Sudah empat hari Tao berusaha untuk merubah sikap Kris, tapi belum ada perubahan. Kris masih tetap dingin dan ketus, terutama pada Tao. Ujian kelulusan tinggal sepuluh hari lagi, Tao dan nenek Wu sudah memerintahkan Kris untuk belajar lebih giat lagi tetapi ia mengabaikan omongan nenek Wu dan Tao. Padahal mereka sudah meletakkan banyak buku diranjang Kris agar ia sadar karena sebentar lagi ia akan lulus sekolah dan akhirnya buku-buku itu di singkirkan oleh Kris dan lebih parahnya Kris membuang buku itu ke tempat sampah.
Malam ini Tao akan membujuk Kris yang sedang memainkan handphonenya dikamar, ia akan membujuknya dengan perlahan agar ia mau belajar dengan giat. Pintu kamar Kris dibuka oleh Tao, Kris menoleh kearah Tao dengan wajah dingin dan datar. Tao mendudukkan bokong seksinya diranjang Kris tepat didepan Kris.
Kris masih memainkan handphonenya tidak peduli dengan adanya seseorang di depannya.
Tao menepuk betis Kris sekali.
"…"
Tao menepuk lagi dua kali 'Kris Wu..' (Kan kalau orang bisu masih bisa bersuara, yaa jadi bayangin aja)
"…"
Tidak ada balasan dari Kris. Tao menarik nafas kasar.
'Wu Yifan!'
BRAKK
Kris mendorong Tao dan menindihnya "Jangan memanggil nama asliku! Karena hanya nenek dan adikku yang boleh memanggilnya! Mengerti ?" mereka saling bertatapan. Keadaan semakin hening.
'Lepaskan aku dulu' Kris melepaskan Tao dan duduk dengan menyenderkan kepalanya dikepala ranjang. Sedangkan Tao duduk di depan Kris dengan melipatkan kakinya.
'Bolehkah aku bertanya?'
"Apa?" Tao tersenyum karena Kris menyahut omongannya. Dia tidak lagi fokus ke handphone karena sebelum Kris mendorong Tao, ia membuangnya ke lantai.
'Kenapa aku tidak boleh memanggil nama aslimu?'
"Karena hanya orang-orang yang terdekat dan sayang padaku saja boleh memanggilku dengan nama asli"
'Apa orang tuamu memanggilmu dengan begitu?' Tanya Tao dengan penasaran.
"Jangan bawa-bawa orang tuaku! Karena mereka adalah makhluk yang paling brengsek yang pernahku temui!" Kris mulai kesal dengan Tao dengan membawa-bawa orang tuanya. Ya Kris adalah orang yang sensitive jika ada yang membicarakan orang tua. Jika ada seseorang yang mengatakan kalimat 'orang tua' ia selalu kesal bawaanya.
'Kenapa orang tua-mu kau anggap brengsek? Apa kau tidak bersyukur mempunyai orang tua?' kata Tao masih dengan bahasa tangannya. Kris masih terdiam sambil melihat Tao entah melihat apa yang dikatakan oleh Tao atau melihat pesona kecantikannya.
Tao meletakkan kedua tangannya di kedua bahu Kris dan membuat Kris tersentak.
'Apa kau menyayangi nenekmu?'
"Ya!"
'Kenapa?'
"Karena nenek sudah mengurusku dan Sehun dari kecil hingga seperti ini. Sedangkan orang tua kandungku selalu mementingkan pekerjaan mereka. Aku tahu perusahaan Wu sangat adalah terbesar di Korea dan tersebar di Negara maju tapi apa harus sesibuk itu sampai mereka mengusir dan tidak menginginkanku dulu?!" jelas Kris dengan suara serak dan matanya sudah hampir menumpahkan cairan bening. Sedangkan Tao semakin penasaran dengan cerita Kris.
'Jangan down seperti ini, Yifan! Kau lelaki yang kuat yang tidak membutuhkan orang tua lagi' batin Kris.
'Mengusirmu dan tidak menginginkanmu? Apa maksudmu?'
"Waktu aku masih bersekolah ditaman kanak-kanak, aku menunjukkan hasil gambar keluargaku yang mendapatkan lima bintang dari guruku. Aku menunjukkannya pada papa dan mama. Tetapi mereka mengusirku. Walaupun papa tidak mengusirku dengan kasar tapi perkataannya sudah menunjukkan aku tidak boleh mengganggunya dan mama malah tidak percaya dengan hasil gambarku. Ketika aku ingin berlari kekamar, nenek memeluk dan menenangkanku yang sedang menangis" Tao sangat iba sekali pada Kris. Tao tidak habis fikir ternyata anak dari pewaris Wu ini sangat malang sekali kehidupan kecilnya.
"Apakah orang tuamu juga seperti itu?" Tanya Kris yang mengagetkan Tao yang sedang melamun.
Tao menunduk 'Aku dari kecil sudah ada di panti asuhan' jawab Tao yang masih tersenyum. "Apa? Maaf aku tidak tahu. Jadi? Bagaimana nenek kenal denganmu?" Tanya Kris. Tao menceritakan pertemuannya dengan nenek Wu.
"Ohh gitu" sahut Kris yang sudah tahu cerita itu.
'Kris.. apa kau mau mengikuti kataku?'
"Maksudmu?"
'Apa kau sangat menyayangi nenek-mu?'
"Sangat"
'Apa kau mau nenek-mu kecewa padamu?'
"Pasti tidak"
'Mulai besok aku mohon padamu, belajar yang sungguh-sungguh. Nenek-mu menangis karena kau sering membolos dan tidak giat belajar lagi seperti dulu. Dan aku mohon padamu juga, ikuti apa yang dikatakan oleh nenek-mu. Kalau nenek-mu sudah tiada pasti kau akan menyesal. Tidak hanya pada nenekmu, kau juga harus membahagiakan orang tuamu. Tunjukkan pada orang tua-mu bahwa kau anak yang membanggakan'
Kris berpikir, apakah sikapnya sudah keterlaluan sekarang? Apa penyebabnya dia seperti ini?
"Ya! Aku pasti akan membanggakan nenek dan orang tua-ku ya walaupun aku sedikit kesal pada mereka"
'Janji? Besok kau harus minta maaf pada nenek-mu dan belajar dengan giat lagi untuk ujian kelulusanmu?" Tao mengacungkan kelingkingnya di depan wajah Kris. Kris tersenyum dan mengaitkan kelingkingnya pada kelingking mungil Tao "Janji,, karena kau adalah pelayan pribadiku, kau harus mau lakukan apa yang aku mau" Tao mengangguk semangat. Dia melihat ke jam dinding kamar Kris, pukul sebelas lewat dua puluh. Tidak terasa mereka mengobrol sampai larut malam.
"Ini sudah malam Kris, cepat tidur" Kris menidurkan dirinya dan Tao menyelimuti Kris.
Kris merasakan sentuhan dari sinar matahari pagi dan mendengarkan sapaan dari suara cicitan burung. Ia membuka matanya dan mendudukkan dirinya. Kenapa tidak dibanguni oleh Tao? Kemana pelayan cantik itu ? percuma aku mempunyai pelayan cantik sepertinya. Tunggu! Cantik? ahh apa yang kau pikirkan Kris, pikir Kris.
CKLEK
Tao membuka pintu kamar Kris dan terkejut saat Tao melihat Kris sudah terbangun walaupun sedang mengumpulkan arwahnya.
"Kenapa ?" Tanya Kris yang masih terdiam di depan pintu. Tao berjalan kearah Kris.
'Tumben sekali kau bangun pagi tanpa dibanguni olehku ? kau kerasukan setan apa?' Tanya Tao sambil memeluk bantal Kris yang baru saja ia ambil karena bantal itu terjatuh. Kris mengerutkan dahinya bingung.
Tao yang melihat Kris sedang bingung atau bisa juga dibilang belum conect segera mengambil handuk putih bersih Kris dan tangannya menunjuk kearah kamar mandi. Kris yang mengerti beranjak dari ranjangnya dan mandi. Dan Tao membereskan kamar Kris.
Setelah selesai membereskan kamar majikannya, Tao keluar menuju ruang makan dan disana sudah ada nenek Wu dan di meja makan ada secangkir teh di depannya.
"Zitao, kau sudah membangunkan Kris?" Tanya nenek Wu dan Tao mengangguk. Hari ini Kris akan minta maaf pada neneknya karena kelakuannya yang keterlaluan. Tetapi Tao tidak berniat untuk memberi tahu nenek Wu sebab menurutnya ini kejutan untuk nenek Wu karena ia berhasil membujuk Kris.
"Morning" sapa Sehun dan naik ke tempat duduk. "Noona, apa kau membuatkan bekal untukku lagi ?" Tanya Sehun dengan senang. Bagaimana tidak senang, sekarang semua masakan Tao adalah makanan favouritnya dan teman-temannya banyak yang memuji masakan Tao.
'Iya sayang' Tao tersenyum karena Sehun menyukai masakannya.
"Pagi semua" suara bass yang menggelegar menyapa semua yang berada di ruang makan, siapa lagi pelakunya kalau bukan Kris Wu. Dan semuanya hanya tersenyum. Apalagi nenek Wu yang tersenyum lebar.
"Gege, tumben kau ingin sarapan bersama?" Kris yang mendengarkan pertanyaan sang adik hanya mengacak rambut coklat adiknya dan mengambil roti yang diolesi selai srikaya. Sehun meringis kesal karena kakaknya mengacak-acakkan tatanan rambutnya yang sudah rapih.
"Yifan, nenek senang sekali kau mau sarapan bersama lagi dengan nenek dan adikmu"
"Iya nek. Aku sangat merindukan masa-masa kita bertiga. Dan aku ingin meminta maaf pada nenek karena sikapku yang keterlaluan. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga Wu. Terima kasih sudah menggantikan posisi mama dan papa. Aku menyayangimu" nenek Wu yang mendengarkan perminta maafan dari Kris menumpahkan air mata senang dan tersenyum. Nenek Wu menghampiri Kris dan memeluknya erat. Tao yang melihat itu hanya tersenyum sambil memasukkan makanan Sehun ke kotak bekal. Dan Sehun pun ikut memeluk kakak tersayangnya dan matanya berkaca-kaca.
Merasa sudah cukup, nenek Wu dan Sehun melepaskan pelukkannya.
"Sama-sama sayang. Nenek sangat menyayangi berdua ahh tidak bertiga dengan Zitao. Nenek harap kau menganggap Zitao sebagai keluarga. Terima kasih kau sudah sadar, nak"
"Nenek berterima kasih lah pada cucu perempuan nenek. Tadi malam dia bercerita bahwa nenek sering menangis karena kelakuanku" ujar Kris yang tersenyum pada Tao. Tetapi melihat Kris tersenyum, Tao langsung membuang wajahnya karena jantungnya berdetag lebih cepat.
"Dia memang yang terbaik. Apa lagi jika Zitao menjadi istrimu, akan lebih baik lagi" Tao yang sedang menutup kotak bekal Sehun, menggigit bibir ranumnya dan pipinya memerah. Sedangkan Kris hanya menunduk dan masih tetapi mengunyah rotinya walaupun matanya melirik kearah Tao.
"Noona, apa bekalku sudah siap?" Tanya Sehun disaat suasana di ruang makan mulai ada aura canggung. Tao menghampiri Sehun dan menaruh kotak bekal Sehun di dalam tas Sehun.
"Aku berangkat dulu yah nenek,gege dan noona" Sehun mencium pipi nenek Wu dan berlari keluar.
"Ahh aku juga berangkat dulu nek. Bye semua" Kris berjalan keluar ruang makan. Tao yang melihat Kris ingin berangkat sekolah berlari mengejar Kris. Nenek Wu yang melihat dua cucunya hanya tersenyum dan membaca majalah yang sudah disediakan dimeja makan.
Kris sudah memakai helmnya tiba-tiba ada yang menepuknya, yaitu Tao.
"Ada apa?"
'Emm ini bekal untukmu. Kalau kau makan diluar, takutnya makanan itu tidak bersih. Jadi aku membuatmu bekal. Hitung-hitung mengirit uang jajanmu' Kris mengambil bekal dari tangan Tao dan menaruhnya didalam tas "Terima kasih" Tao hanya tersenyum dan membungkuk.
Deg
'Yifan, kontrol jantungmu! Huh!' batin Kris dan menjalankan motornya menuju sekolah.
Sudah beberapa hari sebelum ujian kelulusan Tao mengajarkan Kris ahh lebih tepatnya hanya menyemangati dan menemani Kris belajar saja karena Kris sebenarnya anak yang pintar. Tidak banyak permintaan Kris sebelum belajar. Kadang ia hanya meminta cappuccino,coklat hangat dan makanan ringan kesukaannya, dan itu tidak merepotkan Tao sama sekali.
Dan empat hari kedepannya Kris sudah melaksakan ujian dengan baik. Jika ditanya oleh nenek Wu dan Tao apakah soalnya sulit atau tidak, ia hanya menjawab "Aku sudah mengerjakan soal itu dengan baik. Kalian tenang saja" dan jawaban itu bisa membuat nenek Wu bernafas lega dan Tao juga tidak berhentikan menyemangati Kris dan membuat Kris tersenyum setiap hari agar Kris tidak stress dalam menghadapi ujian.
Sesudah selesai mengajarkan Sehun, Kris meminta Tao membuatkan Cappucino dua gelas yang satu untuk Kris dan yang satu lagi untuk hmm apa Kris akan meminum dua gelas? fikir Tao. Tao membuka pintu kamar Kris dan melihat sang majikan sedang menyenderkan kepalanya di kepala ranjang sambil mengutak atikkan smartphonenya. Tao meletakkan satu gelas cappuccino dimeja dekat tempat tidur dan satunya lagi ia berikan ke Kris.
"Terimakasih noona" ucap Kris. Ada yang berbeda dengan ucapan Kris? Yaps. Mulai Tao menemani ia belajar, Kris selalu memanggil Tao dengan sebutan 'Noona' sama seperti adiknya. Suatu keajaiban.
'Ya'
"Kenapa noona tidak minum?"
Tao mengernyitkan dahinya. Apa yang dimaksud Kris? Oh jangan bilang minum yang beralkohol. Tapi dikamar Kris tidak ada minuman alcohol 'Minum apa?'
Kris tertawa. Ia tahu apa yang pelayannya pikirkan. Polos sekali "Jelas minum cappuccino yang kau buat noona" Tao mempoutkan bibirnya dan harus Kris meneguk ludah dengan kasar.
'Untuk apa? Kau saja yang meminumnya. Kau kan habis ujian'
"Ada yang ingin aku ingin cerita" tiba-tiba tatapan mata Kris ke Tao menjadi serius dan tajam. Tao tidak kuat melihat mata elang Kris yang sudah membuatnya sudah jatuh lebih dalam.
Ya. Tao mencintai dan menyayangi majikannya. Entah karena apa. Dan Kris adalah cinta pertamanya. Apakah salah?
"Akhir-akhir ini aku sepertinya menyukai seorang gadis" Deg~ hati Tao benar-benar sakit. Tapi mau bagaimana lagi, Kris hanya majikannya yang tampan dan kaya raya sementara dirinya hanya seorang pelayan pribadi Kris.
"Setiap melihatnya, jantungku berdegup tidak sehat. Setiap melihat senyumannya, aku selalu membatu dan ingin rasanya waktu ku hentikan agar bisa melihat senyum manisnya. Setiap mendengar nama indahnya, aku selalu ingin tersenyum. Aku selalu membuang fikiranku untuk mempermainkannya karena aku yakin aku mencintainya"
Tao sudah tidak tahan dengan apa yang Kris ceritakan. Ia meremas ujung roknya dengan keras. Ia sangat ingin lari ke kamarnya tapi majikannya memerlukannya untuk bercerita.
"Gadis itu sangat cantik,tinggi sempurna,imut dan polos. Lelaki mana yang tidak mau gadis seperti itu?" Kris yang tadinya melihat kearah lain sambil membayangkan gadis tersebut melirik Tao dan tersenyum tipis karena Tao masih setia memdengarkan apa yang ia bicarakan walaupun Tao menundukkan kepalanya.
"Aku tahu ia mempunyai kekurangan tapi kekurangan itu tidak membuatku ragu untuk mencintainya. Malah kekurangan dia membuat dirinya semangat dan aku pun semangat mengejarnya" Kris melihat tangan kiri Tao yang meremas kasar ujung roknya.
Tao memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya. Mengabaikan rasa ribuan panah yang menusuk hatinya 'Wah berarti gadis itu sangat dan sangat beruntung yah yang dicintai olehmu' Tao tersenyum tipis hanya untuk menutup rasa sakitnya.
Kris tersenyum "Sangat beruntung karena ia juga bisa dekat denganku, Sehun dan nenekku" Tao mengangguk. Haha bukan mengangguk paham sebenarnya, mengangguk karena itu adalah tanda memantapkan dirinya untuk menjauh dan membuat Kris bahagia dengan gadis tersebut.
'Kapan kau akan menyatakan perasaanmu padanya?'
"…"
"…"
Kris menarik nafas dan menahannya tiga detik kemudian ia keluarkan dengan kasar "Sekarang!" ucap Kris dengan tegas dan lantang. Tao tersenyum perih.
Kris menarik tangan kiri Tao yang tadi meremas rok Tao untuk pelampiasan sakit hatinya "Jangan diremas begitu noona. Roknya jadi kusutkan" Kris menarik tangan kanan Tao yang berada dipaha kanannya.
Tao panik. Mengapa Kris jadi memegang kedua tangannya? Sumpah! Saat ini tangannya gemeteran.
"Noona, tahukah kau saat ini siapa gadis yang aku cintai?" Tao dengan cepat menggeleng sambil menunduk. Tangan Kris terulur memegang dagu Tao dan mengangkat kepalanya. "Tatap aku!" Tao mau tak mau harus menatap mata elang majikannya. Matanya tiba-tiba perih melihat mata Kris seperti orang marah.
"Aku mencintaimu" ucap Kris dengan lirih yang terdengar di telinga Tao.
'Tidak. Pasti Yifan hanya latihan untuk menyatakan pada gadis itu dan setelah ini ia akan pergi ke taman dan menyatakannya dengan kata-kata romantis. Iya pasti begitu' batin Tao.
"Aku benar-benar sangat mencintaimu noona Zitao. I love you, apa kau mau menjadi kekasihku?"
'Tidak mungkin! Aku bisu Yifan! Masih banyak gadis lain yang lebih sempurna dariku. Aku hanya pelayanmu dank au majikanku'
"Kau bisu tetapi aku tidak ragu untuk mencintaimu noona! Kau tau kenapa aku tidak memilih gadis lain ? karena sudah ada seorang gadis yang menempati hatiku. Aku mau kau menjadi gadis satu-satunya dihatiku dan menjadi yang terakhir. Ku mohon terima aku. Kau adalah cinta pertamaku dari banyak wanita yang pernah ku pacari"
Tao menumpahkan air matanya yang sudah terkumpul dipelupuk hazelnya 'Kalau kau berjanji mencintaiku dan tidak mempermainkanku, aku akan menerimamu. Jika aku tahu kau hanya mempermainkanku, aku akan pergi jauh darimu!' Kris mengangguk mengerti dan memeluk Tao dengan erat.
"Terimakasih Zitaobaby" Tao tersenyum dalam diam begitupun dengan Kris.
Tao merasa ada yang aneh dengan memeluk Tao. Ia melepaskan pelukkan mereka. Dan Kris hanya menatap Tao 'kenapa?'
Tao memeriksa dahi kekasihnya 'Kau demam?!'
Pagi ini, Tao membuatkan bubur untuk Kris yang sedang demam karena dua hari sebelum ujian, Kris sering belajar tengah malam tanpa sepengetahuan Tao. Jadi Kris tidak istirahat dengan teratur. Nenek Wu yang sudah tahu kalau Kris sedang demam sangat panik. Untungnya Tao bisa menenangkan nenek Wu agar tekanan darahnya tidak naik.
"Tao, tadi nenek cek suhu tubuh Kris sudah menurun. Astaga nenek khawatir sekali" ucap nenek Wu yang datang ke dapur. Tao meletakkan se-cangkir teh hijau hangat untuk nenek Wu.
'Tidak usah khawatir nek. Aku akan membangunkan dia, menyuruhnya makan dan minum obat' Tao mengangkat nampan yang berisi bubur buatannya, air putih dan obat tablet penurun demam.
"Iya. Tolong rawat dia sampai sembuh. aku mempercayaimu Zitao" Tao tersenyum dan berjalan kearah kamar mewah kekasihnya. Ngomong-ngomong nenek Wu belum tau kalau dirinya dan Kris sudah menjadi sepasang kekasih. Biarlah ini surprise untuk neneknya.
Tao meletakkan nampan itu dimeja kecil dikamar kekasihnya. Ia mengambil handuk kecil yang berada di dahi Kris dan menaruhnya di meja. Ia juga memeriksa suhu Kris, dan benar apa yang dikatakan oleh nenek Wu suhu tubuh Kris sudah menurun. Tao menepuk-nepuk pipi Kris bermaksud untuk membangunkannya.
"Eungh" lenguhan Kris dan membuka matanya. Kris memegang kepalanya yang masih terasa pening.
Tao mengambil bubur untuk Kris dan meletakkan dipahanya. Kris hanya menatap lekat-lekat kekasih cantiknya yang semakin cantik hari ini karena rambutnya yang dihiasi jepitan bunga. Membuat Kris semakin cinta pada Tao.
'Ada apa? Ayo sarapan dulu baru istirahat lagi' Tao menyerahkan gelas berisi air mineral pada Kris. Kemungkinan tenggorokkannya kering sampai tidurnya dipenuhi keringat di punggung padahal sudah memakai AC.
"Tidak. Kau semakin cantik saja dengan hiasan jepitan bunga yang menghiasi rambut pendek merah tuamu" Kris terkekeh jail. Tao menggembungkan pipinya sambil menyendokkan bubur untuk kekasihnya dan menyuapinya.
"Hey jangan menggembungkan pipimu, manis. Kau tambah imut tahu" sekarang Kris tertawa lepas karena menggodai kekasihnya. Membuat Tao sebal.
Tao menyuapi Kris sampai bubur itu habis dan Kris segera minum obat penurun demam.
'Kau boleh tidur lagi. Istirahatlah yang cukup Yifan' Tao membereskan piring dan gelas ke nampan.
"Zitaobaby, boleh aku meminta sesuatu?" Tanya Kris pada Tao sebelum meninggalkan kamar Kris.
'Ya?'
"Aku ingin tidur denganmu" Tao membelalakkan matanya. Kaget? Tentu saja siapa yang tidak kaget saat mendengar permintaan kekasihnya untuk tidur bersama? Sebentar! Ini memang salah Kris yang salah bicara atau fikiran polos Tao yang negatif?
"Aku tidak akan meng'anu'mu. Aku hanya ingin tidur ditemani oleh kekasihku. Apa kau tidak kasian aku sakit?" tatapan Kris memelas membuat Tao merasa kasian.
Tao menarik nafas 'Baiklah. Tapi kau janji?' Kris yang paham mengangguk masih dengan tatapan memelas.
Tao membaringkan dirinya disebelah kanan Kris dan Kris menutup tubuh Tao dengan selimut sampai dada. Greb, Kris memeluk Tao. Tao yang dipeluk hanya menelan ludah dan gugup.
"Biarkan aku memelukmu sampai tertidur pulas disampingmu" bisik Kris lembut di telinga Tao. Tao hanya pasrah dan mengelus surai hitam kekasihnya agar Kris cepat pulas.
Kris memejamkan matanya menikmati elusan lembut dari kekasih cantiknya. Hampir saja pulas dan..
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?!"
TBC
Ass, gimana cerita selanjutnya ? map kalo tambah absurd dan saya bersedia menerima fav dan follow jadi berkurang-_-
Karen ague orangnya jujur, sejujurnya ini ff perminta maaf'an saya kalau saya tak bisa menepati janji saya. Janji apa ? janji sequel My girlfriend from a socmed. Tuh sequel sebenernya NC, tapi sumpah saya tak bisa menyelesaikannya dan akhirnya tuh file saya hapus ._.v
Mau maaf'n saya kan ? haha
Oh ya, ada yang nanya kalo sifat yifan ini berandal tapi dicerita kurang nge-feel sifat berandalnya. Saya tak punya waktu untuk menjelaskannya(?) jadi anda pikIr saja sendiri hehe..
Thank's for Review,Fav and Follow; saya tidak segan-segan untuk selalu membuat ff Kris Tao :D
SAYA INGIN MENERIMA SARAN DARI KALIAN TENTANG CERITA INI. TOLONG PERBAIKI CERITA SAYA!
Fallforhaehyuk | kidungmenara | tomatocherry | Kirei thelittlethieves | Nasumichan Uharu | Aulchan12 | devimalik | | Guest (1) | Fanfan Panda | Xyln | Maple fujoshi2309 | ShinJiWoo920202 | indahtara14 | julita12hayati | wu hyun soo ReszaWYF tabifangirl Guest (2)Olla bella | Natsuko kazumi | 91 | ArinaCronics | | | unique fire | murni13399| kim chanbaek galaxies | Niar Hyunbin | TriYuniAuli4| ruixi
