THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL

By Icha Ren

Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren

NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI

THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT

Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor

Rate : T

Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More

Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^

.

.

Enjoy it!

Sebelumnya di The Best Team:

Kebangkitan kekuatan roh-roh jahat dimulai! Secara mengejutkan roh-roh itu menyerang Ishina dan menjadikan Ishina seorang monster mengerikan. Majishan pun membuka topengnya dan mengatakan sesuatu pengakuan mengejutkan. Dia..ternyata dia adalah orang yang selama ini dibicarakan. Dia adalah Kagemi Miyamora yang dapat bertahan hidup sangat lama!

Chapter 15: Kagemi Miyamora

FLASHBACK

"Kita sudah sampai anata?"

Seorang pria tampan dengan hidung yang begitu mancung dan kulit putih mulus membuka topi bundarnya perlahan. Dia tersenyum manis ke arah sang istri.

"Ya anata. Aku akan memulai karir melukisku di sini.."

Keduanya pun berjalan memasuki gerbang desa tersebut dan berjalan menuju ke arah rumah para tetua.

Rumah keluarga Harigawa.

"Jadi kau yang bernama Kagemi Miyamora?" tanya seorang pria berbadan besar dengan janggut kecil yang menutupi dagunya. Matanya sangat tajam dan dia memiliki luka gores di pipi kanannya.

"Iya Tuan," kata Kagemi-pria yang dimaksud-dengan sopan. Lima orang keluarga Harigawa yang merupakan pria semua menganggukkan kepalanya perlahan.

"Baiklah, kau pernah diceritakan saudaraku bahwa dirimu memiliki bakat melukis yang hebat. Kau katanya dikontrak di sini untuk melukis wajah-wajah nenek moyang kami, bukan begitu Komaru?" si pria dengan luka di pipi kanannya menoleh ke arah saudaranya yang duduk di kirinya. Komaru menganggukkan kepalanya. Dia seorang pria kecil yang memiliki rambut cepak hitam mengkilat.

"Hem, kalian berdua boleh pergi.." kata si pria dengan luka di pipi kanannya. Kagemi bersama sang istri melakukan gerakan hormat sebelum berdiri. Saat sepasang suami-istri itu berdiri di depan pintu, Komaru memanggi Kagemi dengan nada tajam.

"Hei Kagemi Miyamora.."

Kagemi menoleh dengan wajah kebingungan "A-ada apa Tuan Komaru?"

"Ada apa Komaru?" tanya si pria dengan luka di pipi kanannya.

"Tidak ada apa-apa Taro-nii, aku hanya ingin bertanya kepada pendatang kita.." Komaru tampak tersenyum aneh "..Siapa nama istrimu itu, Kagemi?"

Kagemi memandang ke arah istrinya. Saat mulutnya ingin menjawab, sang istri sudah membungkukkan badannya dan berkata dengan nada keras.

"Sa-saya Nei Miyamora, salam kenal Tuan.."

Komaru terkekeh pelan "Nei ya.." dia mengibaskan tangannya dengan cepat "Kalian berdua boleh pergi sekarang,"

Kagemi menatap datar ke arah Komaru lalu melirik ke arah istrinya. Setelah itu sepasang suami-istri tersebut berjalan dengan langkah tergesa-gesa meninggalkan ruang tamu keluarga Harigawa.

"Apa yang kau mau, Komaru?" tanya salah seorang keluarga Harigawa. Taro menghela napasnya.

"Kau tertarik ya?" tanya Taro dengan nada datar. Komaru terkekeh pelan.

"Kalian semua pasti mau, bukan begitu?"

Dan ruangan itu akhirnya dipenuhi tawa-tawa aneh namun terkesan jahat.

.

.

.

"Ini makan malammu anata,"

Kagemi yang sedang melukis di dalam galeri rumah barunya langsung menoleh ke arah istrinya. Dia menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.

"Terima kasih, taruh saja di meja kecil itu sayang," kata Kagemi sambil menunjuk sebuah meja kecil berwarna coklat kusam di pojok ruangan. Nei menaruhnya dengan cepat dan berjalan menuju suaminya. Dia duduk di samping sang suami dengan tatapan berbinar.

"Wao, kau melukisku?" tanya Nei dengan nada riang. Kagemi tertawa pelan.

"Tentu saja," Kagemi mengelus rambut coklat keemasan tersebut "Siapa lagi model cantik yang selalu menginspirasiku di tengah malam yang tenang begini?"

"Aku," kata Nei dengan nada imut. Kagemi tertawa pelan. Dia menatap penuh minat ke arah rambut istrinya dan kemudian mengambil kuas lukisnya. Dia menghirup beberapa volume udara dan kembali menyapu kanvas putih tersebut dengan cepat di atas meja kecilnya. Kagemi benar-benar berbakat. Ayah dan ibunya juga adalah seorang seniman. Sang ayah adalah seorang pemusik sedangkan ibunya adalah seorang pelukis keliling. Keluarganya memang tidak terlalu memikirkan materiil, walaupun begitu Kagemi merasakan hidupnya sudah sangat amat bahagia dan diberkahi Kami-sama.

Selain keluarga seniman, keluarga Miyamora merupakan keluarga para Shinobi bayaran yang ditugaskan untuk menangkap hidup atau mati para ninja pelarian ataupun para pengkhianat desa. Pada saat itu sistem poltik di dunia Shinobi begitu rentan akan kekacauan dan perang darah di dalam internal. Desa baru yang bernama Konoha baru terbentuk dan katanya diisi oleh beberapa klan kuat seperti Senju, Uchiha, dan Sarutobi. Kagemi sudah banyak melihat kejadian di luar sana dan dia merasa bosan. Sebagai seorang Hunter-nin, Kagemi sudah sering melihat darah dan baginya membunuh adalah hal yang biasa.

Matanya kembali memandang sang istri dengan penuh minat. Dengan Nei-lah hidupnya terasa sedikit berubah. Kagemi menyembunyikan sifat pembunuh berdarah dinginnya dan berusaha menjadi seorang suami serta seniman yang berhati hangat. Nei sendiri adalah salah seorang korban dari perang politik dunia Shinobi yang masih muda. Kagemi menyelamatkannya dari serangan para ninja yang menamakan diri mereka pasukan Iwagakure dan membawanya ke rumah.

"Kita akan menikah," itu-lah kalimat pertama yang dikatakan Kagemi saat mereka sudah sampai di depan rumah orang tuanya. Kagemi benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan yang sangat menarik minatnya adalah rambut coklat keemasan sang istri yang dipadu dengan manis oleh wajah cantiknya.

"Kagemi-kun," Nei memegang lembut pipi suaminya "Bagaimana suatu hari nanti kau melukis kita berdua bersama anak kita..aku akan memajangnya di ruang tamu kita,"

Kagemi sedikit tersentak mendengar permintaan istrinya. Anaknya..anak mereka.

Ya, anak pertamanya tewas akibat seorang Missing-nin yang seharusnya dia bunuh namun pada saat itu dibiarkan hidup. Missing-nin tersebut akhirnya mengincar nyawa keluarganya dan sang anak yang saat itu hanya bisa memanggil ibunya tewas dengan pedang yang menembus dadanya. Mengingat itu membuat Kagemi menjadi frustasi. Gerakan sapuan kuasnya pun agak kacau.

"Kau tidak apa-apa sayang? Ma-maaf mengingatkanmu atas kejadian buruk tersebut-"

"Tidak," Kagemi memegang pipi istrinya dengan cepat "Aku akan melukisnya dan itu akan menjadi karya terbaikku untuk kita," Kagemi tersenyum tulus ke arah istrinya "Ingatkan aku untuk mengecat rambutmu dengan warna hitam,"

Nei tertawa pelan "Ah, Kagemi-kun..rambutku kan warnanya aneh. Jangan kau ubah menjadi lebih aneh lagi.."

Kagemi menghela napasnya "Tentu saja tidak. Kau adalah sinar emas yang menerangi hatiku di manapun, Nei-chan.."

.

.

.

"Ini adalah Gua Yokin yang berada di lembah, emm.." Taro mengelus dagunya perlahan "..Kami belum memberi nama lembah ini. Tapi asal-usul Gua Yokin ini sudah bernama adalah karena ada seorang pemuda yang masuk ke gua tersebut dan tiba-tiba dia menjadi gila.."

"Jadi anda mau saya melukis gua itu dan pemandangan di sekitarnya?"

"Ya," Taro menepuk pelan bahu sang seniman "Kami membutuhkan jasamu Kagemi.."

Kagemi tersenyum ke arah Taro "Serahkan saja kepada saya. Sungguh kehormatan membantu keluarga tetua di desa ini,"

Taro menganggukkan kepalanya dengan penuh khidmat dan berjalan meninggalkan Kagemi yang mulai duduk di depan gua tersebut. Taro melirik ke belakang dan sedikit menyeringai.

"Ingat, kau mungkin akan menyelesaikannya pada malam hari Kagemi!"

Kagemi menatap langit cerah berwarna biru tersebut "Hemm.." gumamnya pelan. Dia kemudian menoleh ke arah Taro yang masih tenang berjalan ke arah luar lembah.

"Aku akan segera menyelesaikannya!" teriak Kagemi dengan lantang, tapi Taro tampak tidak memperdulikannya.

.

.

.

Malam itu, hati Kagemi Miyamora benar-benar hancur. Hatinya remuk bagai sebuah telur yang digenggam dengan sangat kuat.

Di ruang galerinya terbaring mayat sang istri dengan keadaan telanjang-tanpa sehelai benangpun-dan sedang memeluk sebuah gulungan lukisan yang tampak berdarah. Kagemi jatuh terduduk dan berjalan merangkak mendekati sang istri. Dengan napas bergetar dia mengelus pelan wajah cantik tersebut (yang matanya telah terpejam) dan menghapus pelan setitik air mata kesedihan dari kelopak tertutup istrinya. Kagemi mencium rambut coklat keemasan tersebut dan tangisnya pecah. Kagemi memegang kepalanya dan duduk dengan kacau. Tanpa sengaja matanya menatap gulungan lukisan tersebut dan dia menariknya dengan tangan bergetar.

Hatinya semakin remuk melihat isi lukisan tersebut. Isi lukisan yang tampak dilindungi sang istri bahkan saat ajal menjemputnya.

Gulungan lukisan tersebut adalah lukisan setengah jadi karyanya, yakni karya lukisan yang dia sudah janjikan kepada sang istri. Lukisan mereka bertiga..dia, Nei, dan anak mereka. Anak mereka yang mati dalam umur muda..

Kagemi menurunkan perlahan-lahan lukisan tersebut dan mengangkat tubuh tanpa nyawa sang istri di antara kedua lengannya. Darah menetes perlahan dari bibir Nei dan dari batok kepalanya yang tampak sedikit terbelah. Kagemi memandang datar ke arah kelamin istrinya yang tampak berdarah. Kemarahan tiba-tiba meluap sangat cepat di hatinya. Kagemi merasakan suatu sensasi amarah yang begitu memuncak di kepalanya.

"Saatnya dirimu yang akan menyusul, Kagemi.."

Kagemi menatap tajam segerombolan orang yang berdiri di ruang tamunya dengan wajah tersenyum penuh kemenangan. Di depannya adalah lima pria tetua Harigawa dan Kagemi tahu, semua yang berdiri di belakang mereka adalah para laki-laki Harigawa. Kagemi tahu semua orang di sini-di desa yang ditempatinya-, semuanya adalah bermarga Harigawa. Namun yang tidak diketahui Kagemi adalah,

"Kau ingat aku?" sesosok pria berjalan ke depan dengan langkah tenang. Mata Kagemi sedikit membelalak terkejut.

"Kau Darente, kau..kau.." ya, Darente, sosok berambut hitam jabrik dengan kulit kekuning-kuningan dan sering menggigit sebuah ranting adalah sosok Missing-nin yang dia biarkan hidup karena rasa kasihan, dan akhirnya orang keparat itu-lah yang membunuh anaknya. Kagemi murka dan berhasil memutuskan tangan Darente sebelum dia kabur.

Dan kini Darente berdiri di depannya sambil menyeringai licik. Tangannya tetap hanya satu, dan orang itu ternyata memiliki rasa dendam yang begitu besar. Hal yang tidak diketahui Kagemi adalah..

"Aku adalah kepala tetua Harigawa, Kagemi Miyamora.." Darente memiringkan kepalanya "Kau tahu, rasa kelamin istrimu sangat sempit dan-"

CRAAASSSH! Kagemi tanpa ampun melempar kuasnya yang ternyata adalah modifikasi dari sebuah pedang dan kuas tersebut menembus tengah leher Darente tanpa ampun. Kagemi menurunkan perlahan-lahan mayat istrinya dan mata hipnotis khas keluarganya terpancar penuh tatapan kebencian.

Mulai malam itu, sisi kebrutalan Kagemi Miyamora dimulai. Tanpa ampun dia menyiksa, membunuh dan melukis para orang-orang Harigawa. Beberapa orang berhasil selamat dan bersembunyi ke desa terdekat untuk menghindari kebrutalan Kagemi Miyamora. Sisi hangat sang seniman sudah hilang. Kagemi memperkosa banyak perempuan yang dihipnotisnya dan akhirnya menghasilkan keturunan-keturunannya yang sekarang akan menjadi masalah bagi desa yang dibentuknya.

Kagemi Miyamora membangun sebuah desa dan menamainya Kurai no Sato, desa kelam. Di mana di situlah awal kebangkitan masa kekelamannya. Lima Negara besar terbentuk dan karyanya yang penuh darah nan brutal sangat terkenal. Kagemi Miyamora pun merantau ke segala penjuru dunia Shinobi dan akhirnya bertemu dengan seseorang di dekat perbatasan Konohagakure, tepatnya di dekat sebuah lembah yang nantinya akan bernama Death Valley, Lembah Kematian.

"Kenapa tempat ini begitu kacau?" kata Kagemi dengan nada datar. Orang tersebut menyeringai.

"Ini adalah tempat pertarungan antara Hokage Pertama Senju Hashirama melawan rival sekaligus sahabat terbaiknya yakni Uchiha Madara. Madara kalah namun dia tampaknya masih bisa bertahan.."

"Kau siapa?" tanya Kagemi dengan nada penasaran. Orang tersebut menoleh ke arah Kagemi dengan seringaian yang dapat membuat bulu kuduk merinding.

"Aku adalah orang yang membunuh Shodaime Hokage dan aku mempunyai beberapa selnya yang dapat memperpanjang hidupmu.."

Mata Kagemi melebar "Apa maksudmu?"

Orang tersebut terkekeh pelan "Kau akan abadi teman, aku suka pancaran matamu dan aku dapat merasakan kegelapan hatimu yang sangat pekat. Cahaya di hatimu sudah hilang.." orang tersebut menghela napasnya perlahan "Kau bisa menyamar menjadi anak kecil dan tetap memakai sel ini, sel Senju dikenal sebagai regenerasi sel yang terbaik. Kau bisa hidup beberapa abad jika kau terus memasukkan ke dalam tubuhmu. Aku sudah memodifikasinya sehingga elemen kayu-nya hilang dan kemampuan regenarisnya menjadi tinggi.."

Kagemi menatap tajam orang tersebut "Berapa bayarannya?"

"Aku pernah melihat namamu di sebuah pesan dan wajahmu cukup terkenal, kau adalah Kagemi Miyamora?"

Kagemi menganggukkan kepalanya. Orang tersebut menyeringai.

"Aku minta satu karya tersadismu dan kau akan mendapatkan sel ini. Satu lagi.." orang tersebut menjetikkan jarinya.

"Hati-hati dalam menggunakan sel Senju ini, kekuatan chakra yang lemah akan menimbulkan efek samping yang berbahaya.."

Kagemi tersenyum tipis mendengarnya "Kau tenang saja, aku adalah Kagemi Miyamora.."

.

.

.

Kagemi pun menyamar menjadi seorang anak Yatim-Piatu yang terlunta-lunta akibat Perang Dunia Shinobi yang ketiga. Sang seniman sekaligus Shinobi sadis ini sudah banyak melihat mayat-mayat, desa-desa yang hancur dan juga teriakan kesakitan akibat perang tak berkesudahan tersebut. Kagemi merasa bosan. Dia yang sudah sering melihat darah, organ yang berceceran bahkan teriakan kesakitan hanya bisa menatap dunia kelam Shinobi dari pancaran mata bosannya. Kagemi pun mulai berpikir suatu rencana balas dendam. Dia tahu kalau beberapa keluarga Harigawa masih ada yang selamat dari pembantaiannya, dan Kagemi rasanya ingin melukis lagi.

Kagemi pun menemukan beberapa anak terlantar lainnya akibat Perang Dunia Shinobi ketiga yang keras. Semuanya nanti akan menjadi teman satu kelompoknya yang dia namakan '12 pasukan setan'. Kagemi Miyamora tidak percaya lagi kepada Kami-sama sejak hidupnya dirasakan tidak adil. Orang-orang yang dia cintai, istri dan anaknya, tewas secara menyedihkan. Kagemi pun membaca beberapa literatur dan mendapatkan pengetahuan tentang beberapa aliran yang menentang Budha. Kagemi akhirnya mentasbihkan dirinya kepada Akuma (Iblis), sang seniman akhirnya membentuk suatu ajaran kepada teman satu kelompoknya bahwa mereka akan berprinsip pada prinsip setan. Salib terbalik, Hexagram, tanduk kambing dan lambang iblis lainnya menjadi koleksi Kagemi Miyamora, hingga secara takdir dia dan sebelas temannya dipungut keluarga Miyamora dan dibawa ke desa yang telah dia bentuk, Kurai no Sato.

Kagemi tahu bahwa salah seorang keturunannya, Ken Miyamora yang merupakan kepala tetua di desa Kurai ingin menyatukan keluarga Miyamora dan keluarga Harigawa. Kagemi tersenyum tipis saat Ken melamar salah seorang gadis yang berasal dari Harigawa. Kagemi tahu, itu tidak akan pernah terjadi. Balas dendam di Harigawa kepada Miyamora tidak akan pernah padam. Begitu pula rasa dendam Kagemi kepada para Harigawa.

Ken Miyamora pun membangun sebuah kuil untuk menolak arwah-arwah gentayangan akibat perbuatan nenek moyangnya. Ken tampaknya tahu bahwa Kagemi menyegel semua roh-roh penuh dendam hasil pembantaiannya di dalam Gua Yokin, arah paling Barat Daya Lembah Kuroyami. Kagemi terkekeh pelan. Lembah itu sekarang sudah bernama, dan Kagemi pun melakukan skenario besar. Dia yang akhirnya mengikuti arus pertumbuhan kembali menjadi remaja dan tetap hidup akibat pasokan sel Senju yang cukup banyak terus memantau perkembangan Kurai no Sato. Ken MIyamora akhirnya dibunuh oleh kelompoknya dengan saran darinya. Tentu saja menyamakan dengan isi lukisan yang dia buat supaya orang-orang Kurai no Sato menganggap hal tersebut bukanlah pembunuhan.

Jun Miyamora datang menggantikan posisi kakaknya dan Kagemi tahu orang itu cukup berbahaya. Jun Miyamora adalah orang yang kewaspadaannya tinggi dan meskipun dia menikahi Ishina Harigawa, Jun tetap tajam dalam mengawasi istrinya dan juga mengawasi mereka (12 orang pasukan setan), meskipun mereka adalah harapan kekuatan miter dari Kurai no Sato.

Puncak rencana Kagemi akhirnya berhasil. Dengan memanfaatkan darah kotor tidak murni anak Ken Miyamora yang dirawat pamannya (Chisai dan Nagawa), serta memanfaatkan seorang wanita tua jalang asal Harigawa (Ishina), Kagemi sudah sampai pada puncak rencananya. Dia berhasil menghabisi para Miyamora yang berhati baik dan kini targetnya adalah menghancurkan Harigawa, menguasai kembali Kurai no Sato dengan kemampuan hipnotisnya dan akan mulai pergi melancarkan serangan ke beberapa desa dengan target mendapatkan sel-sel hidup yang murni. Target Kagemi adalah sel Senju, dan itu adalah harga mutlak yang harus dicarinya.

Kagemi tidak percaya Tuhan dan dia menganggap, manusia seperti dirinya bisa hidup abadi seperti Tuhan.

FLASHBACK END

Kagemi menghirup napasnya dalam-dalam. Dia menjetikkan jarinya dan menatap tajam ketiga ninja Konoha tersebut. Dia menyeringai penuh kemenangan.

"Bukankah aku adalah seorang kreator yang lebih hebat dari Kami-sama?" tanya Kagemi dengan nada mengejek. Mata Shizukesa menyipit tajam.

"Aku cukup kagum dengan ceritamu," kata Naruto dengan nada pelan "Tapi sayangnya kau terlalu sombong untuk menganggap dirimu Kami-sama.."

Kagemi terkekeh pelan. Dia mengangkat kedua bahunya dengan santai "Aku tidak mengatakan kalau aku Kami-sama, tetapi aku menganggap diriku sudah setara dengan Kami-sama.."

"Kau adalah pembuat rencana yang sempurna, orang purba.." kata Sasuke dengan nada sinis "Tapi bukankah seharusnya kau sudah menjilati tanah kuburmu dari dulu?"

"Tidak akan pernah," kata Kagemi singkat. Chisai tiba-tiba berdiri dan langsung menunjuk Kagemi dengan nada kesal.

"KAU PENGKHIANAT MAJISHAN! KAU HANYA MENGARANG-NGARANG CERITA SUPAYA AKU TAKUT KEPADAMU KAN?! APA-APAAN DENGAN CERITA BODOH SEPERTI ITU-"

GHHHRRRAAAAAA! Ishina yang telah entah-menjadi-mahluk-apa meneriakkan Chisai dengan suaranya yang mengerikan. Kagemi terkekeh pelan. Chisai langsung mundur dengan wajah pucat ketakutan.

"Kau memang tidak cocok jadi penjahat, bocah.." kata Shizu dengan nada sarkatik. Mata lentiknya kemudian menatap tajam Kagemi Miyamora.

"Tuan Kagemi ataupun kau hantunya," Shizu menyipitkan matanya "Siapa orang yang telah memberikan sel Senju kepadamu dan yang mengatakan kalau dia telah membunuh Shodaime Hokage?"

Kagemi menghela napasnya perlahan. Dia mengedipkan matanya ke arah Shizu "Jenis chakranya hampir sama dengan jenismu, cantik.."

DEG! Mata Shizu membulat sempurna. 'Tidak mungkin! Jangan-jangan dia..'

Kagemi pun maju selangkah dan menoleh pelan ke arah Ishina. Dia tampaknya akan memberi suatu perintah kepada monster mengerikan tersebut.

"Ada rencana?" tanya Naruto dengan nada bergetar.

"Sayangnya tidak ada," kata Shizu pelan. Kagemi menoleh ke arah tiga bocah tersebut dan menyeringai sadis.

"Bunuh mereka, roh-roh penuh dendam.."

GHHRRRRAAAAAA! Ishina berteriak kencang dan berlari sangat cepat ke arah mereka. Naruto, Sasuke, dan Shizukesa langsung melompat ke belakang. Chisai berlari kencang untuk menyusul ketiganya. Tiga ninja muda itu dengan cepat keluar dari gua dan berlari menjauhi Gua Yokin. Chisai yang baru keluar dari gua mengerikan tersebut tiba-tiba tersandung batu dan terjatuh. Naruto yang berada paling belakang dari Sasuke dan Shizukesa menoleh ke arah mulut Gua Yokin di mana Chisai berusaha mendirikan tubuhnya. Tiba-tiba sebuah tangan muncul dari dalam gua tersebut dan mencengkram erat betis anak kecil tersebut. Chisai berteriak-teriak ketakutan. Sasuke dan Shizukesa berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.

"TOLONG AKU! TOLONG AKU NII-SAN! TOLONG!"

Naruto melirik ke arah dua temannya. Sasuke dan Shizu memandang Naruto dengan pandangan 'terserah-dirimu-Naruto!'. Naruto langsung berlari ke arah Chisai dan menangkap kepala anak tersebut. Chisai tersenyum lega ketika merasa Naruto akan menariknya keluar.

"A-arigatou Naruto-nii, to-tolong tarik aku.." kata Chisai dengan nada lemah. Tangan monster Ishina tiba-tiba sudah mencengkram pantat Chisai dengan ganas. Anak kecil tersebut mengaduh kesakitan.

"Hn," Naruto memandang datar ke arah Chisai. Matanya tampak kasihan melihat keadaan anak kecil tersebut.

"Siapa yang bilang mau menolongmu,"

Mata Chisai bergetar hebat.

"Para penjahat tidak perlu rasa kasihan!"

TRAAK! Naruto memutar cepat kepala kecil itu dan langsung mematahkan lehernya. Wajah Chisai pun menghadap ke belakang dan tubuh mungilnya akhirnya tertarik ke dalam gua. Naruto langsung menusukkan dua kunai peledak di depan gua dan melesat cepat ke arah dua temannya. Tiga ninja Konoha itu langsung berlari ke dalam hutan.

"Kau marah akan keputusanku, Shizu?" tanya Naruto datar saat melihat wajah cantik sang Midoru yang tampak berpikir.

"Tidak. Hanya saja aku kecewa, tapi itu memang cocok untuk tipe sepertimu.." kata Shizu dengan tatapan yang lurus ke depan. Sasuke melirik ke arah partnernya dan tersenyum tipis. Naruto menyeringai.

"Anggap saja itu hadiah untuk Kagemi Miyamora," kata sang Uzumaki dengan nada tenang. Sasuke melirik ke belakang saat mendengar sebuah ledakan yang cukup kuat di belakang mereka. Dua kunai Naruto sudah meledak dan tampaknya akan sedikit memperlambat kejaran Kagemi bersama budak monsternya. Shizu melirik ke arah duo Uzumaki-Uchiha tersebut.

"Ada yang bisa kita lakukan?" tanya sang Midoru cepat. Naruto menggosok pipinya.

"Hemm, bagaimana Teme?"

Sasuke melirik ke arah partnernya "Ke kuil. Kau ingat apa yang aku coba dengan api di sana dan membuat patung-patung itu bercahaya?"

Naruto menganggukkan kepalanya dengan mantap "Kau benar-ttebayo! Tiga patung dewa itu!" Naruto menggosok hidungnya dengan penuh semangat "Mungkin Ken Miyamora tahu bahwa suatu saat akan terjadi seperti ini. Itu pasti suatu kekuatan untuk menghancurkan roh-roh karya Kagemi Miyamora!"

Shizu melirik sekilas ke arah keduanya "Apa yang kalian temukan sewaktu pergi ke sini?"

"Hn, kami datang untuk menyelamatkanmu, Tsundere.." kata Sasuke dengan wajah datar. Mata lentik Shizu sedikit melebar. Naruto terkekeh pelan.

"A-aku tahu itu! A-ah.." Shizu menggelengkan kepalanya "Arigatou atas pertolongannya. Maaf..maaf aku lupa mengatakannya,"

Naruto ingin membuka mulutnya dan berbicara. Tetapi teriakan mengerikan di belakang mereka membuat sang Uzumaki kembali melirik ke belakang.

"Heh, mahluk itu tidak ada habisnya," Naruto menendang sebuah ranting yang menghalangi larinya. Sementara Sasuke dengan sigap melemparkan tiga kunai peledak secara berjejer di belakang mereka untuk menghambat kejaran Kagemi Miyamora dan budak monsternya tersebut. Sasuke kemudian berdehem pelan yang tampaknya tertuju kepada Shizukesa.

"Apa?" tanya Shizu pelan ketika tahu Sasuke menatapnya intens.

"Soal terima kasihmu," Sasuke tersenyum tipis "Tidak masalah kami menolongmu..karena kita sekarang adalah,"

Naruto menyengir lebar "KITA ADALAH TIM DATTEBAYO!"

Mata lentik Shizu benar-benar membulat sempurna. Irisnya bergetar pelan dan dia merasakan ada rasa senang di hatinya. Sang Midoru menundukkan kepalanya dan helaian-helaian coklat keemasannya menutupi sebagian wajah cantiknya. Hanya terlihat bibir tipisnya yang tersenyum tulus.

GHOAAAAAAAAA! Naruto, Sasuke, dan Shizukesa menoleh ke belakang. Ketiga pasang mata itu melebar ketika melihat Ishina yang dirasuki roh-roh jahat tersebut berlari kencang seperti serigala dengan Kagemi yang duduk di atas punggungnya dan memasang senyuman mengejek. Naruto mendecih kesal. Ishina melompati kunai peledak Sasuke dan langsung memperpendek jarak antara dirinya dan Naruto cs. Shizu memicingkan matanya saat melihat sebuah cahaya di depan mereka.

"Itu kuilnya?" tanya sang Midoru pelan. Naruto dan Sasuke menoleh ke depan dan menganggukkan kepala.

"Ada dua gerbang di halaman belakang. Di antara dua gerbang halaman belakang ada sebuah patung yang menjadi penghubung cahaya di patung luar.." Naruto berhenti sejenak "..Ada tiga patung dewa di dalam dan tampaknya itu adalah kunci untuk menyegel roh-roh mengerikan itu-ttebayo!"

Shizu menganggukkan kepalanya perlahan "Aku mengerti," sang Midoru menoleh ke belakang dan mata lentiknya langsung melebar tak percaya.

"Apa-apaan,"

Naruto dan Sasuke menoleh ke belakang secara bersamaan. Tiba-tiba dari mulut Ishina keluar cahaya aneh berwarna hitam kemerah-merahan. Cahaya itu langsung keluar dari mulutnya seperti laser dan menuju ke arah tiga ninja muda tersebut. Shizu langsung menjatuhkan tubuhnya diikuti Naruto yang dengan cepat menekan tubuh partnernya ke bawah.

BWOOOOONG! Laser itu melesat melewati kepala tiga ninja muda tersebut dan langsung mengarah ke..

'KUIL ITU!' batin ketiga ninja muda itu dengan wajah shock.

DHUAAAAARHHH! Ledakan gila terjadi..

.

.

.

"Kau.."

Jiraiya menggaruk belakang kepalanya. Puluhan orang yang dia simpulkan sebagai keluarga Harigawa mengepungnya di tengah desa. Di depannya berdiri Nagawa dengan pandangan menyelidik.

"BAGAIMANA KALIAN BISA MENEMBUS KEKKAI KAMI?!" teriak Nagawa dengan nada kesal. Jiraiya kembali menggaruk belakang kepalanya dengan senyuman polos.

"Bagaimana ya?" kata sang Sannin santai.

"BAGAIMANA APANYA?!" teriak Nagawa dengan nada kesal. Paman Chisai itu langsung memberi tanda untuk menghajar sang petapa katak.

"HAJAR ORANG TUA ITU!" teriak Nagawa dengan nada penuh amarah. Para keluarga Harigawa langsung menyerang Jiraiya dengan senjata-senjata mereka.

"Wah..wah..wah..anda tampaknya tidak terlalu terkenal di sini, Jiraiya-sama," kata Kiba sambil menggerakkan segel tangan "Ayo Akamaru! Kita selesaikan ini secepatnya!"

"Guk!"

Sementara Shikamaru menggaruk belakang kepalanya dengan wajah malas. Dengan santainya bocah berambut nanas tersebut melemparkan dua kunai peledak ke arah kerumunan para keluarga Harigawa yang berlari ke arahnya.

"AWAAAS! ITU ADALAH BOOOM!"

"WAAAAA!"

"KYAAAAA!"

KABOOOM! Shikamaru menguap perlahan-lahan. Dia menggosok kedua matanya dengan tangan kanannya. Jiraiya terkekeh pelan.

"Bersemangatlah nak,"

Shikamaru pun langsung memasang gaya bertarung klannya "Heh, aku benci sesuatu yang merepotkan seperti ini, Jiraiya-sama..aku harap tim Kakashi-sensei bisa bergerak cepat,"

Sementara itu Kakashi, Sakura, dan Hinata kini mengevakusasi warga biasa dan mengeluarkan mereka lewat jalur yang telah Anko buka. Anko sendiri kini sedang sibuk menghajar para keluarga Harigawa yang berusaha mengusirnya dari spot terlemah Kekkai tersebut. Kakashi menepuk pelan bahu Jounin tersebut saat Anko sedang menginjak-injak perut seorang Harigawa.

"Sudahlah Anko..para warga Kurai akan mengira kalau kita-lah penjahatnya,"

Anko dengan wajah psikopat tertawa kecil dan menjulurkan lidahnya ke arah pria Harigawa tersebut. Harigawa itu langsung berteriak ketakutan.

'Kau benar-benar mirip seperti ular kalau seperti itu,' batin Kakashi dengan wajah sweatdrop.

DHUAAAAARHH! Kakashi dan Anko segera menoleh ke arah barat daya, tepatnya ke arah Lembah Kuroyami. Para warga berteriak ketakutan dan anak-anak kecil menangis karena terkejut. Sakura dan Hinata meneguk ludah perlahan-lahan.

"Apa Naruto dan yang lainnya ada di sana, Kakashi-sensei?" tanya Sakura dengan nada khawatir. Kakashi menghela napasnya perlahan.

"Mungkin,"

"Ki-kita harus menolong mereka Kakashi-sensei!" kata Hinata denga tatapan khawatir. Kakashi menatap sekelilingnya dengan cepat.

"Prioritas utama kita adalah menolong para warga Kurai no Sato untuk tidak berada dalam bahaya karena situasi desa sedang kacau. Setelah semuanya aman maka kita bisa memberikan bantuan Hinata-"

"Tapi Kakashi-sensei," potong Sakura dengan cepat. Mata Kakashi sedikit menajam.

"Aku tidak mau terlambat untuk hal ini..Sakura," kata Kakashi dengan nada tegas. Sakura dan Hinata menundukkan kepalanya. Mereka mengangkat kepalanya dengan sigap dan menganggukkan kepalanya dengan mantap. Kakashi tersenyum tipis di balik maskernya.

"Wah..wah..wah..pria mesum sepertimu ternyata bisa berkata sehebat itu," Anko terkekeh pelan "Bagaimana bisa?"

Kakashi hanya melirik malas ke arah Jounin elit tersebut "Aku tidak tahu," kata sang Copy-nin dengan nada santai.

.

.

.

Naruto bangun perlahan-lahan sambil menggosok kedua lengannya yang berbenturan keras dengan tanah. Matanya langsung tertuju ke arah kuil dan pupilnya langsung bergetar hebat.

"Tidak mungkin.." gumam sang Uzumaki perlahan.

"Halo para bocah,"

Sasuke yang baru bangkit langsung menoleh ke belakang. Shizu menggelengkan kepalanya perlahan dan melirik ke belakang dengan mata sedikit redup. Ketiga bocah itu kini berada dalam bahaya.

Majishan atau yang sekarang bernama Kagemi Miyamora turun dengan anggun dari punggung Ishina. Pria tampan tersebut berdiri tegak di hadapan tiga ninja yang sangat muda darinya. Kagemi terkekeh pelan dan mengusap dagunya perlahan. Ishina bangkit dari modenya yang seperti binatang dan berdiri normal seperti manusia, namun wajahnya tetap menampilkan ekspresi bengis dari para roh-roh yang penuh akan rasa dendam dan murka.

"Apa yang harus aku lakukan kepada kalian sekarang hm?" tanya Kagemi dengan nada pelan. Naruto tiba-tiba bangkit dan bergerak cepat ke arah Ishina. Tangannya seperti ingin mengambil sesuatu dari wanita tua tersebut.

GREP! Kagemi memegang tangan sang Uzumaki dengan cepat. Mata Kagemi menyala penuh kemarahan.

"Apa yang mau kau lakukan, bocah?"

Naruto tersenyum mengejek.

"Hanya menggunakan suatu trik aneh," Naruto sengaja membuat jeda "Apa kau tahu Tuan Kagemi, Tuhan tidak pernah gugup sedikitpun!"

Naruto punya rencana!

TBC

Author Note:

Maaf atas keterlambatan saya dalam mengupdate fic ini. Jangan salahkan Icha karena dia telah melimpahkan tanggung jawabnya kepada saya untuk mengup-nya. Icha memang sudah selesai mengetiknya dan tinggal saya yang mengedit sedikit dan mengupdatenya jika sudah selesai. Entah kenapa akhir-akhir ini penyakit mendownload anime 'yang anda-tahu-bagi-pria' saya lagi kambuh. Saya malah tenggelam dalam keasyikan itu dan hehehe, saya punya saran anime yang bagus lho teman-teman, ehem..baiklah-baiklah,

Back to this fic. Soal orang yang membunuh Hashirama dan memberikan Kagemi adalah salah satu musuh yang akan muncul di The Best Team Original Story entah tetralogi ke berapa, bisa di Snake Journey, atau Akatsuki Style, dan bahkan di 4nd Tetralogi terakhir, The Fourth Shinobi War. Cluenya sudah dikatakan sedikit oleh Kagemi dan anda sekalian bisa melihatnya di atas.

So, yang menjadi pertanyaan di chap depan, apa rencana yang akan dilakukan Naruto? Hehe, sekali lagi saya beri applaus untuk adik sepupu saya yang telah menggunakan sisi action menggunakan strategi. Bagaimana dia bisa menggunakan hal yang tempo dulu menjadi kekuatan kejutan untuk ninja penuh kejutan seperti Naruto.

Yap, saatnya sesi Question and Answer

Q: Apa? Ternyata Majishan itu Kagemi.. Ga nyangka-_- kirain Majishan itu orang yang terobsesi banget sama The Death Scroll & kekuatannya..

Kamu hebat.. Lanjut Cha!

A: Haha, memang. Itu sudah dia rencanakan sejak awal. Memunculkan Kagemi Miyamora itu dia dapatkan katanya dari inspirasi MK soal memunculkan Kaguyo O yang banyak diceritakan Rikudou Sannin. So, thanks gan

Q: Update?

A: Sorry gan ane lama up. Meskipun lagi free work, tapi itu ane gunakan untuk hal-hal yang ane sukai. Thanks bro

Q: jadi intinya adalah balas dendam yg di balas kembali? ironi ganda... melakukan tindakan sadistic untuk memuaskan hasrat akan balas dendamnya kepada keluarga harigawa sekaligus membuat semacam kekuatan terkutuk. dan kekuatan itu telah kembali di buka, oleh keluarga harigawa itu sendiri. jadi, kenapa dia bisa sampai brtahan hidup dengan usia sepanjang itu? orang yg mmbunuh shodaime hokage dan mengambil sel nya guna memperpanjang usia. pertanyaan nya, bukankah kelebihan dari sel hokage pertama adalah keunikan dna nya, dimana dia bisa memanipulasi kayu? serta dengan stamina dan daya tahan tubuhnya yg berasal dari klan senju , klan yg dikatakan memiliki stamina dan daya hidup yg hampir menyamai Uzumaki. dan jika ia mentransplantasikan sel hasirama ke tubuhnya, itu hanya akan menambah daya hidup selnya, bukan mengunci usianya. bukankah Danzo juga tetap menua? begitu pula dengan madara uchiha ketika dia pertama kali merawat obito di gua persembunyiannya. jika ia masih terlihat muda, maka seharusnya ada hal lain yg dia lakukan, seperti kakuzu contohnya.. :D

A: Yap, seperti yang dikatakan orang yang membunuh Shodaime, dia telah memanipulasi kekuatan kayu Shodaime dan membuat kekuatan sel menjadi lebih kuat. Sel Senju yang dimiliki Kagemi Miyamora membuat dirinya tetap muda seperti jutsu medis Regenerasi Tsunade. Kagemi melakukan Henge untuk mengubah penampilannya menjadi anak kecil lagi dan melakukan persiapan rencana yang matang. So, thanks atas analisisnya bro..

Q: Sungguh mengerikan ngebayangkan dia membunuh satu persatu keturunan nya sendiri,apakah itu seni juga ya ?.

A: Yap, anda sudah tahu alasan kenapa Kagemi bertindak seperti itu kan. Thanks gan

Q: jadi Majisan adalah Kagemi Miyamora, tapi bukanya 12 pasukan setan dulu diasuh oleh Ishina Harigawa, jauh banget masa hidup Kagemi, padahal dari masa dia buat kutukan untuk klannya sampe dia diasuh oleh klan yang telah ngebunuh istrinya.. apa dia pake jutsu Hashirama? ya meski saya baru baca 'Next Chap Preview'.. Ya akhir kata NEXT...

A: Yap, seperti yang dijelaskan di atas, Kagemi dengan sel Senjunya memiliki kekuatan regenerasi muda seperti jutsu Tsunade, dan saat dia diasuh Ishina, dia melakukan Henge no Jutsu yang membuat tubuhnya seperti anak kecil lagi. Thanks atas analisisnya..

Q: Waw fantastis. Tapi sebenernya udah ada bayangan sih salah satu dari 12 setan itu ada yang mau mengambil keuntungan, ga ngira aja ternyata Dia adalah Si Miyamora kagemi.

Itu pas Shizu pingsan Dia mimpi tenang masa lalunya ya? Ditunggu lanjutannya. makin seru

A: Yap, mimpi masa lalu Shizukesa tentang mobil mainannya, soal masa lalu Shizu yang jelas ada d TBT dengan judul chap All Secret, saya lupa chap berapa *saking banyaknya :D* thanks gan..

Q: Makin seru ceritanya dan apakah chapter kedepan akan menceritakan masa lalu dari kagemi miyamora sang dalang yang sebenarnya? Dan soal ber 'piip' itu memang sebuah hal yang lumrah *pasang wajah bijaksana* Salam Sex Itu Pria (Minato:Salam Hidup Itu Indah_)...

A: Salam bro. Yap, memang diceritakan masa lalu Kagemi biar lebih jelas. Anda memang pria *ngacungin jempol*

Q: Hmm apa yah ?,aduh lupa gue, hah lanjut aja deh !.

A: Haha, sip..jangan lupa lagi bro

Q: Gluk... *menelan ludah ketakutan* apa Kagemi Miyamora itu masih manusia atau sudah jadi hantu ttebayo...! *ikuti gaya Naruto saat takut pada hantu* *Lebay* :)

Lanjuttt...! :D

A: Haha, dia tetap manusia tapi mempunyai regenerasi yang tinggi akibat mendapatkan sel Hashirama Senju

Q: Jadi majishan adalah Kagemi miyamora itu sendiri?

A; Yap, seperti itulah. Kagemi is Majishan.

Q: Jadi kagemi miyamora itu masih hidup?dan dia dalang dari kejadiaan ini semua?wow..tidak terfikir sampai situ dan itu tadi deskripsinya ewh sekali menjijikan-_-"
so next chap buat yg selanjutnya!

A: Yap, seperti itulah. Haha, apa yang membuat anda jijik, apa deskripsi tentang Ishina? Jangan membayangkannya gan. Thanks..

Q: Yo!
Da donni!

Hell Yeah! Seperti yang saya maksud di review chapter 13, dan yah! tepat! pengendali suatu kekuatan harus jauh lebih kuat dari kekuatan tersebut! ataupun wadah dari penampung kegelapan dengan volume tersebut juga harus punya kapasitas besar!
Dan anda memunculkan Kagemi! Pencipta kekuatan kegelapan itu sendiri yang pastinya bisa mengendalikan kekuatan ciptaan dari karya karya 'fenomenal'nya.. roh dari model lukisan yang ia bunuh!

Saya ingin lihat progress Kagemi dichapter depan, BTW, Sepertinya Chapter depan tim Jiraiya dadakan akan banyak mengambil scene!

lastly... I Love U uda Donni!

A: Waduh Uda, ada apa dengan I Love itu bro..hahaha, sorry Da, saya belum sempat mereview fic anda. Saya baru baca dua chap awal dan terkesan. Nanti saya akan lanjutkan dan saya akan rev anda di chap terakhir anda up. *karena saya sudah diancam Icha, dia bilang "Bang, punya janji sama Samudera-san kan? Cepat baca ficnya! Jangan nonton anime kayak gitu.." dan blablabla..hehe, sip, terima kasih atas reviewnya.

Q: doni senpai tbt kapan season 2 ya? ap hbs tbt tds ini? lanjut doni senpai

A: Saya usahakan bro. Semoga panggilan kerja tidak datang dengan cepat dan saya bisa melanjutkan TBT project. Terima kasih atas reveiwnya.

Q: Kagemi Miyamora udh kakek-kakek,sok awet muda...sama seperti...seseorang

A: Seperti? Ah, saya hanya bilang thanks atas reviewnya gan.

So, terima kasih kepada

kun-cici naru, budey. s. reydit, Lsamudraputra, sgiariza, Readerr, Hacia Hikari, Uzumaki. Namikaze. GM, sodikin. limpakuwus, Z. L. C, Sarutobi RianMaru, Guest, ara Aya, Adinda D'Vermouth Kudo, Himura, Muhammad. Khadafi. 777158, naruto Potenza, hanafid, Arevi. Are. Viking, dan Kirigaya o.

Review kalian akan terus kami (saya dan Icha) tunggu dan dukungan, saran, review dan lain-lainnya akan terus kami buka dengan tangan lebar-lebar.

Baiklah, sampai jumpa di chap depan, salam olahraga!

Tertanda. Doni Ren

Preview The Next Chap:

"Ada apa ini sebenarnya?!"/ "Pergilah dulu Sakura-chan, biar aku yang menghadang mereka!" /"Gugup?"/ 'Na-Naruto..tidak! tidak!'/"Tapi bukankah sudah banyak chakra Kurama yang kugunakan?" /"Bukan dengan kekuatan kegelapanmu, Naruto..yakni kebencianmu.."/ "Jika dia kehilangan kesadaran maka bocah itu akan mengamuk. Di sisinya ada si Midoru itu, kau tahu kan jika dia.."/ "Dasar Midoru sialan..jadi dia sengaja ya? Bahkan di situasi ini dia masih bisa bersiasat dengan cara aneh!"/ "Apa kau mencoba membunuh mahluk itu sendiri, Dobe?"

Selanjutnya di The Best Team Special Arc, Chap 16: Naruto's Plan

"Apa yang kau incar?" /"..Tapi kenapa kau menghentikan kekuatan tadi! Bahkan dengan mode tadi aku bisa membuat dua kali Dai Rasenringu!"/ "Aku-maksudku kami bertiga memang akan menang, penjahat purba.."/ "Sekarang apakah kau gugup, Yang Mulia Kagemi Miyamora?"