THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL
By Icha Ren
Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT
Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor
Rate : T
Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More
Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^
.
.
Enjoy it!
Chapter 16: Naruto's Plan
Malam pun kini melewati batas tengahnya. Waktu pun menunjukkan kira-kira pukul 2 dinihari. Namun saat ini Kurai no sato tidak tertidur. Desa penuh kekelaman ini sedang dilanda keributan dan kekacauan yang memuncak. Para warga berlarian ke arah luar desa dengan dibantu oleh para ninja Konoha yang sigap dalam mengendalikan situasi. Kakashi, Sakura, dan Hinata berlari ke rumah para warga non-Harigawa dan mengevakuasikan mereka menuju titik terlemah Kekkai yang sudah dijaga Anko penuh kesigapan.
"Cepat bi," kata Sakura dengan nada khawatir. Seorang ibu separuh baya mengangkat anaknya yang masih balita dengan wajah kebingungan.
"Ada apa ini sebenarnya?!"
Sakura memapah ibu tadi dengan wajah serius "Ada kekacauan di sini," kata Kunoichi bersurai pink itu singkat. Hinata kini berlari di sampingnya sambil membawa dua anak kecil di kedua tangannya.
"Sa-Sakura-chan!"
Sakura menoleh ke arah Hinata. Emeraldnya menatap penuh minat ke gadis Hyuuga tersebut.
"Ada apa Hinata?" tanya Sakura pelan. Hinata menghela napasnya perlahan.
"Tolong antarkan mereka ke tempat Anko-sensei, ada beberapa orang tua yang tidak mau pergi dari rumahnya," kata Hinata dengan nada pelan. Sakura menelan ludahnya.
"Kita harus cepat, atau sebelum-"
"Hei ninja Konoha! Mau apa kalian di desa kami?!"
Sakura dan Hinata menoleh ke belakang dan mendapatkan tiga pria dengan tampang bengis berjalan cepat ke arah mereka. Tiga orang tersebut adalah keluarga Harigawa. Mereka menatap penuh benci ke arah dua Kunoichi Konoha tersebut.
"Jangan ikut urusan di desa kami!" kata pria yang berada di tengah. Dia memutar pedangnya dengan wajah mengerikan "Atau kau mau kami beri pelajaran hah?"
Hinata langsung memasang kuda-kudanya dan Doujutsu khas Hyuuga pun langsung aktif. Mata lavender Hinata menatap tajam tiga orang tersebut.
"Pergilah dulu Sakura-chan, biar aku yang menghadang mereka!" kata Hinata dengan nada yakin 'Aku..ini demi menyelamatkan kekacauan ini!'
Sakura menggelengkan kepalanya. Kunoichi bersurai merah muda itu langsung melemparkan sebuah kunai peledak ke arah tiga orang tersebut. Tiga Harigawa itu langsung melotot tidak percaya dan berlari terbirit-birit ke arah di mana mereka datang tadi. Ledakan pun terjadi dengan cepat.
Hinata menoleh ke arah Sakura dengan wajah polos kebingungan. Sakura tersenyum geli sambil mengedipkan matanya.
"Kita adalah ninja Konoha, dan ninja Konoha tidak akan meninggalkan temannya kan?"
Hinata sedikit tertegun. Putri Hyuuga itu kemudian tersenyum dan menganggukkan kepala dengan mantap.
"H-Hai'!"
.
.
.
"Jūjin Bunshin!"
Poof! Akamaru yang berada di kepala Kiba kini berubah menjadi sosok dirinya dan berstyle merangkak di atas punggung Kiba asli. Kiba menyeringai dan memamerkan gigi-gigi runcingnya.
"Siap berputar Akamaru?" tanya Kiba dengan nada riang.
"Guk!" kata Akamaru singkat. Shikamaru yang sudah siap dengan segel Kagemanenya hanya menghela napas malas.
"Kau terlalu bersemangat Kiba.." kata Shikamaru pelan.
"Kau yang terlalu malas Shika," kata Kiba sambil menggosok hidungnya. Jiraiya yang mendengar percakapan tersebut tertawa pelan.
"Haha, sekarang kita lihat," Jiraiya mempersiapkan kuda-kudanya "Siapa yang sudah siap dalam melawan semua musuh ini,"
Nagawa mendecih tidak suka. Dan setelah decihannya, puluhan keluarga Harigawa pun berlari kencang mengepung mereka. Shikamaru dengan sigap melemparkan bom cahayanya. Kiba dan Kiba-Akamaru berputar dengan cepat seperti bor. Jiraiya langsung mengeluarkan Goketsu Rasengannya, yakni Rasengan raksasa tanpa sage mode.
"APA YANG TERJADI?!" teriak para keluarga Harigawa yang berdiri kaku di hadapan Shikamaru. Bom cahaya itu sekilas membutakan mata mereka. Shikamaru menghela napas bosan.
"Itu tanda kalau kalian disuruh diam," kata sang Nara dengan nada pelan. Bayangannya pun terjulur cepat ke arah kerumunan orang tersebut. Shikamaru akan mengambil resiko menghabisi chakranya untuk mengikat para keluarga Harigawa dalam jumlah banyak.
"GATSUGA!" Kiba dan Kiba-Akamaru dengan serangan membabi buta mementalkan lima orang keluarga Harigawa yang berusaha menerjang mereka dengan senjata-senjata tajam. Kiba berdiri di atas kaki seorang Harigawa dan melirik ke kiri dengan cepat. Sebuah pedang melesat ke arah lehernya. Kiba segera menundukkan kepalanya dan memberi siulan pelan kepada Akamaru. Akamaru yang sedang menendang seorang musuh langsung salto belakang dan melakukan cakaran kepada penyerang tadi. Kiba bangkit dengan cepat dan menghujamkan kepalan tangan kanannya ke arah musuh tersebut.
"Jangan kalah dengan bocah seperti dia!" kata para keluarga Harigawa lainnya. Kiba menoleh ke belakang dan langsung meghantam orang-orang tersebut dengan cepat. Kiba-Akamaru dan Kiba pun saling berdiri membelakangi satu sama lain. Kiba menyengir perlahan-lahan.
"Heh, tidak ada habisnya.." gumam Kiba. Akamaru menggonggong pelan. Serangan dan pertahanan pun masih berlanjut!
Sementara di bagian Jiraiya tampaknya agak sedikit menyulitkan bagi sang Sannin. Jiraiya kini sedang terengah-engah karena setelah menghantamkan Goketsu Rasengannya ke tanah dan membuat para Harigawa yang berlari ke arahnya terpental ke belakang. Para Harigawa lainnya muncul dengan sebuah rantai aneh di tangan mereka masing-masing. Nagawa menyeringai melihat perubahan wajah sang Sannin. Mata Jiraiya sedikit menajam.
"Apa itu?" tanya Jiraiya singkat. Nagawa menaikkan alisnya dan memasang wajah bingung.
"Apa? Apa maksud anda?"
Jiraiya mendengus pelan "Rantai itu," kata sang Sannin perlahan "Apa itu rantai khusus?"
Nagawa terkekeh pelan. Dia memutar rantai yang berada di tangan kanannya dengan santai.
"Baiklah, karena kemenangan ada di depan kami,"
Mata Jiraiya menyipit tajam mendengar kalimat yang barusan keluar dari orang tersebut. Nagawa kembali tertawa kecil.
"Ada apa? Kau tidak mau mendengar cerita dariku tentang senjata ini?"
Jiraiya sudah menyiapkan handseal "Katakan dengan singkat," kata sang Sannin dengan nada yang berubah tajam 'Rantai itu tadi sempat mengenai bahuku dan ada sesuatu yang aneh dengan chakraku setelahnya. Apa itu rantai penghisap chakra? Jika iya, kenapa mereka tidak terkena dampaknya?'
Nagawa melirik sekelilingnya seakan memberi kode untuk siap-siap meyerang Jiraiya. Nagawa kemudian memandang tajam petapa katak tersebut.
"Ini adalah rantai yang dibuat oleh kelompok kekuatan Kurai no sato, 12 pasukan setan dengan berbagai modifikasi yang mereka buat. Rantai ini adalah penghisap chakra dan dapat membuat seseorang yang menyentuhnya berada dalam keadaan tubuh non-chakra,"
"Kenapa kalian-"
"Itulah istimewanya," Nagawa menyeringai penuh kemenangan "Rantai ini tidak berpengaruh kepada keluarga Harigawa. Rantai ini bahkan dibuat dari campuran besi dan sel-sel para Harigawa yang mempunyai sifat khusus.." Nagawa memasang posisi siap menyerang "..Dengan kata lain,"
"HYAAAAH!" para Harigawa kembali menyerang Jiraiya dengan rantai chakra mereka. Jiraiya menggigit jempol jarinya dan langsung menapakkan telapak tangannya ke tanah. Mata Nagawa melebar penuh amarah
"KAU AKAN MATI D SINI NINJA SIALAN!" teriak Nagawa kencang. Puluhan rantai pun mengarah ke Jiraya secara bersamaan dan melilit tanpa ampun tubuh sang Sannin. Jiraiya yang kini masih berada dalam posisi kaki kiri yang menjadi tumpuan dan telapak tangan kanan yang menapak di tanah hanya menaikkan alisnya perlahan-lahan.
"Oh.." kata sang Sannin singkat. Hidungnya menarik napas perlahan-lahan.
"KUCHIYOSE NO JUTSU!"
BLAAAAHHH! Kini para mata Harigawa yang membelalak ketakutan. Jiraiya berdiri di atas kepala Gamabunta yang sedang menghembuskan rokoknya dengan santai. Murid Sandaime itu menyengir tanpa dosa.
Sekarang Jiraiya menunjukkan kenapa dia disebut sang Legenda Sannin!
.
.
.
"Gugup?"
Hanya terdengar suara pelan kobaran api di tempat tersebut. Suara gemirisik api yang berasal dari arah kuil yang terkena kekuatan aneh dari Ishina Miyamora menambah suasana penuh ketegangan tersebut. Kagemi Miyamora yang kini sedang mencengkram erat tangan kanan Naruto tersenyum tipis. Matanya bertemu mata Uzumaki muda itu dengan tatapan penuh amarah.
"Kau bilang aku gugup bocah?" Kagemi langsung menarik tubuh Naruto ke arahnya dan tangan kirinya yang bebas langsung mengarah cepat ke arah perut Naruto.
DUAKHH! Mata Naruto sedikit membulat. Sebuah hembusan angin kesakitan keluar dari mulut Naruto.
"Jangan membuatku tertawa karena itu. Aku tidak pernah gugup sekalipun," Kagemi mencengkram erat leher bocah berkulit tan tersebut. Mata Kagemi kini nampak bercahaya penuh aura pembunuh "Bahkan ketika aku membunuh korbanku secara perlahan-lahan.."
"Naru-"
DUAKH! Sasuke yang berusaha menyerang Kagemi dengan tendangan kaki kirinya langsung terpental ke belakang ketika Ishina tanpa ampun menghantamkan kepalanya ke perut sang Uchiha. Shizu langsung bangkit dan berlari ke samping. Mata lentiknya menatap tajam Kagemi Miyamora. Ishina menoleh ke arah Shizu dan tiba-tiba menghembuskan sebuah asap kehitam-hitaman yang sekilas terlihat bentuk wajah manusia.
'Itu..rasanya seperti rasa dendam yang kuat!' Shizu menggerakkan handseal dan dua buah tombak cahaya langsung muncul di bahu kanan dan kirinya. Kagemi yang semakin mengeratkan cengkramannya hanya menyeringai ke arah Shizukesa.
"Jinsoku-"
"Percuma!" kata Kagemi pelan. Tiba-tiba asap kehitaman tersebut berputar menghilang dan langsung muncul di hadapan Shizu sedetik kemudian. Asap tersebut langsung membentuk sebuah tali-tali asap dan melilit tubuh sang Midoru tanpa ampun. Tembakan tombak cahaya Shizu pun meleset dari sasaran. Mata lentiknya terbuka perlahan dan dia melihat wajah Naruto yang sudah semakin membiru.
'Na-Naruto..tidak! tidak!' Shizu merasakan tali-tali asap itu semakin menutupi pandangannya 'Sialan! Ini..ini..'
KUBUNUH KAU! KUBUNUH KAU! KUBUNUH KAU! KUBUNUH KAU! Gendang telinga Shizukesa terus menangkap getaran suara tersebut. Shizu menghembuskan napasnya perlahan. Dia harus tetap tenang. Dia adalah sang pengawas dan dia bukanlah sesosok lemah yang hanya bisa berdiam diri jika temannya dalam kesusahan. Suara-suara gila itu terus merasuki otaknya. Asap kehitaman itu semakin memeluk Shizu dan menutupi seluruh tubuhnya. Shizu menahan napasnya dan langsung berusaha menaikkan intensitas chakranya.
"Kubilang percuma kan!" kata Kagemi dengan nada yang sedikit membentak. Tiba-tiba tubuh Shizu terpental keluar dari asap tersebut dan melesat menuju Ishina. Ishina langsung menangkap tubuh mungil nan feminim itu dengan tangan kanannya dan langsung menghempaskan tubuh Shizu ke bawah. Sasuke yang baru bangkit dari posisi terbaringnya langsung berusaha menciptakan Chidori. Tiba-tiba asap kehitaman yang tadi mengikat Shizu muncul di belakang Sasuke dan langsung mengikat sang Uchiha tanpa ampun. Mata Sasuke bergetar hebat.
"U-ukh..Ko-Konoyaro.." kata Naruto dengan napas yang semakin menipis. Kagemi terkekeh pelan. Naruto melirik ke belakang dan melihat posisi antara dirinya dan Shizu sedikit lebih dekat. Naruto berusaha melayangkan kaki-kakinya ke arah perut Kagemi namun pelukis sadis itu semakin meninggikan cekikannya hingga membuat mata Naruto perlahan-lahan ke atas. Tangan Naruto berusaha menghajar wajah tersebut, namun sia-sia..Kagemi tetap menang dalam situasi tersebut.
"Apa yang bisa kau lakukan bocah? Apa yang bisa kau katakan?" Kagemi memasang senyuman kemenangannya "Lihat teman-temanmu..si rambut ayam itu kini tengah menunggu ajalnya karena roh-roh pendendam itu sedang merasuki tubuhnya dan akan segera membunuh jiwanya. Lihat si cantik kita yang bersurai keemasan," Kagemi menatap penuh minat ke arah Shizu. Wajah Shizu kini sedang disemburkan asap kehitaman dari mulut monster Ishina. Tampak wajah Shizu sama lelah dan sayu-nya seperti Sasuke. Tanpa semangat hidup. Naruto melirik sekilas ke arah teman-temannya dan merasakan suatu gejolak menerpa hatinya.
"Saatnya," kata Yami dengan nada datar di mindscape sang Uzumaki . Naruto memandang tajam dua kolega di dalam tubuhnya tersebut.
"Tapi bukankah sudah banyak chakra Kurama yang kugunakan?" tanya Naruto pelan. Yami menyeringai.
"Hanya chakra," seringaian The Dark Side semakin lebar "Bukan dengan kekuatan kegelapanmu, Naruto..yakni kebencianmu.."
Iris Naruto bergetar hebat.
BWOOOSHH! Kagemi sedikit tersentak kaget saat melihat tubuh Naruto tiba-tiba terkuar chakra berwarna merah kehitam-hitaman. Namun pelukis sadis tersebut kembali memasang ekspresi tenangnya. Dia tahu bahwa bocah tersebut sudah mengeluarkannya di dalam gua..
'Heh, itu lagi. Kekuatan aneh itu hanya meningkatkan kekuatan dan kecepatan gaya bertarungnya, selebihnya..' Kagemi langsung mengeraskan cekikannya. Matanya melebar penuh psikopat '..AKU AKAN MENGHANCURKAN TULANG LEHERNYA!'
DRAAAK! Tiba-tiba kedua tangan Naruto bergerak cepat dan mencengkram erat tangan Kagemi yang mencekik lehernya. Kagemi menaikkan alisnya perlahan-lahan.
"Ini berbeda.." mata Naruto tertutupi oleh rambut kuning jabriknya "..Bodoh!"
TREEEEK! Dan dengan sekali hentakan, Naruto mematahkan tangan tersebut menggunakan kedua tangannya. Kagemi berteriak kencang dan cekikannya di tangan Naruto langsung lepas. Naruto tanpa ampun menendang wajah penjahat tersebut sehingga dia terseret ke belakang beberapa meter dari posisi awalnya.
'Ini..' mata Sasuke yang sudah redup kembali terbuka. Begitu pula dengan Shizukesa.
'Naruto!'
'Kegelapan Naruto!'
Naruto menoleh ke arah Ishina dan langsung menghantam wajah monster tersebut dengan tangan kanannya. Ishina yang baru saja ingin menoleh ke arah Naruto langsung terpental beberapa meter dari atas tubuh Shizu, Asap kehitaman yang menutupi tubuh Sasuke dan Shizukesa langsung menghilang. Naruto berdiri dengan latar belakang aura yang kelam. Sekelam Lembah Kuroyami.
"Tahan Yami. Jangan masuk ke kesadaran bocah itu secara penuh," kata Kurama di mindscape Naruto. Yami melirik sekilas ke arah Kurama.
"Oww kau peduli ya..Kyuubi?" kata Yami denga nada santai. Kurama mendengus pelan.
"Jika dia kehilangan kesadaran maka bocah itu akan mengamuk. Di sisinya ada si Midoru itu, kau tahu kan jika dia.."
"Aku tahu," Yami menyeringai "Dasar Midoru sialan..jadi dia sengaja ya? Bahkan di situasi ini dia masih bisa bersiasat dengan cara aneh!"
Sementara Shizukesa yang baru bangkit langsung melirik tajam ke arah Naruto. Matanya kemudian memandang datar ke arah Ishina yang bangkit dengan teriakan kemarahan. Midoru berparas cantik itu menundukkan kepalanya dan nampak berpikir.
"Hati-hati!" kata Sasuke yang tampaknya sudah sadar dari keadaan kritisnya tadi. Sang Uchiha berlari ke arah kuil yang terbakar dan membuat isyarat untuk mengikutinya "Kita bawa dia ke sini!"
GHRRRAAAAA! Ishina berteriak kencang dan dari mulutnya kembali keluar sinar merah kehitam-hitaman tersebut. Sementara Kagemi Miyamora bangkit dengan wajah datar sambil memakan sesuatu dari kantong bajunya. Dia kemudian menatap tajam ke arah tiga bocah yang kini berlari ke arah kuil yang baru ditembaki Ishina dengan kekuatan monsternya.
'Heh, ini adalah pil terakhir yang kubentuk dari sel-sel Senju,' Kagemi menelan pil tersebut perlahan-lahan. Tangannya yang patah nampak bergenerasi dengan cepat 'Aku harus secepatnya menyelesaikan masalah sepele ini!'
BWOOOOONG! Tembakan laser dari mulut Ishina keluar dan melesat menuju tiga ninja muda tersebut. Naruto tiba-tiba berbalik dan sudah ada Rasengan kegelapan di tangannya. Shizu dan Sasuke menoleh ke belakang dengan cepat.
"DAI RASENRINGU!"
BLAAAAAAARHHH! Mata Kagemi membelalak hebat. Pupilnya bergetar kencang.
'Bo-bocah itu..'
Naruto berdiri dengan tenang di depan Sasuke dan Shizu. Di depan sang Uzumaki kini tercetak sebuah kawah berdiameter 15 meter dan dipenuhi api-api membara. Perlahan-lahan chakra kegelapan Kyuubi hilang dari tubuh Naruto. Naruto langsung jatuh terduduk dengan napas terengah-engah.
'Dia bisa menahan amarah para roh yang dikeluarkan Ishina..' mata Kagemi menyipit tajam 'Bocah itu bukan bocah sembarangan. Siapa dia?!'
Ya, Kagemi Miyamora tidak tahu kalau Uzumaki Naruto adalah seorang Jinchuuriki Kyuubi yang dipenuhi kekuatan kegelapan nan mengerikan..
"Sasuke, kau bisa pergi ke kuil untuk melakukan hal yang pernah kau coba?" tanya Naruto dengan napas terengah-engah. Sasuke menaikkan alisnya.
"Apa kau mencoba membunuh mahluk itu sendiri, Dobe?"
Naruto menggelengkan kepalanya perlahan. Tubuhnya sedikit limbung "Tidak..hahh..hahh..Shizu, Shizu akan membantuku,"
Shizukesa menatap datar ke arah Naruto. Dia kemudian menyiapkan kunainya.
"Apa yang kau incar?" tanya Shizukesa perlahan. Naruto berusaha berdiri, namun tubuhnya kembali jatuh terduduk. Sasuke dengan sigap membantu partnernya tersebut. Mata Sasuke sudah berubah menjadi Sharingan.
"Kita bertiga akan melakukannya bersama-sama," kata Sasuke dengan nada monoton. Naruto terkekeh pelan.
"Aku terlalu memaksakan diriku pada kegelapan-ttebayo," kata Naruto dengan suara yang agak serak. Shizu melirik sekilas duo tim tersebut. Sasuke menatap tajam ke arah Ishina-Kagemi dan menyeringai tipis.
"Bukankah 'itu' adalah teman kita?" Sasuke menarik pelan kerah bajunya "Hn, tidak keberatan ikut bersama kami, Shizu?"
Shizu menghela napasnya "Aku malah senang.." kata sang Midoru singkat. Naruto menyengir dan menghantam telapak tangan kiri dengan tinjuan tangan kanannya.
"YOSH! KITA HANYA BUTUH RAMBUT WANITA TUA ITU!"
Dan Naruto tampaknya punya rencana..
~TBT: TDS~
Kagemi Miyamora berjalan perlahan mendekati Ishina yang berdiri dengan mata liar. Tetesan-tetesan air liur jatuh dari mulut wanita tua tersebut. Kagemi mengelus pelan rambut budaknya dan tersenyum tipis.
"Ini betul-betul suatu acara yang menarik. Entah kenapa dari dulu aku tidak disuguhkan suatu peristiwa seperti ini,"
"Heh," Naruto menyeringai "Karena kami belum lahir, purba!"
"Purba?" Kagemi menaikkan alisnya "Terima kasih atas pujiannya nak, tapi jujur saja.." mata Kagemi menatap tajam ke arah Naruto "..Aku takjub kepadamu. Kau bisa melepaskan cekikanku dan menahan semburan kekuatan roh para pendendam. Boleh aku tahu siapa namamu?"
Naruto tidak menjawab. Hening. Sasuke melirik sekilas ke arah partnernya. Sementara Shizu sendiri memiringkan kepalanya dan tampak menunggu sesuatu.
Mindscape Naruto
"Tubuhku sudah bisa bertarung Kurama?"
Sang Kyuubi yang kini sedang dalam posisi malas membuka sebelah matanya dan menguap. Yami yang bersandar di jeruji segel Kyuubi hanya tersenyum aneh.
"Tunggu Naruto. Kau tahu kan dirimu ada batasnya," kata Yami pelan. Kurama mendengus pelan sehingga beberapa gelombang kecil di tempat berair tersebut bergerak pelan.
"Aku tahu, tapi.." Naruto memandang sekilas ke bawah. Dia pun mengangkat kepalanya dan menatap tajam Yami "..Tapi kenapa kau menghentikan kekuatan tadi! Bahkan dengan mode tadi aku bisa membuat dua kali Dai Rasenringu!"
"Midoru Shizukesa ada di sana!" kata Kurama dengan nada tegas. Naruto memiringkan kepalanya kebingungan.
"Eh? Nani? Apa.." Naruto menggaruk belakang kepalanya "..Apa maksudmu Kurama?"
"Akan kami jelaskan kemungkinan yang dilakukan bocah itu, Naruto.." kata Yami dengan serius "..Sekarang kalahkan orang yang bernama Kagemi Miyamora itu dengan kerja sama kalian bertiga dan buat taktik yang efisien. Gunakan chakra seminimal mungkin karena kau, Sasuke, maupun bocah Midoru itu sudah sampai batas terakhir,"
Yami menundukkan kepalanya. Naruto dapat melihat pancaran mata sang The Dark Side benar-benar mencekam "Kau mengerti kawan?"
Naruto terdiam. Dia menghela napasnya perlahan.
"Aku juga punya rencana,"
Naruto langsung kembaii ke dunia nyata
'Yami!'
"Kau tidak mau menjawabnya bocah?" tanya Kagemi dengan nada dingin. Naruto yang kembali sadar menoleh ke arah Sasuke dan Shizu secara cepat. Kagemi yang merasa sedikit diacuhkan langsung memegang kepala Ishina dan memejamkan matanya. Pelukis sadis tersebut langsung melakukan perintah koneksi melalui impuls-impuls jutsunya.
GHRAAAAAAA! Ishina berteriak murka. Hembusan angin kelam langsung menerpa daerah pertarungan tersebut.
"Kalian mengerti?" kata Naruto yang tampaknya sudah selesai dengan sarannya. Kedua temannya mengangguk tanda mengerti.
"Gunakan chakra seminimal mungkin ya," Sasuke tersenyum tipis. Sharingannya melebar "Aku duluan! Naruto, cover dengan shurikenmu!"
"Yosh!"
Shizu berlari dari arah samping "Aku serangan inti!" kata sang Midoru singkat. Sementara mata Kagemi terbuka lebar dan bergerak cepat memperhatikan sekelilingnya.
'Mereka mulai ya? ' Kagemi menyeringai 'Ini benar-benar mengasyikkan!'
"Go Shi o.." Sasuke maju melesat ke arah Ishina "..Keru!"
BWOOSH! Sasuke langsung berada di depan ishina dan melakukan tendangan lurus ke dada wanita tua tersebut. Ishina menahannya dengan mudah. Tangan wanita tua tersebut menangkap kaki kiri Sasuke yang menendang dan siap melemparkannya ke arah kanan. Kagemi yang telah melompat mundur ke belakang terkekeh pelan.
"NI!" kaki kanan Sasuke yang bebas langsung melakukan tendangan samping ke arah leher Ishina. Tiba-tiba dari telinga kiri wanita tua tersebut muncul sebuah asap hitam dan langsung menjadi pelindung dari serangan tendangan kedua Sasuke. Sasuke yang tidak mau kalah langsung mengayunkan tubuhnya ke atas supaya tangannya dapat menjangkau wajah sang monster. Ishina tiba-tiba memutar tubuh Sasuke sehingga keseimbangan sang Uchiha goyah. Shizu yang sudah berada di sisi kanan Ishina sudah siap dengan pukulan cahayanya.
"Jinsoku: Karui Dageki!"
DRAAASHHH! Tiba-tiba dari dalam tanah yang berada di sisi kanan Ishina keluar semburan asap hitam yang bertekanan tinggi. Tubuh Shizu terpental ke atas, tapi wajah sang Midoru tetap tenang. Shizu melirik ke arah Naruto yang sepertinya agak sedikit terkejut dengan arah pertarungan tadi. Ishina menatap tajam ke arah Sasuke dan dia mengangkat tubuh Uchiha muda itu ke atas. Ishina tampaknya ingin menghantam punggung Sasuke ke lututnya. Mata Naruto melebar. Dia segera melempar lima shuriken bertalinya ke arah pinggang Ishina. Kagemi yang mengetahui hal tersebut langsung melemparkan sebuah kunai dari balik kantong pakaiannya.
TRANG! Mata Kagemi melirik ke atas. Shizukesa yang masih melayang di udara berhasil menahan lemparan kunai Kagemi dengan kunainya. Kagemi mendecih pelan.
GYUUUT! Lima shuriken Naruto langsung berputar mengelilingi pinggang Ishina dan mengikatnya kencang. Naruto menarik kelima jarinya ke belakang sehingga membuat tubuh Ishina tertarik ke arah sang Uzumaki. Pegangan wanita tua tersebut pada tubuh Sasuke melemah. Sasuke menahan napasnya. Dia segera membuat pertaruhan.
"Chidori Nagashi!"
BZZZTTT! Ishina berteriak kencang. Aliran listrik rambatan Sasuke dengan cepat mengalir ke arah kepala si monster dan membuat wanita tua yang dirasuki itu goyah sehingga membuatnya jatuh terseret ke arah Naruto. Sasuke jatuh ke tanah dan berusaha bangkit dengan cepat. Sementara Shizu langsung melemparkan kunainya ke arah kepala Ishina. Mata Kagemi melebar. Sang pelukis sadis pun membentuk handseal untuk pertama kalinya. Naruto yang sudah siap dengan seorang bunshin langsung melirik cepat ke arah Kagemi. Shizu dan Sasuke pun secara serempak menoleh ke arah orang berumur seabad tersebut.
"Tamashī ni ikari hossa!" kata Kagemi denga mata menyala. Dia kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Naruto. Shizu langsung berteriak kencang.
"NARUTO! JANGAN SERANG DIA! LARI!" teriak sang Midoru dengan nada bergetar. Naruto mendecih pelan dan langsung berlari ke arah samping kanan. Sementara kunai Shizu meleset sedikit dari sasaran tembakannya. Kunai tersebut menyibakkan rambut Ishina dan menancap di jarak 12 meter samping kanan Ishina. Mata Naruto menajam. Dia harus mengambil kunai tersebut!
HYUUUUUSHHH! Tiba-tiba sesuatu yang seperti asap kehitaman masuk berputar ke seluruh tubuh Ishina. Naruto yang melewati kanan Ishina segera membuat bunshin dan bunshin tersebut langsung melemparkan Naruto ke arah kunai lemparan Shizu. Sasuke menutup matanya. 4 detik setelah hisapan asap tadi, tubuh Ishina mengeluarkan ledakan yang mengerikan.
"Kaboom.." kata Kagemi pelan.
DHUAAAAARHHH!
Shizu yang baru saja berpijak di atas tanah langsung goyah begitu ledakan dengan efek cahaya merah dan hitam itu meledak kencang. Sasuke bahkan terguling menyamping dua kali akibat guncangan hebat di area pertarungan mereka. Sang Uchiha bangkit dengan napas terengah-engah. Nampaknya Sasuke benar-benar sudah sampai pada batasnya. Kagemi memiringkan kepalanya.
Asap-asap ledakan tersebut perlahan-lahan menghilang. Ishina Miyamora berdiri dengan iiar di kawah sebesar 8 meter yang dalam akibat ledakan tubuhnya tadi. Kagemi terkekeh pelan saat melihat budaknya masih tetap absolut di sana. Sasuke dan Shizukesa saling berpandangan.
"Heheheh..menarik. Menarik sekali.." Kagemi memandang tajam sesosok surai kuning yang berdiri terengah-engah sambil tangan kanannya bersandar di sebuah pohon yang berjarak 15 langkah dari kawah ledakan Ishina. Bocah tersebut menatap tajam Ishina dengan keadaan berdebu dan bahu bagian kanan yang tampak sedikit terbakar.
"Kau bocah sialan yang telah memberiku suatu tontonan yang menarik. Kau telah memberiku suatu acara yang akan selalu kuingat, kuning.." Kagemi menyeringai "..Selamat dari ledakan itu dan kau masih bisa menatapku seolah-olah kau akan menang,"
Naruto tersenyum ke arah Kagemi. Kagemi menaikkan alisnya ketika Naruto tampaknya benar-benar merasa menang.
"Aku-maksudku kami bertiga memang akan menang, penjahat purba.."
Kagemi menaikkan alisnya ketika Naruto memanggilnya seperti itu. Naruto mengacungkan kunai yang digenggam erat di tangan kirinya ke arah Kagemi.
"Terima kasih Shizu. Kau memang ninja yang cekatan,"
Shizu dan Sasuke tersenyum tipis. Kini Kagemi yang kebingungan. Dia menatap ketiga bocah itu bergantian dan penuh mimik tanda tanya.
"A-ada apa sebenarnya? Apa..apa yang kalian rencanakan!"
Naruto mengambil sesuatu di ujung kunai tersebut. Uzumaki muda itu menundukkan kepalanya sehingga sebagian wajahnya tertutupi bayangan kekelaman malam
"Sudah kami sebutkan. Sasuke akan menjadi serangan pengalih yang akan membuatmu meremehkan kami dan aku akan mengcover partnerku," Naruto terdiam sejenak.
"Shizu tetap pada posisi awalnya sebagai serangan inti. Bagaimanapun keadaan dan alur dalam pertarungan tadi, Shizu tetap pada tujuan utamanya dalam menyerang budak monstermu itu.."
Kagemi menaikkan alisnya perlahan-lahan "Menyerang? Apa maksudmu sebenarnya, bocah.."
Naruto membuang kunai lemparan Shizu ke belakang dan mengangkat sehelai rambut kusut berwarna hitam milik Ishina Miyamora. Tampak jelas bibir sang Uzumaki melengkung tersenyum penuh kemenangan. Kagemi yang masih belum mengerti memiringkan kepalanya, namun otaknya terus berputar dan segala kemungkinan mengiang-ngiang di pikirannya.
"Menyerang Ishina? Ck," Kagemi membuat nada mengejek "Kalian hanya bisa membuat sehelai rambut lepas dari kepalanya. Jangan membuatku merasa kasihan dalam membunuh kalian, bocah-bocah-"
DEG! Mata Kagemi melebar. Sangat melebar. Dan sang pelukis zaman lampau tersebut merasakan jantungnya berdegup lebih kencang.
Naruto mengikat rambut Ishina tadi di leher boneka jerami Mahotsukai. Comeback from Behind! Sasuke yang baru mengerti kenapa Naruto mengincar rambut wanita tua tersebut bahkan meneguk ludahnya berkali-kali saking kagetnya.
"Tidak mungkin..itu kan.." Kagemi merasakan napasnya sedikit memburu lebih cepat "..Boneka Voodo pengendali Mahotsukai, k-keparat..ba-bagaimana kau bisa mendapatkannya,"
"Heh," ikatan tersebut selesai. Naruto masih menundukkan kepalanya "Kau tahu, Tuan Kagemi Miyamora, membunuh wanita tua yang dirasuki roh-roh penuh dendam itu adalah hal mustahil karena kami bertiga sudah hampir mencapai batasnya..aku sudah memikirkan hal ini saat mengingat senjata salah satu anggotamu ada di tanganku,"
Kagemi terdiam. Dia masih shock atas kejutan yang Naruto berikan.
"Dengan mengendalikan budakmu maka sekarang acara yang kau nikmati akan segera kau takuti,"
Naruto mengangkat kepalanya dan sang Uzumaki menyeringai penuh kemenangan. Yami dan Kurama yang berada di mindscape Naruto terkekeh pelan.
"Sekarang apakah kau gugup, Yang Mulia Kagemi Miyamora?"
Naruto kembali bertanya! Tetapi tampaknya saat ini Kagemi Miyamora benar-benar dilingkupi kegugupan!
TBC
Author Note:
Yo semua, apa kabar? Baik-baik saja kan dan sehat selalu. Saya akan kembali dipanggil ke Singapura dan tampaknya kembali sibuk ke minggu-minggu depan. Jadi saya akan mengup TBT Special ini agak lebih cepat. Beberapa tender mulai masuk dan investor yang mau mulai di negeri kita sudah meng-call kami sebagai badan konsultan di Indonesia. Yah, Presiden baru gitu, hahaha..kita lihat saja, apa yang ingin dilakukan para investor dengan program pak Jokowi ke depan.
Ah, saya banyak cakap soal politik. Baiklah, yang pertama soal Midoru Shizukesa, penampilannya ada di avatar atau profil Icha, 87 persen mirip dengan apa yang dia mau, tapi begitulah penggambaran sosok Midoru.
Yang kedua, soal apa yang saya sebut di chap lalu, Icha telah memberi saya kejutan saat saya membaca chap ini. Saya juga tidak menyangka ada maksud dibalik penggunaan boneka Voodo di chap lalu dan dia gunakan sebagai senjata Naruto. Well, Cha..kau mengejutkanku.
Yang ketiga, project TBT mungkin masih menunggu project The Uzukage saya selesai. Kasihan cerita The Uzukage kalau saya tinggalkan. Ide kami berdua sudah berputar-putar di kepala hanya waktu yang tidak sempat dan kesibukan lainnya. Icha mulai sibuk dengan tugas SMA-nya dan juga fic barunya, Love The Enemy (saya lihat di my stories terbarunya). Saya juga mulai sibuk dengan mengurus panggilan bos di Singapura karena setelah putusan MK, para investor mulai berani bargaining ke arah industri dan segala macam aspek, dan kami harus siap sebaga badan pendamping. Jadi, mohon maaf atas kelamaan update The Uzukage dan 2nd tetralogi TBT yakni TBT: Snake Journey.
Terakhir, soal anime yang saya download itu bukan anime biasa bung, tapi anime Rate 18+, tahun 2012 dan benar-benar membudakkan wanita, huahahahaha *HUAHAHAHAHAHA* hahaha, baiklah..kenapa saya tertawa, karena saya ingin membalas review dalam sesi Q n A
Q: Crita.a bnyak bikin kejutan. Lanjutkan. Knapa ino tidak ikut?
A: Yap, kenapa Ino tidak ikut. Pasti adik sepupu saya punya alasan tersendiri. Menurut saya kenapa Ino tidak ikut karena mungkin Ino lebih baik jika ada Chouji juga, mungkin kombinasi legenda itu menjadi serangan yang kuat untuk Konoha. Itu pendapat saya and thanks..
Q: Apakah yang ditemui Kagemi itu adalah anggota/mantan klan Midori? Apakah nanti itu setan akan di segel kembali?
Ficnya seru, sedikit lebih pendek tapi tetep rame..
Sekian :)
A: Heheh, clue sudah anda dan anda bisa menebak kawan. Kita lihat saja, siapa sih pembunuh Shodaime vers TBT. Untuk masalah penyegelan para setan itu, kita akan lihat usahan Naruto, Sasuke, dan Shizukesa. So, thanks for review.
Q: Ini adalah sebuah kejutan buat saya sebuah rencana telah di buat oleh naruto dan kagemi miyamora menjadi orang yang penuh kekelaman hati dan jiwa hanya karena istrinya diperkosa oleh kapten Doni yg tidak diketahui oleh kagemi karena telah menyamar menjadi kolor-nya dandere...XD
sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah judul anime 'kenikmatan' apa yg kapten doni tonton*Minato:bukan itu pertanyaannya sialan* oh iya bukan itu...
Yang menjadi pertanyaannya apakah kagemi miyamora dapat dikalahkan? Itu saja dari saya dan Salam Hidup Itu ber'piip2'ria di ranjang yang indah...
A: Weheheh, oi..oi..kenapa saya jadi kolor men, kolor itu gak ngerasain apa-apa, yang enak itu kau-tahu-apa-yang-menonjol-itu. Xixixix, thanks gan, ini adala tidak terjelas di chap ini
Q: Yo! da!
jadi 'pondasi' cerita ini anda letakkan dichapter 15,,
Naruto punya rencana? biasanya rencana Naruto pasti berantakan -_-
Apa ketiga patung pada kuil itu berfungsi untuk menyegel kekuatan kutukan Miyamora?
Jika memang harus disegel secara manual, saya rasa yang punya kompetensi untuk itu adalah Jiraiya, anda pasti tidak menjadikan aksi figuran 'tokoh legenda' jadi sia-sia kan?
ah susah kali mikir tengah malam ni.. Coba saya renungkan dulu tiga-hari tiga malam bagaimana cara menyegel Miyamora Curse.. nanti saya kirim jawabannya Via pos!
Ganbatte untuk next Chapter!
Ganbatte untuk Next Anime Ehm-ehm!
A: Thanks kawan atas semangatnya dalam mendownload. Jika anda mau tahu nama animenya, PM saja saya, pokoknya PM, pokoknya kita bahas lewat situ. Biar gak apa-apa di sini si Icha baca, lagipula nanti saya bisa hapus jika di PM. *membahas hal buruk*. Oho, soa Jiraiya action, hemm..sebenarnya fic ini sudah selesai dan Icha-yang membuatnya-tampaknya meletakkan Jiraiya sebagai bantuan saja. Yang menjadi main chara masih 3 bocah ini, NaruSasuShizu. So, thanks uda!
Q: NEXT! Tdk terasa fic ini semakin mendekati akhir. jadi, apa Naruto mw menggunakan sexy jutsu?
A: Iya-iya! Hahaha, kita lihat saja men..oke?
Q: Apa rencana Naruto?
next akan saya lihat. up cepat thor dan share anime itu
A: Uwo..wo..wouwo..santai gan. PM saja saya, saya gak mau ambil naas. Dan soal rencana Naruto, sudah diketahui kan? Sip, thanks
Q: hmm, berarti yang ngebunuh Hashirama itu seorang Midoru? Ya yang Kagemi jelaskan kalau orang yang memberikan sel Senju mempunyai cakra yang sama dengan Shizukesa.. Hm jutsu kegelapan milik Naruto bakal dikeluarkan,, saya penasaran dengan rencana Naruto, apa rencana 'Kentut no Jutsu' gaje seperti kemaren, atau rencana jenius yang baru? Yo NEXT DONI-SAN ICHA-CHAN
A: Sudah tahu kan apa rencana Naruto. Sip, terima kasih atas reviewnya.
Q: weh kayanxa di chap in shizu jdi gug segarang. dlu hehe apa kah mungkin shizu chan it transgender wkwk .ngomng2 doni senpai anime ap yg senpai download bsa share gug. buat doni senpai dan icha chan ganbatte
A: Haha, jujur saja. Saya juga terkejut Shizu tidak sekuat d TBT ori saya. Tapi saya sangat terkejut di akhir fic ini, Shizu memang menyembunyikan sesuatu. Dan soal anime itu, PM gan, karena itu anime BERBAHAYA …
JIKA KETAHUAN PACAR MENONTONNYA!
Thanks..
Q: Hemm,anda punya author favorit? Tolong jawab beserta alasannya
A: Haha, tentu saja. Saya punya, seperti Rifuki dengan alur ceritanya yang luar biasa, saya menjulukinya 'The Cpnseptor Story Timeline', karena dia ahli dalam cerita Au apalagi tema Time Travel dan segala jenisnya. Lalu yang terakhir teman lama ShineBet-ah, saya lupa pen namenya, tapi cerita lucunya menjadi fav saya dan bahkan Icha mengidolakan dia. So, thanks atas reviewnya.
Q: biar q tebak..
naru kayak nya mau main pake boneka vudo yaa ?
eg bener gk nama nya vudo? Fufufuuu
A: You're right gan! Fufufu, Voodo gan. Permainan berbahaya orang kulit hitam. Sama seperti santet di Indonesia gitu..
So, terima kasih kepada semuanya atas reviewnya. Maaf yang belum bisa disibukkan. Saat mengetik ini sudah jam empat sore dan saya mau ke rumah keluarga jam lima nanti karena ada acara. Icha juga ikut dan saya belum mandi *bilang jak*
Baiklah gan, anda bisa bertanya soal apa dan apa. Soal TBT ini, TBT project depan, The Uzukage, dan fic kami dan masalah apapun bisa, anime normal, anime ah sudahlah..ataupun lainnya. Masalah Jokowi pun boleh, wkwkwk..ah, saya pergi dulu dan saran kritik juga ditunggu.
Thanks for your response and please review this chap.
Tertanda. Doni Ren *gue belum mandi*
Tuhan tidak pernah gugup sekalipun
Naruto Quotes to Kagemi Miyamora
Jutsu Kagemi Miyamora
Tamashī ni ikari hossa: Pengendalian Kagemi terhadap Ishina dengan menggunakan kekuatan para roh penuh pendendam dia membuat penghisapan di sekitar tubuh Ishina dan menahannya sheingga tekanan 'kekuatan' itu begitu kuat, lalu melepaskan secara mendadak sehingga menimbulkan ledakan.
Preview The Next Chap:
"KE KUIL MINNA!"/ Akan kutunjukkan kenapa aku disebut Hunter-nin yang berbahaya!"/ "Kali ini aku setuju dengan Kurama, Naruto..kau ingin mati?"/ "..Kalau aku tidak akan mati sebelum Konoha hancur!"/ "Ini untuk penyegelan Naruto?"/ "Kau percaya kalau aku mempunyai tujuan tertentu dan sepele saat kalian berhasil menangkapku?"/ '..Tapi dia juga adalah seniman yang mengerikan!'/"DIA BERHASIL MELEWATI SHIZUKESA!" /"LAKUKAN SAJA NARUTO!"
Selanjutnya di The Best Team The Death Scroll chap 17: Light in The Kurai Village
"KAU MONSTER!"
"KAU BOCAH SIALAN!"
"KAU LEBIH PANTAS UNTUK MATI!"
"DASAR TIDAK BERGUNA! KENAPA SANDAIME MAU MERAWAT BOCAH SAMPAH SEPERTIMU!"
"Tou-san dan Kaa-sanmu hanyalah sebuah sampah masa lalu Naruto..mereka bukanlah pahlawan.."
"Apa tujuanmu, Shizu? Aku tahu kau adalah bukan bocah sembarangan. Dengan intensitas chakramu yang tinggi kau bahkan dapat membunuh orang. Apa yang kau dapatkan saat kau sengaja tertangkap?"/ "Mungkin sikapmu yang begini-lah yang membuat Naruto maupun Sasuke kurang menyukaimu. Kau harus membuang sifat aroganmu, Shizu. Dan jika itu benar, kau benar-benar jenius licik yang-"
"Kau benar Teme. Shizu memang licik. Dia punya siasat bahkan di misi ini. Tidakkah kau ingat bagaimana saat dia menaikkan intensitas chakranya,"/ "Kita harus segera keluar dari desa ini sebelum Tsundere itu menghentikannya. Dia tampaknya sudah yakin akan keputusannya,"
.
.
.
Antara teman dan musuh, takdir pertarungan berdarah semakin dekat!
