THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL

By Icha Ren

Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren

NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI

THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT

Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor

Rate : T

Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More

Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^

.

.

Enjoy it!

Sebelumnya di The Best Team:

Naruto dan Sasuke berhasil sampai kepada tahap akhir cerita. Sasuke melawan seorang anggota pasukan setan dan Naruto menghadapi kesuperioran Midoru Shizukesa. Keduanya berhasil melaksanakannya dan memenangkan pertarungan!

Tim bantuan pun datang ke Kurai no Sato yang nampaknya dipimpin oleh Jiraiya sang Sannin katak. Sekarang, semuanya bertaruh kepada waktu sebelum para penjahat membuka peti kekuatan roh pendendam Kagemi Miyamora dan Kurai no Sato yang akan pertama kali tenggelam dalam kegelapan. Mampukan hal tersebut ditahan?!

Chapter 14: Counter Attack!

Beberapa jam yang lalu..

"Kau mengirim mereka bertiga ke Kurai no Sato tanpa seorang Jounin sebagai pendamping?!"

Tsunade menegak sakenya dan memandang malas ke arah teman satu kelompoknya dulu. Jiraiya, sang sannin berambut putih menepuk keningnya dan menatap malas ke arah Tsunade. Cucu Hokage Pertama itu sedikit cegukan dan kembali menuangkan gelas kosongnya dengan air alkohol tersebut, Jiraiya segera merampas botol itu dan melemparnya sembarangan.

"Ara..ara..ada apa sih-hiks-Jiraiya-chan?"

"JANGAN MEMANGGILKU DENGAN PANGGILAN MENJIJIKKAN SEPERTI ITU!" Jiraiya menghela napasnya dan melirik ke arah Shizune yang cuma bisa tersenyum kikuk sambil mengambil pose jari V. Ton-ton si babi pink hanya bisa ber'oink-oink' ria. Alis Jiraiya berkedut kesal.

"Aku akan membentuk kelompok bantuan-"

"Tunggu dulu!" Tsunade menopang dagunya perlahan "Kenapa kau begitu ngotot untuk membantu mereka dalam misi ini. Ini hanya misi Rank-"

"Kurai no Sato sedang dalam masa sulit. Apa kau pernah mendengar tentang kutukan Kagemi Miyamora?" Jiraiya menyipitkan matanya. Tsunade tersenyum pelan.

"Aku sudah memperingatkan mereka kalau misi ini bisa menjadi Rank-S. hem-hiks-lagipula gulungan itu kan katanya memiliki kemampuan yang berbahaya dan sebuah ancaman besar untuk lima desa besar Shinobi di dunia.."

"Lalu kenapa kau tidak mengirim setidaknya beberapa bantuan?"

Tsunade menghela napasnya perlahan "Aku percaya kepada mereka. Aku percaya kepada kemampuan Sasuke si keturunan Uchiha terakhir, Shizukesa muridmu yang hebat dan Naruto.."

Mata Tsunade menatap tajam "..Dengan hadiah kalungku dan tekadnya yang ingin menjadi Hokage! Aku percaya semua kemampuan mereka!"

Jiraiya menghela napasnya. Dia mengangkat bahunya dan segera berjalan keluar. Hari sudah semakin terbenam. Sannin katak tersebut pergi meninggalkan kantor Tsunade dan berjalan santai menuju ke luar gedung. Saat itu dia melihat sekumpulan ninja seangkatan Naruto-Sasuke dan sebuah ide muncul di kepalanya.

'Maaf Tsunade, tapi aku benar-benar mengkhawatirkan murid-muridku..'

.

.

.

Now (Sekarang)..

"Mau jadi temanku?"

"Ya,"

"Apa ini?"

"Mobil mainanku. Ini adalah temanku juga.."

"Hah? Teman? Jangan bercanda ini hanya mainan!"

"Jangan diinjak-"

SET! Mata coklat keemasan itu terbuka lebar. Dia segera berguling ke kiri dengan wajah pucat berkeringat.

DEG! Iris Shizu menatap shock Wajah Sasuke yang sedang tertidur tepat menghadap wajahnya. Shizukesa langsung bangun dan secara spontan memukul wajah sang Uchiha dengan brutal.

"ADAW!" kata Sasuke tidak elit sambil menggosok pipinya. Naruto, Han, dan Hayumi yang sedang membakar lima daging burung langsung menoleh ke belakang.

"Syukurlah kalian berdua sudah sadar," Naruto menghela napasnya "Cepat makan dan isi chakra kalian, kita harus cepat sebelum orang-orang itu membangkitkan kekuatan kutukan Kagemi Miyamora.."

"Kenapa kau memukulku sialan!" kata Sasuke yang kini sedang duduk tegak sambil menggosok pipinya "Dasar wanita galak.."

"GEZZ! A-AKU LAKI-LAKI BODOH!" Shizu langsung menghantam pipi Sasuke kembali. Uchiha itu tepar dengan gaya tidak elitnya "INI GARA-GARA WAJAHMU YANG TERLALU DEKAT DENGAN WAJAHKU!" teriak Shizu dengan wajah yang sedikit memerah. Sasuke langsung bangkit dengan wajah penuh amarah.

"SALAHKAN SIAPA YANG MEMBARINGKAN KITA TERLALU DEKAT!" Uchiha muda itu menatap tajam Naruto "Naruto..ini pasti semua ide-"

"Are, cepatlah makan dan kita langsung bergerak," Naruto memasang wajah polos tanpa dosa "Jika kalian marah maka ehem.." Naruto menutup matanya dan menutup pelan mulutnya. Han dan Hayumi ikut-ikutan berdehem. Wajah Shizu dan Sasuke langsung memucat.

"AKU NORMAL DAN AKU JUGA MENYUKAI WANITA!" teriak Shizu kesal dengan wajah memerah.

"DAN AKU MASIH MENYUKAI RAMBUT SERTA DADA SAKU-" mata onyx Sasuke membulat. Naruto tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya. Uzumaki muda itu menunjuk wajah Sasuke dengan tatapan maut.

"Oh begitu ya..Uchiha yang-"

"CHIDORI!"

"WEEEKH CHAKRAMU BALIK LAGI?!"

Akhirnya setelah berbagai insiden..Naruto dan kedua temannya berdiri dengan tegak sambil menatap ke arah barat daya Lembah Kuroyami. Han dan Hayumi meneguk ludahnya.

"Jadi Gua Yokin ya.." gumam Naruto. Perlahan-lahan dia menyeringai.

"Persiapkan kegelapanmu, Yami..kita akan akhiri dengan Dai Rasenringu.."

"Jangan kentut lagi," kata Yami di dalam mindscape Naruto. Uzumaki muda itu tertawa pelan.

"Tentu saja tidak..ayo!" Naruto menatap kedua temannya "Teme, siap?"

"Hn, chakraku sudah pulih. Tentu saja.."

"Shizu-chan siap?"

Shizu menundukkan kepalanya. Terlihat aura suram menguar dari sana. Naruto dan Sasuke meneguk ludahnya perlahan.

JREEENG! Shizu mengangkat kepalanya dan tampak iris coklat keemasan itu menyala penuh mata psikopat. Tekanan chakra Shizu begitu tinggi.

"AKAN KUHABISI MEREKA DENGAN TANGANKU! APALAGI SI KACAMATA HITAM DAN SI PEMEGANG PALU ITU!" Shizu menggelemetukkan gigi-giginya dan Naruto serta Sasuke mundur perlahan. Sekarang seorang Shizukesa seperti seorang gadis Yandere yang sedang menuntut balas dendam. Naruto-Sasuke saling berpandangan.

"Emangnya dia diapain ya?" gumam Naruto pelan.

BUAGH! Shizu langsung membogem kepala Naruto dengan tangan kanannya. Shizu langsung berlari ke arah Gua Yokin dengan wajah memerah,

"JALAN SAJA!" katanya dengan nada cepat.

.

.

.

CRAASSH!

Kunai Jiraiya dengan tepat menancap leher penjaga batas Kekkai terlemah tersebut dan membuatnya ambruk seketika. Sang Sannin lalu memberi isyarat untuk masuk. Empat Genin lainnya dengan cepat berlari mendekati Jiraiya. Sementara dua Jounin yang datang membantu langsung mendekat.

"Anko, kau bisa membuka segel Kekkai bagian terlemah ini kan?" tanya Jiraiya cepat. Anko memberi tanda hormat.

"Tentu saja Jiraiya-sama! Aku akan melakukan yang terbaik.."

"Kau seperti Guy saja," kata seorang Jounin lainnya yang memakai masker dan memiliki tatapan malas tanpa semangat hidup.

"Diam kau Kakashi! Aku muak dengan buku yang selalu kau pegang itu!" kata Anko sambil menunjuk buku New Series Icha-Icha Paradise.

"Heii..ini buku suci lho~!" kata Jiraiya dan Kakashi secara bersamaan. Anko menggeram kesal.

"Su-sudahlah Anko-sensei. Kita harus cepat," kata sesosok gadis bermata Amethsyt indah dengan lembut. Anko menghela napasnya.

"Terima kasih Hinata. Baiklah.." Anko berjalan mendekati Kekkai tersebut "Aku mulai. Setelah Kekkai ini terbuka, aku akan menjaga di sini dan memastikan tidak ada serangan dari luar..kalian mengerti?"

Jiraiya menganggukkan kepalanya. "Kuserahkan kepadamu Anko.."

"Yap, ayo kita berusaha!" kata Kiba yang diikuti gonggongan Akamaru. Shikamaru yang berdiri di samping Kiba hanya mengelus belakang kepalanya perlahan.

"Kenapa aku harus ikut ne..mendokusai.." kata si bocah berambut nanas dengan kebiasaan lamanya.

"Baiklah, sekarang.." Anko menggerakkan handseal dan langsung membaca jenis Fuin Kekkai tersebut. Seorang gadis bermata emerald dengan cepat menyapu sekeliling lokasi. Dia langsung berbisik dengan cepat ke arah Jiraiya.

"Ada yang datang!" kata gadis tersebut. Jiraiya tersenyum dan menoleh ke arah Anko. Anko menghentikan kegiatannya dan menganggukkan kepalanya.

"Tenang saja, Sakura.." kata Jiraiya sambil tersenyum. Kakashi segera menarik tubuh penjaga Kekkai tersebut dan enam Shinobi itu langsung melesat pergi.

"Hei.." kata penjaga yangbaru datang tadi "Kenapa kau tertidur di sini Hakemo? Woy.." ninja itu berjongkok di depan tubuh temannya yang terlentang dan menepuk-nepuk pelan pipi sang kawan. Tiba-tiba mata kawannya terbuka dan dia menyengir aneh.

POOF! Tubuh penjaga tadi langsung berubah menjadi Jiraiya. Jiraya segera menutupi tubuhnya dan tubuh orang tersebut dengan rambut panjangnya dan menghabisinya dengan Rasengan di sana. Enam Shinobi lainnya langsung datang mendekati Jiraiya. Sang Sannin kembali menormalkan panjang rambutnya dan meletakkan tubuh tersebut ke tanah. Jiraiya menatap tajam ke arah Anko.

"Kau harus cepat, Anko.."

Anko menyeringai "Jangan remehkan kemampuanku!"

.

.

.

"Tidak bisa dibuka!" kata Hayaku yang kini berusaha menggeser penutup batu peti tersebut. Ninja berkepala plontos itu menggelengkan kepalanya perlahan.

Majishan mengelus dagunya perlahan. Chisai mendecih kesal. Matanya menatap tajam ke arah Majishan. Si kacamata hitam yang tahu dirinya ditatap seperti itu hanya tersenyum tipis.

"Aku sedang berpikir nak. Kau tetap duduk dengan tenang di sana.." Majishan berjalan mondar-mandir di ruangan tersebut. Sesekali matanya melirik ke arah luar, dia sedikit khawatir jika mereka terlalu lama di sini maka tiga bocah pengacau itu akan datang. Ishina berjalan ke arah Chisai dan memegang pelan bahu keponakannya. Wanita tua itu tersenyum menenangkan.

"Tenang saja Chisai, keturunan ibumu akan mendapatkan sesuatu yang besar malam ini.." kata Ishina dengan lemah lembut. Chisai menundukkan kepalanya.

"Ya bibi. Aku memang sangat mengharapkan hal tersebut!"

Cukup lama Majishan berjalan mondar-mandir di ruangan tersebut sehingga suasana benar-benar sangat membosankan. Chisai menguap malas dan menggosok kedua matanya. Ishina berdiri tegak memandangi ketua para pasukan setan tersebut. Hayaku sesekali merenggangkan otot-ototnya sambil terus menatap pergerakan dari Majishan.

"APA ADA MASALAH?!" teriak Hanma di luar sana. Majishan tesenyum tipis.

"SEDIKIT!" teriak si kacamata hitam dengan nada tenang. Dia berhenti berjalan dan tubuhnya tepat berada di depan telapak tangan Budha tersebut. Dia menundukkan kepalanya cukup lama. Ketua kelompok setan tersebut membetulkan letak kacamatanya dan menoleh ke arah pintu gua.

"HANMA! KE SINI!" teriak Majishan cepat. Terdengar langkah-langkah lari yang cepat. Hanma datang dengan wajah serius. Majishan tersenyum tipis dan menunjuk tulisan kanji di telapak tangan patung Budha tersebut.

"Aku percaya kalau keluarga Miyamora benar-benar ingin menyimpan semua kutukan Kagemi dan menyegelnya dengan pantas. Tapi tetap saja orang zaman dahulu terlalu bodoh dalam menjaga suatu barang berharga.." Majishan berhenti sejenak.

"..Primitif, tidak intelijen dan kurang dapat merahasiakan sesuatu..'Jangan Membuka Peti,' itu adalah sebuah tulisan kanji kuno sekaligus segel peti ini.."

Chisai, Hayaku, dan Ishina sedikit tersentak. Hanma menatap tajam ke arah Majishan. Di balik kacamatanya, mata Majishan memancarkan aura semangat yang membara. Dia menjetikkan jarinya dengan anggun.

"Hancurkan tangan itu-"

BLAAAAAAAAARHHH!

Lima orang di dalam gua secara serempak menoleh ke arah luar. Kepulan-kepulan asap berterbangan dengan cepat.

Di luar gua..

Kokan dengan cepat berlari ke dalam gua dengan posisi badan yang tetap menatap lurus ke depan. Sebuah tombak cahaya tiba-tiba melesat ke arahnya. Kokan segera membaringkan tubuhnya dan tombak tersebut menghantam dinding di atas kirinya.

"KOKAN! APA YANG TERJADI?!" terdengar suara Hanma yang begitu marah dan kesal.

"MEREKA DATANG!" teriak Kokan cepat. Dia segera mengeluarkan sesuatu dari jubahnya.

Seekor tikus..

"HYAAAAAH!" mata Kokan membulat sempurna. Seorang anak bersurai kuning tiba-tiba melesat ke arahnya dan siap menghantam wajahnya dengan pukulan tangan kanannya. Kokan melakukan rolling belakang dan langsung berdiri tegak. Tinjuan tangan kanan bocah tadi hanya menghantam lantai gua bekas tubuh Kokan berdiri tadi.

Di samping bocah bersurai kuning itu muncul dua bocah lainnya. Alis Kokan naik perlahan-lahan. Mereka bertiga adalah para Shinobi Konoha yang telah membuat kacau suasana dan rencana mereka. Kokan tersenyum tipis.

"Heh..boleh aku ikut?" kata Hanma yang tiba-tiba berdiri di samping laki-laki berjubah tersebut. Kokan menyeringai.

"Tentu saja," Kokan menggerakkan lehernya "Ini akan asyik.."

BWOOONG! Tiba-tiba secara mengejutkan sebuah tombak cahaya langsung melesat ke arah mereka. Hanma dengan cepat mundur ke belakang sementara Kokan langsung mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah tikus yang tadi dia keluarkan dari kantong jubahnya. Tikus itu tepat berada di kaki bocah berwajah cantik yang pernah mereka sekap.

"Kuryo.."

BLAAARH! Tombak itu dengan cepat menghantam tempat pijakan Kokan dan Hanma. Shizu sudah siap dengan pukulan cahayanya.

"Sialan!" gumam Hanma sambil mengangkat palunya tinggi-tinggi. Seekor tikus terpental ke arahnya degan tubuh berdarah dan Hanma tahu itu teknik siapa..si pemegang palu menyeringai.

"Kena kau.." Kokan kini sudah berada di bawah Shizu. Tangan kanannya sudah siap menusuk sang Midoru dengan kunai yang dipegangnya begitu erat. Secara cepat kunai tadi langsung mengarah ke arah perut Shizukesa. Sebuah kaki secara cepat bergerak memutar ke belakang menuju wajah Kokan.

DUAKH! Sasuke melakukan tendangan putar ke belakang menggunakan kaki kirinya. Wajah Kokan bahkan langsung terhenyak dan tusukannya tidak sampai mengenai perut Shizu. Sang Midoru dengan cepat menarik tangan kiri Kokan dan dia langsung mengarahkan pukulan cahayanya ke arah wajah laki-laki berjubah tersebut.

"Jinsoku.." mata Kokan melebar. Sebuah kepalan bercahaya mendekati wajahnya dengan cepat.

"KARUI DAGEKI!"

DUAKHHH! Tubuh itu terpental ke belakang dan melewati Hanma yang sedikit menganga tidak percaya. Tubuh Kokan pun terpental ke dalam gua dan menabrak Hayaku yang sudah siap membuka isi peti batu tersebut. Hayaku bangkit dan langsung memarahi teman satu kelompoknya.

"ADA APA KOKAN?! KAU KALAH?!"

Kokan memegangi wajahnya dan bangkit dengan posisi terhuyung-huyung. Sementara keributan di bagian gua luar semakin besar.

"Kagebunshin no Jutsu!" Naruto mengeluarkan lima bunshinnya. "Serang dengan jutsu kombinasi Uzumaki bagian F!"

"Oke bos!"

Para bunshin langsung maju menyerang Hanma dengan formasi lurus mendatar. Hanma menyeringai. Palunya tiba-tiba teraliri chakra angin dan secara cepat pria berbadan besar tersebut menghempaskan palunya ke arah bunshin Naruto yang berlari paling depan.

"Mundur!" teriak bunshin itu. Dia melompat salto belakang dan teman di belakangnya membungkukkan badan dengan cepat. Kaki bunshin tadi memijak punggung temannya dan tiga bunshin lainnya langsung melemparkan lima shuriken masing-masing menuju palu Hanma yang menghantam tanah.

"JANGAN HARAP AKU KALAH DENGAN TEKNIK BODOH ITU!" Hanma melibas palunya dengan ganas. Lima belas shuriken bertali itu terpental ke mana-mana. Hanma melempar pelan palunya dan menggerakkan handseal dengan cepat.

"Fuuton: Desu Guratsuki!" tiba-tiba dari mulut Hanma keluar angin meliuk-liuk dan membuat kelima bunshin Naruto terhuyung-huyung tak tentu arah. Naruto, Sasuke, dan Shizukesa mundur perlahan ke belakang. Hanma sudah menggerakkan handseal keduanya dan secara tangkas menangkap palu berduri raksasanya di tangan kirinya.

"Katon: Yake!" Palu raksasa berduri Hanma langsung terbakar. Api-api kemerahan itu dengan cepat menutupi sisi-sisi membunuh dari palu tersebut. Hanma langsung melibaskan palunya ke arah sekumpulan angin yang menggoyangkan para bunshin Naruto dan api di palu tersebut langsung menyulut besar. Kelima bunshin tadi langsung terbakar dan menghilang.

Hanma menyeringai senang "Bagaimana bo-"

TRAANG! Hanma menahan sebuah jutsu cepat nan berbahaya dengan palunya. Naruto yang berdiri di balik asap-asap api hanya menatap datar ke arah Hanma. Uzumaki muda itu memiringkan kepalanya perlahan.

"Fuuton: Jubashiku gagal," gumam sang Uzumaki perlahan. Hanma langsung memanggul palunya dengan cepat. Si badan besar itu tampak memejamkan mata dan berkonsentrasi tinggi.

"Apa yang mau dia lakukan?" tanya Sasuke dengan Sharingan yang sedikit menajam. Naruto mengangkat bahunya perlahan. Uzumaki muda itu menggerakkan handseal dan 5 bunshin muncul di depannya dengan kepulan-kepulan asap putih.

"Formasi F gagal, apa kita harus mencoba formasi A?!" tanya Naruto asli dengan posisi siaga. Tiba-tiba dari tubuh Hanma keluar tekanan angin yang begitu luar biasa. Shizukesa maju selangkah di depan Naruto.

"Berhati-hati," kata Shizu singkat. Naruto melirik ke salah satu bunshinnya.

"A bagaimana?"

"Terlalu sempit bos!" kata bunshin tersebut.

"B?"

"Sama!"

"C? atau D?!

"Bukan ide yang bagus!"

"E?"

"Aku tidak yakin bos! Ukuran oppai besar tuh!"

"F?" wajah Naruto sudah menampilkan ekspresi sweatdrop.

"Susah..gua ini terlalu-"

"DIA DATANG!" teriak Shizu. Sang Midoru langsung mengeluarkan tombak-tombak cahayanya. Sementara Hanma melesat cepat sambil mengangkat palu raksasa berdurinya tinggi-tinggi. Dinding-dinding gua di sekitar area pertarungan itu retak dan pecah akibat tekanan angin tubuh Hanma. Libasan palu Hanma dengan brutal menahan dua serangan tombak Shizukesa dan menghilangkannya. Hanma berdiri di depan Shizu dan siap menghantamkan sang Midoru dengan palu berdurinya.

"Siap mati cantik?" kata Hanma mendramatisir. Dengan sekali hentakan si pemegang palu itu mengarahkan senjata pembunuhnya ke kepala Shizu.

DRAAAARHH! Mata Sasuke membulat tak percaya. Sharingannya bergetar pelan.

"Shizu.." gumam sang Uchiha dengan nada bergetar.

"Henge!" kata Naruto sambil menyeringai "Berterima kasihlah kepada asap-asap bunshinku!" Sasuke melirik ke arah partnernya dan matanya sedikit melebar. Bunshin yang berada di samping Naruto berubah menjadi Shizukesa dan sudah mengeluarkan putaran chakra yang berbahaya, dan namanya adalah..

"RASENGAN!" Shizu langsung melesat cepat ke arah Hanma yang menatap shock karena ditipu. Hanma langsung menghantamkan palunya ke atas gua dan membuat langit-lagit gua tersebut runtuh. Shizu langsung menghantamkan Rasengannya ke batu-batu dari langit-langit gua. Hanma menyeringai tipis, palu raksasanya langsung dia libaskan ke arah pinggang Shizu.

"SANKAKU RASENGAN!"

DHUAAAARHH! Naruto dengan sigap menahan libasan palu Hanma dengan Rasengan segitiganya. Uzumaki muda itu langsung melakukan kontak komunikasi dengan sang Bijuu ekor Sembilan di mindscapenya.

"Kurama, chakramu!"

"Heh.." Kurama mendengus pelan "Gunakan secara efisien!". Naruto menyeringai di depan sang Kyuubi.

"Siapa Jinchuurikinya kawan?" tanya sang Uzumaki dengan nada tajam. Kurama menyeringai tipis.

Real World

Sasuke yang tetap serius memperhatikan pertarungan NaruShizu melawan si pemegang palu tiba-tiba melihat pergerakan mencurigakan dari si pemakai jubah, Kokan. Sasuke langsung bergerak cepat melesat ke arah belakang Hanma. Sementara Naruto yang sedang berjuang menahan libasan palu Hanma tiba-tiba mengeluarkan chakra merah.

"JANGAN BUAT AKU TERTAWA DENGAN PERUBAHAN CHAKRAMU BOCAH!" kata Hanma dengan nada mengejek. Dia menggerakkan palunya secara brutal sehingga tubuh Naruto terdorong ke arah Shizu dan dua ninja muda itu langsung menghantam dinding kiri gua. Hanma melirik ke arah Sasuke yang berlari menuju dirinya. Hanma menghela napasnya dan tubuhnya langsung mengeluarkan tekanan angin yang luar biasa. Tubuh Sasuke tergeser ke belakang. Hanma bergerak cepat untuk menghantamkan tubub Uchiha muda itu dengan palu raksasa berdurinya.

"Mati ka-"

"KURAMA RASENGAN!" tiba-tiba Naruto melesat cepat ke arah Hanma dan menghantamkan Rasengan merahnya ke rusuk kiri sang pemegang palu. Tubuh Hanma pun terhenyak ke dinding gua bagian kanan dan membuat retakan-retakan di sana semakin besar. Naruto dengan sekuat tenaga menekan tubuh besar kecoklatan tersebut hingga dinding Gua Yokin pun jebol. Tubuh besar Hanma pun jatuh ke bawah, (di mana Gua Yokin itu berada di atas bukit yang agak tinggi) dan tubuh besar itu langsung tergeletak di sana dan tak bergerak. Naruto berdiri di depan lubang yang dibuatnya dengan napas terengah-engah.

"Sialan.." gumam Kokan sambil menelan ludahnya. Da tidak percaya Hanma yang merupakan salah satu anggota terkuat 12 setan bisa dikalahkan dengan mudah.

'Aku percaya kalau Tetsu dan Mahotsukai dapat dikalahkan, Hanma yang brutal saja..' Kokan menelan ludahnya. Dia segera mengeluarkan seekor tikus dari kantong jubahnya dan meletakkannya di bawah kakinya. Tangannya langsung mengarah ke arah Naruto. Sasuke yang terus mengawasi Kokan langsung mengeluarkan sebuah kunai dan melemparkannya ke arah tikus tersebut.

"Kuryo!" Kokan menyeringai 'Bodoh! Temanmu akan mati karena lemparan kunaimu sendiri!'

SWITCH! Tubuh Naruto langsung bertukar dengan tubuh kecil sang tikus. Naruto duduk berjongkok di bawah kaki Hanma dengan pupil Kyuubi yang terpancar aneh.

Tep! Dengan sigap Uzumaki muda itu menangkap kunai lemparan Sasuke dan melesatkannya ke dada kiri Kokan. Mata Kokan melebar.

"Kau lupa ya.." kata Naruto dengan seringaian rubahnya. Sementara Sasuke dengan kaki terangkat sudah siap meremukkan tikus yang bertukar dengan tubuh Naruto.

"Kalau kami," gumam Sasuke pelan.

"ADALAH DUO TIM TERBAIK!" teriak Naruto dengan tusukan kunai yang begitu cepat. Kokan berusaha mengarahkan tangan kanannya ke arah Shizu untuk bertukar tubuh dengan ninja berwajah cantik tersebut, namun terlambat..

"Kur-"

Kunai Naruto sudah sangat dalam menusuk alat tubuh kehidupannya. Secara bersamaan telapak kaki Sasuke tanpa belas kasihan menghancurkan tubuh si tikus dengan sekali hentakan.

Tubuh Kokan ambruk di depan Naruto dan pandangan Naruto langsung melihat bagaimana Majishan menepuk kedua tangannya dengan anggun. Iris sang Uzumaki menatap tajam pemimpin utama pasukan 12 setan tersebut.

"Hebat..hebat..heh," Majishan membetulkan letak kacamatanya "Kokan mengira jika lemparan temanmu akan mengenaimu bocah dan membuat kau tewas. Tetapi," Majishan mengangkat kedua bahunya.

"Kalian tampaknya sudah memiliki ikatan kerja sama yang luar biasa. Kau menangkap kunai itu dan membuat suatu gerakan membunuh yang sederhana namun fantastis. Aku suka acara pertarungan yang seperti ini.." Majishan berjalan ke arah Hayaku yang kini sedang perlahan-lahan membuka penutup peti batu tersebut. Chisai dan Ishina yang berdiri di samping patung Budha hanya menatap datar ketiga-tiganya.

"Tapi sayang sekali kalian terlambat," Majishan kembali membetulkan letak kacamatanya "Eh belum. Ini baru acara pembukaannya. Sudah Hayaku?"

Hayaku langsung melemparkan penutup peti tersebut ke dalam. Si kepala botak itu langsung menggerakkan lehernya ke dalam peti tersebut. Matanya menatap tajam isi peti batu itu.

Gelap.

Ya, hanya ada kegelapan di dalam sana.

"Apa yang-"

GRRRHHAAAAAAAAAAAA!

Tiba-tiba terdengar jeritan yang mengerikan dari dalam peti tersebut. Dan secara cepat sebuah angin keluar dari dalam peti batu itu. Tubuh Hayaku tiba-tiba termundur-mundur ke belakang. Majishan berjalan pelan ke arah teman satu kelompoknya dan membalikkan tubuh sang kawan. Mata Majishan sedikit melebar.

Wajah Hayaku kini hanya tinggal tengkoraknya saja. Kulit wajahnya tampak lepas dan sisa-sisa kulit kepalanya tampak telihat secara menjijikkan. Chisai sedikit menutup matanya dan Ishina menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"A-apa yang terjadi?!" kata Ishina dengan nada bergetar. Majishan menoleh ke arah istri Jun MIyamora tersebut dan menyeringai.

"Inilah kekuatan roh-roh balas dendam korban Kagemi Miyamora. Isi gulungan itu sebenarnya adalah peta menuju pembebasan roh-roh yang marah dan.."

Tiba-tiba sebuah kepulan asap hitam pekat dan merah darah keluar dari dalam peti tersebut. Chisai segera berlari menjauhi tubuh Ishina. Asap-asap aneh itu langsung menyerbu Ishina dan menutupi seluruh tubuhnya dengan kepulan yang begitu mengerikan. Terdengar teriakan dari wanita tua tersebut dan teriakan itu begitu mengerikan. Naruto, Sasuke, dan Shizukesa menelan ludah perlahan-lahan. Chisai yang jatuh terduduk di hadapan kepulan asap yang hampir menyelimutinya hanya menghela napasnya perlahan-lahan.

"Apa maksudnya ini Paman?!" tanya Chisai dengan nada bergetar. Majishan menyeringai.

"Tidak ada apa-apa. Ini adalah roh-roh penuh dendam dan amarah serta roh kekuatan yang akan kukendalikan.." Majishan mengangkat kedua tangannya secara sarkatik. Kaki kirinya menyenggol tubuh Hayaku yang masih berdiri dan membuat tubuh si botak itu jatuh. Hayaku nampaknya sudah tewas.

"Kau..bukankah kalian, kalian adalah dua belas anak yatim yang diasuh bibi dan dibesarkan untuk mejadi pengabdi keluarga Miyamora..bukankah kau seharusnya menjelaskan-"

"Diam kau bocah! Kau bukan murni keluarga Miyamora.." Majishan langsung memotong kata-kata Chisai. Dia membuka topinya dan melemparkannya secara sembarangan. Kacamata hitamnya dia buka dengan cepat dan dia lempar ke belakang. Kini terlihat wajah tampan dengan hidung mancung tersebut menatap tajam Shizu.

"Merindukan wajahku cantik?" tanya Majishan dengan nada menggoda. Shizu menggeram marah.

"Kau.." sang Midoru menahan napasnya "Siapa kau sebenarnya.."

"Aku?" Majishan terkekeh pelan. BWOOOSH! Angin yang menyelimuti tubuh Ishina Miyamora pun menghilang secara cepat. Dan kini tubuh wanita tua itu tampak sedikit lebih gemuk. Rambutnya yang sudah ubanan kini digantikan rambut hitam lebat yang menutupi seluruh wajahnya. Ishina mengangkat wajahnya perlahan-lahan dan tampaklah sebuah ekspresi yang berbeda dan juga mengerikan.

Ishina kini tampil dengan pancaran mata liar dan berbahaya serta iris mata yang begitu putih. Di sudut matanya keluar darah segar dan nanah-nanah menjijikkan. Mulutnya menyeringai lebar, benar-benar seperti hantu, dan lidahnya terjulur keluar seperti anjing. Hidungnya kembang-kempis dan beberapa tetes darah mengalir pelan dari lubang hidung kirinya. Di pipi kanannya terlihat beberapa belatung yang jatuh perlahan-lahan dengan hiasan nanah yang begitu kental.

Naruto memasang ekspresi jijik. Sasuke meneguk ludah perlahan dan Shizu tetap berusaha untuk menenangkan dirinya. Sementara Chisai berteriak ketakutan.

"APA?! APA YANG TERJADI?! APA YANG TERJADI DI SINI SEBENARNYA?!"

Majishan berjalan santai ke arah tubuh Ishina yang tampak seperti monster tersebut. Mata Ishina bergerak cepat menatap Majishan. Majishan menyeringai dengan pancaran mata penuh kemenangan.

"Aku adalah tuanmu.." Majishan mengeluarkan kekuatan hipnotisnya. Mata sang monster itu pun menjadi redup dan tampak kosong. Ishina yang sudah dirasuki ratusan roh korban Kagemi MIyamora kini menjadi budak sang ketua pasukan setan. Majishan berhasil menghipnotis wanita tua tersebut dan membuatnya menjadi alat yang mengerikan.

"Hei cantik.." Majishan kini menatap tiga ninja muda Konoha tersebut. Pandangannya terutama tertuju kepada Shizu "..Kau begitu mengingatkanku kepada istriku. Wajahmu benar-benar menawan seperti dirinya, sayang..sayang dia diperkosa sekolompok jahanam Harigawa dan akhirnya dibunuh mereka.."

"Siapa..siapa kau dattebayo?!" tanya Naruto dengan nada bergetar. Majishan mengangkat dagunya dengan tatapan nyalang sang psikopat.

"Aku? Tentu saja..orang yang memulai segalanya. Orang yang memulai kutukan ini muncul dan bencana bagi Kurai no Sato.." Majishan terkekeh pelan.

"Aku adalah.."

Jantung ketiga bocah itu bergetar hebat.

"..Kagemi Miyamora!"

Dari awal hingga akhir! Dia adalah dalang yang sebenarnya!

TBC

Author Note:

So, ini adalah klimaks yang sebenarnya dari TBT: TDS. Orang yang namanya sering disebutkan oleh chara-chara di arc ini akhirnya muncul. Orang yang yah, Hi is The First Curse in Kurai no Sato. Orang yang telah memulai segalanya dan sang dalang sebenarnya. Saya tertarik dengan plot cerita yang Icha tawarkan dan cukup terkejut karena Kagemi Miyamora dia benar-benar munculkan dalam wujud Majishan.

Langsung saja saya akan membalas review para Readers

Q: huhuhu.. gomen doni-san, kmaren ane ga sempat review. yah maklumlah, kesibukan selalu mendatangi manusia-manusia tampan # plaakk :apa hubungannya?... ane bener2 ga nyangka "Rumor" bisa nyampe ke konoha. Ada Bg Rhoma ga? terlalu... hahah ok, saatnya serius !
seperti yg dulu saya bilang, sehebat apapun .shizu-chan, tapi sebagai bocah normal mereka tetaplah memiliki limit kapasitas chakra dan stamina. oke, mungkin si kepala duren bukan bocah normal :D .akan terkesan di paksakan jika mreka bertiga menuntaskan misi tanpa tebakan saya benar, bantuannya adalah, hinata, sakura, jiraiya. tapi mungkin tidak hanya mereka. oh iya, kapa naru bakalan mengeluarkan boneka Santet ny?
tak terakhir... dan untuk naru , ane ada lagu nih buat naru-chan " kabar gembira untuk kita semua, kini kentut sudah ada hikmahnya, kentut hadir dan menusuk shizukesa, jadikan hari ini hari kentut. kentut, good!" :D inspirasi Mas*in

A: Haha, mastin puut *3 X penyebutan*. Jadi, sudah tahu siapa yang menjadi tim penolong Naruto dkk serta bagaimana beritanya sampai ke Konoha. Dan untuk boneka santetnya, kita akan lihat apa yang akan digunakan Naru. Semua cerita yang adik sepupu saya ketik sudah selesai, dan jujur saya, Icha dapat mensangkut pautkan apa yang dilakukan Naru dkk menjadi sebuah plot cerita yang cukup mendebarkan. So, thanks gan..

Q: gak elit banget Shizukesa saat pingsan.. Apa tim pembantunya Jiraiya, Hinata, dan Sakura? Dan apakah duo Uzumaki-Uchiha dan Midoru-chan akan pergi ke goa Yokin? Sebenernya apa maksud 3 patung di depan kuil yang Sasuke dan Naruto masuki sebelum menyelamatkan Shizu, apa ke-3 patung itu punya simbol penyelamat, atau lainnya? Maklum kepo tapi sok tau, jadi tolong dijelaskan biar agak nyambung.. Dan ''LANJUT''

A: Yap, sudah sedikit terjawab pertanyaaan anda di chap ini. Soal tiga patung itu adalah bentuk penyegelan dari roh-roh pembalasan Kagemi Miyamora. Cara kerjanya seperti yang Sasuke lakukan, melakukan cahaya (dengan bantuan api) ke arah telapak tangan patung halaman belakang, yang akan memantulkannya ke telapak tangan patung halaman depan (karena dua patung ini merada dalam satu garis lurus.) semakin besar apinya maka semua mata 3 dewa akan hidup dan peti penyegelan akan terbuka. Nanti akan lebih jelas di chap2 depan. Oke bos?

Q: Yo uda donni!
I'm back!

saya jerit alay karena akhirnya chara favorit saya muncul, Jiraiya! haha! saya adalah salah satu penganut paham 'Jiraiyaisme' dan berpatokan pada kitab 'Icha-icha paradise'. Mengintip orang mandi adalah ibadah bagi kami penganut paham ini. hahaha#plak

masalah polisi gadungan itu, karena ortu cepat melapor pada polsek, dia segera ditangkap setelah dilacak alamat aslinya, cuman ya ironis, sesama urang sikumbang main sikat... yaah ini pembelajaran bagi saya, diperantauan tidak ada yang namanya dunsanak!

back to story ;

ah.. kekuatan dalam peti itu menggelitik saya, pasti kekuatan penuh kutukan dan kegelapan itu bukan kekuatan main-main, lalu, para anggota boyband setan salib terlabik itu apa bisa menerima kekuatan yang sebegitu dasyhatnya?
bukankah wadah penerima sesuatu kekuatan juga harus cukup besar menampung kapasitas dari volume kekuatan itu sendiri?
saya sangsi jika anggota boyband setan salib terlabik mampu menerima kekuatan kutukan sehebat itu?
bukankah kekuatan kegelapan miyamora malah bisa jadi bumerang bagi mereka nantinya?
dan, scene keadaan desa dibawah teror paman Nagawa juga belum terlihat kepanikan massalnya kali ini, atau pengambilan adegan memang difokuskan pada Duotim..
lagipula, entah kenapa saya berharap malah Duo tim yang mendapat cipratan kekuatan miyamora, karena mereka saya rasa wadah yang cukup kompeten karena kegelapan mereka yang juga sangat kelam.

lalu, ada kepentingan apa Sang juru selamat kaum mesum disana? untuk menyegel kembali kutukan itu? siapa yang memanggilnya? kapan ada kontak S.O.S dari trio gaje ini ke Konoha? ah.. saya tidak sabar menanti karakter favorit saya beraksi!

oiyo da donni, selagi awak dirumah mencari lowongan karajo, awak ngetik fiksi Psychological thriller, singgahlah sesekali kalau ado wakatu untuk mengoreksi karya awak yang centang parenang tu.. hehe..

uda? uda yang jadi videoklip salah satu lagu housemusic minang itu kan..? awak anak metal, cuman sering danga lagu tu wakatu dikampuang, yang lagunyo "ondeh uda donni, pulanglah oh uda, alah tigo bulan, denai batinggakan"#plak#plak#plak (ahaha... jangan diambil hati banyolan garing ini)

Salam hangat!

A: Wahaha, saya tau housemusic gaje itu *dibantai anak metal minang* , soal polisi gadungan itu syukurlah kalau si ba*ingan itu tertangkap. Haha, sabar gan.

Back to story..yap, anda sudah tahu apa tujuan Majishan yang sebenarnya kan. Dan anda sudah tahu siapa Majishan yang sebenarnya. Soal bantuan itu sudah terjawab di chap ini. So, thanks gan..

Q: Yo Cha! Segel tgn tu ndak handseal cha? Ndak handsteal.. Hand tangan.. Steal cilok.. -_-'

A: Yap, thanks atas koreksinya bro. sudah saya coba ubah. Thanks..

Q: Well. Aku suka jalan ceritanya. jujur Aku ga terlalu suka sasuke. cuma di fanfic ini aja Aku suka. Humornya pas. awalnya kukira mau pakai dairaserengu (bener ga nulisnya) ekhh ternyata jurus yang lebih WoW. ketut no -bener ninja penuh kejutan. So. Aku tunggu chap selanjutnya. Ganbatte dan Salam kenal Doni-san Icha-san :)

A: Salam kenal juga. Dan terim kasih telah mereview fic ini.

Q: chap 12 masih belum sampek 24 jam kok langsung Up lagi? yah... bukannya masalah sih, tapi itu terlalu cepat kawan... ya minimal nunggu 24 jam lah dulu. hehehe *sok menggurui*

A: Hem..saya chap kemarin sedikit Free gan maka daripada bengong, ya update chap yang lalu. Thanks atas nasihatnya.

Q: GYAHAHAHA...:v
Baiklah kali ini saya hanya menyampaikan rasa penasaran saya di chap depan (bukan di chap ini bro_) saat saya membaca next chap preview ada kata2 "siapa...siapa kau dattebayo?" apakah ini ada hubungannya dengan The Death Scroll atau ada musuh baru lagi? Dan soal kentut laknat Naruto tadi itu sebuah kejutan yang bagus...
Hanya itu yang dapat saya katakan kali ini dan aku tunggu TBT2 Doni-Taichou dan juga MSB2-nya Icha-Nee_ Salam Hidup Itu Ber-pip-pip-Ria Di Ran*ang (Minato:yg bagian akhir tadi itu sama juga gak disensor sialan!) and then Jaa ne

A: Yap, piip itu adalah suatu hal yang lumrah *pasang muka ustadZ* hehe, dan soal chap ini sudah terjawab kan rasa penasaran anda. So, thanks atas reviewnya.

Terima kasih kepada robby. Feadsback atas review pertamaxnya di chap lalu, jangan teriak gaje bro. Lalu kepada Sgiariza, Shizu memang meragukan gan :D,

Thanks untuk sherrysakura99 yang sweatdrop, lalu Hamaru, Z. L. C, Hanzer v reload dengan iklan Jupenya, dand. Purnama *gap apa-apa bro*, arevi. Are. Vikink, hanafid, kun-cici naru *so, mudah-mudahan tidak mengecewakan*, guest, dan altadinata.

Terima kasih atas partisipasi kalian dengan mereview fic ini.

So, tanpa review, saran, kritik, dan semangatnya, fic ini tidak akan selesai. Mohon terus beri kami dukungan untuk menyelesaikan TBT special arc ini.

Tolong review dan terima kasih.

Tertanda. Doni Ren

Preview The Next Chap:

"Jadi kau yang bernama Kagemi Miyamora?"/ "Bagaimana suatu hari nanti kau melukis kita berdua bersama anak kita..aku akan memajangnya di ruang tamu kita,"/ "..Kami belum memberi nama lembah ini. Tapi asal-usul Gua Yokin ini sudah bernama karena ada seorang pemuda yang masuk ke gua tersebut dan tiba-tiba dia menjadi gila.."/ "Ingat, kau mungkin akan menyelesaikannya pada malam hari Kagemi!"/ "Saatnya dirimu yang akan menyusul, Kagemi.."/ "Aku adalah orang yang membunuh Shodaime Hokage dan aku mempunyai beberapa selnya yang dapat memperpanjang hidupmu.."/ "Bukankah aku adalah seorang kreator yang lebih hebat dari Kami-sama?"

Selanjutnya di The Best Team Special Arc, chap 15: Kagemi Miyamora

"Anggap saja itu hadiah untuk Kagemi Miyamora,"/ "Apa kau tahu Tuan Kagemi, Tuhan tidak pernah gugup sedikitpun!"