Author Note:
Haloooooo *DHUAAARHH!* Icha come back again in the The Best Team, The Idiot Pein *dishinra tensei* hahaha, gomen. Hanya bercanda..
Maafkan untuk lamanya tidak mengupdate chap terbaru karena Icha sibuk dan Icha juga kemarin berusaha fokus ke MSB dan akhirnya..TAMAAAAAAAT! *BLAAAAAARHHH!*
Haah..haah..emm, ^_^ arigatou atas review, saran, kritik dan semangat serta dukungannya. Icha akan selalu berusaha untuk lebih baik.
Saatnya membalas review dulu..
Freak: Haha, arigatou Freak-san. Jangan main cium-cium lhooo *bawa gergaji mesin* emm, yah..karena fic ini referensi dari TBT, jadi Icha pun agak bingung memakai jutsu Naruto karena Doni-san hanya memberikan tiga model Rasengan dan sebuah teknik yang seperti Kugutsu itu. Selebihnya Kagebunshin. Lalu untuk Sasu-kun, emm..susah kalau Icha jelasinnya karena yang banyak tahu Doni-san. Pokoknya saran Freak-san bagus dan arigatou ya..
Guest: Haha, apa yang gak jadi? *kepo* arigatou ya..
uchiha. izami: Okeeee^_^, arigarou ya..
Sarutobi RianMaru: Haha, ya..Sasuke ni lagi mencak-mencak gila karena meliha Orochi mengintipnya *WTF?!* hihi, arigatou ya atas reviewnya..
Akhyar Oruchimaru: Hahaha, oke sip. Icha akan berusaha penuhi rasa penasarannya^_^, arigatou..
fahri. spensha: Hihi, arigatou ya. Dan Shizu bilang salam manis untuk Fahri-san^_^
Guest: Oke sip. Icha akan berusaha. Arigatou..
Guest: Waah, bahaya nih. Hahaha^_^, arigatou ya..
Hamaru: Hihi, oke..akan Icha usahain kalau Doni-san gak sibuk. Arigatou ya..
Hacia Hikari: Haha, sip lah. Jangan panggil Icha Hime dong *manyun* Icha kan bukan tuan putri. Hem, soal Midoru itu, engg..nanti Icha tanya Doni-san. Tapi tidak salah kami telah mengkonsepnya sebagai musuh Naruto dan Sasuke. Musuh dari Ashura-Indra. Tidak salah si Midoru itu keturunan Kresna. Arigatou ya *dan dada Shizu milik Icha, karena imuuut PLAK*
ini review ya: Yap, mereka berdua *nunjuk Naruto-Sasuke* memang tolo-*grr*maksudnya tolong-menolong. Hehe, Icha belum tahu. Icha akan coba tidak menjadi long fic, yah..gak mungkin kali karena ini kan hanya menyangkut satu problem cerita. Dan arigatou atas review serta menunggu TBT s2-nya^_^
Kirigaya o: Haha, pake teriak segala. ARIGATOUUUUU ATAS REVIEWNYAAAA *Kau juga teriak Cha!*
opek. zesyu: Yap, oke sip. Arigatou ya..
Wizar no Hentai: WAAAAA! KALAU BEGITU BAGUS DAN ICHA MIMISAN *DHUAARH!* hihi, akan Icha pikirkan dan arigatou ya^_^
Hanafid: Arigatou, Yosh, Icha akan lanjut..
sora narukami: Wahahaha, bahaya itu..ada modus mengerikan. Arigatou ya atas reviewnya^_^
uchiha leo: Ano Leo-san. Hanya ada gulungan kedua pada Nagawa dan Chiasi. Gulungan pertama dan ketiga masih hilang. Nagawa dan Chisai hanya memegang foto gulungan satu dan dua, serta gulungan kedua. Yah, mereka bertiga masih meraba-raba sepertinya *Pein: Raba apa?! JGEER* arigatou ya..
sgiariza: Nanti akan terjawab^_^, *colek Shizu aja*. Arigatou ya..
uchihaenji935: Oke sip. Arigatou ya..
sae. fullo. 1: Wahahah, bahaya nih..bahaya nih..bahaya nih.. *plak*, oke..akan Icha usahain ya. Arigatou^_^
.vikink: Hihi, Sasu-kun kan memang gagap*PLAK* arigatou atas reviewnya^_^
UzumakiDesy: Haha, *beri Shizu* Sasu-kun sama Icha aja^_^ arigatou ya..
YamiNoMadara226: Arigatou ya Yami-san. Emm, sepertinya. Ya, sepertinya *eeeh, kan kau Authornya Icha* hihi, tunggu saja dan sampai chap berapa belum tahu nih. Arigatou ya..
Dark Namikaze Ryu: Hihi, maunya dipanggil Icha aja :P. wehehe, arigatou ya Dark-san.
Topeng Lolli Kura: Wahaha, gomen kalau chap ini ngaret. Yap, ada sedikit horrornya. Arigatou atas reviewnya^_^
Sherrysakura99: Haha, seperti itulah kemampuan Sakebu. Arigatou atas reviewnya^_^
muhammad. khadafi. 777158: WAHAHAHAHA! Sumpah, review Khadafi-san bikin Icha ngakak. Gak nyangka akan menggoda Naru dan Hina seperti itu. Pssst, itu kan fic mereka yang lain^_^ hihi. Untuk pasangan Shizu-chan..emm, ya Icha lah*DUAKH!* Yah, nanti akan kita lihat^_^
Yap, arigatou atas semua reviewnya minna, so..enjoy it and
Welcome to The Best Team^_^
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL
By Icha Ren
Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren
NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT
Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor
Rate : T
Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More
Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^
.
.
Enjoy it!
Chapter 5 : Murder in Midnight
Naruto duduk bersandar di dinding ruang dapur dengan mata terpejam. Bagi yang menatap sekilas bocah Uzumaki itu akan mengira kalau dia sedang tertidur lelap. Tetapi bocah bersurai kuning itu sebenarnya sedang masuk dalam mindscapenya dan berbicara kepada dua sosok di dalam tubuhnya. Sang BIjuu ekor Sembilan yang dipanggil Kurama dan The Dark Side-Yami.
"Misi kalian cukup sulit," Yami mengeluarkan seringaian khasnya "Tetapi ini bagus untuk latihan."
"Latihan apa?" tanya Naruto sambil menatap malas ke arah Yami. Yami terkekeh pelan.
"Pelatihan otakmu Naruto. Dengan begini bukan hanya kekuatan fisik yang kau kembangkan, tetapi otak itu juga harus penting.." kata Yami sambil menunjuk samping kepalanya pada kata "otak".
"Kalian bisa membantu?" tanya Naruto sambil merentangkan kedua tangannya "Mungkin ada sesuatu yang kami bertiga lupakan. Sesuatu petunjuk atau terserah apapun.."
Kurama mendengus pelan "Kau.." wajah Kurama berubah serius "Kau melupakan.."
Naruto dan Yami menatap penuh minat ke arah Kurama "Ya ya Kurama, apa itu?" kata Naruto penasaran "Katakan. Katakan saja.."
"Kau..kau lupa untuk mengganti celana dalammu,"
Tes..tes..tes..hanya terdengar tetesan air yang ada di mindscape Naruto. Terdiam dalam keheningan. Naruto dan Yami cengo mendengar kata kata Kurama.
"Yami,"
"Hm?"
"Aku pergi dulu.."
"Aku juga kawan. Aku akan kembali ke kegelapan,"
"HEI HEI HEI! ADA APA DENGAN KALIAN BERDUA?! BUKANKAH LELUCONKU MEMBUAT SUASANA TEGANG INI AGAK MEREDA?!"
Naruto dan Yami menatap suram sang Kyuubi. Naruto menunjuk dengan wajah kasihan.
"Leluconmu..lucu.."
Kyuubi mengangkat satu alisnya kebingungan. Mata rubahnya menatap intens Naruto "Lalu, kenapa kalian sepertinya suram?"
"Karena dibawa olehmu jadinya tidak lucu," sambung Yami dengan wajah datar. Wajah Kurama mengeras kesal.
"KALIAN BOCAH KEPARAT YANG TIDAK TAHU-"
Naruto pun keluar dari mindscapenya dengan senyuman geli. Safirnya kemudian melirik ke arah luar rumah sederhana Chisai. Tampak sang partner-Uchiha Sasuke-berdiri sambil memasukkan kedua tangannya di kantong celana dan menatap ke arah bulan. Malam begitu tenang. Bulan begitu terang. Bagi Sasuke, bulan ini sama dengan bulan di mana Itachi berdiri di tengah mayat-mayat klan-nya dan memberikannya suatu tekanan psikis yang kuat. Onyx Sasuke menatap tajam sang bulan. Di lingkaran sinar perak itu, terbayang oleh sang Uchiha wajah Anikinya. Dan Sasuke begitu sangat benci mengingatnya.
Tep. Sasuke melirik ke belakang. Naruto sang partner menepuk pundaknya pelan dan tersenyum tipis. Sang Uzumaki berdiri tegak di samping Sasuke sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Ada yang kau pikirkan Sasuke?"
Sasuke menghela napasnya "Banyak. Banyak yang aku pikirkan,"
"Heh, kau selalu begitu. Tenang saja, suatu hari nanti semua tujuan kita akan tercapai.." mata Naruto menatap tajam ke bulan, seolah olah matanya ingin membunuh bulan tersebut "..Kita sudah berjanji melakukan hal tersebut."
Sasuke mendengus pelan dan tersenyum tipis "Hn, kalimat pembangkit semangat yang bagus kawan. Tapi sayang kenapa dijadikan pemicu dalam kejahatan,"
Naruto tertawa pelan "Bukankah kau juga yang ingin menjadi penjahat?"
"Bukan," Sasuke memajukan kepalan tangannya "Kita adalah para penjahatnya, dan kita nanti adalah tim penjahat terbaik di dunia Shinobi suatu hari nanti," Naruto tersenyum sambil memajukan kepalan tangannya.
"Aku suka itu. Apapun untuk cita cita kita, bahkan menjadi penjahat sekalipun, demi harga diri yang telah bangkit dari keterpurukan, kita.."
Dua kepalan tangan itu saling bertemu tepat di tengah cahaya rembulan.
"..Adalah duo tim terbaik di dunia Shinobi!"
Shizukesa yang berdiri di depan pintu dan di belakang Naruto-Sasuke hanya menatap datar keduanya. Saat itu sang Midoru merasakan aura kegelapan yang cukup kuat. Dia menghela napasnya dan menaruh tangan kanannya di pinggang.
"Makanan sudah siap anak muda," kata Shizu dengan nada datar. Naruto dan Sasuke menoleh ke belakang. Sejenak, mata mereka saling bertatapan dalam sebuah pertarungan batin yang aneh. Suatu yang seperti telah ditulis dalam cerita mereka, sebuah tatapan saling membunuh yang tajam.
"Shizu cantik ya kalau berdiri sambil disinari cahaya bulan," kata Naruto pelan "Kawai ne.."
"Eh?!" wajah Shizu berubah merah. Dia langsung berbalik dengan rambut yang bergerak indah "Ce-cepat masuk ke dalam. Ka-kami sudah menunggu.." sang Midoru berjalan tenang ke dalam sambil menundukkan kepalanya. Naruto tersenyum dan terkikik geli sambil mengedipkan matanya ke arah Sasuke. Sasuke mendengus pelan.
"Kau lihat tadi tatapannya?" tanya Sasuke kepada partnernya. Naruto menaruh kedua tangannya di belakang kepala sambil melangkahkan kakinya perlahan.
"Yah..aku melihatnya Sasuke. Makanya kucoba membuat cair suasana dengan mengatakan kalau dia cantik, tetapi dia memang cantik kok.." wajah Naruto berubah sedikit suram "..Tapi kenapa dia itu laki laki-ttebayo,"
"Heh," Sasuke menghela napasnya "Kau benar. Tatapannya cukup tajam. Tapi tatapannya itu menggambarkan kalau dia," onyx Sasuke menatap tajam ke depan. "Tahu apa yang ada di dalam hati kita.."
Naruto mengangguk setuju "Tapi sikap Shizu manis sekali. Seperti gadis pemalu kalau dipuji,"
"Sudah kubilang dia itu Tsundere Dobe,"
"Bagaimana kalau Kuudere,"
"Jangan membahas soal itu. Aku sedikit pusing,"
"Atau dia seorang cewek cantik yang memiliki sisi kejam di hatinya,"
"Atau hn, ya..atau seorang gadis yang akan bersimpuh jika diberikan suatu penyiksaan,"
"Fantasimu liar Teme, aku lebih suka yang pelan pelan dan akhirnya langsung dalam tahap kelegaan,"
"Bahasa seperti apa itu. Shizu itu cocok dalam mode penyiksaan. Bayangkan saja wajahnya-"
"Gezz, bisakah kalian duduk sopan. Makanan sudah tersedia di meja dan cepat habiskan sebelum dingin,"
Naruto dan Sasuke menatap ke bawah dengan wajah kebingungan. Ternyata mereka sudah di ruang makan. Chisai dan Nagawa tersenyum geli melihat tingkah kedua partner tersebut.
Shizukesa memakan nasinya dengan cepat memakai sumpit, wajahnya tertekuk ke dalam dengan rona merah yang manis. Setelah menelan makanannya dengan anggun, Shizukesa menatap keduanya dengan mata lentik yang malu-malu "D-dan jangan berbicara soalku tentang wajah dan a-apa itu mode penyiksaan dan pelan pelan, gezz.." Shizu menunduk dalam dan memakan kembali makanannya dengan gaya kikuk. Naruto membalik badannya dan tertawa geli. Sasuke menahan bibirnya untuk tidak tersenyum. Tidak! Duo Uzumaki-Uchiha itu tidak mau tepar di meja makan dan acara pengisian perut mereka gagal. Tapi tingkah Midoru Shizukesa memang sangat lucu.
"Kenyang.." kata Naruto sambil berbaring di ruangan tamu. Sasuke memejamkan matanya sambil bersandar di dinding. Sedangkan Shizukesa mencuci dan mengemasi sisa-sisa makanan mereka. Naruto melirik ke arah partnernya.
"Hei Teme,"
"Hn?"
"Aku berpikir, kenapa Chisai tidak diambil oleh keluarga MIyamora dan tinggal di rumah keluarga dari pihak ayahnya. Dia kan berhak mendapatkan itu,"
"Karena waktu Tou-san meninggal aku masih di kandungan Kaa-san, Naruto Nii-chan,"
Sasuke membuka matanya dan Naruto langsung duduk tegak. Safir dan Onyx menatap tajam ke arah Chisai yang berdiri di depan mereka.
"Jadi keluarga Tou-sanmu tidak tahu kalau kau adalah anak dari Ken Miyamora?"
Chisai menggelengkan kepalanya perlahan "Tidak. Hanya saja saat Tou-san sudah meninggal maka Kaa-sanku sudah tidak dianggap keluarga lagi. Kata Paman Nagawa kalau keluarga Miyamora itu menganggap keningratan dan garis bangsawan sangat penting. Bagi Kaa-sanku yang berasal dari keluarga bawah berarti,"
"Dasar sombong!" Naruto menghujamkan tinjunya ke lantai rumah tersebut. Sasuke menatap bekas tinjuan Naruto dan kembali menatap datar ke arah Chisai.
"Jadi mereka mengenalmu namun menganggapmu seolah-olah tidak ada?" tanya Naruto dengan nada kesal. Chisai menganggukkan kepalanya perlahan.
"Kenapa kau begitu ingin melihat mayat Tuan Jun Miyamora, Chisai?" kini giliran Sasuke yang bertanya. Chisai menghela napasnya.
"Hanya Paman Jun yang baik sama keluarga Kaa-san. Paman Jun hampir bersikap seperti Tou-san kata Paman Nagawa. A-aku mau melihat mayat Paman Jun karena-"
"Karena Chisai ingin mencocokkannya,"
Naruto dan Sasuke serentak menatap seseorang yang berdiri di samping Chisai. Nagawa berdiri tegak dengan wajah serius. Safir Naruto terfokus pada suatu gulungan yang tergenggam erat di tangan kanannya.
"Apa itu?" tanya Naruto sambil menahan napasnya.
"Death Scroll (Gulungan kematian) yang kedua," kata Shizukesa yang baru saja masuk ke ruangan tamu "Aku sudah meminta Tuan Nagawa untuk menunjukkannya kepada kita."
"Apa maksudnya tadi dengan mencocokkan?" tanya Sasuke dengan pandangan yang belum lepas dari gulungan penuh aura kematian tersebut. Chisai duduk dengan wajah sedikit tegang dan Nagawa duduk sambil melepaskan perlahan lahan gulungan itu dari tangannya. Dia menaruhnya hati hati di lantai.
"Percayalah. Ini benar benar mengerikan. Kami berdua melihatnya tanpa sengaja. Lebih tepatnya Chisai.." Nagawa mengelus tengkuknya karena sedikit merinding "Bisa ceritakan sedikit Chisai?"
Chisai menarik napasnya dalam dalam "I-itu terjadi pada suatu malam," Chisai melirik ke arah rembulan yang bersinar indah, namun sekarang suasana benar benar tegang "Pada waktu itu bulan ditutupi awan tebal, hingga malam benar benar gelap gulita. Waktu itu aku ingin pergi ke belakang karena mau kencing, saat berada di dalam dapur a-aku mendengar," Chisai merasakan bulu kuduknya berdiri,
"Su-suara tangisan yang berasal dari altar!"
"MOHON AKU TAKUT-TTEBAYOOOO!" Naruto langsung memeluk Sasuke seperti anak kecil. Sasuke menolak tubuh sang partner dengan wajah kesal.
"Lanjutkan Chisai," kata sang Uchiha dengan wajah datar, namun setetes keringat mengalir di hidungnya.
"Altar berada di gudang. D-dan gudang itu berada di samping kiri dapur. A-aku pun tidak jadi kencing dan penasaran akan tangisan itu. Selain tangisan ada suara yang seperti minta tolong dan minta lepaskan,"
"Suaranya perempuan atau laki laki?" tanya Naruto gak penting. Chisai meneguk ludahnya.
"Kedua-duanya.."
"KENAPA KEDUA-DUANYA?!" teriak Naruto ketakutan. Dia menundukkan kepalanya dengan badan bergetar pelan.
"Setelah itu," Chisai menggaruk pipinya pelan "A-aku berjalan menuju altar dan mengetahui kalau suara tangisan dan minta tolong tersebut berasal dari gulungan ini. Aku ketakutan dan memanggil Paman. Namun ada sesuatu yang sepertinya mencekikku di leher." Chisai menggosok lehernya perlahan "Dan suara minta tolong itu semakin keras. Aku tak tahan dan kuambil gulungan itu lalu,"
"Aku yang baru datang ke altar melihat Chisai membukanya dan.." Nagawa berhenti sejenak mengambil napas "..Gulungan itu terbuka. Sebuah kengerian di dalamnya keluar. Ya.." Nagawa menutup matanya "Ada sesuatu yang keluar. Sesuatu yang jahat.."
"Apa isinya?" tanya Sasuke dengan wajah serius. Onyxnya kini menatap tajam ke gulungan tersebut. Nagawa membuka ikatan tali di gulungan itu dan membuka kertas segelnya perlahan. Naruto, Sasuke, dan Shizukesa menahan napasnya.
"Isinya adalah.." dengan sekali hentak segel itu terlepas, dan gulungan kematian itu terbuka secara cepat.
"..Lukisan penuh darah!"
HYUSSSHH! Tiba tiba dari dalam gulungan yang terbuka lebar itu berhembus angin yang sangat dingin dan menusuk tulang. Naruto terjengkang ke belakang dengan mata safir membelalak terkejut. Sasuke terbatuk batuk dan jatuh tertunduk. Shizukesa memejamkan matanya dan memegang dadanya kencang.
'Kegelapan ini,' batin Shizu '..Sangat kuat!'
Hening. Naruto yang bangkit dan kembali duduk tegak mengelus punggungnya perlahan. Safirnya menatap penuh minat ke arah gulungan tersebut. Sementara Sasuke menarik napas sebanyak banyaknya, dan Shizukesa meneguk ludah perlahan lahan. Mata coklat keemasan tersebut kemudian menatap tajam isi dari gulungan tersebut.
"Hah..hah..kalian tidak apa apa?" tanya Nagawa yang kini berwajah pucat dan sangat berkeringat. Sementara Chisai bersandar di dinding dengan mata setengah terpejam.
"Be-beginikah keadaan jika gulungan itu, ohok!" Sasuke menghela napasnya perlahan lahan "..Ji-jika gulungan itu dibuka?"
Nagawa menganggukkan kepalanya "Ya..hah..hah..ini belum seberapa. Saat pertama kali terbuka aku dan Chisai melihat dua roh mengerikan yang membuat Chisai muntah-muntah dan kepalaku terasa berputar-putar. Kalian mengerti kenapa gulungan ini dinamakan gulungan kematian?"
Naruto menganggukkan kepalanya "Karena akibat yang ditimbulkan jika gulungan ini dibuka?"
"Bisa dikatakan begitu. Tapi aku sangat bingung," mata Nagawa menyipit tajam "Kenapa..kenapa gulungan ini dibuat,"
Tidak ada yang dapat menjawab. Kelima orang di ruangan itu pun menatap tajam isi dari gulungan tersebut. Sebuah lukisan mengerikan yang sangat amat menakutkan. Naruto dan Sasuke menatap datar lukisan tersebut. Sedangkan Shizukesa menggelengkan kepalanya perlahan.
Di gulungan itu terlukis dua sosok manusia, laki laki dan perempuan, yang tampaknya sudah meninggal. Yang pertama-si pria-terlukis meninggal di sebuah ranjang dengan bersidekap dada. Matanya terpejam damai. Sedangkan lukisan si wanita sangat amat riskan. Si wanita terikat terbalik di dahan suatu pohon dengan wajah mayat yang berteriak ketakutan dan mata melotot mengerikan. Perutnya berdarah dan tampak beberapa usus keluar secara menjijikkan. Naruto menggosok hidungnya perlahan.
"Jadi begitu," kata Naruto pelan "Benar benar sebuah gulungan yang mengerikan.."
"Kenapa mereka membuat ini?" gumam Shizu lebih kepada dirinya sendiri "Dan siapa yang melukisnya?"
Nagawa menatap tajam ketiga-tiganya "Jun pernah sekilas mengatakan kepadaku.."
Naruto, Sasuke, dan Shizukesa menatap tajam Nagawa.
"Bahwa keluarga Miyamora itu dikutuk. Dan itu disebabkan kakek moyang dari keluarga itu," Nagawa menelan ludahnya "Dan saat aku tanya kenapa. Jun Cuma mengatakan satu kata.."
Terdengar gemerisik angin di luar, dan tanpa mereka sadari, ada suara tangisan kecil di sekitar mereka.
"..Dosa, Jun mengatakan Dosa.."
Petunjuk baru tetapi, dosa apa?!
Sasuke mengelus dagunya perlahan. Onyxnya kemudian menatap tajam lukisan itu dan menatap tajam Chisai. Chisai yang ditatap seperti itu bergerak tidak nyaman.
"A-ada apa Sasuke Nii-chan?" tanya Chisai dengan wajah kebingungan.
"Chisai, kau begitu ingin melihat mayat Tuan Miyamora karena ingin mencocokkannya dengan isi dari lukisan ini kan?" tanya Sasuke dengan nada datar. Namun mata onyx itu tampak bersemangat.
! Sontak Naruto dan Shizukesa sangat terkejut mendengar statemen Sasuke. Keduanya langsung menatap cepat ke arah lukisan itu. Dua pasang mata itu tertuju ke arah lukisan si pria yang terbaring damai dengan mata terpejam rapat. Naruto meneguk ludahnya.
"Benar Chisai?" tanya Naruto yang juga tampak bersemangat. Chisai menundukkan kepalanya dan mengangkat kepalanya dengan mata mantap.
"Ya. Dan ternyata sama Nii-chan!"
"Matte," kata Shizu. Wajahnya mengkerut kebingungan "Jika keadaan mayat Tuan Jun Miyamora sama dengan isi lukisan si pria ini, bukankah Ken Miyamora juga meninggal dalam keadaan sama?"
"Tidak," kata Chisai sambil menggelengkan kepalanya. "Paman Nagawa mempunyai foto dari lukisan pertama yang diberikan oleh Paman Jun sebulan sebelum dia meninggal," Nagawa menganggukkan kepalanya.
"Bukankah aku belum mengatakan bagaimana Ken Miyamora meninggal," Nagawa berdiri dan berjalan cepat ke arah kamarnya. Saat dia muncul tangannya sudah menggenggam sebuah foto yang agak buram. Nagawa menunjukkannya kepada tiga Genin Konoha tersebut.
"Jun mengatakan kepadaku bahwa akhir akhir ini dua gulungan yang dipegangnya sering hampir dicuri. Makanya dia memfoto keduanya dan memberikannya kepadaku. Gulungan kedua berhasil dia berikan kepada kami sehingga fotonya tidak perlu ditunjukkan. Ini foto gulungan pertama.."
Ketiga pasang mata itu menatap tajam isi dari foto tersebut. Tidak ada efek angin dingin seperti saat mereka membuka gulungan kematian kedua. Ya, karena itu hanya foto. Mata ketiganya menyipit tajam.
Meskipun buram, tampak ada dua sosok yang tampaknya tewas di gulungan tersebut. Lagi dan lagi, sebuah lukisan mengerikan nan sadis. Yang pertama, si pria, tewas tergantung di kamarnya dengan lidah menjulur keluar dan mata melotot ke atas. Si wanita tewas dengan tubuh terikat di tiang dan perut yang ditusuk puluhan bambu runcing. Namun wajahnya tampak tenang dan damai. Ketiga ninja Konoha itu menarik napas dalam-dalam.
"Jangan bilang," Naruto menghembuskan napasnya secara cepat "Kalau Tou-sanmu mati digantung seperti itu Chisai?"
Chisai meneguk ludah sedih "Ya, Naruto Nii-chan. Tou-san memang mati seperti itu. Dan..dan apakah itu karena dosa? Karena dosa nenek moyang keluarga ini?"
Kata itu kembali keluar. Dosa. Tapi, kenapa misi ini semakin buram?
~TBT~
Naruto, Sasuke, dan Shizukesa tidur di kamar tamu dengan mata yang tidak terpejam. Ketiganya menatap langit-langit ruangan dengan pandangan menerawang. Ketiganya tampak berpikir keras dengan misi mereka ini.
"Apa yang bisa kita simpulkan?" tanya Shizu kepada dua temannya tersebut.
"Satu, di sini menyeramkan. Dua, aku merasa mendengar tangisan aneh dari tadi.." kata Sasuke dengan nada datar.
"HIII! JANGAN BEGITU TEMEE!" Naruto berguling ke arah Sasuke dan memeluknya erat erat. Sasuke menendang perut Naruto agar menjauh dari tubuhnya. Naruto bangkit dan berjalan mondar-mandir di kamar.
"Aku tidak suka ini-ttebayo. Aku tidak suka ini," Naruto kemudian duduk lesu di depan Shizu "Shizu-chan, kita punya banyak petunjuk. Satu, bahwa Tuan Jun Miyamora tiba tiba tewas saat kita datang-"
"Persis seperti kejadian yang menimpa Tuan Ken Miyamora," sambung Sasuke sambil berbaring miring dan menumpu kepalanya dengan tangan kanannya.
"Kedua," Naruto menghela napasnya "Para keluarga yang tampaknya ingin kita tidak ikut campur dalam masalah aneh ini,"
"Tiga, dua belas orang setan itu!" kata Sasuke. Naruto manggut manggut setuju.
"Terakhir, gulungan yang benar benar berhantu.." kata Shizu "Dan mungkin masih banyak lagi yang bisa kita sebutkan,"
"Tepat. Hubungan antara isi lukisan dan kematian keluarga Miyamora," Sasuke menutup matanya perlahan lahan "Heh, aku tidak akan terkejut jika mendengar kabar salah seorang keluarga Miyamora kembali meninggal tengah malam ini.."
Hening. Ketiganya tampak berpikir. Terdengar suara tangisan nan jauh di sana. Naruto menatap kedua temannya dengan pandangan 'Jelaskan-tentang-itu!'
"Kalian mendengarnya kan?!" tanya Naruto dengan raut wajah ketakutan. Sasuke membuka matanya dan mengelus dagunya.
"Ya. Angker juga.." kata sang Uchiha singkat.
"Aku mau tidur," kata Shizu sambil menyelimuti setengah tubuhnya. Naruto memasang wajah kesal dan cemberut. Dia berjalan pelan dan membaringkan tubuhnya di samping Sasuke. Safirnya menatap langit-langit kamar dengan pandangan menerawang.
Untuk beberapa saat terasa tentram dan suara binatang malam tampak ikut terhanyut dalam kedamaian malam yang tenang,
"SEMUANYA!"
Sontak ketiga bocah Genin itu duduk tegak dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Naruto menatap Sasuke dan Shizukesa bergantian.
"Kau tidak tidur?!" kata ketiga tiganya serempak. Mereka saling berpandangan dengan raut kebingungan.
"Eheheh, kukira kalian tidur-ttebayo.." kata Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Hn. Aku tidak seceroboh itu dalam menurunkan kewaspadaanku Dobe," gumam Sasuke sambil kembali membaringkan tubuhnya.
"Tunggu dulu. Jadi yang teriak tadi siapa?" tanya Shizu dengan raut wajah kebingungan.
Hening. Mereka bertiga terdiam dengan wajah kebingungan.
Tap! Tap! Tap! Terdengar langkah kaki cepat menuju ke arah kamar mereka. Naruto, Sasuke, dan Shizukesa sudah dalam posisi siap tempur. Sasuke sudah menyiapkan kuda-kuda terbaiknya, Naruto sudah dalam posisi handsteal Kagebunshin dan Shizu mengacungkan kunai di depan dadanya.
"SEMUA-"
"URYAAAA-EH?!" ketiganya langsung berhenti bergerak dalam keadaan kebingungan. Tampak Nagawa berdiri dengan napas terengah-engah dan wajah bercucuran keringat di depan pintu kamar mereka. Nagawa mengelap dahinya menggunakan lengan kanannya.
"Minna. Tadi Soko, juru bicara keluarga Miyamora mengatakan kalau Suzaku Miyamora tewas di belakang rumah keluarga Miyamora!" Nagawa menelan ludahnya. Naruto melompat seketika dan berdiri tegak di depan Nagawa.
"Tuan Nagawa, Suzaku Miyamora itu nama sepupu Jun Miyamora kan?" tanya Shizu dengan nada kurang yakin. Nagawa menganggukkan kepalanya.
"Ciri cirinya?" tanya Sasuke singkat. Dia mengingat ada dua sepupu dari Jun Miyamora. Kedua-duanya memiliki dada yang besar. Namun itu tidak penting. Yang pertama memiliki rambut pirang pendek dan mata tajam berwarna ungu. Yang kedua memiliki rambut hitam lurus dan ada tahi lalat di bawah bibirnya. Mata Sasuke menyipit tajam. Yang mana yang tewas di malam hari ini.
Nagawa memandang hampa ke bawah "Suzaku adalah wanita yang tegas dan gesit. Dia dikenal sebagai Miyamora yang cekatan. Kalian tahu kan yang mana?"
Tentu saja. Batin Sasuke. Si rambut pirang pendek dan bermata tajam itu. Sasuke menghela napas perlahan.
"TUAN NAGAWA! BAGAIMANA KEADAAN MAYATNYA?!" tanya Naruto sambil mengguncang bahu Nagawa. Sasuke dan Shizukesa sedikit tersentak kaget. Ya, itu adalah sebuah pertanyaan yang tepat!
"Kau benar Naruto, aku juga ingin melihatnya. Kita harus buktikan.." Nagawa memandang tajam ketiganya "..Apakah gulungan itu memang bagian terkutuk dari keluarga Miyamora?"
Mereka berempat pun pergi ke kamar Chisai dan membangunkan anak kecil tersebut secara cepat. Nagawa tidak mau ambil resiko dengan meninggalkan Chisai sendirian. Dengan menggendong Chisai dibahunya, Naruto berlari paling depan diantara tiga orang lainnya. Safirnya menatap tajam ke depan.
"Semakin menarik Naruto," terdengar suara Yami bergema di dalam kepala sang Uzumaki.
"Yami?"
"Hm, ada apa?"
"Apa saat gulungan pertama terbuka kau merasakan sesuatu yang aneh?"
Yami menyeringai di mindscape Naruto.
"Tentu saja. Itu adalah suatu kekuatan jahat yang ingin balas dendam. Aku tidak tahu spesifikasinya tetapi kau harus berhati-hati teman.."
Naruto meneguk ludahnya perlahan. Dia dan yang lainnya akhirnya sampai di belakang rumah keluarga Miyamora. Warga Kurai no Sato sudah agak ramai menempati areal tersebut. Beberapa orang berlari dari tempat itu dengan wajah pucat. Yang lainnya kini berlari ke lokasi dengan beberapa perintah marah dan ketakutan. Suasana sekarang begitu kacau dan ribut.
Dan di sebuah pohon besar yang berada di belakang rumah keluarga Miyamora, di salah satu dahannya, tergantung Suzaku Miyamora si rambut pirang pendek dalam keadaan terbalik dan perut mengucurkan darah segar. Wajahnya terbelalak ketakutan. Dadanya tergantung mendekati wajahnya dan ususnya keluar setengah dari tubuhnya. Naruto dan Sasuke menatap datar ke depan. Bagi mereka itu cukup biasa dan tidak terlalu mengejutkan. Naruto menutup mata Chisai agar tidak terlalu lama memandangi kejadian mengerikan tersebut. Sasuke menunduk ke bawah dan nampak berpikir. Shizukesa menggelengkan kepalanya. Seseorang lewat di samping mereka dan berteriak gila.
"INI KUTUKAN! INI KUTUKAN KELUARGA MIYAMORA! INI KUTUKAN KELUARGA MIYAMORA ATAS APA YANG TELAH DIPERBUAT NENEK MOYANG MEREKA DI MASA LAMPAU! DOSA! DOSA BESAR! DOSA YANG BESAAAAAR!"
Dosa. Lagi-lagi kata tersebut. Dan suara tangisan yang didengar Naruto sangat jelas terdengar dari nun jauh di sana tapi entah di mana. Tangisan itu berbeda. Tangisan itu bukan tangisan para warga Kurai. Tapi tangisan 'yang berasal dari sana'.
Babak mengerikan dimulai!
TBC
Pair di TBT:
Naruto-Hinata. Di TBT, hubungan mereka sudah ada di arc prolog, di mana saat itu Naruto dan Hinata adalah sesosok bocah berumur 7 tahun. Naruto yang sering berlatih di Bukit Hyouko menyelamatkan Hinata dari sekumpulan anak-anak nakal, namun akhirnya sang Uzumaki-lah yang dihajar anak-anak tersebut. Pertemuan mereka yang paling intens adalah saat di arc pencarian Tsunade, di mana Naruto yang masuk dalam tim pencarian Tsunade, terdiri atas Jiraiya, Sasuke, dirinya (Naruto), dan Shizukesa bertemu dengan Tim 8 yang dipimpin Kurenai, di mana ada Kiba, Shino dan Hinata. Pertemuan terakhir mereka adalah di bangku taman Konoha, waktu malam. Naruto harus mengorbankan perasaannya untuk mendapatkan tujuan kegelapannya.
Naruto-Shion. Di TBT, hubungan Naruto dan Shion cukup special. Bahkan Shion-lah (yang tanpa sengaja) menjadi ciuman pertama sang Uzumaki. Dalam perjuangan menyelamatkan Juero Kingdom dari pemberontakan Mitei Carezel dan menghancurkan ramalan Shion, Naruto pun mati-matian melindungi sang putri dari bahaya bersama partnernya Sasuke. Akhir pertemuan mereka yang cukup indah dan sebuah pertemuan kembali yang akan selalu ditunggu. Namun mungkin, Naruto sudah berbeda.
Sasuke-Sakura. Di TBT, Sakura sudah menyukai Sasuke sejak akademi. Perhatian pertama Sasuke terhadap Sakura adalah saat arc Nami no Kuni, di mana Sasuke menyelamatkan Sakura dari serangan para anak buah Gatou. Selanjutnya saat di arc Juero Kingdom, di mana sang Uchiha akhirnya mengajak Sakura untuk berdansa. Namun pertemuan akhir mereka sangat menyedihkan. Apa yang diinginkan Sakura dalam cita-citanya untuk menarik seseorang yang jatuh dari kegelapan akhirnya gagal..dan Sasuke mengakhirinya dengan sebuah pukulan di tenguk kepalanya. Sasuke pun sempat mengucapkan perpisahan terakhir yakni kata terima kasih.
Pertemuan NaruHina dan SasuSaku kembali terjadi di Death Valley. Di mana dengan mudahnya duet Uzumaki-Uchiha mengalahkan Sakura maupun Hinata, hingga Shizukesa datang dan membuat pertarungan menjadi sangat sengit.
Slight Pair, SasuShizu. Hanya muncul sebagai guyonan. Hintsnya muncul di arc Filler: Shizukesa Amnesia, di mana Shizu yang lupa atas dirinya berubah menjadi sesosok gadis pemalu dan sangat polos (padahal katanya dia adalah laki-laki). Shizu yang selalu memerah jika ditatap Sasuke membuat sang Uchiha tersebut harus berkali-kali sweatdrop atas perubahan sikap Shizu. Naruto bahkan sengaja menolak Shizukesa di bagian akhir hingga dua wajah itu hampir bertemu.
Preview The Next Chap:
"Begini Tuan Miyamora. Aku dan teman temanku bisa saja menghancurkan desa ini demi mendapatkan info tentang gulungan itu,"/ 'Dia bukan bocah sembarangan!'/"Apa ada orang yang anda curigai sebagai pencuri gulungan pertama dan kedua?"/ Tuan Han..apa itu benar?"/ "Kami melihatnya dan kami tahu itu. Tapi biasa kan jika seorang seniman menyalurkan bakatnya di atas kuas?"
Selanjutnya, di The Best Team. Chap 6: Stratagem
"Kau punya firasat buruk?"/ Jangan sampai wajah cantikmu rusak,"/ "Kau hebat. Walaupun sudah terkena racunku, kau masih dapat melihat sebuah serangan kejutan yang aku lancarkan.."/ , kalian terlalu memujiku. Kita para dua belas pasukan setan kan memang kuat semua.."
