La conquista y el conquistador

.

Screenplays!official pairing of EXO and other

.

About characters is not mine, just a fic.

.

Aliceao96

.

M

.

Yaoi/BL/Be El/Typo/Alternatif Universe!

.

No like, don't read!

.

Summary! :

Guru – Murid; Manajer – Pelayan; Pemilik hotel – Office boy; Dokter – Suster; Dosen – Asisten dosen; Direktur – Sekretaris. kisah penaklukan enam orang namja. Berbagai cara mereka lakukan demi menarik perhatian sang target dan mendapatkan jiwa mereka seutuhnya. Mulai dari cara biasa dan lembut, hingga cara 'luar biasa' dan 'kasar'.

Bagaimana kisah keenam namja itu..? apakah mereka berhasil melakukannya, atau tidak..?

Apakah mereka berhasil menaklukan sang target…?

Atau justru ditaklukan oleh sang target…?

.

.

.

.

Chapter 3 [First steps (1)]

|PoroSoo| : "Majesty – ssi.., targetku itu pria yang mudah bergaul. mungkin karena mudah bergaul itu, banyak orang – orang yang suka dekat dengannya. bahkan ada yang terang – terangan mencari perhatian lebih padanya. tapi karena mungkin dia menganggap bahwa teman dan 'makhluk' percari perhatian itu punya status sama di matanya, makanya dia biasa saja. bahkan tidak menganggap bahwa orang – orang yang mencari perhatian itu sedang memberi sinyal tertarik padanya. *sobs*" {five second ago}

|CallMeMajesty| : "lalu?" {two second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "karena karakter targetku sama seperti Kyungsoo – ya, jadi maksud kami adalah, bagaimana cara menari perhatiannya agar dia peka dengan kita; kalau kita memberikan sinyal tertarik padanya..?" {three second ago}

|PoroSoo| : "nde, majesty – ssi! bagaimana caranya..?! *excited*" {one second ago}

|CallMeMajesty| : "ow, begitu! kekekekekekekeke~ itu mudah saja, babies~" {one second ago}

|PoroSoo| : "jeongmal yo..?!" {one second ago}

|UniXingFreakCornYi| : "yang benar? wah! beritahu kami tips dan triknya, Majesty – ssi! jebaalll~ *puppyeyes*" {two second ago}

|CallMeMajesty| : "hihihihi! tentu saja! oh, Xingie~ kau membuatku tidak bisa untuk menolak memberitahukannya! kau nakal sekali, eoh..? nah, dengarkan baik – baik, ok..?" {one second ago}

.

.

.

|CallMeMajesty| : "untuk menarik perhatian orang yang mudah bergaul seperti target kalian, pakai cara sederhana tapi dengan waktu yang singkat dan tahan lama. bagaimana jika kalian tersenyum, lalu berbasa – basi sebentar..? tahan tatapan matanya pada mata kalian, dan tanpa sepengetahuan target kalian, kalian sentuh dan raba lengan mereka. beri sentuhan lembut namun menggoda. lihat tatapan mata mereka yang mungkin berubah. jika tatapan matanya menjadi kaget dan berkaca – kaca, artinya mereka kaget dan mengharapkan lebih untuk terus disentuh. jika tatapan mereka melembut dan terlihat mengantuk, berarti mereka suka dan terangsang dengan apa yang kalian lakukan.

mengerti, babies..? lakukanlah saat kalian hanya berdua dengannya~!"

.

.

.

Yi xing menyentuh dadanya dengan kedua telapak tangannya. tepat di jantungnya yang berdetak. menarik nafas perlahan, lalu hembuskan. dia melakukanya tiga kali, sesuai dengan anjuran baba jika ia merasa gugup dan merasa tidak punya keberanian untuk maju menghadapi sesuatu.

tapi tetap saja, ia masih merasa gugup. bahkan keringat yang sedikit, mengalir dari pelipis kirinya.

tapi, jika ia tidak melakukannya, maka ia akan tertinggal maju oleh 'mahkluk' ganjen lainnya yang sama – sama tertarik dengan direktur baru mereka.

oh, tentu saja!

siapa sih, yang tidak tertarik dengan Kim Joonmyun, direktur sekaligus CEO muda yang telah berkuasa di perusahaan jasa yang terkenal seantero Korea Selatan..?

dia tampan,

dia kaya,

dan dia orang ramah yang bisa menjerat orang – orang lain agar tunduk padanya hanya dengan senyuman malaikatnya yang maut. bahkan untuk menjerat pengusaha lain yang terkenal keras kepala agar mau bekerja sama dengan Kim corporation.

belum genap enam hari Joonmyun menjajaki kursi kepemimpinan di perusahaan yang diserahkan secara turun – temurun oleh pendahulunya, direktur muda nan rupawan itu telah menaikkan produktifitas jasa dan pelayanan yang dilakukan oleh perusahaan KIM corporation. membuat orang – orang yang telah berlangganan menjadi lebih puas, dan orang – orang yang baru menjadi pelanggan KIM corporation menjadi bertambah.

bahkan beberapa pengusaha kecil, dia rengkuh dan Joonmyun beri pelatihan pada mereka hingga mereka bisa bangkit dari keterpurukan dan ikut bersaing dengan KIM corporation. membuat beberapa pengusaha kecil yang hampir bangkrut itu jadi kembali berdiri, mendapatkan pelanggan yang sama puas dengan yang KIM corporation layankan pada mereka.

tak lupa dengan beberapa pengusaha besar lainnya yang ingin bekerja sama dengan KIM corporation. Joonmyun pun dengan ramah dan tetap penuh perhitungan menerima tawaran mereka. pengusaha yang terkenal keras kepala juga tertarik untuk berkolaborasi dengannya.

meskipun tinggi badannya sedikit lebih pendek dari Yi xing, tapi pemuda manis berlesung pipit ini tetap memuja pujaan hatinya. dan bahkan sekarang, hanya dengan memikirkan beberapa kebijakan dan kemampuannya dalam berinteraksi di dunia bisnis, membuat pipi Yi xing memerah. dan jangan lupa, dengan senyum malaikat milik Joonmyun yang maut itu.

"Yi xing..?" sebuah tangan menepuk pundak kanan Yi xing. itu Yoochun. "kau melamun, eoh..? ada apa..? bahkan suara dering telepon saja tidak kau dengar, eh..?"

Yi xing terperanjat. dan ia baru sadar, jika telepon di meja kerjanya bordering cukup nyaring. mungkin itulah yang membuat Yoochun, selaku wakil sekretaris di sana merasa terganggu pekerjaannya. Yi xing menepuk dahi. lalu, dengan tangan yang berkeringat dingin dan sedikit gemetar (bahkan Yoochun pun bingung kenapa tangan Yi xing berkeringat dan gemetar seperti itu), Yi xing menerima telepon yang berdering dan telah ia anggurkan selama tiga puluh detik.

"ha, halo. dengan sekretaris KIM corporation, ada yang bisa saya bantu?"

"Yi xing – ah, ini aku, Joonmyun."

mata Yi xing melotot. detak jantung yang sudah stabil kini berdetak lagi. bahkan lebih keras dengan keringat dingin yang kembali datang. ia menepuk pelan dadanya, dan mengatur deru nafasnya agar lebih santai.

mengabaikan Yoochun yang telah pergi ke mejanya dan melanjutkan merinci catatan – catatan yang telah dirangkum oleh bawahannya.

"Yi xing – ah, kau baik – baik saja..?"

"ah! eerr—y, ya.. saya baik – baik saja. ma, maaf direktur. ada apa..?"

"ah, begitu. baiklah. begini, aku ingin melihat rincian jadwal untuk hari ini. kau bisa segera ke ruanganku..? atau Yoochun saja..?"

"ah! eh! ja, jangan—ah, maksud saya, biar saya saja yang ke ruangan anda, direktur."

"begitu..? ya sudah, aku tunggu ya, Yi xing – ah. annyeong.."

"annyeong, direktur.." Yi xing menutup teleponnya. ia menggigit bibirnya agar tidak berteriak nyaring dan lebih mengganggu Yoochun yang sedang berdiskusi lewat teleponnya.

matanya terpejam dan kedua tangannya sedang membekap mulut yang hampir berteriak karena kegirangan. ini adalah kesempatan bagus, Yi xing!; batinnya menyemangati diri sendiri. jangan sampai kau gagal di langkah pertama! semangat!; lanjutnya.

maka dari itu, Yi xing dengan sedikit urakan, ia beranjak dari kursi dan mencari agenda yang dimana di sana berisi jadwal – jadwal untuk Joonmyun; setelah itu ia sibuk membenahi dirinya. merapikan dasinya, merapikan kemeja biru mudanya, menepuk celana kain hitamnya. tidak lupa dengan berkaca, dan merapikan rambut pirangnya.

membuat Yoochun melongo dengan kelakuan Yi xing yang seolah ia akan bertemu dengan sang pacar dan mengajaknya kencan. "padahal dia hanya ingin bertemu dengan direktur, 'kan..? penampilan yang sebelum dan sesudahnya saja tidak ada yang berubah."

(oh Yoochun, kau tidak salah. hanya saja ada beberapa bagian dari kalimatmu yang harus diperbaiki, dihilangkan, dan ditambah oleh kalimat lain. seperti : "dia akan bertemu direktur. sudah sewajarnya dia berpenampilan rapi dan menarik. lalu, siapa tahu direktur benar – benar tertarik padanya dan mengajaknya kencan..?"; seperti itu.)

baiklah, Yi xing sudah tampak lebih baik.

'aku pasti bisaaaaa….!' Yi xing mengepalkan kedua tangannya diam – diam.

terdengar ketukan pintu dari luar. Joonmyun yang saat itu sedang mengecek berkas dua hari yang lalu, mengadahkan kepalanya. ia berteriak pelan agar orang yang mengetuk pintu ruangannya segera masuk. bersamaan dengan pintu yang mulai terbuka dan menampilkan Yi xing yang sedang tersenyum manis, Joonmyun beranjak dari duduknya.

membalas senyum Yi xing dan mempersilahkan duduk di sofa berwarna merah marun.

ia membelakangi Yi xing. sehingga ia tidak melihat Yi xing yang berusaha mati – matian untuk tidak menjerit karena ketampanan Joonmyun yang bertambah ketika memakai kacamata dan wajahnya yang memerah.

"jadi, apa jadwalku hari ini, hm..?"

Joonmyun duduk di sofa single chair dengan kaki kanan yang menumpu kaki kiri. kedua tangannya saling terkait dan diletakkan diatas paha kakinya. Joonmyun tersenyum ramah. dan itu membuat Yi xing harus menahan nafas karena feromon dan aura karismatik yang dipancarkan Joonmyun secara tidak sadar.

Yi xing menelan salivanya; gugup itu datang lagi.

"ha, hari ini jadwal anda adalah rapat dengan direktur Sang jam 10:00 pagi. lalu jam 01:00 siang, anda makan siang bersama klien anda yang berasal dari Indonesia di Pleasure café and restaurant. dan jam 04:00 sore, anda meeting dengan salah satu kolega anda hingga jam 07:00 malam, direktur." Joonmyun hanya mengangguk – angguk. namun ia sadar, semakin lama, rona merah di pipi Yi xing semakin tampak. membuat Joonmyun sedikit khawatir.

karenanya, begitu Yi xing selesai membacakan agendanya hari ini, Joonmyun bernajak dari sofa. berjalan pelan kearah Yi xing yang sekarang hanya terdiam dengan matanya yang sedikit membulat.

menundukan wajahnya sedikit, tangan kanan Joonmyun bertengger di kening Yi xing yang telah berkeringat dingin (lagi). "kau baik – baik saja, Yi xing – ah..?"

Yi xing yang ingin membalas jika ia baik – baik saja, ia menjadi teringat dengan tips dari teman satu forum chattingnya. dia bilang, tips ini dilakukan saat mereka sedang berdua tanpa hambatan. dan sekarang bagi Yi xing, inilah waktunya.

Yi xing menggeleng sambil menundukan kepalanya. membuat Joonmyun bingung. ia tak tahu, jika saat itu Yi xing tersenyum kecil dengan mata yang berkilat nakal. agenda yang tadi ia pegang, kini tergeletak manis dipangkuannya. menyaksikan secara langsung bagaimana pria manis yang menjadi pemiliknya ini berusaha menaklukan direktur tampan yang menjadi target penaklukannya.

tangan Joonmyun kini bertengger di kedua bahu Yi xing. Joonmyun semakin bingun dengan perubahanYi xing secara tiba – tiba seperti ini. ia berpikir, jika Yi xing sedang sakit. jika benar begitu, maka ia akan menyuruh Yoochun untuk mengantarnya ke dokter lalu beristirahat di rumah.

"Yi xing, apa kau sakit..? kalau iya, aku akan menyuruh Yoochun untuk mengantarmu ke dokter dan—"

"saya baik – baik saja, direktur." potong Yi xing yang kini menatap kearah Joonmyun.

"apa kau yakin, Yi xing – ah..?"

Yi xing mengangguk kecil. ia tersenyum manis dan menatap Joonmyun dengan kepala yang sedikit ditundukan. tidak lupa bibirnya yang terkadang merapat dan terkadang terbuka untuk mengambil nafas. Yi xing nyaris kehilangan kesadaran dan niatnya untuk melakukan langkah penaklukkan ketika hidungnya mencium bau farfum yang terasa manly dari tubuh sang atasan. membuatnya mabuk.

"begitu..? tolong jangan memaksakan dirimu, Yi xing. jika kau sakit, sebaiknya kau pulang saja. tenang, aku tak akan memotong gajimu hanya karena hal ini. ok..?" Joonmyun tetap pada pendiriannya bahwa Yi xing saat ini sedang sakit dan butuh istirahat.

Yi xing menegakkan duduknya. tertawa kecil. "tentu saja, direntur. oh ya, untuk rapat jam 10:00 pagi nanti, anda ingin dimana..? biar saya beritahu ke Direktur Sang."

belum sadar dengan posisinya yang sedikit membungkuk hingga jaraknya dengan Yi xing berdekatan, Joonmyun berpikir sebentar. bahkan ia juga belum menyingkirkan kedua tangannya yang bertengger manis di bahu Yi xing. bagi Yi xing, itu adalah salah satu keberuntungan yang harus tidak boleh di lewatkan.

"kalau begitu, beritahu Direktur Sang kalau rapat nanti tempatnya di sini saja. jangan sampai terlambat, karena jam 01:00 aku masih ada agenda."

"baik, direktur." perlahan tapi pasti, Yi xing membawa tangannya ke pundak; dimana tangan Joonmyun masih berdiam manis disana. "lalu, bagaimana dengan jadwal makan siang bersama klien yang dari Indonesia itu, direktur..?"

dan tangan Yi xing berhasil menyentuh tangan Joonmyun. ia yang sedari awal tangannya bergerak menatap was – was kearah Joonmyun, diam – diam mendesah lega ketika tahu respon Joonmyun adalah tidak menyadarinya.

"maksudmu..?" Joonmyun mengernyitkan dahi. entah kenapa, semenjak ia menatap mata bening Yi xing, ia seolah tak bisa lepas darinya. terlalu sayang untuk dilewatkan; begitu kata hari kecilnya.

"maksud saya," tangan Yi xing yang sudah bersentuhan dengan tangan Joonmyun mulai bermain di sana. "anda ingin pergi sendiri atau ditemani saya atau Yoochun..?"

tangan lentik Yi xing bergerilya di sana. menari – nari dengan gerakan perlahan namun terasa di kulit. terkadang, tangan Yi xing memijat seduktif tangan Joonmyun. dan terkadang juga mengurut dan memasukkan jarinya ke sela jari tangan Joonmyun. memeluknya dengan lembut, memberikan suhu tubuh hangatnya pada sang atasan.

matanya masih terus berusaha mengunci penglihatan Joonmyun agar tertuju padanya. terkadang mata itu menatap dengan tegas, terkadang juga dengan sedikit sayu hingga terlihat seperti seolah menggodanya. tau terkadang, mata itu berkilat tipis. membuat Joonmyun terhipnotis dengan baik; agar ia tidak berpaling pada mata bening indah milik sekretarisnya.

desah nafas yang tidak bisa dibilang tenang itu terdengar lirih di ruangan yang serba biru muda. sesekali, angin yang berasal dari jendela yang keberadaannya dekat dengan sang Direktur – sekretaris, merangsek masuk dan menerbangkan helai dua pria berbeda rupa itu.

menimbulkan kesan manis dan romantic di ruangan mewah nan elegan milik direktur muda KIM corporation.

Yi xing menatap lembut Joonmyun. tak lupa senyumnya yang mampu membuat lesung pipinya terlihat. selain sedang menunggu jawaban Joonmyun, ia juga sedang merekam rupa dari pria yang telah menarik hatinya sejak pertemuan pertama. yang membuatnya jatuh cinta dan merasakan rasanya bagaimana jatuh cinta itu.

Joonmyun terperangah diam – diam. merasa kagum dan takjub dengan wajah Yi xing yang entah kenapa terlihat bersinar dan indah dimatanya.

"Direktur..? bagaimana..? apa anda ingin pergi makan siang dengan klien sendirian, atau di temani salah satu dari kami..?"

"ah..—biarkan..aku saja yang menemani mereka makan siang." Joonmyun tersenyum.

Yi xing tertawa bahagia dalam hati. sudah dua menit tangannya menginvasi tangan Joonmyun. namun Joonmyun tidak menepisnya atau menolaknya. bahkan terkadang, ketika jari mereka saling mengait dan Yi xing meremasnya kecil, Joonmyun membalas remasan Yi xing. membalas usapan tangan Yi xing. entah dengan sadar atau tidak, Yi xing belum mau memikirkannya.

yang penting, langkah awal untuk melakukan pendekatan sekaligus penaklukan terhadap targetnya sampai sejauh ini berhasil.

"begitu..? baiklah.." tatapan mata Yi xing kembali terlihat menggoda. "dan untuk rapat dengan kolega anda, anda ingin bagaimana..?

mata Joonmyun berlahan menjadi sayu, terlihat mengantuk. dalam hati, Yi xing berteriak girang lagi. ia tahu apa arti dari tatapan ini menurut teman chattingnya. karena itu, intensitas permainan tangannya pada tangan Jonmyun semakin intim.

remasan, pijatan, dan gelitikan di punggung tangan Joonmyun semakin sering dilakukan.

"hmm.. Yi xing – ah.." Suara Joonmyun terdengar lirih. dan deru nafasnya semakin berat.

Yi xing menyeringai kecil dalam hati. lalu, dengan nada yang dibuat polos, ia menjawab, "iya, ada apa, Direktur..?"

"aah.. a, aku.. aah…" Joonmyun menunduk. membuat Yi xing menampilkan seringai di wajah manisnya. tak lupa dengan lesung pipitnya yang menghias seringai yang justru terlihat menggoda dimata seme – seme night club tempatnya kerja paruh waktu.

"yaaaa~?"

"a, aku… aku mau.. hhh… ah…"

perlahan, wajah Joonmyun yang semula menunduk menjadi terangkat. arah tatapnya tepat ke wajah Yi xing yang sekarang tersenyum polos.

dan selanjutnya di ruang Direktur KIM corporation, terdengar suara bersin yang lumayan dahsyat. membuat Yoochun yang saat itu sedang menelpon karyawannya di divisi lain tersentak kaget dengan jantung yang berdebar kencang. matanya menatap aneh kearah pintu direktur muda.

.

.

"wah, selamat datang Kyungsoo." sapa Junho yang saat itu sedang mengelap meja tempat dua tamu wanita menikmati makan siang. Kyungsoo yang memang terbiasa masuk lewat pintu depan, membalas sapaan Junho dengan senyum. "cepatlah kau ganti pakaianmu dan temui manajer Jongin di ruangannya."

"nde, hyung!" balas Kyungsoo meskipun dalam hati ia bertanya – Tanya ada apa.

"hai, saeng. tumben sekali kau baru datang..?" Himchan menepuk pundak kanan Kyungsoo yang saat itu sedang meletakkan tasnya di loker dan mengambil pakaian kokinya menoleh. lalu mengangguk. "maaf hyung, selain jam kuliahnya di tambah, aku makan siang dulu di kantin kampus."

Himchan menatap aneh, "kau kerja di café, kenapa harus makan siang di tempat lain..?"

"maaf, aku terlanjur lapar. selain itu, aku merasa tidak enak hati jika harus makan di sini. aku 'kan bukan pembeli atau pelanggan." Himchan geleng – geleng kepala mendengar alasan Kyungsoo.

"kyungsoo, memangnya ada aturan tertulis atau tidak tertulis jika karyawan tidak membeli menu di café ini..? tidak bukan..?" Kyungsoo mengangguk.

"ya sudah, tidak masalah. tapi kalau kau kerja dan merasa lapar di sini, kau tinggal ambil jam istirahat dan makan, ok..? hyung tidak mau kau merasa tidak enak hati lagi, mengerti, baby..?" Himchan tersenyum manis, membuat Kyungsoo tersenyum lega. Kyungsoo mengangguk dan pamit pada Himchan untuk mengganti baju.

namun, belum sempat jarak mereka berjauhan, Himchan berteriak kecil agar Kyungsoo cepat untuk mengganti baju agar ia segera memasak makanan khas Timur tengah permintaan manajer mereka dan segera diantar ke ruangannya.

"memang ada apa, sih, hyung..? kok tiba – tiba begini..?"

Himchan mengedikkan bahu. "aku juga tidak tahu, saeng.. mungkin dia lapar dan ingin mencoba masakanmu..?"

"atau mungkin dia merasa ragu, karena kau yang seorang mahasiswa bisa bekerja di café terkenal di distrik ini, mungkin..?" sahut Sungyeol dari jauh. Himchan mengangguk setuju. "mungkin. ah, ya sudah, anggap saja ini ujian yang sama seperti manat manajer Lee lakukan padamu. percaya dirilah!" Himchan menepuk bahu Kyungsoo.

Kyungsoo tersenyum dan mengangguk mantap. "um! terima kasih, hyung!"

setelah Kyungsoo mengganti pakaiannya, ia langsung beranjak ke dapur. mengambil beberapa bahan untuk memasak kebab, makanan khas negeri seribu satu malam terkenal di negaranya. terkadang, ia harus menyingkirkan tangan – tangan jahil yang hendak mengambil beberapa bahan makanan atau juga untuk mencuil kebab untuk dicicipi ketika ia sedang menghiasnya. Kyungsoo ingin cepat berakhir supaya bisa membantu Sungyeol dan Himchan.

"nah, selesai!" ucap Kyungsoo puas.

ketika ia akan mengantar makanan itu ke ruang manajer, Kyungsoo terpaku. Kyungsoo teringat sesuatu; dan itu adalah tips dan trik dari Majesty. mengabaikan tatapan heran dan aneh yang dilayangkan oleh beberapa orang di sana.

"ada apa, Kyungsoo..?" tepuk Yongguk yang risih dengan keterdiaman Kyungsoo yang tiba – tiba. "eh, nggak apa – apa kok, hyung." Kyungsoo tersenyum manis. Yongguk pun mengangguk. "kalau begitu, cepat antar ini ke ruang manajer. manajer sudah menunggumu sejak satu jam setengah yang lalu."

tanpa basa – basi lagi, Kyungsoo beranjak dari tempatnya dan langsung menuju ke ruang manajer. dan selama perjalanan, ia, tak henti – hentinya menyeringai dan terkikik nakal. membayangkan apa yang akan ia lakukan pada sang target untuk menaklukannya.

"oh, kau sudah datang, Kyungsoo..?" basa – basi Jongin. saat itu, Jongin sedang mengecek anggaran pemasukan dan pengeluaran café melalui laptopnya. Kyungsoo tersenyum sambil mengangguk.

Kyungsoo meletakkan Beef kebab itu di meja Jongin. lalu duduk di kursi yang selalu sedia di depan meja kerja Jongin. berusaha tenang dan seolah tidak memiliki niat apapun alih – alih dalam hatinya ia amat gugup. ia bisa melihat Jongin melirik hasil masakannya dengan bingung. lalu dengan tangan kanannya, ia menggeser piring putih itu agar lebih dekat dengan jangkauannya. "kenapa kau memasak Kebab..?"

"itu karena kebab adalah makanan terkenal di negaranya, manajer.."

"hm.., kau tahu kenapa aku menyuruhmu untuk memasak makanan bukan italia, 'kan..?"

"menurut saya," Kyungsoo beranjak dari duduknya dan menghampiri Jongin dengan gaya jalan yang seduktif. tapi sayang, Jongin melewatkannya. "itu karena manajer dengar dari karyawan lain kalau hasil dan rasa masakan saya luar biasa." Kyungsoo tersenyum penuh arti.

"heh," Jongin setengah menyeringai. melirik Kyungsoo dan menumpu dagunya dengan tangan kiri, memandang Kyungsoo dengan sedikit tatapan remeh namun terkesan seksi dimata bulat Kyungsoo. oh, rasanya ia ingin berteriak nyaring kalau ia tidak tahan dengan feromonnya..!

"percaya diri sekali kau, Kyungie baby~" Jongin tertawa ringan. lalu memotong Beef kebab itu dengan garpu dan melahapnya dengan gaya elegan.

mengabaikan Kyungsoo yang melotot karena Jongin memanggilnya dengan manis sekali.

tarik nafas,

hembuskan.

Kyungsoo – ya, semangat! kau pasti bisa! tenangkan dirimu!

Bukannya kau ingin menaklukan Jongin..? kenapa jadi kau yang merasa ditaklukan olehnya..?!

ish! jangan sampai..!

Kyungsoo berdeham sedikit. lalu menatap Jongin yang masih menikmati beef kebab buatannya dengan gaya elegan. dengan gugup dan kaki yang sedikit gemetaran, Kyungsoo berjalan pelan menuju belakang kursi yang Jongin duduki. ia akan beraksi sesuai tips yang Majesty berikan. namun sebelumnya, ia tarik nafas dan hembuskan lagi selama tiga kali berturut – turut.

yak, mulai!

"manajer – ah, bagaimana rasanya..?" tangan Kyungsoo mulai merayap ke punggung kursi yang di duduki Jongin dengan perlahan dan diam – diam. "hmm..?" Jongin melirik Kyungsoo. lalu tersenyum melalui matanya yang sedikit melengkung. Jongin mengangguk pelan.

"apa manajer – ah suka..?"

"ya, aku suka. masakanmu memang tidak perlu diragukan lagi. aku kira mahasiswa sepertimu tidak bisa berbaur dengan suasana dapur." canda Jongin sambil melirik kearah kebab buatan Kyungsoo. Kyungsoo tertawa kecil. "itu karena saya tinggal jauh dari keluarga. jadi saya dan hyung saya harus bisa mandiri. bukan begitu, manajer – ah..?"

"kau tinggal berdua dengan hyungmu, Kyungsoo..?"

Kyungsoo mengangguk. kini, kedua tangan Kyungsoo berhasil memegang pundak Jongin. lalu dengan gerakan perlahan yang amat tidak terasa, jari – jemari tangannya menari di pundak tegap yang berselimutkan t-shirt berawarna abu – abu.

"ngomong – ngomong, apa saja bahan – bahan dari beef kebab ini dan bagaimana cara membuatnya..?"

dengan sambil memijat, meremas, dan menggelitik pundak Jongin, Kyungsoo menceritakan apa saja bahan dan bagaimana cara membuat makanan negeri seribu satu malam itu. Jongin yang telah selesai memakan kebabnya, langsung melanjutkan mengecek anggaran café.

Kyungsoo menjerit senang dalam hati, sebab sejak ia memulai aksinya untuk melakukan pendekatan hingga sekarang, Jongin tidak menunjukkan ekspresi bahkan tingkah tidak suka dengan perbuatannya. bahkan terkadang, Jongin menyenderkan punggungnya ke kursi seolah – olah ia sedang menikmati sentuhan tangan putih nan halus mulik mahasiswa tatatboga bermata bulat itu.

suasana ruang manajer yang semula hening dan hanya terdengar suara detik jam juga angin yang sengaja menampar keras tirai renda yang terdapat diruangan itu; sekarang terdengar suara merdu dari pemuda berusia 20 tahun yang bersama Jongin.

terasa damai sekaligus menenangkan. membuat siapapun iri dengan suasana menyejukkan dan pemandangan dari dua pria manis dan tampan yang terlihat seperti sepasang kekasih.

tapi beberapa menit setelahn Jongin telah melahap habis kebab buatan Kyungsoo dan Kyungsoo yang menceritakan bahan juga cara pembuatannya, Jongin merasa bahwa ada yang aneh dengan perutnya.

"Kyungsoo," Mata Jongin terbelalak dan berkaca – kaca. ia memutar kursinya hingga berhadapan dengan Kyungsoo yang merautkan wajah tenang; karena ia tahu arti mata yang Jongin tunjukan. "ya, manajer – ah..?"

"kau.., tadi.., memasukan apa di dalam kebab itu..?"

"eih? apa manajer – ah, tidak mendengar ucapanku..?" Kyungsoo mendekatkan wajahnya kearah Jongin. kedua tangannya kini menari diatas perut Jongin yang terbentuk dan menyeplak karena t-shirtnya yang bisa dibilang sedikit ketat.

"aku.. mendengarkanmu. tapi, kau.."

"hhmm…?"

"apa kau memasukan.. uuh.., ba, bawang Bombay di dalamnya..?" Mata Jongin tambah berkaca – kaca. ia menyentuh tangan Kyungsoo yang masih bermain di perutnya dengan gerakan manja. Kyungsoo mengangguk. mengabaikan pertanyaan dalam hati, mengapa manajer barunya yang tampan dan seksi ini berkeringat dingin.

dan dengan gerakan tiba – tiba, Jongin menhempaskan kasar tangan Kyungsoo. ia beranjak berdiri dan berlari dengan cepat ke kamar mandi khusus di ruangan itu. membuka pintu bercat kuning lembut polos dengan kasar dan setelahnya terdengar suara muntahan yang terdengar menjijikan. dan terkadang disela dengan batuk lirih dan geraman juga deru nafas yang terdengar berat.

Kyungsoo meringis dan mengernyit tidak enak. lalu ia menyadari sesuatu yang membuat Jongin meninggalkannya sendirian di tempat dan justru sibuk untuk memuntahkan makanan di dalam kloset.

"apa.., manajer tidak suka dan alergi dengan bawang Bombay..?"

matanya yang sudah bulat kini tambah bulat. Kyungsoo menjongkokkan diri sambil memeluk lututnya. pikiran buruk melayang – layang di kesadarannya.

"bagaimana ini….?! bagaimana jika aku dipecat karena hal itu dan misi penaklukanku jadi gagaaalll….?! huuueeee….!"

ah, sepertinya dua pria manis ini harus berusaha lebih ekstra lagi!

.

.

[To be contined]

.

.

.

A/N[1] :

#BackgroundMusic : We are never ever getting back together — Taylor Swift

konnichiwa, minna.. ogenki desu ? watashi wa genki desu~

(hehehehe! Al lagi belajar bahasa jepang buat kuliah nanti~)

ini chapter tiganya. di mana cerita ini adalah langkah pertama dari kumpulan tips bagaimana cara menaklukan seme yang dikasih oleh Heenim~ tapi untuk chapter ini, ini adalah jatahnya SuLay dan KaiSoo…

ufufufufufufu! dan hasilnya..?

bisa kalian baca sendiri dari chapter ini! #ketawanista

kalau mau langsung jadi, ya ceritanya nggak akan seru dan akan cepat habis! #kaupikiradayangmaubacaceritaerorsepertiini? #'jleb!'bangettahunggakhastagbarusan #pundung #abaikan

oh ya, teman – teman…, karena Al sudah kelas tiga SMA dan sebentar lagi Al mau 'bercumbu' dengan 6 sosok(?) penentu masa depan, jadi mungkin ceritanya akan update lama.

nggak apa – apa, 'kan, ya..? #kedipkedip

terus, do'akan Al semoga sukses dalam 'bercumbu'nya! nggak kalah dengan orang – orang yang pakai 'pelet' untuk menjerat keenam sosok(?) itu agar mereka mudah untuk 'mencumbu' dan mendapat hasil yang memuaskan! otte…?

dan, adegan bagian mana yang bisa membuat kalian terbayang di depan mata..?

KALAU AL SEMUANYA! SEMUANYA! HAWAWAWAWAWA! #ketawanista

ya sudah, sampai sini saja.

mind to review..? :3

.

.

A/N[2] :

ini balasan review kalian~

(kalau ada balasan, tapi nama akun kalian tidak terlihat di sana, itu murni bukan human error yang Al lakukan, ya! Soalnya di MSWord-nya juga, jelas – jelas Al tulis nama akunnya.. oh, why? Why? Whyyy…?)

Anenchi : "wah, bagus deh, kalau kamu suka! aku pikir pada nggak suka.. hehehehe.. #dilemparlemper| ya ampun, demi apa kamu berpikir kalau yang pakai lingerie itu sooman..?! #ketawanista| iyaaa~, itu Heechul~. oh, mereka itu anak nakal yang unyu – unyu! mereka adalah pelopor dimana uke menjadi penakluk seme! bukan seme saja yang bisa menaklukan uke! hawawawawawawa! #evillaugh| ini chap lanjutannya, dan Al boleh minta review~? #mukamelasgagal"

Raetaoris : "APA..?! KAMU ZEE NICKY..?! HAWAAAA! #hug #deepkiss| kanggeeennnn~ hihihihi! iya, ini chapter lanjutannya~ mau review lagi, dooonngg~"

Yurako Koizumi : "nah, lho? terus reviewer yang pakai nama 'guest' siapa dong, ya..?! (o_O) #silence| wah, kamu tahu 'durarara!'..? #tos| yes, dia Heechul! apa..? Siwon..? terus, Kibum sama siapa..?! Hangeng..?! ANDWAAAEEEE…! #fliptable #Bakarsesuatuyangadadisekitar| hawawawawa! Al sih nggak betah, hanya saja rasanya mau banget itu mata elang aku colok dan kutaruh di toples bekas sebagai kenang – kenangan~ #smirk #sadis| habis aku nggak tahan kalau dilihat setajam itu, mamaaaa~~ dede nggak kuaatt~ #dibekep| ini lanjutannya. mau review, dong~ :3"

Babyxing : "eih? gemas kenapa..? ini lanjutannya~ review diperkenankan~"

Wereyeolves : "tadinya mau dibuat perkapel, tapi susah dan memakan tempat(?).. jadi mungkin dibuatnya secara selang – seling. nggak apa – apa, 'kan..? #smile| iya, ini lanjutannya. mau mereview..? :3"

DragonPanda21 : "oh! sini, sini! mari ikut saya! tapi jatahmu hanya sepertempat piring, nggak apa – apa..? :3 #innocentface #DragonPanda21'sfliptable| coba kamu rangkai saja kata – katanya. pasti ketemu. clue-nya adalah, sesuatu yang nggak berhubungan jauh dengan Tao. gimana..? ketemu..? #smile| yup! Heechul! iya, ini chapter dimana mereka mulai beraksi step by step~ Al boleh minta reviewnya lagi, nggak..? :3"

Irnaaa90 : "ada yang tinggal sama orang tua, ada yang nggak~ memang orang tua nggak bertanggung jawab sama anak – anaknya! #heh #dirajam| bukan~ itu Heechul~ ini lanjutannya. mau review, dong.. :3"

Hibiki Kurenai : "hehehe! iya, itu Heechul! iya, Hanchul mulai langka sekali~ #sobs| salahkan kepala keluarga Huang yang nggak mau repot – repot melakukannya! #ketawanista| oh, Al juga penasaran, tips – tips apa yang dikasih Heenim pada bocah unyu seperti mereka~ kkkkk! ini lanjutannya~ mau reviewnya, ya… ditunggu~"

ShinJiWoo920202 : "wohooooooo! yes, you're right! #tos| kamu merasa kalau adegan itu seperti yang di fil – film, ya? sama, Al juga! hihihihihi! keren ih, membayangkannya! Al juga nggak sabar, tips apa yang dikasih Heenim ke mereka. kita tunggu perkembangan selanjutnya~! kamu penasaran dengan anaknya Heenim..? sama, Al juga! kita tunggu saja kemunculan anak Heenim, otte..? #wink #muntahmassal| ini lanjutannya.. silahkan dinikmati dan bayar dengan review, ya~ :P"

Wu Linxian : "ow, ow! jangan panggil Al dengan 'thor'.. Al 'kan bukan anggota the avenger~ kkk! panggil Al saja, otte..? #kedip #muntahmassal| wah, Hunhannya bukan di chapter ini, jadi maaf, ya~ tapi nanti Al kasih jatahnya, kok~. mau review lagi..?"

A/N[2] sudah selesai! #flyingkiss

.

.