Naruto : O yeah! Kembali lagi di fic abal abal karya orang abal abal dattebayo!
Sasuke : Kau bisa dibuat nista kalau mengejek Author kita Dobe.
Naruto : Aku gak takut! Yang kutakutkan itu Masahi Kishimoto dan Tuhan saja *mendadak alim*
Sasuke : Hn, balas review saja *lihat sebuah kertas*
Naruto : HEI, ITU SKRIPSI FIC TEME! INI YANG BENAR!
Sasuke : A-apa ini? Ya-Yaoi? NaruSasu, a-aku Uke?!
Naruto : WAAA! SKRIPSI MACAM APA INI?! *buang kertas tadi* ehem, baiklah..aku akan menjawab review dari altadinata, hm..oke lanjut. Yap, oke dattebayo! Thanks reviewnya *mendadak ngomong bahasa inggris* Teme, giliranmu!
Sasuke : Dari Namikaze khadafi, hn, berbanggalah dirimu karena dibalas olehku *narsis mode on* baiklah, Author sedeng kami bilang arigatou-
Naruto : Kau mengejek Author kita Teme-_-
Sasuke : Hn, dan sebagai warga baru, minta Godaime-sama untuk mendaftarkanmu sebagai warga Konoha dan minta e-KTPnya
Naruto : Uchiha ini ngapain sih?!
Sasuke : Zukito, hn, ngapain ketawa *digeplak Zukito, geplak aja Zukito-san* hahaha *KAU KETAWA JUGA UCHIHA SIALAN?!* anda tepat kawan. Biasanya orang yang berwajah keji dan keriput kayak Itachi ternyata baik, dan orang berwajah imut kayak Zetsu hitam ternyata jahat
Naruto : ZETSU HITAM DARI MANA IMUTNYAAA?! *megang kepala shock berat*
Sasuke : Dan satu lagi kawanku Zukito *sejak kapan-_-* Shizu itu bukan 0. 5 princess,
Naruto : Ciee Teme, membela Shizu-chan
Sasuke : Tapi 1 princess absolute
Naruto : Kau memang jahat Teme
Sasuke : Ciee Naruto *wajah datar*
Naruto : SIALAN UCHIHA! Ehem..lalu ada lagi dari sae. Fullo. 1, wahahaha, Shizu-chan terkenal Teme! Ada yang minta fotonya.
Sasuke *nunjukin sesuatu dengan wajah datar* mau foto yang mana kawan? Gaya centil? Muka memerah? Mata sayu? Telanjang? Atau-
Naruto : PUASA SAS! PUASA OY!
Sasuke : Author bilang dia sedang berusaha membuat fanart untuk Shizukesa, doakan saja kawan. Dan untuk anime yang mirip Shizu? Hm..kayak Zetsu Hitam kali,
Naruto : Kau ini dari tadi menyakitkan hati terus Teme, yang tadi bercanda sae. Fullo..ehem, lalu ada review dari login. Hahahahaha *ngapa-_-* ikutan tawa saja. Yap, Author sedeng ini sok sok buat opening gaje-
Sasuke : Kau ini memang mau dinistain ya
Naruto : Diam Teme! Dan arigatou ya kawan..
Sasuke : Hn, dari HACHIA WACAU!
Naruto : Kau kira teriakan ala Bruce Lee Teme? WACAUU! Gitu*sambil nerjang kepala Sasuke*
Sasuke : Hn, aku di sini OOC amat ya..baiklah, hm..anda menunggu TBT s2 ya? Kata Author kami tunggu dari kakak sepupunya si..si siapa itu?
Naruto : Entahlah siapa..gak jelas orang itu *WOI WOI, ITU AUTHOR FIC KALIAN YANG ASLI!*
Sasuke : Tunggu saja HACIA HYAAAT-SAN (?) Arigatou..
Naruto : Lalu ini dari Lsamudraputra-san. Yap, Author bilang terima kasih banyak. Tapi yang The Best tetap aku lah..
Sasuke : Hn
Naruto : Ngapa Teme?!
Sasuke : Nggak, mual aja aku dengarnya
Naruto : Grr, ehem. Lalu ini dari SomeoneGuest, wah..terima kasih banyak. Anda terlalu muji Author sedeng kami
Sasuke : Kau benar benar mau dinistain
Naruto : Lalu dari Hanzer V ngisi peluru saat peluru di pistol habis
Sasuke : Hn? Apa nama pereviewnya begitu?
Naruto : Reload Teme reload. Gak pernah main game apa?
Sasuke : Hn
Naruto : Yosh, arigatou atas reviewnya. Dan tebakan kamu ada benarnya juga
Sasuke : Hn? Tebakan apa?
Naruto : Baca aja reviewnya. Lalu dari awar. Muna, oke gan sip deh..
Sasuke : Hn? Gan itu apa?
Naruto : Cari di kamus bahasa Indonesia-Zimbabwe, pasti ada..
Sasuke : Hn
Naruto : Lalu dari Akhyar 'sensei-tersayangnya-Sasuke-Teme-dan-mereka-saling-mencintai-setengah mati' (Orochimaru XD) haha, arigatou atas reviewnya, dan soal fungsi gulungan itu kami belum mengetahuinya, hanya saja ada satu fakta yang dapat..yakni gulungan itu ada tiga-ttebayo. Bahkan otak jeniusku belum bisa mengetahui dan menguak misteri ini
Sasuke : Hn? Kenapa ada tiga?
Naruto : BUKANKAH KAU ADA DI CERITA DAN KENAPA KAU BANYAK TANYA DARI TADI SIALAN?!
Sasuke : Hn
Naruto : Kampret! Baiklah, arigatou Akhyar dan ijin fav, oke sip. Lalu dari MahardikaRBL, yap. Thanks..untuk gue yang jadi Uzukage tunggu si Author satunya yang entah siapa namanya itu. Iya gak Teme?
Sasuke : Hn? RBL itu singkatan dari apa?
Naruto : TANYA AJA SAMA ORANGNYA! GAK PENTING BANGET SIH!
Sasuke : Hn
Naruto : Yap, dari hanafid. Oke bro..Author sedeng akan terus lanjut.
Sasuke : Hn? Kenapa nama akun-nya hanafid? Kan bisa bonafid? Malafid? Atau Itachifid *apa apaan ini?*
Naruto : Kau mau kubunuh Teme..
Sasuke : Baiklah, giliranku. Hn, Aoi aoi ano Sora narukami-
Naruto : Kayak lagu dattebayo?
Sasuke : Hn, soal TBT s2, seperti partnerku katakan, tunggu konfirm dari si Auhtor satunya yang katanya sih wajahnya kalah ganteng dari gue.
Naruto : Ngapain sih..
Sasuke : Dari uchiha. Izami, sip. Thanks gan. Haha *wajah tetap datar* Naruto, gue bisa bilang gan.
Naruto : Itu bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan *tampang sweatdrop*
Sasuke : Lalu dari narutouzumaki. Un42, wah..kau dibilang butuh Shinici tukang bakso di depan rumah kita Dobe,
Naruto : Shinici itu tokoh manga Teme.
Sasuke : Hn, kemudian dari sherrysakura99, yap..Author bilang thanks.
Naruto : Untuk raitogecko, wao..anda menunggu TBT2 ya, haha..saya menunggu Hinata-chan telan-
Sasuke : Puasa woi
Naruto : Aku tahu aku tahu, yah..kita lihat saja di mana gulungannya, mudah mudahan kami menemukannya dengan cepat
Sasuke : Hn, lalu untuk Ritsu Natsuki, tebakan anda bisa kami jadikan pegangan. Doakan diriku yang tampan ini berhasil memecahkannya *mulai narsis* dan tidak apa apa kamu telat mereview fic abal abal ini-
Naruto : Kau yang mau dinistain Author Teme?-_-
Sasuke : Dan kami ucapkan terima kasih.
Naruto : Astro Lau, kritik yang bagus dattebayo, kalau boleh-
Sasuke : Dukung Author kamu Dobe..
Naruto : Hehehe *garuk garuk lubang hidung* terima kasih atas cara penulisannya dan aku mewakili dua teman absurdku (Sasu dan Shizu) mohon maaf atas petualanga kami yang membosankan. Dan untuk humornya kau mau yang mana? Sasuke tiba tiba kayang gak jelas? *Sasuke beneran kayang dengan wajah datar* Sasuke salto dan kepalanya kejedut lantai *Sasuke salto dan kepalanya beneran kejedut lantai, wajahnya tetap datar* atau ada tiba tiba ada pair SasuOro *Sasuke menyiapkan Chidorinya* haha, sip-ttebayo!
Sasuke : Hn, lalu Adytama Ezio D'Shadow. Hm..pertanyaan yang berat. Di akhir TBT Naruto jadi perempuan sepertinya,
Naruto : BUKAN! BUKAN! CIH! Ya..kami menjadi jahat dan akhirnya ke tempat pacar Sasuke
Sasuke : Siapa?
Naruto : Orochimaru, wekekeke
Sasuke : Oh *gak marah?!*
Naruto : Pokoknya terima kasih. Dan yak, dari yami uzumaki namikaze, wao..mantap! Author minta idemu lho, PM dia saja. Kalau ada alamat mie Ramen yang enak SMS aku lewat Facebook-ttebayo!
Sasuke : Baka-_-. Selanjutnya Guest. Hn, arigatou gan. Naruto-
Naruto : Ya ya, elu bisa bilang gan! Selanjutnya GazzeLE VR, wahahaha..bagus sekali jika Shizu jadi cewek, biar saat di ranjang-
Sasuke : Puasa woi. Ehem! Terima kasih atas sarannya gan, kami lagi kesusahan dalam misi ini dan hn, Shizu mungkin akan blushing terkena diriku saja karena gue..tampan.. *narsis berat*
Naruto : Haah-_-, dari Arevi. Are. Vikink, yap..bisa jadi. Bukankah diriku yang menemukannya dulu Teme?
Sasuke : Entahlah, Author nyuruh waktu membalas review kita cepat. Selanjutnya uchiha drac, yap..yang membuat ini adalah si Icha abal abal itu-
Naruto : Jadi siapa sih yang mau dinistain?!
Sasuke : Dan untuk TBT2-nya silahkan ditunggu. Dobe..
Naruto : Apa?
Sasuke : Si Drac-san itu saudaraku ya? Apa dia selamat dari pembantaian Itachiput?
Naruto : Entahlah dan APA-APAAN KAU MENAMAI KAKAKMU ITU TEME! Ehem..lalu dari silent reader tobat, wao..Author bilang kepadaku saat membaca reviewmu dia langsung mendownload lagu saran anda. Nice job-ttebayo! Yes I am Happy *sok bahasa Inggris tapi gak nyambung*
Sasuke : sgiariza, amin..doakan juga untuk si Dobe ini dapat jodoh..
Naruto : Apa-apaan kau-
Sasuke : Hn, lalu selanjutnya Dark Namikaze Ryu, wah..si Author abal abal dibilang manis, narsis sih iya *kamu yang narsis Sasu-kun!*, hmm..menurut insting jeniusku *narsis kan?!* si Author dalam tahap pengerjaan dan ada beberapa yang akan dipublish. Thanks gan..
Naruto : opek. Zetsu
Sasuke : Opek. Zesyu, Dobe..yap, kalau Yami mungkin belum muncul dan sedang ngupil di mindscape bocah kuning ini
Naruto : Cih! Yang terakhir dari Topeng Lolli Kura, hai juga Kura..sudah ketemu sama para katak di Gunung Myobo-apa itu susah nyebutnya.
Sasuke : Nama pelatihan sendiri pun lupa..
Naruto : Pokoknya gitu deh. Dan kamu tolong telpon Holmes untuk kami dong, heheh, sebenarnya aku-lah Holmes itu..
Sasuke : Krikk..krikk..krikk..
Naruto : Kau yang jadi jangkrik Teme. Arigatou atas reviewnya dan kamu gak puasa ya..hahaha,
Sasuke : Hn, gomen kalau ini gaje dan kepanjangan *kau juga yang membuatnya Sas* akhir kata dari kami, mamah dan Aa' curhat dong..
Naruto : KAU PIKIR KITA CERAMAHAN TADI HAH?!
Welcome to The Best Team^_^
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL
By Icha Ren
Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren
NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT
Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor
Rate : T
Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More
Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^
.
.
Enjoy it!
Sebelumnya di The Best Team :
Kematian Jun Miyamora sang klien menimbulkan kegemparan. Para warga Kurai no Sato pun terkejut akan kejadian tersebut. Naruto, Sasuke, dan Shizukesa kini dihadapi sebuah masalah baru. Ternyata ada tiga gulungan dan masalah beratnya adalah gulungan gulungan tersebut tidak ada! Yang lebih berat lagi adalah..
Mereka diusir dari desa tersebut!
Chapter 3 : Expulsion!
"APA?!"
Naruto langsung berdiri dengan wajah mengeras marah. Sasuke menatap datar ke depan. Sementara Shizukesa berusaha menahan amarah sang Uzumaki.
"Naruto..gezz, duduklah.."
Naruto tidak memperdulikan Shizu. Mata safirnya menatap nyalang ke arah Han Miyamora.
"KAU SEENAKNYA MEMBUAT KEPUTUSAN ITU HAH?! KAU TIDAK TAHU BETAPA LELAHNYA KAMI DARI KONOHA MENUJU DESAMU?!" Naruto menunjuk wajah bulat gemuk itu. Han tampak sedikit berkeringat "Dan ini adalah misi pertama dari Tsunade Baa-chan. Aku tidak mau mempermalukan dia.."
"Naruto, sudahlah.." kata Shizu dengan raut wajah khawatir. Sasuke tetap tidak bergeming dari duduknya.
"Gezz.." Shizu menatap tajam Han Miyamora "Apa ini sudah persetujuan semua keluarga?" tanya sang Midoru.
"Tentu saja," kata Han dengan nada mantap, namun keringat masih membanjiri wajah gemuknya. Dia menoleh ke arah semua keluarganya dan semuanya mengangguk setuju. Hanya anak pertama Miyamora yang tetap seperti orang lingau dan tidak perpengaruh keadaan yang mulai memanas tersebut.
"Aku-tidak-percaya-ini.." kata Naruto dengan nada geraman kesal. Dia menatap marah Han. Han sedikit tersenyum, walaupun senyumannya tampak ketakutan.
"K-kalau begitu, silahkan pergi dari desa kami secepatnya.." kata Ishina Miyamora di sela-sela isak tangisnya. Kembali tiga Genin Konoha itu terkejut. Kini Sasuke membuka matanya dan menatap tajam semua keluarga Miyamora tersebut.
"Ada yang kalian sembunyikan.." kata Sasuke dengan onyx dinginnya "Jangan berpura-pura bersedih karena kematian Tuan Miyamora. Teman kami yang cantik ini," Sasuke menunjuk Shziu dengan lirikan matanya. Wajah Shizu sedikit memerah kesal "..Shizukesa, dia dapat merasakan kejahatan-kejahatan di hati kalian.." kata Sasuke dengan nada datar. Keluarga Miyamora tampak sedikit terkejut.
"Jangan bercanda.." kata keponakan Miyamora yang berambut pirang pendek "..Tidak ada yang seperti itu di-"
"Dan ini nyata," kata Sasuke singkat "Kami tidak akan pergi. Tugas tetap tugas dan itu-lah prinsip dari ninja-ninja Konoha, tidak akan melarikan diri dalam situasi tersulit apapun.." Sasuke menoleh ke arah Naruto dan tersenyum tipis. Naruto menyeringai.
"Haha, jadi..kami akan tetap di sini untuk menyelidiki ketiga gulungan itu. Kalian tidak dapat menahan kami, ini demi klien dattebayo!" Naruto menatap tajam Han Miyamora "Ini demi kakakmu!" kata sang Uzumaki dengan tegas.
Shizukesa menghela napasnya "Gomen atas kelakuan kami tetapi," Shizu berdiri dengan tegak dan membungkuk hormat "Seperti yang dua teman saya katakan. Kami adalah ninja ninja Konoha.." Shizu mengangkat tubuhnya perlahan. Iris coklat keemasannya berbinar yakin "..Dan kami tidak akan lari dari misi!"
Naruto dan Sasuke yang berdiri di samping kiri dan kanan Shizu berdiri perlahan-lahan dan menyeringai. Yap, mereka menang dalam adu pembicaraan ini!
Ketiganya pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Hening. Ruangan yang sempat memanas tadi hening.
Namun sebuah aura kelam keluar dari sana. Seseorang dari keluarga itu meringis kesal. Yang seorangnya lagi tersenyum licik.
'Kalian akan menyesali keputusan kalian, bocah-bocah!'
.
.
.
"Haah, dasar keluarga aneh-ttebayo.."
Mereka bertiga kini berjalan di jalan pasar Kurai no Sato. Naruto menaruh kedua tangannya di belakang kepala sambil matanya menyipit lucu. Sasuke memasukkan kedua tangannya di kantong celananya dan menatap lurus ke depan. Shizukesa memandang sekelilingnya dengan penuh minat. Iris keemasannya tampak mencari sesuatu.
"Apa yang kau cari?" tanya Sasuke datar. Tampaknya Uchiha tersebut menyadari kekalutan dalam pergerakan bola mata Shizukesa. Sang Midoru menghela napasnya perlahan.
"Aku sedang mencari tempat pemandian air panas. Rasanya tubuh ini lelah setelah perjalanan kita yang jauh.."
BRASSSHH! Naruto dan Sasuke langsung tumbang dengan cipratan darah lebay. Mata Shizukesa membulat sempurna.
"A-ada apa?! Apa yang terjadi dengan kalian?" tanya sang Midoru dengan wajah khawatir. Naruto bangkit dengan tubuh limbung. Dia tersenyum mesum.
"Bo-boleh..a-ayo kita cari tempat surga-eh maksudku tempat itu dattebayo.." Naruto mengerling ke arah partnernya dan Sasuke menolehkan kepalanya dengan gengsi. Naruto langsung mendekati sang partner dengan senyuman rubah menjengkelkan.
"Kau berpikir sesuatu yang sama denganku Teme?"
"Baka Dobe. Aku bukan mesum sepertimu.."
"Tapi ini kesempatan kita untuk mengetahui kelamin Shizu-ttebayo.."
"Kau saja, aku tidak ikut dan.." Sasuke mendengus pelan "..Tidak tertarik."
"Kau mimisan. Itu kebohongan!"
"Aku mau mencari kedai Ramen,"
"EH?! ITU KAN TEMPAT FAVORITKU DATTEBAYO!" Naruto menatap sengit Sasuke "Baiklah Teme..jika kau tidak menyesal baiklah tetapi," Naruto menunjuk sang Midoru yang berdiri kebingungan menatap mereka "Jangan menangis darah tidak melihat sosok secantik itu te-lan-jang!" bisik Naruto penuh hasut setan. Sasuke terdiam. Onyxnya terbuka lebar.
Entah kenapa dia tiba tiba memikirkan tubuh ramping itu bersinar di matanya dan wajah cantik itu memerah manis. Pakaiannya terlepas dan-
BRUASHH! Sasuke pun OOC dengan jatuh bersimbahan darah.
.
.
.
"Ini tempatnya," kata Naruto sambil berkacak pinggang senang "Aku tak tahu desa ini memiliki tempat pemandian yang modern.."
Shizu tersenyum manis "Wakatta, aku akan masuk.." sang Midoru pun masuk dengan langkah ringan. Naruto dan Sasuke saling berpandangan.
"Apa?" tanya Naruto kebingungan melihat wajah kesal Sasuke.
"Apa katamu Dobe? Apa dia tidak menyadari kalau ke tempat pemandian air panas maka semua hal mesum pasti ada di situ.." kata Sasuke dengan nada kesal.
"Kau yang mesum. Shizu-chan gak berpikir yang macam-macam tuh," Naruto tersenyum mengejek "Apa yang kau pikirkan. Kau ingin tahu dada dia rata atau tidak hah?"
"Diam! Aku akan mandi dan menenangkan pikiran.." Sasuke langsung berjalan ke dalam pemandian dengan langkah cepat. Naruto terkekeh pelan. Sang Uzumaki berbalik sebentar ke jalan dan melihat tiga orang mencurigakan di sebuah warung dango di seberang tempat pemandian air panas mereka. Naruto pun berjalan ke dalam tempat pemandian air panas dan kemudian masuk ke dalam kamar ganti.
"Kagebunshin no Jutsu!" Muncul seorang bunshin dari Naruto. Uzumaki muda itu memberi beberapa perintah singkat. Sang bunshin mengangguk mengerti. Naruto pun merapal handsteal dan melakukan sebuah jutsu.
"Henge no Jutsu," sang Uzumaki kini berubah menjadi seorang pria tua dengan kepala yang agak sedikit botak. Naruto yang telah menyamar kini keluar dari dalam pemandian air panas seolah olah baru selesai mandi di tempat tersebut. Dia pun berjalan ke dalam dango dengan langkah tenang.
"Hei anak muda. Apa yang kalian lihat di tempat itu-ttebayo," kata Naruto dengan nadanya yang berbeda. Tiga orang tadi mendelik tajam sang Uzumaki.
"Diam kau orang tua. Jangan ikuti urusan kami!" kata salah satunya yang memiliki rambut bermodel Mohawk. Ada Tato Salib terbalik di lengan kirinya yang terbuka. Naruto duduk di salah satu kursi sambil mengangkat alisnya perlahan-lahan. Tiga orang itu ternyata memiliki tato salib terbalik.
'Berarti mereka adalah anggota 12 orang mencurigakan itu,' batin sang Uzumaki sambil menganalisis tajam. Dia memandang dua orang lainnya. Yang satu memiliki rambut cepak dengan warna pirang pucat. Matanya sedikit bulat dan wajahnya agak lemah. Namun Naruto tidak mau meremehkannya. Yang satunya memiliki model potongan rambut pendek rapi dengan dagu besar yang terbelah. Matanya berwarna merah dan selalu terpancar kejam.
Naruto menyeringai. Sepertinya akan asyik.
Di dalam tempat pemandian air panas.
Sasuke merendam dirinya sambil memejamkan mata dengan nikmat. Helaian ravennya kini jatuh ke bawah dan basah. Wajah tampannya tampak tenang dan nikmat. Di dalam pikirannya kini dipenuhi pikiran-pikiran tentang masa lalunya yang bahagia. Masa lalunya sebelum Itachi membantai seluruh klan-nya.
"Itachi," gumam Sasuke perlahan. Mata onyxnya kini terbuka tajam.
"Lama Teme?"
Sasuke menoleh ke arah partnernya yang kini langsung terjun di tempat pemandian air panas tanpa persiapan apapun. Beberapa air terciprat di lantai atas pemandian air panas tersebut akibat hempasan tubuh Naruto.
"Bisakah kau tenang sedikit, aku hanya ingin rileks di sini.." kata Sasuke kesal "Dan jangan menatapku dengan tatapan maho seperti itu!"
Naruto tersenyum. Sebuah senyuman yang menyakitkan hati "Woi, di mana Shizu-chan?"
Sasuke mengangkat bahunya perlahan "Hn, entahlah. Dari tadi dia ada di kamar ganti.." Sasuke menggerakkan lehernya, melemaskan otot-otot bahunya "..Lama. Aku tidak tahu apa yang diperbuatnya,"
"Wah..jangan-jangan. Dia..dia.." Naruto membuat wajah mesum yang sangat menjengkelkan Sasuke. Uchiha muda itu langsung menghujam kepala Naruto ke dalam pemandian air panas.
"Diam Dobe! Kau yang hentai!"
"Panas Baka Teme! Kau mau kutenggelamkan juga-ttebayo!"
"Makanya jangan mesum sialan!"
"Kau yang mesum! Memikirkan Shizu telanjang..wakakaka!"
"Kau memikirkan dia main sendiri di kamar ganti, wehehehe.." kata Sasuke dengan tawanya yang datar dan monoton. Sungguh aneh..
"Dan kau memikirkan dada Shizu-chan! Wuahahaha!"
"Hn, dari pada kau yang memikirkan kelamin tak jelas bocah itu.."
"Itu pikiranmu Teme!"
"Itu niatmu Dobe!"
"Itu prinsipmu.."
"MANA ADA PRINSIP SEPERTI ITU!"
"Gezz.."
Naruto dan Sasuke mematung seketika. Mereka menoleh dengan wajah tersenyum kikuk dan keringat dingin di dahi mereka. Jantung mereka berdebar-debar kencang.
Shizukesa berdiri dengan tangan kanan yang ditaruh di pinggangnya dengan gaya anggun. Tampak rambut coklat keemasannya disanggul manis dan wajah cantiknya memerah lucu. Yang lebih lucu dari itu semua adalah..
'Kenapa dia memakai handuk sebatas dada..' batin Naruto dan Sasuke dengan wajah sweatdrop.
"Ng, Shizu-chan. Kau salah ruangan. Ini untuk laki laki-ttebayo," kata Naruto dengan wajah datar sambil menunjuk ke pintu keluar "Silahkan keluar dan masuk ke tempat yang sebenarnya." Sasuke mengangguk-angguk tanda setuju.
"Eh?!" wajah Shizu memerah kesal "Ta-tapi aku kan laki laki-"
"Laki laki tidak akan memakai handuk seperti itu," kata Sasuke dengan nada sok bijaksana "Walaupun Naruto Dobe. Tapi kau sekarang lebih Dobe Shizu.."
'Jangan sok menasehati saat darah bercucuran dari hidungmu Teme. Aku tahu maksudmu yang sebenarnya!' batin Naruto kesal saat melihat wajah datar Sasuke yang diiringi cucuran darah kencang. Shizu cemberut dengan wajah manis yang lucu.
"I-ini.." Shizu menggelengkan kepalanya "Kami para Midoru memang memakai handuk seperti ini. Ini yang namanya norma kesopanan dan-"
"Kita para pria norma kesopanannya hanya dari perut," Sasuke menunjuk perutnya dan kembali sok bijak "Dan juga bagian ini," kata sang Uchiha dengan nada datar sambil menunjuk sesuatu yang berada di bawah air. Sesuatu yang berada di bawah perutnya. Sontak wajah Shizu merona hebat.
"Ba-baka. Aku..aku tahu itu," Shizu mengerling ke samping dengan malu malu "Pokoknya ano.."
"Kawai ne," kata duo Uzumaki-Uchiha itu dengan wajah melongo menyakitkan hati. Mereka berdua langsung tepar di dalam kolam pemandian air panas dengan mulut berbusa. Shizukesa telah menaikkan intensitas chakranya dalam tekanan super tinggi. Shizu pun perlahan-lahan menenggelamkan dirinya ke dalam air panas tersebut.
"Ah~ nikmatnya," Shizu tersenyum "Rasanya seluruh tulangku menjadi hangat,". Naruto dan Sasuke yang baru bangkit dari 'kematiannya' hanya menatap Shizu penuh minat. Shizu salah tingkah dan mundur perlahan.
"Apa lihat lihat?!" kata Shizu kesal. Sasuke memiringkan kepalanya.
"Kau ini Tsundere ya," kata Uchiha tersebut gak jelas.
"Lucu-lucu gimana gitu," tambah Naruto makin aneh dengan wajah penasarannya.
"Coba berdiri Shizu.." kata keduanya seenak jidat. Wajah cantik Shizu terkejut dan dia mundur kembali dengan tangan yang tersampir di depan dadanya secara menyilang.
"Apa yang mau kalian lakukan?!" bentak sang Midoru dengan wajah kesal. Namun bagi Naruto dan Sasuke itu sangat amat lucu. Mereka berdua saling berpandangan dan sebuah seringaian mengerikan gak jelas tersampir di wajah mereka.
'Kita kerjain dia..' batin keduanya kompak. Naruto dan Sasuke berjalan ke arah Shizu dengan wajah yang dibuat sesangar dan sekejam mungkin. Tangan mereka mengarah ke Shizu seperti seorang pemerkosa. Sang Midoru yang kini wajahnya memerah karena uap air panas mundur perlahan sambil menggelengkan kepalanya. Mata lentiknya menatap tajam duo Uzumaki-Uchiha tersebut.
"Berhenti.." kata Shizu "Berhenti!"
"Berhenti..kubilang berhenti! Gezz.."
"Hoaaa! Kami adalah sosok kejam yang akan membuka tabir rahasiaaaa.." kata Naruto dengan suara menakutkan. Sasuke kembali mengangguk-angguk membenarkan.
"Dan kami adalah sosok ingin tahu apa yang ada di dalam dirimu Shizu-chaaawn," tambah Naruto sambil menjilat lidahnya sok angker. Sasuke kembali mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ba-baka! Apa sih yang ingin kalian lakukan!" Shizu menundukkan kepalanya dan kedua tangannya semakin erat menutupi dadanya. TEP! Punggung Shizu kini berbenturan dengan pinggiran kolam. Mata Shizukesa sedikit melebar terkejut.
"Persiapkan dirimu Shizu-cha~n," kata duo tersebut dengan nada yang dibuat berlagu. Jari jari mereka bergerak seperti orang yang ingin menggelitik. Shizu meneguk ludahnya dalam dalam.
Di luar pemandian air panas.
Tiga orang itu berdiri tegak dan langsung meninggalkan kedai dango tadi dengan santai. Naruto yang sedang menyamar tersenyum. Dia bangkit dan ikut berjalan mengikuti tiga orang tadi.
"Hei kalian! Berhenti di situ!"
Tiga orang tadi menoleh dengan wajah kesal. "Ada apa orang tua?! Kau dari tadi benar-benar menjengkelkan!" kata si rambut Mohawk. Wajahnya mengeras dan giginya sedikit bergemeletuk.
"Kalian bertiga belum bayar..aku tidak akan membiarkan kejahatan senaif itu!" kata Naruto sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Sang Uzumaki benar benar santai "Kalian ini mau enak-enak hah?! Apa kalian tidak memikirkan kalau membuat dango itu susah?!"
"Apa-apaan ini," kata si rambut cepak pirang pucat. Matanya menatap malas ke arah Naruto "Kau pikir dirimu siapa Pak tua? Pembela kebenaran? Seorang Shinobi perantau yang memiliki jutsu-jutsu misterius?"
Naruto menyeringai "Bisa dikatakan begitu,"
Si wajah kejam mendengus pelan "Biar kubereskan dia.." katanya dengan suara berat khas penjahat.
"Tenang Sakebu. Orang tua seperti dia mungkin hanya sedang linglung. Biar Ropu yang membereskan dia," kata si rambut Mohawk sambil tersenyum mengejek "Ropu.."
Yang berambut cepak pirang dan dipanggil Ropu menganggukkan kepalanya perlahan. Dia membunyikan jari-jarinya "Oke Kie. Kau dan Sakebu pergi ke dalam dan urus tiga bocah itu. Biar aku yang menghabisi orang tua ini,"
"Apa kau yakin?" kata Naruto dengan tatapan tajam. Ropu menaikkan alisnya perlahan.
"Hah? Apa yang-"
"Awas!"
CRASSSHH! Ropu merasakan tubuhnya terdorong ke samping dan dirinya kemudian jatuh terseret ke tanah. Matanya membelalak shock saat melihat Sakebu yang baru saja mendorongnya kini memegang perutnya yang bersimbahan darah. Mata Kie si rambut Mohawk melebar dan mimiknya sangat amat terkejut. Naruto meniup kedua jari tangannya bak koboi.
"Fuuton : Jubashiku berhasil.." kata Naruto pelan. Wajahnya tersenyum. Lebih tepatnya menyeringai senang. Mata Ropu bergetar hebat.
"Kau sialan! Akan kubunuh kau!" Ropu membuka sebuah gulungan dan timbul-lah kepulan asap yang tebal. Kini si rambut cepak itu memegang sebuah boneka kayu dengan kepala harimau yang menganga lebar. Naruto menaikkan alisnya.
'Pengguna Kugutsu ya?' batin sang Uzumaki perlahan.
"Kau.."
Naruto menoleh ke arah Sakebu. Kepalanya menatap polos dan tanpa bersalah ke orang bermata kejam tersebut.
"TIDAK AKAN KUMAAFKAAAAAAAAAAAAAN!" teriak Sakebu murka. Namun bukan isi teriakannya yang mengerikan, tetapi adalah..
'SUARANYA BISA MENIMBULKAN KERUSAKAN SEPERTI INI!' tubuh Naruto terpental ke belakang dan menabrak dinding kayu warung dango tersebut. Sementara warung dango itu sendiri rubuh dan orang-orang yang berada di dalamnya jatuh ke tanah. Meja-meja terbang lalu terbalik dan jalan yang berada di depan Sakebu hancur dan retak-retak.
"Haah," Kie menepuk keningnya perlahan "Sakebu memang membuat kacau kalau sedang marah." Kie menatap tajam pemandian air panas tersebut "Sakebu! Hancurkan pemandian ini!"
Sakebu menatap Kie dengan wajah sweatdrop "Kau mesum Kie?"
"BUKAN ITU! HANCURKAN YANG LAKI-LAKI SAJA!"
Sakebu membuat wajah shock gaje "K-kau maho Kie?"
"CEPAT SAJA SANA SUARA MENGERIKAN! RAPO, URUS ORANG TUA ITU!" Kie mendecih kesal "Kita harus bunuh tiga bocah itu. Mereka sudah diusir dari desa ini tapi tetap saja melawan.." mata Kie berubah tajam "..Heh, mereka tidak tahu harus berhadapan dengan dua belas pasukan setan!"
Sakebu menarik napasnya dalam-dalam dan dia menghembuskannya dengan sangat kencang, diikuti teriakannya yang membahana. Pemandian air panas bagian pria itu hancur dan runtuh seketika. Dinding-dindingnya melayang ke atas dan tampak airnya berhamburan ke atas. Uap-uap panas membumbung tinggi ke langit.
"Saatnya pembantaian.." kata Kie dengan senyuman liciknya. Sakebu menarik napas dalam-dalam.
Sementara Naruto bangkit dengan wajah kesal. Dia menendang sebuah meja yang menghimpit badan seorang kakek tua. Naruto berdiri dengan tatapan tajam saat melihat Ropu yang berdiri menantangnya bersama dengan boneka harimaunya. Naruto mendecih tidak suka.
"Merasa takut Pak tua?" tanya Rapo dengan nada sombong"Kami adalah dua belas pasukan setan dan kami tidak akan berbelas kasihan, walaupun melawan orang tua lemah sepertimu!"
Naruto mendengus pelan dan tersenyum "Jangan sombong nak..kau juga belum tahu siapa yang kau lawan dattebayo.."
"APA-APAAN ITU?!"
Naruto dan Rapo menoleh ke arah Sakebu dan Kie yang memasang wajah terkejut. Naruto menahan napasnya dan rasanya ingin jatuh gegubrak sweatdrop di sana.
Di kolam pemandian air panas yang masih beruap, tampak Shizu yang kedua tangannya dipegang dan diangkat ke atas oleh Sasuke dari belakang. Sedangkan Naruto (yang bunshin) tersenyum mesum sambil tangannya bergerak-gerak ingin memegang dada Shizu. BRUAAASHHH! Kie dan Sakebu langsung jatuh bersimbahan darah melihat pemandangan erotik tersebut.
'Apa apaan mereka? Kalian ingin memperkosa Shizu apa?' batin Naruto dengan wajah sweatdrop. Namun darah juga mengalir di hidungnya. Naruto menoleh ke arah Rapo dan dia kembali sweatdrop. Rapo juga tepar di tanah dengan bersimbahan darah. Naruto melirik ke arah semua orang. Orang-orang yang berada di kedai hancur itu juga tepar kejang-kejang dengan penuh darah. Akhirnya kedai hancur itu seperti bekas medan perang. Naruto benar-benar sweatdrop melihat pemandangan tersebut.
"Yak, rencana penjatuhan musuh dengan mimisan berhasil. Kerja bagus Teme!" Naruto yang berdiri dengan cepat dan mengambil handuknya lalu menutupi tubuhnya mengacungi jempol ke arah Sasuke.
"JANGAN TELANJANG DI DEPAN UMUM BODOH! WALAUPUN KAU BUNSHINKU TAPI ITU SAMA SAJA DENGAN PRIVASI TUBUHKU!" teriak Naruto kesal melihat tingkah bunshinnya.
Sasuke berdiri dengan cepat dan mengambil handuknya "Hn, itulah yang dinamakan kerja sama.."
"KAU IKUT-IKUTAN BODOH JUGA TEME?!" teriak Naruto shock dengan wajah kesal plus kebingungan.
"Hiks..hiks..baka..baka.." kata Shizu sambil menutupi dadanya dengan wajah memerah dan sedih seperti habis diperkosa.
"JANGAN IKUT-IKUTAN GILA SHIZU! DI MANA WIBAWAMU SEBAGA SEORANG SHIZUKESA?!" Naruto memegang kepalanya shock tingkat dewa.
"Hn, ayolah Shizu..kita cuma main-main. Dan ini adalah rencana untuk mengalahkan mereka," Sasuke memasang wajah tanpa dosa "Meskipun pantatmu sedikit mengenai 'diriku' dan pantatmu ehem.." wajah Sasuke sedikit memerah "..Cukup lembut,"
"JINSOKU!"
"EEKH? LANGUNG PAKAI NINJUTSU?!" Sasuke dan bunshin Naruto berlari terbirit-birit ke arah Naruto yang berdiri dengan wajah melongo.
"SUPIA KOGEKI!"
"WAAAA! GOMEN'NASAI SHIZUUU!"
"JANGAN KE SINI KALIAN BODOOOOH!"
BLAAARHH! Naruto (yang masih menyamar), Sasuke, dan bunshin Naruto tepar di reruntuhan kedai tersebut. Akhirnya Naruto kembali menjadi dirinya dan bunshin Naruto tadi langsung menghilang. Shizu berdiri dengan cepat dan langsung berlari ke arah kamar ganti yang setengah hancur. Saat dia kembali, mata lentiknya menatap tajam ketiga orang yang kini bangkit dengan hidung bercucuran darah sambil menatap duo Uzumaki-Uchiha.
"Taktik yang bagus. Kami terkesan.." kata Kie sambil menggosok hidungnya secara brutal.
'Me-mereka menganggap itu taktik dan mereka..mereka terkesan?!' Naruto benar-benar tidak habis pikir. Ada apa dengan orang orang ini?!
"Gezz, kalian pasti disuruh salah seorang dari anggota Miyamora kan?"
Ketiga orang itu menoleh ke sumber suara, yakni Shizukesa dan langsung tepar di tanah dengan darah yang bermuncratan.
"JANGAN MENGINGAT YANG ITU DAN AKU SEKARANG SUDAH PAKAI BAJU!" teriak Shizu dengan wajah memerah. Ketiga orang tadi bangkit dengan sedikit limbung.
"Tak-taktik yang bagus. Kini aku merasakan chakraku benar-benar habis.." kata Kie dengan mata yang sedikit sayu. Begitu pula dengan Sakebu dan Rapo.
'Mereka masih menganggap itu taktik dan chakra mereka habis? Apa mereka penjahat kejam?' Naruto menepuk keningnya perlahan. Dia menoleh ke arah Sasuke dan wajahnya mengeras begitu melihat wajah sok keren Sasuke.
"Hn, taktik berhasil.."
"ITU NAMANYA MIMISAN BODOH!" teriak Naruto kesal.
"Tapi kami tidak mau main-main sekarang.." kata Kie dengan wajah yang mulai serius "..Kalian akan menerima suatu hukuman karena telah berani tetap di sini padahal kalian telah diusir keluarga tetua desa Kurai,"
Mata Naruto, Sasuke, dan Shizukesa berubah tajam.
"Boleh kami mengakhiri hidup kalian di sini?!" tanya Kie sambil menyeringai.
Pertarungan dimulai!
"Hn, bisakah aku memakai baju dahulu?"
Yah..tampaknya Sasuke belum siap.
TBC
Author Note :
APA APAAN INI?! KENAPA..ARGHHH?! Icha juga bingung kenapa Naruto, Sasuke, Shizu bahkan para penjahatnya menjadi gaje dan melawak berat. Tapi pertarungan seriusnya akan muncul di chap depan.
DAN KENAPA TADI SASUKE?! HEI SAS, BULAN PUASA CHICKEN BUTT! ELO GAK PUASA YA?!
Sasuke : Agama saya adalah tekad membalaskan dendam Uchiha
Naruto : Agama saya tekad api
Haah-_-, akhir kata Icha ucapkan terima kasih kepada semua review Reader-san serta kritiknya. Tanpa kalian fic ini pasti menjadi gaje dan gak jelas *sama aja Cha*
So, is the The Best Team and please Review The Best your Response^_^
Tertanda, Icha Ren.
Preview The Next Chap:
"Me-mereka berani menghadapi tiga dari dua belas pasukan setan. A-anak anak itu dari mana?"/ "AKAN KUBALAS KAU BOCAAAAAAAAAAAAAAH!"/ 'Kerja sama mereka..'/"Putuskan Dobe!"/ 'Sasuke sebagai cover kah?'/"Heh? Apa yang membuatnya penting?"/ "Kalian sudah tahu kan soal ada tiga gulungan kematian di desa Kurai?"
Selanjutnya, di The Best Team: The Death Scroll, Chap 4: The Second Scroll
"Mencuri atau tidak mencuri maka gulungan kedua itu akan menjadi miliknya.."/ "Tepat seperti sensor kegelapanmu Shizu,"
Sekilas kemampuan mereka di The Best Team
Uzumaki-Namikaze Naruto:
Jumlah Chakranya sangat besar. Kekuatannya yang paling kuat saat dia diberi kekuatan kegelapan oleh Yami dan sebuah jutsu penghancurnya yang bernama Dai Rasenringu akan muncul. Dai Rasenringu adalah jutsu terkuat jika dibandingkan jutsu jutsu kedua main chara lainnya.
Uchiha Sasuke:
Sasuke memiliki mata Sharingan yang membuat dia sangat lincah dan dapat menangkap pergerakan lawan dengan mudah. Kekuatannya meningkat pesat saat dirinya mencapai Curse Mark Level 2. Jutsu utamanya adalah Chidori hasil latihannya sendiri saat aksi pencurian gulungan bersama Naruto.
Midoru Shizukesa:
Sebenarnya jutsu jutsu dari Shizukesa tidaklah terlalu kuat. Hanya intensitas atau tekanan chakranya yang sangat tinggi hingga menyaingi para Kage dan Sannin. Kemampuan Shizu yang utama adalah kecepatan, refleknya yang luar biasa, dan cara bertarungnya yang penuh perhitungan. Itu-lah yang membuat dia unggul atas duo Uzumaki-Uchiha, namun soal jutsu, Shizu masih kalah.
