Luhan tertidur di pundak Xiumin.
Matanya sedikit membengkak dan di pipinya ada bekas aliran air yang mengering. Xiumin dan para uke yang lain menghela nafas lega; setidaknya Luhan pada akhirnya akan lelah juga dan tertidur dengan sendirinya.
Sungguh, mendengarkan Luhan yang sedang mencurahkan hatinya saat sedang galau itu sama saja dengan menyiapkan diri stok telinga pengganti mereka. Tidak akan berhenti sebelum ia puas. Dan sikap buruk Luhan ketika ia sedang mencurahkan isi hatinya; Luhan akan memaksa semua orang yang diajaknya berbicara untuk merespon. Luhan tidak suka jika curahannya diabaikan. Meskipun itu hanya dengan anggukan sekalipun.
.
.
(Luhan menghabiskan waktunya selama tiga jam penuh untuk mengeluarkan unek – uneknya tentang sikap dingin sehun dihari pertama ia menjalankan misi penaklukan, jika kau ingin tahu.)
.
.
(dan Luhan pura – pura tidak tahu dengan keadaan para uke lain yang terlalu lama menahan telinga panas dan menahan diri untuk segera pergi keluar kamar Yi xing; tempat mereka berkumpul)
.
.
"huft~" Baekhyun mendesah lega. Ia akhirnya bisa bermalas – malasan juga dengan katalog eyeliner terbarunya. "akhirnya Rusa gege tertidur juga. telingaku berdenging mendengar semuanya.."
Baekhyun cukup menahan diri untuk tidak menyumpal mulut Luhan dengan sandal selop bergambar unicorn - panda yang sedang Yi xing gunakan.
.
.
(Ya, Baekhyun nyaris melakukannya jika ia tidak segera ditahan oleh Kyungsoo yang menyuruhnya untuk bersabar sebentar lagi; ketika Kyungsoo menangkap raut wajah mengantuk Luhan)
.
.
.
.
La conquista y el conquistador
.
Screenplays!official pairing of EXO and other
.
About characters is not mine, just a fic.
.
Aliceao96
.
M
.
Yaoi/BL/Be El/Typo/Alternatif Universe!
.
No like, don't read!
.
Summary! :
Guru – Murid; Manajer – Pelayan; Pemilik hotel – Office boy; Dokter – Suster; Dosen – Asisten dosen; Direktur – Sekretaris. kisah penaklukan enam orang namja. Berbagai cara mereka lakukan demi menarik perhatian sang target dan mendapatkan jiwa mereka seutuhnya. Mulai dari cara biasa dan lembut, hingga cara 'luar biasa' dan 'kasar'.
Bagaimana kisah keenam namja itu..? apakah mereka berhasil melakukannya, atau tidak..?
Apakah mereka berhasil menaklukan sang target…?
Atau justru ditaklukan oleh sang target…?
.
.
.
.
Chapter 6 [Yi xing's Room]
.
Belum lagi dengan suara ingusnya yang beradu dengan selembar tisu; dan dengan seenaknya Luhan melemparkan ke pojok kamar, dekat dengan lemari pakaian Yi xing. Mengabaikan tatapan naas Yi xing pada tempat itu. Mungkin ia akan minta tolong pada Park ahjumma untuk membantu membuangnya.
"ehem! Yi xing – ah..," Xiumin memberi kode. Luhan harus segera dipindahkan dari pundaknya sebelum Luhan membasahi tubuhnya dengan air liur. "bisa kau tolong aku?"
Yi xing menoleh kearah Xiumin setelah puas meratapi pojok kamarnya. "iya, ge." Yi xing mengangguk.
Sebelum membantu Xiumin membawa tubuh Luhan ke ranjang, Ia menyempatkan diri untuk merenggangkan tubuh yang pegal.
Maka, dengan bersama – sama, dua uke yang dibilang tertua diantara tiga uke lainnya menggotong Luhan ke ranjang yang dihiasi beberapa boneka unicorn berbagai warna dan bentuk. Xiumin menatap aneh wajah Luhan yang di sudut bibirnya terdapat aliran saliva. Lalu ia menatap jijik sesaat dan setelahnya menghela nafas lega. Ia bisa menyelamatkan diri juga dari serangan liur Luhan.
"gege..," Panggil Yi xing sebelum Xiumin meletakkan kepala Luhan di bantal. "tahan sebentar. Aku ingin mengambil kain dulu untuk menahan liur Luhan ge merembes ke bantalku."
Saat itu, yang bisa Xiumin lakukan hanyalah mendesah berat dan mengumpati Yi xing dalam hati ketika sang pemilik kamar keluar dari kamar. Mau tidak mau, ia harus berjuang mati – matian untuk tidak membiarkan liur Yi xing menjamah lengannya.
"Kyungsoo ge..," Panggil Tao yang sedang duduk di meja belajar Yi xing; menghadap jendela yang kini menampilkan langit berwarna oren kemerahan. Kyungsoo yang saat itu sedang men-searching resep masakan Negara Thailand menoleh kearah Tao yang ada di sebelah kanannya. "ya, Tao-ie..?"
"bantu Tao mengerjakan ini.., jeball~~~" mohon Tao sambil mengedipkan matanya berkali – kali. Jangan lupa dengan keberadaan kedua telapak tangannya yang saling menempel di dada.
"eih?" sadar Xiumin. Ia menatap Tao sesaat sambil mengerjapkan matanya. "sejak kapan kau memanggil dirimu sendiri dengan sebutan 'Tao', hmm..? ada apa ini?" Setelah itu, Xiumin berusaha menghambat aliran saliva Luhan yang hendak terjun ke bantal dan tangannya. Membuatnya kewalahan.
Tao terkejut sedikit. Lalu ia mengusap tengkuknya dengan ringisan kecil. "apa tidak boleh? jelek, ya, ge..?"
"sebenarnya tidak masalah sih, hanya saja..," Baekhyun memposisikan dirinya untuk telungkup. Kedua kakinya bergerak maju mundur dan matanya tetap terpaku pada katalog. "aku merasa kau jadi sedikit manja jika kau menggunakan nama panggilan sebagai penyebut."
Tao merengut. "tidak apa – apa. Hanya coba – coba, dan Tao pikir itu cocok dengan pribadi Tao yang manja. iya, 'kan..?" Tao tersenyum lebar dan bergelayut manja di lengan kanan Kyungsoo. "Kyungsoo gege.., bantu Tao menerjemahkan kliping laknat itu..,"
"kosakatamu mengerikan, baby panda." komentar Yi xing sambil menautkan sedikit alisnya. Ia masuk ke kamar sambil membawa kain berwarna merah pudar yang terlihat tebal.
"Yi xing – ah! cepat kemari sebelum bantalmu dan lenganku jadi korban air liurnya!"
"iya!"
"memang kenapa tiba – tiba kau ditugaskan untuk menerjemah kliping ini?" tanya Kyungsoo yang telah mengabaikan ponselnya di kantung celana. Matanya menyusuri kata demi kata yang terdapat di kliping yang Kyungsoo genggam sendiri.
Tao memelas dengan bibir bawah yang digigit kecil. "Tao dapat hukuman karena terlambat masuk ke kelas, gege.."
"kok bisa?" tanya Baekhyun yang sedang membuka bungkusan snack rumput laut pedas milik Xiumin. Tidak mempedulikan Xiumin yang menjerit histeris mengetahui tangannya terkena tetesan liur Luhan.
"salahkan baba dan mama! gara – gara olahraga malam mereka, Tao jadi tidak bisa tidur!"
"bukankah kamarmu dan kamar orang tuamu jaraknya jauh, ya? dari ujung lorong ke ujung lorong.., ya, 'kan?" Kyungsoo meminta ballpoint kepada Tao dengan perintah non – verbalnya. Matanya masih memindai kata dalam kliping itu.
"memang. Tapi suasana malam 'kan hening sekali! jadi aku bisa mendengar erangan dan rintihan nikmat mama!"
"Tao," Baekhyun melirik Tao yang berada di belakangnya dengan tatapan jengah. "kau menyebut dirimu dengan namamu dan berbicara dengan nada manja polos pun tak ada nilai yang berarti, kalau kau berbicara pakai kosakata vulgar seperti itu." Kyungsoo mengangguk kecil. "kau masih kecil." komentar Kyungsoo yang sedang mencari arti kata melalui kamus digital di ponselnya.
"kau bergaul dengan siapa, sih..?" tanya Baekhyun.
Tao berkedip dengan bibir yang mengerucut imut. "dengan kalian semua yang sama – sama mesum." mengabaikan tatapan datar dan aura – aura tidak mengenakkan sang kakak beradik Byun.
.
.
(seandainya Tao tahu dengan umpatan yang diucapkan Baekhyun dan Kyungsoo dalam hati.)
.
.
"oh!" Tiba – tiba Kyungsoo berjengit kecil. "berapa lama kau diberi waktu untuk menyelesaikan hukumanmu, Tao?" Kyungsoo menoleh pada Tao yang kini sedang melihat isi katalog eyeliner bersama – sama Baekhyun.
Tao menjulingkan kedua bola matanya keatas, "ung..," jari telunjuknya diketukkan kecil di bibir curvynya yang belepotan dengan remahan snack. "tiga hari! ya, tiga hari!" Kyungsoo mengangguk kecil.
Ditutupnya kliping yang jumlahnya mencapai seratus lembaran. Diletakkannya di pangkuan Kyungsoo dan dirinya sendiri kembali menjelajahi internat dari ponselnya. Kyungsoo naik ke ranjang Yi xing dengan gerak polosnya yang diintai oleh mata panda Tao. Lalu tanpa rasa bersalah, Kyungsoo memposisikan diri memeluk Luhan yang sedang tertidur tenang.
Tao mengerutkan dahinya yang tertutup poni. "ge.., kenapa tidak dilanjutkan?"
"nanti saja. Atau malam ini Tao mau menginap dirumah gege sambil mengerjakan hukumanmu..?"
"apa tidak apa – apa?"
Kyungsoo mengangguk. "Baekhyun hyung~" Kyungsoo memanggil Baekhyun dengan nada manja. Membuat Baekhyun menoleh kearah Kyungsoo dengan bibir yang mengerucut lucu. Baekhyun berkacak pinggang, "apa? katakan padaku kau mau makan malam pakai apa?"
"tom yum!" Kyungsoo bangkit dengan semangat. Matanya berkilat – kilat.
"tom yum? apa itu?"
"itu mie khas Thailand, hyungie~~ ung~ ya? ya?"
Baekhyun menatap datar Kyungsoo yang mengedip – kedipkan matanya dengan pandangan melas. Ia menghela nafas. "tidak."
"isshhh~~ hyungie!"
"aku tidak mau memasak masakan luar negeri yang bahkan cara memasaknya pun aku tidak tahu, saeng baby~" Kyungsoo merengut. Kyungsoo membalikkan tubuhnya memunggungi Tao dan Baekhyun. Ia mengambek. "terserah Byun Baekhyun saja..!"
"aigoo~~" desah Baekhyun sambil menggelengkan kepala. "um, Kyungsoo ge~" panggil Tao. "apa?" sewot Kyungsoo, membuat Tao berjengit kaget. Tao melirik Baekhyun dan ia hanya mendapat balasan kedua pundak Baekhyun yang terangkat keatas.
"uh.., klipingnya ada dua, lho, gege. Jadi gege menerjemahkan dua kliping hukuman Tao selama tiga hari~~"
Kyungsoo melotot. Dengan gerak Slow motion, ia menatap Tao dengan wajah horror. "apa?! apa?! apa?!"
"sstttthh!" Baekhyun menyuruh Kyungsoo untuk tidak berisik. Secara spontan, Kyungsoo membekap mulutnya dengan kedua tangan dan merautkan wajah polos.
"hehehehe... gege mau membantuku, 'kan?" Tapi jawaban yang Tao dapat hanyalah tatapan tajam Kyungsoo yang melototkan kedua mata belo'nya.
.
.
(saat itu, Kyungsoo mengabaikan kenyataan bahwa Baekhyun dan Tao sedikit takut kalau – kalau kedua bola mata bening Kyungsoo lepas dari peraduannya.)
.
.
"ada apa, Tao?"
Yi xing keluar dari kamar mandi bersama – sama dengan Xiumin. Xiumin mengendus tangan dimana sebelumnya terkena tetesan liur Luhan. Tao memelas. Tao beranjak dari duduknya dan memeluk erat sang kakak yang tingginya sedikit lebih rendah. "bantu aku mengerjakan hukumanku, gege~~ Tao tidak bisa bahasa inggris~"
Yi xing menatap Baekhyun dengan tatapan minta tolong mengenai permintaan Tao. Maka dengan senang hati Baekhyun menjelaskan dari awal. Sesekali, Baekhyun mencuri pandang kearah Xiumin yang duduk di meja kerja mini Yi xing yang masih mengendus tangannya. Sesekali pula, Xiumin terkikik gemas dan menjerit tertahan.
Tao bergelayut manja di belakang Yi xing. Kedua tangannya memeluk leher sang kakak sambil mengikutinya berjalan menuju tempat Baekhyun.
Sementara itu dengan Kyungsoo, ia masih mengambek karena permintaannya tidak dituruti oleh Baekhyun. Sebagai pengalih kebosanan, Kyungsoo dengan jahilnya memainkan pipi Luhan dengan ditarik ulur. Tao yang melihat itu berharap – harap jika Luhan tidak bangun dan menjotos Kyungsoo yang memainkan wajah cantiknya tanpa seizin sang pemilik.
.
.
(karena Tao tahu, bagaimana seramnya Luhan ketika ia sedang emosi. menyeramkan sekali! membayangkannya saja membuat Tao bergidik ngeri!)
.
.
Yi xing menepuk kepala Tao dengan lembut. Membuat Tao keluar dari lamunan horornya tentang Luhan yang dalam mode marah. Tao menatap Yi xing yang sedang mengadahkan kepala dan tersenyum lembut. "ya sudah, biarkan Kyungsoo yang mengerjakan satu klipingnya. Dan satu klipingnya lagi akan gege bantu, hm?"
Tao memeluk sayang Yi xing dan terus mengucapkan terima kasih.
"ngomong – ngomong..," sela Baekhyun. Fokus matanya kini beralih pada Xiumin yang masih saja betah dengan kegiatan mengendus tangannya. "itu kenapa, ya, ge?" tunjuk Baekhyun hati – hati.
"oh. Itu karena sabun mandi rasa madu milikku. Kau dengar jeritan hysteris Xiumin ge karena terkena tetesan air liur 'kan, Baekhyun – ah..?"
"yah, berlebihan. Ciri khas Xiumin gege. Pantas diendus – endus begitu." Baekhyun memutar bola matanya searah jarum jam.
Hening melanda kamar berwarna hijau muda bernuansa go green.
Tentu saja, sebab di salah satu pojok kamar Yi xing, terdapat dua pot tanaman yang menghiasi ruangan. Selain itu, wallpaper lukisan sendiri yang bergambar dedauan yang berguguran juga beberapa burung yang beterbangan menambah rasa nyaman ruangan. Yi xing memang menyukai suasana ruangan yang terasa adem dan asri.
Berbanding terbalik dengan adiknya, kamar adiknya justru didominasi oleh warna monokrom. Selain karena Tao menyukai dua warna netral tersebut, Tao berujar jika dua warna itu mengingatkannya dengan para panda. Mengabaikan fakta jika kuda zebra pun berwarna belang monokrom juga.
"aaahhh~ Xingie~~ nanti kalau kau ingin membeli stok sabun mandimu, ajak aku juga, ya!" Xiumin berujar dengan semangat. Yi xing mengangguk sambil menunjukan jari tangannya yang membentuk huruf 'o'; "ok deh, gege! hihihi~ kau benar – benar menyukainya, ya..?"
"hm?" Xiumin kembali dari dunianya. Xiumin melirik ke tempat Kyungsoo. "kenapa dengan anak itu?" tunjuknya sambil bertanya pada pada Baekhyun. Baekhyun melirik sedikit ke orang yang ditanya sambil membuka botol soda.
Baekhyun menghela nafas kecil, lalu meneguk tiga tegukan sodanya. "Kyungsoo – ya..,"
"...apa?" Kyungsoo tertidur menyamping. Ia memeluk lengan Luhan dan menyembunyikan wajahnya di bahu Luhan yang tertidur pulas. Tidak tahu jika saat itu Luhan menyeringai kecil. Membuat Xiumin dan Yi xing yang melihatnya menatap Luhan dengan tatapan aneh.
.
.
(membuat mereka bertanya – tanya, apa yang dimimpikan Luhan hingga membuat Rusa cantik itu menyeringai kecil namun tampak seperti orang mesum.)
.
.
"yah.., baiklah! baiklah! kau menang! dan kau akan mendapatkan Tom Yum-nya!"
Setelah Baekhyun berkata dengan sedikit terpaksa, Kyungsoo bangkit dengan tiba – tiba. Memekik tertahan dengan wajah yang berseri senang. Lalu ia turun dari ranjang dan menubruk Baekhyun. Menelusupkan kepalanya di perut Baekhyun dan menggerakkannya ke kanan – ke kiri.
Seperti anak kucing.
Tak lupa Kyungsoo bergumam jika ia menyayangi kakak tak sedarahnya. Terus menerus.
Baekhyun berdecak dan berkacak pinggang. Lalu tangannya mengusap lembut helai rambut Kyungsoo.
"oh iya, ngomong – ngomong, aku jadi teringat dengan curahan hati Luhan.." Yi xing melirik Luhan yang tertidur sambil memeluk gulingnya. Dalam hati, Yi xing berharap jika gulingan tidak merembes air liur Luhan.
"memangnya kenapa?" Tanya Tao yang kepalanya diletakkan di paha Yi xing. Yi xing mengusap rambut hitam semalamnya dan Tao sendiri sedang memainkan game online di tablet milik sang kakak.
"aku ingin tahu, bagaimana dengan nasib kalian dalam misi pertama, eoh..?" tanya Xiumin. Dagunya ia letakkan di pinggir atas kursi dengan telapak tangan kanan sebagai alasnya.
Semua saling memandang Xiumin. Berkedip beberapa kali dan kemudian saling melempar pandangan kearah lain.
Wajah mereka memerah, namun bukan karena tersipu malu. Selain itu, mereka sama – sama merautkan wajah memelas sedikit putus asa. Bahkan Xiumin yang bertanya seperti itu saja, mulai merasa tak enak dengan hatinya. Sedangkan dengan Kyungsoo, ia menyembunyikan wajahnya di perut Baekhyun. Mengabaikan ponselnya yang sedang mendownload video tutorial memasak okonomiyaki.
Sekarang, hanya terdengar suara detik jam dan suara gelembung air akuarium ikan mas koki milik Yi xing.
Ketika mereka mendapat pertanyaan spontan dari Xiumin, entah kenapa mereka merasa tak semangat. Tentu saja, mengingat bahwa misi penaklukan dari seorang teman chatting yang terkenal dengan tips dan triknya ternyata gagal.
Gagal dengan cara diluar jangkauan harapan.
Entah itu jadi korban bersin dari sang target, tanpa sengaja meracuni sang target, penyakit keambiguan sang target, mengalami kejadian pahit di bus dan dimarahi dengan amat dingin oleh sang target, atau juga tidak diakui oleh sang target.
Bahkan bisa dibilang, daripada maju; mereka justru cenderung mundur satu langkah.
Mengingat apa yang terjadi dengan sang target masing – masing. Kejadian memalukan yang bisa dikategorikan sebagai aib.
.
.
(jangan sampai yang lain tahu jika di misi pertama mereka, kegagalan yang memalukan terjadi!)
.
.
Kyungsoo bergumam kecil. Meretakkan keheningan canggung yang telah berlangsung selama lima belas menit lamanya. "sudahlah.., daripada mengingat yang dulu – dulu, lebih baik kita minta tipsnya yang kedua dari Majesty, eoh? iya, 'kan?"
Semua yang ada di sana menatap Kyungsoo dengan pandangan sedikit memelas. Mereka tahu, bahwa Kyungsoo ingin mengalihkan topik pembicaraan alih – alih sedikit membuat mereka patah semangat juga.
Tapi kemudian, mereka menutup mata di timing yang bersamaan. Mengumpulkan semangat yang sebelumnya telah tersedot dari puncak hingga tersisa sedikit di bawah. Berpikir positif jika pada suatu hari nanti mereka tidak akan gagal.
"baiklah~ ayo kita buka forum chattingnya!" pekik Tao dengan semangat.
.
.
.
.
.
.
["Welcome to our chat room ::: La Conquista y El Conquistador"]
[Enter your account name]
[Enter your e – mail]
[Enter Your Password]
[Create New account]
[forgot your password?] [help]
.
.
Semua uke manis yang ada disana mengetikkan semua yang diperlukan untuk masuk ke dalam forum chatting. Sesekali, mereka terkikik senang, sebab sebentar lagi mereka akan melupakan kejadian di misi awal dan mendapatkan trik untuk misi kedua.
.
.
/|XiubaoZiMin| was online on forum/
/|Baek00Con| was online on forum/
/|Ad_naPTZH| was online on forum/
/|UniXingFreakCornYi| was online on forum/
/Porosoo| was online on forum/
.
.
Lalu atas kesepakatan bersama, akhirnya mereka meminta Baekhyun untuk mengundah Tao, Yi xing, Xiumin dan Kyungsoo ke dalam fasilitas private chat.
.
.
[[|UniXingCornYi| is added |Baek00Con| - |Porosoo| - |Ad_naPTZH| - |XiuBaoZiMin| to private chat]]
.
.
"kali ini, siapa yang mau mencoba mengundang Majesty – ssi?" tanya Kyungsoo yang tidur – tiduran di pangkuan Baekhyun; sama seperti Tao.
Semua saling memandang. Sedetik kemudian saling menunjuk satu sama lain dengan wajah polos. Kyungsoo menunjuk Xiumin yang sedang menunjuk Yi xing. Yi xing menunjuk Baekhyun yang sedang menunjuk Tao. Dan Tao yang sedang menunjuk Luhan yang sedang mengigau.
Luhan mengigau sambil tersenyum mesum. Tak lupa dengan aliran saliva yang telah merembes ke guling yang sedang di peluk Luhan. Semua orang mengabaikan jari telunjuk yang mengacung kearah mereka, dan lebih melihat Luhan yang sedang terkikik bahagia.
.
.
("tidur dengan wajah mesum dan terkikik seperti itu? kira – kira apa yang di mimpikan rusa cantik itu, ya, gege/ hyungie?" bisik mereka dengan tatapan aneh yang dilayangkan untuk Luhan)
.
.
"aah~ Sehunnaah~~ hhnnggghh~~"
.
.
Sepasang telinga kelima uke unyu itu bergerak kecil di bagian cuping atasnya. Tubuhnya berjengit kaget; bergidik. Sepasang keping mata mereka melotot dan menatap Luhan dengan tatapan horror. Dengan perlahan dan penuh perasaan, mereka bergerak mendekati Luhan. Mereka melingkari di sekeliling Luhan yang kini sedang menggrepe – grepe guling Yi xing.
raut wajah mereka tambah horror.
Kini, Yi xing tidak ada niat dan minat lagi untuk meratapi nasib salah satu gulingnya. Yang bersemayam di pikirannya adalah apa yang dimimpikan Xi Luhan hingga yang bersangkutan mendesah sesensual itu? bahkan hingga menyebutkan nama seseorang!
Xiumin menelan salivanya gugup ketika matanya tak sengaja menangkap lidah Luhan yang bergerak tanpa sedar. Seolah jika lidah itu sedang bertautan dengan lidah seseorang dan melakukan French kiss.
"ooh~ aah.., yaah! ahh~" Luhan bergerak gelisah.
Kyungsoo menatap Baekhyun yang sedang berkeringat dingin. Yi xing menutup mulutnya dengan kedua tangan; menahan pekikan nyaringnya ketika ia mendengar Luhan mendesah lagi. Sedangkan Tao, matanya bergerak – gerak gelisah dan mulai berkeringat dingin.
Tiba – tiba, suhu tubuh kelima (atau keenam?) uke unyu beragam usia itu memanas. Wajahnya memerah ketika mereka melihat bagaimana raut wajah Luhan ketika yang bersangkutan sedang mengalami mimpi basah. Ya, mimpi basah di kamar orang lain. Benar – benar hebat, rusa yang satu ini. Nakal luar biasa!
.
.
(Seandainya sang pemilik kamar tahu arti dari mimpi dan tingkah nista Luhan.)
.
.
Di sisi Luhan, tanpa sadar di bagian pinggul ke bawah, dengan nafsunya ia menggerakkan selangkangan agar bergesekkan dengan guling Yi xing. Lalu Luhan menjerit dan mendesah nikmat lagi; bahkan desahannya lebih bervariasi dan sesekali dirty talk-nya keluar. Membuat kamar Yi xing yang memiliki dua buah AC dan lebar ruangannya cukup luas, diisi oleh gema desahan Luhan dan hawa panas menggoda.
"oh! ah~~ sehuunnhh~ sehhunnnhh! ngh~ yes! yes! ah~~ aaa~~"
zrut! zrut! zrut!— begitulah suara gesekan antara selangkangan dan guling Yi xing yang dielus, diciup ganas, dan diremas – remas Luhan. Entah apa yang Luhan anggap pada guling itu. Yang pasti, mungkin itu adalah sesuatu yang Luhan inginkan dan hasratkan.
"yeahh~~ ngh! theresshh! sshhtt! aah~! aaa! nggggaaahhh~~ oh, yeah!"
Luhan terlonjak – lonjak, bergerak gelisah tidak jelas. Tubuhnya berguling – guling kesana kemari; namun tangannya masih memeluk korban pelampiasan hasrat dan teman mimpi basahnya; guling.
"OOHH~~! AAAHH~~! NGGHH~~!"
Intensitas kekerasan nada suara desahan Luhan semakin menjadi. Membuat kelima penonton itu menjaga jarak dari Luhan. Yi xing menggenggam erat tangan Tao yang bergetar; dalam bisiknya, ia menenangkan Tao jika Luhan tidak sedang kesurupan mahkluk halus atau apapun sebutannya. Kyungsoo memeluk salah satu boneka unicorn Yi xing yang untung saja tidak bertebaran di dekat Luhan. Baekhyun dan Xiumin saling berpelukan, masih dengan wajah horornya.
Dan beberapa detik kemudian, terdengar lengkingan tertahan dan desah lega dari Luhan. Membuat tubuh para penonton berjengit kaget lagi. Hening yang damai dan hawa panas nan menggoda di kamar Yi xing telah lenyap dihirup AC. Menimbulkan keheningan yang nyaman dan damai.
Luhan kembali tertidur dengan pulasnya. Keringat masih bertamu di tubuh dan membasahi pakaiannya. Wajahnya sedikit memerah dan ia tersenyum kecil dengan dderu nafas orang tidur normalnya.
Lalu perlahan, guling yang dipeluk Luhan berguling ke kanan, kearah Yi xing yang mendesah lega ketika kejadian nista ini berakhir. Namun kemudian matanya melotot garang dan ia memekik tertahan dengan nada tinggi. Membuat semua orang berlomba – lomba menutup telinganya.
Dengan berkacak pinggang, Yi xing beranjak dari tempat dan menatap Luhan yang tertidur damai dengan aura iblis yang menguar – nguar.
Detik selanjutnya, dirumah yang hanya ditinggalkan oleh keenam pria dan remaja uke di dalamnya terdengar teriakan, bentakan, umpatan, dan suyara barang yang jatuh dan barang yang pecah. Lalu disusul suara teriakan kepanikan dan tawa yang menggelegar, membelah angkasa malam yang cerah hingga menampakan kelip bintang dan seringai bulan sabit.
Mengabaikan kondisi salah satu guling dari kamar salah satu Huang bersaudara—
—dengan kondisi berantakan dan salah satu tempatnya terdapat rembesan basahan yang hangat dan berbau khas sperma baru.
Beruntung Zhoumi baba masih dalam perjalanan menuju rumah dari kantor, dan Henry mama yang bersama Park Ahjumma yang sedang berbelanja kebutuhan sehari – hari. Jadi mereka tidak terganggu mendengar suara desahan Luhan dalam mimpi basahnya, amukan Yi xing yang mengetahui salah satu guling kesayangannya menjadi korban nista, dan kepanikan kuartet Xiumin-Baekhyun-Kyungsoo-Tao dalam menahan amukan Yi xing yang semakin menjadi.
.
.
.
[To be continued]
.
.
.
A/N[1] :
#BackgroundMusic : Move like jagger – Maroon 5
Hallow~~~ Al kembali lagi di La conquista! ada yang masih tetap stay tune di sinetron berkedok ff ini? hahahay~ :D
Jujur, kalau Al ngomong ff ini seperti sinetron, rasanya Al benar – benar ingin mewujudkan fakta laten ff ini untuk dijadikan sinetron! tapi.., yah.., hahahaha..., Al nggak usah bilang hasilnya seperti apa kalau itu terjadi! #garukgaruktengkuk (._.)
Dan ini entah kenapa lebih condong ke humor, ya?
Ya sudahlah, nggak apa – apa, 'kan, ya? maklum efek chapter sebelumnya! hahaha! XD
Oh ya, Al mau promosi sebentar, ya; Jadi, Al buat ff baru berseri. Main pairnya KT, tapi pairing yang lain tetap ada, kok! :D
Genrenya supranatural Romance gitu, dan sedikit nggak masuk akal karena ada fantasy – nya juga! :3
judulnya malaikat jatuh~~~ (ovo)
mampir, ya~~~~ #ketjupbasah #tebarconvetti
Lalu, adegan di bagian mana yang terasa nyata bagi kalian?
Kalau Al sih, bagian dimana Xiumin jerit histeris tangannya terkena liur Luhan. hahaha... dasar uke (mengaku) badan mirip Jupe! :D #efekdahsyatchapter5,5
jaa..,
want to review? :3
A/N[1] dies ende~
.
.
.
A/N[2] :
Ini balasan review kalian~
Maple Fujoshi2309 (ch 4) : "nggak apa – apa kalau telat, yang penting Maple sudah mau mereview~ #friendlysmile| oh ya? kalau nggak ada rasa sama Baekhyun bagimana..? (Baek : gue bakal terjun dari lantai tiga di kampus dan menggentayangi lu , Al! #sewot).., hehehe! :D| ok, i will do it, babe~ #slapped"
Maple Fujoshi2309 (ch 5) : "iya, benar sekali! kenapa coba harus jual mahal itu angry bird, heh? #siniskeKris #dilemparkekandangberuangkutub| Al juga sakit hati kalau dibegitukan sama si Thehun.., hiks! #freepukpukbuatRusacantik #Luhanrapopo #LuhanmoveonbarengJupe| ok, i will do it, babe~ #secondslapped"
Maple Fujoshi2309 (ch 5,5) : "apaaaaa...?! Soo main film..?! sama siapa..?! sama siapa..?! awas saja itu lawan pemain film-nya kegatelan, Al kasih asap kemenyan biar nggak laku itu orang! huahahahahahaha..! #evillaugh| ehehehe.., kalau secepat itu para seme kece sadar, ini ff bakal cepat tamat dengan tidak elitnya, dong~~ (Kris : seolah – olah ff buatan lu ini elit aja.. #tegukwinedengangaya(sok)ketje #AldanKrisadujotos) ok, thank you for your support~~~ :3"
Hibiki Kurenai (ch 5) : "Hibi, jangan dibayangin itu jadi kenyataan.. kasihan Lulu-nya. pasti nanti dia dilema, galau, gelisah! geli – geli basah~ XD (Lulu : heh! situ mau gue gigit pantatnya, hah?! ngajak rebut nih, ceritanya..?! #sewot) hahahahahahahahaaaa...! #gulinggulingdilantai"
Kkamjongyehet : "Al juga senaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg~~~ sekali waktu Luhan digoda di bis! hahahaha! om – om saja kecantol sama dia! Al juga sukaaaaaaaaa banget waktu HunHan duet lagu romantic! Tapi waktu Lulu diomong sedingin itu, Al nggak sedih, dong! hahahahaha..., 'kan Al yang buat ceritanya begitu! XD (Lulu : situ benar – benar mau gue gigit rupanya! #matamelotot) iya! itu om pedofil sok – sokan jual mahal! awas situ nggak laku lho, di ff nanti! hyahahahahaha... (Kris : Oi Rusa, lu mau ngasih pelajaran sama tuh bocah imbisil, 'kan..? koalisi nyok!)"
Hibiki Kurenai (ch 5,5) : "iya! Umin itu Jupe; Lulu itu Depe; Xingxing itu Aura Kasih; Baek itu Nikita Mirzani ; Kyung itu Sandra Dewi; dan Tao-er itu Rahma Azhari! hahahahahaha! HAHAHAHAHAHAAHAHAY! #ngakakgelundungan #tosbarengsemeketjeyanglagimenyeringaimesum"
Kirei Thelittlethieves : "hahahaha! masa`, sih..? iya, jangan cekikikan jam satu! nanti ada yang ikut tertawa lagi di sekeliling Kirei~ huihihihihihihihihi~~~ #slapped| ok, ini sudah lanjut! review..? :3"
Wu Xinlian : "eh? untuk yang di chapter 5, memang ada humornya, ya? Al baru tahu, lho~ (-u-) Syukur deh, kalau itu buat Xinlian ketawa terhibur.. #hug| jangankan Xinlian, kucing peliharaan Al saja greget gara – gara si Thehun dan om Pedofil sok jual mahal! hidih! dasar angry bird sok ketje! awas lho, kalu – kalau nggak laku di ff ini! #sinishanyasamaKris #Thehunnyengirlebarkarenanggakdibully #KrisdanAladujotossesikedua| mau dibuat versi seme ketjenya nih, yang chap 5,5..? nggak yakin soalnya..(T_T) 'kan mereka nggak saling kenal satu sama lain~ tapi, karena ini request dari Xinlian tersayang.., Al coba usahakan buat humor versi seme ketjenya, deh! #hug| tapi kalau agak menyimpang dari cerita nggak apa – apa, ya..? :3 ok, hwaiting~~!"
ShinJiWoo920202 (ch 5) : "hahahaha! nggak apa – apa, Lulu mah tahan banting! Lulu kuat! Lulu rapopo! Lulu move on bareng mbak Jupe! hahahaha! XD siapa juga yang nggak seding kalau dimarahi dengan nada sedingin itu...? brrr~~~~ #dideathglareThehun| Shin suka pas Tao buing – buing, maka Al suka dengan wajah cengonya Kris! #tawatengil"
ShinJiWoo920202 (ch 5,5) : "oh ya? yah.., Al juga pernah rasanya dianggap orang gila sama adik gara – gara suka ketawa tiba – tiba tiap baca ff! :3 kita senasib! #tosbareng| Al penasaran..., siapa ya yang menang adu jotosnya antara Luhan dan Xiumin~~? :D"
BangMinki : "iya, nanti Al benari, deh! kalau inget, lho! soalnya Al suka lupa gitu kalau sudah sampai warnet! ciyuussss... nggak bohong! (o_o)v (Kris : bah! alibi saja kau, ni! #logatbatak) ok, ini next chapternya.. review lagi? :3"
PURPLE – KIMlee (ch 2) : "ok~"
PURPLE – KIMlee (ch 3) : "hahahaha.., iya! biar merekanya berusaha lebih keras(?) lagi! XD"
Initial D 0326 : "ok, ini sudah lanjut, kok! mau revie lagi? #hug"
PURPLE – KIMlee (ch 4) : "ok, itu sudah!"
PURPLE – KIMlee (ch 5) : "bukan Tao namanya kalau nggak ajaib! hahahaha!"
PURPLE – KIMlee (ch 5,5) : "ok, ini sudah~"
Titan18 (ch 5, 5) : "ok, terima kasih, chingu~~ #hug| oklah, aku buat FS KT sesering mungkin di ff ini, se-fluffy dan se-hot mungkin! yang lain juga~~ dan ini next chapter sudah hadir, maaf lama~ X"D #innocentface| mau mereview lagi..? :D"
