binggung.

. . . . . . . . .

"Kelihatannya kau telah menyelesaikan masalah diantara mereka?" Rias berkata dengan tulus ketika melihat ketiga gadis itu berpelukan hangat. Berdiri disamping Naruto, Rias menatap pemuda itu dalam diam.

"Wajar saja... " Naruto hanya menatap moment bahagia itu sambil tersenyum. "... mereka sudah berteman sejak lama, walau Ashia bukan salah satu dari mereka. Tapi, entah kenapa dia bisa menyesuaikan diri dengan baik"

"Kau tau... " Rias kemudian menatap Naruto intes. "... berhentilah memasang wajah seperti itu. kau seperti bukan dirimu"

Naruto tehentak mendengar ucapan Rias, menatap wajah gadis itu Naruto kemudian kembali tersenyum ramah. "Jika aku sendiri tidak tau siapa diriku ... bagaimana kau tau siapa diriku. Rias?"

Mendengar itu Rias tersenyum penuh kemenangan entah kenapa? "Aku memang tidak tau siapa dirimu" ucap gadis itu tegas. "Namun kau seperti istana pasir yang hancur"

"Istana pasir yang hancur dan tebawa arus?" balas Naruto menautkan alisnya.

"Tidak!" Rias kembali menatap Naruto. Menatap iris biru itu dalam. "Kau hancur bukan karena arus. Tapi kau yang menghancurkannya sendiri."

"Kenapa kau mau membaca diriku?" Naruto bertanya namun senyum miliknya sudah memudar.

"Karna kau menyedihkan Naruto" Rias yang masih menatap Naruto kemudian membuang muka. "Tidak punya tujuan dalam hidupmu. Dan aku tau menjadi Paladin hanyalah kebohongan yang kau ciptakan. Sebagai topeng untuk menutupi kebohonganmu, namun itu menunjukan betapa menyedihkannya hidupmu. Lalu bagaimana dengan Koneko-chan apa dia juga kebohonganmu?"

Naruto seketika terdiam tidak menjawab. Namun sedetik kemudian dia tersenyum seperti biasa. "Meski aku tidak punya tujuan dan berjalan tanpa tujuan. Meski untuk menghapus kegagalanku di masa lalu. Aku harus mengorbankan masa depanku, sampai kehidupanku telah habis mencapai batasnya... "

"Aku melawan nasib yang menghantuiku"

"Aku memang memiliki banyak kebohongan. Namun, Koneko-chan bukanlah suatu kebohongan" jawab Naruto yang untuk pertama kalinya tersenyum tulus. "Terima kasih banyak Rias.. "

"Hanya kau yang bisa membuka semua tabir kebohonganku"

"Ya... " Rias yang mendengar itu berjalan menjahui Naruto. "Aku hanya tidak tahan dengan suara yang menggema dalam telingaku ini. Suara yang menyuruhku untuk menghentikan tindakan bodoh dan menyedihkan seseorang" dengan itu Rias berbalik arah dan tersenyum sangat manis.

"Jika kau mencari Koneko-chan dia disana" Rias menunjuk seorang gadis bersurai perak yang sedang tertidur dengan seorang vampire yang menemaninya. "Dia hanya kelelahan tenang saja.. "

Pandangan Naruto kemudian berpindah pada Koneko yang tak sadarkan diri. Namun, kemudian Naruto tersenyum kearah Rias. "Terimakasih banyak telah mau merawatnya selama ini"

Rias membalas senyum Naruto "Tidak masalah kok" Namun Rias kemudian menautkan alisnya binggung ketika melihat Naruto yang hendak pergi . "Mau pergi?"

Langkah Naruto terhenti untuk sesaat, menoleh kebelakang menatap gadis bersurai merah itu sebuah senyum kecil menghiasi wajahnya. "Ya! Mau membawa Koneko-chan pulang" Naruto melanjutkan langkahnya kearah Koneko, namun langkahnya kembali terhenti ketika Rias berlari kearahnya dan membisikan sesuatu. Membopong gadis bertubuh loli itu ala bridal style datik itu juga Naruto menghilang dalam lingkaran sihir dengan lambang Templar.

. . . . . . . . . . . . . .

Muncul dalam lingkaran sihir. Pandangan pertama yang di dapat Naruto adalah saat ini dia sedang berada di dalma sebuah kamar apartemen. Apartemen ini memang bukan miliknya tapi milik Koneko, Rias tadi membisikan padanya dimana saat ini Koneko tinggal.

Masih mengendong Koneko. Tubuhnya tiba-tiba merasakan Koneko yang mengeliat dalam pelukannya, seakan gadis itu mencari posisi yang membuatnya nyaman. "eumm~ mmm~ " senyum kecil kembali terukir di wajah Naruto, ketika mendengar igauan gadis itu.

Berjalan pelan berusaha membuat gadis itu nyaman, dengan perlahan Naruto menurunkan Koneko ketika mereka sudah berada di depan kasur dengan ukuran Queen-size. Naruto menyelimuti gadis itu, dan berusaha membuatnya merasa nyaman.

Berbalik arah Naruto siap untuk pergi saat itu juga.

"hmmm~ Naruto-sama~"

Langkah Naruto kembali terhenti. Kembali memandang Koneko yang sedang tertidur, inggatannya melayang pada surat-surat yang dibacanya dari Rias, bagaimana Koneko sering melamunkan dirinya. Bahkan dari pengakuan juga Rias bahwa, Koneko sudah sangat merindukannya.

Kembali berjalan menuju Koneko, Naruto kemudian melakukan kebiasaan kecil yang sering dia lakukan sebelum dia pergi meninggalkan gadis Nekomata itu. yaitu...

Mengelus pelan surai perak itu.


Aku akan melawan nasib yang membenaniku. Sampai aku capai akhir dari cerita suram ini. Meski aku tak punya tujuan dan berjalan tanpa tujuan. Aku akan bersatu dengan dunia baruku. Karna ini hanyalah sebuah permulaan

Drak Yagami


Ya.. sekali lagi tidak ada yang mau saya katakan. Toh dalam chap ini tidak ada yang spesial, jujur entah mengapa saya buat Katerea ngak mati dulu... ya karna dia masih ada gunanya nanti.

Oh ya! Soal Vali dan Azazel saya juga memperkuat hubungan kekeluargaan diantara mereka. Atau lebih tepatnya hubungan ayah dan anak. Karna itu juga sesuai dengan ganre Fic ini yaitu Family.

Jika readers masih penasaran dengan kelanjutannya Reviewlah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak Review yang di berika semakin semangat saya mengerjakan Fic ini.

Drak Yagami out~