Author Note:
Kembali bersama Icha yang berusaha update cepat^_^, moga moga bisa begini terus..
Untuk chap ini Icha berterima kasih kepada Crisya-senpai yang membantu Icha dalam penulisan action dan saran saran singkat dari Doni-san yang katanya akan segera membantu.
Lalu kabar soal TBT s2 dari Doni-san katanya tetap dtunggu ya *tunggu sampai kapan Doni-san?*, yah..Icha gak tahu apa yang sedang dilakukannya, tapi jenderal yang katanya mesum *emang dah mesum* itu lagi sibuk^_^
Gomen kalau chap ini action-nya kurang dan gomen untuk segala kesalahan kata serta typonya, langsung saja membalas review:
Topeng Lolli Kura: Haha, gak apa-apa. Masa' karena itu tiba-tiba iman Icha tergugah. Haha, emang Naru dan Sasu di sini agak aneh dan melenceng karena..karena..karena *KARENA AUTHORNYA ELU CHA!* hihi, arigatou..
UzumakiDesy: Haha, hanya service kecil untuk Shizu-chawn, arigatou ya^_^
Akhyar Oruchimaru: Arigatou Akhyar-san. Jangan diikuti ya tingkah mereka bertiga *plak, sok bijak* thanks..
Fahri. Spensha: Wohoho, hati-hati terkena tekanan chakra tinggi Shizu lo..ehem, boleh juga tuh. Tapi di MSB ka nada Dei yang kawai juga, tapi bolehlah nanti ada pertarndingan antara laki laki yang paling kawai dan imut*PLAK* arigatou^_^
Zukito: Hahaha, emang Naru agak sedikit sangat kecil warasnya (?), dan lihat saja duet legenda The Best Team kita. Tapi kayaknya Shizu hanya melihat saja deh. Arigatou..
Opek. Zesyu: Haha, iya si Naruto ni lagi jahil*rasengan!* wohoho, hati-hati dengan tekanan tinggi Shizu ya, arigatou..
Hanafid: Haha, masih rahasia^_^, arigatou..
Awar. Muna: Ba-bahasa apa itu Muna-san. Minta terjemahannya boleh? Arigatou ya..
Ritsu Natsuki: Wohoho, sabar Ritsu-san. Apapun kelasnya, yang penting belajarnya oke, right? Dan akan kita lihat trio gak jelas ini menguaknya, moga moga dalam waktu singkat, hahaha..arigatou.
AoiKishi: Kishi-saan! Jangan bakar baju Shizu, nanti Icha noblesse *CPRAAT!* dan fic-nya yang Kyuubi jadi anak perempuan manis diupdate cepat dong. Icha suka tuh, hehehe *tawa apa ini?* arigatou..
Hacia Hikari: Hahaha, canda kok Haci-san *gini lebih manis manggilnya* eh?! Dada Shizu itu milik, milik..milik siapa ya? *Plak* ah au, pokoknya arigatou ya^_^
Guest: Wohoho, oke sip akan Icha pikirkan. Shizu bisa kena mesum satu kelas dari anak anak 1-F nih *evil smile* oke arigatou..
Ara Aya: Hahaha, isinya hampir terkuak kok^_^ dan untuk s2-nya kita masih menunggu konfirm dari Doni-san. Gomen ya kalau lama, arigatou..
Hanzer v reload: Haha, gomen ya Hanzer-san. Becanda *piss* dan arigatou atas reviewnya serta semangatnya^_^
Uchiha leo: Yap, Icha akan berusaha Leo-san. Arigatou ya^_^
Uchiha. Izami: Haha, sip baguslah. Moga membuat hari Izami-san cerah (?), arigatou ya..
Kirigaya o: Ini Raymo-san kan? Dan hati hati lho sama tekanan Shizu jika dia marah. Arigatou ya..
Sgiariza: Oke sip Sgi-san^_^, *tepuk tepuk pucuk kepala Shizu untuk sabar* arigatou atas review dan perhatiannya sama Shizu-chawn..
Vorticella: Wahaha, tuh NaruSasu *nunjuk duo Uzumaki-Uchiha* ada yang mencurigai kalian maho atau tidak? Makanya jangan membuat adegan ciuman saat di Canon *Masashi datang bawa golok* hehe, arigatou atas reviewnya dan kata Shizu, hm..'Aku laki-laki, Gezz'^_^
Sherrysakura99: Yeah, bagus Sherry-san. Jauhkan saja dari dua orang bejat itu *dirasengan dan chidori*. Haha, arigatou atas reviewnya ya..
Lsamudraputra: Haha, nih Icha balas nendang NaruSasu*nendang kaki duo Uzumaki-Uchiha*. Hmm, kita lihat saja Samudra-san, apa saja yang akan diungkap trio gaje nanti, dan untuk suku kecil Icha adalah sijambak. Arigatou ya atas reviewnya *sambil banting NaruSasu ke sungai*
GazzeIE VR: Haha, ya..emang lebih pendek dari kemarin. Dan Rock Lee lebih keren? Wkwkw..kasiha dirimu Sasu. Ouch, aura Shizu naik tuh, katanya dirinya seratus persen laki laki bergender kurang jelas (?) *digeplak Shizu*, haha..arigatou ya.
Hamaru: Waaa..salamnya akan Icha sampaikan^_^, arigatou ya atas reviewnya.
Silent reader tobat: Oke sip^_^ lagunya mantap lo, nanti akan Icha PM ya. Dan haha, tenang saja, gak mungkin duo NaruSasu berani grepe grepe Shizu-chawn *tetapi chap kemarin?* hihi, arigatou ya..
Dark Namikaze Ryu: Haha, oke sip. Salam akan Icha sampaikan. Eeeh?! Icha narsis dan ngaku manis? Wihihi, Icha gak narsis kok, yang narsis tu Sasu-kun *nunjuk lubang hidung Sasuke yang lagi ngembang(?)* arigatou ya atas reviewnya..
Guest: Haha, yap..adegan yang mengerikan bagi Shizu. Arigatou ya..
Muhammad. Khadafi. 777158: Haha, oke sip. Sasu emang rada rada gak waras kemarin^_^ arigatou ya and MSB-nya, sip..
Sora narukami: Yaaa! Tapi Icha gak mesum kok Sora-san. Kecuali soal yang berbau cowok imut kayak Shizu-chawn, Naru-chan *kok gue* #Sasuke; Gue Cha, yaiks..Sasu-kun tu..ganteng jak lah, mwehehehe. Arigatou ya..
Arevi. Are. Vikink: Haha, sip lah. Sasu-kun emang rada rada aneh di sini*dichidori* emang aneg*dikirin* arigatou ya^_^
Yap, arigatou atas semua review, kritik, saran, serta semangatnyadi chap lalu and..
Welcome to The Best Team^_^
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL
By Icha Ren
Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren
NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT
Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor
Rate : T
Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More
Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^
.
.
Enjoy it!
Chapter 4 : The Second Scroll
Naruto menggosok hidungnya perlahan. Safirnya menatap tiga orang tersebut dengan tajam. Dia menyengir sambil melirik ke arah Sasuke yang kini sudah berdiri dengan pakaian lengkap di tubuhnya. Sementara Shizukesa yang masih berada di reruntuhan pemandian air panas sudah menyiapkan sebuah kunai di tangan kanannya. Orang orang di sekitar tempat tersebut melihat dengan penuh minat, sebuah pertarungan tiga lawan tiga yang mulai memanas.
"Me-mereka berani menghadapi tiga dari dua belas pasukan setan. A-anak anak itu dari mana?"
"Katanya mereka dari Konoha. Tapi tampaknya masih muda.."
"Aku harap para pasukan setan tidak menghabisi mereka. Kita tahu kan bagaimana tindakan mereka jika ada sesuatu yang membuat mereka marah dan kesal,"
"Orang-orang di sini berisik," kata Sasuke sambil melirik sekelilingnya "Hn, aku penasaran dengan kekuatan tiga orang itu. Bagaimana Dobe?"
"Heh..boleh kupaparkan dulu kekuatan mereka?"
Sasuke mengangkat alisnya "Tentu saja."
"Yang pertama," mata Naruto tertuju kepada Ropu yang kini sudah menggerakkan boneka harimaunya "Yang berambut cepak pirang itu bernama Ropu-"
"Kau bilang ingin mengatakan kekuatan mereka, bukan nama mereka Dobe.." wajah Sasuke berubah drop seketika.
"Ini awalan kawan! Hahh, baiklah. Si Ropu ini memiliki kemampuan Kugutsu,"
"Tepat. Bisa dilihat dari sikap dan bonekanya. Si wajah kejam yang sedang memegang perutnya itu?"
"Heheheh, itu hasil karyaku-ttebayo," Naruto menepuk dadanya bangga. Sasuke menatap datar partnernya.
"Ya, bagaimana kekuatannya?"
"Dia yang menghancurkan dua tempat ini.."
Mata Sasuke sedikit melebar. Kemudian kembali tajam dan serius seperti biasanya "Teriakan yang menghancurkan. Bisa kita singkat begitu partner?"
"Tentu." Naruto langsung mengeluarkan dua kunai dari kantong senjatanya "Informasinya cukup sampai di situ. Sekarang kita maju dan habisi mereka!"
Sasuke memasang kuda-kudanya. Matanya kini sudah berubah menjadi Sharingan dua tomoe.
"Kalian berdua serang dua bocah sombong itu sedangkan aku akan bermain-main dengan bocah cantik yang berdiri di belakang. Mengerti?!"
Ropu dan Sakebu melongo menatap Kie. Kie sedikit kesal melihat wajah kedua temannya tersebut.
"Apa?!"
"Kie, kau mesum.." kata keduanya kompak.
"CEPAT BUNUH MEREKA!" Kie langsung berlari menuju Shizukesa. Sementara Ropu dan Sakebu melesat ke arah duo Uzumaki-Uchiha.
"AKAN KUBALAS KAU BOCAAAAAAAAAAAAAAH!" teriak Sakebu mengerikan. Naruto dan Sasuke terseret ke belakang dengan kaki yang masih berpijak kuat di tanah. Dua kunai yang dipegang Naruto terlepas dan jatuh ke tanah.
"Matilah!" kata Ropu sambil melepaskan dua jarum beracun dari mulut menganga harimaunya. Sharingan Sasuke berputar cepat dan dia melirik ke bawah dengan cepat. Uchiha itu langsung menginjak ujung sebuah papan yang patah hingga berputar ke atas di samping Naruto. Naruto dengan sigap menangkapnya dan menjadikan papan tersebut sebuah tameng yang menghentikan serangan jarum beracun Ropu.
'Kerja sama mereka..' batin Ropu dan Sakebu sedikit takjub.
"Siap Teme?" tanya Naruto dengan nada senang.
"Hn,"
Naruto melompat ke samping dan Sasuke yang sudah menghidupkan Chidorinya langsung melesat menyerang Sakebu dan Ropu yang berdiri bersebelahan. Ropu tersenyum mengejek dan langsung mengeluarkan sebuah pedang dari lengan bonekanya. Pedang itu mengarah ke dada kiri Sasuke yang kini sedang terbang untuk menghantamkan Chidori ke wajah Sakebu.
"Tarik," kata Sasuke singkat.
Tubuh Sasuke tertarik ke belakang dengan cepat. Wajah Ropu benar benar terkejut. Dia meneguk ludahnya perlahan. Sakebu menarik napasnya dalam dalam, bersiap untuk teriakan selanjutnya.
Sreek, Sasuke berpijak dengan aman. Chidorinya dia matikan dengan wajah datar. Naruto menyentuh pelan bahu Sasuke dan membuat isyarat dengan dagunya.
Sakebu sudah siap untuk mengeluarkan teriakan gilanya.
"Ke-"
"Aku sudah ke kanan!"
"Bisakah kau mulai dengan aba aba Dobe!"
Mata Ropu menyipit tajam. Dia bisa melihat kilatan tali yang melilit tubuh Sasuke dan mengarah ke jari Naruto. Ropu menaikkan alisnya sejenak.
'Apa bocah kuning itu bisa Kugutsu?' batinnya.
"HYAAAAAAAAAAAAAA!" Sakebu berteriak kencang. Tanah tanah yang berada di depan tubuhnya retak-retak dan beberapa batu berterbangan ke depan. Naruto merasakan sesuatu menariknya ke arah Sasuke, begitu pula sebaliknya. Sasuke melirik ke belakang dan melihat tali shuriken Naruto masih melilitnya dengan manis.
"Putuskan Dobe!" kata Sasuke kesal. Naruto mengambil kunainya dan langsung melemparkannya ke arah tali tersebut.
'Jadi begitu, pantas bocah bermata aneh itu bisa tertarik ke belakang..' Ropu tersenyum licik sambil menyiapkan serangan Kugutsunya '..Bocah kuning itu dapat mengendalikan melalui jari-jarinya. Bakat yang unik!'
"Ugh, susah-ttebayo!" Naruto kini merasakan dirinya terseret ke belakang dengan kencang. Dia melirik ke arah Sasuke yang terjatuh ke belakang dengan tubuh terseret akibat teriakan Sakebu. Naruto menarik tali yang melilit Sasuke mendekati tubuhnya, kunai yang dllemparnya tadi langsung dengan cepat memutuskan ikatan tali antara dirinya dan Sasuke.
"Dobe! Boneka itu!" teriak Sasuke. Dia langsung bangkit dengan cepat sambil merapa sebuah jutsu.
Naruto membalikkan tubuhnya dan mengelak ke samping kiri sewaktu sebuah kapak mengayun dari atas kepalanya. Naruto menatap tajam kapak tersebut. Itu adalah modifikasi dari lengan boneka milik Ropu.
"Belum!" kata Ropu singkat. Kapaknya berputar seperti bor dan mengarah menuju leher Naruto ke samping kiri.
BLAAARRHHH! Kapak tadi langsung hancur begitu Chidori Eisho Sasuke menghantamnya dengan cepat. Naruto menyeringai dan menggerakkan handstealnya. Safirnya menyala tajam.
Di tempat Shizu, pertarungan terjadi cukup alot. Kecepatan dan reflek bagus Shizu dapat mengimbangi serangan membabi buta Kie. Kie menyeringai senang saat melihat lawan yang sepadan dengannya.
"Aku tidak menyangka bocah berwajah lemah sepertimu ternyata cukup kuat," kata Kie dengan nada mengejek "Tapi aku tidak mau main-main sekarang. Akan kugunakan kekuatanku yang sebenarnya.."
Mata Shizukesa menyipit tajam. Kie merapal sebuah handsteal rumit dan tiba-tiba tubuhnya menghilang dari pandangan. Shizukesa langsung melirik ke bawah, ke arah tempat Kie berpijak tadi.
'Jadi begitu..' kata Shizu saat melihat ada pergerakan beberapa debu di depannya 'Dia bukan menghilang, tapi tubuhnya menjadi tidak terlihat!' Shizu memejamkan matanya dan meningkatkan kekuatan sensor hatinya.
'Tapi kegelapanmu cukup kuat!' mata Shizukesa terbuka lebar. Dia mengelak ke kiri dengan cepat dan langsung melakukan tendangan putaran yang kuat. Terdengar bunyi suara mengaduh di depan Shizu. Shizu langsung mengarahkan pukulan tangan kanannya ke arah depan.
DUAKHH! Terdengar suara pukulan dari arah pukulan Shizu. Shizu tersenyum tipis, matanya melihat ada gesekan debu di depannya. Tampaknya Kie (yang tidak terlihat) terseret ke depan cukup jauh akibat pukulannya.
"SANKAKU RASENGAAAN!"
Shizu menoleh ke arah pertarungan Naruto-Sasuke melawan dua musuh lainnya. Tampak Naruto yang melompat ke arah Ropu sedang membawa Rasengan segitiganya dengan cepat. Sementara Sasuke menggerakkan handsteal. Mata Shizu menyipit tajam.
'Sasuke sebagai cover kah?' batin sang Midoru.
"Kau salah menyerang terbuka kepadaku bocah sialan!" teriak Ropu kesal. Sementara Sakebu bergerak cepat menyerang Sasuke. Sasuke menyeringai.
SYAAAT! Enam buah jarum beracun melesat cepat ke arah Naruto yang kini membawa Rasengan berbahayanya dari arah depan. Sasuke dengan cepat menyemburkan api mendatarnya dan dengan cepat membalik tubuhnya secara salto belakang. Apinya berputar dengan cepat.
'Itu perlindungan kepada Naruto sekaligus penyerangan kepada si suara gila!' Shizukesa menelan ludahnya 'Mereka..'
DUAKHH! Shizukesa dengan sigap menahan sebuah pukulan dengan tangan kanannya. Tubuh Kie pun perlahan lahan muncul kembali. Kie mendecih kesal.
"Bagaimana bisa..bahkan kau tidak melihat ke arahku,"
Shizu melirik ke arah Kie dengan tatapan lentik nan tajamnya. Dia tersenyum manis ke arah musuhnya "Hatimu. Hatimu cukup kelam. Aku bisa merasakannya,"
"Kau tipe sensorik?"
Shizu terdiam sejenak "Tidak," matanya kembali melihat pertarungan Naruto dan Sasuke "Aku lebih dari itu. Tetapi satu hal.."
Naruto pun menghancurkan boneka harimau Ropu yang ternyata melesat melindungi sang pengendali. Ropu sedikit mendecih kesal saat bonekanya hancur. Sementara api Sasuke membakar lengan baju Sakebu yang sempat menghindar tadi. Sasuke menghela napasnya.
"..Kekelaman hatimu masih kalah dengan mereka berdua!" kata Shizu dengan nada serius. Dia segera memelintir tangan Kie dan langsung menendang perut orang berambut Mohawk tersebut. Kie terseret ke belakang sambil mengelus tangannya yang dipelintir Shizu. Matanya menatap tajam sang Midoru dan penuh dendam.
Ropu mundur ke belakang dengan wajah kesal. Matanya sedikit bergetar tidak percaya kalau boneka harimaunya hancur oleh bocah bersurai pirang tersebut. Tiba tiba lima shuriken melesat ke arah wajahnya dengan cepat. Mata Ropu membulat terkejut.
"HYAAAAAH!"
Tlang! Tlang! Shuriken Naruto pun terpental ke berbagai arah saat teriakan hebat Sakebu bergema cukup kuat. Naruto menajamkan matanya.
Sementara Sasuke kini melompat ke belakang dan berdiri sejajar dengan partnernya.
"Bagaimana Kie? Kita mundur?" tanya Ropu sambil melirik ke arah temannya tersebut. Kie mendecih kesal.
"Ingat bocah lemah. Aku belum serius,"
"Tadi kau bilang tidak akan main main.." kata Shizu sambil menaruh tangan kanannya di pinggang. Dia tersenyum manis ke arah Kie "Kapan mulai seriusnya?"
"DIAM KAUUUUUUUUUUUUU!" teriakan gila Sakebu menerbangkan tubuh Shizu ke belakang. Naruto dan Sasuke melongo tidak percaya. Seorang Shizu kini tersungkur di dalam kolam pemandian dan membuat air-air panas tersebut berhamburan ke mana-mana. Kie tersenyum tipis.
"Kami akan membalas kalian keparat!" kata Kie sambil melemparkan sebuah kunai peledak ke arah duo Uzumaki-Uchiha. Naruto menangkapnya dengan tenang.
"Selamat tinggal!" kata Ropu dengan mata nyalang penuh kebencian "Akan kuhancurkan kau karena telah menghancurkan bonekaku!"
Naruto melemparkan kunai itu ke langit dan meledak di sana. Para warga Kurai yang menonton adegan pertarungan tadi takjub melihat ledakan di langit tersebut.
Tiga ninja tadi langsung melesat pergi. Naruto menatap ceceran darah dari perut Sakebu. Dia menguap bosan dan menepuk pelan bahu Sasuke.
"Ayo tolong Shizu-chan," kata Naruto dengan wajah datar. Sasuke menghela napasnya dan menganggukkan kepalanya. Mereka berdua berjalan dalam diam.
"Dobe,"
"Apa Teme?"
"Kau belum serius tadi?"
"Hah? Serius dalam apa?" Naruto melirik ke arah partnernya tersebut.
"Hn, bukan apa apa. Tapi kenapa mereka menyerang kita? Itu tandanya pengusiran kita benar benar serius. Tunggu dulu.." Sasuke berhenti sejenak. Onyxnya menatap penuh selidik ke arah Naruto.
"Kenapa kau di luar saat aku dan Shizu berada di dalam?" tanya Sasuke tajam "Dan apa maksudmu membuat bunshin?"
Naruto menggaruk kepalanya "Aku melihat tiga orang itu dan aku curiga Teme, tapi.." Naruto dan Sasuke kini sudah sampai di tepian kolam. Di mana Shizu duduk bersimpuhan dengan manis dan pakaian serta wajah yang basah. Rambut coklat keemasannya melekat lucu di wajahnya.
"..Kenapa Shizu tidak bisa merasakan mereka?" tanya Naruto sambil menatap wajah cantik Shizukesa. Shizu bangkit sambil mengibaskan poni rambutnya.
"Aku merasakannya, tetapi.." Shizu mengerling ke arah lain dengan wajah cemberut "..Aku cuma mau beristirahat sebentar dan merilekskan otot ototku sebelum pertarungan yang sebenarnya.."
GUBRAK! Naruto dan Sasuke jatuh dengan wajah sweatdrop. Naruto bangkit sambil menggaruk kepalanya.
"Kau sudah tahu kalau kita akan diserang atau diusir secara kekerasan?" tanya Uzumaki muda itu.
"Tentu saja, bahkan mungkin lebih sulit," Shizu menaruh jari telunjuknya di bawah bibir "Apa tadi mereka menyebut nama kelompoknya?"
"Dua belas pasukan setan," jawab Sasuke dengan nada datar. Shizukesa menganggukkan kepalanya.
"Itu dia. Kita baru melihat tiga kekuatan dari mereka, tersisa Sembilan orang lagi dan mungkin.." mata Shizu menyipit tajam "..Ada kekuatan yang sangat berbahaya menanti kita!"
Naruto dan Sasuke menunduk ke bawah dan tampak berpikir. Naruto mengerutkan keningnya.
"Emm, ngomong ngomong, ano.." Naruto menatap Sasuke dan Shizukesa dengan pandangan menyelidik "..Apa maksud perkataan Sasuke tentang pantat Shizu dan kelembutan lalu' diriku' dan sebagainya?" Naruto menatap penuh selidik ke arah keduanya "Aku penasaran-ttebayo.."
Wajah Sasuke sontak memucat. Namun tetap stoic tanpa dosa. Sasuke bergumam pelan.
Sementara wajah Shizukesa kini sudah memerah tomat.
"Hn, jangan berpikir yang macam macam Dobe. Hanya saja pantat Shizu menyentuh, ahem..ahem.." Sasuke membuat mimik wajah yang tidak jelas "Aku akan siap pingsan dengan mulut berbusa.."
"Jinsoku.." Shizu menunduk ke bawah dengan aura kelam. Naruto dan Sasuke kembali berkeringat "..Supia.."
'Pasti langsung jutsu,' batin duo Uzumaki-Uchiha tersebut dengan wajah berkeringatan.
"Ko-"
"Kakak semuanya!"
"Eh?!" Naruto, Sasuke, dan Shizukesa menoleh ke arah depan. Di depan kedai dango yang telah hancur kini berdiri sesosok bocah yang mereka kenal. Bocah berkulit gelap dengan rambut jabrik pendek yang berwarna merah tua..
"CHISAI?!" teriak ketiganya heboh sendiri. Orang orang disitu menatap kebingungan.
"Ano..aku melihat pertarungan kalian tadi. Bisakah kalian ke rumahku sebentar?" kata Chisai sambil menggaruk belakang kepalanya. Naruto, Sasuke, dan Shizukesa saling berpandangan.
"Tentu saja," kata Shizu sambil tersenyum manis.
"Dan berikan dia baju.." kata Sasuke dengan wajah datar. Shizu mendengus pelan. Naruto terkekeh.
"Heheh, ya ya..dan kami akan mengintipnya Sh-ADAW! Gomen ne Shizu-chan,"
Chisai tersenyum melihat tingkah ketiga ninja muda tersebut. Dia menghela napasnya lega. Dia yakin, dia yakin ketiganya akan menjadi penerang bagi kekelaman desa Kurai yang selalu kelam. Dan Chisai sangat berharap di hatinya.
Shizukesa berjalan ke arah pemilik warung dango dan membayarkan kerugian akibat pertarungan mereka tadi. Shizu menoleh ke arah Naruto-Sasuke dengan wajah cemberut.
"Apa?!" tanya duo Uzumaki-Uchiha itu dengan wajah kebingungan.
"Bayar. Bantu dong.." kata Shizu dengan nada merajuk. Naruto menghela napasnya "Ini kan untuk ramen-"
"Kalian berdua bayar untuk pemilik pemandian air panas-"
"Hei, para penjahat itu kan juga bertanggung jawab-ttebayo. Bukan kita saja yang melakukannya!" Naruto menatap dompetnya "Aku menyayangkan kenapa kita bertarung di sini.."
"Tidak ada yang tahu di mana kita bertarung Naruto," kata Shizukesa dengan wajah sweatdrop "Cepat bayar dan kita cepat pergi. Gezz, aku mau cepat cepat menghentikan keanehan di desa ini," Shizu menatap ke atas langit 'Dan mungkin membuatnya cerah kembali..'
.
.
.
Naruto duduk di lantai ruangan tamu tersebut sambil bersidekap dada. Sementara Sasuke duduk bersandar dengan wajah tenang. Hanya Shizukesa yang duduk sopan dengan melipat kedua kakinya ke bawah. Chisai kini duduk di samping sesosok orang tua dengan kerutan kerutan di wajahnya yang menampilkan ekspresi serius dan nampak tidak main main. Kepalanya bagian atasnya botak dan hanya menyisakan rambut-rambut di tepinya. Kumis tebal menghiasi wajahnya dan matanya cukup tajam. Dia adalah paman Chisai yang bertanggung jawab mengurus sang keponakan. Namanya Nagawa dan dia seorang nelayan.
"Aku sudah diberi amanah orang tua Chisai untuk menjaga Chisai sejak kecil," Nagawa menepuk pelan pucuk kepala anak manis tersebut "Chisai sudah kuanggap sebagai anak sendiri. Lagipula orang tuanya adalah mantan orang penting di sini.."
Naruto, Sasuke dan Shizukesa tersentak kaget. Mereka menatap penuh minat ke arah Chisai.
"Heh? Apa yang membuatnya penting?" tanya Naruto dengan safir sedikit berbinar. Nagawa memandang tajam tiga Genin Konoha tersebut.
"Karena mendiang ayahnya merupakan Miyamora, dan kepala keluarga tetua sebelum Jun! Nama ayahnya adalah Ken Miyamora dan kakak sulung dari Jun maupun Han!"
Naruto, Sasuke, dan Shizukesa semakin terkejut. Tampaknya misi ini akan semakin rumit. Kenapa seorang keluarga Miyamora tinggal di rumah sederhana seperti ini?!
~TBT : TDS~
"Aku tak percaya.." gumam Sasuke pelan "Tunggu dulu. Jika ayahnya merupakan kakak sulung dari Jun dan Han Miyamora, maka kau.." Sasuke menyipitkan matanya "..Kau siapa?"
"Tentu saja dia adalah kakak atau adiknya ibu Chisai, bagaimana kau ini Teme.." kata Naruto sambil melipat kedua tangannya dan memejamkan matanya dengan wajah kasihan.
"Orang bodoh pun pasti tahu itu," kata Shizu dengan tatapan aneh ke arah Sasuke.
"Aku..aku kan, aku kan hanya.." DONG! Sasuke drop seketika denga aura suram.
Nagawa tersenyum "Heheh, ya ya..aku adalah adiknya dari ibu anak manis ini. Ehem," Nagawa menatap ketiganya kembali dengan tatapan tajam "Ken Miyamora ditemukan mati persis dengan cerita kematian Jun,"
Mata Naruto membulat sempurna. Sasuke terperangah dan Shizukesa menggerakkan badannya sejenak. Mereka bertiga tampak sangat tertarik dengan cerita Nagawa.
"Apa maksud anda Tuan Nagawa?" tanya Shizu sopan. Nagawa menggosok lengannya.
"Begini, sebelum kematian Ken, ternyata dia telah meminta bantuan kepada Shinobi Konoha untuk membantunya mencari gulungan kematian rahasia desa Kurai.."
Sontak ketiga Genin muda itu tersentak kaget.
"Namun saat para Shinobi kiriman dari Sandaime datang, Ken sudah ditemukan meninggal. Para keluarga menolak bantuan dari para Shinobi tersebut dan akhirnya pencarian itu gagal dilakukan." Nagawa menggosok dagunya "Namun saat para keluarga menemukan surat wasiat Ken yang ternyata tertulis setengahnya, ditemukan kata kata kalau dia akan dibunuh. Lalu, emm..disitu tertulis kalau Jun akan menggantikan posisi sang kakak sebagai pemegang desa ini sekaligus pemegang dua gulungan kematian." Nagawa menatap tajam ketiganya,
"Kalian sudah tahu kan soal ada tiga gulungan kematian di desa Kurai?"
Naruto dan dua temannya menganggukkan kepala. Nagawa ikut mengangguk pelan.
"Jadi, yang ingin dicari itu adalah gulungan ketiga. Ada isu yang mengatakan kalau gulungan ketiga itu berada di lembah Kuroyami.." Nagawa tertawa pelan "Tentu saja lembah itu sangat menyeramkan dan katanya dipenuhi roh roh gentayangan. Ada cerita yang mengatakan jika kita masuk ke sana maka kita tidak akan pernah kembali lagi ke desa,"
Naruto langsung memeluk Sasuke dengan badan merinding. Sasuke segera menolak tubuh partnernya dengan wajah kesal. Naruto berusaha memeluk Shizu, Shizu menaikkan intensitas chakranya dan Naruto langsung tenang.
"Bisakah kalian mengerti diriku," kata Naruto kesal.
"Tidak!" kata Sasuke dan Shizu kompak.
"Ciee kompak,"
Sasuke dan Shizu menatap nyalang ke arah Naruto bak hantu.
"Jadi hal itu yang membuat Tuan Ken dan Jun Miyamora mencari gulungan terakhir tersebut," Shizu menaruh telunjuknya di bawah bibir dan berpikir "Gezz, ada yang kurang dari cerita ini.."
"Apakah saat kematian Ken Miyamora kedua gulungan yang dipegangnya hilang seperti sekarang?" tanya Naruto dengan wajah datar. Shizu dan Sasuke serempak memandang bocah Uzumaki tersebut. Mereka sedikit terpana dengan analisis Naruto.
'Itu dia..' batin Shizu
'..Bagian yang kurangnya..' batin Sasuke.
Nagawa tersenyum. Dia menghela napasnya perlahan.
"Gulungan pertama dapat diselamatkan oleh Ken dalam sebuah peti yang tersegel khusus. Hanya Jun yang sebagai kepala keluarga tetua yang bisa membukanya. Namun gulungan kedua telah menghilang saat kematian Ken Miyamora," Nagawa memandang nakal ke arah ketiganya "Kalian mau tahu siapa yang mencurinya?"
Sasuke dan Naruto saling berpandangan dengan wajah tegang. Shizu membetulkan letak rambut bagian telinganya perlahan. Mata coklat keemasannya berbinar penuh ingin tahu.
"Heh, yang mencurinya ternyata Jun sendiri.."
"APAAAA?!" teriak ketiganya kebingungan. Naruto mengacak ngacak rambut Sasuke frustasi.
"HEI, KENAPA MENGACAK RAMBUTKU DOBE?!" protes Sasuke kesal
"Aku frustasi.." kata Naruto sambil kembali duduk dengan tenang.
'Biasanya frustasi itu mengacak acak rambutnya sendiri sialan!' batin Sasuke kesal. Matanya menatap tajam Nagawa.
"Pasti ada alasan bagus kenapa Jun mencuri gulungan kedua yang memang harus dia miliki," Sasuke berhenti sejenak "Mencuri atau tidak mencuri maka gulungan kedua itu akan menjadi miliknya.."
Nagawa mengangguk setuju "Ya, karena dia tahu ada sesuatu yang jahat di keluarganya, maka dia mengamankannya dengan cepat. Jun adalah tipe orang yang lugas.."
Shizukesa memiringkan kepalanya "Lalu?"
"Yah, setelah diangkat dia membuat suatu manipulasi kejadian dengan ditemukannya kembali gulungan kedua. Siasat yang bagus dan aku sendiri yang membantunya.." Nagawa memejamkan matanya "..Aku dan Jun sudah seperti saudara meskipun kami sebenarnya adalah iparan. Yah, karena aku dan dia adalah teman main masa kecil. Dia lebih percaya kepadaku dibanding keluarganya sendiri.." Nagawa membuka matanya perlahan lahan "..Dan keluarga kakaknya, keluarga Ken serta Shina, kakakku yang telah menjadi istri Ken Miyamora.."
"Tepat seperti sensor kegelapanmu Shizu," kata Naruto sambil tersenyum senang "Memang keluarga itu sangat aneh dan kau mengatakan aura kejahatan sangat pekat di sana.."
Shizu menghela napasnya. Dia kemudian menatap tajam ke arah Nagawa "Dengan begini aku tahu dari mana anda mendapatkan cerita itu Tuan Nagawa, satu hal lagi.."
Nagawa balas menatap tajam Shizukesa.
Shizu terdiam. Dia menundukkan kepalanya, kemudian menoleh ke arah Naruto dan Sasuke bergantian.
Naruto menganggukkan kepalanya lalu menatap datar ke atas. Safirnya tampak menerawang. Sasuke memejamkan matanya tanda mengerti.
"..Teman temanku sudah mengerti Tuan Nagawa, kami bisa menebak?"
Nagawa memiringkan kepalanya. Sementara Chisai menggosok pipinya perlahan tanda ingin tahu.
"..Apakah gulungan kedua kembali dicuri Jun dari dirinya sendiri dan diberikan kepada dirimu dan Chisai?"
Nagawa tersenyum puas. Chisai mengangguk kepalanya dengan mantap.
"Ya, tepat sekali. Gulungan kedua ada di sini!"
Sedikit rahasia mulai terbongkar!
TBC
Note from They:
Naruto: Wohoho, ada yang aneh dan bingung-ttebayo? Aku pun masih bingung dan pusing dengan misi ini.
Sasuke: Hn, karena kau-
Naruto: Blablabla! Eh Teme, apa yang kau lakukan sama Shizu waktu di pemandian air panas?
Shizu: Gezz, aku ada di sini..
Naruto dan Sasuke *poker face*
Shizu: Untuk dalam misi ini, ada beberapa fakta yang kami temukan, yakni..
Gulungan kematian (Death Scroll) terdiri atas tiga gulungan. Dan sialnya, ketiga-tiganya menghilang
Ada suatu hubungan aneh antara keluarga Miyamora dengan dua belas orang yang menamai diri mereka dua belas pasukan setan
Ternyata bocah yang kami tolong saat di depan rumah keluarga Miyamora adalah anak dari mantan tetua keluarga Miyamora, yakni Ken Miyamora yang ternyata adalah kakak tertua dari Jun dan Han Miyamora
Kematian Ken hampir persis dengan kematian Jun, yakni saat para Shinobi Konoha datang ke desa mereka, kedua-duanya yang bertindak sebagai klien tiba-tiba meninggal dunia
Ternyata Jun Miyamora yang mencuri sendiri gulungan kedua sebelum hari kematiannya
Dan gulungan kedua ada di tangan Paman Nagawa dan Chisai. Paman Nagawa adalah adik dari istri Ken Miyamora.
Naruto: Analisis yang bagus Shizu! Heh, Teme..apa yang ada di tanganmu itu?
Sasuke: Daftar keluarga Miyamora yang kita curigai, yakni..
Han Miyamora, adik dari Jun Miyamora dan fakta baru, adik dari Ken Miyamora. Wajahnya bulat berlemak dan tubuhnya besar serta rambutnya putih yang agak tipis.
Ishina Miyamora, istri dari Jun Miyamora. Wanita tua yang tampaknya memiliki jiwa lemah dan sering menangis. Wajahnya sederhana tetapi hn, perhiasannya cukup mewah
Anak tertua Jun dan Ishina Miyamora, laki-laki, rambutnya agak kecoklatan dan pandangannya seperti orang linglung. Entah orang ini masih waras atau tidak.
Anak bungsu Jun dan Ishina Miyamora, seorang perempuan, cukup cantik tapi masih kalah dengan Shizu dan memiliki mata bulat besar serta rambut hita bergelombang. Tampaknya perempuan ini cukup tabah.
Dua sepupu Jun Miyamora. Kami tidak tahu namanya, yang pertama memiliki rambut pirang pendek dan mata ungu yang cukup tajam. Yang kedua rambutnya berwarna hitam lurus dengan poni yang hampir menutupi kedua matanya. Hn, ada tahi lalat yang berada di bawah bibirnya.
Naruto: Yang penting keduanya memiliki dada besar-ttebayo!
Sasuke: Hn, setuju
Shizu: Gezz, lalu untuk musuh-musuh kami yang menamai mereka dua belas pasukan setan, hanya ada lima yang berhasil diketahui, yakni..
Kie, berambut Mohawk, kekuatannya adalah dapat menghilangkan atau mentransparankan tubuhnya dengan segel rumit.
Ropu, berambut cepak pirang pucat dan berwajah lemah (menurut Naruto), dia adalah seorang ahli Kugutsu.
Sakebu, rambut pendek rapi dengan dagu terbelah dan mata merah yang selalu menyala kejam. Dia memiliki kemampuan aneh dalam suaranya, teriakannya mampu menghancurkan dan menerbangkan apa saja yang ada di depannya.
Juryo, tubuh besar dengan jambang lebat di wajahnya. Orang ini pernah dipukul Naruto saat berada di kedai. Kemampuannya, tidak diketahui.
Hayaku, berkepala botak dan mempunyai luka di mata kanannya, kemampuannya belum diketahui.
Naruto: Wao..rasanya hasil pemaparan kita cukup sampai di sini dulu-ttebayo..
Sasuke: Hn, aku setuju. Aku mau berbuka puasa dulu
Naruto: Kau ini ada apa sih Teme?
Shizu: Gezz, kami perwakilan Author memohon kepada Readers semua untuk mereview fic ini-
Naruto: Siapa yang mereview paling banyak dapat foto Shizu-chan lagi pakai baju Maid dattebayo, hahaha-
Shizu: Jinsoku..
Sasuke: Aku gak ikut. Aku mau buka puasa..
Naruto: Pasti langsung Ninjutsu!
Shizu: Supia Kogeki!
Sasuke: KENAPA KE SINI JUGA!
Dan kita tinggalkan mereka bertiga, dimohon reviewnya ya senpai-senpai?
So, is The Best Team and please The Best Review for it's..
Tertanda. Icha Ren
Preview The Next Chap:
"Misi kalian cukup sulit,"/ "Aku juga kawan. Aku akan kembali ke kegelapan,"/ "Kau lihat tadi tatapannya?"/ "Jadi mereka mengenalmu namun menganggapmu seolah olah tidak ada?"/ "Percayalah. Ini benar benar mengerikan. Kami berdua melihatnya tanpa sengaja. Lebih tepatnya Chisai.."/ "Su-suara tangisan yang berasal dari altar!"/ "MOHON AKU TAKUT-TTEBAYOOOO!"
Selanjutnya, di The Best Team: The Death Scroll. Chap 5: Murder in Midnight
"..Lukisan penuh darah!"/ "Ya, Naruto Nii-chan. Tou-san memang mati seperti itu. Dan..dan apakah itu karena dosa? Karena dosa nenek moyang keluarga ini?"
