Author Note:

Ahalooooo, Icha kembali lagi untuk up fic ini^_^, Icha update di hari pemilihan dan moga senpai senpai yang sudah memilih sudah menetapkan pilihan yang tepat untuk Negara kita ya, ciao..

Balas Review dulu..

Arevi. are. vikink : Haha, emang begitulah Sasuke di sini. Agak agak gimanaa gitu*PLAK* arigatou,

Login : Wuhuu, sip oke. Arigatou..

uchiha. izami : Haha, TBT s2 ditunggu aja. Arigatou ya atas reviewnya^_^

Lsamudraputra : Haha ya, Icha balik lagi nih. Rindu ya Samudra-san *PLAK* soal gulungannya itu ada di judul fic ini, 'The Death Scroll' atau gulungan kematian. Untuk fungsinya masih rahasia. Haha, waduh bahaya nih kayak Jiraiya-sensei. Arigatou..

sgiariza : Sip, arigatou ya..

Tragger : Yosh, Fujo dan Fudan itu adalah para penggemar Boy Love Boy, atau Shounen-ai, atau yang lebih ekstrem Yaoi *KAU TAHU BANYAK CHA?!* Hahaha, pastikan Tragger-san tidak melenceng^_^. Arigatou ya..

Guest : Sip, pastinya^_^ arigatou..

Z.L.C : Arigatou. Icha juga suka reviewnya^_^

Topeng Lolli Kura : Sip, arigatou adios amigos^_^

hanafid : Oke sip^_^ arigatou..

Readers-san : Haha, IYAAAA! IYA ARIGATOUUUU!

Tamma : Yosh, oke bos. Arigatou ya..

zukito : Nyaaan, bisa dibilang begitu :D. oke sip arigatou ya..

sora narukami : Hihi. Arigatou. Icha senang^_^

Querilla Nyxa : Wahahaha, jangan fujo mode on. Ini Not Yaoi Querilla-san. Nanti di fic lain saja^_^ arigatou ya..

opek. zesyu : Hahaha, banyak yang mengira begitu. Oke sip akan Icha lanjutkan dan arigatou..

Silent reader tobat : Yosh. GOOD! Arigatou ya atas reviewnya^_^

Dark Namikaze Ryu : Iya, ini demi para Readers atas nunggaknya si Doni-san mecum ituu, hihi. Oke sip arigatou ya..

reffast 1000cc : Oke sip. Arigatou..

narutouzumaki. un42 : Haha, iya. Naru-chan kan memang penakut sama para mahluk gaib. Arigatou ya..

uchiha drac : Yosh. Arigatou ya^_^

MahardikaRBL : Hihi, yap. Moga Doni-san cepat mengeluarkan karyanya^_^ arigatou..

altadinata : Ya, seperti itu. Oke sip, arigatou ya..

leontujuhempat : Yosh, sip. Arigatou ya..

Guest : Sip. Arigatou atas reviewnya. Yosh, semoga Doni-san mempercepat kerjaannya^_^

GazzelE VR : O yeaaah. Icha bisa meyamai si Doni-san mecum itu. Oke, Sasuke-kun ahahaha, hihi..arigatou ya^_^

Ailfrid : Yap, seperti itu lah. Untuk beberapa chapnya masih ragu Ailfrid-san. Semoga saja tidak terlalu panjang. Arigatou ya..

diery. snap : Sip. Arigatou ya. Icha akan lanjutkan^_^

Satrio Arif : Oke sip. Arigatou..untuk TBT s2-nya masih menunggu Doni-san, emm..moga moga si jenderal mecum itu cepat mempublishnya^_^

Hanzer v reload : Haha, oke sip Hanzer-san^_^

opickanak. sengsarelemanmasihkodek : Oke sip. Arigatou ya^_^

UzumakiDesy : Ini Cuma filler saja Desy-san. Arigatou ya..

Guest : Oke sip. Arigatou ya..

budey. s. reydit : Belum tahu Budey-san. Masih menunggu dari Doni-san dulu. Arigatou..

Rifal. vengeance: Yap. Arigatou ya^_^

uchiha leo : Yosh! Arigatou Leo-san^_^

Rinnegan : Haha, sip. Ni Icha sudah berusaha. Arigatou ya..

Langsung aja, welcome to The Best Team^_^

Opening Fic^_^, Icha ambil dari Soundtrack OP anime Shounen-Maid Kuro-kun.

Name Song : Tenshi no Uta (Angel's Song)

Nagareru sanbika sora ni wa noboru kumo.

(Terlihat Naruto yang sedang duduk dengan wajah sedih di ayunan yang biasa dia duduki waktu di Akademi. Layar terlihat sedikit bergoyang dan buram.)

Subete no nukumori tooku ni kieta.

(Terlihat Sasuke yang berdiri di depan makam para klan-nya dengan tatapan onyx kelam penuh dendam. Layar terlihat gelap di sekeliling Sasuke dan hanya dirinya yang terlihat cukup terang dan jelas.)

Setsunai tasogare hitori ni naritakute,

(Naruto bangkit berdiri dari ayunannya, perlahan lahan tubuhnya meninggi dari anak kecil berusia 7 tahun menjadi seorang Genin yang berusia 13 tahun. Kepalanya tertunduk ke bawah sehingga wajahnya tidak kelihatan. Tampak perlahan lahan kegelapan menutupinya.)

Furueru ryou ata misetaku nakute.

(Sasuke menundukkan kepalanya perlahan lahan. Tubuhnya meninggi dari bocah berusia 7 tahun menjadi seorang Genin berusia 13 tahun. Kepalanya ikut tertunduk dengan gerakan perkembangan tingginya, mata onyx kelamnya perlahan lahan berubah menjadi merah dan kegelapan tiba tiba berada di sekelilingnya.)

Dare mo shinjinai Kami-sama de sar mo.

(Layar terlihat sangat gelap, perlahan lahan muncul kedua tangan yang kelingkingnya saling menyatu (tanda janji) dan akhirnya seluruh tubuh dua Genin-Naruto dan Sasuke-terlihat jelas di kegelapan tersebut. Keduanya tersenyum manis dan bersahabat.)

Tenshi no utagoe okurarete mo.

(Perlahan lahan senyuman manis itu berubah. Layar langsung mendekatkan fokus pada wajah mereka. Terlihatlah seringaian mengerikan dari keduanya dengan Sasuke mengaktifkan mata Sharingannya, dan Naruto yang matanya berubah menjadi pupil Kyuubi.)

Boku wa boku wo daite.

(Tiba tiba ada sebuah cahaya muncul di antara keduanya)
Boku wa boku wo miteru.

(Naruto-Sasuke melompat dan layar berpindah area, di mana duo Uzumaki-Uchiha tersebut berdiri di sebuah area hutan tanpa pohon yang sudah hancur dan penuh asap kehitaman.)

Boku no tame no tomo ni ita.

(Terlihat wajah keduanya terlihat kesal dan kelelahan. Layar berputar dan terlihat keduanya sedang menyerang seseorang dengan brutal menggunakan kunai.)

Boku ga itamu you.

(Dan tiba tiba muncul cahaya kemilauan yang berasal dari orang yang diserang duo Uzumaki-Uchiha hingga membuat layar berubah menjadi putih.)

Boku wa boku wo suki de.

(Layar berpindah dan terlihat lembah kematian di mana duo Uzumaki-Uchiha berdiri terhuyung huyung dengan tubuh penuh debu. Namun wajah mereka penuh seringaian jahat.)

Boku wa boku wo kirai.

(Mereka berdua menyerang sang musuh menggunaka Rasengan dan Chidori sambil melompati air terjun antara patung Hashirama dan Madara. Mereka berada di kepala patung Madara sedangkan sang musuh berdiri tegak di kepala patung Hashirama.)

Boku no tame no yoru no yami.

(Layar berputar dengan cepat dan mengambil point of view dari musuh Naruto-Sasuke. Terlihat jelas seringaian keduanya yang telah berubah ke mode Kyuubi ekor satu dan Curse Mark level dua. Saat kata "Yami" ada bayangan seringaian Yami di atas kepala Naruto.)

Mune ni oikake.

(Terlihat sebuah cahaya yang sangat menyilaukan muncul dari tubuh musuh Naruto-Sasuke hingga layar kembali memutih.)

Kodomo no sanbika hitomi ga mabushikute.

(Layar memutar pelan dan tampak dari atas sosok Shizukesa yang berbaring miring ke samping di atas sebuah padang rumput hijau dengan mata lentik setengah tertutup. Tangan kanannya berada di depan mulut dan tangan kirinya tergeletak manis di atas tanah.)

Chiisaku kotaeru tenshi no uta...

(Layar berpindah dan mengambil wajah cantik Shizukesa yang setengah tertutup helaian helaian hijau rumput. Angin berhembus pelan sehingga helaian coklat emasnya yang tergerai indah di pipinya bergerak pelan. Mata lentik itu tertutup saat kata "Tensih no Uta". Layar memutih perlahan dan muncul sebuah tulisan tegak bersambung berwarna emas yang terbaca "The Best Team".)

THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL

By Icha Ren

Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren

NARUTO BY MASASHI-KISHIMOTO-SENPAI

THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT

Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor

Rate : T

Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More

Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^

.

.

Enjoy it!

Sebelumnya, di The Best Team Special Arc:

Naruto, Sasuke, dan Shizukesa mendapatkan misi dari Tsunade untuk mencari gulungan yang katanya memiliki kekuatan yang berbahaya jika jatuh di tangan yang salah. Saat mereka sampai di suatu kedai, keributan sedikit terjadi hingga suatu berita mengejutkan ketiga ninja muda tersebut.

Sang klien telah tiada!

Chapter 2 : The Scroll Were Stolen

Tiga bocah itu kemudian berjalan memasuki desa Kurai dengan wajah terkejut yang tidak dapat dijelaskan. Mereka bertiga benar benar shock atas berita tesebut. Naruto mengumpat kesal sedangkan Sasuke melipat kedua tangannya dan tampak berpikir keras. Shizukesa berjalan tenang sambil menatap lurus ke depan.

"Mungkin kita terlambat-ttebayo!" kata Naruto dengan nada geraman. Sasuke dan Shizu menoleh cepat ke arahnya.

"Naruto mungkin benar.." Shizukesa membetulkan letak surai rambut coklat keemasannya dan menyelipkannya ke samping telinga "..Ada sesuatu di desa ini,"

"Konspirasi?" tanya Sasuke perlahan. Shizukesa menggelengkan kepalanya.

"Aku belum tahu tetapi," mata lentik itu menatap tajam ke depan "Ayo kita cari tahu!"

Mereka bertiga kemudian berjalan menuju kerumunann orang orang yang memadati suatu tempat, sebuah rumah model tradisional yang memiliki halaman luas. Gerbangnya terbuat dari batu bata berwarna putih dan terdapat tempelan tempelan kertas mantra Budha. Dua patung singa dengan gaya duduk dan tangan kanannya menghadap ke depan menyambut tiga bocah ninja muda tersebut bersama puluhan warga desa Kurai yang berjalan menuju rumah tetua itu.

"Cepat melihatnya! Mayat beliau akan segera dikuburkan!"

Mata Naruto menatap tajam para penjaga rumah yang memegang tombak dengan ikatan merah di pangkalnya. Dia melirik ke arah dua temannya.

"Cepat Sasuke, Shizu..kita harus bertemu keluarga klien.." kata Naruto. Sasuke menganggukkan kepalanya.

"Aw!" Shizukesa meringis kesakitan saat beberapa orang menubruknya dengan cepat. Naruto segera membantu Shizukesa dan menarik tubuh langsing tersebut ke arahnya.

"Kau tidak apa apa Shizu?" tanya Naruto. Shizukesa menganggukkan kepalanya dan membetulkan letak poni coklat keemasan dengan jari lentiknya.

"Sialan! Kenapa tiba tiba?!" kata salah seorang dari kelompok yang menabrak Shizu tadi. Dia berjalan paling depan dan memiliki tubuh tinggi besar dengan wajah bulat berlemak. Rambutnya keputihan dan agak tipis sehingga kulit kepalanya terlihat. Bajunya terkesan mewah. Tangan kanannya memegang sebuah tas berwarna hitam.

"Tuan Han, adik dari Tuan Miyamora.." kata orang orang di sekeliling Naruto cs. Shizukesa memberi isyarat untuk cepat menghampiri rumah keluarga. Naruto dan Sasuke yang mengerti mempercepat langkah mereka.

"Diam di sana bocah bocah! Apa urusan kalian?" tanya sang penjaga dengan tatapan tajam. Naruto mengetuk ngetuk pelindung kepalanya.

"Kau tidak lihat tanda ini?" tanya Naruto dengan wajah datar. Penjaga itu sedikit goyah karena terkejut dan berlari ke arah temannya. Beberapa orang mencoba masuk dan langsung diteriaki dengan keras.

"JANGAN KE SANA!" teriak penjaga yang lainnya. Salah seorang penjaga masuk ke dalam rumah dengan cepat. Naruto melipat kedua tangannya sambil bersiul siul santai. Sasuke menatap sekelilingnya dan memandang dua belas orang yang mempunyai tato salib terbalik di kedai tadi kini sedang berdiri di depan gerbang rumah tetua desa Kurai dengan situasi mencurigakan. Sasuke menyikut lengan Shizukesa dan menunjuk temuan observasinya. Shizukesa memandang ke arah pandangan Sasuke. Alisnya bertautan.

"Mereka benar benar mencurigakan. Gezz, aku tak suka saat klien yang merupakan kunci misi ini malah tiada.." Shizukesa menggelengkan kepalanya "Benar kata Godaime-sama, kita akan susah.."

Penjaga yang masuk ke dalam tadi dengan cepat keluar. Salah seorang anak kecil berusaha menyerobot masuk dan langsung ditendang penjaga tadi. Naruto dengan sigap menangkapnya agar tidak terpental.

"Tunggu giliran bodoh!" kata penjaga tadi kesal. Wajahnya berubah ramah saat menatap Naruto dan kawan kawan.

"Ano..kalian bertiga dipersilahkan masuk, biar saya antar.." katanya ramah.

"Kami berempat.." kata Naruto dengan wajah datar.

"Eh?" penjaga itu menggaruk belakang kepalanya "Apa maksud anda-"

BUAKH! Naruto menghantam perut penjaga tersebut dan menahannya dengan cepat agar tidak terpental dan menimbulkan keributan. "Kau menghajar anak ini, biarkan dia masuk bersama kami.." bisik Naruto pelan namun nadanya terdengar kejam. Shizukesa menghela napasnya.

"U-ugh, tapi.."

"Tolonglah tuan.." kata Shizukesa dengan nada manis "Aku juga benci melihat kau menendang anak ini tadi. Atau temanku yang satunya ikut membantu?" Shizukesa melirik ke arah Sasuke yang dibalas anggukan tenang dari sang Uchiha. Penjaga itu meneguk ludah ketakutan.

"Ba-baiklah.."

Naruto, Sasuke, Shizukesa serta anak kecil tersebut dengan cepat melewati kerumunan kerumunan yang mulai menggeliat keras tersebut. Naruto menggelengkan kepalanya perlahan dan menoleh ke arah Shizukesa.

"Kenapa orang orang ini begitu ingin melihat mayat Tuan Miyamora, Shizu.."

Shizukesa terdiam. Dia menghela napasnya sejenak "Entahlah Naruto. Mungkin Tuan Miyamora adalah orang berharga di desa ini.."

'Berharga ya..' Naruto pun teringat masa kecilnya dan caci maki yang dilontarkan warga Konoha kepadanya. Kau tidak berguna, kau tidak diinginkan hidup, kau tidak berharga..tidak berharga..

Mereka memasuki teras rumah yang sudah dipenuhi para pelayan yang sibuk kesana kemari, beberapa tamu-sepertinya-kehormatan, dan para keluarga tetua desa Kurai. Di ujung teras ada sebuah pintu besar terbuka dengan bentuk setengah lingkaran yang bagian atasnya lebih naik ke atas. Ada sebuah ukiran salib terbalik di atasnya. Mata Naruto, Sasuke, serta Shizukesa langsung serempak menatap tanda tersebut dengan waspada.

"Ada hubungannya.." kata Sasuke dengan nada datar. Dua temannya mengangguk setuju.

Saat mereka memasuki pintu tersebut, ada sebuah lorong panjang berdinding putih kecoklatan yang memiliki banyak stempel Budha. Di situ para warga lalu lalang melihat mayat sang kepala keluarga tetua desa Kurai. Ada yang biasa biasa saja, ada yang menangis sedih, ada yang mengelap matanya dengan tisu, dan ada yang sepertinya mengoceh kebingungan. Sedikit desak desakan dan dorongan, namun penjaga yang membawa mereka ke tempat tujuan nampak dengan kasar menepikan para warga yang berjalan lalu lalang diantara mereka.

"Hei nak.." Naruto menggeser badannya sedikit lebih dalam saat seorang wanita gemuk berjalan dari arah sebaliknya "..Siapa namamu?" tanya Naruto ramah.

Anak kecil tadi mengangkat kepalanya ragu ragu. Naruto memiringkan kepalanya.

"Hm? Siapa namamu? Heh..kalau aku adalah Uzumaki Naruto-ttebayo! Aku akan menjadi seseorang yang mengadili dunia ini!"

Mata anak kecil tadi membulat. Sasuke tersenyum tipis mendengar kata kata partnernya. Sementara ekspresi Shizukesa tertutupi dengan helaian helaian coklat emasnya.

"Na-namaku Chisai," kata anak tadi. Rambutnya berwarna merah tua dan berpotongan jabrik pendek. Kulitnya kecoklatan dan nampak selalu disinari cahaya matahari. Meskipun begitu, wajah anak yang sangat manis melekat di wajahnya.

"Chisai ya," kata Shizukesa dengan nada ramah. Dia sedikit membungkukkan badannya sambil berjalan tenang "Aku Shizu..yang ini Sasuke," kata Shizu sambil sekalian memperkenalkan Sasuke. Sasuke hanya menganggukkan kepalanya perlahan. Chisai memasang wajah polos dan mengangguk angguk entah mengerti atau tidak.

"I-iya. Arigatou tadi atas bantuannya Naruto Nii-san. Ano..makasih juga Sasuke Nii-san dan Shizu, emm.."

"Kau bisa memanggilnya Shizu, memang namanya panjang dan sangat aneh," kata Naruto sambil tertawa pelan. Shizukesa menggembungkan pipinya kesal.

"E-eh, arigatou Shizu Nee-chan.."

Shizu merasakan punggungnya panas dingin. Sementara Naruto dan Sasuke memandang datar ke depan dengan wajah yang seolah olah tidak tahu apa apa. Shizukesa menghela napasnya.

Padahal di hati duo Uzumaki-Uchiha tersebut tertawa ngakak bersamaan.

DEG. Naruto dan Sasuke merasakan kepala mereka pusing. Beberapa orang yang lalu lalang di dekat mereka mengaduh dan memegang kepalanya. Naruto-Sasuke tahu arti suasana ini.

"Gomen Shizu.." kata keduanya dengan nada bergetar.

"Hmph!" Shizu menurunkan chakranya dan menolehkan kepalanya ke arah kanan dengan wajah kesal. Sementara Chisai hanya memiringkan kepala kebingungan.

"Permisi," kata penjaga tersebut saat mereka memasuki sebuah pintu yang bertirai dengan warna kuning gelap. Penjaga tadi menyibakkan tirai tersebut dan memasukkan badannya ke dalam ruangan. Naruto mengangkat satu alisnya. Sedangkan Sasuke dan Shizukesa hanya memandang datar ke depan. Penjaga tadi berbicara pelan dan akhirnya dia mengeluarkan kepalanya dari tirai tersebut dan tersenyum ramah ke arah Naruto cs. Penjaga tersebut membuka tirai tadi dengan cepat.

"Silahkan masuk.." katanya dengan nada ramah. Naruto masuk duluan dengan langkah tenang dan pasti, dikuti Sasuke yang masih memasukkan kedua tangannya di kantong celana. Shizu menyuruh Chisai untuk masuk terlebih dahulu baru dirinya. Mereka pun memasuki sebuah ruangan kamar yang cukup luas dengan deretan foto foto di dinding yang sangat amat banyak. Bermacam macam wajah terpampang di sana. Ada yang terkesan baik, ada yang terkesan jahat. Ada yang berwajah licik, ada yang berwajah polos. Ada yang bentuk mukanya kurus, ada yang bentuk mukanya gemuk. Ada yang berwajah tirus, letih, penuh semangat hingga menyeramkan. Foto foto tersebut bersebaran di dinding dinding ruangan hingga membuat Naruto sedikit bergidik ngeri.

"Yang itu wajahnya angker Teme.." bisik Naruto pelan saat mereka berjalan menuju sebuah ranjang King Size yang dibalut kelambu putih bersih dengan tirai tirai transparan yang lembut. Sasuke menggelengkan kepalanya dan memberi isyarat kepada partnernya untuk diam. Naruto menghela napasnya dan mengangkat bahu perlahan. Sementara Shizu yang kini sedang memegang bahu kecil Chisai hanya melihat lurus ke depan. Mata lentiknya sesekali memperhatikan sekelilingnya dengan cermat. Tampak beberapa orang di sana menatap mereka berempat dengan pandangan mencurigakan.

"Ka-kalian ninja Konoha?" tanya seorang wanita tua dengan rambut beruban yang disanggul sederhana. Wajahnya begitu kalem dan tidak menunjukkan kekayaan. Namun bajunya sangat mewah dan tangan keringnya dipenuhi perhiasan perhiasan yang sangat mahal. Tiga ninja muda tersebut langsung bisa menebak kalau wanita tua ini adalah istrinya Tuan Miyamora.

"Ya.." kata Naruto dengan nada monoton "Anda istrinya Tuan Miyamora?" tanya sang Uzumaki.

Wanita tua tadi menganggukkan kepalanya "Y-ya..saya Ishina Miyamora, k-kalian pasti datang karena permintaan pertolongan dari suami saya kan?"

'Tentu saja..untuk apa kami datang ke sini..' batin ketiganya. Shizukesa maju ke depan sambil terus memegang Chisai. Shizukesa membuat gerak hormat pelan dan tersenyum manis.

"Boleh kami melihat Tuan Miyamora, Nyonya?" tanya sang Midoru sopan. Nyonya Miyamora mengusap pelan matanya dan menganggukkan kepalanya perlahan. Shizu menoleh ke arah Naruto dan Sasuke, lalu menganggukkan kepalanya. Naruto-lah yang berjalan lebih dahulu dan mendekati jasad tak bernyawa tersebut. Di sampingnya ada sosok yang mereka lihat di luar. Tuan Han adik Tuan Miyamora.

"Kenapa Nii-san, kenapa.." kata sosok besar tinggi tersebut. Naruto berjalan mendekati tirai dan membukanya pelan. Tuan Han menoleh dan wajah bulat gemuknya menampilkan ekspresi terkejut.

"K-kalian siapa?" tanyanya. Suaranya sangat lembut dan halus.

"Kami dari desa Konoha, Tuan.." kata Naruto sambil membungkukkan kepalanya (yang menurut Sasuke di dalam hati) berlebihan. Sasuke mendengus pelan, sedangkan Shizukesa menghela napasnya sambil menaruh tangan kanannya di pinggang.

"Aku dengar Nii-sanku yang memanggil kalian ke sini?" tanya Tuan Han. Serempak Naruto, Sasuke dan Shizukesa menganggukkan kepalanya. Tuan Han terdiam sejenak. Dia menatap mereka bertiga dengan tatapan tajam. Mata bulat besarnya tampak sedikit curiga.

"Kalian benar benar ninja Konoha kan?" tanyanya dengan nada halus yang tajam. Sasuke sedikit memajukan tubuhnya.

"Boleh kami buktikan?" tanya sang Uchiha denga nada yang sedikit kesal. Naruto memiringkan kepalanya sedikit.

Terdiam. Tuan Han memandang mereka tajam dalam diam.

"Baiklah, aku percaya.." laki laki berbadan besar itu kemudian berdiri "Jika kalian ingin melihat jasadnya silahkan..aku keluar dulu.." dia pun berjalan dengan cepat sambil menggerakkan lehernya perlahan. Safir Naruto melirik cepat ke arah sebuah benda yang tergeletak manis di samping ranjang tidur, dekat dengan dinding ruangan. Sebuah tas.

"Tas anda ketinggalan!" kata Naruto dengan suara yang agak keras. Sontak semua orang menoleh ke arahnya. Shizukesa menyikut pelan lengannya. Naruto menoleh ke arah Shizukesa dengan tatapan malas.

"Ada apa lagi Shizu-chan?" kata Naruto pelan.

"Jangan berteriak, Naruto..coba kau antarkan saja tas itu kepada pemiliknya.." Shizu menghela napasnya "Kau membuat suasana berkabung menjadi ribut."

"Iya nona cantik cerewet," kata Naruto sambil tersenyum. Sontak mata lentik Shizukesa melebar dan wajahnya berubah kesal. Terdengar dengusan pelan dari arah Sasuke.

"Kau tertawa, Sasuke.." kata Shizukesa dengan nada datar tajam.

"Halusinasimu.." jawab Sasuke. Shizukesa memberengut kesal. Sementara adik Tuan Miyamora itu dengan cepat dan agak gugup berjalan ke arah mereka. Dia langsung mengambil tas tersebut dan mengucapkan kata terima kasih dengan nada bergetar aneh. Tiga bocah tadi bahkan secara serempak menaikkan alisnya perlahan lahan. Naruto terkikik pelan.

"Dia gugup. Jadi ada benda penting di dalam tas itu.." kata sang Uzumaki. Dia kemudian menoleh ke arah jasad tak bernyawa tersebut. Sasuke menundukkan kepalanya setelah melihat sejenak mayat itu. Sementara Shizukesa hanya menatap dalam diam.

Tuan Miyamora atau lebih tepatnya Jun Miyamora adalah pria tua bertubuh bagus dan kekar. Tampak dari balutan balutan pakaiannya yang cukup pas di tubuhnya. Wajahnya tegas dan tampak mempunyai prinsip. Meskipun sekarang dalam keadaan tidur (untuk selamanya), ekspresi tegas dari kepala keluarga tetua tersebut tidak terlalu hilang.

"Perawatan yang bagus, rambutnya berwarna hitam mengkilat dan masih tebal.." kata Sasuke mengomentari sesuatu yang menurut Shizukesa tidak penting. Naruto manggut manggut setuju.

"Apa yang bisa kita ambil dari mimik kematiannya?" tanya Shizukesa sambil menoleh ke arah dua temannya tersebut. Naruto dan Sasuke saling berpandangan.

"Yah, dia mati dalam damai mungkin," kata Naruto sambil menggaruk kepalanya perlahan.

"Dan kita adalah ninja Shizu, bukan detektif. Apa mimik wajahnya menandakan kalau dia sedang terkejut atau.." Sasuke mengangkat bahunya perlahan "..Dia seperti merasa belum puas?"

"Tepat." Kata Shizu singkat. Matanya menatap tajam kedua temannya. "Karena aku merasakan niat kegelapan di tempat ini!"

Sebuah pernyataan mengejutkan dari Shizukesa!

~TBT : TDS~

Pemakaman Tuan Jun Miyamora sangat ramai dan penuh akan warga desa Kurai. Para warga desa tersebut berbondong bondong untuk mengantarkan jasad terakhir sang kepala keluarga tetua desa yang paling dihormati dan paling disegani. Saat peti kematian itu diturunkan ke dalam liang kubur, teriakan tangisan kesedihan mengiringinya dengan pilu, terutama para wanita.

Tiga sosok Genin Konoha yang kini berdiri di belakang para kerumunan hanya bisa menghela napas perlahan. Naruto menguap pelan dan melirik sekililingnya. Dia menyentuh pelan lengan Shizu dan menunjuk kelompok para tato salib terbalik yang juga berdiri di belakang para kerumunan warga dengan sikap mencurigakan. Shizu menaikkan alisnya perlahan lahan. Dia menoleh ke arah dua temannya dan dibalas anggukan mengerti.

"Eh, apa kalian melihat Chisai?" tanya Naruto sambil safir birunya melirik ke sekililing lokasi. Mata Shizu sedikit membulat.

"Ke mana dia? Gezz..aku juga tidak menyadari kalau dia tidak berada di dekat kita."

"Hn, sikapnya aneh setelah melihat mayat Tuan Miyamora,"

Serentak Naruto dan Shizukesa menoleh ke arah Sasuke. Sasuke berdehem pelan sambil memasukkan kedua tangannya di dalam kantong celanannya.

"Apa tidak aneh bagi kalian jika seorang anak kecil ngotot ingin masuk melihat mayat seseorang?" tanya sang Uchiha dengan nada datar. Naruto memiringkan kepalanya perlahan.

"Bagiku tidak-ttebayo. Mungkin anak kecil seumuran dia sangat penasaran akan apa namanya itu mayat. Aku saja saat umur 7 tahun sangat penasaran dengan dada wanita.." kata Naruto sambil tersenyum tanpa dosa.

'Tidak ada yang menanyakan rasa penasaranmu..' batin Shizu dan Sasuke dengan wajah sweatdrop.

"Tapi.." Shizu membuat ekspresi berpikir yang bagi Naruto dan Sasuke sangatlah imut "..Yang dikatakan Sasuke benar juga. Sepintas aku melihat hanya dia anak kecil yang mencoba masuk ke dalam rumah, bahkan terkesan ngotot.."

"Ditambah sikapnya yang berubah setelah melihat mayat tuan Miyamora dattebayo..ng.." Naruto menaruh jempolnya di bawah bibir. Ketiganya terdiam dan saling berpikir.

"BERARTI TAMPAKNYA DIA MAU MEMASTIKAN SESUATU!" kata ketiganya kompak.

"Eh?" semuanya langsung memasang wajah kebingungan. Sasuke mendengus pelan dan Naruto tertawa perlahan. Shizu tersenyum tipis.

"Tapi apa yang mau dia pastikan?" tanya Naruto kebingungan.

"Sama seperti kita," kata Shizu "Kenapa Tuan Miyamora bisa mati!"

Naruto dan Sasuke kembali berpandangan

.

.

.

Ruang keluarga Miyamora cukup luas dan terkesan tradisional. Dindingnya terbuat dari triplek yang sudaa dicat kecoklatan dan tampak mengkilat alami. Beberapa tempelan mantra dan patung kepercayaan Budha terpasang di situ. Lantainya dilapisi sebuah tikar anyaman yang tebal dan nyaman. Naruto cs duduk di hadapan para keluarga Miyamora yang balas menatap tajam mereka. Naruto menghela napasnya perlahan.

"Soal kegelapan. Ada rasa aneh di sini..aku setuju denganmu Shizu.." kata sang Uzumaki muda dengan nada malas "Rasanya misi ini akan sulit."

Shizu menganggukkan kepalanya perlahan. Mata lentik nan tajamnya tertuju kepada 6 anggota keluarga Miyamora. Semuanya memasang wajah sedih dan beberapa ada yang menangis.

Tapi mereka tidak dapat membohongi seorang Midoru. Dan Shizu tahu itu..

Ishina Miyamora, istri Tuan Jun Miyamora berkali kali mengelap matanya dengan sebuah sapu tangan kecoklatan. Di sampingnya ada sesosok gadis muda cantik berambut hitam bergelombang. Matanya bulat besar dan bibirnya tipis kemerahan. Wajahnya, walaupun tidak menggambarkan seluruhnya, telah menegaskan kalau dia adalah putri Tuan Jun dan Ishina MIyamora.

Di dekat anak gadis itu duduk adik Tuan Jun Miyamora, Han Miyamora yang masih menatap sangsi ketiganya. Naruto dan Sasuke hanya memasang ekspresi malas mereka.

Di pojok ruangan duduk bersandar anak pertama Tuan Jun dan Ishina. Wajahnya menggambarkan usia separuh baya dan mimik tegas milik ayahnya terpampang jelas di wajahnya. Rambutnya agak kecoklatan dan matanya hitam menusuk. Dia menengadah ke langit dengan tatapan kosong.

"Ciri ciri orang mau bunuh diri.." kata Naruto pelan. Sasuke tersenyum. Rasanya sang Uchiha itu ingin tertawa tetapi Shizukesa sudah menunggu di belakang mereka.

Dua orang lagi adalah sesosok perempuan dewasa yang memiliki dada besar. Mereka berdua adalah sepupu Tuan Jun dan Han Miyamora. Yang pertama memiliki rambut pirang pendek dengan mata tajam berwarna ungu dan bibir tipis kemerahan. Yang kedua memiliki rambut hitam lurus panjang hingga sepinggang dan poni rambutnya yang hampir menutupi kedua matanya. Sebuah tahi alat kecil tercetak manis di bawah bibir bagian kanannya. Mereka berdua hanya menatap hampa ke bawah.

Shizukesa berdehem pelan untuk memulai pembicaraan penting ini. Semua keluarga Miyamora menatap ketiga ninja Konoha itu dengan tatapan tajam.

"Begini," kata Shizukesa hati hati "Kami diperintahkan Godaime Hokage-sama untuk membantu klien kami, atas nama Jun Miyamora untuk mencari sebuah gulungan rahasia Kurai no Sato yang bersifat rahasia dan katanya.." Shizukesa berhenti sejenak "..Berbahaya,"

Terdiam. Tidak ada respon dari keluarga Miyamora. Perlahan lahan alis Naruto terangkat.

"Jadi kami mohon bantuannya untuk diberi penjelasan soal gulungan rahasia tersebut.." Shizukesa membungkukkan badannya dengan sopan. Poni keemasannya menjuntai pelan di depan wajah cantiknya.

Han Miyamora menatap istri kakaknya. Kemudian dia menatap tajam ketiga Genin Ninja Konoha tersebut.

"Bukan sebuah. Kau salah.."

Shizukesa menegakkan tubuhnya dengan tenang. Mata coklat keemasannya sedikit berbinar.

"Tapi ada tiga gulungan. Ada tiga gulungan kematian.." kata Tuan Han dengan nada tegas. Tampak Naruto dan Sasuke cukup terkejut. Namun Shizukesa tampaknya masih tetap tenang

"Tapi yang kami terima dari misi adalah sebuah?" kata Naruto sedikit kebingungan "Apakah ada-" mata safir Naruto sedikit bergetar "Jangan jangan.."

"Benar," kata Shizu sambil tersenyum tipis "Yang ingin dicari Tuan Miyamora adalah sebuah gulungan yang belum ditemukan. Jadi ada dua yang masih tersimpan di sini," bocah Midoru itu menoleh ke arah Naruto dan Sasuke "Jadi kita bisa mengidentifikasi kedua gulungan untuk mendapatkan gambaran dari gulungan yang akan kita cari-"

"Sayang sekali!"

! Shizukesa menatap anak pertama Jun Miyamora. Kini iris sang Midoru sedikit bergetar cemas.

"Dua gulungannya telah hilang! Yang pertama hilang sebelum kematian Tou-san. Yang kedua hilang saat kematian Tou-san, karena saat kami membuka peti penyimpanan.." mata hitam anak pertama Miyamora tersebut sedikit mengecil tajam "..Gulungan kedua telah hilang!"

Shizu meringis kesal. Naruto menghela napasnya sedangkan Sasuke memejamkan matanya perlahan.

"Tampaknya misi kita akan sedikit sulit." Gumam sang Uchiha dengan nada datar.

"Aku tidak mau bermain detektif detektif dattebayo.." kata Naruto sedikit kesal.

"Memang kalian tidak perlu berpikir lagi,"

Tiga ninja Konoha itu mengangkat kepala tegak dan menata Han Miyamora yang balas menatap tajam mereka.

"Karena jasa kalian tidak dibutuhkan lagi di sini!" kata Han Miyamora dengan raut wajah mengeras tajam.

Naruto, Sasuke, dan Shizukesa terdiam dan tampak sedikit kebingungan. Tampaknya memang ada kegelapan di tempat ini!

TBC

Author Note :

Howohohoho. Chap chap awal memang perkembangan cerita dan konflik. Di fic ini sepertinya lebih menekankan pada otak mereka bertiga dari pada fisik. Karena sang klien sudah meninggal maka trio gaje NaruSasuShizu itu harus ekstra keras dalam berpikir, jangan Cuma bisa ngupil aja *GEPLAK*

Yap, thanks for Read and please Review senpai senpai. Icha tunggu lho *TUNGGU APA CHA?!*

Icha Ren.

Preview The Next Chap:

"Ada yang kalian sembunyikan.."/ "..Dan kami tidak akan lari dari misi!"/ "Kau mimisan. Itu kebohongan!"/ "Diam! Aku akan mandi dan menenangkan pikiran.."/ "Diam Dobe! Kau yang hentai!"/ "Kau yang mesum! Memikirkan Shizu telanjang..wakakaka!"/ Ng, Shizu-chan. Kau salah ruangan. Ini untuk laki laki-ttebayo,"/ 'SUARANYA BISA MENIMBULKAN KERUSAKAN SEPERTI INI!'

Selanjutnya, di The Best Team: The Death Scroll. Chap 3: Expulsion!

"Yak, rencana penjatuhan musuh dengan mimisan berhasil. Kerja bagus Teme!"/ "JANGAN TELANJANG DI DEPAN UMUM BODOH! WALAUPUN KAU BUNSHINKU TAPI ITU SAMA SAJA DENGAN PRIVASI TUBUHKU!"

Sekilas tentang mereka..

Uzumaki-Namikaze Naruto:

Di awal cerita dikenal sebagai bocah bodoh yang tidak tahu apa apa. Dengan kerja keras dan bantuan sang partnernya, Uchiha Sasuke, Naruto mulai bangkit dari keterpurukannya. Dengan serangan Orochimaru di The Death Forest dan membangkitkan setengah Yami untuk menguasai hati Naruto, Uzumaki periang nan berisik plus bodoh itu berubah mejadi dingin, licik, cerdas, kuat serta penuh sandiwara! (lebih jelas baca TBT saja^_^)

Uchiha Sasuke:

Uchiha terakhir penuh dendam. Dia bertemu Naruto di tepi sungai dan mengikat janji pertemanan di sana. Dendam Sasuke menjadi sangat membara ketika Orochimaru menggigitnya dan membuatnya memiliki Curse Mark atau Joutai. Dengan Naruto sebagai partner, mereka berdua menjadi yang terkuat dari semua angkatan mereka (lebih jelas baca TBT saja^_^)

Midoru Shizukesa:

Musuh duo Uzumaki-Uchiha yang sangat kuat. Dikenal sebagai sesosok bocah laki laki cantik nan manis namun memilki intensitas chakra setingkat Kage. Shizukesa sendiri yang hanya tahu kegelapan pekat dari hati Naruto-Sasuke karena dia memilki kemampuan mendeteksi niat jahat dan baik manusia melalui kemampuan Midoru Clan-nya. Meskipun berusaha menarik Naruto dan Sasuke dari kegelapan, namun masa lalu sang Midoru juga sangat tragis dan mengerikan (lebih jelas baca TBT saja^_^)