Akhirnya sudah chapter 5, bingung mau nulis kelanjutan nya apaan. maaf ya kalau ceritanya kali ini rada melempem :( -_-" . mohon minta bantuannya ide kelanjutannya.
"Bukankah itu Kurapika Kurta?"
Shalnark melongo, meilhat pemandangan aneh itu.
"Kau mabuk Shal"
"Holy shit, semalam aku mabuk, sekarang? Memang masih pusing. Itu pasti Kurapika Kurta, oh Tuhan dia terlihat jauh lebih cantik dan dewasa sekarang, dan dadanya? Dulu tidak sebesar itu, dulu dadanya nyaris rata, sekarang agak lebih berisi. Dan dia menciummu! Jangan-jangan benar kabar burung yang ke dengar bahwa Kurapika terlibat masalah lagi dengan mu. Benarkah gosip yang beredar bahwa dia telah melakukan tindak pelecehan terhadapnya, hingga kau harus melaporkannya pada polisi mengenai Kurapika kemarin?"
"Mereka ngawur, dia tidak melecehkan ku juga sebaliknya. Jika benar rumor itu, dia tak akan di sini"
"jadi itu memang dia! Omon-omong apa yang dia lakukan di sini?"
"mengacaukan" lalu Kuroro turun ke lantai dasar meninggalkan Shalnark yang menyeringai, "apa Shizu menelepon mu?" Shalnark berteriak, saat ia mengingat istrinya.
"ya, aku bilang padanya kau pulang semalam mengantarkan salah seorang teman wanita ku" kuroro tertawa/
"sialan kau!"
"aku Shalnark, dari Hunter band, apa kau ingat?" tanya Shalnark sambil tersenyum pada Kurapika, saat mereka sarapan bersama. Kuroro sudah pergi ke stasiun televisi untuk acara kampanye mendukung kaum LGBT khususnya remaja yang masih sering di bully.
"Ya, aku ingat kau yang paling manis di band hunter"
"apa yang kau lakukan di sini?"
"di rumah Kuroro? Atau di London?"
"dua-duanya"
"berlibur selama satu bulan"
"Kuroro tak pernah mengizinkan orang asing tinggal terlalu lama di rumahnya"
"itu berarti aku bukan orang asing"
"ahh aku mengerti. Sejak kapan kau berhubungan dengan Kuroro?"
"oh itu sejak..."
Tiba-tiba ponsel Shalnark berdering, "oh shizu, aku mabuk berat semalam, aku benar-benar minta maaf, aku tidak pulang dengan wanita manapun, sumpah!-ya aku akan segera pulan, aku sedang menghabiskan sarapan ku dulu. Love you sweetheart" lalu ia menutup teleponnya, dan bearlih kembali pada Kurapika, "istri ku yang menelepon, aku harus segera pulang. By the way, mampirlah ke rumah ku, tak jauh dari sini" lalu ia berdiri, Kurapika ikut berdiri, memberi kecupan di pipi shalnark, "well shalnark, jangan bilang siapapun, mengenai keberadaan ku di sini. Kuroro pasti akan sangat marah"
"apa maksudmu dengan di sini, di rumah Kuroro ata di London?" Shalnark menyeringai jahil, "kau tahu persis maksudku" timpal Kurapika.
"oke aku mengerti. Sampai jumpa lagi, datanglah ke rumah ku, istri ku itu penggemar berat mu. Oh dan kau tambah cantik sekarang" kata shalnark, sambil melirik payudara Kurapika
"well oke, thanks shal, aku tahu kalau aku tambah cantik, apa implan di dada ku terlihat jelas ya?" Kurapika nyengir, membuat Shalnark tersipu malu, kepergok sedang memperhatikan aset Kurapika. Lalu Kurapika melanjutkan, "ya aku akan mampir, kalau Kuroro mengajakku ke rumah mu"
"baiklah kalau begitu, bye!"
Dua tiga orang teman yang dijanjikan Kurapika ternyata ada sepuluh! Kurapika benar-benar berisik, Kuroro sama sekali tak bisa berpikir saat asistennya Pariston, melaporkan ulah striker andalan Sligo lions yang sering mabuk-mabukan dan berkelahi dengan team mate nya. Kuroro mengurut keningnya yang ditato aneh itu. Pariston menyerigai geli, karena tak biasanya Kuroro seperti itu.
"kenapa tidak kau akhiri saja pesta di bawah?"
"seandainya aku bisa Pariston, wanita sialan itu punya as untuk melawanku"
"oh hebat sekali dia, apa yang akan kau lakukan?"
Kuroro menatap Pariston dari kursi tempat ia duduk, sedang Pariston duduk di hadapannya dengan meja dan setumpuk berkas-berkas dan komputer di antara mereka.
"menurut mu apa yang harus ku lakukan jika dia mengancamku dengan berteriak-teriak di depa jendela kamar tidur, bahwa aku akan memerkosanya? Dan dia pernah hampir melakukan ancamannya?"
Pariston melotot,tak percaya. Berani sekali wanita itu, pikir Pariston, well walau bagaimana pun dia adalah Kurapika Kurta yang penuh sensasi dan skandal, jadi mengapa harus heran. Lalu Pariston berkata secara impulsive.
"perkosa saja dia"
Kuroro mengangkat sebelah alisnya dan berkata, "akan ku pertimbangkan"
Pariston menyeringai, lalu ia berkata, "bagaimana soal Sligo lions?"
"datanglah kembali besok siang, aku benar-benar tak bisa berpikir sekarang"
Kurapika terbangun pada jam makan siang, Kuroro tidak pergi kemana-mana. Kurapika sudah menyiapkan diri akan amarah pria itu, karena semalam saat Kurapika akan masuk ke kamarnya, pria itu berteriak-teriak pada Bashou dan Senritsu untuk membereskan lantai dua, Kurapika hanya tersenyum saat itu sebelum akhirnya tidur.
Anehnya Kuroro terlihat tidak marah, dia tidak mengatakan apapun saat mereka makan siang. Kuroro langsung pergi ke meja kerjanya, setelah makan siang, dan menemui Pariston yang sudah menunggunya. Ia menyuruh Senritsu mengantarkan kopi untuk mereka, tapi Kurapika meminta Senritsu agar embiarkannya yang membawakan kopi itu ke ruang kerjanya, bermaksud ingin meminta maaf.
"kemana Senritsu?"
"sibuk. Eh siapa pria ini?"
"Pariston Hill, asisten ku" kata Kuroro acuh,pariston menyalami Kuroro dengan senyuman kagum dan tatapan penuh gairah. Kuroro melirik Pariston sekilas, lalu matanya tertuju kembali pada catatan-catatan buruk pertandingan Sligo Lions, selama empat pertandingan terakhir.
"Hentikan tatapan mesum mu Pariston, kita kembali ke Sligo Lions. Pecat saja striker idiot itu"
Pariston tersiu, lalu berkata, "memecatnya? Tapi kita sudah mengontraknya, dan itu melanggar kontrak kerja"
"dia yang melanggar kontrak kerja, dengan main saat masih dalam keadaan dibawah pengaruh alohol dan berkelahi dengan rekannya"
"dia striker yang hebat sebenarnya, kita tak punya striker sebagus dia"
"kita cari yang baru"
"sekarang belum musim transfer"
"kita punya cadangan"
"ia belum menorehkan satu gol pun di musim ini"
"cadangkan saja dia" Kurapika menyela, Kuroro meliriknya tajam, "tahu apa kau tentang mengelola klub sepak bola" tanya Kuroro sinis
"aku punya team football amerika, tentu saja berbeda dengan sepak bola biasa, tapi aku pernah mengalami kasus seperti it. Aku membangkucadangkan dia. Aku pun tidak mentrasfer ia ke team manapun, dia marah padaku, tapi kemudian, aku menurunkan nya ke regu B. Seorang pemain yang angkuh, yang merasa dirinya hebat akan merasa harga dirinya terhina dengan menurunkannya ke team B. Akhirnya dia membuat perjanjian secara hukum kalau dia tak akan meakukan kesalahan yang sama lagi"
"ide bagus menurutku, bagaimana Kuroro?"
Kuroro tak pernah menyangka kalau Kurapika memiliki kecerdasan seperti itu, ia pikir apa yang ada di otaknya hanya cairan botox semua. Padahal idenya sederhana, bahkan tak terpikirkan sama sekali oleh nya sebelumnya.
"oke aku sependapat, aku akan mencoba caramu Kurapika"
Kurapika tersenyum penuh kemenangan.
"hmm"
"apa?"
"shalnark mengundangku ke rumah nya. Aku ingin ke sana"
"tidak tanpaku
"oke!"
Kurapika tersenyum sambil keluar dari ruangan itu.
