Haii aku balik lagi bawa chap 2 TLT, sebelumnya makasih yaa buat yg udah review, fav, follow. Bahagia banget duh :').
Okey langsung aja Enjoy Reading
"Aaaaaaa." teriakan sakura membahana diseluruh ruangan kamarnya. Tapi tak ada yg datang, kalian tau kenapa ? Karna kamar sakura kedap suara.
"Ka.. kalian siapa !? Ba.. bagaimana kalian bi.. bisa.. !?" Sakura lompat keatas kasur lalu menunjuk nunjuk barbie barbie-nya.
Barbie-barbie itu menatap satu sama lain, sedangkan barbie cantik bermahkotakan rambut indigo bersembunyi dibelakang barbie naruto.
"Na.. naruto kita ke.. ketahuan oleh pemilik kita sendiri. Ba.. bagaimana ini ?" Naruto hanya menggelengkan kepalanya merespon pertanyaan gadisnya.
"Aaah sudah kuduga pasti hari ini akan datang." seorang barbie berambut perak berjalan ke depan barbie barbie itu.
"Begini sakura, biar ku jelaskan." jeda sebentar, sakura menatap penuh minat pada barbie bermasker itu.
"Sebenarnya kami ini barbie legenda, nenekmu pernah bilang kan tapi kau tak percaya dan hanyamenganggap itu dongeng." sakura teringat saat pertama kali neneknya memberi barbie barbie itu dan menceritakan cerita yg tak masuk akal, namun sakura hanya tertawa dan tak menanggapinya serius.
"Kami sebenarnya selama ini hidup tapi yaa ada banyak alasan kami tak ingin kalian para manusia tahu akan fakta ini." kakashi mengakhiri ucapannya dan menatap sakura hanya sekedar untuk mengetahui reaksi gadis gulali tersebut.
Sakura tak berkedip, bahkan menelan ludah pun sulit. Menurutnya apa yg diceritakan barbie bermasker itu tidak masuk diakal tapi kenyataan dihadapannya ini memang tak bisa dibantah.
"Jadi.. kalian selama ini hidup ?." Suara bergetar sakurapun lolos dari bibir mungilnya.
"Ya sakura." jawab kakashi sambil menyipitkan matanya menandakan ia sedang tersenyum.
"Umm baiklah, kurasa aku mulai terbiasa dengan hal unik ini." kaki mungilnya berjalan pelan kearah sekumpulan barbie yg tengah menatapnya takut -kecuali sasuke dan kakashi-.
"Ha.. hai... saku-chan. Masih ingat kan namaku siapa ?" Barbie cantik bermata aquamarine itu memberanikan untuk membuka obrolan ini.
"Ah ya apa nama kalian seperti nama yg ku berikan ?" Sakura memiringkan kepalanya bingung.
"Ya tentu saku-chan, karna kau kan yg sekarang menjadi pemilik kami." suara kencang terdengar dari mulut barbie yg berambut duren dan bermata sapphire itu.
"Umm kalau begitu biar ku ingat, kau si centil Ino, si bodoh Naruto, si pemalu Hinata, si guru mesum Kakashi, Si chinesse Tenten, si pemalas Shikamaru, Si dewasa Temari, si penyemangat Lee, si senyum palsu Sai,Si kalem Neji dan si dingin Sasuke. Waah aku tak menyangka memiliki barbie sebanyak ini." dengan telunjuknya sakura menunjuk barbie barbie yg di ingat namanya.
"Kau hebat bisa ingat saku-chan. Padahal sudah lama sekali terakhir kau memainkan kami." ino berteriak senang saat tau pemiliknya mengingat barbie barbienya.
"Ah tentu aku ingat, kalian adalah mainan favoritku. Ohiya rumah barbienya dimana ya ? Sebentar oke !" Barbie barbie itu menunjuk rumah berwarna pink putih yg di dekat kasur sakura dengan cekatan sakurapun mengambilnya dan membawa rumah barbie itu ke hadapan mainannya.
"Jadi.. ku rasa satu rumah tak cukup ya ? Bagaimana kalau besok kita belanja rumah baru dan baju baju barbie yg lucu ?" Sakura mengamati rumah barbie dan barbienya. Dengan semangat ino menyahut.
"Aku setujuuuu ! Kamar mandi di rumah yg itu hanya 2 dan satunya tak ada jacussi lagi. Aku ingin rumah yg ada kolam renangnya, dan ingin baju serta sepatu sepatu barbie lucu yg ku tonton di tvmu saku-chan."
"Hei ino kau terlalu banyak meminta kau tau !" Seru naruto kesal.
"Ah apa itu benar saku ?" Ino menatap sakura dengan mata berbinar dan dua tangan menangkup wajahnya sendiri.
"Aah ah tidak kok hehe, itu hal mudah. Bagaimana kalau kau besok ikut berbelanja ?" Sakura menggaruk tengkuknya saat melihat wajah memelas ino.
"Bolehkah ? Asiiikkk haha ini menyenangkan. Lihat ! Kalau tau akan seperti ini lebih baik kita beri tahu sakura dari awal." ino melompat lompat kegirangan.
"Mendokusai" shikamaru menguap lalu kembali ke arah lemari yaa mungkin dia akan berhibernasi sementara.
" oke hoaahm aku juga mulai mengantuk, kalian bersenang senanglah dulu aku ingin tidur hehe." Sakura berjalan pelan kearah kasur queen sizenya dan mulai merebahkan tubuhnya perlahan.
"Yaa selamat malam saku-chan" bisik para barbie-nya yang mulai berjalan jalan keseluruh kamar, karna yang pasti mereka bosan di dalam lemari kecil itu.
Disaat para barbie menikmati kebebasannya, ada satu barbie yang masih menatap tubuh mungil sakura, barbie pria bermata sekelam malam dan berparas dingin itu menatap majikannya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Hei teme ! Kau tidak ingin melihat ini !? Kemarilah !" Suara nyaring naruto terdengar memenuhi ruangan membuat seluruh pasang mata barbie disana menatapnya tajam terkecuali sasuke.
"Hn pelankan suaramu dobe." sasuke melangkah pelan namun pasti kearah naruto yang hanya dibalas cengiran dan gerakan mulut yg mengatakan 'aku lupa'.
.
.
.
Sinar mentari pergi menyusup masuk melalui celah celah kamar seorang gadis remaja yang tentu menbuatnya menggeliat tak nyaman. Matanya perlahan terbuka menampilkan sepasang emerald yang sangat indah, emerald itu menatap langit langit kamarnya, keningnya mengkerut memikirkan sesuatu.
"Aaaaaaaaa." tubuh sakura terduduk seketika setelah mengingat kejadian semalam.
"Oh kami-sama apa itu hanya mimpi ya !?" Sakura mencoba menetralkan degup jantungnya.
"Itu bukan mimpi saku-chan." seru suara yang tak asing bagi sakura, sontak mata sakura tertuju pada lantai kamarnya yg terlapisi karpet beludru hello kitty.
"Ah ? Haaah ku kira itu mimpi huhu." dengan muka tertekuk, sakura duduk dikarpetnya menghadap barbie barbienya.
"Saku saku kita jadi belanja kaan ?"
Tiba tiba barbie berpakaian ungu menghampirinya dan menarik narik ujung gaun tidur sakura.
"Ah tentu ino, setelah aku mandi dan makan ya." gadis bermahkotakan pink itu menatap ino dan melemparkan senyum lembutnya.
"Asiiik trima kasih sakura." ino berputar putar layaknya cinderella yang tengah mencoba gaunnya.
"Ohiya aku punya banyak pertanyaan pada kalian setelah pulang dari mall nanti. Baiklah aku turun dulu ya, sampai nanti !" Setelah mengucapkannya sakura langsung berlari kecil keluar dari kamarnya dan menuju dapur rumahnya karna hidungnya mencium wangi masakan kaa-sannya.
"Kaa-san !" Sakura memeluk mamanya yang tengah memasak dari belakang.
"Ah ! Dasar anak nakal, kau membuat kaa-san terkejut kau tau." omel sang kaa-san yang masih sibuk dengan masakannya.
"Hehe saku tau kok." pelukan sakura mengerat di tubuh mamanya.
"Hei bocah kau tidak ingin memeluk kakak tampanmu ini ?" Suara berat seorang pria terdengar di pintu dapur, membuat sakura menoleh ke sumber suara.
"Saso-nii !" Sakura segera berlari ke arah pria yg di panggil saso-nii barusan, sulung haruno yg tidak siap dengan terjangan sakura itupun mau tak mau harus terjatuh ke lantai yg dingin itu.
"Aaahh kau menyakitiku sakura." keluh sasori saat merasakan sakit di punggungnya dan beban yg tak ringan di atas tubuhnya.
"Biar saja, saku kangen saso-nii" sakura menyenderkan kepalanya di dada sang kakak, sang kaka hanya tersenyum lembut sambil mengusap helaian pink adiknya.
"Hei sudah bernostalgianya, jangan buat masakan kaa-san dingin." mebuki haruno berhasil membuat kedua anaknya berlari kecil ke meja makan.
"Akan kuhabiskan masakan kaa-san." mata sakura menatap liar kearah masakan kaa-sannya.
"Cih jangan harap ! Aku yang akan menghabisinya." tangan panjang sasori langsung mengambil banyak lauk dengan sesuka hatinya.
"Hei jangan berebut seperti itu, kalau tou-san melihat kalian pasti dia akan memarahi kalian. Hm sayangnya dia sedang sibuk bekerja." mebuki tersenyum pahit mengingat suaminya yg jarang pulang, sakura dan sasori yg melihat kaa-sannya sedih pun ikut terdiam.
"Aah kenapa kalian jadi diam begitu, ayo habiskan." Mebuki mencairkan suasana yg semula dingin tersebut dengan memakan sarapan buatannya itu.
.
.
.
"Kaa-san aku ingin ke mall dulu ya membeli beberapa barang." gadis manis berambut gulali itu menghampiri kaa-san dan kakaknya yg tengah menonton acara tv.
"Perlu kuantar saku ?" Tanya sasori menawarkan, ya memang dia lenggang hari ini.
"Ya pergilah dengan sasori." sang ibu pun mengusulkan sang bungsu dan si sulung berangkat bersama.
"Ah tidak usah, aku mungkin lama dan emm.. ini urusan wanita pfft." sakura menahan tawanya sambil melirik ino yg berada di tas tangannya.
"Ah baiklah terserah kau saku, hati hati ya." mebuki pun mau tak mau hanya bisa mengiyakan kemauan sang anak.
"Hati hati ada begal sakura haha." sasori tertawa lebar sambil berjalan menuju kamarnya.
"Cih tidak akan !" Teriak sakura yg mungkin masih bisa di dengar sasori, dia pun segera menuju mobilnya dan melesat ke konoha mall.
Disebuah mall besar terlihat seorang gadis manis sedang berkeliling toko mainan yg berada disana.
"Hmm aku bingung ino, terlalu banyak pakaian barbie disini. Menurutmu yg mana yg bagus untuk yg lainnya?" Bersyukurlah karna toko itu sedang sepi, jadi sakura tidak terlihat seperti orang gila yg bicara pada barbie.
Inopun dengan bebas, berjalan keluar tas untuk memilih baju untuknya dan teman temannya.
"Aah aku tau, naruto pakai yg kuning ini, hinata berwarna umm kurasa putih cocok untuknya, yg hitam ini untuk sai-kun hehe, yg hijau ketat tak berkelas ini untuk si Lee, yg putih belang hitam ini untuk neji, dan yg pink ini untuk tenten, untuk temari warna coklat cukup bagus, yg hijau tua ini untuk shikamaru, dan yg biru dongker ini untuk sasuke." ino berusaha mengimbangi tubuhnya yg membawa setumpuk baju, bahkan membuat wajahnya tak terlihat. Sakura tertawa kecil melihat keadaan ino dan sakura putuskan untuk membantu ino dengan membawa pakaian barbie itu ke kasir yg disana sudah terlihat dua rumah barbie baru.
"Aaaah lelahnya setelah membawa dua rumah barbie itu keatas sini." gadis bermarga haruno tampak sedang merebahkan dirinya ke kasur menikmatinya mungkin.
"Hai teman teman, lihat lihat aku dan saku-chan membawa rumah baru dan pakaian baru !" Teriakan ino berhasil membuat teman temannya keluar dari lemari persembunyian.
"Wah benarkah ? Aku ingin lihat rumahnya !" Tenten yg memang sudah risih jika harus berada di lemari terus terusan terlihat paling semangat.
"Kurasa rumah ini cukup bagus." komentar neji yg tiba tiba berdiri disamping tenten yg tengah mengagumi rumah barunya.
"Ah hehe iya neji-kun." entah kenapa tiba tiba tenten tersipu saat disamping neji.
"Haah dasar si tenten itu." temari yg menyadari sikap tentenpun hanya menggelengkan kepalanya kecil.
"Waaaaah mana baju baruku !?" Pria berkepala duren itu berlari lari semangat kearah tas yg berisi baju baju barbie sambil menarik tangan hinata.
"Ahh pelan pelan naruto-kun." hinata yg tak bisa mengimbangi langkah kaki narutopun terjatuh dan membuat neji melemparkan tatapan tajam menusuk pada naruto.
"Eh maaf hinata ya ampun ada yg sakit ?" Naruto yg menyadari kekasihnya terjatuh pun segera meminta maaf.
"Ti.. tidak apa naruto-kun." hinata pun segera bangkit dan melemparkan senyum lembutnya.
"Dasar bodoh." komentar sasuke yg sedari tadi hanya diam dan memperhatikan teman temannya.
"Sasuke ini bajumu, ternyata bajuku lebih bagus dari bajumu ya." pemuda berambut hitam klimis yg berada disamping ino itupun melemparkan baju biro dongker kearah sasuke dengan senyum palsunya.
Dengan sigap sasuke menangkap baju yg dilemparkan sai, sasuke menggenggam erat bajunya dan memutar bola matanya mendengar komentar sai.
"Tentu saja bagus, aku yg pilihkan untukmu loh sai-kun." ino menggelayut manja dilengan sai.
"Terima kasih ino." senyum palsu sai tak hilang sama sekali.
Sasuke berjalan menjauhi kerumunan dan sakura menyadarinya. Sakura duduk bersimpuh dikarpet mencoba menghalangi sasuke yg ingin masuk ke dalam lemari.
"Mau kemana sasuke-chan ? Kan kau sudah ada rumah baru. Tuuh." sakura menunjuk rumah baru berwarna biru langit sementara sasuke mengernyit mendengar panggilan majikannya padanya 'dia bilang chan?' Batin sasuke.
Kakashi yg bari saja melintas dekat merekapun berusaha menahan tawanya namun sayang, sepertinya kakashi tak kuat membendung tawanya.
"Hahaha Sasuke-chan katanya !?" Tawa kakashi meledak membuat seluruh pasang mata menatap kearahnya. Wajah sasukepun berubah jadi merona karna kakashi mendengar yg sakura ucapkan.
"Hn.. memalukan." sasuke berjalan cepat melewati sakura dengan memutar jalan. Sakura menatapnya bingung, 'apa aku salah bicara ya ? Sasuke kan memang kawai makanya kupanggil begitu' sakura menggaruk kepalanya yg tak gatal.
Balasan review
Fegio : ah okkai
phanie :
Haha malah aku kepikiran fic ini karna film night at the museum trus baru sekarang keingetan toy story hehe. Okei sai udah jadi barbie tuh hoho
Manda Vvidenarint :
Okkai makasih, iya ini udah di usahain hehe
FiaaATiasrizqi :
Makasih, haha sumpek bahasa aneh ya ? Lagian rada bingung ngejabarinnya sih. Oke semoga di chap ini ga ada bahasa aneh ya wkks
11Sabila Foster :
Makasiiih..ah iya itu udah kebiasaan sih hehe oke aku perbaiki
BlackCherry712 :
Hoho bingung barbie cowo apa namanya jadi ya aku samain aja wkks
inuzukarei15 :
Nah udah kejawabkan siapa aja barbie-nya sakura hehe. Makasih ^^
