THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL

By Icha Ren

Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren

NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI

THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT

Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor

Rate : T

Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More

Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^

.

.

Enjoy it!

Sebelumnya di The Best Team:

Kejutan terjadi menerpa Shizukesa! Para dalang yang sesungguhnya adalah Ishina, Chisai, serta sang paman, Nagawa..Shizu yang merasa tertipu kini menyesali kelemahannya sebagai Midoru. Benar kah?

Sementara duo Uzumaki-Uchiha menemukan suatu yang cukup menakjubkan, mereka berdua pun semakin dekat dengan Shizukesa. Tahap-tahap akhir dimulai!

Chapter 12: Reality

Chisai berdiri dengan angkuh di depan Shizukesa yang terikat dalam keadaan menyedihkan. Matanya kemudian melirik ke arah tiga keluarga Miyamora dan langsung membuat isyarat kepada para kelompok setan untuk melepaskan lakban hitam dari mulut ketiga orang tersebut. Daeki dan Kokan langsung melakukannya dengan cepat. Begitu mulut anak perempuan Jun dibuka, gadis itu langsung berteriak kencang dan memaki-maki Chisai serta kelompoknya.

"DASAR TIDAK TAHU DIUNTUNG! KAU BOCAH YANG BERASAL DARI PAMANKU DAN MELAKUKAN SESUATU HAL YANG JAHAT UNTUK KELUARGA AYAHMU?! KAU BOCAH SIALAN!"

"Diamlah, Hayumi..kau tak perlu melakukan sesuatu yang tidak berguna seperti itu," kata Ishina dengan nada dingin. Hayumi, nama sang gadis, menatap tajam dan penuh dengki ke arah ibunya.

"AKU BUKAN ANAKMU WANITA JALANG!"

Mata Ishina melebar. Dia langsung bergerak cepat ke arah anak perempuannya dan melayangkan tangan kanannya ke arah pipi sang anak. Sang anak laki-laki langsung berteriak kencang.

"BERHENTI KAA-SAN!"

Gerakan Ishina berhenti seketika. Matanya menatap tajam anak laki-laki sulungnya.

"Mau apa kau, Wanagi. Kau hanya sosok laki-laki depresi yang terdiam dan anak tak berguna..kau bahkan tak cocok menggantikan kedudukan ayahmu sebagai kepala keluarga Miyamora kelak," Ishina menatap tajam Wanagi, anak laki-lakinya, dengan pandangan menghina "Apa kau pantas memanggilku Kaa-san?"

"Heh," Wanagi tersenyum tipis "Kau-lah yang membuat aku depresi Kaa-san. Aku menyesal kenapa lahir dari rahim wanita jalang seperti dirimu.."

Mata Ishina melebar. Wajah tuanya mengeras marah.

"Aku sudah curiga akan kesetiaanmu kepada Tou-san, ataupun kepada keluarga Miyamora. Bahkan Bibi Hinami dan Sami (kedua sepupu Ken, Jun, dan Han yang tewas) tidak percaya atas sikap bersedihmu itu. Kau membunuh mereka berdua karena kau tahu mereka adalah orang yang tanggap cepat, dan kau bersama kelompokmu membuat kematian keduanya seolah-olah sama dengan apa yang berada di dalam isi gulungan itu!" Wanagi menyeringai dan sorot matanya tampak mengejek "Siapa yang tidak tahu, orang yang pernah melihat isi lukisan pertama dan kedua serta orang yang berkesempatan besar mencuri dua gulungan tersebut adalah orang terdekat Tou-san, atau kuperjelas.."

Nada Wanagi meninggi dan tajam

".. DIA ADALAH ISTRINYA!"

Mata Ishina terbuka lebar dan bergetar. Dia menundukkan kepalanya dan tiba-tiba tertawa aneh. Saat dia mengangkat kepalanya, sorot mata itu begitu mengerikan. Sorot mata seorang psikopat gila.

"Kalau begitu, sebagai keturunan Miyamora kalian berdua harus mati!" Ishina melirik ke arah Ropu "Bunuh mereka berdua, Ropu! Dimulai dari anak gadisku!"

Ropu menyeringai "Dengan senang hati." Si rambut cepak itu kemudian mengambil sebuah kunai dari balik pakaiannya dan berjalan pelan ke arah Hayumi. Dia memutar kunainya pelan.

"Gomen. Tapi ibumu sudah mengikhlaskanmu. Tenanglah di alam sana, cantik.." Ropu mengacungkan kunainya tepat di depan dada kiri Hayumi "Bersiaplah untuk.."

Wanagi dengan cepat berdiri. Kakinya yang dalam keadaan terikat tiba-tiba bergerak brutal. Dia berhasil berdiri dan melompat-lompat dengan kedua kaki yang terikat menyatu. Saat kunai itu bergerak cepat untuk menghujam jantung Hayumi, Wanagi menabrakkan tubuh Hayumi ke samping, membuat tubuh adik perempuannya terpental ke samping dan menabrak dinding.

Dan kunai itu akhirnya menembus dada sang kakak. Cairan liquid langsung menetes dari bibir Wanagi.

"WANAGI!" Han yang dari tadi diam berteriak kencang. Mata Hayumi membelalak ketakutan.

"Dasar sok pahlawan!" kata Ropu sambil menendang tubuh tersebut. Tubuh Wanagi terpental ke arah Shizu. Saat tubuh tersebut melewati kiri Shizu, dan secara lambat Shizu melihat ekspresi memohon dari anak laki-laki Jun Miyamora tersebut. Bibir Wanagi bergerak pelan dan terucap sebuah kata yang dapat terdengar jelas oleh telinga sang Midoru.

"Tolong.."

BRUKH! Tubuh Wanagi terseret ke belakang ruangan penjara dan menabrak dinding di sana. Chisai berbalik dan membuat isyarat untuk pergi. Han menggelengkan kepalanya dengan sedih dan Hayumi menundukkan wajahnya serta terisak-isak. Ishina memutar bola matanya dengan bosan.

Sementara iris coklat keemasan Shizu bergetar. Bergetar sangat kencang. Shizu merasa dirinya tidak berguna sekarang. Dia merasa dirinya bukanlah keturunan Midoru dan bukanlah seorang pengawas. Dia hanya seorang ninja lemah, dengan chakra sedikit dan menunggu sang malaikat maut untuk menjemput nyawanya.

DEG! Mata Shizu melirik dengan cepat ke sekitar penjara. Dia merasakan kegelapan hati di sekitar ruangan tersebut. Dia menatap lurus ke depan, ke arah pintu depan. Shizu memejamkan matanya..

Dia hapal dengan aura kegelapan ini.

DEG!

'Atas..ini..ini chakra gelap penuh kesendirian..tidak salah lagi!' Shizu melirik ke atas dan terlihat, di sela-sela langit-langit ruangan yang sedikit bolong-di mana tetesan-tetesan air jatuh-, tampak wajah tan itu menyengir ke arahnya. Walaupun tidak jelas, Shizu dapat melihat kalau Naruto mengatakan keadaan dirinya pada saat ini adalah..

'Sangat menggoda. Sialan kau Naruto..' Shizu menundukkan kepalanya. Benar. Sekelam-kelamnya orang-orang ini..

'..Tidak ada yang dapat mengalahkan kegelapan hati dari Naruto maupun Sasuke!'

BLAAAR! Pintu depan ruangan penjara tersebut langsung terpental ke dalam. Sasuke yang berdiri tegak di luar kini mengibaskan rambutnya dan tersenyum tipis ke arah Shizukesa. Kedua kaki sang Uchiha kini sudah dialiri chakra dengan tambahan elemen listriknya.

"ITU SALAH SATU DARI DUA BOCAH ITU!" Daeki tampak mengunyah sesuatu dengan cepat. Ropu sudah membuka sebuah scroll dan matanya menatap tajam ke arah Sasuke.

"Dasar Juryo dan Doku tidak berguna!" kata Ropu dengan nada kesal. Kepulan asap langsung muncul di sampingnya dan sebuah boneka berkepala naga dengan bentuk tiga pasang tangan dan sebuah ekor besi berduri yang bergerak liar. Ropu melirik ke arah Majishan.

"Majishan! Cepat lakukan perjalanan ke Gua Yokin!"

"Aku tahu Ropu. Aku-lah pemimpin kelompok ini.." Majishan segera memerintah Hayaku untuk memegang lengan Ishina dan Chisai.

"Kau tahu apa yang harus kau lakukan, Hayaku.." kata Majishan dengan nada datar. Hayaku menganggukkan kepalanya.

Sementara Kokan dan Hanma sudah berlari menuju ke arah pintu belakang penjara. Sasuke memicingkan matanya yang sudah beriris Sharingan.

"Ni.." gumam sang Uchiha datar. Namun dia langsung melesat menuju ke arah Hayaku yang sudah siap berlari kabur dari pintu tersebut (bagian belakang). Hanma menghancurkan pintu belakang tersebut dengan palu berduri raksasanya. Hayaku melirik ke belakang dan menatap tajam ke arah Kie.

DRAAAKH! Kie menahan tendangan Sasuke dengan lengan kanannya. Namun tubuh si rambut Mohawk langsung terlempar ke luar, ke arah halaman belakang. Hayaku dengan cepat berlari kencang sambil membawa dua pemimpinnya. Sasuke menggerakkan handsteal dengan cepat.

Ropu menggerakkan jari-jari tangannya dan tiga pasang tangan bonekanya langsung melesat menuju punggung Sasuke. Sasuke melirik sekilas dan menjatuhkan badannya ke bawah secara tertelungkup. Enam tangan boneka Ropu hanya menusuk angin. Sakebu dengan cepat menarik napasnya dalam-dalam dan siap dengan teriakan gilanya.

"Katon!" Sasuke sudah siap dengan semburan apinya. Sakebu pun menghembuskan napasnya kencang-kencang.

"Hosenka-"

"SIAL-"

"Fuuton: Jubashi!"

CRAAAASHHH! Mata Sakebu membelalak terkejut. Cipratan darah segar serta deras langsung keluar dari ubun-ubun kepalanya dan jatuh ke lantai. Han dan Hayumi meneguk ludahnya perlahan. Hayumi bahkan hampir muntah melihatnya.

Sebuah luka berlubang sebesar bola kasti tercetak jelas di ubun-ubun kepala Sakebu. Tampak rongga luka itu juga membuat otaknya yang berwarna putih berlubang dan mengeluarkan cairan kental merah kekuningan. Tubuh Sakebu terhuyung-huyung sejenak dan akhirnya terjatuh di hadapan Kie yang baru masuk ke ruangan dan si rambut Mohawk menganga tak percaya.

"Dia.." gumam Daeki, matanya melirik ke atas "..ADA DI ATA-"

BLAAAARHH! Naruto muncul dari langit-langit ruangan penjara sambil membawakan Sankaku Rasengannya. Rasengan segitiga itu mengarah cepat ke arah Daeki. Daeki langsung melompat ke samping dan menoleh ke arah Naruto.

'Jutsu itu berbahaya!' batin Daeki saat melihat lantai penjara akibat benturan dari jutsu Naruto langsung hancur 'Tapi aku akan memberimu hadiah ludah yang panas!'

Daeki menggerakkan handsteal dan langsung menyemburkan ludahnya dengan cepat ke arah Naruto. Sementara bola-bola api Sasuke di luar ruangan penjara kini sedang dilibas oleh Hanma menggunakan palu raksasanya yang kini dilapisi chakra angin. Hayaku mengerling ke belakang dan berlari secepat kilat, diikuti Kokan yang tertawa pelan dan merasa yakin akan menang. Sasuke bangkit dan melihat dengan cepat, Ropu menyerangnya dengan ekor dari bonekanya.

TRAAANG! Sasuke menahan dengan tendangan kaki kirinya. Mata Ropu membelalak lebar.

"Apa yang-"

Sasuke segera mencabut sebuah shuriken dari sepatu kaki kanannya. Dia langsung melemparkan shuriken tersebut ke arah Ropu. Ropu tersenyum puas.

'Dia menaruh sebuah shuriken masing-masing di sepatunya dan membuat itu sebagai tameng besi dan serangan shuriken..heh,' Ropu dengan mudah menghindar serangan Sasuke, dia hanya memiringkan lehernya 'Tapi serangan rendahan seperti itu tidak akan membunuhku!'

Naruto yang kini sedang menghindari ludahan-ludahan berapi dari mulut Daeki merasakan sesuatu di jarinya. Dia dengan cepat melirik ke arah pertarungan Sasuke melawan Ropu dan wajahnya langsung menyeringai senang.

"Apa yang kau senangkan, bocah!" Daeki langsung menyemburkan ludah-ludahnya dengan cepat. Naruto melompat ke belakang dan melakukan salto belakang sebanyak dua kali. Saat berada dalam mode salto yang kedua (tubuhnya melayang di udara dan kepalanya berada di bawah), Naruto menggerakkan jari telunjuknya ke arah tertentu. Safirnya menatap tajam ke arah pertarungan Sasuke dan Ropu.

GYUUT! Tiba-tiba shuriken yang berhasil dielak dengan mudah oleh Ropu berputar mengelilingi lehernya dan mengikatnya dengan sangat kuat. Mata Kie melebar tak percaya.

"BOCAH ITU MENGENDALIKAN SHURIKEN YANG BERGERAK ANEH ITU!" Kie menelan ludahnya 'Sialan!'

"Ughh.." Ropu melompat ke belakang dan berusaha melepaskan ikatan tali shuriken Naruto. Sasuke menyeringai. Chidorinya sudah siap.

"Kau lupa satu hal, kawan.." Sasuke menatap tajam Ropu "Kau tidak tahu kalau shuriken yang kulempar itu bertali atau tidak. Kau melupakan satu hal yang penting.."

Tap! Naruto berpijak di tanah dengan sempurna. Dia langsung menarik tubuh Ropu menggunakan ikatan shuriken di leher sang musuh menuju Sasuke yang sudah siap dengan serangan Chidorinya. Mata Ropu membelalak ketakutan. Sementara Kie berlari kencang ke arah Naruto sambil melemparkan lima shuriken sekaligus. Daeki sendiri menggerakkan handsteal dan sudah siap menyemburkan air ludah berbahayanya untuk Sasuke.

Syaaat! Naruto melakukan kayang dengan cepat. Lima shuriken tadi melewati tubuhnya dengan mudah. Sementara tubuh Ropu sudah semakin dekat, Sasuke maju perlahan dan menarik tangan kirinya yang berChidori untuk menghantamkan tubuh Ropu yang tinggal 3 langkah lagi dari tubuhnya.

BRUAAASHH! Daeki menyemburkan ludah berbahayanya ke arah Sasuke. Ludah tersebut tersembur ke arah depan sang Uchiha. Sasuke tahu, jika dia maju menyerang Ropu maka tubuhnya akan terkena serangan air ludah Daeki.

TAP! Sasuke mundur ke belakang. Daeki tersenyum penuh kemenangan.

"Chidori Eisho!"

"Kena kau.." gumam Naruto pelan.

CRAAASHHH! Chidori Sasuke memanjang dan langsung menembus dada kiri Ropu. Penjahat berambut cepak pirang itu tidak bergerak lagi. Darah mengalir pelan dari mulut dan lukanya. Daeki menggeram marah dan langsung menggerakkan handsteal dengan cepat. Kie menghilangkan tubuhnya dan berlari kencang ke arah Naruto.

"Muzan ni mo Tsuba!" teriak Daeki murka. Mulutnya membesar dan dia tampaknya akan menyemburkan air ludah dalam volume besar. Naruto dan Sasuke berpandangan. Dengan cepat koneksi kerja sama mereka bergerak cepat.

"Arah jam 8!" teriak Sasuke cepat. Naruto menghindar ke belakang menuju ke arah jam 2, sementara jari sang Uzumaki bergerak cepat. Sasuke tersenyum tipis.

SYAAAT! Tubuh Ropu bergerak cepat menuju ke arah Daeki. Daeki yang sudah siap menyemburkan cairan ludahnya berhenti sejenak saat tahu tubuh teman satu kelompoknya bergerak cepat ke arahnya. Matanya melirik tajam ke arah Naruto.

'Bocah itu..ikatan shurikennya masih ada di mayat Ropu!'

Sementara Kie dengan cepat mengarahkan pukulan tangan kanannya ke arah perut Naruto. Sharingan Sasuke dapat membaca gerakan tersebut. Uchiha muda itu langsung melemparkan sebuah shuriken ke arah depan Naruto dan membuat secercah darah bercipratan di sana. Safir Naruto sedikit melebar.

"Kau!" Naruto menendang sembarangan arah ke depan. Tampaknya Kie terkena tendangan liar dari Naruto. Terlihat jelas ceceran darah tersebut bergerak menjauhi tubuh Naruto. Sementara Daeki dengan sigap menangkap tubuh teman satu kelompoknya dan menatap penuh dendam ke arah Sasuke. Naruto menyeringai. Dia langsung melakukan salto samping cepat sebanyak tiga kali mendekati Sasuke dan Sasuke langsung menggerakkan handsteal dengan cepat.

"Katon: Ryuuka no Jutsu!"

"Selesai.." gumam Naruto pelan. Mata Daeki melebar terkejut. Api mendatar dengan ukuran besar merambat cepat di tali shuriken tersebut dan langsung menuju ke arah leher Ropu yang masih terikat. Daeki langsung membuang mayat temannya ke samping. Dia tidak tahu itu adalah kesalahan terbesarnya.

Di kobaran api Sasuke, Naruto sudah mengarahkan Rasengannya ke arah perut Daeki. Daeki yang tidak siap akibat serangan pengalihan kombinasi Naru-Sasu hanya bisa meneguk ludahnya. Dan pada saat tegukan keduanya,

"RASENGAAAAN!"

Rasengan Naruto telah menghantam perutnya dan membuat kepalanya menengadah ke atas dengan rasa kesakitan. Namun itu juga kesalahan fatalnya..

Air ludahnya pun bermuncratan ke atas dan kembali jatuh ke bawah, menimpa wajah lukisannya dan membuat wajah penjahat tersebut tampak mengelupas dan terbakar. Daeki menabrak dinding belakang penjara dan tewas dalam posisi duduk tak berdaya. Asap-asap kehitaman mengepul dari wajahnya dan wajah penuh lukisan itu tewas akibat jutsunya sendiri.

Naruto berdiri tegak dengan napas terengah-engah di hadapan Shizu yang kini sudah bebas dari ikatan-ikatan rantai yang membelenggu tangan, kaki, pinggang serta lehernya. Majishan yang melihat pertarungan tersebut menutup mulutnya dengan anggun dan tersenyum tipis. Orang berkacamata hitam itu langsung menepuk kedua tangannya perlahan.

"Hebat..hebat..kalian dalam waktu sekejap dapat membunuh tiga anggota kelompokku berkat kerja sama kalian. Tadi benar-benar acara pertarungan yang menarik.."

Majishan memiringkan kepalanya "Kie, kau cepat susul yang lainnya di Gua Yokin!"

Kie yang terengah-engah (sudah kembali ke mode normal) dan berada di depan pintu depan langsung menganggukkan kepalanya. Dia segera melompat dengan cepat ke arah hutan. Sasuke berjalan perlahan mendekati sang partner. Uchiha Sasuke memandang datar ke arah Majishan.

"Heh, berani sekali kau berdiri sendiri di hadapan kami dan mencoba untuk melawan kami.." Sasuke menaruh tangan kanannya di pinggang "..Tapi itu keputusan yang salah."

Majishan terkekeh pelan. Dia membetulkan kacamata hitamnya. Dia menoleh ke arah Shizu dan mengelus rambut coklat keemasan tersebut perlahan.

"Ada alasan kenapa aku membebaskan rantai-rantai dari tubuh teman kalian ini," Majishan mengangkat dagu Shizu dan tampaklah wajah cantik itu hanya menampilkan ekspresi kosong dan datar. Naruto dan Sasuke saling berpandangan.

"Bagaimana kalau kalian melawan teman satu tim kalian?!" Majishan mundur ke belakang secara dramatik sambil melambaikan tangan kanannya yang berkaos putih. Wajah Naruto-Sasuke mengeras marah.

"Jangan bilang kalau kalian takut," Majishan menyeringai dalam sebuah asap putih yang mengelilinginya"..Duo tim terbaik!"

Penjahat tersebut langsung hilang bersama dengan asap-asap putih tersebut yang ditiup angin lembah. Naruto dan Sasuke menghela napasnya.

"Ada ide?" tanya Naruto denga nada tak yakin.

"Untuk seorang Shizukesa?" Sasuke langsung memasang kuda-kudanya "Sama sekali tidak ada.."

Shizu melangkahkan satu kakinya dan mata kosongnya menatap ke arah Naruto-Sasuke secara bergantian. Tiba-tiba dia menggerakkan segel tangan dengan cepat.

"Pasti tombak cahaya itu!" kata Naruto cepat. Sasuke menganggukkan kepalanya.

SYAAAT! Tiba-tiba dua buah kunai langsung terlempar dari sela-sela segel tangan Shizukesa. Mata Naruto dan Sasuke membelalak terkejut.

"Lawakan macam apa itu! Dia hanya ingin melemparkan kunai-kunainya!" Naruto menghindar dengan mudah. Sementara Sasuke masih menatap waspada ke arah Shizu.

"Jinsoku: Supia Kogeki.."

"ITU HANYA PENGALIHAN CEPAT DOBE!"

Naruto melirik ke depan. Delapan tombak cahaya sudah siap di bahu kanan dan kiri Shizukesa. Duo tim tersebut langsung berlari menuju ke arah pintu depan.

BWOOONG! BWOOONG! BWOOONG! BWOOONG! BWOOONG! BWOOONG! BWOOONG! BWOOONG!

Delapan tombak itu langsung melesat tanpa ampun menuju ke arah Naruto dan Sasuke. Naruto langsung melompat berguling ke samping gedung (dia sudah berada di luar) dan dalam posisi bergulingnya tersebut tangannya masih sempat membuat handsteal.

"Tajuu Kagebunshin no Jutsu!"

POOOOF!

Ratusan bunshin Naruto pun muncul di sekeliling sang Uzumaki dalam posisi yang tidak elit. Yakni berguling-guling dan nungging. Naruto sempat sweatdrop melihat gaya para bunshinnya.

'Jangan meniru segitunya juga-ttebayo..' batin sang Uzumaki yang kini sudah berdiri tegak.

BLAAAARHH! Dua tombak cahaya Shizukesa langsung menghantam sekumpulan bunshin Naruto dan membuat mereka terpental ke berbagai arah dan langsung menghilang. Para bunshin yang tersisa berusaha bangkit dari posisi tidak elitnya namun sebuah tombak cahaya Shizukesa langsung melesat ke arah mereka tanpa ampun dan membuat bunshin-bunshin tersebut menghilang dengan cepat.

"KENAPA KAU MEMUNCULKAN KAMI DENGAN GAYA ALAY BEGINI BOS!" protes para bunshin yang berusaha bangikit dari posisi berguling-guling dan nungging.

"KENAPA KALIAN MUNCUL SEPERTI ITU BODOH!" teriak Naruto yang tak kalah kesalnya "CEPAT BERDIRI DAN BUAT FORMASI MENYEBAR! DELAPAN BUNSHIN COVER SASUKE!"

BWOOONG! BWOOOG! Dua tombak cahaya langsung melesat ke arah sekumpulan Naruto dan empat tombak cahaya menuju dengan kecepatan penuh ke arah Sasuke. Sasuke langsung berlari ke samping menuju ke arah partnernya.

"NARUTO! TOLONG COVER AKU!" Sasuke menggerakkan handsteal. Sharingannya sedikit melebar ketika empat tombak cahaya itu mengejarnya seperti rudal.

Delapan bunshin yang kini tangannya dipegang delapan bunshin lainnya langsung dilempar dengan cepat ke arah Sasuke. Naruto melirik ke arah Shizukesa. Shizu sudah siap dengan pukulan cahayanya.

"Oh tidak.." gumam sang Uzumaki.

"URYAAAAA!" teriak para bunshin Naruto sambil menahan tombak cahaya Shizu dengan tubuh mereka. Sementara Sasuke yang terlindungi langsung menyemburkan bola-bola api kecilnya ke arah Shizukesa.

Shizu dengan cepat berlari ke arah bola-bola api Sasuke. Sasuke segera menyiapkan Chidori Senbonnya.

'Chakraku semakin menipis. Dengan ini aku akan melumpuhkan pergerakan Shizukesa!' Sasuke menoleh ke arah Naruto. Naruto sudah siap dengan Sankaku Rasengannya.

BLAAARHH! BLAAARHH! BLAAARH! Dengan anggun dan sigap Shizu menghindari hantaman-hantaman bola-bola api Sasuke. Dua bola api bergerak meliuk ke samping sang Midoru. Shizu menundukkan tubuhnya sehingga dua bola api itu bertemu di atas kepalanya dan meledak. Shizukesa segera melakukan rolling ke depan. Empat bunshin Naruto sudah menunggu dengan hantaman tangan kanan mereka.

"HYAAAAAH!" kata para bunshin dengan wajah dibuat sesangar mungkin. Shizu tiba-tiba bergerak berputar ke samping (masih dalam mode duduk) dan membuat debu tanah berterbangan. Para bunshin terbatuk-batuk akibat debu tersebut dan Shizu langsung melemparkan empat kunai sekaligus dari kantong ninjanya dan membuat bunshin-bunshin tersebut menghilang. Naruto meringis kesal.

'Bahkan dengan debu pun dia bisa memanfaatkannya menjadi serangan yang mematikan! Heheh, kau jenius sialan, Shizu!' Naruto melirik ke arah semua bunshinnya. Dia langsung memberi instruksi cepat. Sementara Rasengan segitiganya sudah siap untuk menyerang. Sasuke pun sudah siap dengan Chidorinya yang akan dikonversikan menjadi Chidori Senbon.

"GUNAKAN TEKNIK SHURIKEN! SERANG DIA SECARA BERSAMAAN!" teriak Naruto kepada para bunshin tersisa. Para bunshin mengangguk mantap.

Mata Shizu yang datar bergerak cepat. Tangan cahayanya mengepal dengan erat.

"SHURIKEN TEKUNIKKU: KONTORORU TAJUU.." para bunshin melemparkan secara brutal ke arah Shizu ribuan shuriken bertali mereka. Iris Shizu yang kosong sedikit melebar.

"..YUBI!"

SYAAAAAAAT! Ribuan shuriken bertali tersebut langsung melilit tubuh Shizu dengan cepat. Naruto menyeringai. Shuriken-shuriken itu mengikat leher, pinggang, dan merapatkan kedua tangan dan kaki Shizukesa. Naruto tersenyum puas dan melirik ke arah partnernya.

"HENTIKAN GERAKANNYA TEME!" teriak Naruto kencang. Sasuke dengan tenang melemparkan puluhan jarum Chidori ke arah tubuh Shizu dan langsung menghantam tubuh sang Midoru dengan kencang. Shizu mengaduh kesakitan.

"DESAHAN YANG BAGUS SHIZUU!" teriak Naruto yang kini berlari membawa Sankaku Rasengannya ke arah Shizukesa "MAAF KALAU INI SEDIKIT SAKIT!" tambah sang Uzumaki dengan safir menyala. Shizu tiba-tiba membungkukkan tubuhnya secara mencurigakan.

"SANKAKU RASENGAN!" Naruto segera menghantam Rasengan segitiganya ke arah Shizukesa. Shizu dengan gerakan cepat langsung mendudukkan tubuhnya, membuat beberapa tali shuriken sedikit bergelut. Mata Sasuke melebar tak percaya.

'Dia mampu bergerak dari ratusan ikatan shuriken Naruto!' batin sang Uchiha.

DUAAAKH! Rasengan Naruto mengenai ruang kosong yang berada di atas kepala Shizukesa. Sementara Shizukesa sendiri berhasil menaikkan gerakan tubuhnya sehingga kepala sang Midoru menghantam perut Naruto yang berada di atasnya. Naruto mengaduh pelan.

'Ba-bagaimana bisa..bahkan dia sudah terkena Chidori Senbon Sasuke..' batin Naruto dengan mata kanan yang tertutup kesakitan. Sasuke bergerak cepat ke arah partnernya sambil membawa sebuah kilatan petir birunya, Chidori..

"Naruto! Menghindar!" kata Sasuke cepat. Naruto menghantam kepala Shizu dengan sikutnya dan langsung melompat ke samping. Sasuke dengan cepat mengarahkan jutsunya ke perut Shizu yang sedikit tertekuk. Naruto tiba-tiba bergerak ke arah belakang Sasuke.

"CHIDORI!"

BZZZTT! Chidori Sasuke berhasil menghantam perut sang Midoru. Sasuke tidak terlalu menekannya agar jutsu elemen petirnya tidak menembus perut Shizukesa.

JRAAASHH!

Mata Sasuke melebar. Dia segera melirik ke belakang.

Naruto menahan sebuah tusukan dengan telapak tangan kanannya. Tampak tetesan-tetesan darah keluar perlahan-lahan dari lubang luka tersebut. Perlahan-lahan sebuah kunai yang menusuk telapak tangan Naruto muncul dan tubuh sang musuh pun terlihat dengan jelas. Sharingan Sasuke membelalak lebar.

"Kau.." gumam sang Uchiha. Naruto terkekeh pelan.

"Tak kusangka, kau bukannya kabur..tetapi kau malah mengendap-endap dalam pertarungan kami seperti pengecut dan menyerang kami dari belakang," Naruto menghela napasnya "Untungnya aku melihat sedikit gerakan debu dari tanah yang kau pijak,"

Orang itu tersenyum. Dia adalah Kie.

"Heh, bukankah itu yang namanya ninja. Penyerangan diam-diam dan seorang Assasin dalam senyap?"

Naruto langsung melayangkan kepalan tangan kirinya ke arah wajah kiri Kie. Kie menahannya dengan tangan kanannya yang bebas. Si rambut Mohawk langsung mendorong tangan Naruto dan mencabut kunai tersebut dengan cepat. Naruto menahan tarikan kunai Kie dengan memegang tangan kiri si rambut Mohawk. Mata Kie menyipit tajam.

"Apa maumu?" tanya Kie singkat.

"MEMBALASMU DENGAN PUKULAAAN!" Naruto langsung menghantamkan keningnya (yang masih memakai hitai-ate) ke kening Kie. Mata Kie membelalak terkejut. Sasuke segera bergerak berputar dan sudah memegang sebuah kunai di tangan kirinya. Mata Sharingan Sasuke menatap tajam ke arah si rambut Mohawk. Kie tersenyum tipis.

"Teman kalian belum tidur.."

DHUAAAAARHHH!

Naruto, Sasuke, dan Kie terpental ke berbagai arah. Tali-tali shuriken Naruto terlempar ke mana-mana dan putus dalam jumlah yang banyak. Para bunshin pun banyak yang jatuh terseret ke belakang dan akhirnya menghilang.

Naruto bangkit di samping partnernya sambil menatap tajam ke arah Shizukesa. Sasuke meneguk ludahnya perlahan. Sementara Kie yang berdiri 25 langkah di depan duo Uzumaki-Uchiha tersebut hanya menyeringai. Dia kemudian menoleh ke arah Shizukesa.

Shizu kini berdiri tegak sambil menundukkan kepalanya dengan gaya yang cukup menyeramkan. Chakra bercahaya kekuning-kuningan menguar deras dari tubuh sang Midoru. Naruto melirik ke arah Sasuke yang sedikit memejamkan mata kanannya. Naruto meneguk ludahnya.

"Tekanan chakranya kah?" tanya sang Uzumaki. Sasuke menghela napasnya.

"Benar..tapi aku bingung kenapa dia tidak pingsan sewaktu Chidoriku berhasil menghantam perutnya," kata Sasuke dengan nada sedikit kesal.

"Kau tidak terlalu menghantamnya Teme!"

"Bodoh. Itu akan membuatnya terluka!"

"Ciee-"

"Diam atau kau yang kubunuh di sini!" Sasuke melirik ke arah Kie yang kini sedang menyiapkan alat-alat ninjanya.

"Si rambut aneh itu mengatakan kalau 'teman kalian belum tidur', apa maksudnya..mungkinkah," Sasuke mengerutkan dahinya sedikit kebingungan. Naruto menggosok pelan tengkuk lehernya.

"Kita harus membuatnya tidur?" tanya sang Uzumaki pelan. Sasuke menoleh ke arah Naruto.

"Jika diasumsikan Shizu terkena semacam Genjutsu tipe pengendali, maka kita akan mencobanya-"

"Itu bukan Genjutsu!" Kie menunjuk ke arah Shizu yang sudah mengepalkan kedua tangannya yang bercahaya.

"Dia terkena hipnotis dari Majishan! Dia telah tertidur dan mimpi alam bawah sadarnya-lah yang mengendalikan. Aku menghadiahi kalian informasi kekuatan Majishan karena kalian berdua begitu menarik.." Kie terkekeh pelan.

"Satu-satunya cara untuk menyadarkannya adalah Majishan sendiri atau.." mata Kie menyipit tajam "..Menidurkannya dan kembali membangkitkan kesadarannya. Dengan kata lain, buat dia tidak sadar kembali..yah, tapi aku.."

Kie merentangkan kedua tangannya dengan gaya angkuh "..Heheh, aku yakin kalian berdua tidak akan mampu membuatnya pingsan!"

Naruto dan Sasuke saling berpandangan. Mereka berdua kemudian menyeringai tipis.

"Lihat saja.." kata keduanya dengan nada datar.

Namun sebuah kekuatan penuh haus darah ada di situ!

TBC

Author Note:

Halo Semua. Rindu dengan saya, gak? Ya gak usah dirindukan diriku ini, saya hanya seorang pria yang berdiri di batas kesendirian *ngomong apa*

Yap, chap lalu tampaknya adik sepupu saya sudah membongkar semua identitas para pelaku, tinggal penyelesaian akhir dari Naruto maupun Sasuke. Dengan begini kita lihat bagaimana perkembangan mereka di cerita ini dan cerita selanjutnya, tapi saya yakini Icha masih punya beberapa plot yang menarik. Yah..saya mengharapkannya.

Jadi, saya akan kembali ke bentuk formula TBT yakni Q n A, next..langsung saja friends!

Q: Ichaa...
I am back!
ya.. saya harus rekap semua review saya dari chapter terakhir yang saya baca,, karena sudah lama g baca Fanfic orang lain..
Overall, saya tidak tahu harus komentar apa, full battle yang memukau! bintang lima untuk anda !

Chemistry NaruSasu juga terasa! dan , oh, sebegitu kuatnya kah keinginan NaruSasu menyelamatkan Shizu? Friendship yang amat kentara anda tonjolkan disini dari pada The best team original karya donni-san *upps!

Mengejutkan karena adanya tiga patung legenda itu!

saya tunggu kejutan-kejutan anda di chapter berikutnya! Ganbattebayoooo!

A: Halo bro! Lama gak bersua! Haha, kenapa anda jarang membaca fic orang lain? Sama seperti saya, saya pun sudah jarang membuka akun Ffn di dunia maya. Hm, Friendshipnya kentara ya *menyeringai*, yap..sungguh aneh kenapa duo NaruSasu ingin menyelamatkan sang Midoru dari kesulitan. Mungkin Icha akan memberi kejutan-kejutannya di chap depan, so..thanks bro!

Dari Arevi dan blue sapphire, hem..thanks kawan. Adik sepupu saya memang sudah membuat plot seperti itu. Dan untuk Blue Sapphire, hehe..sip. Akan saya sampaikan terima kasih anda di chap lalu.

Q: yaah.. saya tertipu dengan chisai, tapi tidak dengan pamannya. setelah pertemuan awal antara trio kita dengan Nagawa, nagawa terkesan "sangat" mengetahui rahasia di balik semua misteri keluarga miyamora. dan seakan-akan dia sengaja menunjukkan dimana lokasi gulungan ke-3 kepada narusasu-chan... seperti dia menyuruh mereka kesana untuk mengantar nyawa.
dan untuk dalang nya.. yaah, sepertinya salah satu tebakan saya benar :D ... ojou-sama ternyata istri sang pemegang gulungan pertama.
dan... kalau di pikir2, apa narusasu tidak terlalu over power untuk anak seukuran mereka? mereka barusaja menghabisi 4 dari anggota dedemit. seorang jounin saja bakalan terkuras stamina nya jika melakukan itu. dan belum satu hari mereka sudah 3 x melawan pasukan setan? oke, kesampingan naru yg memiliki stamina yg bisa di bilang abnormal, tapi bagai mana dengan sasugay? #di chodiri!.. tentu saja ini bakalan sangaaat menyusahkan mereka, stamnia naru-sasu yg "seharusnya" Low, dan Shizu yg krisis chakra, bukan hal yg bagus!. jika Icha-chan berencana menjalankan cerita secara "normal", maka kemungkinan bakalan ada bantuan :D

A: Haha, review anda sangat tepat. Inilah yang saya katakan kepada Icha saat dia mengetik alurnya. Kenapa dua bocah ini bisa bertarung semalaman sebanyak ini? Icha menjawab simpel, supaya cepat selesai-_-. Tapi, saya akan mencoba menjawabnya dengan logis bro..dari pertarungan-pertarungan sebelumnya memang apa yang dilakukan duo kita mungkin hanya sebatas teknik kerja sama mereka dan beberapa jutsu sederhana untuk mengalahkan para anggota setan tersebut. Meskipun Sasuke sudah mengeluarkan Chidori entah keberapa kali. Tapi dalam alur terakhir cerita ini tampaknya Icha juga sudah berpikir soal yang namanya batas, dan soal bantuan itu, heh..kita lihat apa Icha akan mengeluarkannya. So, thanks for great review :D

Thanks untuk Guest dan Hacia Hikari, akan saya sampaikan semangat kalian kepadanya.

Q: penyelmatan Shizu-chan di mulai, dan setelah berhasil menghabisi pasukan setan yang berada di sana, Duo Uzu-Uchi kita akan 'bermain' dengan Shizu-yang sedang lemes. *ehem pikiran mesum di mulai *hehehe

A: Hehehe, pikiran mesum bro. Sip bro, saya dukung

Q: wow wow gk ad action kah ?

huhuu gk ape ape deh yg penting udah kebongkar semua rahasia yg ad ?
bener gk ? semua kan ?

ok lanjut trus pantang mundur...
klw mundur mah kecebur hehee

A: Hm, kita lihat kawan. Apa semua rahasia di Kurai no Sato sudah terbongkar. Sip, thanks brother

Q: padahal tadi sore baru ngereview chap 10, dan sore ini juga udah update.. Cepet banget, atau memang saya yang lambat review o.O? Sudahlah.. Kalok untuk chap 11 ini, saya takjub semua jawaban saya salah x_x/truz kenapa takjub? Jadi dalang dari semua ini adalah Ishina Miyamora yang sebenarnya Ishina Harigawa.. Apa Naruto juga bisa ngerasain niat buruk? Setahu saya/sok tau'-_-,, Naruto pernah membatin saat ngerasain niat balas dendam di dalam gulungan Death Scroll di chap-chap sebelumnya... Ya hanya itu ketikan gak jelas saya, akhir kata Lanjut terus Icha-chan..

A: Haha, gak apa-apa kan? Adik sepupu saya memang seperti itu..dan soal merasakan niat buruk, ehm, kalau tidak salah semuanya merasakan juga kawan. Karena Death Scroll seperti sesuatu benda yang digunakan untuk menyegel 'sesuatu', jadi efek dalam penyegelan pasti terbuka jika kita membukanya. Hanya seorang Midoru-lah yang bisa membaca niat baik dan niat buruk manusia. Thanks..

Q: Wow! jadi Naruto. Sasuke dan Shizukase ditipu oleh Chisai dan nagawa ya :)

Terus apa ninja Konoha akan datang membantu tim Shizu? ;)

Lanjuttt...! :D

A: Hm, untuk itu akan saya serahkan plot ke Icha, thanks brother..

Untuk Reader, sgiariza..terima kasih atas semangatnya. Lalu untuk bro Dandi. Purnama, haha..sabar gan. Dan kepada sora narukami *pasang wajah horror* dikebiri gan? Mengerikan tuh, thanks gan..

Q: Makin menegangkan thor. jadi ap ada bantuan dari Konoha? tampaknya Naruto dkk bnr2 kritis tuh..
semangat thor!

A: Yap, untuk itu akan saya serahkan ke Icha gan. Thanks atas pemberian semangatnya.

Untuk Z. L. C, hem..thanks atas acungan jempolnya *ngacungin jempol juga* dan untuk FISIKA, sabar..sabar..semua pasti ada maknanya. Thanks gan..

Q: saya sudah menduga kalau Chisai ada hubungannya dengan para penjahat itu, saya sempat berpikir yang di panggil ojou itu Chisai loh, soalnya Author-san gak pernah ngungkit-ngungkit tentang Chisai sejak penculikan itu.
dan tolong Sasuke-kun, anda tidak pantas melucu jadi jangan bikin lelucon garing -_-
anda tidak melucupun udah lucu kok, hehehe :D
yosh, saya tunggu chapter selanjutnya Author-san :D

A: Heh, ternyata insting anda kuat. Yap, memang seperti itulah, setiap hati manusia sangat susah untuk ditebak. Thanks gan atas reviewnya

Q: Lalalalala...
UWOOOO! Sekarang yang menjadi pertanyaan apakah para 8 makhluk hina yang memakan sempaknya sendiri akan berhadapan dengan mereka *nunjuk naruto&sasuke*? Dan apakah konoha akan mengirimkan bantuannya atau tidak? Hanya itu saja dari saya kepada Icha-Nee dan Salam Hidup Itu Sempak_.. (Minato:sudah kubilang berkali-kali sialan kalau hidup itu indah goblok!) And the Jaa ne

A: Yap, sudah terjawab di chap ini. Soal bantuannya kita akan tunggu ketikan dari Icha. Haha, salam hidup itu bokep *DHUAAARHH* Thanks gan..

Last, thanks for kun-cici naru dengan review datarnya yang menarik. Hm, seperti itulah pengurus OSIS bro, merepotkan. So, thanks fo your review..

Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kalian semua yang masih mau mereview fic ini, dan masih mau mendukungnya. Saya mohon maaf karena saya terkena penyakit yang namanya 'Writer Block'-_-, banyak pekerjaan bro..ini saya lagi kosong malah saya isi dengan membaca beberapa komik dan komik 'berkualitas', you know what is berkualitas for me bro *Nyengir penuh dosa*

So, seperti kata Icha, Please yor review and thank you.

This is The Best Team and please give your best response in your review

Tertanda. Doni Ren, seorang pria baik hati yang dibilang mesum-_-

Preview The Next Chap:

"Aku juga bingung! Shizukesa sudah dalam mode terkuatnya dan bahkan, sangat tidak mungkin kita bisa mengalahkannya.."/ "Aku frustasi,"/ "Dan tak bisa menangis-"/"KUKIRA KALIAN MENYERAMKAN!"/ "Aku tidak tahu. Sasuke sudah hampir kehabisan chakra..aku masih bisa bertahan karena ada chakra Kurama di tubuhku serta.."/ "Aku mulai serius Shizu!"/ "Cerita tentang 'siapa yang masuk ke Lembah Kuroyami tidak akan keluar' menjadi benar! Bukan begitu dattebayo?!"/ "Jika aku kalah dari musuh sepertimu maka Itachi pasti akan menbunuhku dengan mudah..bukan Aniki brengsek itu yang akan membunuhku.."

Selanjutnya di The Best Team Special Arc, Chap 13: Yokin Cave

"Heh..baiklah Shizu..aku tidak akan bertahan,"/ "JANGAN MERASA KUAT KARENA ANGIN SPONTANMU ITU!"/ "Kita semakin dekat menuju kekuatan.."