THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL

By Icha Ren

Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren

NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI

THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT

Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor

Rate : T

Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More

Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^

.

.

Enjoy it!

Sebelumnya di The Best Team:

Naruto dan Sasuke akhirnya menyerang gedung penjara yang memenjarakan Shizukesa dan tiga keluarga Miyamora lainnya. Serangan mereka berhasil dan tiga anggota kelompok setan berhasil dikalahkan! Namun Majishan mempunyai rencana yang lebih besar dan lebih berbahaya, yakni mengendalikan sang pengawas, Midoru Shizukesa!

Pertanyaannya, Naruto dan Sasuke yang sudah hampir mencapai batas, dapatkah keduanya melawan kesuperioran seorang Shizukesa?!

Chapter 13: Yokin Cave

"Lihat saja.." kata keduanya dengan nada datar. Tapi di balik itu ada sebuah aura haus darah yang begitu kuat dari duo Uzumaki-Uchiha tersebut. Kie sedikit menelan ludahnya.

"Bagaimana ini Dobe?!" Sasuke menoleh ke arah Naruto dengan wajah khawatir "Chakraku sudah hampir habis akibat pertarungan-pertarungan kita di sini..apa kau punya ide?"

Naruto memegang kepalanya dengan tampang stress "Aku juga bingung! Shizukesa sudah dalam mode terkuatnya dan bahkan, sangat tidak mungkin kita bisa mengalahkannya.."

"Aku frustasi,"

"Aku kecewa-ttebayo.."

"Aku bingung,"

"Aku menggigil.."

"Hn, aku terjatuh.."

"Dan tak bisa bangkit-"

"KUKIRA KALIAN MENYERAMKAN!" teriak Kie dengan alis berkedut sweatdrop. Dia tidak menyangka dua bocah di depannya ini adalah ninja-ninja yang berhasil membunuh tiga teman satu kelompoknya. Kie mendecih kesal.

"Jadi, apa kita buat sistem terpencar?" tanya Naruto yang kembali memasang ekspresi serius. Sasuke menganggukkan kepalanya perlahan. Sharingannya melirik sekilas ke arah Kie.

"Tepat. Biar aku yang melawan si rambut aneh itu-"

"Rambutmu juga aneh Teme.."

"Hn, jangan membahas hal itu, Naruto.." Sasuke berjalan dua langkah mendekati Kie "Aku merasakan chakraku semakin menipis, perlu istirahat sedikit untuk memulihkannya. Kau tidak apa-apa kan melawan Shizukesa sendirian?" Sasuke melirik sekilas ke belakang dengan Sharingan yang menyala. Naruto mengetuk hitai-atenya perlahan.

"Aku akan selamat selama ini ada di kepalaku," kata Naruto sambil menyengir. Sasuke tersenyum tipis.

"Baiklah..hn, siapa namamu?" Sasuke menatap datar ke arah Kie. Kie kini memegang dua buah rantai di kedua tangannya. Dia memutarnya dengan cepat.

"Kie. Kau boleh panggil aku begitu," Kie langsung mendengus pelan "Kau tampaknya meremehkanku, bocah..akan kutunjukkan, kombinasi seranganku dengan teknik membunuh senyap yang berbahaya!"

Sasuke segera berlari ke arah Kie dengan kunai yang teracung tinggi "Nama teknikmu terlalu panjang!"

Kie menyeringai "Saran yang bagus!"

DRAAARHH! Sasuke segera mengelak ke samping ketika ujung rantai tersebut berusaha menghantam kepalanya dari atas. Tangan kiri Kie bergerak cepat untuk menghantamkan rantai besinya ke kepala sang Uchiha dari samping. Sasuke menundukkan kepalanya dan besi tersebut hanya menepis tipis ujung atas rambut ayamnya. Sasuke melemparkan kunainya ke perut Kie yang tampak terbuka non pertahanan. Kie dengan cepat memutar kedua rantainya untuk melindungi perutnya dan membuat kunai sang Uchiha terpental ke samping. Sasuke dengan cepat melemparkan dua buah kunai dengan dua arah berbeda, yang satu menuju kunainya yang terpental akibat pertahanan rantai Kie, yang satunya menuju kepala si rambut Mohawk. Kie tersenyum tipis.

'Berusaha menyerang dua arah heh?' Kie memutar rantainya dengan cepat di atas kepalanya. Sementara kunai Sasuke yang tadi berhasil ditahan Kie kembali terpantul ke arahnya akibat dentingan kunai lemparan Sasuke yang pertama. Sasuke melakukan salto depan cepat untuk menangkap kunainya yang memantulkan kembali kunai hasil pertahanan rantai Kie. Kie melirik cepat. Da mendengus pelan.

TRAAANG! Kunai yang menuju kepalanya berhasil dia tahan menggunakan rantai tangan kanannya. Sementara yang kiri dia lompati dengan cepat. Mata Kie melirik ke arah kunai yang menyerang kepalanya tadi, kunai tersebut tertancap 1 meter di samping kirinya.

'Kunai peledak!' Kie segera melemparkan rantainya menuju pohon yang berada di hutan seberang gedung penjara tersebut. Rantai itu dengan cepat menancap di batang pohon dan Kie mementalkan badannya ke arah tersebut untuk menghindari ledakan kunai. Sasuke segera bergerak cepat menuju ke arah sang rambut Mohawk sambil tersenyum puas. Sharingannya melirik ke arah sang partner.

'Sistem terpencar berhasil! Aku dan Sasuke sudah bertarung agak jauh, jadi aku akan mengkhawatirkan Shizukesa sendirian..' Naruto menelan ludahnya perlahan 'Sialan! Saatnya berkomunikasi dengan Kurama dan Yami!'

DHUAAARHH! Terdengar ledakan akibat kunai peledak Sasuke tadi.

In Mindscape Naruto

"Yo, ini menegangkan bukan?"

Naruto memandang datar ke arah Yami "Kau tetap saja menyeringai seperti itu bahkan saat keadaan kita sedang susah.."

"Bahkan saat kau kesusahan buang air besar dia tetap menyeringai seperti itu, Gaki.." kata Kurama ikutan nimbrung dan membahas hal yang sangat amat gak penting.

"Berusaha ngelawak?" kata Naruto dan Yami sambil menatap datar ke arah Kurama. Kurama sweatdrop seketika.

"Jadi, apa rencananya?" tanya Yami cepat. Naruto menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak tahu. Sasuke sudah hampir kehabisan chakra..aku masih bisa bertahan karena ada chakra Kurama di tubuhku serta.."

"Kau adalah seorang Uzumaki," kata Kurama yang mulai serius. "Begini Gaki, aku akan berusaha menahan tekanan tinggi chakra Shizukesa sehingga kau bisa normal melawannya. Yami.." pupil Kurama menatap tajam sang The Dark Side.

"Gunakan kekuatan kegelapanmu agar Dai Rasenringu bisa terbentuk.."

"Kau ingin menghancurkan lembah ini?" tanya Yami sambil menyeringai "Dai Rasenringu dibutuhkan kegelapan yang kuat dari hati Naruto. Kali ini dia tidak konsentrasi karena dia sendirian melawan Shizukesa,"

Naruto memandang cepat keduanya "Jadi, kesimpulan..bagaimana?"

Kurama menyipitkan matanya "Kuberikan chakraku pada volume berlebihan sehingga mata birumu akan berubah menjadi pupil rubahku,"

"Dan kau akan melawak garing seperti dirinya kawan.." kata Yami sambil menyeringai. Kurama menatap datar ke arah Yami.

"Gak lucu.." kata Kurama datar.

"BWUAKAKAKAKAKA!" Naruto dan Yami malah tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut mereka. Kurama menggeram kesal, rasanya dia inging MemBijuudama dua sosok bocah tersebut.

"Cepat lakukan! Dia mulai bergerak!"

Naruto mengepalkan tangannya "Yosh! Aku akan membuatnya sadar! Tolong sembuhkan sedikit luka di tangan kananku Kurama!"

Kurama mendengus pelan "Heh, baiklah Gaki.."

Naruto membuka matanya dan kembali ke Real World. Shizukesa sudah berlari ke arahnya sambil membawa tinjuan cahaya di kedua tangannya. Tiba-tiba luapan chakra merah menguar dari tubuhnya dan mata safir sang Uzumaki berubah menjadi pupil merah sang Kyuubi. Tiga garis di kedua pipi Naruto menebal dan gigi taringnya perlahan-lahan memanjang. Tangan kanan Naruto yang terluka pun perlahan-lahan tertutupi akibat luapan chakra merah tersebut.

"Aku mulai serius Shizu!"

SYAAAT! Naruto melesat cepat ke arah Shizukesa, dia bergerak cepat di depan sang Midoru dengan tubuh yang sedikit melompat dari tanah dan tangan kanan yang sudah siap menghajar wajah sang Midoru. Beberapa saat Naruto merasakan suatu kesakitan di dadanya.

"Kurama!"

"Sudah kunetralisir Gaki!"

DHUAAARHH! Terlambat. Kepalan tangan kanan Shizu sudah menghantam pipi kiri Naruto duluan dan membuat sang Uzumaki terpental jauh ke belakang dan menabrak sebuah pohon di seberang hutan. Pohon tersebut perlahan-lahan tumbang ke belakang dan menimpa pohon lainnya.

Traaang! Triing! Traang! Naruto dapat mendengar suara aduan senjata di dalam hutan. Tampaknya Sasuke juga sedang berjuang. Naruto bangkit sambil menatap sang Midoru yang sudah menyiapkan handsteal dengan cepat.

"Oke.." gumam Naruto pelan. Dia langsung melesat ke arah sang Midoru dari arah depan. Tiba-tiba dia melengkungkan larinya dan siap menghantam Shizu dari arah kanan. Mata kosong Shizu bergerak ke arah kirinya.

DHAAARH! Shizu menghantamkan pukulan tangan kirinya yang bercahaya ke tanah. Pijakan Naruto oleng begitu tanah di sekitar Shizkesa langsung bergelombang. Dua tombak cahaya langsung muncul di samping sang Midoru dan melesat cepat ke arah Naruto. Naruto berusaha melompat ke kanan saat sebuah tombak cahaya berusaha menghujami perutnya. Dengan cepat sang Uzumaki berlari menuju belakang Shizu dengan lari ala rubah. Tombak pertama Shizu menghantam tanah di belakang Naruto. Sang Uzumaki berguling pelan ke belakang akibat daya ledak tersebut. Naruto terkapar di tanah dalam keadaan terlentang. Tombak cahaya satunya melesat cepat ke arahnya.

BWOOONG! Naruto segera menggulingkan badannya menuju ke dalam gedung. Tombak cahaya tadi menghantam tanah bekas tubuh terbaring Naruto. Shizukesa segera berlari mengejar pergerakan sang Uzumaki.

"Yo! Paman Han!" Naruto masuk dengan cepat saat melihat Han yang tampak terduduk (dan dalam keadaan terikat) di samping anak perempuan Jun Miyamora. Si anak perempuan cantik tersebut tampak menangis sedih. Naruto menatap anak laki-laki Jun yang sepertinya sudah tewas. Naruto menghela napasnya.

"Apa yang terjadi Naruto. Kenapa teman kalian menyerang-"

"Dia dikendalikan Paman Han!" Naruto berlari menuju ke arah bekas rantai-rantai yang mengikat Shizu "Hem, ini apa ya?"

"AWAS NARUTO!" teriak Han saat sebuah tombak cahaya melesat ke arahnya. Naruto langsung menundukkan kepalanya dan tombak tersebut menghujam cepat ke arah belakang tembok sang Uzumaki. Naruto langsung berlari ke pojok ruangan sambil membawa empat rantai yang tadi mengikat tubuh sang Midoru. Wajah Naruto mengerut dan berpikir keras.

"Bisa tahu apa ini Yami?"

Yami yang berada di mindscape Naruto menoleh ke arah Kurama. Kurama menghela napasnya.

"Ini adalah rantai penghisap chakra. Chakraku terasa perlahan-lahan terisap saat kau menyentuhnya Gaki.."

Wajah Naruto sedikit cerah. Dia kemudian menyeringai senang.

"Aku punya ide-"

BLAAARHH! Naruto segera melompat ke atas saat pukulan cahaya Shizu hampir menghantam perutnya dengan ganas. Naruto melemparkan empat rantai tersebut ke atas dan kedua kakinya dengan kuat menahan tubuhnya agar tetap berada di atas pojok ruangan tersebut. Tangannya membentuk handsteal dengan cepat.

'Berikan chakramu Kurama, sekali lagi..' pupil Kyuubi Naruto menajam "Tajuu Kagebunshin no Jutsu!"

BOOOF! Ratusan bunshin sang Uzumaki langsung muncul di sekitar tubuh Shizukesa dengan sebuah seringaian. Naruto dengan sigap menangkap empat rantai penghisap chakra tersebut dan melemparkannya ke arah empat bunshin terdekatnya. Sementara Shizu melirik cepat sekelilingnya.

"Yang memegang rantai penghisap chakra itu serang Shizu dan lilitkan rantai di tubuhnya! Yang lain.." Naruto melompat cepat menjauhi tubuh Shizukesa dan berpijak sempurna di belakang sang Midoru.

"..Tolong lindungi empat bunshin yang memegang rantai penting tersebut!"

"OKE BOOOOS!" kata bunshin Naruto dengan teriakan penuh semangat. Mereka menyerang Shizu dengan brutal. Sementara empat bunshin Naruto tadi bergerak di sela-sela serangan para bunshin lainnya. Naruto yang asli segera membopong tubuh Han dan Hayumi-anak perempuan Jun-ke luar ruangan. Seorang bunshin menggotong tubuh tak bernyawa Wanagi-anak laki-laki Jun-ke luar ruangan bersama yang asli. Naruto meletakkan kedua tubuh tersebut dan melepaskan ikatan-ikatan talinya dengan cepat menggunakan kunai di tangan kanannya. Setelah itu Han dan Hayumi langsung duduk dengan tegak. Naruto melirik sekilas ke arah mayat Wanagi dan menatap sedih kedua anggota keluarga Miyamora tersebut.

"Gomen kami terlambat," kata Naruto pelan. Naruto melirik ke arah bunshinnya yang menggotong mayat Wanagi "Bantu teman-temanmu.."

"Oke bos!" kata bunshin tersebut sambil berlari memasuki ruangan. Naruto menghela napasnya.

"Tidak apa-apa Naruto..ini juga salahku, seharusnya aku tahu kalau istri kakakku-lah yang menjadi dalangnya.." kata Han dengan nada sedih. Seorang bunshin Naruto terlempar keluar dari dalam ruangan dan akhirnya menghilang. Naruto melirik sekilas dan kembali menatap tajam dua anggota Miyamora tersebut.

"Jadi si nenek tua itu dalangnya?" tanya Naruto.

"Wanagi-nii yang bercerita kepadaku, Naruto-kun.." kata Hayumi dengan nada pelan.

BFUUU! Naruto hampir jatuh terjengkang. Gadis ini langsung memanggilnya dengan suffix-kun? Apa dia tidak tahu kalau..

"Sudahlah Gaki/Naruto.." kata Yami dan Kurama bersamaan dengan nada datar.

"Wanagi-nii melihat Kaa-san menguping pembicaraan kalian dengan alat kecil yang khusus dapat mendengarkan suatu pembicaraan tanpa ketahuan. Saat Wanagi-nii bercerita, para kelompok penjahat tersebut datang dan menculik kami..tapi," Hayumi menggelengkan kepalanya perlahan "Aku tak menyangka anak Paman Ken juga terlibat di dalamnya.."

Mata Kyuubi Naruto melebar "Apa?! Jadi saat Chisai bersama kelompok itu-"

"Ya! Chisai dan si Nagawa ternyata ikut terlibat! Mereka mungkin sengaja berbuat baik kepada kalian dan menceritakan ini-itu agar kalian bersimpati kepada mereka berdua, dengan satu tujuan.." mata Han menyipit tajam "Kalian membenci keluarga Miyamora dan akhirnya membunuh kami..padahal mereka sudah mendapatkan tiga gulungan,"

"Tunggu dulu! Jika.." Naruto memegang kepalanya "Arrgh! Ini membuatku stress!"

Han menghela napasnya "Mereka mungkin tahu kalau Jun akan memanggil ninja-ninja Konoha yang dikenal hebat dalam menjalankan misi mereka. Chisai dan Nagawa akan bertindak sebagai protagonist untuk membawa kalian di pihak mereka. Mereka mungkin sengaja membuat alur cerita seperti ini agar semuanya mati di Lembah Kuroyami sehingga.."

"Cerita tentang 'siapa yang masuk ke Lembah Kuroyami tidak akan keluar' menjadi benar! Bukan begitu dattebayo?!" tanya Naruto dengan nada tajam. Han menganggukan kepalanya.

"Jadi itu maksudnya membantu kami..sialan! Seluruh desa dalam bahaya dan keadaan di sini semakin sulit!" Naruto melirik ke arah pintu gedung tersebut dan melihat dua bunshinnya kembali terpental keluar dengan dua tombak yang menancap di perut mereka. Naruto menggeram kesal "Mereka memainkan drama ini agar kecurigaan kami menghilang. Mereka sebenarnya takut kepada ninja-ninja Konoha! Dan satu lagi..dengan adanya informasi dari kekuatan Shizu yang dapat membaca niat jahat atau baik manusia, maka Chisai dan si Nagawa berusaha menutupi hawa jahat mereka dengan berbuat baik setulus hati.." Naruto menutupi sebagian wajahnya dengan tangan kanannya. Hanya mata kanannya yang berpupil Kyuubi yang terlihat "Sialan! Kami bertiga benar-benar tertipu!"

"Dan juga soal darah murni itu.." kata Yami di dalam mindscape Naruto. Naruto menaikkan alisnya.

"Tampaknya Ken Miyamora tahu kalau keturunannya dan keturunan dari Harigawa akan menjadi seorang Harigawa..bagaimanapun, si bocah itu pasti membenci keluarga ayahnya dan lebih bersimpati kepada keluarga ibunya karena sang ibu yang teraniaya dan sang paman yang merawatnya.." Yami menyeringai "..Juga mungkin si Nagawa itu selalu membisikkan kata-kata penyulut dendam kepada keluarga sang ayah!"

Naruto membuka matanya. Telinganya kini menangkap kesunyian di dalam ruangan penjara tersebut. Apa semua bunshinnya sudah habis?!

"Kalian tetap di sini..biar aku yang menyelesaikan di dalam!" kata Naruto dengan langkah tegap nan keren dan wajah yang serius. Benar-benar sikap ksatria ditambah aura seorang penjahat.

"Hati-hati Naruto-kun," kata Hayumi pelan.

BFUUU! Naruto jatuh seketika. Yami dan Kurama sweatdrop di dalam mindscapenya.

Naruto masuk ke dalam dengan dada berdebar kencang. Pupilnya terbuka ketika melihat para bunshinnya terkapar di sekeliling Shizu dengan berbagai gaya. Empat bunshin tadi berhasil melilit empat rantai chakra di kedua kaki Shizukesa. Empat bunshin yang Naruto beri tanggung jawab tadi kini terkapar di bawah kaki Shizu dengan luka lebam serta beberapa tombak cahaya.

POOF! POOF! POOF! POOF! Puluhan bunshin Naruto langsung menghilang, Naruto sendiri berjalan tegak menuju ke arah sang Midoru. Kepulan-kepulan asap putih itu menghilang secara perlahan dan Naruto serta Shizukesa saling bertatapan. Naruto menyeringai.

"Chakramu akan segera habis, Shizu-chawn.."

Shizu tetap diam. Dia melompat seketika dan langsung berdiri dengan jarak yang semakin dekat dengan Naruto. Rantai tadi terlepas dengan mudah.

GLUP. Naruto menelan ludahnya perlahan 'Alam bawah sadarnya benar-benar gila!' batin sang Uzumaki. Naruto meringis kesal.

Kruuuk..

".."

".."

".."

"Kau lapar Gaki?" tanya Kurama di mindscape Naruto.

"TENTU SAJA! KAU TAHU, BERTARUNG MELAWAN BANYAK ORANG AKAN MEMBUATMU BANYAK KEHABISAN TENAGA!" Naruto menggeram kesal "Ini benar-benar situasi buruk!"

Di dalam hutan..

TRAAAANG! Sasuke dan Kie kini sedang beradu kunai mereka. Kie mundur ke belakang dan langsung melemparkannya ke arah kaki Sasuke. Sasuke melompat dengan cepat ke kiri, Sharingannya bergerak cepat saat Kie menggunakan kembali kedua rantainya dan perlahan-lahan menghilangkan tubuhnya. Kedua rantainya pun menghilang mengikuti sang tubuh pengguna. Sasuke mengerling cepat. Dia segera menajamkan indera pendengarannya.

SYAAAAT! Tiba-tiba sebuah lilitan dengan cepat mengikat pinggang Sasuke dan menariknya ke arah depan. Sharingan Sasuke melebar 'Dia mengikatku dengan rantainya!' batin sang Uchiha, namun Sasuke dengan sigap menggerakkan tangannya dan sebuah kepulan asap muncul di genggaman tangan kanannya.

'Fuma Shuriken ya?' batin Kie yang kini sudah siap dengan kunai di mulutnya. Dia sudah siap untuk menyabet leher Sasuke yang kini bergerak menuju ke arahnya.

'Aku masih ada kesempatan!' batin sang Uchiha. Sasuke memutarkan tubuhnya sehingga membuat rantai Kie terlilit cepat. Sasuke segera melemparkan Fuma Shurikennya ke arah kepala Kie. Kie langsung menundukkan kepalanya dan Fuma Shuriken tersebut tertancap tepat di pohon yang berada di belakang kepala Kie. Sementara tubuh Sasuke dengan pasrah menuju kunai yang tetap siap untuk menebas lehernya. Kie tertawa dalam hatinya.

'Mati kau..bocah sialan!'

CRAASHHH! Mata Kie sedikit melebar. Beberapa saat setelah dia menebas leher Sasuke, tiba-tiba muncul kepulan asap, Kie yang sudah paham karena berpengalaman langsung memutar tubuhnya.

'Aku mengikat sepotong kayu.. ini Kawarimi! dan Fuma Shuriken itu..'

BOOF! Fuma Shuriken tersebut berubah menjadi Sasuke dan Kie langsung bergerak cepat saat kunai yang berada di tangan Sasuke sudah siap menembus leher belakangnya.

TRAAANG! Kie dan Sasuke saling bertatapan. Meskipun tubuh si rambut Mohawk tidak terlihat, Sasuke masih dapat merasakan aura keberadaannya dan bukti aduan kunai tadi.

"Bocah pintar.." gumam Kie dengan nada sinis. Sasuke tersenyum tipis. Dia memejamkan matanya.

'Chidori Nagashi..'

BZZZZTTT! Tiba-tiba dri tubuh Sasuke muncul kilatan listrik yang dengan cepat merambat di sekitar lingkungan Uchiha muda tersebut. Listrik itu juga mengalir cepat ke arah kunai Sasuke dan menuju ke arah kunai Kie yang digigit oleh mulutnya. Mata Kie membulat sempurna.

Brukh! Tubuh si rambut Mohawk langsung jatuh ke tanah dengan mata bergetar. Dia kembali ke mode normalnya. Sementara Sasuke kini berdiri dengan tangan yang bersandar di pohon. Napas sang Uchiha terdengar berat. Keringat bercucuran dari tubuh dan wajahnya. Kie mendengus pelan.

"Heh, sudah kelelahan bocah Uchiha? Apa chakramu sudah habis?"

Sasuke tersenyum tipis "Hn, tepat..tapi.." Sasuke mengambil kunai yang tadi dipegangnya "..Keadaanmu lebih buruk daripada keadaanku," mata Sharingan Sasuke menatap tajam ke arah Kie.

"Jika aku kalah dari musuh sepertimu maka Itachi pasti akan menbunuhku dengan mudah..bukan Aniki brengsek itu yang akan membunuhku.." Sasuke mengarahkan kunainya ke batok belakang kepala Kie. Kie menaikkan alisnya perlahan-lahan.

"..Tetapi aku yang akan menjadikannya mayat!"

"Itachi?" gumam Kie kebingungan dan itulah kata terakhir yang diucapkan si rambut Mohawk. Darah terciprat di sekitar Sasuke saat kunai itu menembus batok kepalanya dengan cepat. Sasuke mengelap cipratan darah di pipi kanannya menggunakan lengan kanannya. Uchiha muda itu kemudian berjalan terseret menuju keluar hutan. Mata Sharingan Sasuke hilang dan tampak kembali menjadi mode normal. Onyx kelamnya terlihat kelelahan.

BRUKH! Sasuke terjatuh di tanah dingin hutan dengan raut wajah kesal. Dia berusaha berdiri tetapi tetap tidak bisa.

'Aku akan menjad kuat dan aku akan membunuhmu..' onyx kelam itu tertutup '..Itachi!'

.

.

.

KRUUUKK..

Naruto menelan ludahnya. Perutnya berbunyi semakin kencang. Shizu berjalan perlahan ke arahnya dengan tangan kanan yang terkepal cahaya. Naruto menghela napasnya dan menggosok pelan perutnya. Dia menatap tajam sang Midoru dengan pupil Kyuubi yang sedikit mengecil.

"Heh..baiklah Shizu..aku tidak akan bertahan," Naruto segera berlari mendekati Shizukesa "Tetapi aku akan menyadarkanmu bagaimanapun caranya!"

Naruto segera melakukan tendangan putar ke kanan sambil melompat. Shizu menundukkan kepalanya dengan santai dan menangkap kaki kiri Naruto yang menendang dengan tangan kirinya. Tangan kanannya sudah siap untuk menghantam kaki tersebut dan mematahkannya. Mata Naruto melebar..kaki kanannya dengan cepat menerjang lurus ke dada Shizu dan membuat sang Midoru mundur perlahan. Pegangan Shizu melemah dan Naruto segera menggerakkan kaki kirinya ke atas sehingga dia bebas. Naruto salto belakang secara cepat dan melemparkan lima shuriken ke arah Shizukesa. Shizu mengelaknya ke samping dengan mudah dan Naruto segera melilit badan Midoru tersebut dengan lima shurikennya. Naruto membuat satu bunshin dan langsung membuat Rasengan merah, yakni Kurama Rasengan.

Dengan tangan kirinya Naruto menarik tubuh Shizu ke arahnya dan dengan tangan kanannya, Kurama Rasengan sudah siap menghantam tubuh sang Midoru. Naruto berteriak kencang.

"KURAMAAA!" Tubuh Shizu segera tertarik menuju ke arah Naruto. Mata Shizu sedikit melebar.

"RASENG-

KRUUUKKK..Perut Naruto berbunyi kencang dan dia merasakan lapar yang sangat amat menerpa lambungnya. Konsentrasi Naruto pecah dan Shizu dapat memanfaatkannya dengan baik. Sang Midoru langsung memutar tubuhnya ke samping kiri sehingga tubuh Naruto sedikit goyah. Kurama Rasengan Naruto bahkan menghilang karena Naruto kehilangan kontrol putaran chakranya. Shizu sudah siap dengan pukulan cahayanya yang akan menghantam samping kiri Naruto. Naruto sedikit oleng dan dia kini membelakangi Shizukesa. Kakinya tersandung pecahan lantai di ruangan tersebut dan jatuh dalam posisi nungging. Shizu yang masih dalam keadaan terikat malah tertarik mendekati tunggingan pantat Naruto, tapi tangannya tetap siap menghajar sang Uzumaki bahkan itu pantatnya sekalipun. Naruto memasang wajah datar dan..

BROOOT!

Dia kentut dengan wajah tanpa dosa..tepat di wajah Shizukesa.

Kepalan tangan Shizu yang beberapa inchi lagi akan menghantam pantat Naruto bergetar. Hidung Shizu bergerak liar dan mata sang Midoru tiba-tiba bergerak ke atas.

BRUKH! Midoru Shizukesa akhirnya pingsan tepat di belakang Naruto..

Dan Naruto sendiri menyengir tak bersalah dengan hidung kembang-kempis.

"Heheheh..leganya-ttebayo.."

Yami dan Kurama memasang poker sweatdrop face.

"Itu baru namanya lucu.." kata Yami dengan nada datar dan wajah sweatdrop.

"Ya.." kata Kurama singkat dengan moncong yang tetap menganga.

"Heh, sudah kubilang kan kalau aku akan menyadarkan Shizu bagaimanapun caranya..aku Uzumaki Naruto tidak akan menarik kata-kata ninjaku!" kata Naruto dengan nada sombong. Dia bangkit dengan wajah bangga.

"JANGAN MERASA KUAT KARENA ANGIN SPONTANMU ITU!" teriak Kurama kesal. Angin spontan?

"Percuma aku mengumpulkan elemen kegelapan untuk membantumu membentuk Dai Rasenringu," Yami mengangkat bahunya "Tapi itu menandakan kentutmu memang sangat amat berbau sehingga Shizukesa sendiri langsung pingsan menciumnya.."

Kurama menghela napasnya "Aku malah mengingat wajah Yami yang menyeringai ketika kau tidak bisa buang air besar dengan lancar Gaki.."

"Dan aku mengingat soal leluconmu yang garing tadi, Kurama.." kata Yami dengan nada datar. Naruto di real world menggosok hidungnya perlahan.

"Aku hebat.." katanya dengan nada angkuh.

"SUDAHLAH HENTIKAN!" teriak Kurama dan Yami dengan wajah kesal. Naruto terkekeh pelan.

"Aku tak menyangka sakit perut ini ada hikmahnya dattebayo.." Kruukk..perut Naruto kembali berbunyi "Uh, tapi masih ada yang harus dibereskan di sana," Naruto segera mengangkat tubuh mungil nan feminim itu di antara dua lengannya. Naruto menghela napas perlahan.

'Aku harap Sasuke baik-baik saja..'

.

.

.

"Ini Guanya.." kata Ishina dengan wajah senang. Majishan menatap datar gua tersebut. Ada sebuah batu yang menutupi jalannya untuk masuk ke dalam. Majishan melirik ke arah Hanma.

"Aku tahu," kata Hanma singkat. Dia langsung mengarahkan palu besar berdurinya dan mengalirkan elemen angin dengan cepat. Secara brutal pria berbadan besar tersebut menghantam palu raksasanya ke batu di di depan gua dan batu itu hancur seketika. Langsung saja udara yang tertutup selama ratusan tahun menyeruak keluar dan menerpa tubuh keenam orang tersebut. Chisai menghirup napasnya dalam-dalam.

"Aku senang dengan aroma ini..ini benar-benar aroma kutukan Kagemi Miyamora," kata Chisai dengan nada gembira.

"Ayo masuk.." kata Majishan datar "Kokan, Hanma..jaga pintu gua ini!"

"Kau khawatir kalau dua bocah itu berhasil ke sini, Majishan?" tanya Hayaku datar. Majishan menyeringai tipis.

"Tiga bocah. Aku khawatir tiga bocah keparat itu ke sini.."

Empat orang tersisa akhirnya masuk ke dalam. Dinding gua tersebut begitu gelap. Hayaku dengan cepat memeriksanya dan menemukan tempat-tempat obor di dinding gua tersebut.

"Mati karena tidak ada suplai oksigen yang masuk," kata Hayaku. Si kepala botak langsung menyulut api dari sebuah pemantik dan menyalakan obor satu persatu. Cahaya merah jingga pun menerangi ruangan gua tersebut. Saat Hayaku menghidupkan dua tempat obor raksasa di dua sisi sebuah patung raksasa, isi gua itu pun terlihat jelas.

Patung itu adalah patung Budha dengan gigi taring bawahnya yang keluar dari mulutnya. Telapak tangan kanannya mengarah ke depan (seperti gaya seseorang untuk mengatakan berhenti) dan tangan kirinya memegang tasbih Pendeta. Di telapak tangan kanannya tertulis sebuah huruf kanji kuno yang bermakna "Jangan Membuka Peti".

Majishan menatap lurus ke bawah. Dia menyeringai. Sebuah peti batu raksasa di bawah tangan kanan patung tersebut tampak siap dibuka dan terdengar ribuan suara minta tolong di balik penutupnya. Sebuah suara raungan, tangisan, dan nada penuh dendam. Majishan menggerakkan lehernya.

"Kita semakin dekat menuju kekuatan.."

.

.

.

"Hem, coba kau periksa dengan Byakuganmu Hinata,"

"Hai'! Byakugan!"

"Bagaimana?"

"Desa ini sudah dilindungi sebuah kubah Kekkai Jiraiya-samai!"

"Apa ada celah?"

"Hem..ano..ah, ada..di ujung timur!"

"Heh, arah menuju surga..ayo tim penolong, kita bergerak cepat!"

"Hai'!"

TBC

Author Note:

Berharap terhibur dengan chap ini dan berusaha update cepat *ya karena sudah ada naskahnya-_-*, hahaha..maafkan untuk Shizu, kau yang katanya terkuat bisa dikalahkan dengan tidak elit oleh seorang Uzumaki Naruto, sendirian.. (tanpa partnerya Uchiha Sasuke). Saya memberikan Icha saran pertarungan tersebut karena jujur saja, Duo Uzumaki-Uchiha kita, seperti kata-kata Readers di chap lalu, mereka berdua sudah melawti banyak pertarungan dan seharusnya sudah K. O. karena stamina yang menurun dan kapasitas chakra (tekecuali Naruto). Sasuke memang sudah saya beritahukan Icha untuk K. O. di chap ini, tetapi dia tetap masih bisa bertarung di chap depan. Dengan syarat mengefisiensi chakranya, berbeda dengan Naruto yang ada dua kolega di Mindscapenya.

Dan inspirasi kentut no jutsu Naruto saya dapatkan dari episode ujian Chunnin saat Naruto Vs Kiba di Canon *I miss you, Stupid Naruto :D* hahaha, baiklah..saya akan membalas pertanyaan para Readers yang mereview..

Q: Halo Doni-san,
TBT yg ini bagus sprti TBT yg orisinil, tapi kok sedikit yg review ya?
apa krna tdk masuk ke cerita intinya ataupun terlalu bnyk chapnya.
saya harap sih ada akhir yg mengejutkan Doni-san :D
Tetap lnjt

A: Halo juga kawan. Hmm, karena reviewnya sedikit..ahaha, gak masalah kok, yang penting kami ingin memuaskan para Readers yang masih mau membaca fic abal-abal ini :), soal kenapa dia sedikit ya banyak faktornya..tapi saya tetap memberi semangat Icha untuk menamatkan fic ini karena dia sudah mempublishnya, tidak seperti saya yang rada-rada pemalas-_-. So..thanks atas semangatnya bro, kejutan pasti ada :D

Q: Yo Donni-san!
Apa kabar?

Saya tidak membaca karya orang lain akhir-akhir ini karena... oh uda... marasai ambo da! kehidupan dunia nyata sangat kejam disini! kehilangan pekerjaan disamarinda, ditinggal kekasih saya dibukittinggi, diperas polisi gadungan yang sama-sama orang minang, ironisnya lagi sama-sama suku sikumbang(untungnya sudah tertangkap dan dibui), dan berbagai problem pasca lebaran yang membuat saya jatuh ke titik nadir terbawah. ah kenapa saya malah curhat di kolom review? padahal udah curhat ma icha di PM #Waduh!

for story, overall selalu bintang lima! saya kehabisa kata-kata untuk itu!

detail pertarungan begitu memukau saya! cuman yang menjadi tanda tanya, pertarungan demi pertarungan sudah dilewati dalam waktu relatif singkat dalam misi penyelamatan Shizu, kenapa Energi dan Chakra Duo team masih dalam kondisi 'baik-baik saja'? menurut saya, harus ada satu deskripsi walau satu paragraf singkat atau dialog yang menunjukan kondisi fisik mereka sedikin menurun.. apalagi Shizu terkena rantai Chakra, apa nanti setelah sadar dari hipnotis Chakranya bisa terkumpul kembali secara instan? mereka sudah melewati banyak pertarungan bahkan sampai ketemu lokasi Shizu fajarpun belum menjelang, atau saya yang kurang menyimak ceritanya ya?#plak

next chapter dinanti!
Salam olahraga!

A: Haha, sabar bro..kalau saya ketemu anda, saya akan hajar orang itu. Saya orang Padang yang sedikit lebih kasar :), soal itu memang sudah ada dijelaskan sedikit di chap lalu, hanya Sasuke yang megeluh. Di chap ini Sasuke sudah benar-benar 'habis'. Dan soal Shizu, yap..kekuatan chakranya langsung kembali dengan cepat, karena dia seorang Midoru. Lalu soal waktu, tepat! Fajar belum datang dan Duo Uzumaki-Uchiha kita masih bergulat di malam kelam Lembah Kuroyami, thanks..

Q: apakah shizu akan sadar di chap depan?

A: Yap, sudah terjawab kan gan? Thanks gan..

Q: uwoohhh..akhirnya sasunaru datang!
mereka bkn hnya krn over power jd bisa krn kerja sama, 'kan?

A: Yap, yang membuat mereka berdua kuat adalah kerja sama mereka, dibandingkan Shizukesa, Naruto-Sasuke masih agak jauh dibawahnya. Namun dengan Teamwork mereka berdua-lah tercipta apa yang disebut dengan kekuatan.

Q: MENAKJUBKAN *DHUARRH* makin menegangkan! Aku tunggu chapter kedepannya kapten Doni/Icha-Nee..._
Oh iya soal OC yang saya ajukan kemaren ini data lengkapnya:
Nama:Katsuragi Ryouma
Umur:for Msb sama kayak naruto for Tbt 19 tahun bro.
Pasangannya:untuk msb Nakagawa Yuna dan kalau untuk tbt Kishimoto Mirai..
Hanya itu saja untuk kali ini dan kalau memang Icha-Nee berminat bisa tanya lebih lanjut nanti soal Ryouma dan mudah-mudahan OC-ku diterima... Salam Hidup Itu Bokep(for Doni-Taichou) and then Jaa ne_

A: Hm, akan saya diskusikan dengan Icha. Terima kasih atas reviewnya hidup itu indah jika banyak nonton bok-piip-

Q: bagaimana cara mereka membuat Shizu tertidur?, kalau gak tidur-tidur mending di kasih obat tidur aja Author-san :p
hehehe oke lanjutkan :D

A: Haha, yap..lebih dari obat tidur emm cewek kan? Boleh panggil neng *huwohohoho* thanks..

Q: Kuso! Yahari, pasti Shizu-chan diapa-apain, tu dikendalikan! Ck, apa Duo Tag Team Terbaik bisa mengalahkan atou lebih tepat'a menyadarkan Kesadaran Shizu-chan?! Smoga Aja desu wa! HIDUP CHAKRA KEGELAPAN ! Khu Khu Khu... Hahahahahahaha... Ha.. Uhuk..uhuk! Ne..k..su! Icha-chan, ganbatte Kudasai!

A: Haha, sip lah..lebih dari apa yang anda duga. Thanks, akan saya sampaikan ke adik sepupu saya.

Terima kasih untuk kun-cici naru dan kata-kata OSIS-nya :D, lalu hanzer v reload dan sherry dark jewel. Hanafid dan reader, yo..fighter! Lalu Kurama Maulana dan Kirigaya o alias Raymo. So, terima kasih atas semua review kalian. Icha sudah berjanji akan menyelesaikan filler ini sebagai penghargaannya kepada TBT yang sudah diselesaikan.

So, please review and thank you brother-sister..mudah-mudahan saya sempat dan saya-lah yang mengup chap depan :D

Tertanda. Doni Ren.

Preview The Next Chap:

"Aku percaya kepada mereka. Aku percaya kepada kemampuan Sasuke si keturunan Uchiha terakhir, Shizukesa muridmu yang hebat dan Naruto.."/ "GEZZ! A-AKU LAKI-LAKI BODOH!"/ "Jadi Gua Yokin ya.."/ "Persiapkan kegelapanmu, Yami..kita akan akhiri dengan Dai Rasenringu.."/ "Terima kasih Hinata. Baiklah.."/ "Tenang saja, Sakura.."/ "JANGAN BUAT AKU TERTAWA DENGAN PERUBAHAN CHAKRAMU BOCAH!"

Selanjutnya di The Best Team Special Arc, Chap 14: Counter Attack!

"ADALAH DUO TIM TERBAIK!"/ "A-apa yang terjadi?!"/ "Inilah kekuatan roh-roh balas dendam korban Kagemi Miyamora. Isi gulungan itu sebenarnya adalah peta menuju pembebasan roh-roh yang marah dan.."/ "Siapa..siapa kau dattebayo?!"/ "Aku adalah.."

Yang Sebenarnya Telah Muncul!