Zona Membalas Review:
Al-Faraoh: Haha, yap..andai juga. Tenang saja kok, di Season TBT berikutnya mungkin masih ada kejutan-kejutan tentang Shizu, Naruto, dan Sasuke^_^ arigatou..
Sarutobi RianMaru: Haha, sip. Analisis yang bagus Rian-san. Tapi, kita tidak tahu siapa tuannya kan? Hihi, dan untuk Shizu..yah, mungkin dia punya daya tarik sendiri. Arigatou atas reviewnya^_^
Querilla Nyxa: Haha, kalau menang nanti cepat habis dong ceritanya*plak*, senyum-senyum Nyxa-san. Hayoo…^_^ so, arigatou atas reviewnya ya..
Altadinata: Yap, oke lanjut..arigatou..
D-R-A: Haha, sip lah..arigatou D-san (boleh manggil gitu?) dan memang Hideyoshi itu *kyaaa* kawai ne, tapi lebih kawai Kuro-kun yang dari anime ehem-ehem..ohohoho. Arigatou ne^_^
Guest: Hiks..hiks..gomen Guest-san. Yang ini malah Cuma 3024 words aja (yang bersihnya, tanpa membalas review, author note dan previewnya) tapi Icha akan usahain lebih panjang ya..sip. Arigatou atas reviewnya..
Guest: Haha, sip..sip..akan saya coba*plak* hihi..arigatou ya..
Topeng Lolli Kura: Yuhuuu..Kura-san, arigatou atas dukungannya..dan tentu saja salam adios amigos (bahasa Italy kan? ^_^) arigatou.
Z. L. C: BRUAASSSHH! Jangan bilang gitu Z-san, Icha kan jadi mimisan *ngook* haha, sip..arigatou atas review dan tungguannya^_^
Fahri. Uchiha: Haha, kita lihat penyelamatan mereka, apa sesuai rencana atau tidak^_^ dorr (ngapain Cha-_-) yap, arigatou atas reviewnya Fahri-san.
Hanzer v Reload: Waa..gomen kalau kurang panjang *bungkuk-bungkuk sakit pinggang* yap akan Icha usahain. Arigatou atas reviewnya ya dan Shizunya, ow yeah aja^_^
Opek. Zeysu: Yap, selamat lebaran juga Opek-san and Arigatou godzaimasu..
Arevi. Are. Vikink: Haha, kan Sharinga Sasuke udah dipake, tapi dia lagi ngelawan Hayaku yang mempunyai kecepatan tinggi hingga Sasu mengatakan kalau Sharingannya hampir tidak dapat membacanya^_^ arigatou atas reviewnya yang mantap, Arevi-san^_^
Freak: Haha, siplah..selamat lebaran juga, dan kenapa tidak sembahyang..nanti Icha suruh mbah Orochi cium lho *becanda^_^* arigatou..
Awar. Muna: oke sip, arigatou ya..
Sgiariza: Gomen kalau chapnya kurang panjang dan menggigit. Yap, memang akhir-akhir ini agak susah mengetik words terlalu banyak Sgi-san, mohon maaf ya. Dan Shizu..ow yeah, pemanis cerita gitu *kedip mata gak jelas* haha, arigatou atas reviewnya..
Hamaru: Haha, sip lah..makanya baca jangan malam-malam ya *plak* oke sip, arigatou ne..
Sae. Fullo. 1: Hihi, memang mereka cukup kuat, tapi tenang kok, The Best Team kita tetap yang terbaik. Arigatou ne atas reviewnya^_^ dan untuk Tsunade, hemm, tunggu aja..
Dandi. Purnama. 524: Haha, sip..yang penting review dan arigatou..
Sora narukami: Yap, beri semangat ke Shizu-chan dengan mengetik Reg spasi *apaan sih Cha-_-* hihi, arigatou ya atas reviewnya^_^
Kun-cici naru: Yosh! Arigatou..Icha akan maju terus^_^ arigatou ne..
Adytama Ezio D' Shadow: Hemm, akan Icha pikirkan Ady-san, karena masih ada beberapa fic yang belum tuntas dan masih banyak kegiatan di luar sana, tapi Icha akan coba^_^ arigatou..
Hanafid: hihi, kita lihat saja Hanafid-san, tapi sepertinya tidak berpengaruh deh..arigatou ya^_^
FISIKA: Sip! Kita beri ramen dan tomat untuk duo tim kita^_^ yap..arigatou Fisika-san^_^
Dark Namikaze Ryu: Hihi, yap begitulah..memang aneh-aneh, yang membuatnya aja aneh^_^ ehem..baiklah Icha panggil Onii-chan~ aja, hihihi..panggilan yang manis gitu *gigit bantal* yap, arigatou karena telah membaca fic gaje Icha lainnya Onii-chan^_^
Muhammad. Khadafi. 777158: Haha, sip..mudah-mudahan selamat^_^ dan arigatou ya, salam hidup itu indah *diketekin Minato*
Sabaku no rafi: Iya arigatou *evil smile bawa gergaji mesin* hai Rafi-kun, Icha mau mencincang seorang nih^_^ haha, gak..bercanda aja. Oke sip arigatou..
Tragger: Arigatou..arigatou..arigatou ya *plak, nagapin ngikutin Tragger-san cha?* yap, Icha akan ganbatte ne!
Kirigaya o: Haha, Gitsuki-san ni ada-ada aja..emm, manggilnya apa Gitsuki-san, Raymo-san *ciee Icha ingat pen name yang dulu* atau Kirigaya-san, haha..yang mana? Dan arigatou ya..*reviewnya mantap, Shizu bisa marah nih*
Yosh! Arigatou atas semua dukungan, review, saran, kritik dan semuanya minna..so, Icha mau pergi ke tempat teman sehabis mengetik ini dan..
Welcome to The Best Team^_^
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL
By Icha Ren
Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren
NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT
Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor
Rate : T
Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More
Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^
.
.
Enjoy it!
Sebelumnya di The Best Team Special Arc:
Naruto-Sasuke akhirnya gagal mempertahankan gulungan kedua. Enam orang pasukan setan mengatakan fakta mengejutkan dan keadaan semakin sulit. Shizu yang kini disekap di sebuah ruangan penjara pun mendengar kejutan-kejutan lainnya dan sang Midoru kini berada di Lembah paling kelam, Lembah Kuroyami..mampukah Naruto-Sasuke meyelamatkan teman satu tim mereka sekaligus mengakhiri kekacauan ini?!
Chapter 8: Save Shizu!
"U-ugh, ittai Paman Nagawa.."
"Tenanglah Naruto, aku sedang menutupi luka di dagumu.."
Nagawa dengan wajah serius menutupi luka yang cukup dalam di dagu Naruto akibat insiden pertarungan tadi. Rumah Nagawa sendiri hancur lebur dan tidak beraturan. Sasuke bersandar di sebuah dinding sambil menundukkan kepalanya. Naruto menatap kesal ke arah partnernya.
"Ini gara gara kau Teme! Coba kau tidak melirikku tadi.."
Sasuke mengangkat wajahnya. Tampak wajah tampan itu juga kesal.
"Salahku?! Hn, ini karena kau tidak bisa menjaga posisi gulungan kedua dan terlalu asyik melawan yang lainnya.."
"Aku melawan lima orang! Kau?! Kau melawan satu orang bahkan sebagai Uchiha kau terlihat kesulitan melawan si botak itu!"
"Hn,"
"Lebih baik rambutmu dibuat botak biar lebih kuat-ttebayo."
"Hn, kau pikir dirimu kuat Dobe?"
Naruto tiba tiba berdiri "Grr, kau menantangku hah?!". Sasuke ikutan berdiri dengan wajah menahan amarah.
"Kau yang duluan sialan!"
"Kau Uchiha manja!"
"Bocah kuning keparat!"
Nagawa menghela napasnya melihat duo sahabat itu kini terpacu amarah akibat kekalahan mereka dalam mempertahankan gulungan kedua. Nagawa memaklumi itu karena keduanya masih muda dan masih berdarah panas.
"Coba saja kau yang pergi ke jebakan musuh-musuh sialan itu! Pasti aku dan Shizu masih bisa mempertahankan gulungan kedua ini!"
Sasuke menatap sengit Naruto "Kau hanya merepotkan Shizu, Naruto..aku lebih ksatria dari pada dirimu!"
Naruto menyipitkan matanya "Oh ya? Dan kini Shizu tertangkap lalu gulungan kedua yang dia percayakan kepada kita sudah jatuh di tangan musuh..apa itu sikap ksatriamu?!"
Sasuke mendengus pelan "Hn, kau masih sama seperti di Akademi dulu. Pecundang yang selalu ingin meniruku dan selalu ingin lebih kuat dariku, tetapi kau tetap saja bodoh.."
GYUT! Naruto langsung menggenggam kerah baju Sasuke "Coba katakan itu lagi, Uchiha.."
Sasuke menggelemetukkan giginya "Siapa yang mengkhianati kepercayaan Shizu hah?! Kau melupakan posisimu dan lupa akan posisi Paman Nagawa?! Siapa yang mengkhianati kepercayaan dia?!"
Nagawa meneguk ludahnya. Dia harus melerai kedua ninja muda tersebut.
"Naruto, Sasuke..sudahlah. Kalian begini karena-"
"Kau Uchiha sendirian yang malang, Sasuke.." Naruto tersenyum mengejek "Bagaimana rasanya sendirian seperti itu?" tanya Naruto dengan nada mengejek. Mata Sasuke membulat. Perlahan lahan Sharingan muncul di onyx kelamnya.
"Akan kuberitahu kau.." tangan Sasuke terkepal erat
"Kau yang akan kuberi tahu.." tangan Naruto yang bebas juga terkepal dengan erat
"Kalian, hentikan!" kata Nagawa tegas. Dia berjalan ke arah duo Uzumaki-Uchiha itu dan berusaha melerai keduanya.
DUAKH! Mereka berdua saling memukul wajah masing-masing lawan dan keduanya terpental ke belakang secara bersamaan. Nagawa menghela napasnya.
Naruto terlentang di lantai rusak tersebut dengan napas terengah-engah. Safirnya menatap menerawang ke langit-langit rumah. Tercetak jelas di pipi tan-nya bekas tinjuan Sasuke. Naruto menghela napasnya perlahan untuk menenangkan pikirannya.
Begitu pula dengan Sasuke. Uchiha muda itu terlentang di lantai rusak yang berada di dekat pintu. Onyx kelamnya telah kembali menjadi iris matanya, dan matanya memandang menerawang ke langit-langit rumah. Napasnya terengah-engah dan bekas pukulan Naruto juga tercetak jelas di pipinya.
"Hei Teme.."
"Hei Dobe.."
Keduanya terdiam. Naruto melirik ke arah Sasuke dengan posisi yang masih terlentang. Begitu pula dengan Sasuke.
"Kau duluan!" kata keduanya bersamaan. Nagawa tersenyum simpul sambil menggelengkan kepalanya.
"Bangun kalian ninja muda! Kejadian tadi hanya amarah sesaat kalian karena telah gagal menjalankan amanat dari Shizu. Aku juga patut disalahkan karena aku-lah yang memegang gulungan itu," Nagawa memandang keduanya bergantian "Jangan sampai karena ini, pertemanan kalian selama beberapa tahun pupus dan menghilang. Ingat! Kekalahan adalah sebuah kemenangan yang tertunda! Sebaik-baiknya kejahatan, sebagus-bagusnya sebuah rencana jahat.." Nagawa menaikkan suaranya agar semangat Naruto-Sasuke kembali "..Pasti kebaikan akan mengalahkannya walaupun dengan keajaiban sekalipun!"
Naruto dan Sasuke tampak merenungi kata-kata dari Nagawa. Mereka memandang datar ke arah langit-langit rumah. Keduanya bangkit dari posisi terlentang mereka secara bersamaan dan berdiri secara tegak. Naruto menatap tajam Sasuke dan Sasuke balas menatap tajam Naruto.
"Haah, sekesal-kesalnya aku kepadamu, kau tetap partnerku Teme.." Naruto berjalan perlahan ke arah Sasuke. Sasuke pun berjalan perlahan mendekati partnernya.
"Hn, pikiran kita sama. Maafkan keegoisanku," Sasuke memajukan kepalan tangannya
"Kau bercanda, aku juga egois Uchiha baka!" Naruto menyeringai sambil memajukan kepalan tangannya. Dua tangan itu saling beradu dengan kompak. Nagawa yang berada di tengah-tengah keduanya langsung menepuk kedua bahu tersebut dengan sikap seorang dewasa. Nagawa tersenyum senang.
"Nah begitu. Jadi," Nagawa memandang serius keduanya "Kalian punya rencana? Aku takut apa yang dikatakan mereka sebelum pergi.."
Naruto dan Sasuke duduk bersila. Nagawa pun ikutan duduk di depan duo Uzumaki-Uchiha tersebut. Dia menatap tajam keduanya.
"Aku baru dengar kalau tiga Death Scroll akan digabungkan dan yah, entah apa yang akan terjadi," Nagawa mengelus dagunya perlahan "Menurutku itu sesuatu yang buruk."
"Tentu saja," kata Sasuke perlahan. Dia memejamkan matanya "Paman Nagawa, bisa pinjam foto yang diberikan Tuan Jun Miyamora kepadamu? Kedua foto dari dua gulungan?"
Naruto sedikit tersentak "Kau benar Teme! Walaupun kedua gulungan sudah lepas dari kita..kita bisa mendapatkan petunjuk dari foto tersebut!" Naruto menatap semangat Nagawa "Ini suatu anugerah yang tepat Paman Nagawa,"
Nagawa mengangguk penuh semangat. Dia langsung berlari ke arah kamarnya yang juga pintunya rusak. Nagawa agak lama di dalam dan akhirnya keluar dengan wajah penasaran.
"Apa yang akan kita dapatkan," kata Nagawa pelan "Benar-benar keberuntungan, terima kasih Kami-sama. Aku pun terkejut menyadarai kalau foto ini ada gunanya.."
Sasuke menatap serius kedua foto tersebut. Matanya memperhatikan isi lukisan dari kedua gulungan kematian yang telah difoto dan dicetak. Matanya menelusuri dengan tajam, tampaknya Uchiha muda itu sedang mencari sesuatu yang bisa dipakai sebagai petunjuk.
"Ada yang aneh!"
Naruto menunjukkan bagian pojok kanan foto, yang merupakan bagian pojok kanan isi lukisan. Terdapat sebuah lambang aneh yang tampak mencurigakan.
"Lambang swastika (lambang yang digunakan Nazi Jerman) di gulungan pertama," Nagawa menatap tajam foto kedua "Dan ada lambang salib terbalik di gulungan kedua, lalu di bawah salib terbalik itu ada tulisan kanji kecil yang.." Nagawa menyipitkan matanya "..Apa itu? Sialan, mataku tidak jelas!"
"Gambarnya agak kabur," gumam Naruto yang ikut-ikutan memicingkan mata "Pakai Sharinganmu Teme.."
"Kau kira Sharingan-ku kaca pembesar Dobe," kata Sasuke dengan wajah sweatdrop. Uchiha muda itu menggosok pelan bagian pojok kanan foto kedua dan tampak agak sedikit cerah.
"Ada debu juga-ttebayo," gumam Naruto kesal. Uzumaki muda itu membaca perlahan-lahan kanji tersebut.
"Yang berada di barat, namun sebuah kata menunjukkan dalam arah setan," Naruto menggaruk belakang kepalanya "Maksudnya apa-ttebayo?"
Mereka bertiga terdiam. Masing-masing berpikir dan membuat berbagai macam tebakan. Nagawa menghela napasnya perlahan.
"Jika ada gulungan ketiga pasti lebih mudah.." gumamnya pelan. Sasuke menatap datar kedua foto tersebut.
"Hn, bagaimana jika dua simbol ini kita satukan?"
Naruto dan Nagawa memandang penuh minat akan ide Sasuke. Sasuke mengambil kunainya dan membuat tanda di lantai Nagawa dengan ujung kunainya yang tajam.
"WEEEKH?! TEME! KAU BELUM MINTA IZIN SAMA PAMAN NAGAWA SOAL MERUSAKKAN LANTAI RUMAHNYA INI!"
"Tidak apa-apa Naru, ini demi penyelidikan kita.." kata Nagawa sambil tersenyum ke arah sang Uzumaki. Naruto menghela napasnya.
"Yah, jika Paman Nagawa mengatakan begitu.." safir Naruto menatap gabungan antara lambang Swastika dan salib terbalik tersebut. Dahinya berkerut, segala macam pikiran melesat masuk ke otaknya.
"Mirip sesuatu.." gumam Naruto perlahan. Sasuke menganggukkan kepalanya.
"Apa ini hampir seperti.." Nagawa menahan napasnya "..Arah mata angin?"
Naruto dan Sasuke menganggukkan kepala secara bersamaan. Naruto tersentak kaget dan mengulangi tulisan kecil di pojok kanan lukisan kedua,
"Yang berada di barat, namun sebuah kata menunjukkan dalam arah setan," Naruto meneguk ludahnya perlahan "Barat..dalam arah setan..barat..dalam arah setan.."
Naruto meninju lantai dengan wajah kesal "Barat! Pasti mengarah ke situ, tapi apa hubungannya dengan yang 'menunjukkan dalam arah setan' dattebayo?!"
Nagawa tiba-tiba berdiri dan berjalan cepat ke dapur. Terdengar suara ribut dari arah dapur, lebih tepatnya gudang yang berada di bagian sisi dapur. Nagawa muncul dengan wajah yang amat sangat penasaran serta bersemangat, lalu menghempaskan sebuah buku yang sangat amat tebal, yang dibawanya dari altar di dalam gudang. Debu-debu sedikit berterbangan dan Naruto serta Sasuke mengibaskan kedua tangan mereka untuk menepis debu-debu tersebut.
"Coba kita lihat dalam ajaran Budha," kata Nagawa serius. Dia membuka satu persatu halaman tua tersebut. Naruto dan Sasuke memandang penuh minat. Bahkan di buku itu ada penjelasan soal arti lambang salib terbalik, pemujaan terhadap setan, beberapa tanda yang melawan Budha, dan akhirnya sampai di suatu Sub-bab tentang arah mata angin. Dalam mitologi Budha kaum Cina, ternyata arah mata angin Barat Daya disebut arah kesialan atau arah menuju setan. Arah tersebut selalu dijauhi kaum Cina Budha dan akhirnya dibuat kuil-kuil untuk menolak kesialan tersebut.
Naruto dan Sasuke langsung berdiri dengan cepat.
"Lembah Kuroyami, arah barat daya!" kata Naruto cepat. Nagawa menganggukkan kepalanya.
"Benar. Dengan petunjuk itu sudah cukup! Memang gulungan ketiga bisa memberikan petunjuk lebih tetapi," Sasuke memandang datar ke depan "Kita tidak bisa menunggu terlalu lama!"
Nagawa menutup buku tebal tersebut dengan wajah serius "Kita mengetahui satu hal.."
"Ya," Naruto menepuk kedua tangannya dengan wajah yang sedikit kesal "Pasti di lembah Kuroyami ada sebuah kuil yang entah mungkin dibangun oleh generasi Miyamora atau para tetua dahulu di desa Kurai," Naruto menoleh ke arah Nagawa "Dan itu pasti menjadi tempat menolak roh-roh amarah gentayangan hasil dari pembantaian Kagemi Miyamora agar roh-roh tersebut tidak pergi keluar dari lembah Kuroyami dan menganggu penduduk di sini!"
Nagawa menganggukkan kepalanya setuju. Sasuke menoleh ke arah Nagawa.
"Paman tetap di sini! Biar kami berdua yang akan ke sana dan menyelesaikan semuanya! Jika terjadi sesuatu maka Paman adalah orang pertama yang mengevakuasi para penduduk dari bahaya!"
Nagawa kembali mengangguk. Tatapannya serius memandang dua ninja muda tersebut "Aku mengerti.." katanya singkat.
"Hn, baiklah. Ayo pergi Dobe!" Sasuke dan Naruto sudah siap dalam posisi ingin berlari
"Tentu-"
"Naruto! Sasuke!"
Keduanya memandang secara bersamaan ke arah Nagawa. Nagawa memandang penuh yakin akan keduanya.
"SELAMATKAN KURAI NO SATO DARI KEKELAMAN DAN.." Mata Nagawa memandang penuh harap ke arah mereka "..SELAMATKAN CHISAI DAN SHIZUKESA!"
Naruto dan Sasuke menganggukkan kepalanya. Tanpa berbicara sepatah kata, duo Uzumaki-Uchiha itu langsung melesat pergi dengan kecepatan tinggi. Mereka berlari menerjang kegelapan di Kurai no sato yang tampak semakin kelam. Hembusan angin malam terdengar lembut dan nampak pelan. Keduanya mempunyai tekad kuat dan sebuah tujuan jelas di misi ini. Sebuah tujuan yang sebenarnya bertentangan dengan apa yang selama ini mereka hadapi dalam kisah mereka..
Ya, Naruto dan Sasuke kini berlari kencang untuk menyelamatkan sang pengawas, seorang musuh yang telah ditetapkan takdir menjadi musuh mereka dalam suatu pertarungan penuh darah. Seorang musuh yang telah menetapkan dalam hatinya akan menarik mereka dalam lubang kegelapan. Dan seorang musuh yang sangat manis dan berwajah cantik.
"Heh.." Naruto dan Sasuke tersenyum secara bersamaan.
'Tunggu kami Shizu!' batin keduanya serempak
~TBT : TDS~
Krieet..pintu penjara Shizu kembali terbuka. Seorang laki-laki besar yang memanggul sebuah palu raksasa berduri di pundaknya berjalan santai memasuki ruangannya. Rambutnya tampak diikat satu dan kulit orang itu kecoklatan. Dia menaruh palu raksasanya di samping Shizu dan terdengar suara desingan yang sangat amat kuat. Shizu menutup matanya menahan dengungan akibat suara benturan palu raksasa tersebut dengan lantai besi penjara.
"Namaku Hanma dan aku ingin mengunjungimu karena tertarik akan kekuatanmu," Hanma berdiri superior di hadapan Shizukesa. Shizu menatap tajam Hanma. Hanma yang ditatap dengan killing intens hanya tertawa perlahan.
"Apa nak? Mencoba membunuhku dengan tatapanmu?! Lakukan saja..lakukanlah!" Hanma mengelus dagunya "Heh, jika kau bisa.."
"Aku harap bisa," kata Shizu singkat. Hanma memegang kasar wajah Shizu dengan tangan besarnya. Telapak tangannya mencengkram kedua pipi Shizu.
"Wajah yang manis dan begitu cantik. Kau ini laki laki atau perempuan?" tiba tiba Hanma mengelus pelan dada Shizukesa. Mata Shizu melebar terkejut.
"A-apa yang..ahn..sialan!" Shizu memberontak hebat. Hanma terkekeh pelan.
"Heheh, bocah yang unik, rupanya kau..heheh, Pantas saja Majishan sangat menyukaimu.."
Dengan cepat Shizu menggigit tangan tersebut dan membuat Hanma berteriak kencang.
"ARRRGH! SIALAN!" Hanma menepis kepala Shizu dan menarik tangannya perlahan "Tsk! Keparat! Kau benar-benar membuatku sedikit kesal.." Hanma mengelus tangannya perlahan. Matanya memandang tajam Shizu yang kini sedang menundukkan kepalanya ke bawah. Wajah cantik sang Shizukesa tidak terlihat karena tertutupi helaian-helaian lembut surai coklat keemasannya.
"Hei bocah. Kami menyanderamu juga karena ada unsur untuk mengetahui kekuatan Konoha,"
Wajah Shizu terangkat ke atas. Mimiknya menggambarkan kalau perasaannya sangat terkejut.
"Dan kau adalah sandera berharga bagi kami.." Hanma menepuk pelan pucuk kepala tersebut "Jadilah anak yang baik karena mungkin kami akan segera menggali informasi darimu, baru setelah itu kami akan melakukan usulan dari Majishan.."
Mata Shizu menatap tajam Hanma yang kini sedang berjalan mengambil palu raksasanya. Hanma menyeringai saat palu raksasa berduri tersebut dengan santai dipanggulnya di pundak dan tanpa menimbulkan kesakitan bagi pria bertubuh besar tersebut.
"Apa?" tanya Shizu pelan namun nadanya terdengar tajam.
"Menjadikanmu senjata cantik," kata Hanma singkat sambil menutup pintu penjara tersebut perlahan-lahan, saat pintu itu hampir tertutup, mata licik Hanma menatap tajam Shizu "Mampukah kau bertahan untuk menunggu aura kematian?"
Tlek, pintu itu tertutup rapat. Mata Shizu melebar.
Kali ini, dalam hidupnya..Shizu merasakan jantungnya berdebar kencang!
.
.
.
"Lembah Kuroyami," gumam Naruto sambil menelan ludahnya. Sasuke membetulkan letak hitai ate-nya dan mengaktifkan Sharingan-nya.
"Jangan takut Dobe, hantu itu tidak ada.." kata Sasuke pelan. Naruto menatap sedih ke arah Sasuke.
"Lalu suara tangisan dari dalam lembah itu apa?!" tanya sang Uzumaki kesal "Ternyata tangisan yang dari dulu kita dengar berasal dari sini!"
Sasuke meneguk ludahnya. Entah kenapa dia ikutan takut juga. Uchiha muda itu mengelap pelan keringat dingin di dahinya.
"Siap kawan?" tanya Sasuke singkat.
"Kapanpun kau siap.." jawab Naruto dengan nada yang sedikit bergetar.
SYAAAT! Mereka berdua melompati tebing yang agak curam tersebut dan berpijak dengan kuat di dinding-dinding lembah menggunakan kaki mereka yang telah dilapisi chakra. Sharingan Sasuke langsung mengobservasi dengan cepat daerah dalam lembah.
"Benar-benar gelap," gumam Naruto dengan napas tertahan. Sasuke menggerakkan handsteal dan menyemburkan bola apinya dengan cepat.
"Katon : Goukakyuu no Jutsu!" bola api Sasuke melesat cepat ke bawah dan membuat suasana menjadi sedikit lebih terang. Bola api tersebut membakar beberapa pohon dan akhirnya membuat seperti api unggun yang berukuran agak raksasa. Naruto menyeringai.
"Kerja bagus Teme!"
"Hn,"
Keduanya pun mendarat sempurna di tanah paling bawah lembah. Naruto berjalan dengan cepat mengelilingi Sasuke dengan jarak 3 meter dan sepertinya menanam sesuatu. Dia kembali ke posisi mendekati Sasuke sambil mengacungkan kunainya, begitu pula dengan Sasuke yang sudah siap. Duo Uzumaki-Uchiha itu kini berada dalam posisi siaga.
"Dengan melihat ada cahaya aneh di lembah sekelam ini pasti membuat mereka curiga kan?" Naruto memandang tajam partnernya. Sasuke menganggukkan kepalanya perlahan. Kobaran-kobaran api akibat jutsu bola api Sasuke terus membuat pandangan Naruto-Sasuke menjadi sedikit membaik. Jadi mereka bisa mengetahui pergerakan musuh dan tetap waspada dengan posisi yang saling membelakangi. Delapan menit mereka menunggu dan belum terjadi apa apa.
Setengah jam menunggu dan Naruto mulai bosan. Safirnya kembali melirik ke arah sang partner.
"Tampaknya mereka belum datang. Apa waktunya cukup?"
Sasuke berpikir sebentar. Dia kemudian menghela napasnya.
"Hn, aku pikir juga sudah tepat. Kita pergi dari sini!"
Naruto dan Sasuke pun menurunkan kunai mereka. Kewaspadaan mereka sedikit diturunkan dan duo Uzumaki-Uchiha itu melangkah perlahan menuju arah barat daya Lembah Kuroyami. Tiba-tiba sebuah potongan besi muncul dari arah kiri Sasuke. Naruto segera mengetahuinya. Potongan besi berujung runcing itu mengarah cepat ke kepala sang Uchiha.
"Sasuke!" Naruto menekan dada Sasuke dan menghempaskannya ke belakang. Besi tadi melewati depan wajah Sasuke namun sedikit mengenai kepala Naruto. Namun tidak terkena kepala sang Uzumaki, tetapi hanya menyibakkan surai-surai kuningnya.
DRAP! Naruto dan Sasuke pun jatuh bersamaan di tanah. Sasuke dalam posisi terlentang dan Naruto dalam posisi tertelungkup di samping Sasuke serta tangan sang Uzumaki masih berada di atas dada Uchiha muda tersebut. Sasuke menghela napasnya perlahan.
"Kau tidak apa apa Naruto?!" tanya Sasuke dengan nada sedikit khawatir. Naruto bangkit dari posisi tertelungkupnya dan mengelus kepala belakangnya. Sasuke segera duduk dan memandang datar ke arah partnernya tersebut, tapi pancaran Sharingan Sasuka nampak jelas khawatir.
"Tidak apa-apa dattebayo, hanya rambutku yang terkena sabetan besi tadi.." Naruto tersenyum ke arah Sasuke dan wajahnya kembali serius saat matanya mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.
"Berarti mereka telah datang Teme!"
Sasuke menganggukkan kepalanya. Duo Uzumaki Uchiha itu kini berdiri dengan posisi yang kembali siaga. Naruto menatap persiapan yang telah dipasangnya dan berharap para musuh berlari menyerang mereka dan meledak terkena jebakannya.
"Dari arah mana tadi serangannya?" tanya Sasuke dengan Sharingan yang bergerak-gerak cepat.
"Arah jam sembilan," kata Naruto singkat. Sasuke melirik ke arah samping kirinya dan mendecih kesal. Dia segera menggerakkan handsteal dan menyemburkan bola api raksasanya untuk melalap habis pohon yang berada di arah jam sembilan. Naruto tetap mengawasi sekelilingnya saat Sasuke sedang sibuk untuk mengetahui siapa pelaku pelemparan besi tersebut.
"Dia mungkin sudah menghindar," gumam Sasuke pelan sambil menatap kobaran-kobaran api yang berada di sisi kirinya. Suasana di tempat tersebut semakin terang. Kewaspadaan Naruto tetap tidak berkurang. Safirnya terus menyapu semua area di sekelilingnya dan memperhitungkan dari mana serangan musuh akan datang.
Sementara itu. Dari arah jam sembilan..
Tetsu menggosok lengan kanannya sambil menyeringai. Dia menatap kobaran-kobaran api yang melahap seluruh tubuhnya. Dia tersenyum saat merasakan api-api itu hanya terasa hangat di sekujur tubuhnya. Pandangan Tetsu kemudian teralihkan kepada duo Uzumaki-Uchiha itu, terutama sang Uchiha yang kini sedang memandang ke arahnya dengan tatapan tajam Sharingan.
"Besi tidak akan terleleh jika panasnya hanya begini bocah," Tetsu tertawa pelan "Hehehe, dan juga..aku adalah besi yang kuat!". Beberapa pohon tumbang akibat batangnya terus dilalap api besar hasil jutsu Sasuke. Namun Uchiha muda itu tidak tahu bahwa sang musuh sedang tertawa mengejek akan jutsunya. Tetsu menghela napasnya perlahan-lahan.
"Kuharap kau mendapatkan apa yang kau inginkan Mahotsukai, aku sudah mengincar kepala mereka dengan satu kepastian.." Tetsu memandang tajam ke arah depan, di mana bisa dikatakan ke arah kanan Naruto "..Aku sudah berusaha membuat rambut-rambut mereka melekat pada besi-ku dan kau bisa menggunakan boneka Voodomu itu,"
Sementara di arah jam tiga atau kanan Naruto..
Seorang laki-laki bertubuh kecil dengan mata yang seperti kurang tidur berjalan perlahan mendekati sebuah pohon. Di batang pohon tersebut tertancap sebuah batang besi berwarna hitam mengkilat, dan Mahotsukai-nama laki-laki tersebut-menyeringai senang. Dia mengelus pelan rambut putihnya menggunakan tangan kirinya dan tangan kanannya mencabut tancapan batang besi tersebut. Mahotsukai menatap ujung besi yang tajam dan dia menyeringai senang.
Ada sehelai rambut pirang yang melekat di situ, dan satu saja sudah cukup..
Sudah cukup bagi Mahotsukai untuk mengutuk orang tersebut dalam permainan boneka jeraminya dan merasakan kesakitan di ritual Voodo..
"Heheheheh, helaian rambut yang bagus," Mahotsukai melempar ke belakang besi tersebut dan menatap penuh minat ke satu helai surai kuning tersebut. Mata kurang tidurnya tampak berbinar mengerikan.
"Sayang pemiliknya akan mati dalam siksaanku!"
Alarm tanda bahaya! Para musuh mulai menunjukkan taringnya!
TBC
Author Note: Aw yeah. Yo..yo..Naruto kena kutuk yo..Naruto kena kutuk jadi Uke yo*Plak*
Yap, pertarungan d lembah Kuroyami dimulai dan tampaknya akan ada beberapa kesusahan yang menerpa duo tim terbaik kita. Hem, so..arigatou godzaimasu untuk semua Readers-san yang masih mau membaca cerita abal-abal ini dan masih mau memberikan review, review kalian adalah sesuatu yang berharga untuk sebuah fic. Oh ya..terima kasih juga untuk Crisya-senpai atas dukungannya dan bantuannya yah..haha, yap. Gomen untuk Blacklist 10 yang kita pending karena Icha mau menyelesaikan ini dulu..dan mudah-mudahan Doni-san cepat datang dari Jakarta^_^
So, please Review dan thank you^_^
Tertanda. Icha Ren.
Mahotsukai. Kemampuannya adalah dapat mengutuk seseorang menggunakan Voodonya dengan syarat mengambil sesuatu dari tubuh orang tersebut (sistem kekuatan hampir sama dengan Hidan).
Preview the Next Chap:
"Kau yakin arahnya dari jam sembilan?"/ "AWAS TEME!"/ "Benar Teme, tapi apa itu yang membuatku sepertinya dikendalikan?"/ "Cih sialan! Ini namanya permainan curang!"/ "Itu hanya salah satu kekuatanmu Naruto. Belum sepenuhnya,"/ "Yami! Bagaimana ini?!"/ "Musuhmu cukup licik juga Gaki,"/ 'Habisi dia, Naruto..'
Selanjutnya, di The Best Team Special Arc. Chap 9: The Battle in Flames
"Naruto! Teknik shurikenmu!"/ 'Jika terkena perutku bisa-bisa perut ini hancur-ttebayo!'/"Kita terdesak!"
