La conquista y el conquistador

.

Screenplays!official pairing of EXO and other

.

About characters is not mine, just a fic.

.

Aliceao96

.

M

.

Yaoi/BL/Be El/Typo/Alternatif Universe!

.

No like, don't read!

.

Summary! :

Guru – Murid; Manajer – Pelayan; Pemilik hotel – Office boy; Dokter – Suster; Dosen – Asisten dosen; Direktur – Sekretaris. kisah penaklukan enam orang namja. Berbagai cara mereka lakukan demi menarik perhatian sang target dan mendapatkan jiwa mereka seutuhnya. Mulai dari cara biasa dan lembut, hingga cara 'luar biasa' dan 'kasar'.

Bagaimana kisah keenam namja itu..? apakah mereka berhasil melakukannya, atau tidak..?

Apakah mereka berhasil menaklukan sang target…?

Atau justru ditaklukan oleh sang target…?

.

.

.

.

Chapter 2 [A Chat]

Jari jemari ramping itu mencari aplikasi internet di ponsel touch screennya. Ponsel keluaran terbaru dari brand terkenal dunia, yang memiliki stiker binatang belang hitam putih yang hobinya memakan tanaman bamboo.

Tubuhnya yang telungkup di ranjang dan ditenggelamkan oleh selimut tebal bermotif papan catur. Sedangkan matanya menatap layar ponselnya yang sedang me-loading link yang ia ketikkan di kolom alamat. Mata hitamnya terlihat memerah dibagian putihnya. tapi dia tetap memaksakan diri untuk menyuruh kerja matanya dan bukannya beristirahat.

Dan beberapa detik kemudian, website forum dari link tersebut muncul. dengan background polos satu warna (yang setiap dua detik sekali akan berubah warna), dan di sana tertera beberapa kolom lain yang harus ia isi saat ia ingin masuk ke dalamnya.

.

.

["Welcome to our chat room ::: La Conquista y El Conquistador"]

[Enter your account name]

[Enter your e – mail]

[Enter Your Password]

[Create New account]

[forgot your password?] [help]

.

.

Dengan cekatan karena terbiasa, dengan mata yang sayu dan kadang terkantuk – kantuk, remaja manis kelas dua SMA itu mengetikkan isi dari kolom yang dirasa perlu. Dan website forum itu kembali loading.

"huaahhmm~ aku mengantuk. uuhh~" pemuda manis itu memeluk boneka panda yang berada tepat di sebelah kanannya. mencoba menutup mata uniknya, namun ia tidak bisa—apalagi karena ada suara berisik yang mengganggunya.

Menyatukan kedua alisnya, pemuda itu mengumpati pelaku yang membuat seseorang menjadi berisik seperti itu. Bukannya ia tidak bisa tidur karena suara berisiknya yang mengganggu gendang telinga (yang justru sebenarnya suara itu cenderung seperti bisikan kecil), tapi karena suara itu membangkitkan sisinya yang lain.

"ughh..!" gerutu pemuda berbibir kucing itu. ia membalikkan tubuhnya, menghadap dinding kamar yang berwarna nila muda. "berisik~ aku 'kan jadi tidak bisa tidur! besok aku masih harus sekolah dan bertemu pangeran tampan..!" keluhnya dengan nada merajuk.

"dan lagi.." kedua tangannya menutup seluruh wajah. Lalu menenggelamkan diri di dalam selimutnya. "suara itu membuatku horny~"

Wajahnya merona dan suhu tubuhnya menjadi panas. Ia bisa merasakan sesuatu yang mengganjal di bagian selangkangannya; membuatnya risih jika harus berherak ke sana – ke mari. Merasakan rasa ngilu yang lumayan menyakitkan jika tidak segera diberi perhatian. Ia ingin sekali memberikannya perhatian, tapi ia sudah terlanjur malas untuk beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi kamarnya; yang terletak di ujung kanan pintu kamarnya.

Menyadari sesuatu yang tertunda, Tao mengambil ponselnya yang berada dibalik punggungnya dengan perlahan dan membaca beberapa kalimat – kalimat di website yang ia kunjungi. Mengabaikan rasa sakit dan suara – suara yang lumayan menggema di rumahnya. Dan juga menahan kuat – kuat libidonya untuk bermain solo.

Website itu adalah forum chatting khusus[1]. Hanya orang – orang tertentu saja yang bisa menjadi anggotanya. Itupun harus diseleksi dengan ketat oleh dirinya dan sang kakak tercinta. Forum ini adalah forum khusus untuk anak – anak yang 'berbeda' seperti pemuda bermata panda ini. Forum chatting untuk orang – orang gay. Dan ia membuatnya setahun yang lalu. Tentu saja, ia adalah pemuda yang cukup lihai di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Forum chatting dengan nama yang sengaja menggunakan bahasa negara matador, dibuat untuk orang – orang gay yang ingin berteman dengan orang gay lainnya di lingkup negara Korea Selatan. Forum ini telah terdaftar lisensinya, jadi orang – orang yang menjadi anggota forum chatting ini tidak takut jika seandainya ada hal privasi cenderung mesum diumbar – umbar di dunia maya. Sebab Tao sudah member pengaman ketat yang cukup repot untuk orang awam yang berniat melakukan tindakan criminal.

Ia masih ingat ketika pertama kali forum chatting ini diterbitkan. Banyak orang yang tertarik untuk mendaftarkan menjadi anggota, bahkan tidak hanya di lingkup negara Korea Selatan saja. Menyebabkan ia dan kakaknya begadang hanya untuk menyeleksi siapa yang pantas untuk masuk ke dalam sana.

Dan hasilnya, hanya ada beberapa orang saja yang diperbolehkan menjadi anggota. Dan 'hanya beberapa anggota' itu bisa dihitung oleh jari tangan semua keluarga Huang.

Tao masih membaca percakapan teman satu grupnya. Tidak ada niat untuk memberi komentar.

.

.

|Ad_NaPTZH|'s Says :: " Noisy.. and I feel so horny now.. *sobs*" {one minute ago}

.

.

Tao membuat posting berita yang dua detik setelah di terbitkan di sana, langsung dibalas oleh akun yang ia kenal baik dengan pemiliknya.

.

.

|Baek00Con|'s Says for replay |Ad_naPTZH|'s post :: "wanna private chat..? *softsmile*" {two second ago}

.

.

Tao tersenyum.

Tanpa buang – buang waktu, ia mengeklik menu di forum yang berada di pojok bawah sebelah kiri, mencari nama kontak private chat di dalamnya. Setelah mengekliknya, ia mengeklik lagi pilihan yang bertuliskan 'private people' dan mengetikkan nama akun yang membalas postingannya.

Lima detik setelahnya, penampakan halaman forum yang diisi oleh postingan dan komentar anggota lain yang terlihat ramai; diganti dengan halaman forum yang tampak lebih sepi. Dengan background berwarna hitam yang dipadukan dengan garis horizontal abu – abu terang.

.

.

[[|Ad_naPTZH| is added |Baek00Con| to private chat]]

[[|Baek00Con| was join on your private chat|]]

[[Private chat is begin]]

|Ad_naPTZH| : "Hyungie~" {one minute ago}

|Baek00Con| : "Nde, saeng…?" *smile* {five second ago}

|Ad_naPTZH| : "di sini berisik! Aku jadi tidak bisa tidur, deh! Padahal sudah larut malam!" *pout* {two second ago}

|Baek00Con| : "Eih? wae..? besok 'kan kau masih sekolah, baby~" {two second ago}

|Ad_naPTZH| : "Baba lagi 'main' sama mama! Huh! Aku 'kan jadi 'bangun'..! *pout* *sobs*" {four second ago}

|Baek00Con| : "HAH? (0_0) 'MA', 'MAIN'…? *Blushing*" {two second ago}

|Ad_naPTZH| : "hyung kenapa..?" {two second ago}

[[|UniXingFreakConYi| permission for join to your private chat]]

[[|Baek00Con| give |UniXingfreakConYi| permission to join a chat]]

|UniXingFreakConYi| : "didi, pergilah ke lemari pakaianmu..! Di laci bawah sebelah kanan ada headphone baru yang kemarin gege beli..! *panic*" {three secong ago}

|Ad_naPTZH| : "gege..? baru pulang dari night club..? uh, iya, gege." {one second ago}

|Baek00Con| : "Hyung, boleh tanya sesuatu..?" {four second ago}

|UniXingFreakCornYi| : oh, boleh. Mau tanya apa, saeng..?" {six second ago}

|Baek00Con| : "tapi jangan marah, ya? Hyung, kau, Luhan hyung, dan Xiumin hyung 'kan sudah punya pekerjaan tetap.., kenapa kau masih kerja di night club..?" {five second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "…..ya, bagaimana, ya.. mm.., begini, meskipun kami sudah punya pekerjaan tetap (yang bahkan lebih bagus dari yang dulu), tapi karena kami sudah lama melakukannya, kami merasa tidak rela untuk melepaskannya begitu saja. Night club tempat kami bekerja itu memberikan pelajaran hidup berarti bagi kami secara tidak langsung. Jadi ya, kami putuskan untuk tidak pergi dari sana." {four second ago}

|Baek00Con| : "begitu..? apa Henry ahjumma tahu soal ini..? setahuku, Henry ahjumma hanya memperbolehkan hyung bekerja di sana hanya sampai kau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Dan sekarang…?" {three second ago}

|Ad_naPTZH| : "mama tahu. Bahkan mama marah besar pada gege karena masih berurusan dengan pekerjaan seperti itu. Tapi karena gege memberikan pengertian dan alasan kenapa gege tetap bertahan di sana, mama luluh dan membiarkan gege. Tapi dengan satu syarat." {two second ago}

|Baek00Con| : "syarat..?" {one second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "aku tidak boleh melakukan hal diluar batas dan harus menjaga diri sendiri dengan ekstra ketat! Huft! Mama benar – benar, deh! Walaupun kami sudah mempunyai pekerjaan tetap, kami anggap saja pekerjaan sampingan yang kami lakukan ini adalah hobi pelepas penat.. hihi!" {three second ago}

|Baek00Con| : "hihihi! Kau nakal, hyung! semoga kalian baik – baik saja selama di sana, ya, hyung!" {three second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "gomawo~" {six second ago}

|Baek00Con| : "hyung, apa kau mengenakan headphone juga?" {four second ago}

|UniXingFreakConYi| : "tentu saja! Bahkan sejak aku pulang lima belas menit yang lalu dan setelah masuk ke kamar pun, aku buru – buru mencari headphone-ku! Walaupun pada akhirnya niat baikku gagal juga… *sobs*"

|Ad_naPTZH| :: "oh ya, gege! Ini lucu sekali! Baby panda with baby dragon! *hug the headphone* gomawo~" {three second ago}

|Baek00Con| :: |UniXingFreakConYi| "niat baik apa..? *confused*" |Ad_naPTZH| "baby panda with baby dragon..? memang ada headphone dengan motif seperti itu..? (o_O)" {five second ago}

|UniXingFreakConYi| :: |Baek00Con| "Horny like my didi.. *sobs* little Xing minta dimanja… *sobs*" |Ad_naPTZH| : "cheonma yo, didi~ bagaimana..? apa suaranya sudah tidak terdengar lagi..? *smile*" {three second ago}

|Ad_naPTZH| :: "mm! tidak terdengar lagi! Huah~ tapi bagaimana dengan yang ini..? about little Tao.. *sobs*" {two second ago}

|Baek00Con| :: "eih?! Ah, ya, kalau aku dengan suara seperti 'itu' juga, mungkin aku ikut horny seperti kalian. ya sudah, kenapa tidak main solo, saja, hyung, saeng..?" {one second ago}

|UniXingFreakCornYi| :: "mau main solo pun percuma! Kalau main solo pun nggak akan selesai – selesai, karena mereka lumayan 'kuat' kalau hal yang seperti 'itu'..! *blushing*" {six second ago}

|Ad_naPTZH| :: "aku nggak mau main solo! Selain apa yang dikatakan Xingie gege, aku lebih suka kalau holeku dibobol Wu Seonsaengnim..! *blushing*" {two second ago}

[[|PoroSoo| requsting your permission for join to a private chat]]

[[|UniXingFreakCornYi| accept |PoroSoo| permission to join a chat]]

|PoroSoo| : "baby! Kata – katamu berbahaya sekali..?! *blushing*" {three second ago}

|UniXingFreakConYi| :: "mwo?! Ka, kau suka dengan seonsaengnimmu, didi..?! kau suka pria paruh baya, eh..?! oh, no! you don't have a chemistry with him! No!" {one second ago}

|Baek00Con} :: "Ta, Tao-ie..?! apa kau serius..?! kau suka dengan tipe bapak – bapak macam guru di sekolahmu!? Oh ayolah, Tao, bahkan tahun angkatanku sekolah di sana hingga lulus pun, nggak ada guru muda yang tampan!" {two second ago}

|Ad_naPTZH| : "gege, hyung, sungguh! Ada guru baru di sekolahku! Dia tampan sekali! Setengah cina setengah kanada! Dan dia jadi wali kelasku! Mana mungkin aku suka dengan pria tua macam guru senior di sana! *pout*" {one second ago}

|Baek00Con| : "benarkah..? wah, aku tidak menyangka jika uri panda suka dengan tipe yang tua seperti itu.. kau menyukai gurumu sendiri.. aigoo.." {three second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "Baek, jangan begitu. Kau lupa dengan Park seonsaengnim – MU itu…? *smirk*" {one second ago}

|Baek00Con| : "a, a, apa..? si, siapa Park seonsaengnim..?! dosenku itu lumayan banyak yang memakai marga Park tahu, hyung!" {one second ago}

|PoroSoo| : "lihat, siapa yang ternyata ada orang yang suka dengan gurunya juga. Ini dosen, lho…, dosen~" {three second ago}

|Ad_naPTZH| : "hyung, ternyata kau juga suka dengan gurumu sendiri.. (-_-)" {five minute ago}

[[|Dear_Luhan_Deer| with |BaoXiuZiMin| requsting you permission for join to a private chat]]

[[|UniXingCornYi| accept |Dear_Luhan_Deer| and |BaoXiumZiMin| permission to join a chat]]

|BaoXiuZiMin| : "sepertinya ada yang disembunyikan oleh kalian semua…" {three second ago}

|Dear_Luhan_Deer| : "kau juga, hyung… ayo, mengaku sesuatu!" {two second ago}

|Ad_naPTZH| : "mengaku apa, gege, hyung..?" {three second ago}

|PoroSoo| : "nde, hyungdeul.. mengaku apa..?" {four second ago}

|Baek00Con| : "mengaku apa?" {three second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "mengaku..?" {two second ago}

|BaoXiuZiMin| : "Kyungsoo – ya, aku dengar dari Myungsoo; suami Sungyeol; kau menyukai manajer barumu, 'kan..? *rolling eye*" {four minute ago}

|PoroSoo| : "e, eh..?! h, hyungie juga! Aku dengar dari Sungyeol hyung, kau menyukai dokter penanggung jawabmu, iya, 'kan, hyung! *panic*" {three minute ago}

|Baek00Con| : "oh, ya, aku juga tahu kalau Yi xing hyung suka dengan direktur baru tempatnya bekerja! Mengaku, hyung!" {three second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "and I say, you like your new teacher on you campus too, my saeng~ I hear from Yoochun! ufufufufufufufufufuffufu~" {three second ago}

|Ad_naPTZH| : "oh! Oh! Luhan gege juga suka dengan pemilik hotel baru tempat gege bekerja, 'kan..?! aku dengar dari Taemin; adik sepupu Key hyung! *excited*" {two second ago}

|Dear_Luhan_Dear| : "dan kau sudah mengaku kalau kau menyukai guru barumu di sekolah, didi sayang.. *smile*"

|PoroSoo| : "wah.. jadi intinya.." {two second ago}

|Baek00Con| : "kita sedang jatuh cinta dengan atasan dan guru masing – masing…" {two second ago}

|Ad_naPTZH| : "di waktu yang bersamaan pula.." {three second ago}

|BaoXiuZiMin| : "*laugh*" {four second ago}

|Dear_Luhan_Dear| : "*LOL*" {two second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "woah! Keren – keren! Hahahahahahahha..!" {one second ago}

|Ad_naPTZH| : "tapi,aku tidak tahu, bagaimana cara menarik perhatian Wu seonsaengnim… *pout* aku 'kan tidak mau jika Wu seonsaengnim jatuh ke tangan yeoja ganjen di kelas atau di sekolahku! Aku bahkan diluar sana! *sobs*" {three second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "aku juga.. *sobs*" {two second ago}

|Baek00Con| : "aku rasa, kita butuh beberapa tips cara bagaimana bisa mengambil perhatian si target sekaligus menaklukkannya! *excited*" {four second ago}

|PoroSoo| : "hyung benar!" {one second ago}

|Dear_Luhan_Deer| : "sepertinya aku tahu, siapa yang ahli dengan takluk – menaklukan seseorang seperti masalah ini! Xiu hyung! Kau tahu apa yang kupikirkan, bukan..? *smirk*" {four second ago}

|BaoXiuZiMin| : "yes! Aku tahu apa yang kau pikirkan! Tapi, mau mengundang dia masuk ke private chat ini pun tidak mungkin deh, saeng.." {two second ago}

|UniXingfreakCornYi| : "siapa yang gege dan hyung maksud..? *confused*" {one second ago}

|Dear_Luhan_Deer| : " do you know with account owner of |CallMeMajesty|…?" {two second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "MWO..?!" {one second ago}

.

.

Senyum yang dilukiskan di wajahnya yang cantik itu semakin lama semakin melebar. Jari telunjuk kanannya menari – nari di bibirnya yang berwarna krem alami. Percakapan di website itulah yang membuatnya tertawa geli dalam hati.

Dengan gerak santai yang elegan, pria cantik yang hobi mengoleksi sekaligus memakai lingerie seksi (bahkan sekarang ia pun memakainya) dengan brand ternama ini merubah posisi duduknya. Kakinya yang saling berdempetan, kini saling silang. Kaki kanannya terangkat keatas, menampilkan pahanya yang berwarna putih.

Ia menyenderkan punggungnya, menatap ke langit – langit kamar mewah yang ia tempati bersama sang suami tercinta. Berkali – kali, ia mengulum senyum geli dan kekehan kecil pun terdengar di kamar tidur yang didominasi oleh warna merah.

Terdengar suara kucing mengeong di sana, tepat di bawah kakinya. Ia tersenyum kecil, mengangkat kucing hitam jantan itu dan mencium hidungnya. Membawanya ke dalam pangkuan dan mengelus bulu hitamnya yang tampak mengkilat karena perawatan khusus dari salon. Menghasilkan dengkuran manja dari si kucing. Suasana hening dan dinginnya AC di kamr itu tidak menyurutkan pria cantik yang selalu mengontrol wajahnya untuk pergi menjauh dari laptop dan bernaung di pulau kapuk. Ia belum mengantuk, ia masih ingin melihat dan mengawasi percakapan antara namja manis yang sedang jatuh cinta nun jauh di sana.

"dasar anak – anak nakal." Gumamnya dengan seringai tipis yang terpatri di wajah awet muda kebanggaannya.

Lalu dengan perlahan agar si kucing tidak terbangun dari tidurnya, tangan – tangan lentik yang sudah sah menjadi milik suaminya (selain dirinya sendiri, tentu saja) menari – nari diatas keyboard laptop berwarna merah. Mengetikkan sesuatu dan melewati langkah – langkah dasar lainnya.

.

.

[[|CallMeMajesty| requsting your permission for join to a private chat]]

.

.

Keenam namja manis dan cantik disana membulatkan matanya. Lalu dengan meredam suara menggunakan bantal, selimut, juga boneka yang digigit, mereka berteriak menjerit.

"pucuk di cinta, ulam pun tiba!" ucap mereka dengan nada pelan yang terdengar bahagia.

.

.

[[|CallMeMajesty| requsting your permission for join to a private chat]]

[[|BaoXiuZiMin| accept |CallMeMajesty| permission to join a chat]]

|CallMeMajesty| : "ada yang merindukanku..? kekekekeke~" {Three second ago}

|Dear_Luhan_Deer| : "wah! Tentu saja aku merindukanmu!" {two second ago}

|Baek00Con| : "Majesty – ssi, aku—ah, maksudku kami semua butuh beberapa tips darimu! Tolonglah kami, Majesty – ssi!" {four second ago}

|Ad_naPTZH| : "aku kangen~" {two second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "what I fell is same like my lil' bro! apa kabarmu, Majesty – ssi?" {three second ago}

|PoroSoo| : "aku kangen denganmu dan tips seksmu juga, Majesty – ssi~" {one second ago}

|BaoXiuZiMin| : "Kyungsoo – ya, kau frontal sekali, baby..? jangan dibiasakan, ok? Ah! Majesty – ssi, seperti yang Baek bilang, kita butuh beberapa tips darimu. *smile*" {five second ago}

|CallMeMajesty| : "aigoo~ aku juga merindukan kalian, sangat! Apalagi my baby Panda! Uh, how are you, sweety? Ia hope you always fine. Oh, Baek, untuk apa kau membutuhkan tips dariku? Aku selalu baik – baik saja, Xingie~ ow! Kyungsoo – ya! Jangan dibiasakan menggunakan kata vulgar, ok? Dan Xiu, tips untuk apa yang kalian butuhkan?" {seven second ago}

|PoroSoo| : "kami butuh tips bagaimana cara menaklukan pria yang kami incar! Bantulah kami, Majesty – ssi! Aku tidak mau pria yang aku incar jatuh ke tangan orang lain! *sobs*" {two second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "Kyungsoo – ya benar! Kumohon bantu kami, please~ *kittyeyes*" {two second ago}

|Ad_naPTZH| : "please~ kau cantik deh, Majesty – ssi~" {two second ago}

|Baek00Con| : "please~ love you~" {three second ago}

|Dear_Luhan_Deer| : "please~ I can't live without your tips, love~" {four second ago}

|BaoXiuZiMin| : "please~ my soul is on your tips, Majesty – ssi~" {one second ago}

.

.

Pria cantik itu terkekeh geli membaca percakapan yang diisi oleh kata – kata permohonan dan rayuan. "dasar anak nakal!" kekehnya lagi.

.

.

|CallMeMajesty| : "kkkkk~ ya ampun, kalian ini! Nakal – nakal, sekali, eoh?! Baiklah, akan aku bantu kalian untuk menaklukan sang pujaan hati~ apa kalian puas? Omona~ nah, sekarang, coba jelaskan karakter pria yang ingin kalian taklukkan, babies! Aku ingin tahu!" {four second ago}

.

.

Dan keenam namja manis di tempat yang berbeda lagi – lagi menggigit bantal, selimut dan boneka yang ada di pelukan mereka. Sungguh, mereka benar – benar bahagia sekarang. Mereka dengan perasaan berharap yang sangat dan jantung yang berdebar – debar, menceritakan karakter pria yang ingin mereka taklukan. Luar dan dalam, dan menginginkan jika efek dari tips yang diberikan oleh orang yang ahli di bidang takluk – menakluk pria dan seksualitas ini mempunyai efek tahan lama.

Meskipun mata mereka mulai sedikit memerah karena menahan kantuk, tapi apa yang mereka lakukan ini amat sangat penting bagi diri mereka masing – masing.

Tentu saja, untuk mendapatkan tips bagaimana menaklukan keenam seme kece incaran mereka dari sang ahli.

.

.

Sesosok pria tampan masuk ke dalam kamar yang memiliki pintu berwarna coklat keemasan. Sambil masuk dengan tidak bersuara, pria tampan yang sudah hampir memasuki usia setengah abad itu melepas dasi merah anggur yang tergantung apik di kemeja putihnya. Menutup pintu itu perlahan dengan satu tangannya yang menganggur. Tersenyum menatap sosok pria cantik yang sedang duduk manis berhadapan dengan jendela mini yang sedang terbuka. Hingga angin malam datang masuk dan membelai kulit putihnya dan surai hitam sebahunya yang terawat dengan baik.

Dan senyum teduh itu berubah tujuan. Kini, yang tampak hanyalah senyum seringai yang terlihat seperti om – om mesum (tidak salah sepenuhnya sih, karena dia memang sudah berstatus pria dewasa cenderung mendekati paruh baya). Mata sayu khasnya memindai tubuh indah yang telah tersaji di hadapannya.

Tubuh yang putih dan ramping. Dan hanya mengenakan lingerie berwarna hitam dengan bahan jaring yang ia tahu, itu adalah koleksi lingerie milik sang 'istri' yang baru dibelinya dua hari yang lalu. Jadi, hari ini ia ingin mencobanya, hm?

Sexy and hot. Itulah yang dipikirkan pria tampan yang masih bugar karena rutinitas sehari - harinya untuk datang ke gym secara berkala.

Tanpa sadar, pria yang telah dikaruniai satu anak laki – laki yang mirip seperti 'ibunya' ini menjilat sensual bibirnya. Perlahan dengan pasti, kedua tangannya memelorotkan tali lingerie ke lengan, dan mengecup lembut bahu 'istri' cantiknya.

"hmmh.." desah sang 'istri'. Tangan kanan yang tadi menari diatas keyboard laptop, kini menari diatas surai hitam jabrik milik orang yang sedang mengecup ceruk lehernya. "kau menganggu acaraku, sayang..ahh~"

"oh, ya..?" gumam pria itu. Getaran kecil yang disebabkan olehnya karena menggumam dibalik tengkuk leher sang 'istri' membuat sang 'istri' gemetar kecil. "tapi sepertinya kau harus menyudahi acaramu, love. Karena malam ini adalah 'acara'ku.."

"hei—ang! Ka, kalau begitu, biarkan aku—ngghh~ menyelesaikan ini sebentar lagi! Sshh~ aah~" pria cantik yang wajahnya telah memerah ini berusaha menyingkirkan kedua tangan sang suami yang telah bergerilya di dadanya. Mengusap, mencubit, dan memelintir nipplesnya hingga menegang.

"baiklah.." pria tampan itu menyudahi keisengannya di telinga dan nipple sang 'istri'. Mencium pipi sekaligus pelipis kanannya yang masih memerah dan sedikit berkeringat. Namun sebelum pergi dan mempersiapkan semuanya dengan baik, bibir pria itu menyambangi telinga kanan sang 'istri'. Berbisik lirih dengan nada berat dan terdengar sedang bergairah.

"kau selalu seksi kalau mengenakan lingerie ini. Tapi kau lebih seksi jika tidak memakai apapun dan mengerang manja dibawahku, love~" menjilat lubang telinga dengan sensual dan menggigit pucuknya.

"persiapkan dirimu malam ini, karena kau sudah membuatku horny dengan lingerie jaring hitam koleksi barumu, dear~"

Hingga menimbulkan desahan nafas lirih yang keluar dari bibir krem alami pria cantik itu.

"huh!" dengusnya jengkel karena merasa kalah dengan sang suami yang tampak berbeda jika berurusan dengan urusan bercinta. "kau menyebalkan dan aku mencintaimu, darling!"

.

.

Suara sepatu yang beradu dengan lantai mengarah ke ruang makan. Di sana, ada namja manis yang sedang mencuci piring bekas suami dan anak sulungnya sarapan. Sambil menggumam nada dari lagu my love milik boyband amerika serikat, westlife, ia tidak menyadari bahwa sosok si bungsu keluarga Huang tengah menormalkan deru nafasnya. Seragamnya yang tidak terlihat rapi seperti biasa, dasi hitam strip biru lautnya yang tidak terpasang dengan baik dan tasnya yang terlihat tidak di resleting. Jangan lupa dengan tangan kanannya yang membawa beberapa buku untuk hari ini.

"mama, kenapa mama tidak membangunkanku..? lihat! Aku jadi kesiangan, 'kan..?!" cemberutnya sambil mengambil segelas susu yang tergeletak manis diatas meja. Setelah itu, ia memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas dan menyemprot parfum ke tubuhnya.

Henry menoleh sedikit, lalu melanjutkan kegiatan mencuci piringnya. "kalau begitu, kenapa kau harus tidur malam…?"

Tao mengerucut bibir kucingnya. Lalu, sebelum beranjak untuk berangkat sekolah dengan bus umum, ia sempat mengambil roti bakar yang tersedia di sana dan membalas perkataan mamanya dengan nada kesal dan sedikit lantang.

"habis, mama dan baba berisik sekali tadi malam! Aku 'kan jadi susah tidur! Ma, aku berangkat!"

Menimbulkan rona merah diwajah manis Henry yang terlihat terkejut.

"ish! Ini semua karena yeobo! Tao, kau membuat mama malu dengan ucapanmu! Awas kau, yeobo! Tidak ada jatah selama sebulan ke depan!" kesal Henry sambil mengusap kasar piring yang ia cuci.

Membuat Park ahjuma yang kebetulan lewat di sana merautkan wajah bingung dengan Henry yang mencuci piring dengan kasar dan prihatin untuk tuan besar yang tidak mendapat jatah selama sebulan ke depan.

.

.

Tao menelan salivanya dengan kasar. Sejak semenit yang lalu ketika ia telah sampai di depan pintu kelasnya (setelah ia beraegyo ria dengan satpam sekolah dan membereskan dirinya di toilet lantai dua), ia belum beranjak untuk masuk ke dalam kelas.

Bukannya ia lupa dengan barang yang seharusnya ia bawa namun tertinggal di rumah, atau karena ia mendadak sakit perut dan tidak kuat untuk berjalan ke UKS.

Tapi karena ia kenal dengan suara yang ada di dalam kelasnya.

Suara Wu seonsaengnim yang sedang mengajar.

Ia lupa, jika hari ini ada pelajaran bahasa inggris dan gurunya pun diganti karena di mutasi ke sekolah lain. Ia masih ingat, aturan – aturan yang berlaku di kelas Wu Seonsaengnim ketika beliau mengajar atau membahas yang berhubungan dengan kelasnya.

Beberapa petuah yang tidak terlalu banyak, namun cukup membuat beberapa orang menjadi spot jantung. Salah satunya adalah aturan tentang tidak boleh ada murid yang terlambat masuk di jam pelajarannya. Walau itu telat satu detik sekalipun. Dan konsekuensi yang di dapat pun tidak main – main, walau pada dasarnya orang itu baru melakukan kesalahan satu kali.

Dulu, ia berkata sombong dalam hati, bahwa ia tidak akan telat sedikit pun di jam pelajaran Wu seonsaengnim. Karena selain ia memang jarang terlambat masuk sekolah, ia juga ingin membuat good track record untuk dirinya agar diperhatikan lebih oleh Wu seonsaengnim. Apa yang Tao pikirkan memang tidak ada yang salah.

Namun sekarang, situasinya berbeda.

Dia terlambat di waktu pertama Wu seonsaengnim mengajar,

Dan dia gagal membuat good track record pertamanya.

Dan dia sudah hampir lima belas menit berdiam diri di depan pintu kelasnya. Kaku dan merasa bingun dengan keputusannya untuk masuk dan mengikuti pelajaran dari sang target penaklukan, atau lebih membolos ke atas sekolah.

Suara Wu seonsangnim yang membuat Tao kembali dalam dunia kekalutannya untuk memilih. Wu seonsaengnim berkata, bahwa orang yang ada di depan pintu kelas untuk segera masuk. Dengan nada datar dan terkesan marah (meski tertutupi dengan kesan tegas yang tidak ingin dibantah). Karena itu, dengan tangan yang gemetar, Tao membukan pintu kelas dengan menunduk.

Sekarang, keheningan karena sedang menyimak pelajaran, kini tergantikan dengan keheningan karena ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Wu seonsaengnim terhadap namja manis di depan mereka.

Tao memilih berjalan sambil menunduk. Dan sebelum pergi ke bangkunya yang ada di ujung kanan ruang kelas Tao, ia mampir di depan Wu Seonsaengnim. Dengan kedua tangan yang sedang meremas celana sekolahnya yang berwarna hitam dan masih menunduk, Tao meminta maaf dengan nada suara takut. Yang hanya dibalas keheningan dari mulut Wu seonsaengnim—atau Yifan.

Semua orang yang ada di kelas menahan nafas. Karena wajah marah Yifan yang tetap terlihat awesome sekaligus dengan tatapan tajam Yufan yang menyiratkan seolah ingin menguliti Tao; karena berani – berani Tao terlambat di hari pertama Yifan mengajar.

"Tuan Huang, saya pikir anda tahu konsekuensi dari apa yang ada lakukan..," ucapnya dengan nada tidak ramah. Membuat Tao meringis mendengarnya.

"saya mengerti, Sir. Tapi, Sir, saya baru melakukannya satu kali dank au baru mengajar di hari pertama ini. Saya rasa, tidak ada salahnya bukan jika saya diberi toleransi oleh anada hari ini..?"

"dengarkan saya, Tuan Huang." Yifan berdeham. "pertama, kau terlambat. Kedua, kau terlambat selama lima belas menit. Dan ketiga, kau membantah dan tidak menerima konsekuensi dari apa yang kau lakukan. Menurutmu, apa yang harus saya lakukan pada anda, karena ketiga poin itu..?"

Tao terdiam.

Yifan menghela nafas. Dengan tubuh yang berbalik kembali ke papan tulis, ia melanjutkan tulisan tentang tenses yang sedang ia ajarkan pada murid kelas Tao. "istirahat nanti, anda saya tunggu di ruangan saya."

Tao melotot. Ia kesal, ia tidak terima. Ingin sekali ia mengatakan alasan jujur kenapa ia terlambat seperti ini dengan gamblang. Tapi ia tahu, itu akan mencemarkan nama baik keluarganya sekaligus dirinya dimata sang target pujaan hati.

Tiba – tiba, rasa kesalnya menguap entah kemana. Tak tersisa. Dan sekarang, hanya beberapa percakapan chatting semalam yang ia dan kelima hyungnya lakukan dengan seseorang yang ia ajak mengobrol.

Tao mengingat apa yang dikatakan dari Majesty.

Salah satu dari beberapa poin penting dari sekumpulan cara bagaimana menaklukan pria bertipe dingin, dewasa, kaku, dan prefeksionis seperti Wu Yifan.

Masih dengan yang menunduk, Tao mengucapkan bahwa ia akan datang keruangan Yifan saat istirahat pertama nanti. Melewati tatapan prihatin dan iba dari teman sekelasnya; karena persepsi mereka ketika Tao menunduk dalam, ia sedang menangis dalam hati. Mereka berharap, bahwa Tao yang lumayan pintar dan menjadi mascot kelas mereka tidak akan menerima konsekuensi yang berlebihan dari Yifan.

Padahal mereka tidak tahu,

Bahwa saat itu Tao sedang menyeringai seksi dengan kedua bola mata monokromnya yang berkilat – kilat.

"Sir Wu, selain kau akan menghukumku, kau juga akan ku'hukum', Sir. Lihat saja nanti~" bisiknya dengan nada menggoda.

.

.

[To be continued]

.

.

.

A/N[1] :

For your information :

[1] Al mengambil forum chatting dan modelnya ini dari anime/manga 'Durarara!' Milik

Ryohgo Narita(Story), Suzuhito Yasuda(Character Design), dan Akiyo

Satorigi(Author).

Sumpah! Itu keren banget! Suka ceritanya yang unik dan agak berat namun dikemas

menarik dan tidak bertele – tele; dan artworknya yang sederhana tapi kesan kota

Ikebukuro dan Shinjukunya kuat sekali..!

Bahkan ada beberapa background dari ceritanya adalah tempat asli di kawasan

Ikebukuro dan Shinjuku! (u) jadi mau ke sana..! #gemas

Yang pernah baca atau nonton animenya, Al adalah shipper ShiZaya! AlterEgo-nya

juga, dong! XD

#kibarbannershizaya

A/N[1] the end!

.

.

A/N[2] :

#BackGroundMusic : Trust Me — Matsushita Yuya

Halo..! #bowdengansemangat

Arigatou gozaimasu, sudah mau membaca dan mereview ff yang —pasti— aneh seperti ini..! Apalagi yang mem-follow atau mem-fave-kan cerita mainstream macam ini. Al terharu~~~ banget! #menangisdipojokankamarsambilgaruk-garukdinding

Padahal ya, Al merasa kalau cerita yang kalimat perchapternya banyak seperti ff ini, akan terlihat membosankan… sudah lagi, sudah sampai chapter 2 belum muncul misi – misi para uke yang ingin menaklukan seme kece mereka.. #miris

Tapi!

Begitu lihat review kalian, Al merasa semangat untuk secepat mungkin melanjutkan dan mengupdate ceritanya..! Dan tentu saja untuk kalian yang setia dengan ff ini..! #smile

Setiap baca review kalian, Al pasti terkikik sendirian..! #tawamembahana

Entah di tempat privasi maupun tempat umum..! Setiap Al merasa tidak ada mood lagi untuk melanjutkannya, Al pasti membaca ulang review kalian. Iya, terkesan anak udik memang! Hawawaawawa! #tawamembahanaedisikedua

(pst! Al mau kasih bocoran, nih! Mulai chapter depan, masing – masing uke unyu kita akan melakukan misinya untuk menaklukan seme mereka! Kkkk~)

Oh ya, ada yang tahu nggak, siapa pemilik akun forum chatting dengan nama |CallMeMajesty|…?

Oh ya, adegan mana yang membuat kalian bisa membayangkannya di depan mata..?

Kalau Al, saat Tao-ie berhadapan dengan Yifan! Kkkk~ dimarahi gitu, lho~ #elus-elusdaguTao #ditendangKris

Dan!

Masih adakah yang ingin mereview ff ini? :3

#kedip-kedipinoken #dilemparlemper

A/N[2] – nya sampai disini! #byebye

.

.

A/N[3] :

ini balasan dari review kalian~

(kalau ada balasan, tapi nama akun kalian tidak terlihat di sana, itu murni bukan human error yang Al lakukan, ya! Soalnya di MSWord-nya juga, jelas – jelas Al tulis nama akunnya.. oh, why? Why? Whyyy…?)

Anenchi :: "oh, iya, ya! Al baru sadar kalau Xiu dan Xing memang jarang dapat peran jadi penari striptease! Ahahaha~ ya sudahlah, anggap saja itu pemandangan baru yang langka! #pasangkacamatahitam #staycool| nah, di sini tahu, 'kan tuh bertiga melakukan hal itu untuk apa~? #smirk| ok, ini sudah lanjut~ mau review?"

Kirei Thelittlethieves :: "woah! Sugoii! Daebaaakk! Samapai segitunya, ya, ingin tahu kenapa KaiSoo belum ketemu..? #LOL #twotumbs| iya, ini sudah lanjut~ ditunggu reviewnya…"

SiDer Tobat :: "nggak apa – apa, kok! Yang penting jejak yang tertinggal(?) selalu ada.. #smile| yes! Kyungsoo – Mom memang cocok baju dan warna apa saja! Apalagi kalau nggak pakai baju sama sekali #lightingonmyeyes #smirk| eih~ mau ikutan apaan, tuh~? Hawawawawawawa! Al menagih review lagi, boleh?"

Dragonpanda21 :: "oh, ya? Ini menarik? Ya ampun, Al mau tumpengan di pos ronda depan rumah, ah! Iya, Al juga mau~ mau banget Al culik terus dijadikan babu unyu di rumah! Tapi… #lirikmas-massebelahberkulititemyanglagimelotot kayaknya nggak akan kesampaian, deh~ iya, ini next chapternya dan terima kasih buat sarannya~ nanti Al coba~ Al mau review lagi dari DragonPanda21~"

Irnaaa90 :: "maksudnya seperti ini? #tunjuknamaakunsebelah| iya, pas Al baca ulang dari ffnetnya, ada typo.. #mewek| tapi Al usahakan untuk mengurangi typonya nanti.., gomawo! Iya, ada m-preg menyelinap sedikit! Nah, di sini pasti tahu jawabannya, apa Henry tahu atau tidak Yi xing jadi penari striptease..? reviewnya ditunggu~ #mukamelas #gagal"

Hibiki Kurenai :: "wah! Iya, dong! Yi xing – mama Al buat OOC di sini! Huwawawawawa…! #evillaugh #disemburairsamaJoomyun-papa| mau review..?"

Huang Lee :: "ini sudah dilanjut~ mau review..?"

ShinJiWoo920202 :: "yeah! #tebarconvetti| hawawawawa! Pesona HunChenMyon memang tak bisa dilawan! #pasangkacamatahitam #staycool| ok, ini sudah di lanjut~ Al mau reviewnya, boleh..?"

Wereyeolves :: "karena LuMinLay sudah lulus seleksi untuk jadi penari striptease disini! #smirk| jawabannya ada di ff ini, ya! Ini sudah dilanjut~ mau review, dong.."

Guest :: "ini Yurako – san, kah..? nggak apa – apa, Al juga begitu, kok! Apalagi waktu buat adegan yang 'begitu', Al benar – benar dengar lagu Toxic-nya Britney Spears! Jadi sensasinya terasa! #tawatengil| oohhh! Tentu saja! Tak ada yang tahan dengan feromon dari seme kece seperti mereka! Hohohoho~ siapa tahu kalau uke unyu kita yang berhasil menaklukan seme kecenya! Baik non – ranjang maupun di ranjang! #smirk| keep review, please~"

Lovara :: "nggak apa – apa, kok! Yang penting me-review, walaupun di chapter berapa juga! (kalau bisa di semua chapter.. #maksajugapadaakhirnya #dilemparlemper) kapan mereka ensi – an..? tunggu mood dari mereka buat ensi – an. #smirk| woah! Absolutely yes, this is a fic with official pairing! Don't worry! #kedip| ini sudah di lanjut, mau mereview lagi..?"

Raetaoris :: "#nyengirselebarkucingCheshire|

#bersiul #mengalihkanperhatiankeobjeklain| tunggu seizin taorisnya, ya~ hawawawawawawawawa~ mau review lagi~? (pst! Kalau kamu lihat foto profilnya Al, pasti tahu~ #smirk)"

Lee Hyorin : "apa? Kamu nosebleed? Butuh asupan darah baru? Hubungi PMI terdekat! #berasaiklan #dilemparlemper| jangan, cukup panggil Al saja! Biasa kita akrab! Hawawawawawawa..! iya, ini sudah dilanjut~ mau review lagi, dong~"

A/N[3] is the end!