(Ini hanyalah percakapan ringan antara para uke unyu yang menjadi main chara di cerita ini.)

(Percakapan ringan yang mungkin pasti tidak bermutu, sih…,)

(Tapi, jika kalian ini tahu apa saja yang mereka bicarakan, tentu! Ayo kita ikuti cerita ini!)

.

.

.

.

La conquista y el conquistador

.

Screenplays!official pairing of EXO and other

.

About characters is not mine, just a fic.

.

Aliceao96

.

M

.

Yaoi/BL/Be El/Typo/Alternatif Universe!

.

No like, don't read!

.

Summary! :

Guru – Murid; Manajer – Pelayan; Pemilik hotel – Office boy; Dokter – Suster; Dosen – Asisten dosen; Direktur – Sekretaris. kisah penaklukan enam orang namja. Berbagai cara mereka lakukan demi menarik perhatian sang target dan mendapatkan jiwa mereka seutuhnya. Mulai dari cara biasa dan lembut, hingga cara 'luar biasa' dan 'kasar'.

Bagaimana kisah keenam namja itu..? apakah mereka berhasil melakukannya, atau tidak..?

Apakah mereka berhasil menaklukan sang target…?

Atau justru ditaklukan oleh sang target…?

.

Warning! : ini hanya hiburan semata! Al nggak niat buat menghina para cast di sini, apalagi merek yang dibawa di fic ini! Damai, yo! Yo wes, lah! Dadah! Salam sahabat! :D

.

.

.

.

Chapter 5.5 [hyperstartling]

.

Di saat semua uke yang sedang menyibukkan diri dengan dunia mereka, Xiumin sambil mengunyah stick pocky rasa pizza milik Luhan berkata,

"dulu gue latah, lho! Tapi sekarang udah nggak, dong! Kece 'kan?"

Semua uke yang saat itu sedang berkumpul di ruang tamu rumah Huang bersaudara. Setiap seminggu sekali, keenam uke unyu ini punya jadwal untuk bertandang ke rumah salah satu dari mereka. Biasanya dimulai dari sabtu sore, mereka main dan menginap di sana. Dan kali ini, rumah Huang bersaudaralah yang menjadi sasaran mereka.

Kebetulan saat itu, suami istri Huang sedang merayakan hari ulang tahun mereka dengan berwisata ke negeri matador; sekaligus mau mengunjungi keluarga Byun bersaudara. Jadi mereka berenam bisa bebas melakukan apapun, selama itu bukan tindakan criminal. Membakar rumah – rumah tetangga, misalnya?

Saat itu, mereka masih ada di dunianya masing – masing. Yi xing yang sibuk main game di ponselnya sambil duduk selonjoran di sofa; Kyungsoo yang sedang membaca resep aneka makanan khas Indonesia yang dibelinya saat ada bazaar murah; Baekhyun sedang mencoba eyeliner tercinta kiriman mama dari negeri matador dan dia duduk di depan jendela ruang tamu; Tao sedang dalam sesi acara curhat bareng si boneka pandanya, dengan duduk sambil menyender meja ruang tamu; Luhan yang sedang bergenit riang lewat cermin mini yang baru dibelinya duduk menghadap televisi di samping Yi xing; dan Xiumin yang sibuk merampok semua makanan ringan yang tersedia di sana.

Yi xing yang saat sedang memainkan permainan 'pow' di ponsel pintarnya berhenti sejenak. Lalu menatap Xiumin dengan tatapan polosnya, "gue kagak percaya, ge. Maksud gue—lu bicara normal sama kita – kita sekarang. Dan cara bicara lu juga lancar banget kayak kagak ada gangguan dalam berbicara sama sekali."

Xiumin mendengus. Ada asap tipis keluar dari lubang hidungnya. Tao yang melihat itu berkata dalam hati, 'seperti naga, ya? Ada asap keluar dari lubang hidung Xiumin ge!'.

"latah itu bukan gangguan dalam berbicara, Xingxing!"

"oh.., terus apaan?" Baekhyun saat itu sedang mencoba memakai eyeliner warna biru safir limited edition miliknya jadi tertunda.

Xiumin tersenyum sombong. Lalu dengan percaya diri dia menjawab, "latah itu gangguan dalam berkomunikasi..!"

"ADJSUDHSKUSKHLXXX..?! ITU SAMA SAJA, BAOZIIII…!" Luhan berteriak jengkel. Kyungsoo memutar kedua bola matanya yang seperti burung hantu itu. "udah gaya bicaranya songong, jawab gayanya sok iye, kagak tahunya salah. Kalau gue kayak begitu, gue pasti malu banget!"

"terus, kok latahnya bisa ilang, sih..? kagak asyik, nih!" Baekhyun mempoutkan bibirnya. Mengabaikan deathglare Xiumin yang sungguh tajam sekali. "karena gue berusaha untuk menyembuhkan latah gue sebelum jadi parah! emangnya kenapa?! lu mau jahil ye, sama gue?!" sepertinya Xiumin sensitive dengan pembicaraan ini.

Baekhyun menggeleng dengan gaya keren. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya, ia merinding merasakan glarenya Xiumin. Mati – matian ia menahan untuk tidak mengompol karena takut. Tapi mau ke kamar mandi pun, ia tidak sanggup menggerakkan tubuhnya. Seolah dibekukan oleh Xiumin.

Tao berkedip dua kali, lalu ia menjatuhkan tubuhnya diatas karpet berbulu warna kuning pudar. Sambil memeluk boneka pandanya yang ia beri nama Unicorn (Yi xing sempat protes dengan nama itu), ia meringkukkan tubuhnya layaknya kucing. Sedetik kemudian, ia bertanya dengan wajah dan nada polos..,

"memang gege latahnya bagaimana? Aku ingin tahu~"

.

Dalam hati, para uke minus Xiumin juga ikut penasaran, seperti apa sih, Xiumin jika latah..?

.

.

Xiumin menatap Tao yang sedang menatapnya juga. Lalu menatap kearah dongsaengnya yang berwajah penasaran; ditambah dengan kedua bola mata yang berbinar – binar. Sebenarnya Xiumin bingung, ingin memberitahukan pada mereka atau tidak. Ingin tidak memberitahukannya, ia tidak tega dengan tatapan penasaran sang dongsaeng. Ingin memberitahukannya, ia merasa bahwa latahnya ini terdengar aib bagi diri sendiri.

"jangan! Itu aib gue! Kalian kagak boleh tahu!"

"yah~~ gege pelit, nih~" rajuk Tao. Disusul anggukan Yi xing yang sedang menggembungkan kedua pipinya.

"memangnya, kenapa lu – lu pada mau tahu banget? Pasti ada apa – apanya, ya?!" tuduh Xiumin.

Semuanya menggeleng. Kecuali Baekhyun.

Baekhyun saat itu sedang berjalan dengan gaya berjingkat. Daripada para uke yang lain, ia duduk dengan membelakangi Xiumin. Jadi Xiumin tidak tahu dengan pergerakan misteriusnya.

Sementara itu dengan para uke lain yang mengerti apa yang akan Baekhyun lakukan, hanya bisa mempertahankan acting mereka yang seolah tidak mengetahui apapun. Dalam hati, mereka berdo'a semoga uke tertua yang hobi makan ini tidak mengetahui rencana yang Baekhyun lakukan.

Sedangkan Xiumin, ia masih berceloteh tentang tuduhan tidak terbuktinya pada sang dongsaeng sambil mengutak – atik ponselnya. Tidak memperhatikan jika dongsaengnya tidak membalas apa yang ia katakan.

.

.

.

Semoga saja Xiumin gege/ hyung kagak tahu keberadaan Baekhyun/ Baekhyun hyung/ gege—

.

.

.

Semoga saja Xiumin gege/ hyung kagak tahu keberadaan Baekhyun/ Baekhyun hyung/ gege—

.

.

.

Semoga saja Xiumin gege/ hyung kagak tahu keberadaan Baekhyun/ Baekhyun hyung/ gege—

.

.

.

Semoga saja Xiumin gege/ hyung kagak tahu keberadaan Baekhyun—

.

.

.

.

.

.

"DOR!"

.

.

.

.

"EH, XIUMIN SEKSI GITU, LHO! KAYAK JUPE..!"

.

.

.

.

.

.

Hening.

.

.

.

Hening.

.

.

.

Terdengar suara Luhan menggebrak meja ruang tamu. Membuat semuanya berjingkat kaget.

.

.

.

.

.

"EH DEMI APA LU LATAHNYA KAYAK BEGITU, GE..?! DEMI APAAA…?! GUE KAGAK TERIMAAAAAAAAAAAAAAAAAA…! GUE YANG LEBIH SEKSI KAYAK JUPEEEEEEEEEEE….!"

("eh, eh.., Jupe tu siapa, sih, gege?" bisik Tao. Yi xing menggeleng dengan wajah 'gue kagak tahu apa – apa, dedek~'.)

"YE, MULUT YA MULUT GUE! SITU KAGAK USAH PLAGIAT, DONG! JADI ORANG TUH KEREATIP! KEREATIP!"

("hidih! udahnya latah, cadel huruf 'f' lagi! Double attack banget!" gumam Kyungsoo dengan raut wajah tanpa ekspresi. "gue baru tahu kalau Xiumin gege cadel huruf 'f'." balas Yi xing polos.)

"ADA JUGA 'KREATIF' KELESSS…, BUKAN 'KEREATIP'..! SI ATIP TUH KAGAK KERE! BUKTINYA AJA DIA AKHIRNYA BISA BELI CAWET BARU WARNA EMAS! UDAH FITNAH, CADEL LAGI! BALIK LAGI SONO KE TEKA! BADAN KAYAK PRETTY ASMARA GITU NGAKU – NGAKU JUPE..! HIDIH!"

("ebuset?! Xiumin gege disamain sama Pretty Asmara..?!" Yi xing melotot. Baekhyun dan Kyungsoo cekikikan.)

"EH, SITU JUGA BADAN KAYAK AMING KOK NGAKU – NGAKU JUPE?! BADAN KURUS, KEREMPENG, KERING KERONTANG GITU, KOK! OH MY GOD, MIRROR, PLEASEEEE~~~! NGATAIN ORANG KOK KAGAK LIHAT DIRINYA SENDIRI! BAH, IRONIS!"

("Aming? Siapa tuh, Aming?" Kyungsoo bertanya pada Baekhyun. Baekhyun tidak membalas. Sibuk mengompori duo uke yang lagi adu bacot di depannya.)

.

.

DHHAAK!

.

.

Yi xing, Kyungsoo, Tao, dan Baekhyun berjengit kaget. Menatap seram kaki Luhan yang bertengger mulus diatas meja. Wow lah, buat rusa genit kita ini! Jiwa premannya keluar!

.

.

"APA – APAAN LU GE, SEENAK UDEL BODONG SI ATIP NGATAIN GUE KURUS, KEREMPENG, KERING KERONTANG..?! LU PIKIR GUE RANTING POHON APA..?! BADAN SEKSI GINI, KOK!"

("sebenernya sih ya, kagak penting – penting amat nih pertanyaan. Tapi gue penasaran banget! Siapa sih si atip..?" bisik Yi xing pada Tao dan dengan lugunya Tao membalas, "tukang ojek langganan Luhan ge dan Xiumin ge, kali!")

"IYA, SEKSI! KALAU GUE NGELIAT SITU PAKEK SEDOTAN SEMUT! WAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAK…! ADA JUGA SEKSIAN GUE, LAH! PANTAT GUE AJA BOHAY! LAH PANTAT SITU? TEPOS! HAHAHAHA! TEPOS, FLAT KAYAK TRIPLEK!"

(Kyungsoo membulatkan mata burung hantunya. "gimana cara gege lihat orang pakek sedotan semut, ya? Jangankan upil yang ada di dalem idung! Jerawat segede gaban aja kagak bakal keliatan!". Dan Yi xing, Baekhyun juga Tao bergumam menyetujui.)

"TAMPAR GUE, TAMPAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRR~~~~~~~! SALAH APA GUE PUNYA TETANGGA KOK KAYAK LU! UDAH NARSIS SETINGGI JERAPAH, NGOMONG CADEL, SOK TAHU LAGI! TAMPAR GUE, TAMPAAAAAAAAAAAAARRRR—"

.

—PLAK!

.

.

.

Yi xing, Tao, Baekhyun dan Kyungsoo melotot.

.

.

Hening sesaat.

.

.

.

"BAOZIIIIIIIIIIIIIII….! KENAPA LU TAMPAR GUEEEEEEE….?! NGEBEKAS NIH, NGEBEKAS!"

("lihatlah tanda, merah di pipi…., bekas tampar tanganmu~~~" Tao menyanyikan lagu jadul sebagai backgroundmusic-nya. Tidak lupa dengan raut wajahnya yang inoken dan senyum polos yang bertengger di xing, Baekhyun, dan Kyungsoo cengok massal.)

"TADI YANG NGOMONG MINTA DITAMPAR TUH, SIAPA..?! SITU, 'KAN…!? YA UDAH, GUE TAMPAR AJA TUH, MUKA SITU! KENAPA..?! KURANG…?! SINI! MUMPUNG GRATIS TANPA DIUNDI!"

("kayaknya kita harus pisahin mereka, deh, teman – teman." Yi xing merasakan hawa – hawa tidak menyenangkan. Matanya melotot kearah Luhan yang kedua tangannya terkepal erat. Tao, Baekhyun dan Kyungsoo mengangguk kaku. Mata mereka menatap kearah Xiumin yang sedang menyeringai setan.)

"GUE KAGAK TERIMA! MUKA CANTIK GUE DINODAI! GUE KAGAK TERIMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….! LU HARUS NGERASAIN APA YANG SUDAH GUE RASAIN, BAOZIIIIII…! RASAIN PEMBALASAN GUEEEEEEEEEEE….! HEEIIIYAAAAAAAAA…..!"

("nah, lho, 'kan..?! tuh 'kan, tuh 'kan..?!" Yi xing menunjuk Luhan dan Xiumin dengan raut wajah horror.)

"GUE KAGAK TAKUT! AYOK MAJU, SINI! SITU GUE JABANIN! CIIIIIIIIAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTT….!"

("WOI, BURUAN PISAHIN MEREKA BERDUAAA…!" teriak Yi xing histeris. "AYE – AYE, SIR!" Tao, Baekhyun, dan Kyungsoo memberi hormat.)

.

.

.

.

.

(mari kita do'a'kan semoga mereka berempat sukses meredam pertengkaran absurd bin random Luhan dan Xiumin. Dan mempertahankan kedamaian dunia untuk selamanya.)

.

.

.

.

.

[Hyperstartling – the end]

.

.

.

.

.

A/N :

#Backgroundmusic : Glory and Gore – Lorde

Aasshh! Kenapa Al bisa buat ff serandom iniii…?! W(Q[]Q)W

Nggak tahu ah, gelap! (-3-)

Ini hanya edisi selingan (?) lho, ya! Semacam special limited edition gitu.

Aneh banget, ya? Sumpah! Nggak bisa buat fic humor! Ini fic jadi seperti ini juga Al bersyukur banget! #tumprnganbarengparaukeunyuyangdinistakandificini

(ya iyalah, di ff aslinya saja nggak se- gaje ini dialognya!)

Hahahahaha! Gitu, ya? #inokenfes #slapped

Oh iya, bagi yang bingung kenapa mereka di sini pakai bahasa gaul, anggap saja mereka itu alter ego(?)nya dari chara yang main di sinetron(?) La conquista y El Conquistador! Ok? #maksa #secondslapped

Jadi, adegan di bagian mana yang terasa nyata?

Kalau Al saat Tao nyanyi buat BGM percekcokan antara Luhan dan Xiumin! Kkkkk~~~~

Jaa,

Want to review..? :3

A/n[3] end in here~~~~

.

.

.

.