Hai! makasih yah yang udah review, ga nyangka ada juga yang mau review! :D maaf typonya, jadi ini dia lanjutannya, maaf belum ada perubahaan berarti hehe. enjoy!


"by the way, kita belum berkenalan dengan resmi, kau pasti sudah mengenalku dengan sangat baik, bukan, tapi biar ku perkenalkan diri ulang, namaku

Kurapika Kurta"

Kuroro menatap Kurapika yang tengah asyik menyantap makan malamnya. Wanita itu ternyata telah benar-benar melupakannya, bukan lupa karena mabuk, tapi memang ia telah melupakannya. Melupakan fakta bahwa mereka telah saling mengenal bertahun-tahun lalu.

"Kuroro Lucilfer"

"nah Kuroro, aku benar-benar suka rumah mu, seandainya kau ingin menjualnya, ingatkan aku"

"aku dengar kau menunda tour mu... lagi?" tanya Kuroro dengan nada mencemooh, yang membuat telinga Kurapika memerah, Kurapika mengangkat alisnya.

"benar, karena aku terlalu sibuk dengan jadwalku sepanjang tahun ini"

"kau sibuk, hingga kau di London sekarang, mabuk-mabukan, dan tinggal di rumah orang asing?"

"aku perlu cuti dari rutinitas harianku, aku perlu refreshing. Aku batalkan semua kontrak ku selama sebulan"

"atau tepatnya kau membatalkan kontrak yang bahkan belum kau tanda tangani bukan?"

"aku benar-benar sibuk, hingga tak sempat tanda tangan"

"refreshing, dengan mabuk-mabukan? Menginggau tak jelas tentang pacarmu yang brengsek, dan penjualan albumnya yang jeblok di pasaran?"

Bukan hanya telinga Kurapika saja yang memerah, wajahnya pun ikut memerah sekarang. Dari mana ia tahu? Oh Tuhan pasti aku mengoceh saat mabuk semalam! Pikir Kurapika.

"Mind your own bussiness, mister!"

"itu urusanku, karena kau tinggal di rumah ku, dengan cara memaksa, mengundang para wartawan yang penasaran tentang keterlibatan ku dengan mu masalah tas mu yang hilang. Dengar, aku sama sekali tak mau terlibat urusan dengan urusan pribadimu yang kacau dan menyedihkan. Jadi nesok malam, saat aku merayakan keberhasilan debut solo ku dengan mendapat multiplatinum untuk single ku, aku tak ingin kau muncul di depan teman-teman ku!"

"debut solo? Wait a second, kau penyanyi?"

"aku mantan member Hunter Band, yang sekarang sudah bubar"

Kurapika terbelalak, mulutnya menganga. Oh pantas saja wajah Kuroro terasa familiar dan Hunter band? Ya tentu saja ia mengenal Hunter, mereka pernah bertemu beberapa kali bahkan berbagi panggung. Bagaimana mungkin ia dapat melupakan pria itu!?

"kenapa kau tidak bilang dari awal?"

"mengatakan mu apa? Aku sudah memberi tahu mu kebenaran nya. Nama ku Kuroro Lucilfer, dan bahkan kita sudah berkenalan secara resmi sebelumnya, bertahun-tahun lalu, saat debut album mu kita berada di bawah label yang sama. Itu hanya kau terlalu bodoh saja"

"aku tidak bodoh, hanya agak pelupa! Aku hanya berpikir bahwa aku tidak harus mengingat hal yang tidak penting sama sekali dalam hidup ku. Kau harusnya memberi tahu ku sebelumnya, jadi aku akan lebih berhati-hati mengenai apa yang aku lakukan kemarin. Sekarang aku mengerti, kenapa kau bertingkah, sangat tidak simpatik pada ku. Kau tahu, semua yang terjadi antara kita bertahun-tahun lalu hanya kesalahpahaman, kau tahu itu dengan pasti. Kau tak punya logika mengenai semuanya dan bertingkah sangat sensitif seperti perempuan. Tak ada artinya untukku, aku hanya tidak bertingkah sangat menyebalkan dengan kehadiranku di sini, sementara kita telah saling mengenal, bertahun-tahun lalu, tiga belas tahun lalu, saat umur ku masih tujuh belas!"

"aku tak tahu kalau kau sangat cerewet tidak seperti akun twitter mu"

"oke,aku tak akan muncul besok di pestamu,tapi aku ingin pesta kecil dengan teman temanku di sini"

"apa? Ini bukan rumahmu !"

"aku tahu,hanya dua atau tiga teman butuh teman untuk bicara,itu sebabnya aku mengunjungi London"

"tidak ,aku tidak suka orang asing memasuki rumahku."

"jadi kalau begitu aku akan muncul besok sebagai tamu istimewamu" kata kurapika dengan seringaian yang menyebalkan.

"berengsek terserahlah!" kuroro bangkit menggebrak meja,pergi dengan geram sambil menghentakkan kakinya. Wanita itu benar benar pengacau, ia harus mencari cara untuk mengusirnya tanpa menimbulkan skandal. Bashou yang berada tepat di belakang kuroro tersentak,ia tak pernah melihat majikannya yang tak banyak bicara dan dingin itu marah dan terlihat itu semua gara gara wanita bertubuh mungil itu.

Kurapika pergi dengan senritsu pagi itu untuk belanja, tadinya senritsu akan naik skuter saja, tapi kurapika mengambil kunci range rover milik kuroro dan pergi kesualaian dengan atribut yang sangat tidak kurapika. Rambut di ekor kuda asal, celana pendek belel, sepatu kets putih, t-shirt dan kemeja kotak kotak yang lengannya di gulung ,dan tanpa make up tapi senritsu senang di temani kurapika. Kurapika menyenangkan ,cerewet memang,tapi sangat royal. mereka pergi ke mall,dan kurapika membelikan senritsu jam tangan yang ada teman mengobrol selain pun jarang ia berbicara pada bashou,karna yang di bicarakan peria itu hanya bagaimana cara memperbaiki keran bocor atau mobil mogok dan juga pria pria tampan . hanya soal masakan saja mereka nyambung. Dengan kurapika ,ia bisa bercerita tentang anak anak dan cucu cucu kecilnya dan kurapika pun kadang berkonsultasi tentang putranya hiper aktif dan nakal.

"sebenarnya apa hubungamu dengan tuan Lucilfer?"

"rekan, kami sudah saling mengenal lama sekali, dan sudah lama kami tidak bertemu, sudah sembilan tahun mungkin, membuatku lupa. Apa dia tidak punya kekasih?"

"katanya dia gay, tapi semenjak bekerja ia tidak pernah menunjukkan kalau dia itu gay. Dua kali pernah ia membawa wanita bermalam. Jadi apa menurutmu dia itu gay? Dia pernah bertunangan cukup lama dengan seorang pria"

Kurapika menghela napas, ia teringat dulu, saat ia menemukan pria itu di bar sendirian, sedang teman-temannya yang lain sudah pulang satu per satu. Ia ingin menyapa pria itu tapi ia malu. Ia memang terkenal semenjak debut albumnya yang sukses, dan keseksian tubuhnya, tapi sebenarnya ia masih polos soal pria. Kuroro begitu tampan dan begitu dingin, tak terjangkau, jadi dia mencoba menarik perhatian pria itu dengan meminta manager kafe agar mengosongkan meja yang ditempati Kuroro, karena ia ingin meja itu. ia berharap Kuroro memohon padanya agar bisa tetap duduk di sana bersama nya, jadi ia tak perlu pergi. Tapi Kuroro marah dan pergi sambil menatapnya penuh benci. Pertemuan terakhir dengan Kuroro sembilan tahun lalu kuroro keluar dari toilet bersama seorang gadis, berkaos Hunter band, seorang grouphy... yang jujur saja wajahnya jelek. Dasar pria, tak peduli wajahnya jelek atau apapun, yang penting punya lubang sempit, pikir Kurapika saat itu. kurapika marah dan kesal, Kuroro lebih tertarik pada seorang Grouphy jelek daripada ia yang cantik! Aneh padahal waktu itu Kurapika sudah bertunangan dengan Illumi, tapi Kuroro masih menarik hatinya. Bahkan sampai sekarang, meskipun ia hampir melupakannya.

"dia bukan gay"

"oh, jadi kau pacarnya?"

Kurapika tersenyum dan berkata dengan santai dan bangga bermaksud menggoda Senritsu yang malang, "dulu dia mencampakkan aku" dan sayangnya Senritsu pun percaya.

"sayang sekali, padahal kau kan cantik"

"itu yang aku herankan, dia lebih memilih seorang grouphy yang jelek, tapi masih muda juga waktu itu daripada aku. Tapi waktu itu juga aku sudah bertunangan dan akan segera menikah. Meskipun pernikahanku akhirnya berakhir setelah lima tahun pernikahan kami"

Kurapika tinggal di kamarnya selama Kuroro mengadakan pesta dengan teman-temannya, yang salah seorang dari mereka mabuk berat dan tidur di sofa di lantai dua. Mereka minum sampai pukul dua pagi. Kuroro sendiri masih tertidur saat kurapika bangun, dan baru bangun saat kurapika selesai jogging di thread mill. Shalnark terbangun dengan kepala berat saat mendengar suara ribut di lantai tiga. Suara Kuroro menggelegar dan tersengar suara seorang wanita yang asing di telinga Shalnark, bukan Senritsu.

Waktu itu Kuroro marah, ketika ia turun untuk sarapan dan Kurapika naik untuk mandi setelah olah raga dengan terburu-buru karena ia pun sakit perut, hingga menubruk Kuroro, dan membuat pria itu jatuh, untung ia jatuh di dua anak tangga terakhir. Kurapika berhasil menghindari tubuh Kuroro dan membantunya berdiri.

"Sialan bisakah kau lihat-lihat kalau sedang berjalan? Dan setan apa yang merasukimu hingga kau berlari-lari seperti itu?!"

"Aku sakit perut, aku perlu ke toilet, oke?"

"setidaknya kau lebih berhati-hati!" Kuroro geram.

"oke, i'm sooorryyy, i'm so soorryy"

Amarah Kuroro menurun, lalu menatap mata biru wanita itu yang penuh penyesalan, tatapannya turun ke bibirnya lalu ke lehernya yang basah karena keringat, tatapan Kuroro mengikuti pergerakan keringat yang turun dari leher itu menuju ke dada yang mengenakan T-Shirt putih yang tipis, terlihat puting wanita itu menonjol, ia tak mengenakan bra dan justru membuat amarah Kuroro mendidih lagi, bukan marah kepada Kurapika melainkan pada dirinya sendiri yang menginginkan kedua bukit kembar mungil itu, menginginkan tubuh wanita itu. ia mengepalkan tangannya, atas reaksi tubuh bagian bawahnya yang menegang. Ia menggeram, menahan emosinya sendiri, melihat amarah nya memuncak, yang salah diartika Kurapika, karena ia pikir pria itu masih marah padanya, Kurapika berjinjit, mengecup bibir Kuroro singkat, dan berlari menaiki tangga dan berteriak, "maafkan aku!"

"bukankah itu Kurapika Kurta?!"

Shalnark melongo melihat pemandangan tak lazim itu.