Author Note:
Halo Minna, ketemu lagi sama Icha. Untuk hari ini Icha gak bisa lama-lama ya karena ada beberapa urusan, emm sebelumnya terima kasih kepada Doni-san yang telah mengup fic ini saat Icha lagi gak ada di rumah. Haah, sekolah dimulai lagi dan masa-masa sibuk akan datang *Cha, sekolah itu penting-_-*
So, langsung ke Zona Membalas Review^_^
Ara Aya: Yap, seperti itulah Ara-san. Untuk perkembangan Duo Uzu-Uchi pastinya ada di TBT 2 karya si Doni-sanmesume *diketekin*, sip..akan Icha sampaikan dan arigatou
Sarutobi RianMaru: hihi, ternyata Rian-san selalu menganalisis di setiap chapnya. Dan arigatou atas saran hebatnya untuk Shizu lho, bisa-bisa Rian-san tepar terkena tekanan tinggi chakranya. Arigatou ya..
Hanzer v reload: Link apa Hanzer-san *bawa gergaji mesin* arigatou^_^
Kurama Maulana: Haha, D-san masih tetap meneliti tentang para Fujo?^_^, emm Icha jawab gak ya..arigatou ne
Readerr: Yap, beri semangat terus kepada Doni-san agar dia tidak suka lagi membaca komik seperti itu! Arigatou Readerr-san. Mohon maaf atas kelamaan TBT s2 dari Doni-san.
Hanafid: Oke sip^_^ arigatou
Samsung 0168: Wahaha, halo Freak-san. Icha baca lho balasan dari Doni-san. Jangan takut ma orang itu, dia Cuma kuat mesumnya *PLAK* hehe, arigatou ne
Sora narukami: Aduduh..bahaya kalau Naru-chan dikutuk begitu, nanti Sasu-kun kan jadi #BRUAASHH! Hihi, soal arc special lainnya, emm nanti akan kami berdua pikirkan lagi Sora-san. Arigatou ne
Arevi. Are. Vikink: Haha, yap seperti itulah. Arigatou ne^_^
Guest: Yahaha, mastin Good*plak* arigatou ne
Hamaru: Yosh! Icha akan terus lanjut. Arigatou ya^_^
Kirigaya o: Waah, Raymo tahu ternyata musuh di chap ini, sugoi^_^ arigatou atas reviewnya ya..
Awar. Muna: Oke oke oke, arigatou ne^_^
Muhammad. Khadafi. 777158: Haha, salam hidup itu indah^_^ dan untuk status Shizu mungkin masih rahasia Khadafi-san. Arigatou ne^_^
DANDI. PURNAMA. 524: Hemm, memang rencana seperti itu, tapi kata Doni-san bahwa tetap nanti ada unsur dimasukkan kerja sama antara NaruSasu. Nanti ada kok kerja sama mereka^_^ arigatou
Adytama Eizo D'Shadow: Iya, Icha memang tinggal di situ, dak rindu sama kampuang Ady-san^_^ , di Padang ada jam gadang lho *hehehe* arigatou ne
Al-Faraoh: Haha, kayak si Naru anak kecil aja^_^ arigatou Faraoh-san..
Blue sapphire Sophia: Haha, arigatou ne..dan mohon maaf atas kelamaan TBT 2-nya ya^_^, baiklah, kalau Icha ada waktu Icha akan terbang ke fic Sophia-san kok^_^
Uzumaki. Namikaze. GM: Yap, hanya 2 yang berhasil dibasmi NaruSasu. Gak apa-apa kok and arigatou atas review dan tungguannya kepada fic The Uzukage^_^
Sgiariza: Haha, masih rahasia Sgi-san. Kita akan lihat sampai mana duo Tim kita bertahan. Arigatou ne^_^
Kun-cici naru: Haha, iya ya..begitulah ciri khas Kun-cici Naru. Tapi gemesin gitu *cubit pipi* hihi, arigatiu ne^_^
Yap, minnaaaaaaaaaa *keselek* arigatou atas semua reviewnya, saran, kritik, dan semangatnya, tanpa kalian fic Icha hanyalah sesosok yang seperti Kisame..mau dibilang ikan iya, mau dibilang manusia iya *disamehada* so, mohon reviewnya dan kritiknya agar fic ini lebih baik.
And then, Welcome To The Best Team^_^
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL
By Icha Ren
Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren
NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT
Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor
Rate : T
Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More
Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^
.
.
Enjoy it!
Sebelumnya di The Best Team:
Duo Uzumaki-Uchiha harus berhadapan dengan dua anggota 12 pasukan setan di awal perjalanan mereka menuju arah mata angin setan, yakni Barat Daya Lembah Kuroyami..dengan suatu analisis serta strategi yang tepat, Naruto dan Sasuke melakukan serangan yang melumpuhkan kedua musuhnya, dan kini mereka menuju ke arah bahaya yang lainnya dan telah menanti dalam tarian bayangan kelam!
Chapter 10: Chasing Time!
"Kobaran api itu belum berhenti..hm, berarti Mahotsukai dan Tetsu gagal membunuh mereka."
Majishan menggosok kedua tangannya yang bersarung tangan. Dia terkekeh pelan.
"Tak kusangka dua bocah itu sangat menyusahkan. Hehh, Juryo..Doku..bereskan dua tikus sialan itu," Majishan memiringkan kepalanya. Dua temannya yang sedang duduk bersantai langsung berdiri dan menyeringai.
10 orang pasukan setan itu kini duduk di sebuah lantai batu berbentuk lingkaran yag tampak tua dan sudah berlumut. Meskipun samar (karena lumut dan batu yang melapuk), terlihat jelas ukiran lambang bintang terbalik lima hologram di atas lantai tersebut. Ada meja kecil berbentuk lingkaran di atasnya. Di situ terdapat lambang kepala bertanduk sebagai simbol dari iblis, dan di kening iblis itu ada lambang salib terbalik.
Juryo yang bertubuh besar dan memiliki cambang di wajahnya segera berdiri. Doku membetulkan letak cadarnya dan tampak memeriksa seluruh tubuhnya dengan seksama.
"Apa yang kau periksa?" tanya Hanma si pemegang palu ingin tahu. Kie yang berambut Mohawk mendengus napas perlahan.
"Doku pasti selalu ingin bersama racun-racun kotornya.." kata Kie sambil tersenyum mengejek. Doku menatap nanar si rambut Mohawk tersebut.
"Diam kau sialan..apa kau mau rambutmu kuberi racun pembunuhku?!"
Kie terdiam. Dia terkekeh pelan "Tentu saja tidak kawan. Kau tidak bisa diajak bercanda,"
"Cepatlah pergi," Majishan menatap sang rembulan "Jangan biarkan mereka ke sini. Pemimpin kita akan melihat para tawanan dan sepertinya akan memberikan sedikit nasihat.."
Para kelompok setan itu tertawa jahat. Mereka merasa kemenangan sudah di depan mata. Ketiga gulungan ada di tangan mereka dan sebentar lagi tujuan besar itu akan tercapai. Kekuatan besar akan diraih dan mereka akan menguasai dunia Shinobi, dimulai dari Kurai..dan seterusnya!
"Kami pergi," kata Juryo sambil menggerakkan lehernya perlahan. Majishan menganggukkan kepalanya.
SYAAAT! Dua penjahat tadi langsung pergi. Kini rintangan baru akan segera muncul..
.
.
.
Naruto dan Sasuke kini sedang berlari dengan kencang menembus kegelapan malam lembah Kuroyami. Bantuan cahaya api Sasuke perlahan-lahan menghilang karena mereka semakin jauh dari lokasi kebakaran. Naruto berlari mendekati partnernya.
"Hei Teme,"
"Hn.."
"Hidupkan api lagi. Di sini semakin gelap."
"Itu akan menghabiskan chakraku Dobe. Ikuti saja aku, mata Sharinganku tak pernah menipu.."
Wajah Naruto berubah kesal. "IYA KAU ENAK PUNYA MATA ANEH ITU! AKU..AKUUU?!"
"Matamu juga aneh,"
"KAU UCHIHA KEPARAT SIAL-"
Terdengar suara tangisan dari samping kiri Naruto. Masih agak kecil memang, namun cukup jelas terdengar. Naruto menelan ludahnya perlahan-lahan.
"K-kau dengar itu Teme?"
"Hn,"
"Apanya yang hn?"
Naruto menoleh perlahan-lahan ke samping. Gelap. Benar-benar gelap. Naruto benar-benar merasakan suasana di Lembah Kuroyami begitu mencekam.
Akhirnya Naruto dan Sasuke pun memperlambat lari mereka karena penglihatan benar-benar buram sekarang. Kabut tebal tiba-tiba datang mengelilingi keduanya. Sasuke sudah siap dengan jutsu apinya, dan Naruto membisikkan berkali-kali ke telinga Sasuke supaya menghidupkan api besar kembali.
"Hn, dari mana kabut ini datang?" tanya Sasuke dengan Sharingan yang bergerak cepat.
"Aku tidak tahu. Tiba-tiba muncul begitu saja.." Naruto menyipitkan matanya "Hai Teme, kenapa kau tidak mengeluarkan jutsu apimu lagi?"
.
.
.
Hening..tidak ada respon dari Sasuke.
"Teme?"
Tetap hening. Suasana benar-benar mencekam. Naruto mendengus kesal.
"TEME SIALAN! JANGAN BERCANDA DI SAAT INI BAKAA!"
Tak ada jawaban. Naruto meneguk ludahnya. Satu kepastian, dia dan Sasuke terpisah!
.
.
.
"NARUTOOO!"
Sasuke menghela napasnya. Bagaimana ini bisa terjadi. Kenapa dia dan Naruto terasa seperti berada di jarak yang jauh. Apa dia langsung saja menembakkan jutsu apinya. Sasuke menggerakkan segel tangan dengan cepat dan siap menyemburkan bola api raksasanya. Tiba-tiba sebuah tangan dingin menutup mulutnya dengan sangat kuat. Tangan itu begitu dingin dan berlendir. Bau amis yang sangat kuat menghujam indera-indera penciuman Sasuke.
'Sialan! A-apa-apaan ini. Apa itu musuh?' Sasuke langsung membuat gerakan menyikut ke belakang. Kosong..yang dia rasakan hanya angin dingin. Sasuke memegang erat tangan dingin berlendir tersebut dan dia berusaha melepaskan tangan aneh itu dari mulutnya. Sasuke dengan gerakan cepat melakukan tendangan ke belakang kaki kirinya yang sudah dilapisi chakra dan elemen listrik. Wajah sang Uchiha mengkerut kesal.
'ICHI!'
Kosong..tidak ada orang di belakang.
DEG! Jadi benda apa ini? Sasuke yakin sesuatu yang menutup mulutnya dengan sangat kuat adalah tangan. Sasuke dapat merasakan jari-jari 'benda' ini mencengkram erat mulut dan pipinya.
'Keparat!' Sasuke segera berlari kencang menuju ke depan. Tangan itu tetap menutup mulutnya dengan kencang. Sasuke berusaha mendengarkan suara langkah kaki yang berlari selain langkah kakinya. Tidak..hanya ada satu derapan jenis langkah kaki, dan itu adalah langkah kakinya yang sedang berlari..
Sasuke merasakan hidungnya kesakitan karena mencium bau yang sangat amis tersebut. Jantung Sasuke berdebar sangat kencang dan mungkin untuk pertama kalinya Sasuke merasakan bulu kuduknya berdiri. Dan mungkin untuk pertama kalinya Sasuke merasakan yang namanya ketakutan kepada..
"SIALAN DATTEBAYOOOOOOOOOO!"
Sasuke menoleh ke belakang. Terlihat di antara kabut-kabut itu tubuh Naruto yang bersinar cukup terang karena dilapisi chakra Kyuubinya yang melesak keluar. Sasuke menautkan alisnya. Ada yang aneh..
Tangan itu tidak lagi menutupi mulutnya. Dengan gerakan cepat Uchiha muda itu menggerakkan handsteal dan langsung menyemburkan jutsu apinya ke arah hutan. Bola api besar pun langsung melesak keluar dan menuju pohon-pohon yang berada di kanan Sasuke. Api itu langsung membakar dengan cepat pohon-pohon tersebut dan membuat suasana kembali terang. Kabut aneh tadi segera menghilang.
"Naruto!"
"KEPAR-EH?! SASUKEEE!"
"NARUTOOO!"
"SASUKEEE!"
"NARUTOOOO~!"
"SASUKEEEE~!"
Dua partner itu berlari dengan wajah riang dan lega (bahkan Sasuke juga) dan membuat gerakan untuk saling berpelukan. Sasuke yang menyadari perubahan sifatnya langsung berhenti dan menghindari serangan pelukan Naruto.
BRUKH! Naruto terjatuh di tanah dengan tidak elitnya.
"APA YANG KAU LAKUKAN BODOH!" teriak Naruto kesal sambil menunjuk wajah partnernya. Sasuke mendengus pelan dan memejamkan matanya dengan gaya tenang khas Uchiha.
"Hn, dasar penakut. Kau pasti lega kenapa kita bisa bertemu di lembah ini,"
"Wajahmu tadi tampak lega Uchiha!"
Sasuke menghela napasnya "Sudahlah, yang penting kita bisa bersama.."
Wajah Naruto langsung memucat "Teme.."
"Hn?"
"Kau maho?"
"BUKAAAAAN!"
Akhirnya setelah bertengkar, berguling-guling dan saling menonjok satu sama lain, Naruto dan Sasuke kembali tenang. Mereka berdua duduk di depan api buatan Sasuke sambil bersandar di sebuah pohon yang berseberangan dengan pohon-pohon yang dibakar Sasuke.
"Heeh, aku kira kita terpisah jauh. Rupanya jarak kita tadi sangat dekat," Naruto menggosok pipinya perlahan "Apa kau mendengar teriakanku tadi?"
Sasuke memejamkan matanya dengan tenang "Hn, itu-lah yang harus kutanyakan kepadamu Dobe. Aku juga berteriak.."
"Jadi kenapa kita tidak saling mendengar?"
Sasuke membuka matanya. Onyx kelamnya memantulkan cahaya merah jingga dari kobaran api tersebut "Mungkin kabut itu.."
Naruto melirik ke arah partnernya "Kabut? Maksudmu?"
"Kabut itu tidak hanya melemahkan indera penglihatan kita, tetapi juga melemahkan indera pendengaran kita.." Sasuke menganggukkan kepalanya perlahan "Ya, seperti itu. Aku tidak menyangka ada jenis kabut seperti itu..atau jangan-jangan.."
Sasuke menoleh ke arah Naruto "Naruto, kau merasakan ada sesuatu yang memegang mulut atau wajahmu tadi?"
Naruto menelan ludahnya "Seperti tangan. Entah apa itu, yang pasti 'tangan' itu bahkan mencekik leherku..itu terasa seperti," Naruto menggosok lehernya perlahan "Dingin dan berlendir. Aku sudah melakukan tendangan brutal ke belakang tapi tidak ada siapa-siapa di sana.."
Sasuke mengangkat alisnya "Jadi, apa yang kau pikirkan?"
Wajah Naruto berubah ketakutan "Kupikir 'itu' hantu lembah ini, aku merasa ketenanganku goyah dan entah kenapa chakra merahku keluar secara berlebihan.."
'Jadi chakra besarnya itu keluar karena rasa takutnya yang begitu kuat' batin Sasuke sedikit sweatdrop. Uchiha muda itu menutup matanya berpikir.
'Bisa saja kabut itu ilusi, dengan adanya chakra Naruto, entah kenapa fokus chakraku kembali dan membuat aku tidak masuk dalam ilusinya, dengan kata lain..' alis Sasuke bertaut '..Kabut itu bukan berasal dari lembah ini tetapi,'
Naruto segera bangkit dan menarik leher baju Sasuke ke arah kanan. Sasuke terseret dengan wajah terkejut.
"Ada apa Naruto?!"
Naruto tidak menjawab. Dia masih berlari sambil membawa sang partner dengan cepat. Mata Sasuke melirik ke arah bekas pohon yang mereka duduki. Terdapat sebuah kabut asap berwarna keungu-unguan menerpa pohon itu dengan kencang. Sharingan Sasuke berputar dan dia menangkap ada sesosok ninja yang tampaknya melakukan hal tersebut. Sasuke melepaskan tangan Naruto dan segera berdiri.
"Respon bagus, partner.." kata Sasuke. Naruto langsung berhenti dan siap membuat segel.
"Kabut itu bukan kabut yang berasal dari lembah kan?" tanya Naruto cepat. Sasuke tersenyum.
Di depan mereka, saat asap kabut keungu-unguan itu menghilang perlahan-lahan, muncul dua sosok musuh yang berdiri dengan tegak dan mata yang tajam penuh ambisi membunuh. Naruto-Sasuke kenal dengan si tubuh besar dan wajah bercambang tersebut, dan yang satunya belum pernah mereka temui-si cadar-dan tampaknya agak sedikit berbahaya.
"Asap halusinasimu gagal Doku," kata si jambang sambil menyeringai. Doku-si cadar-menggosok kedua tangannya dengan mata psikopat. Dia tampak mengeluarkan lima botol kecil dari balik saku bajunya.
"Chakra bocah berambut kuning itu cukup aneh," Doku mendengus pelan hingga cadar putihnya sedikit berkibar "TAPI KALI INI AKAN KUSERANG DENGAN SESUATU YANG ASAM!"
Doku pun langsung melemparkan lima botol kecil tadi ke arah duo Uzumaki-Uchiha tersebut. Naruto dan Sasuke melompat ke belakang secara bersamaan. Saat lima botol tadi pecah dan menyentuh tanah, asap berwarna hijau langsung keluar dan merambat cepat ke arah mereka. Sasuke menoleh ke arah Naruto dengan wajah serius.
"Periksa!" teriak sang Uchiha. Naruto menganggukkan kepala dan melemparkan sebuah shuriken bertalinya ke arah asap hijau tersebut. Setelah shurikennya terselimuti kabut asap tersebut, Naruto segera menariknya kembali menuju dirinya. Safir dan Sharingan melebar.
"Zat asam, ini melelehkan shuriken.." gumam Naruto menatap shurikennya yang hampir tak terbentuk di tanah dengan tali kawat yang hampir terputus.
KREEEK..KREEEK..
Sasuke mengangkat kepalanya dan menatap sebuah gerakan aneh dari balik asap hijau tersebut. Naruto menggerakkan handsteal dan muncul 10 bunshin sang Uzumaki.
"Awas! Tanah lemparan datang ke sini!" teriak salah seorang bunshin Naruto. Sasuke berlari ke arah kiri sementara Naruto asli berlari ke arah kanan. Para bunshin menyebar cepat.
WHUUUNG! Sebuah tanah berukuran besar yang dlempar Juryo segera melesat ke arah mereka. Sasuke berusaha menyerang sang musuh dari sisi kanan, sementara Naruto dari sisi sebaliknya. Tanah yang dilempar Juryo berhamburan dan tidak ada yang mengenai target lemparannya. Di sisi kanan, Naruto sudah menyiapkan Rasengannya.
"Mereka dari dua sisi!" kata Juryo. Dia mengalirkan chakra ke tangan kanannya. Siap memberikan pukulan maut. Doku terkekeh pelan dan merentangkan kedua tangannya. Di tangan kanan dan kirinya terdapat dua alat semprot berwarna putih.
"Ini akan membuat kalian lumpuh untuk sementara.." kata Doku pelan, dia langsung menekan bagian semprotan sehingga asap berwarna putih pekat langsung keluar.
"Angkaaat!" teriak para bunshin Naruto di sisi kiri. Lima bunshin langsung menyatukan kedua tangan mereka dan Naruto asli langsung berpijak di atasnya. Para bunshin pun langsung melempar Naruto ke atas. Naruto yang membawa Rasengan menyeringai. Sementara Juryo yang melihat pergerakan Naruto menyipitkan matanya perlahan-lahan.
"RASENG-"
DHAAAARH! Juryo menghujam pukulannya ke tanah sehingga tanah tersebut menancap di kepalan tangannya. Orang bertubuh besar tersebut langsung melemparkannya ke arah Naruto. Safir Naruto sedikit terbuka lebar.
Sasuke kini melompat mundur ke belakang. Para bunshin Naruto langsung jatuh terduduk begitu terkena asap putih pekat dari Doku. Sharingan Sasuke bergerak cepat. Dia merasakan suatu gerakan menyerangnya dari depan.
"Bukan masalah!" Naruto segera menghantamkan Rasengannya ke arah tanah tadi. Tanah tersebut terbelah dua. Juryo yang sudah siap akan lemparan berikutnya tersenyum sombong.
JRAAAASHHH!
"AARGGGHH!" tiba-tiba pria berbadan besar tersebut berteriak kesakitan. Tanah yang dipegangnya pun terjatuh. Juryo langsung memegang lengan kanannya yang berlubang akibat serangan cepat Naruto. Naruto yang turun menuju ke arah kepala Juryo menyeringai.
"Fuuton: Jubashi sukses!"
Juryo mengangkat kepalanya dan menatap penuh amarah ke arah Naruto. Naruto yang sudah berada 8 langkah di atas Juryo langsung membuat segel. Juryo menggeram marah dan langsung melompat.
"SIALAN KAU BOCAH!" tangan kiri Juryo langsung mencengkram kaki Naruto di udara. Mata Naruto terbelalak lebar. Orang bertubuh besar seperti dia bisa melompat setinggi itu?
WHUUUUNG! Juryo langsung melemparkan Naruto ke arah kobaran api Sasuke. Sementara Sasuke kini sedang beradu kunai dengan Doku. Pipi kanan sang Uchiha sedikit terluka akibat sabetan kunai dari Doku. Gerakan Sasuke melemah karena dia terkena serangan asap kekuningan Doku yang merupakan pelemahan pada pergerakan otot.
"Kurama! Tahan kekuatan lemparan ini memakai gesekan Chakramu!"
"Apa maksudmu Gaki?!"
"Kau bisa membuat aku terbang dengan tekanan chakra yang kau berikan kepada kakiku! Alirkan secara cepat chakramu di punggungku sehingga tubuhku tidak masuk ke dalam api Sasuke!"
"Hm, ide yang bagus!"
Naruto melirik ke belakang. Api Sasuke semakin dekat. Tiba-tiba punggungnya mengalir sedikit chakra merah dan bergerak ke atas secara cepat dan bolak-balik. Naruto melemparkan lima shurikennya secara berjejer ke tanah. Lima shuriken tersebut langsung menancap di tanah dengan sangat kuat. Naruto meringis kesal. Saking kuatnya lemparan Juryo, shuriken-shuriken bertalinya yang tertancap di tanah untuk menahan tekanan lemparan tubuhnya satu-persatu terputus. Dua shuriken. Tiga shuriken. Empat shuriken.
Naruto melirik ke belakang. Panas membara dari api Sasuke sudah merasuki punggungnya. Naruto menggelemetukkan gigi-giginya.
Tew!
Tubuh Naruto berhenti. Safirnya melirik ke bawah.
Satu shuriken berhasil menahan tubuhnya dari lalapan api sang partner. Chakra Kurama pun sangat membantu. Naruto menutup matanya perlahan dan menghela napas lega.
"HYAAAA-"
DHUAAAAKHH! Juryo yang ingin menyerang Naruto dengan pukulan tangan kirinya langsung kembali terpental ke belakang. Dengan bantuan dorongan dari chakra Kurama di punggung Naruto, Uzumaki muda itu melesat menuju Juryo (yang juga melesat menuju Naruto) dan sang Jinchuuriki Kyuubi langsung menendang kepala orang bertubuh besar tersebut. Juryo terpental ke tanah dan terseret beberapa meter.
Safir Naruto menatap cepat ke arah pertarungan Sasuke dan Doku. Naruto pun berpijak sempurna di tanah dan langsung melemparkan sepuluh shurikennya ke arah Doku. Naruto menyeringai.
'Shuriken Tekunikku: Kontororu Juu Yu-'
Juryo ternyata sudah bangkit dan siap menghajar wajah sang Uzumaki dengan tangan kirinya yang sudah dilapisi chakra.
Sementara Sasuke yang sudah siap dengan Chidorinya langsung memodifikasikan Chidorinya menjadi panjang. Doku membuka cadarnya dan siap dengan semburan asap mulutnya.
"Chidori Eisho!"
CRAASHHH! Chidori pedang Sasuke menembus bahu kiri Juryo. Sedikit lagi mengenai jantungnya. Naruto segera melirik ke arah partnernya yang sedang berada di arah sebaliknya bersama sang musuh. Naruto segera bertindak cepat.
"Kena kau!" Doku segera menyemburkan asap kekuningan yang berbahaya dari mulutnya. Sasuke yang sedang membantu Naruto otomatis hanya bisa pasrah, namun..
GYUUT! Sepuluh tali Shuriken Naruto dengan cepat melilit leher Doku dan menariknya menuju sang Uzumaki. Sasuke tersenyum tipis.
"Arrghh! Sialaaan!" Juryo terjatuh ke tanah dengan dua tangan yang tampak melemah, sementara Doku kini terseret menuju ke arah si badan besar. Juryo dengan cepat mengalirkan chakra di kakinya.
"Sasuke! Api!"
Sasuke yang mengerti teriakan Naruto langsung menggerakkan handsteal dan menyemburkan jutsu api mendatarnya,
"Katon: Ryuuka no Jutsu!"
"TIDAK! JURYO, TOLONG AKU" teriak Doku ketakutan saat api mendatar itu mengarah kepadanya. Juryo-dengan kaki yang sudah dilapisi chakra-langsung menginjak tanah yang berada di sisinya dan sisi Doku yang terseret ke arahnya.
DHAAARRHH! Tanah itu langsung menjadi tembok kecil dan menahan tubuh Doku agar tidak mendekati Juryo. Tubuh Doku tertahan di sana.
"Maaf Doku. Jika kita berdekatan maka aku juga akan terbakar api itu.." kata Juryo dengan wajah datar. Mata Doku terbelalak ketakutan.
"JURYO KAU KEPARA-ARRGGHHHH!"
Juryo segera melompat ke samping untuk menghindari semburan api Sasuke. Naruto menyeringai dan terkekeh pelan.
"Kau memang pantas disebut setan. Tidak memperdulikan teman satu timnya.."
Juryo menggeram kesal "Aku tidak butuh tim! Cih, aku sendiri saja bisa mengalahkan kalian berdua.."
Sasuke yang berjalan tenang ke arah Naruto tersenyum mengejek. Sang Uchiha kini berdiri di samping Naruto dengan kedua tangan yang dimasukkan ke kantong celananya. Sementara tubuh Doku kini tergeletak di samping tanah buatan Juryo dalam keadaan terbakar.
"Coba perhatikan keadaanmu," kata Sasuke dengan pandangan menghina "Bisakah kau menjadi sombong dengan keadaan seperti itu?"
Juryo menyeringai "Heh, aku tidak butuh kedua tangan ini karena aku mempunyai seluruh kekuatan di seluruh tubuhku. Akan kuhancurkan kalian..akan kuhancurkan kalian..AKAN KUHANCURKAN KALIAN BERDUA BOCAH SIALAN!" Juryo langsung melompat ke arah Naruto-Sasuke. Keduanya melompat salto ke belakang dan tanah yang bekas dipijak duo tim tersebut langsung hancur begitu kedua kaki Juryo menginjaknya secara brutal. Naruto menggerakkan handsteal dengan cepat.
"TAJUU KAGEBUNSHIN NO JUTSU!"
BOOOF! Muncul-lah seribu bayangan sang Uzumaki. Naruto asli langsung memberikan komando.
"SERANG SI GENDUT ITUU!" teriak Naruto yang akhirnya dijawab dengan teriakan gila para Bunshin.
"URYAAAAAAAA!"
"KAU BODOH BOCAH KUNIIING!" teriak Juryo sambil menghempaskan kakinya ke tanah. Tanah tersebut langsung hancur bergelombang. Juryo terbang ke arah Naruto dengan kaki-kaki yang berbahaya. Naruto yang asli melompat ke belakang dengan cepat. Sementara para Bunshin langsung menghilang begitu Juryo menginjak dan menendang-nendangnya.
"Akan kutambah berat kekuatanku hahahaha!"
Poof! Poof! Poof! Satu persatu bunshin Naruto terpental ke mana-mana dan menghilang. Sasuke yang berada agak jauh dari kerumunan itu menyipitkan matanya. Dengan mata Sharingan, sang Uchiha tampaknya mendapatkan sesuatu. Sasuke segera berlari mendekati Naruto yang asli. Naruto kini sedang terengah-engah di belakang perjuangan para bunshinnya.
"Naruto.."
Naruto menoleh ke arah kanannya. Tampak Sasuke yang berlari ke arahnya dengan wajah sedikit bersemangat.
"AWAS SASUKEEE!" seorang bunshin Naruto terpental ke arah Sasuke dan sang Uchiha membungkukkan badannya. Sang bunshin langsung menabrak sebuah pohon dan menghilang.
"Ada apa Teme?"
"Buat dia marah lagi," kata Sasuke cepat. Naruto melirik ke depan dan menahan seorang bunshin yang terpental ke belakang dengan lengan kanannya.
"Thanks Bos!" kata bunshin tadi sambil menyengir dan kembali menyerang serta menggeroyok Juryo.
"Apa maksudmu membuat si gendut itu marah?" tanya Naruto. Sasuke mengerling ke arah Juryo.
"Baca pergerakannya.." kata sang Uchiha singkat. Safir Naruto menatap tajam pertarungan antara Juryo dan para bunshinnya.
"Dia bilang akan menambah berat kekuatannya-"
"Kau salah Teme,"
"Hn?" Sasuke memiringkan kepalanya "Apa yang salah?"
"AWAAAS BOOOS!" Naruto melompat dan menangkap tubuh sang bunshin dengan kedua tangannya yang diangkat ke atas. Sang bunshin yang kembali berdiri tegak mengacungkan jempolnya sambil menyengir senang.
"Si gendut itu bilang akan menambah berat kekuatannya," Naruto terdiam sejenak. Sasuke menghela napasnya 'Sama saja..'
"..Hahahaha," sambung sang Uzumaki dengan wajah datar.
".."
".."
"Buat dia marah!" kata Sasuke cepat. Naruto menggaruk kepalanya. Dia segera berteriak kepada para bunshinnya yang kini masih gila-gilaan mengeroyok Juryo.
"KATAKAN KEPADA SI GENDUT ITU KALAU TENDANGANNYA MASIH LEMAH!" teriak Naruto kencang.
"OKE BOOOOS!" kata para bunshin dengan semangat.
"HEI GENDUUUT! KAU SANGAT GENDUUUUT!" teriak para bunshin dengan nada polos tanpa dosa. Naruto dan Sasuke langsung memasang poker face.
' Kenapa berbeda dari apa yang kuperintahkan bunshin-bunshin bodoh..' batin sang Uzumaki kesal. Dia berharap teriakan para bunshinnya tadi dapat membangkitkan kemarahan Juryo.
"KEPARAAAAAAAT!" secara mengejutkan ternyata Juryo marah. Dia langsung menambah kekuatan berat tubuhnya di kaki dan segera menghabisi para bunshin dengan sekali tinjakan. Sementara safir Naruto melebar melihat pergerakan dari Juryo. Sang Uzumaki menoleh cepat ke arah partnernya.
"Aku tahu Teme! Pergerakannya..pergerakannya melambat!"
"Benar," Sasuke tersenyum tipis "Semakin dia menambah kekuatan berat chakra pada anggota tubuhnya maka semakin lambat dia bergerak," Sasuke melirik ke arah Naruto "Keadaannya sudah terdesak. Kau masih punya cukup chakra? Aku sedang menghemat chakraku untuk membunuhnya.."
"Hm, jangan remehkan Uzumaki," Naruto memejamkan matanya. Dia segera masuk ke dalam mindscapenya.
"Kurama, bisa berikan sedikit tambahan chakra?"
Kurama menyeringai "Heh, lakukan saja.."
Naruto membuka matanya dan menggerakkan segel tangan. Jutsu cepat nan berbahaya itu langsung melesat menuju Juryo.
CRAAAASHH!
Juryo terdiam. Pergerakannya yang melambat telah membunuhnya. Naruto dengan mudah menangkap target serangannya, yakni dada kirinya dan akhirnya tubuh besar itu limbung ke tanah.
"Fuuton: Jubashi untuk kali ini.."
Juryo menatap penuh dendam ke arah duo tim tersebut.
BRUKKH! Tubuh itu langsung terkapar di tanah yang dingin,
"..Sukses!"
Naruto dan Sasuke saling berpandangan. Para bunshin yang tersisa hanya puluhan replika saja kini terkapar dan akhirnya menghilang secara cepat. Duo tim tersebut langsung melesat berlari meninggalkan area pertarungan. Naruto menyeringai. Sasuke mendengus pelan.
Jangan bertarung sendirian jika melawan mereka berdua!
.
.
.
"Kenapa dua titik api di lembah Kuroyami belum padam?"
Delapan anggota pasukan setan kini duduk dengan hormat di hadapan pemimpin mereka. Majishan yang duduk paling depan menghela napasnya.
"Kami sudah mengirimkan empat anggota kami tetapi hasilnya nihil, Ojou-sama.."
"Oww, jadi ini yang membuat jumlah kalian berkurang?"
"Ya, Ojou-sama.."
Sang pemimpin tersenyum licik. Kegelapan menutupi wajahnya. Dia berjalan melewati 8 anggota sisa pasukan setan dan tampaknya menuju sebuah ruangan besar yang tampak tua dengan batu bata yang berlumut. Sang pemimpin berhenti sejenak dan melirik ke arah anak buahnya.
"Segera kita menuju daerah yang ditunjuk oleh ketiga gulungan kematian, Gua Yokin di ujung Barat Daya Lembah Kuroyami. Kita akan membuka peti kekuatan yang disegel Kagemi Miyamora dan segera mengambil kekuatan itu!"
Majishan bangkit dan menatap tajam sang pemimpin dari balik kacamatanya "Maaf Ojou-sama, soal para tawanan itu.."
"Oh ya..hemm," sang pemimpin tersenyum "Aku mau melihatnya sejenak. Kalau tidak salah..kalian telah menangkap salah satu dari bocah tersebut kan?"
Majishan menyeringai "Heh, kami tak sabar bermain-main dengannya,"
"Boleh saja. Setelah aku menanyakannya pertanyaan tentang Konoha, serta.." mata sang pemimpin mengecil tajam "..Memperingatkannya untuk jangan main-main dengan urusan orang lain!"
Para anggota tersisa pasukan setan menyeringai.
Sementara Shizu yang tertunduk lemah, masih dalam keadaan terikat yang menyedihkan hanya bisa terdiam. Matanya sedikit sayu. Keadaan tubuhnya cukup menyedihkan.
'Aura di sini benar-benar kelam. Ini..ini..'
GREP! Seseorang memegang dagunya dan mengangkatnya dengan kasar. Ternyata itu adalah Kie si rambut Mohawk.
"Hai cantik. Mau melihat pemimpin kami?"
Mata Shizu melebar. Jantungnya sedikit berdegup kencang. Kie mengelus pelan pipi sang Midoru.
"Waktumu tak banyak sebelum kami menghabisimu, manis.." Kie kemudian melepaskan pegangannya dan tertawa keras-keras. Wajah Shizu mengeras.
Di tempat lainnya, Naruto dan Sasuke kini berlari kencang.
Ya, duo Uzumaki-Uchiha itu kini sedang..
Mengejar waktu!
TBC
Trivia:
TBT: The Death Scroll adalah hasil pemikiran Icha dengan inspirasi dari komik horror Chie watari tahun 1989. Komik yang berjudul Lukisan Gulungan Kematian menjadi inspirasi besar fic ini. Kebudayaan dan lainnya adalah hasil masukan Doni-san tentang pertemuannya dengan beberapa orang di China dan soal masalah mata angin itu adalah salah satunya. Sedangkan untuk sekte dan simbol-simbol setanisme pasti semuanya sudah tahu karena hal tersebut merupakan isu global yang telah ada.
Preview The Next Chap:
"Katakan kepadaku, apa rantai-rantai ini menghisap chakraku?"/ "Ja-jadi kau dalangnya.."/ "Kau cerewet Sasuke, seperti terkena datang bulan!"/ "Ini merupakan kuburan hasil karya Kagemi Miyamora!"/ 'Dibuat oleh Ken Miyamora, untuk keselamatan Kurai no Sato dan keturunan darah murni Miyamora.'
Selanjutnya, di The Best Team Special arc, chap 11: Rise of The Spirit Darkness
"Kau tidak dapat membaca kegelapan hatiku, Shizukesa?"/ "..Dan aku tetap menaruh rasa dendam kepada Kagemi Miyamora dan keluarganya!"/ "KEKUATAN KEGELAPAN TELAH BANGKIT!"
