Zona membalas Review:

Silent reader tobat: Gak apa-apa kok^_^, emm..kok bisa begitu? Emangnya kenapa..ara, apa dipost di grup FB atau di dinding? Gomen ne, Icha pun agak tidak loading^_^ arigatou..

Fahri. Uchiha: Hehe, biar greget*plak* gak..karena Shizu pertama kali sudah terkena asap racunnya si cadar Doku, dia bilang kan koordinasi inderanya kacau, makanya dia tidak sempat untuk menaikkan chakranya. Dan untuk itu, emm..karena Ita-kun ganteng, ya Ita-kun lah yang lebih kuat. Tsukoyomi 72 jam, sedangkan itu hanya hipnotis biasa tanpa kesakitan, benar kan^_^ arigatou ya..

Hanzer v Reload: Haha, yeeey, arigatou Hanzer-san. Oke^_^

Dandi. Purnama. 524: Haha, iya..perlahan-lahan misteri mulai terbongkar^_^

Tragger: Gak apa-apa. Ganbatte masuk ke SMK-nya. Arigatou ya..

Uchiha. Izami: Hihi, sip. Akan kita lihat, Jreng..jreng..arigatou ya.

Guest: Makasih ya. Yap, arigatou karena telah mereview.

Sgiariza: Okeee^_^ makasih atas semangatnya dan Icha akan terus berusaha. Untuk wajah Shizu-chan, wohoho..lihat saja, arigatou..

Hamaru: UWAAA! BAGAIMANA INI? Icha pun ketakutan *ketekin aja*, hihi..sip, kita tunggu saja ya Hamaru-san^_^, arigatou..

Kirigaya o: Haha, oke sip. Beri semangat untuk Kura-chan. Arigatou ya..

Freak: Wahahaha, mantap..mantap..itu namanya selipan kematian^_^, arigatou ya atas reviewnya yang menarik^_^

Opek. Zeysu: Oke sip^_^ arigatou ya..

Arevi. Are. Vikink: Yap, analisis yang bagus Arevi-san. Itu karena saat pertama kali Shizu-chawn terkena serangan racun Doku sehingga membuat koordinasi inderanya terganggu^_^, arigatou atas pertanyaan dan reviewnya..

Hanafid: Haha, tebakan Hanafid-san mulai mendekati kebenaran. Kita lihat saja dan arigatou..

Topeng Lolli Kura: Haha, tunggu aja Kura-san, dan adios amigos^_^, arigatou ne..

Kun-cici naru: Sip, arigatou ya^_^

Z. L. C: Kyaaa, hehe..oke sip. Arigatou..

Sae. Fullo. 1: Haha, yep, begitulah Sae-san. Konflik cerita sudah muncul. Arigatou..

Muhammad. Khadafi. 777158: Haha, salam Hidup Itu Indah *ngacungin jempol Minato*. Hmm, wah..wah..Khadafi-san hebat menebak cerita^_^, oke sip ditunggu aja dan arigatou..dan untuk MSB s2-nya, ditunggu ya^_^

Dark Namikaze Ryu: Yosh, akan Icha usahain Dark-san. Arigatou ya^_^

Guest: Icha normal Guest-saaan. Hanya saja Icha sangat menyukai cowok berwajah cantik atau Bishounen atau Trap atau Shota..kyaaa, pokoknya cowok yang seperti itu kawai ne..mau Icha cubit-cubit pipinya kayak Kakuzu *BRUUSHH!* hehe, sip..arigatou..

Sherrysakura99: Haha, kita lihat nasib Shizu-chan^_^, arigatou ne..

FISIKA: Yosh, arigatou Godzaimasu *bungkuk-bungkuk sakit pinggang* hehe, di bawah ini nanti akan ada terlihat nasib Shizu-chawn. Arigatou ya^_^

YOOOOSSSH! *teriak membahana hingga Hiashi jungkir balik dari kursinya* arigatou minna atas semua dukungan, review, serta saran plus kritiknya. Tanpa review dan Readers yang baik dan keren seperti kalian, fic ini tidak akan ada dan dengan review kalian, Icha akan terus bersemangat untuk melanjutkannya.

So, the Action and Fanservice by Crisya-senpai, Icha write the Stories..and this..

Welcome to The Best Team^_^

THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL

By Icha Ren

Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren

NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI

THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT

Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor

Rate : T

Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More

Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^

.

.

Enjoy it!

Sebelumnya di The Best Team:

Para anggota dari 12 pasukan setan mulai bergerak! Kematian dua anggota keluarga Miyamora menandakan bahwa waktu semakin dekat menuju klimaks. Chisai kini dikendalikan dan Shizu secara mengejutkan dapat dikalahkan. Naruto dan Sasuke kini harus mempertahankan gulungan kedua agar kehancuran tidak semakin mendekat!

Chapter 7 : Scramble The Second Scroll

"APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?!"

Naruto melirik sekilas ke arah Paman Nagawa. Uzumaki muda itu mengacungkan jempolnya. Seringaian yang dia tunjukkan tetap bertahan di wajah tan-nya. Sasuke kini sudah menyiapkan handsteal dan Sharingannya menatap tajam enam orang yang berdiri di depan pintu tersebut.

"Tenang saja Paman Nagawa, aku dan Sasuke akan membereskan orang-orang ini, kau tetap pegang gulungan itu dengan erat dan kami berdua akan mengcovermu.."

Nagawa menganggukkan kepalanya dengan serius. Sasuke tersenyum tipis.

"Jadi Naruto, siapa yang mulai duluan?"

Naruto menggosok dagunya "Aku mau menonton dulu-ttebayo, mungkin mengasyikkan.."

Ropu yang berada di pihak musuh meringis kesal. Tiba-tiba salah seorang dari kelompok tersebut maju. Tubuhnya besar gemuk dan wajahnya memiliki jambang yang lebat. Orang itu adalah salah satu kelompok dua belas pasukan setan yang pernah Naruto tonjok perutnya saat terjadi keributan di kedai. Juryo, si badan besar tersebut maju dengan wajah marah.

"Aku akan membalaskan pukulanmu di sini, bocah!"

Naruto menunjuk Juryo dengan wajah kebingungan "Eh, kau si lemah dari kedai itu ya?"

TWITCH! Pelipis Juryo berkedut kesal. Dia langsung meninju lantai rumah Nagawa dan secara mengejutkan lantai itu hancur diikuti efek gelombang kekuatan pukulannya yang membuat lantai di sekitar tonjokkannya menyebar secara membulat. Mata Naruto dan Sasuke melebar tidak percaya.

"Kekuatannya seperti Tsunade Baa-chan," gumam Naruto takjub. Sasuke meneguk ludahnya.

"Ini akan susah Dobe," gumam sang Uchiha. Juryo menyeringai.

"RASAKAN KESAKITAAAAAN!" teriaknya. DRAAAARHHHH! Tiba tiba dia mengangkat lantai yang ditonjoknya tadi dengan tangan kanannya. Ternyata kepalan tangannya tertancap di lubang pukulannya tersebut dan membuat lantai itu seperti sebuah senjata yang cukup berbahaya. Juryo melempar lantai itu ke arah Naruto dan Sasuke. Sasuke menggerakkan segel cepat dan menyemburkan api khas Uchihanya.

"Katon : Goukakyuu no Jutsu!" bola api Sasuke langsung melesat ke arah lantai tersebut dan membakarnya dengan cepat. Naruto melompat dan menerjangnya dengan kaki kanannya.

BRAAKH! Lantai tadi hancur di udara. Naruto melompat ke arah Juryo dengan kaki kanan yang mengarah ke wajah orang besar tersebut. Di telapak kaki sang Uzumaki ada sebuah papan kecil terbakar bekas lantai yang diterjang Naruto tadi.

"TERIMA SENJATA MAKAN TUAAAN!" teriak Naruto sambil tersenyum mengejek. Seseorang tiba-tiba muncul di samping Naruto secara cepat dan menghantam perut Uzumaki muda itu dengan kecepatan yang luar biasa.

DUAKH! Naruto terpental ke arah kanan. Mata Sharingan Sasuke melebar. Dia menatap tajam pelaku pemukulan tersebut. Si botak yang memiliki luka di mata kanannya.

'Tidak salah namanya adalah Hayaku,' batin Sasuke dengan tatapan serius 'Pergerakan orang ini cepat. Sharinganku hampir tidak dapat membaca gerakannya tadi..'

Sreek..Naruto berpijak dengan sempurna di lantai rumah. Safirnya menatap nyalang Hayaku yang baru saja berpijak di lantai dengan wajah tenang. Juryo menyeringai ke arah sang Uzumaki. Naruto mendecih kesal.

"Giliranku!" kata Ropu sambil mengeluarkan dua buah gulungan. Dua buah boneka langsung muncul dengan kepulan asap putih. Mata Naruto memandang tajam boneka tersebut. Boneka berkepala serigala dan boneka berkepala elang. Naruto terkekeh pelan.

"Menarik," kata sang Uzumaki "Aku juga bisa sedikit Kugutsu kok,". Alis Ropu naik kebingungan.

"Apa kau bilang?" tanya Ropu dengan nada sedikit lebih keras. Naruto mengeluarkan lima shurikennya.

"Coba saja!" Naruto melemparkan lima shuriken bertalinya dan secara bersamaan berlari ke arah Ropu dengan cepat. Ropu menggerakkan benang chakranya dan dari mulut serigala itu keluar sebuah benda berbentuk bola kecil dan memiliki jarum-jarum di permukaannya.

"Mati kau!" kata Ropu sambil menyeringai. Naruto menggerakkan tangan kanannya ke samping.

SYAAAT! Lima shurikennya dengan cepat berbelok arah dan berputar mengelilingi bola kecil berduri tadi lalu mengikatnya dengan erat. Ropu sangat terkejut melihatnya. Naruto memutar tangannya, membuat bola kecil berduri tadi ikut berputar. Uzumaki muda itu langsung mengarahkannya ke arah Ropu.

"Senjata makan tuan lagi!" kata Naruto dengan nada senang. Sakebu maju dan dia menarik napasnya dalam-dalam.

"Tak akan kubiarkan!" kata Sasuke sambil menggerakkan handstealnya.

"SIAL," Sakebu mulai mengeluarkan suara gilanya.

"Katon!" Sasuke sudah siap dengan semburan apinya.

"GOUKAK-" semburan api Sasuke berhenti seketika. Hayaku tiba-tiba sudah berada di depannya dan menghantam perutnya dengan cepat. Sasuke jatuh terduduk dengan wajah meringis kesakitan. Sementara Sakebu sudah mengeluarkan teriakan mengerikannya.

"SIALAAAAAAAAAAAAAAAAAN!"

Serangan balik bola kecil berduri yang telah dimenangkan Naruto tadi kini berbalik lagi ke arah sang Uzumaki. Tubuh Naruto sendiri terpental ke belakang diikuti patahan-patahan lantai dan beberapa atribut rumah Nagawa yang berterbangan mengikuti arah Naruto. Nagawa sendiri memegang erat salah satu tiang rumahnya dengan rambut yang berkibar-kibar ke belakang.

"Kagebunshin no Jutsu!" Naru mengeluarkan jutsu andalannya, dua bunshin muncul di samping kanan dan kirinya. Kedua bunshin tadi memegang kedua tangan Naruto dan melemparkannya ke arah samping kiri, melewati garis teriakan Sakebu.

Tap! Kaki Naruto berpijak di lantai dengan sempurna. Dia membuat bunshin lagi dan langsung mengeluarkan Rasengan dengan cepat. Mata Sakebu melotot melihatnya.

"Itu jutsu yang berbahaya!" kata Ropu dengan wajah kesal "Bocah itu.."

Naruto berlari ke arah Sakebu sambil meneriakkan sang jutsu, dan namanya adalah

"RASENGAAAAN!"

DRAAAKHH! Juryo menginjak lantai rumah dengan kaki kanannya. Seketika lantai di sekitarnya bergerak bergelombang dan membuat pijakan Naruto agak sedikit oleng. Hayaku yang ingin bergerak cepat menyerang Naruto langsung ditahan dengan sigap oleh Sasuke. Sasuke mencengkram erat betis musuh tersebut. Hayaku menatap tajam sang Uchiha.

"Masih sempat hah?" Hayaku langsung memutar kakinya dan kaki kirinya menghantam dagu sang Uchiha. Sasuke terpental ke arah samping dan tubuhnya terseret di depan Naruto.

"Teme!" Naruto melompat di atas tubuh Sasuke. Mata mereka bertemu dengan cepat.

SYAAAT! Hayaku dengan kecepatan yang mengerikan tiba-tiba muncul di hadapan Naruto. Dengan cepat dia menangkap tangan kanan Naruto yang mengeluarkan Rasengan dan dipelintirnya dengan sigap. Naruto mengaduh kesakitan. Dan secara bersamaan Sasuke melemparkan kunai ke arah Hayaku. Naruto sempat memiringkan kepalanya dan kunai tadi mengarah ke arah wajah Hayaku.

CRASSH! Sasuke tersenyum senang. Teknik mereka berhasil walaupun itu adalah kerja sama spontan.

"A-akh, sakit-ttebayo.."

'APA?!' Sharingan Sasuke membulat sempurna. Sang Uchiha berdiri dengan wajah shock dan tak percaya. Naruto dan Hayaku yang kini sudah berpijak di lantai tiba-tiba bertukar tempat. Naruto memelintir tangan Hayaku dan kunai yang dilempar Sasuke tadi menancap dagu sang Uzumaki sehingga cairan merah tersebut keluar dari dagu partnernya. Sasuke meneguk ludahnya perlahan, bagaimana bisa..

"Kalian masuk area teknik pertukaranku.." kata seseorang yang berada di samping Sakebu. Orang itu memakai jubah yang menutupi seluruh tubuhnya dan memiliki rambut hitam lurus dengan mata kanannya yang tertutup rapat sang rambut. Ada sebuah rantai yang mengelilingi lehernya dan cukup terlihat jelas.

CASSH! Hayaku dengan cepat mencabut kunai yang menancap di dagu Naruto, membuat tangan Naruto yang memelintir Hayaku terlepas. Si kepala botak itu langsung menerjang perut Naruto sehingga sang Uzumaki terpental ke arah kelompok musuh. Mata Sasuke membulat sempurna.

"NARUTOOO!" Sasuke bergerak cepat untuk menyelamatkan partnernya. Hayaku berbalik dan langsung melemparkan kunainya ke arah Sasuke. Sasuke meringis kesal.

TRAAANG! Kunai tadi terpental ke samping saat Sasuke menahan dengan kunai miliknya. Sementara tubuh Naruto yang terpental ke arah boneka Ropu sudah ditunggu dengan sebuah pedang tajam dari lengan boneka pengguna Kugutsu tersebut. Ropu menyeringai senang.

"MATI KAU BOCAH CORENG-MORENG!"

'Tidak! Naruto!'

Kematian pun menunggu Naruto!

~TBT : TDS~

"MATI KAU BOCAH CORENG-MORENG!"

Naruto melirik ke belakang, pedang boneka Kugutsu itu sudah siap menembus punggungnya. Hanya satu harapan yang dia punya,

GYUUT! Tubuh Naruto tiba-tiba berhenti tepat di depan pedang Kugutsu tersebut. Sejenak para musuh terkejut dan kebingungan melihatnya. Naruto tersenyum lega.

"TARIK AKU PAMAN NAGAWA!"

Nagawa yang berdiri agak jauh dari arena pertarungan menganggukkan kepalanya mantap. Ternyata kedua tangannya memegang shuriken-shuriken bertali Naruto yang terpental akibat teriakan Sakebu tadi. Mata Sasuke membulat sempurna.

'Benar! Naruto belum memutuskan ikatan shuriken di jari tangannya,' Sasuke tersenyum lega 'Heh, teknik bodoh itu ternyata ada gunanya!'

GYUUUT! Nagawa dengan sekuat tenaga menarik tubuh Naruto menjauh dari kelompok musuh tersebut. Namun Hayaku yang berdiri di antara Sasuke (yang dibelakangnya) dan Naruto (yang melesat ke arahnya) menyiapkan pukulannya untuk menghentikkan pergerakan Naruto. Sasuke tidak tinggal diam, kakinya sudah mengeluarkan chakra berlistrik dan dia sudah siap dengan taijutsu ciptaan sang Aniki.

"Go Shi o Keru!" Sasuke langsung melesat ke arah Hayaku dengan kaki kanan yang menerjang dari samping. Mata Hayaku dengan cepat melirik ke belakang.

DUAKHH! Mata Hayaku melebar sempurna. Tubuhnya terpental ke samping walaupun lengan kanannya bisa menahan tendangan bocah Uchiha tersebut. Hayaku juga merasakan lengan kanannya yang dijadikan tameng terasa panas dan kesakitan. Mata Hayaku memandang tajam Sasuke.

'Itu bukan tendangan biasa,' batinnya tajam. Naruto yang melesat melewati Sasuke masih sempatnya adu tos dengan sang Uchiha.

"Kerja bagus Teme!" kata Naruto sambil mengedipkan mata dan mengacungkan jempolnya. Sasuke tersenyum tipis.

"Ichi, dan hitunganku.." Sasuke melesat cepat ke arah Hayaku "..DIMULAI! NI!"

Sementara Naruto yang kini mendarat sempurna di lantai langsung berdiri dengan tegak dan mengucapkan terima kasih singkat kepada Nagawa.

"Terima kasih Paman Nagawa. Untung kau menyadari shuriken-shurikenku yang tergeletak di dekatmu!"

Nagawa menghela napas lega "Ya, untung aku mengamati betul-betul jutsu kalian, eh Naruto!"

Naruto memandang tajam ke depan.

"Mereka datang!" kata Nagawa dengan wajah membelalak terkejut. Naruto menyiapkan handstealnya.

"Aku tahu Paman! Heh.." Naruto tersenyum. Lima orang menyerangnya sekaligus. Salah seorang yang dari tadi belum bergerak nampak memakan sesuatu di mulutnya. Orang tersebut memakai helm besi di kepalanya, namun rambut kecoklatannya masih terlihat dan wajahnya dipenuhi hiasan berwarna hitam. Ada garis lurus dari pipi kanannya yang melintang melewati hidungnya dan kemudian sampai di pipi kirinya. Terdapat sebuah garis bergelombang di keningnya dan sebuah lingkaran hitam di dagunya. Orang itu mengunyah sesuatu dan tampaknya siap menyemburkan sesuatu.

"Kurama," Naruto langsung berbicara di dalam mindscapenya.

"Hm? Butuh bantuan Gaki?"

"Tentu saja. Tolong berikan sedikit chakramu!"

Kurama menyeringai "Siap sedia!"

BUAAASHHH! Orang yang penuh lukisan di wajahnya tadi langsung menyemburkan sebuah cairan aneh berwarna kekuning-kuningan ke arah Naruto dan Nagawa. Dan secara bersamaan tubuh Naruto terpancar chakra aneh berwarna merah kekuning-kuningan. Naruto dengan cepat memegang pinggang Nagawa dan melompat ke belakang.

"Kokan! Cepat tukar posisi mereka!" kata Juryo cepat. Kokan-musuh yang memakai jubah-mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah Naruto. Naruto memicingkan matanya, tampaknya si pemakai jubah itu-lah yang tadi menukar tubuhnya dengan si botak Hayaku.

"Koryu," kata Kokan cepat. Dan Naruto merasakan dirinya sudah berada di antara kelompok musuh tersebut. Safirnya melirik ke arah tempat di mana dia memegang Paman Nagawa, dan iris biru sang Uzumaki sedikit bergetar shock.

Kokan kini sudah berada di samping Nagawa dan menghantam orang tua tersebut dengan tangan kanannya. Dia dan Nagawa sudah mendarat di lantai dengan tepat, namun pukulan tangan kanan Kokan membuat Nagawa jatuh terduduk dengan wajah kesakitan.

"Paman Nagawa!" teriak Naruto marah. Sebuah pukulan melesat ke arah wajahnya.

"Jangan pikirkan dia bocah!" kata Juryo sambil mengarahkan pukulan mautnya. Naruto mengelak dengan memiringkan tubuhnya. Sebuah terjangan tepat mengenai punggungnya. Ropu menggerakkan benang chakranya dan dua bonekanya dengan cepat menangkap pergerakan tubuh Naruto.

"Siap mati?!" tanya Ropu dengan nada mengejek. Naruto yang kini kedua tangan dan kakinya sudah dikunci erat erat-oleh boneka Ropu hanya menunduk ke bawah. Terdengar suara rintihan Nagawa dan juga terdengar benturan-benturan pertarungan antara Sasuke dan Hayaku.

"Biar ludahku yang membunuh anak ini," kata orang yang menyemburkan cairan aneh tadi. Wajah penuh lukisannya menyeringai jahat "Aku sudah memakan jeruk dengan puas dan ternyata rasanya asam.."

"Jadi ludahmu bersifat asam dan dapat melelehkan anak ini?" tanya Sakebu sambil menautkan alisnya. Orang tadi terkekeh pelan.

"Selesaikan dia, Daeki.." kata Juryo dengan nada semangat. Tampaknya dia dan Ropu yang paling senang melihat posisi sulit Naruto. Naruto masih belum bergeming dalam posisi terkuncinya. Daeki-si wajah penuh lukisan-mengunyah sesuatu di mulutnya dan siap-siap menyemburkan sesuatu. Sakebu tertawa pelan.

"Itu untuk seranganmu yang membuat perutku luka, bocah.." Sakebu menepuk pelan kepala Naruto "Siap-siaplah untuk mati.." katanya dengan nada kasihan.

Mereka tidak tahu..

"Kurama.."

"Haah, kau terjepit Gaki. Mereka bukan orang sembarangan,"

"Tenang Naruto,"

"Yami?"

Dan The Dark Side menyeringai "Kau kuat. Kita sangat kuat. Mereka..mereka tidak ada apa-apanya," Yami membuat tanda tebas di lehernya "Bunuh saja mereka dan masalah bodoh ini akan selesai!"

"Tsuba.." Daeki sudah siap dengan semburannya "..no San!". Empat orang lainnya menyeringai penuh kemenangan..

BLAAARHHH!

Lima tubuh yang mengelilingi Naruto terpental seketika. Mata Juryo membulat tak percaya.

DAKHH! Juryo dan keempat temannya mendarat dengan tubuh sedikit limbung. Tubuh mereka agak terhuyung-huyung akibat getaran keras dari arah tubuh Uzumaki Naruto. Kedua boneka Ropu kembali hancur. Ropu mendecih kesal dan tidak percaya.

"Air ludahku tidak bekerja," gumam Daeki dengan mata melotot. Sasuke yang masih adu pukulan dan tendangan dengan Hayaku melirik sekilas ke arah sang partner. Uchiha muda itu menyeringai.

"Saatnya.." Naruto mengangkat kepalanya. Mata safirnya telah berubah menjadi pupil sang Kyuubi

"..PEMBANTAIAN!"

DUAKHH! Naruto tiba-tiba sudah menghantam perut Daeki yang berada paling dekat dengannya. Daeki langsung terpental ke belakang dan tubuhnya menghantam sebuah meja hingga patah. Sakebu menarik napasnya dalam-dalam dan sudah siap untuk mengeluarkan suara gilanya.

"RASA-"

CRAASHH! Kini tubuh Sakebu yang terseret ke samping. Ropu sudah mendorong teman satu kelompoknya tersebut dan membuat bahunya yang terluka. Ropu memandang luka sebesar bola kasti dengan pandangan shock.

'Jutsu anak itu sangat cepat!' Ropu meneguk ludahnya 'Apalagi tampaknya kekuatan anak sialan itu meningkat!'

"Heh, Fuuton : Jubashiku sedikit berhasil," Naruto langsung melesat ke arah Ropu dan siap dengan hantaman tangan kanannya. Juryo berlari ke depan dan juga sudah menyiapkan kepalan tangan kanannya. Dua tangan sudah siap saling bertemu.

"HYAAAAAH!" Juryo berteriak murka sementara Naruto hanya memandang datar ke arahnya.

DUAKHHH!

Tes..tes..tes..Naruto meringis kesal. Kedua tangan itu berdarah. Juryo menahan napasnya. Bocah itu berhasil mengimbangi kekuatan pukulannya?!

"Lambat," kata Naruto santai. Tangan kirinya langsung melesat ke arah Juryo dan membuat tubuh besar itu terpental ke belakang akibat hantaman Naruto di wajahnya. Mata Ropu melebar terkejut.

"SIALAAAAAAN!" Sakebu langsung mengeluarkan teriakan gilanya. Naruto memandang datar ke arahnya.

DHUAAAARHHH! Tubuh Naruto pun ikutan terpental mengikuti pecahan-pecahan barang akibat teriakan Sakebu. Naruto melakukan salto belakang dan berusaha menyeimbangkan tubuhnya, dia segera menggerakkan handsteal saat Sakebu sudah siap dengan teriakan selanjutnya.

"Gulungan yang kedua sudah kudapatkan!" teriak Kokan sambil mengangkat sebuah scroll. Mata Naruto terbuka lebar.

'Sialan! Aku lupa dengan posisi Paman Nagawa!' Naruto langsung berlari ke arah Kokan dengan pupil Kyuubi yang menyala. Kokan yang tadi melihat perubahan cara bertarung Naruto sedikit berkeringat dan mengarahkan telapak tangannya ke arah seseorang.

"JANGAN LARI KAU!" teriak Naruto marah.

SWITCH! Dengan cepat tiba-tiba tubuh Kokan bertukar dengan tubuh Sasuke yang sedang berjibaku dengan kecepatan Hayaku. Kokan kini berdiri sambil memasang gaya mengeluarkan Chidori dan berdiri di depan Hayaku. Sementara Sasuke dengan wajah kebingungan berdiri tegak di samping Nagawa yang terduduk kesakitan.

"Awas Teme!" Naruto yang sudah mengarahkan pukulannya ke wajah Sasuke membulatkan matanya tak percaya.

Grep! Sasuke memegang kepalan tangan partnernya dan menatapnya sweatdrop.

"Kau sengaja ya?" tanya Sasuke kesal.

"Hanya bercanda," jawab Naruto enteng.

DONG..Sasuke benar benar sweatdrop. Naruto berbalik dengan mata menatap tajam para musuhnya.

"Aku senang kau tidak apa-apa Sasuke, tapi.."

"Gomen, aku..aku gagal mempertahankan gulungan itu," kata Nagawa dengan napas terengah-engah dan nada menyesal. Naruto menggelengkan kepalanya.

"Ini salahku," kata Naruto. Dia terdiam sejenak "Andai saja aku ingat posisi anda tadi, Paman Nagawa.." Naruto mendecih kesal 'Cih! Aku terlalu bersemangat untuk membunuh mereka!'

Hayaku tersenyum tipis ke arah keduanya. Enam dari dua belas pasukan setan itu berjalan dan membentuk kelompok. Hayaku yang berada paling depan menepukkan kedua tangannya dengan tatapan sedikit takjub.

"Baru kali ini ada yang membuat kami sesibuk ini, tetapi kalian benar benar hebat.." Hayaku menghela napasnya "..Kemampuan kalian dan yang paling mengesankanku adalah kerja sama kalian, tetapi.." mata itu menatap tajam tiga orang di depannya.

"TETAP KAMI-LAH YANG AKAN MENANG! DAN RENCANA PENYATUAN TIGA DEATH SCROLL AKAN KAMI LAKUKAN!"

DEG. Mata Naruto dan Sasuke melebar terkejut. Hayaku dan yang lainnya langsung melesat pergi dengan tawa jahat kemenangan. Naruto yang sudah masuk dalam mode normalnya menghentakkan kakinya ke lantai. Sasuke menggelengkan kepalanya perlahan dan Nagawa menutup matanya pasrah.

"Jadi.." Naruto memandang menerawang ke depan

"..Gulungan ketiga ada pada mereka! Dasar orang orang sialan!"

Sebuah kenyataan telah terbuka, dan alur misi mereka tampaknya semakin sulit..

.

.

.

Shizu membuka matanya perlahan-lahan. Pandangannya agak sedikit kabur. Telinganya mendengar seperti suara tetesan-tetesan air yang jatuh perlahan. Mata lentik itu terbuka sepenuhnya dan pandangannya langsung menyapu cepat lingkungan sekelilingnya.

Dia berada di sebuah ruangan kecil yang mirip penjara.

Shizu berusaha menggerakkan tubuhnya. Tetapi sesuatu dengan kuat menahan tubuh, tangan, kaki, bahkan lehernya. Shizu memandang kedua tangannya yang diikat dengan rantai dan diangkat ke atas. Kedua kakinya diikat dengan sangat kuat di sisi kanan dan kirinya. Shizu merasakan sebuah rantai juga melilit pinggangnya dengan kencang. Mata lentiknya melirik ke bawah dan tampak sebuah rantai yang seperti pengikat anjing melilit lehernya dengan kencang. Shizu mendesah kesal. Dengan gerakan brutal dia berusaha melepaskan dirinya dari rantai-rantai tersebut. Tetapi dia tahu, itu sia sia. Shizu menghela napasnya dan berdiri menunggu. Tetesan-tetesan air yang jatuh dari atap ruangan tersebut menambah kelam suasana. Shizu menundukkan kepalanya ke bawah. Tenang..tenang..kau adalah seorang Midoru. Shizu terus berkata seperti itu di hatinya, walaupun dia tahu jantungnya cukup berdebar kencang.

Krieet, pintu terbuka dan terlihat sosok yang memakai kacamata hitam bulat dan topi bundar yang panjang. Orang itu tersenyum ke arah Shizukesa.

"Bagaimana perasaanmu? Agak baikan?"

"APA APAAN INI?!" Shizu menggerakkan tubuhnya "KENAPA MENGIKATKU SEPERTI INI?!"

Orang itu tertawa pelan. Dia berjalan ke arah Shizu dan mengelus pipi itu dengan tangannya yang berkaos putih.

"Heh, karena kau tampak cantik dalam keadaan seperti itu. Aku cukup menyukai gaya yang seperti ini," tangan orang tersebut turun dari pipi Shizu dan mengangkat dagu sang Midoru perlahan "Namaku Majishan. Namamu siapa manis?"

Shizu memandang penuh kebencian ke arah orang tersebut. Majishan mendekatkan wajahnya dengan wajah Shizukesa. Hidung mereka bersentuhan. Napas mereka saling berhembus ke wajah masing-masing.

"Ingat! Bukankah kalian sudah disuruh untuk pergi, kenapa kalian bertiga masih saja mencari masalah di sini?!"

Shizu berusaha memundurkan kepalanya, tetapi akibat ikatan rantai di lehernya membuat gerakannya menjadi terbatas.

"JAUHKAN WAJAHMU DARI WAJAHKU!"

Majishan makin menekan wajahnya mendekati Shizukesa. Hidung mereka benar benar bersentuhan.

"Oh ya? Tidak akan! Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan melihat wajah cantik ini dari dekat," Majishan pun menjauhkan wajahnya dari Shizukesa "Kau tahu, kami..yang sudah menjadi alat yang ditakuti para warga Kurai dan digunakan keluarga Miyamora bukanlah lawan sepadan yang bisa kalian lawan.."

"Tunggu dulu! Kalian dipakai oleh keluarga Miyamora?!" Shizu sangat terkejut dengan fakta tersebut.

"Tentu saja, mendiang Jun Miyamora adalah pemimpin kami.." kata Majishan sambil berjalan ke belakang Shizu "..Dan dia juga mempercayakan kami sebagai kekuatan Kurai no Sato,"

! Shizu benar benar terkejut akan informasi tersebut. Jun Miyamora? Pemimpin orang orang ini?!

"Tapi..tapi kenapa.."

Majishan tertawa pelan "Hahaha,"

Tep! Tiba tiba dia menangkap pantat Shizu dengan tangan kanannya "Jun Miyamora adalah orang disiplin yang tetap menjaga teguh tiga gulungan kematian dan sisa-sisa karya hebat Kagemi Miyamora-"

"LEPASKAN TANGAN KURANG AJARMU!" Shizu berusaha bergerak, tetapi sia sia "Apa yang, ahn.."

"Desahan yang bagus," Majishan mengelus pantat tersebut perlahan "..Dan," orang berkacamata tersebut berbisik dari arah belakang Shizukesa yang kini memejamkan matanya dengan wajah memerah "..Dan Jun Miyamora adalah orang yang tahu akan rahasia dari kekuatan gulungan rahasia ini. Kurai no Sato dan kekelaman sejarahnya. Kau tahu tentang Lembah Kuroyami kan?"

Shizu membuka sebelah matanya. Dia menutup bibirnya rapat rapat 'Keparat orang ini! Akan..akan kubunuh dia! Tidak mempunyai sopan santun dan..ngh, kenapa rasanya tubuhku panas,' Shizu menggelengkan kepalanya. Majishan menyeringai.

Mata Shizu terbuka lebar. Dia segera menaikkan intensitas chakranya.

PLAK! Majishan dengan cepat menampar pipi kiri Shizu dari belakang. Shizu langsung mengaduh kesakitan.

"Jangan coba-coba melakukan perlawanan, bocah sialan.." Majishan berjalan kembali ke arah depan Shizukesa "Lembah Kuroyami adalah tempat di mana mayat-mayat peduduk asli yang dibunuh Kagemi Miyamora dibuang, makanya dikenal sebagai lembah yang katanya penuh roh gentayangan. Ada cerita yang mengatakan jika seseorang masuk ke sana maka dia akan menghilang tetapi.." Majishan menyeringai sambil melebarkan kedua tangannya.

"..Kami-lah yang membuat orang orang itu menghilang! Ada perintah dari pemimpin kami bahwa siapa yang masuk ke lembah Kuroyami bunuh saja!"Majishan kembali mendekati wajah Shizu "Karena.." Dia pun berbisik di telinga kanan sang Midoru

"..Gulungan ketiga yang selalu dicari itu ada di lembah Kuroyami dan bukannya hilang.."

Mata Shizu melebar terkejut

"..Tetapi kami yang memegangnya!"

Sebuah kenyataan yang mengejutkan menerpa telinga Shizukesa, dan Majishan meninggalkan ruangan itu dengan tawa penuh kemenangan

"Dan kau kini berada di lembah Kuroyami, sayang.."

Tlek, pintu itu tertutup dan Shizu menundukkan kepalanya.

Sebuah kekalutan yang ada, tiga bocah ini dalam kesulitan besar!

TBC

Author Note:

HUWOHOHOHO! SPECIAL FANSERVICE UNTUK SHIZU-CHAN DALAM MODE IKAT-MENGIKAT, WAHAHAHA*Diketekin* terima kasih kepada Crisya-senpai atas masukan actionnya dan terima kasih atas ide sedikit scene di atas yang cukup panas *dia memang pandai soal begitu^_^* wahaha,

Gomen ne Shizu-chan, emm..dan terima kasih karena terus mendukung fic ini ya para Readers. Emm, Icha boleh berpesan gak? Boleh ya? Ya? *maksa* bagi senpai-senpai yang lagi dalam perjalanan untuk pulang kampung hati-hati ya, dan mohon maaf lahir batin kepada para Readers jika Icha pernah salah misalnya, mengejek sesuatu di karya Ffn Icha *seperti mengatakan kalau wajah Kisame mirip ikan, maaf ya bang Kisame^_^* ataupun PM para Readers ataupun PM yang belum Icha balas. Pokoknya maaf-maaf dan maaf..

So, is The Best Team and please your best review..

Tertanda. Icha Ren^_^

TBT: TDS New Archive:

6 Anggota 12 pasukan setan yang melawan Duo Uzumaki Naruto-Uchiha Sasuke,

Ropu, berambut cepak pirang dan memiliki wajah yang lemah (menurut Naruto tidak seperti penjahat). Dia adalah seorang pengguna Kugutsu.

Sakebu. Berambut hitam rapi dengan mata tajam nan kejam. Memiliki kemampuan aneh pada teriakan suaranya.

Juryo. Berbadan besar dan memiliki cambang di wajahnya. Mempunyai kekuatan pada pukulan, terjangan, bahkan tinjakannya. Tipe bertarung yang hampir sama seperti Tsunade.

Hayaku. Berkepala plontos alias botak. Memiliki luka di mata kirinya. Kemampuannya adalah pergerakannya yang sangat cepat, bahkan Sharingan Sasuke hampir tidak dapat membacanya.

Kokan. Memakai jubah di seluruh tubuhnya, hanya rambut hitam lurusnya dengan poni melekat di mata kanannya serta sebuah rantai di lehernya. Memiliki kemampuan dapat menukarkan posisi tubuh lawan dengan orang lain bahkan dengan dirinya.

Daeki. Memaka helm besi di kepalanya dengan rambut kecoklatan serta wajah penuh lukisan. Air ludahnya memiliki kemampuan yang cukup aneh dan misterius.

Alur Duel Mereka di TBT:

Aura antara NaruSasu melawan Shizu sudah muncul pada saat arc Prolog di mana Shizu sudah melihat dua partner tersebut tampaknya sudah memutuskan tujuan kegelapan mereka. Duel pertama mereka adalah saat setelah NaruSasu mengalahkan Gaara dan penyerangan Oto-Suna dapat dihentikan. Naruto dan Sasuke kalah telak melawan taijutsu serta kecepatan seorang Shizukesa di awal pertarungan mereka. Tekanan chakra sang Midoru yang begitu tinggi menjadi faktor utama dari kekalahan duo Uzumaki-Uchiha tersebut. Shizu bersama Jiraiya akhirnya mengajak Naruto-Sasuke untuk mencari Tsunade sebagai calon sang Godaime Hokage. Di arc tersebut Shizu bahkan mengakui kalau kerja sama Naruto dan Sasuke sangat kuat dan penuh ikatan yang erat. Dan di arc tersebut, saat penyerangan para ANBU Root Danzo, kelemahan Shizu pun diketahui. Hingga di duel terakhir, saat Naruto dan Sasuke dengan mudah mengalahkan Sakura serta Hinata, Shizukesa datang dan duel puncak dimulai. Kekalahan telak diterima Shizukesa saat Naruto dan Sasuke mengeluarkan kegelapan mereka yang sangat kuat. Kelemahan terbesar Shizu, yakni tidak dapat menahan kesakitan dalam kekuatan kegelapan akhirnya membuat dirinya dibombardir serangan Naruto-Sasuke hingga detik-detik terakhir, saat Naruto mengeluarkan Dai Rasenringu-Rasenga Destruktif yang berbahaya-, Shizu mengeluarkan kemampuan terakhirnya untuk menyelamatkan Sakura-Hinata dari kematian.

Alur duel mereka ditunggu di daerah penuh darah, dan ketika para ular mendesis dalam racun deriknya..

By Doni Ren, yang iseng untuk ikutan mengetik

Preview The Next Chap

"Ini gara gara kau Teme! Coba kau tidak melirikku tadi.."/ "Salahku?! Hn, ini karena kau tidak bisa menjaga posisi gulungan kedua dan terlalu asyik melawan yang lainnya.."/ "Aku melawan lima orang! Kau?! Kau melawan satu orang bahkan sebagai Uchiha kau terlihat kesulitan melawan si botak itu!"/ "Hn, kau pikir dirimu kuat Dobe?"/ "Kau yang duluan sialan!"/"Kau Uchiha manja!"/"Bocah kuning keparat!"/ "Lembah Kuroyami, arah barat daya!"

Selanjutnya di The Best Team special Arc, Chapter 8: Save Shizu!

"SELAMATKAN KURAI NO SATO DARI KEKELAMAN DAN.."/ "..SELAMATKAN CHISAI DAN SHIZUKESA!"/ 'Tunggu kami Shizu!'