THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL
By Icha Ren
Based the fic THE BEST TEAM by Dony Ren
NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO-SENSEI
THE BEST TEAM : THE DEATH SCROLL IS A SPECIAL LOST ARC AND WILL BE TOLD BY THE THREE CHILDREN WHO HAD BEEN DETERMINED IN A FIGHT
Genre : Adventure, Friendship, Mystery and Humor
Rate : T
Warning : Aneh, Abal abal, Typo(s), Alur Gaje, OOC, OC and Many More
Not Yaoi, Hanya Special Service untuk Shizu-chawn, karakter OC yang Manis, Cantik serta Tsundere..tapi dia laki laki bung^_^
.
.
Enjoy it!
Sebelumnya di The Best Team:
Akhir. Setelah dengan kerja keras dan pertarungan malam yang panjang, Naruto dan kawan-kawan berhasil memojokkan Kagemi Miyamora dalam rasa kegugupan! Apakah kegugupan itu akan mengantarkan cahaya pada Kurai no Sato dan menjauhkannya dari tangan-tangan kegelapan?!
Chapter 17: Light in The Kurai Village
Untuk beberapa saat, keadaan di pertarungan Lembah Kuroyami begitu hening nan mencekam. Semua orang di sana terpana akan rencana yang telah dilakukan Naruto dengan bantuan kedua temannya. Kagemi Miyamora kini tidak dapat menunjukkan senyuman manisnya. Mulutnya sedikit menganga dan matanya membesar penuh keterkejutan. Naruto yang berdiri dengan napas terengah-engah kemudian perlahan-lahan berlari kecil ke arah kuil yang habis dihantam Ishina Miyamora dengan kekuatan roh pendendamnya. Kagemi yang melihat gerak-gerik Naruto langsung membulatkan matanya dengan tatapan amarah penuh kekesalan.
'Boneka Voodo Mahotsukai, saking kuatnya chakra yang Mahotsukai berikan kepada bonekanya, sehingga boneka itu bisa digunakan siapa saja bahkan setelah dia mati. Kau bodoh, Mahotsukai!'
"KE KUIL MINNA!" teriak Naruto kencang. Shizu langsung memanggul tubuh Sasuke yag benar-benar sudah mencapai batasnya. Sasuke menoleh perlahan-lahan ke arah Shizu.
"Hn," gumam sang Uchiha perlahan. Shizu memalingkan mukanya ke arah lain, namun Sasuke dapat melihat telinga sang Midoru agak memerah.
"Ada apa?" tanya Sasuke pelan.
SYAAAT! Shizu langsung melompat ke depan dengan kencang. Sang Midoru melirik sekilas ke arah Sasuke.
"T-tidak,"
"Wajahmu memerah.."
"Diam.."
"Hn, kenapa wajahmu memerah.."
Shizu memandang tajam Sasuke sambil menggembungkan pipinya. Mata Sasuke membulat horror.
"Di..am. Uchiha," kata Shizu dengan nada penuh aura ancaman. Sasuke langsung manggut-manggut dengan wajah tanpa dosa. Shizu dan Sasuke pun melompat melewati tubuh Ishina yang ikutan berlari menuju kuil Lembah Kuroyami karena telah dikendalikan Naruto. Naruto sendiri berada di atas punggung bunshinnya dengan wajah santai. Sang bunshin yang menggendong Naruto terus-terusan mengomel tidak jelas.
"Gak adil bos,"
"Gak adil macam mana-ttebayo?"
"Masa' aku harus menggendongmu.." protes sang Bunshin dengan nada kesal "Ngiler lagi! Kuso!"
"Yang bos siapa? Aku capek dattebayo.." kata Naruto sambil menguap. Bunshin tadi mendesah penuh kekesalan.
"Naruto!" Shizu dan Sasuke sudah berlari di samping sang Uzumaki dan bunshinnya. Naruto menoleh malas ke samping kanannya dan tiba-tiba matanya melebar aneh. Naruto menyengir jahil.
"Ciee-"
"DIAM!" teriak Sasuke dan Shizu bersamaan.
Sementara Kagemi yang berlari cepat mengejar ketiga ninja Konoha bersama sang budak hanya menatap tajam dalam diam. Dia tidak habis pikir kenapa rencana yang sudah dia pikirkan selama bertahun-tahun bisa dipatahkan oleh sesosok bocah ninja yang bahkan gaya bertarungnya hanya mengandalkan emosi. Tapi bocah itu..
'Cara dia membuat rencananya cukup menakjubkan. Dengan bantuan dua temannya mereka bertiga..' mata Kagemi menyipit tajam '..Ninja-ninja Konoha memang tidak bisa dianggap remeh!'
Kagemi memasukkan tangan kanannya ke dalam saku bajunya dan tampak mengeluarkan sebuah kuas untuk melukis. Kagemi memandang datar kuas sepanjang setengah meter tersebut dan memiliki warna krem yang kusam. Matanya tampak sedikit menyiratkan kesedihan.
'Nei..apa kau marah jika aku menjadi seperti ini?' batin Kagemi. Tiba-tiba dia menggelengkan kepalanya perlahan. Sang pelukis sadis mempercepat kejarannya terhadap para ninja-ninja Konoha tersebut.
'Tidak! Aku tidak akan menyesali keputusan ini! Kami-sama sudah bertindak tidak adil kepadaku..aku..' mata Kagemi membulat sempurna. Pancaran kemarahan yang begitu memuncak tercetak jelas di iris matanya. Kagemi mengacungkan kuas lukisnya dan bergumam pelan.
"Akan kutunjukkan kenapa aku disebut Hunter-nin yang berbahaya!" Kagemi melemparkan kuasnya ke atas dan membuat segel tangan dengan cepat. Saat tangan kanannya kembali menggenggam erat sang kuas, pancaran api langsung meledak di ujung kuas tersebut. Kagemi menyeringai.
'Akan kubuat Kami-sama menyesali keputusannya telah membuat takdirku seperti ini!' Kagemi mengacungkan kunainya ke arah Naruto dan kawan-kawan. Bibirnya bergerak pelan.
"Katon: Jigoku bāsākā!"
Shizu yang melirik sekilas ke belakang membulatkan matanya tak percaya. Dia segera memanggil Naruto dan membuat Uzumaki muda itu menoleh ke belakang. Mata Naruto membulat sempurna begitu melihat sekumpulan api-api kecil yang menyatu di ujung kuas Kagemi kini tiba-tiba bergerak liar dan tampaknya akan melesat menuju mereka bertiga bersama Ishina. Naruto segera melompat turun dari Bunshinnya dan membuat segel tangan.
"Kurama! Tolong.."
"Hm," kata Kurama dengan wajah sedikit kasihan "Hati-hati tubuhmu Gaki, jangan terlalu memaksakan.."
"Aku tahu!" Naruto menghembuskan napasnya kencang-kencang "TAJUU KAGEBUNSHIN NO JUTSU!"
BOOOF! Ribuan Kagebunshin Naruto muncul di sekilingnya dan kedua temannya serta Ishina. Naruto langsung menginstruksikan bunshinnya supaya menjadi tameng mereka berempat sebelum kuil di Lembah Kuroyami sampai. Para bunshin mengangguk mengerti dan menutupi pandangan Kagemi dari arah tembakan jutsu apinya. Kagemi menyipitkan matanya sedikit kesal.
"Tidak ada habisnya kau bocah kuning!" gumam Kagemi pelan, dan setelah itu, api yang terkumpul di ujung kuas lukisan Kagemi melesat bak tembakan laser dan menghantam para bunshin Naruto yang berada di satu garis lurus tembakannya. Seketika puluhan bunshin menghilang dengan cepat.
"SERANG DIA! TAHAN PERGERAKANNYAAA!" teriak salah seorang bunshin yang dijawab teriakan penuh semangat para bunshin lainnya. Kagemi melemparkan kuas lukisannya ke atas dan menggerakkan handseal. Dia segera menapakkan telapak tangannya ke tanah.
Kuasnya yang sedang melayang di udara tiba-tiba menyemburkan puluhan peluru-peluru air sebesar Shuriken ke arah para bunshin Naruto yang sudah berlari ke arah Kagemi Miyamora. Dari dalam tanah pun muncul semburan air yang besar dan mementalkan puluhan bunshin Naruto ke belakang. Kagemi tersenyum tipis.
"Suiton: Jigoku suichū!"
BYAAAAARHHH! Kumpulan air raksasa tadi meledak dan jumlah bunshin Naruto langsung berkurang secara signifikan. Gelombang air raksasa tadi dengan cepat menurun ke arah Naruto dan yang lainnya. Naruto menoleh ke depan dan kuil Lembah Kuroyami semakin dekat.
"Buat bendungan dengan tubuh kalian!" perintah Naruto cepat. Para bunshin berteriak mengerti dan membuat dinding pertahanan dari tubuh mereka. Naruto segera membuat segel Kagebunshin lagi.
"Kau gila Gaki! Kau ingin tubuhmu hancur di sini?!" teriak Kurama di dalam mindscape sang Uzumaki. Yami menepuk keningnya perlahan.
"Kali ini aku setuju dengan Kurama, Naruto..kau ingin mati?"
Naruto tersenyum tipis. Dia menggelengkan kepalanya.
"Sudah kubilang kan.." Naruto menatap penuh keyakinan ke arah Kurama dan The Dark Side.
"..Kalau aku tidak akan mati sebelum Konoha hancur!"
Mata Yami dan Kurama secara otomatis membulat sempurna.
"TAJUU KAGEBUNSHIN NO JUTSU!"
BOOOF! Kembali muncul ribuan bunshin Naruto di sekeliling mereka. Mata Sasuke dan Shizu membulat sempurna. Shizu bahkan harus menahan napasnya saking terkejut melihat simpanan chakra Naruto yang begitu banyak.
BYAAAAARHH! Gelombang air raksasa Kagemi menembus tanpa ampun dinding pertahanan bunshin Naruto. Para bunshin tadi segera menghilang. Namun efek kekuatan dari gelombang air Kagemi tampak berkurang. Kagemi yang berjalan cepat di atas air segera melempar kuas lukisnya dan menggerakkan segel tangan. Saat kuas itu tergenggam di tangan kanannya, jutsu tadi kembali muncul di ujung kuasnya.
"Katon: Jigoku bāsākā!"
"Datang lagi!" teriak para bunshin Naruto. Naruto melirik ke belakang dengan cepat.
"Usahakan serang dia teman-teman!" perintah Naruto asli kepada para bunshinnya. Semua bunshin Naruto berteriak tanda mengerti.
"OKE BOS!"
"Percuma!" kata Kagemi dengan mata melebar penuh kekesalan. Tembakan lurus apinya langsung melesat ke arah para bunshin Naruto dan membuat yang terkena langsung menghilang. Kagemi kembali membentuk segel tangan dan bergumam pelan jutsu Katon lainnya.
"Katon: Jigoku hi nenshō!"
Kagemi melompat tinggi dari areal air dan mendarat dengan sempurna di sekeliling bunshin Naruto yang kini berpijak di areal non-air. Para bunshin Naruto memasang ekspresi terkejut. Dua detik kemudian para bunshin tersebut langsung sadar dan melompat secara bersamaan ke arah Kagemi. Kagemi tiba-tiba menghujamkan ujung kuasnya ke tanah, dan dari dalam tanah muncul ledakan api yang luar biasa dahsyatnya.
DHUAAAAARHHHH!
"ARRGHHH!" Para bunshin Naruto berteriak penuh kesakitan, dan kemudian diikuti asap-asap putih tanda bunshin-bunshin tadi langsung menghilang. Naruto, Sasuke, dan Shizukesa yang melihat kejadian di belakang mereka menelan ludah tak percaya. Kagemi Miyamora bukanlah seorang ninja biasa yang hanya bisa menghipnotis orang-orang, namun pertarungan di belakang membuktikan kalau Kagemi Miyamora memang bukanlah seorang Shinobi sembarangan.
"Kita sampai!" kata Naruto dengan napas terengah-engah. Tubuhnya sedikit limbung namun dapat ditahan salah seorang bunshinnya dengan sigap. Naruto membuat isyarat terima kasih dan segera berlari ke halaman belakang kuil. Shizu dan Sasuke segera memasuki kuil yang kini sedang terbakar hebat.
"Bagus dattebayo! Patung di halaman belakang dan halaman depan," Naruto menatap bergantian kedua patung yang berada pada satu garis lurus tersebut dengan cepat "Kedua patung masih ada, hmm..walaupun yang ini bahunya tampak retak-ttebayo, SASUKE!" Naruto berlari pelan ke dalam kuil yang setengah ruangannya sudah terbakar.
"Sasuke! Bagaimana dengan yang di dalam?!" Naruto langsung jatuh terduduk di depan pintu belakang kuil dan menatap Sasuke yang juga jatuh terduduk di samping Shizu, Hanya sang Midoru yang tampaknya sedikit lebih baik. Shizu sendiri tampaknya takjub dengan tiga patung dewa yang kini semua matanya telah..
"Bagus Dobe, kobaran api ini telah membantu prosesnya. Semua mata patung bersinar," kata Sasuke dengan nada parau. Shizu menoleh ke arah Naruto dan menatap tajam sang Uzumaki.
"Ini untuk penyegelan Naruto?"
Naruto tersenyum tipis "Haah..haah, tentu saja Shizu. Inilah yang sudah aku dan Sasuke temukan untuk menghentikan kekuatan roh-roh pendendam itu,"
Ishina Miyamora masuk ke dalam kuil dengan wajah ketakutan. Meskipun dikendalikan Naruto, tampaknya roh-roh pendendam tersebut tahu bahwa dirinya akan tersegel di kuil ini. Shizu segera berlari ke luar halaman belakang dan menepuk pelan bahu sang Uzumaki.
"Aku akan menahan Kagemi Miyamora! Kau dan Sasuke," ekor mata Shizu melirik sekilas ke arah Ishina "Kau dan Sasuke segel mahluk itu!"
Naruto menyeringai tipis "Tentu saja-ttebayo!"
Shizukesa segera keluar dari ruangan kuil dan matanya langsung menatap sesosok Kagemi yang kini berdiri superior diantara bunshin-bunshin Naruto yang sudah terkapar di mana-mana. Kagemi menyeringai pelan ke arah Shizukesa.
"Kau menghadangku, cantik?"
Shizu terdiam. Dia memiringkan kepalanya perlahan. "Tepat." Kata sang Midoru dengan nada datar. Kagemi terkekeh perlahan.
"Kau sudah kukalahkan dalam pertarungan pertama di rumah Miyamora..apakah kau tidak takut jika itu terjadi lagi?" Kagemi mengacungkan kuas lukisnya.
Shizu memejamkan mata lentiknya "Jumlah kalian banyak, lagipula aku tidak terlalu serius saat itu.." Shizu membuka matanya perlahan dan pancaran iris coklat keemasan tersebut tampak bercahaya penuh kekuatan.
"Kau percaya kalau aku mempunyai tujuan tertentu dan sepele saat kalian berhasil menangkapku?" Shizu tersenyum tipis. Benar-benar ekspresi yang misterius. Mimik sang Midoru kini telah kembali, khas Shizukesa, dengan segala kesombongannya.
"Tch, aku tidak mengerti!" Kagemi langsung melempar kuasnya ke atas dan menggerakkan handseal. Shizu menggerakkan handseal lebih cepat dan dua tombak cahayanya langsung melesat ke arah kuas lukisan Kagemi. Mata Kagemi membulat tak percaya.
"Suiton: Mizu domugata!"
Tiba-tiba dari ujung kuas lukisan Kagemi terpancar air secara deras ke bawah dan membentuk air terjun kubah yang mengelilingi Kagemi dan sang kuas sebagai porosnya. Dua tombak cahaya Shizu berhasil ditahan oleh kekuatan air Kagemi. Kagemi sendiri menyeringai penuh kemenangan.
"Akan kuselesaikan dengan cepat," gumam Kagemi "Suiton: Jigoku suichū!"
BYAAAARHH! Terjadi ledakan mahadahsyat di sekitar areal pertarungan Shizu dan Kagemi. Gelombang air raksasa segera menerpa halaman kuil dan membuat kobaran api di areal tersebut sedikit berkurang. Kagemi muncul di sela-sela butiran-butiran air akibat jutsunya yang kini seperti air hujan. Rambutnya basah, namun sebuah senyuman simpul terpatri di wajahnya. Sang pelukis sadis yakin kalau dia kembali mengalahkan seorang Shizukesa.
"Tidak buruk,"
Mata Kagemi membulat tak percaya. Shizukesa berdiri dengan anggun di ujung puncak kuil-di tengah-tengah kobaran api-dengan mata lentik yang menyala. Asap-asap akibat pertemuan antara api dan air jutsu Kagemi semakin mempertegang suasana. Kagemi yang kini sedang mencengkram erat kuasnya hanya mendengus pelan. Matanya langsung tertuju ke arah kuil.
'Jika aku melakukan penghisapan roh pada waktu yang tepat,' mata Kagemi kembali melirik ke arah Shizukesa 'Roh itu pasti bisa kucegah agar tidak bergerak liar..masalahnya bocah berwajah cantik itu ternyata cukup cekatan, dia..'
Shizu menggerakkan handseal dengan cepat. Kagemi langsung melemparkan kuas lukisannya ke atas dan melakukan segel tangan. Kedua pasang mata itu saling bertatapan penuh perhitungan.
"Jinsoku: Supia Kogeki!" Shizu bergerak turun 'Kali ini dalam jumlah banyak!' batin sang Midoru.
Tap! Kagemi dengan sigap menangkap kuasnya dan secara cepat ujung kuasnya tersebut mengeluarkan semburan api sepanjang satu meter. Kagemi melakukan suatu gerakan di udara. Mata Shizu menyipit tajam. Sepuluh tombak cahaya sudah berada di sekeliling sang Midoru.
"Katon: Hiryūtosō!" Kagemi pun tersenyum tipis. Dia sepertinya menggunakan udara sebagai kanvas lukisannya dan membuat sebuah gambar berbentuk Naga Raksasa. Api yang berkobar di ujung kuasnya tampaknya menjadi tinta. Shizu yang sudah berdiri tegak di atas tanah langsung mengirimkan dua tombak cahayanya ke arah Kagemi. Kagemi melompat ke kiri saat sebuah tombak melesat menuju ke arah dadanya. Kagemi melakuan sabetan gambar terakhir dan sebuah tombak cahaya Shizu melesat menuju kepalanya.
"Selesai!" Kagemi menundukkan kepalanya untuk menghindari serangan Shizu, sekaligus dia menyelesaikan lukisan apinya dengan menambahkan kuku sang naga di bagian kaki depan kanannya. Shizu menahan napasnya.
'Aku mengakui kalau dia bukan hanya Shinobi yang berbahaya..'
Kagemi membentuk handseal dengan satu tangan. Mata Shizu melebar. Tujuh tombak cahayanya yang tersisa secara brutal melesat ke arah Kagemi Miyamora. Sedangkan satu tombak cahaya hanya terdiam di bahu sang Midoru.
'..Tapi dia juga adalah seniman yang mengerikan!' batin sang Midoru. Naga api Kagemi Miyamora tiba-tiba hidup dan langsung meraung murka. Naga itu menyembur kobaran api dahsyatnya dan langsung menghantam tujuh tombak cahaya Shizukesa tanpa ampun. Shizu bergerak menyamping dengan cepat. Kakinya kini menapak secara sigap di tanah halaman kuil yang becek akibat jutsu air Kagemi tadi. Mata Kagemi melirik cepat ke arah Shizu yang sepertinya ingin menyerang dari samping kanan. Naga api Kagemi memutar tubuhnya dan melompat ke arah Shizu. Shizu mendecih tidak suka.
BLAAAARHHH! Asap hasil pertemuan bekas-bekas air jutsu Kagemi dengan sang Naga Api membuat keadaan pertarungan sedikit berkabut. Kagemi menyeringai. Dia masih bisa mendengar naganya meraung kencang. Kagemi terkekeh pelan dan matanya menuju ke arah kuil di mana Naruto dan Sasuke tampaknya akan melakukan penyegelan roh-roh pendendam. Kagemi sudah siap dengan rencana B-nya.
Di dalam kuil..
Peti di bawah tiga patung dewa yang berada di dalam kuil akhirnya terbuka. Sasuke yang sudah tidak bisa berdiri hanya memandang sekilas ke arah partnernya. Sementara Ishina meraung-raung sejadinya. Naruto pun berdiri dengan kaki bergetar pelan. Sekilas Naruto-Sasuke mendengar suara raungan naga yang sangat mengerikan. Naruto melirik cepat ke arah Sasuke.
"Apa dia akan baik-baik saja. Kagemi Miyamora bukanlah ninja sembarangan,"
Sasuke tersenyum tipis "Hn, tenang saja Dobe. Tidakkah kau lupa kalau dia adalah seorang Shizukesa?"
Naruto berjalan perlahan-lahan ke arah peti tersebut. Uzumaki muda itu menghela napasnya perlahan "Tapi, kenapa dia bisa tertangkap-ttebayo..haah," Naruto menoleh ke arah Ishina dan memandangnya tajam.
"Siap-siaplah untuk tersegel!" kata sang Uzumaki dengan nada suara yang dibuat sehorror mungkin. Ishina berteriak ketakutan. Roh-roh pendendam di tubuh wanita tua tersebut nampak benar-benar ketakutan.
Naruto melongokkan kepalanya dan melihat sebuah batu berwarna biru bercahaya dan sebesar kepalan tangan orang dewasa tergeletak manis di dalam peti tersebut. Di batu itu terdapat sebuah kanji yang cukup jelas dibaca. Naruto menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Sasuke menaikkan alisnya begitu melihat ekspresi Naruto. Naruto menoleh ke arah Ishina dan meyengir.
"Saatnya," kata sang Uzumaki sambil mengendalikan Ishina menuju peti kematiannya. Terdengar dentuman yang sangat keras di luar dan kembali raungan naga menerpa telinga Naruto maupun Sasuke. Sasuke melirik cepat ke luar dan nampaknya belum ada tanda-tanda dari Kagemi Miyamora jika dia behasil mengatasi Shizukesa. Sasuke kembali menatap pekerjaaan Naruto dan tubuh Ishina kini masuk ke dalam peti tersebut. Roh-roh di dalam tubuh Ishina menjerit ketakutan. Asap-asap kehitaman keluar secara bersamaan dari telinga dan lubang hidung wantia tua tersebut. Darah bercampur nanah keluar deras dari matanya. Ulat-ulat kecil berhamburan dari sela-sela tubuhnya.
Roh pendendam hasil pembantaian Kagemi Miyamora benar-benar ketakutan atas batu yang berada di dalam peti tersebut. Naruto menoleh ke arah Sasuke dan tersenyum tipis.
"Hm, ini akhir dari segalanya Teme.." Naruto langsung menjatuhkan badan Ishina ke dalam peti dan menutup peti tersebut denga rapat. Uzumaki muda itu langsung bergerak cepat mendekati partnernya.
"Apa yang ada di dalam sana?" tanya Sasuke tajam. Naruto menyeringai.
"Hanya sebuah batu aneh dengan tulisan'segel'!"
GHRRRHAAAAAAAAAAAAAA! Teriakan ketakutan para roh-roh dimulai!
Di luar kuil..
GHRRRHAAAAAAAAAAAAAA!
Kagemi Miyamora menoleh ke arah kuil dan langsung berlari menuju tempat suci tersebut. Segel tangannya sudah siap. Matanya melirik sekilas ke arah Naga Apinya yang nampak superior dan irisnya kini beralih ke arah sebuah tombak cahaya yang masih setia menunggu di depan pintu belakang kuil. Kagemi agak sedikit bingung dengan situasi tersebut.
'Jika bocah cantik itu mati maka jutsunya ini akan hilang,' iris Kagemi sedikit bergetar 'Atau jangan-jangan-'
POOF! Tombak cahaya Shizukesa kini berubah menjadi sang Midoru. Shizu langsung melakukan pukulan cahaya ke perut Kagemi yang kini berlari ke arah berlawanan dari posisi berdirinya. Secara lambat kejadian penting tersebut terjadi. Kagemi melakukan gerakan putaran pada ujung kaki kanannya dan tangan kirinya yang bebas langsung melesatkan kuasnya ke arah leher Shizu. Mata Shizu melirik ke samping.
'Kau cekatan juga!' batin sang Midoru. Shizu memiringkan lehernya. Kuas Kagemi hanya mengenai angin. Kagemi membulatkan matanya.
"Kena kau! Ujung kuasku bisa memanjang seperti pedang-"
TRAAAK! Shizu tidak jadi menghantam Kagemi dengan pukulan cahayanya. Tangan kanannya yang bercahaya langsung mematahkan kuas Kagemi sehingga jatuh ke lantai. Iris Kagemi bergetar pelan.
'Dia tahu!'
'Henge-ku gagal,' batin Shizu. Tangan kirinya terkepal erat dan langsung bercahaya.
'Tapi aku tidak akan membiarkanmu lolos!' Shizu pun melayangkan pukulan cahayanya ke arah Kagemi yang berhasil melewatinya. Tumit kaki kiri Kagemi berputar dan sang pelukis sadis langsung melakukan kayang.
Tinjuan Shizukesa hanya mengenai udara. Kagemi langsung melakukan salto belakang sambil kedua kakinya menghantam perut Shizu. Shizu langsung termundur 2 langkah. Kagemi yang sudah masuk ke dalam kuil lalu menoleh ke arah duo Uzumaki-Uchiha. Wajah Naruto sedikit mengeras.
"DIA BERHASIL MELEWATI SHIZUKESA!" teriak Naruto dengan tatapan nyalang. Teriakan melengkig Ishina Miyamora begitu memekakkan telinga. Naruto maupun Sasuke langsung menutupi kedua telinga mereka secara cepat. Kagemi hanya memandang datar dan tampak tak terpengaruh, sang pelukis sadis langsung menggerakkan handseal.
"Fuinjutsu: Fūji seirei torihazushi!"
BLAAARHHH! Peti yang ditutup Naruto tadi terbuka dan hancur. Asap-asap hitam kemerah-merahan langsung melesat cepat keluar dan menuju ke arah Kagemi Miyamora. Kagemi menyeringai penuh kemenangan.
"Dia ingin menggunakan kekuatan roh-roh itu, Naruto!" gumam Sasuke pelan sambil menahan tubuhnya dari goyangan di kuil akibat ledakan tadi. Beberapa tiang dan bagian langit-langit kuil roboh akibat ledakan dan juga kebakaran yang semakin meluas.
Tubuh Kagemi pun diselimuti seluruhnya oleh asap hitam kemerah-merahan tersebut. Shizu yang berdiri di depan pintu hanya menatap datar ke arah kumpulan asap tersebut. Sang Midoru membuka matanya perlahan.
'Saatnya serius,' sang Midoru menatap tajam sesosok Kagemi yang kini berdiri dengan aura mengerikan. Rambut sang pelukis sadis berdiri tegak dan telinganya tampak seperti telinga kelinci. Kuku-kuku nenek moyang Miyamora itu memanjang dan hitam seperti iblis. Shizu tak tahu seperti apa wajahnya karena dia berdiri di belakangnya. Shizu memandang sekilas duo Uzumaki-Uchiha dan tampak dua Ninja Konoha tersebut benar-benar shock.
Naruto dan Sasuke yang melihat perubahan wajah Kagemi hanya bisa menelan ludahnya berkali-kali. Kagemi kini bukanlah seorang pria tampan dengan gaya anggun. Dia sesosok pria dengan mata melotot seperti mau keluar dan hidung yang penuh ceceran darah. Bibirnya menebal dan gigi taring bawahnya mencuat ke atas. Tetesan-tetesan air liur berjatuhan dari mulutnya.
"Bagaimana bocah?" suara Kagemi tampak berat dan menyeramkan "Rasanya aku ingin memotong-motong badan kalian.."
Mata Naruto melebar. Dia melirik ke arah peti yang kini setengah hancur. Di sela-sela batu peti tersebut, ada batu biru bercahaya tadi yang nampak tergeletak manis di situ. Naruto memandang sekilas ketiga patung dewa dan semua mata mereka bersinar terang.
"Masih ada harapan! Mungkin batu itu adalah bentuk asli penyegelan mahluk ini!' Naruto kembali menatap tajam Kagemi yang sudah seperti monster.
'Tapi jika aku berlari ke sana dan mengambil batu tersebut,' Naruto memandang sang partner-Sasuke-, yang kini sudah mencapai batas akhirnya 'Sasuke pasti akan diserang!'
DHAAAAKH! Mata Naruto-Sasuke melebar sempurna. Kagemi menahan pukulan cahaya Shizu dengan telapak tangan kanannya tanpa menoleh ke belakang. Kagemi pun hanya melirik ke arah Shizu dengan pandangan meremehkan.
"Hanya segitu?" tanya Kagemi dengan suara berat mengerikannya.
"Sudah kubilang.."
DEG! Naruto dan Sasuke merasakan tekanan chakra hebat menerpa dada mereka. Sasuke bahkan langsung terbatuk-batuk akibat perubahan suasana di kuil terbakar ini.
"..AKU BELUM SERIUS!" mata Shizu menyala dan tekanan chakranya naik secara drastis. Naruto memejamkan matanya dan di mindscapenya sendiri dia melihat Kurama dan Yami nampak kesakitan menahan intensitas chakra Shizukesa.
"Yami, Kurama-"
"NARUTO!"
Naruto langsung kembali ke dunianya. Mata Naruto melebar. Kagemi Miyamora jatuh berlutut di hadapan Shizukesa! Sang pelukis sadis nampaknya terkena shock mental akibat kejutan dari intensitas chakra sang Midoru. Sasuke kini sudah jatuh tertelungkup di lantai dengan napas yang nampak sesak. Naruto menahan napasnya.
"HANYA KAU YANG CUKUP KUAT MENAHAN TEKANAN CHAKRAKU!" Shizu menahan pukulan brutal dari Kagemi yang nampak panik "AMBIL SESUATU UNTUK MENYEGEL MAHLUK INI DAN KITA LARI DARI SINI!"
Mata Naruto melebar. Dia menahan napasnya. Benar-benar menahan napasnya.
"Yami, Kurama..bisa menahannya?"
"Tiga menit!" raung Kurama cepat. Yami yang sebelah matanya tertutup kesakitan mendengus pelan.
"Dua menit Naruto..dua menit. Shizukesa nampaknya tidak main-main sekarang,"
Naruto menautkan alisnya kebingungan begitu mendengar kata-kata Yami. Sang Uzumaki langsung kembali ke alam nyatanya dan berlari kencang ke arah puing-puing batu tersebut. Dia langsung menendang beberapa batu yang menghalangi dan mengambil batu biru bercahaya itu dengan tangan kanannya. Shizu yang melihat keberhasilan Naruto langsung menendang perut Kagemi dan membuat si pelukis sadis membungkuk kesakitan. Shizu dengan cepat menurunkan tekanan chakranya dan melompat ke arah Sasuke yang benar-benar sudah habis. Sang Midoru memanggul tubuh Uchiha itu ke bahunya dan menatap Naruto penuh tajam. Naruto menelan ludahnya perlahan.
"APA YANG HARUS AKU LAKUKAN?!"
Mata Shizu menajam "Gunakan jutsu penuh kegelapan itu,"
Naruto memiringkan kepalanya. Sementara tubuh Kagemi berdiri cepat dan menegak secara menoleh ke arah tiga bocah itu dan berteriak penuh kemarahan.
"AKAN KUPOTONG TUBUH KALIAN BOCAH-BOCAH SIALAAAN! TERUTAMA KAU KEPARAAAAT!"
Shizu menatap datar ke arah Kagemi yang nampaknya benar-benar marah kepadanya. Sang Midoru melirik sekilas ke arah tubub Ishina yang berada di antara puing-puing peti batu tersebut. Tubuh tersebut tampak berdarah dan Shizu dapat melihat dengan jelas tubuh wanita tua itu nampak terpotong-potong secara mengerikan.
"Gunakan jutsumu yang menahan kekuatan Ishina saat dia dirasuki roh-roh itu!" Shizu melompat ke belakang "Aku dan Sasuke akan menjauhi area ini!"
Mata Naruto melebar. Dia menahan napasnya dan menoleh ke arah Kagemi Miyamora. Kagemi menghentakkan tangannya ke lantai kuil dan lantai tersebut langsung hancur bergelombang diikuti gelombang asap hitam pekat yang nampak berbahaya. Shizukesa dan Sasuke sudah melompat menuju halaman depan kuil dan menjauhi areal pertarungan tersebut. Naruto melemparkan lima shuriken bertalinya ke arah patung Budha di halaman depan dan mementalkan tubuhnya ke sana. Asap hitam pekat itu hanya mengenai tanah yang bekas dipijak Naruto. Naga Api yang berada di halaman belakang tadi tiba-tiba melesat di atas kuil dan menerjang cepat ke arah Naruto yang baru saja berpijak di tanah. Naruto berlari ke arah kanan dan Naga tersebut mengejarnya penuh nafsu membunuh. Sementara Kagemi sudah siap menyemburkan cahaya merah kehitam-hitaman dari mulutnya.
'Ini buruk!' Naruto berusaha melompat zig-zag agar Naga Api tersebut kesusahan mengejarnya. Naruto langsung melakukan salto belakang sebanyak tiga kali dan bersembunyi di balik sebuah pohon. Naga Api Kagemi langsung menyemburkan kobaran api dari mulutnya dan membakar pohon yang Naruto jadikan tameng. Sementara Kagemi sudah siap dengan semburan mautnya.
"Yami!"
Mata Yami melebar
"LAKUKAN SAJA NARUTO!"
.
.
.
"KAU MONSTER!"
"KAU BOCAH SIALAN!"
"KAU LEBIH PANTAS UNTUK MATI!"
"DASAR TIDAK BERGUNA! KENAPA SANDAIME MAU MERAWAT BOCAH SAMPAH SEPERTIMU!"
"Tou-san dan Kaa-sanmu hanyalah sebuah sampah masa lalu Naruto..mereka bukanlah pahlawan.."
.
.
.
Seluruh kebencian Naruto terkumpul dan sang The Dark Side sudah memasuki hati Uzumaki muda itu secara penuh. Sekumpulan chakra kehitaman berputar cepat di tangan Naruto. Naga Api yang mau menyembur Naruto tiba-tiba berhenti dan sedikit shock atas perubahan suasana di sekiling tubuh ninja Konoha tersebut. Tubuh Naruto sendiri melayang di udara akibat bantuan tekanan dari Chakra merah Kurama. Naruto menundukkan kepalanya sehingga sebagaian wajahnya tidak terlihat. Mata Kagemi menyipit tajam dan dia langsung melesakkan tembakan cahaya merah kehitam-hitamannya dari mulutnya menuju ke arah Naruto. Naruto mengangkat wajahnya dan langsung melemparkan Dai Rasenringunya ke arah tembakan maut Kagemi.
DHUAAARHHH! Benturan dahsyat tersebut tepat terjadi di samping kiri Naga Api buatan Kagemi. Naga tersebut hilang seketika. Kagemi menyipitkan matanya saat melihat cahaya akibat kedua benturan jutsu tersebut menyilaukan matanya. Angin kencang menerpa tubuh keduanya dan bahkan membuat beberapa pohon tumbang. Mata Kagemi yang semula menyipit tiba-tiba membelalak terkejut. Benar-benar terkejut.
Naruto yang kini berwajah penuh nafsu membunuh hanya menatap datar ke arah Kagemi. Tangan kanan sang Uzumaki kini memutar Dai Rasenringu keduanya. Yami menyeringai.
"Kau tahu Tuan Kagemi, berdasarkan ceritamu kepada kami mengapa kau bisa hidup sampai sekarang..aku menangkap suatu makna bahwa kau sebenarnya berada dalam lubang kegelapan yang sama denganku," Naruto berhenti sejenak. Dia nampak berpikir akan kata-kata selanjutnya.
"Kau frustasi akan nasibmu dan akhirnya memilih jalan untuk menentang Kami-sama.."
Mata Kagemi menajam. Mulutnya perlahan-lahan kembali mengumpulkan cahaya berwarna merah kehitam-hitaman.
"Aku mengerti perasaanmu waktu itu," Naruto menutup matanya. Kagemi menaikkan alisnya perlahan-lahan.
"Kau..dirimu," Naruto membuka matanya "Lubang yang kau jatuhi adalah lubang kesendirian. Tapi ingatkah kau bahwa kau mempunyai kesalahan terbesar dalam hidupmu,"
Kagemi menahan napasnya. Dia sudah siap dengan semburan mautnya.
"Untuk seukuran penjahat, kau terlalu sombong kepada Tuhan! Dan untuk seukuran penjahat.." Naruto langsung melemparkan Dai Rasenringunya ke arah Kagemi Miyamora
"..KAU MASIH JAUH DI BAWAH KAMI DATTEBAYOOO!"
"AKULAH YANG AKAN MENGATAKAN ITU DI DEPAN MAYATMU, BOCAAAAH!"
BLAAARHHHH! Dua jutsu itu kembali bertemu. Kagemi menyeringai. Dia tahu jutsu semburannya dengan jutsu aneh bocah Konoha itu seimbang, namun Kagemi melupakan satu hal.
BWOOOSH! Dibalik kepulan asap kehitaman akibat benturan dua jutsu destruktif tadi, Dai Rasenringu Naruto melesat cepat ke arah Kagemi secara utuh. Mata sang pelukis sadis membelalak tak percaya. Dia benar-benar tidak mengerti, kekuatan terkuat roh-roh pendendamnya kalah dari jutsu bola hitam bocah tersebut?!
Mata Kagemi menatap tajam bola hitam itu dan irisnya langsung bergetar. Kagemi langsung melangkahkan kakinya untuk lari dari serangan Naruto.
Naruto yang masih melayang di udara menyeringai penuh kemenangan.
'Jutsu bocah itu sudah dia isi dengan batu segel di kuil ini! Pantas jutsuku kalah telak!' Kagemi menoleh ke belakang dan Dai Rasenringu Naruto langsung menghantam tanah. Kagemi melihat Naruto yang melambaikan tangannya dan berkata pelan.
"Sayonara, Tuan Kagemi.."
DHUAAAARHHH! Ledakan dahsyat langsung menghantam tanah di areal tersebut. Tubuh Kagemi pun terlalap api serta hembusan ledakan itu tanpa ampun. Batu segel itu bersinar kebiruan di kepulan ledakan itu dan suara teriakan terakhir Kagemi Miyamora terdengar memilukan.
.
.
.
"Kagemi-kun,"
"Bagaimana suatu hari nanti kau melukis kita berdua bersama anak kita..aku akan memajangnya di ruang tamu kita,"
"Aku akan melukisnya dan itu akan menjadi karya terbaikku untuk kita,"
"Ah, Kagemi-kun..rambutku kan warnanya aneh. Jangan kau ubah menjadi lebih aneh lagi.."
"Tentu saja tidak. Kau adalah sinar emas yang menerangi hatiku di manapun, Nei-chan.."
.
.
.
Kagemi pun menutup matanya dengan tetesan air mata. Nei..ya, dia gagal. Rasa bencinya kepada Tuhan telah gagal. Dia gagal mengalahkan Tuhan dan akhirnya mati. Bahkan prinsip Satan yang dipegangnya pun tidak ada apa-apanya.
Tuhan telah menakdirkannya untuk mati. Dan dia bukanlah abadi seperti sang Pencipta.
'Nei, jika kau masih hidup..' Kagemi perlahan-lahan menghilang dalam hembusan asap kehitaman tersebut '..Maukah kau menerima diriku dengan sifatku yang seperti ini,'
Kagemi mengingat rambut coklat keemasan istrinya 'Maukah engkau jika tangan kotorku mengelus lembut rambut cantikmu,'
Air mata itu semakin deras.
'Maukah kau dan anak kita menerimaku di alam sana..aku..aku..aku hiks,'
'Aku sudah jatuh ke lubang kegelapan..'
Empat gulungan lukisan terbang keluar dari balik pakaian Kagemi,
Dan ajaibnya keempat gulungan tersebut tidak ikut hilang bersama tubuh sang seniman hebat tersebut.
Seorang seniman yang jatuh dalam suatu kesalahan. Kesalahan dan penyesalan abadi yang tidak pernah dia pikirkan. Kagemi berpikir kembali tentang rambut istrinya dan dia mengingat kata-kata Naruto.
Ya, mungkin bocah gila itu ada benarnya. Heh, bocah gila..bocah itu benar-benar gila, dalam artian kekuatan yang mengerikan. Kagemi sudah disuguhkan sebuah acara pertarungan yang menarik dan dia sangat terhibur, walaupun dia kalah.
Ya, bocah gila itu ada benarnya.
Dia terlalu sombong kepada Kami-sama. Dia terlalu bangga akan kesuksesan dirinya dalam bertahan hidup ratusan tahun yang lalu hingga zaman para bocah itu hidup. Kagemi Miyamora menyadari satu hal.
Dua bocah itu adalah sosok para penjahat paling berbahaya di masa mendatang.
Dan tampaknya yang satunya, yang memiliki surai coklat keemasan seperti istrinya akan menjadi lawan seimbang bagi mereka berdua.
Takdir itu telah berkata di sini walaupun ketiganya nampak bekerja sama!
.
.
.
Surai coklat keemasan Shizu bergerak pelan ditiup angin sang fajar di tepi Lembah Kuroyami. Mata lentiknya menatap datar ke arah matahari yang muncul di ufuk timur desa. Tim bantuan Konoha yang dpimpin Jiraiya sudah datang dan langsung menolong Sasuke yang benar-benar tidak berdaya. Sakura sendiri yang memanggul sang Uchiha di bahunya. Gadis bersurai pink itu tersenyum manis ke arah teman satu kelompoknya di Tim 7.
"Bagaimana Sasuke-kun?" tanya Sakura lembut. Sasuke menutup matanya perlahan-lahan.
"Aku butuh tidur.." kata Sasuke singkat. Sakura menghela napasnya dan menoleh ke arah Kakashi. Kakashi yang mengerti langsung memanggul tubuh Sasuke di punggungnya.
"Bagaimana dengan Naruto?" tanya Shikamaru sambil menggaruk belakang kepalanya. Shizu membetulkan letak surai coklat keemasannya yang bergerak pelan di samping telinganya.
"Hinata dan Jiraiya-sensei sedang menuju ke sana.." gumam sang Midoru lembut. Selembut hembusan angin pagi itu.
.
.
.
(Lagu ini mengiringi kejadian akhir di chap ini. Lirik ini adalah Opening pada chap 2 yang lalu^_^, ini adalah Opening Soundtrack Shounen-Maid Kuro-kun; Tenshi no Uta)
Nagareru sanbika sora ni wa noboru kumo.
Subete no nukumori tooku ni kieta.
Naruto membuka mataya perlahan-lahan. Yang dilihatnya pertama kali adalah senyuman manis Hinata. Naruto memasang ekspresi kebingungan. Hinata membetulkan letak poni Naruto dan bertanya dengan lembut.
"Kau tidak apa-apa Naruto-kun?"
Naruto berusaha bangkit namun tubuhnya benar-benar tidak dapat digerakkan. Hinata yang sedang memanggul kepala Naruto di pahanya menggelengkan kepala perlahan.
"K-kau belum bisa bergerak Naruto-kun,"
Setsunai tasogare hitori ni naritakute,
Furueru ryou ata misetaku nakute.
Naruto menghela napasnya perlahan. Dia menatap ke depan. Matanya dapat menangkap asap-asap bekas pertarungannya dan beberapa kobaran api. Terdengar suara deheman dari arah samping kanannya dan tampak Jiraiya berdiri di belakangnya sambil bersidekap dada.
"Ini ulahmu?"
Naruto terkekeh pelan. Dia mengangguk pelan tanda menjawab "Iya" atas pertanyaan sensei-nya. Jiraiya menepuk keningnya dan menatap malas ke arah Naruto.
"Hinata mengkhawatirkanmu tahu?"
"E-EEEH?! BU-BUKAN SEPERTI ITU NARUTO-KUN! A-AKU-"
"Apa-apaan tadi kau mengelus rambut Naruto, Hinata?"
Blup..blup..blup..wajah Hinata benar-benar memerah. Dia baru ingat apa yang dia lakukan pertama kali saat Naruto bangun. Tindakan Hinata tadi spontan karena rasa kekhawatirannya. Dan akhirnya sang Hyuuga..
"HINATA! KENAPA KAU PINGSAN?! ERO-SANNIN, INI GARA-GARA SALAHMU!"
Jiraiya memasang wajah tanpa dosa "Beri napas buatan. Selesai kan?" kata Jiraiya sambil menyiapkan pena dan sebuah buku catatan.
"ARRGHHH! PASTI KAU INGIN MEMBUAT ADEGAN TADI DI BUKU MESUMMU! ERO-KEPARAT SANNIIN!"
Dan Naruto merasakan tubuhnya semakin melemah karena perbuatan sensei mesumnya.
Dare mo shinjinai Kami-sama de sar mo.
Tenshi no utagoe okurarete mo.
Shizu menatap tajam isi lukisan gulungan ketiga. Lukisan ketiga berisi tiga lukisan yang cukup mengerikan. Ada lukisan seorang pria yang perutnya ditusuk sebuah kunai. Ada lukisan seorang anak kecil yang kepalanya berputar ke belakang dan nampak dipatahkan. Dan ada lukisan seorang wanita yang tubuhnya terpotong-potong di balik reruntuhan batu. Shizu menghela napasnya perlahan-lahan. Dia kemudian melemparkan lukisan terakhir tersebut ke arah kobaran api di depan halaman rumah Keluarga Miyamora. Ketiga lukisan beserta Boneka Voodo Mahotsukai sudah dibakar dengan berbagai acara pemberkatan suci sebagai tanda bahwa Keluarga Miyamora ingin membersihkan darah kotor mereka dari kutukan.
"Jadi, bagaimana?" tanya Han Miyamora yang kini menyatukan kedua telapak tangannya sebagai tanda berdoa kepada Kami-sama.
"isi lukisan ketiga sama dengan kematian Ishina, Wanagi, dan Chisai.." mata Shizu memandang sedih ke arah kobaran api tersebut "..Kutukan itu ada benarnya,"
Han menghela napasnya perlahan "Aku tahu. Yah..aku harap dengan ini berakhir sudah,"
Shizu tersenyum tipis ke arah Han. "Yah, kita harapkan.." Shizu menatap penuh minat ke arah matahari sejuk di Kurai no Sato "..Cahaya di Desa Kurai benar-benar akan bertahan."
Boku wa boku wo daite.
Boku wa boku wo miteru.
Boku no tame no tomo ni ita.
Boku ga itamu you.
"Jadi begitu," Tsunade menatap tajam isi lukisan keempat yang ditemukan bersama ketiga Death Scroll di Lembah Kuroyami. Matanya memandang datar lukisan Kagemi Miyamora yang menggambarkan tentang dirinya, sang istri, dan anak mereka. Tsunade menghela napas sedikit sedih.
"Jadi Han Miyamora yang kini naik sebagai tetua keluarga Miyamora tidak mau menyimpan lukisan ini?"
Naruto, Sasuke, dan Shizukesa yang memberikan laporan hasil misi mereka mengangguk mantap. Tsunade menggulung lukisan itu dengan cepat.
"Kagemi Miyamora sudah melakukan terobosan cara membuat hidup panjang dengan sel-sel klanku, itu tidak baik.." Tsunade mengetuk-ngetuk perlahan mejanya "..Hal tersebut membuatnya sombong dan gelap mata,"
Boku wa boku wo suki de.
Boku wa boku wo kirai.
Boku no tame no yoru no yami.
Mune ni oikake.
"Boleh kami melihat isi lukisan itu, Godaime-sama?" tanya Shizu pelan. Tsunade menaikkan alisnya dan melemparkan lukisan tersebut ke arah Shizu. Sang Midoru menangkapnya dengan sempurna. Saat dia membuka gulungan tersebut, Naruto dan Sasuke menatap penuh minat ke arah lukisan tua itu.
Tampak wajah tampan Kagemi tersenyum tulus di lukisan karyanya. Di samping kanannya berdiri dengan anggun sang istri. Kedua tangan sepasang suami-istri itu memegang kedua tangan anak mereka dengan wajah bahagia. Naruto menundukkan kepalanya. Entah kenapa dia juga merindukan suasana tersebut. Sasuke pun menutup matanya perlahan-lahan. Shizu melirik keduanya dan menutup dengan cepat lukisan tua tersebut.
"Gezz..warna rambutku dengan rambut istrinya sama," wajah Shizu memerah 'Pantas dia..'
Kodomo no sanbika hitomi ga mabushikute.
Chiisaku kotaeru tenshi no uta...
View pun mengambil langit Konoha yang bersinar cerah. Kemudian view pun menurun ke bawah dan terlihat di persimpangan jalan berdiri Naruto-Sasuke yang berdiri tegak di hadapan Shizu. Shizu menghela napasnya perlahan.
"A-arigatou ne," kata Shizu pelan. Kedua tangannya dia taruh di belakang tubuhnya dan kakinya bergerak sedikit gugup. Naruto dan Sasuke menatap penuh minat ke arah Shizukesa
(lagu pun selesai)
"Jangan seperti itu Shizu, kau benar-benat membuat kami ingin mencubit wajahmu itu," kata Naruto langsung tanpa basa-basi. Badan Shizu menegang. Dia menatap tajam Naruto dengan wajah cemberut.
"Apa maksudmu, Naruto?" tanya Shizu tajam. Naruto menyengir. Sasuke menatap ke arah lain. Uchiha muda itu kemudian melirik tajam ke arah Shizukesa.
"Hn Shizu, bisakah kau tidak bersikap seperti itu.."
Naruto menaikkan alisnya. Dia menatap penuh minat ke arah Sasuke. Shizu memiringkan kepalanya dan hembusan angin sepoi-sepoi menggerakkan lembut rambut ketiganya.
"Haah," Sasuke menghela napasnya perlahan "Bisakah kau tidak bersikap manis seperti tadi, jika kau seperti tadi maka para pria mesum yang belum tahu siapa dirimu yang sebenarnya akan memperkosamu dan menjadikanmu budak mereka dalam mode torture.."
Mulut Naruto berbuih-buih begitu mendengar ocehan Sasuke tentang pemerkosaan dan segala macamnya. Dia tidak menyangka Sasuke akan berkata panjang lebar dalam ranah kevulgaran. Sementara wajah Shizu memerah perlahan-lahan.
"Aku membayangkan sebagaimana manisnya wajahmu jika kau merasakan keenakan dan aku membayangkan bagaimana kau berkata "Minta lagi.." hn, jadi-"
"AYAM HENTAAAAAAAI!"
Sasuke langsung menjadi bintang di langit. Naruto menatap poker face ke arah partnernya. Shizu berdiri dengan napas ngos-ngosan dengan tangan kanannya yang bercahaya terkepal erat. Naruto meneguk ludah perlahan-lahan.
Di langit Sasuke membuat kobaran api bertulisan kanji "AKU BERCANDA SHIZUKESA! LUCU KAN?!"
Naruto langsung jatuh swetadrop. Shizu berjalan ke arah dinding rumah dan menghantamkan kepalanya ke tembok rumah tersebut hingga retak.
.
.
.
"Nah, kita bertemu lagi di misi selanjutnya," Naruto menggaruk belakang kepalanya. Mereka bertiga baru saja makan bersama di kedai Ichiraku berdasarkan rekomendasi dari Naruto. Naruto menyengir ke arah Shizukesa. Shizu menatap datar keduanya.
"Hm, yah..aku harap.." Shizu mengambil sesuatu dari kantong belanjanya. Tampak di tangan kanannya tergenggam sebungkus Dokuyaki. Shizu melemparkannya ke arah Sasuke "..Begitu," kata sang Midoru. Sasuke menangkap Dokuyaki tadi dengan sempurna.
"Hn, untuk apa ini?" tanya Sasuke dengan nada datar. Shizu mengerling ke arah lain dengan wajah yang sedikit memerah manis. Tangan kiri sang Midoru memilin pelan ujung rambut bagian telinga kirinya. Sikap Shizu kini benar-benar sangat manis.
"Emm, gezz.." Shizu menutup matanya perlahan. Kemudian dia berbalik dengan cepat dan melirik ke arah kedua ninja sebayanya tersebut "..Itu adalah tanda terima kasihku karena kalian bersusah payah ingin menolongku di Lembah Kuroyami,"
Mata Naruto dan Sasuke melebar secara bersamaan. Sasuke menatap sebungkus Dokuyaki di tangannya dengan penuh minat "Kenapa satu?" tanya sang Uchiha dengan nada pelan. Shizu mengangkat sedikit kepalanya dan mengerling manis ke arah keduanya.
"Karena kalian duo tim terbaik," senyum Shizu begitu menawan "Tidak salah kan?"
Untuk beberapa saat Naruto dan Sasuke terdiam melihat senyuman yang sangat amat menyilaukan itu. Naruto menggelengkan kepalanya cepat dan mengambil sesuatu dari kantong belanjaannya. Sasuke mengerling sedikit ke ararh partnernya.
"Hn, mau apa kau-"
"Shizu!"
Shizu membalikkan badannya ketika dipanggil Naruto dengan kencang. Naruto melemparkan satu cup ramen ke arah Shizukesa. Sang Midoru langsung menangkapnya dengan tenang. Naruto berteriak dengan wajah penuh semangat dan cengiran yang hangat.
"ITU HADIAH DARIKU DAN SASUKE! INI SEBAGAI BUKTI.."
Sinar lembut matahari semakin memperindah suasana saat itu
"..KALAU KITA BERTIGA ADALAH TEMAN!"
.
.
.
Hyuush, angin berhembus lembut. Shizu tersenyum tipis. Dia mengangkat cup ramen Naruto dan melambaikannya sebagai jumpa perpisahan. Sang Midoru akhirnya berjalan menuju timur desa dengan langkah tenang. Begitu Shizukesa pergi, Sasuke yang tersenyum tipis mengerling ke arah partnernya. Uchiha muda itu terkekeh pelan.
"Tidak biasanya kau memberikan cuma-cuma makanan kesayangan tak bergizimu itu Dobe.."
"Sasuke," wajah Naruto berubah serius "Ada yang ingin kubicarakan,"
Sasuke menautkan alisnya kebingungan. Naruto menghembuskan napasnya sedikit kencang.
"Dan ini soal Shizukesa," kata Naruto dengan nada sedikit menggeram.
.
.
.
Shizu berjalan dengan langkah tenang menuju Taman Konoha. Saat dia berdiri di tengah-tengah taman tersebut, berdiri sosok gurunya, sang Petapa Katak alias Jiraiya dengan wajah serius. Shizu berjalan mendekati sensei-nya yang sedang bersidekap dada sambil bersandar di sebuah pohon. Jiraiya menghela napasnya perlahan-lahan.
"Yo Shizu, hem..bagaimana rasanya bekerja sama dengan Naruto dan Sasuke?"
Shizu terdiam. Untuk sejenak hanya beberapa gemerisik daun yang terdengar. Sehelai daun berputar di dekap wajah Shizu baru kemudian jatuh ke tanah.
"Tidak buruk," kata Shizu dengan nada datar, Jiraiya mengangkat alisnya perlahan-lahan.
"Terima kasih telah datang menolong kami, Jiraiya-sensei. Jika tidak ada timmu, maka kami pasti akan sangat kesusahan. Melawan Nagawa yang memimpin Harigawa akan menambah beban kami setelah susah payah melawan seorang Kagemi Miyamora.." Shizu mengangkat wajahnya dan wajah cantik itu sedikit berkerut "Jadi, bagaimana dengan keadaan Nagawa?"
Jiraiya tertawa pelan. Dia teringat bagaimana Nagawa dan seluruh keluarga Harigawa langsung sembah sujud di hadapannya dengan wajah ketakutan begitu melihat dia berdiri dengan gagahnya di atas kepala Gamabunta. Jiraiya pun memerintahkan Kakashi untuk meringkus penjahat-penjahat tersebut. Nagawa beserta keluarga Harigawa akhirnya dikirim ke Negara Api untuk melakukan proses pengadilan kejahatan dan akhirnya akan dijebloskan ke penjara.
"Aku memaafkan mereka dengan syarat membawa masing-masing foto wanita cantik tanpa busana," kata Jiraiya dengan senyuman mautnya. Shizu langsung menaikkan intensitas chakranya secara cepat.
"I-iya..aku hanya bercanda Shizu..hanya bercanda, hahahaha!" kata Jiraiya sambil menggerakkan kedua telapak tangannya di depan dada dan tertawa garing. Shizu mengerling ke arah lain dan menurunkan tekanan chakranya perlahan-lahan. Jiraiya menghela napasnya dan menatap serius ke arah Shizu.
"Hm..ngomong-ngomong, aku tadi mendengar jalan cerita misi kalian yang benar-benar rumit," Jiraiya menatap tajam Shizu "Aku tak percaya kau bisa dikalahkan dengan mudah dan tertangkap.."
Mata Jiraiya sangat amat tajam menatap sang Midoru. Jiraiya menelan ludahnya perlahan.
"Apa kau sengaja tertangkap, Shizu?"
Hening.
Shizu menundukkan kepalanya. Tangan kanannya kini sedang melemparkan ramen cup Naruto secara cepat ke atas. Pada tangkapan ketujuh Shizu langsung mengangkat wajah cantiknya dengan ekspresi yang benar-benar berbeda.
"Bisa dibilang iya," Shizu mencengkram erat ramen cup tersebut "Bisa dibilang tidak, sensei.."
Jiraiya mengangkat alisnya "Apa tujuanmu, Shizu? Aku tahu kau adalah bukan bocah sembarangan. Dengan intensitas chakramu yang tinggi kau bahkan dapat membunuh orang. Apa yang kau dapatkan saat kau sengaja tertangkap?"
"Aku juga ketakutan saat diriku tertangkap," Shizu memandang datar pohon yang dijadikan sandaran tubuh Jiraiya "Tapi jika para penjahat seperti Chisai dan Nagawa memainkan drama, maka aku juga sedang memainkan drama.."
Shizu tersenyum tipis. Kini wajah sang Midoru terlihat berbeda. Jiraiya tahu ekspresi muridnya ini.
"Aku harus berterima kasih kepada Kagemi Miyamora dan segala kebodohannya tentang kekuatan. Dengan adanya dia aku sudah mendapatkan bukti," Shizu melempar ramen cup itu ke pohon yang dijadikan sandaran Jiraiya. Mata Jiraiya mengerling cepat ke arah ramen cup tersebut. Bungkusan makanan instan itu tergeletak di pohon yang dijadikan Jiraiya sandaran.
"Aku sangat jelas melihat aura kegelapan Naruto maupun Sasuke. Apalagi Naruto, kekuatan kegelapannya begitu terasa.." Shizu mengeluarkan sebuah kunai dan menggenggam erat di tangan kanannya.
"Jadi tujuanmu yang sebenarnya adalah-"
"Aku sudah pastikan sensei," Shizu mengangkat dagunya dan ekspresi sombong sang Midoru keluar. Mata lentiknya menatap tajam dan angkuh. Jiraiya menghela napasnya perlahan.
"Mungkin sikapmu yang beginilah yang membuat Naruto maupun Sasuke kurang menyukaimu. Kau harus membuang sifat aroganmu, Shizu. Dan jika itu benar, kau benar-benar jenius licik yang-"
"Aku sudah memastikan," Shizu memotong cepat kata-kata senseinya. Dia langsung melemparkan kunai tersebut ke arah ramen cup pemberian Naruto dan kunai itu menancap tepat di tengah-tengah makanan instan itu. Mata Shizu bersinar tajam.
"Bahwa mereka berdua akan kubunuh jika benar-benar lari menuju kegelapan!"
.
.
.
"Jadi begitu,"
Sasuke memandang tajam ke arah langit. Dia dan Naruto kini berdiri di tepi Bukit Hyouko. Naruto yang sedang duduk bersila di tanah langsung berdiri di samping partnernya. Sasuke yang dari tadi sudah berdiri kemudian menatap datar perumahan klan-nya.
"Aku juga berpikir, kenapa Shizukesa bisa dikalahkan semudah itu. Kata-kata Jiraya-sensei soal pengalaman memang benar.." mata Sasuke menajam "..Tapi kau benar Dobe, si Tsundere sialan itu ternyata menjebak kita agar dia semakin tahu tujuan gelap yang telah kita buat dan dia bisa menghentikannya.."
Naruto mendengus pelan "Kau benar Teme. Shizu memang licik. Dia punya siasat bahkan di misi ini. Tidakkah kau ingat bagaimana saat dia menaikkan intensitas chakranya,"
Sasuke memandang tajam partnernya "Hn?" gumam Sasuke singkat. Naruto sedikit menggeram kesal.
"Seorang Kagemi Miyamora pun dapat tumbang di depannya hanya karena tekanan chakranya!" kata Naruto dengan nada penuh geraman. Mata Sasuke sedikit melebar.
"Itu membuktikan kalau dia benar-benar sengaja ditangkap dengan tujuan memastikan aura kegelapan hati kita.." Naruto memandang tajam Sasuke. Sasuke menundukkan kepalanya.
"Jadi dia semakin tahu rencana kita ya, Dobe.." Sasuke mengangkat kepalanya. Matanya memandang sebuah pohon yang berada di kanan Naruto dan langsung melemparkan bungkusan Dokuyaki pemberian Shizu ke pohon tersebut. Naruto melirik cepat ke arah Dokuyaki tersebut.
"Kita harus segera keluar dari desa ini sebelum Tsundere itu menghentikannya. Dia tampaknya sudah yakin akan keputusannya," Sasuke mengangkat sebuah kunai di tangan kanannya. Begitu pula dengan Naruto.
"Heh, aku setuju..Teme," Naruto dan Sasuke menatap tajam Dokuyaki pemberian Shizu "Tapi, jika dia benar-benar ingin menghentikan tujuan kita berdua, maka.."
TAK! Kunai duo tim terbaik pun menancap tanpa ampun di tengah-tengah Dokuyaki tersebut. Naruto dan Sasuke menatap penuh cahaya kegelapan,
"..KAMI AKAN MEMBUNUHMU, SHIZUKESA!"
Ketiganya pun sudah menandatangani takdir pertarungan penuh darah tanpa berbelas kasihan. Sebuah siasat Shizu yang sengaja tertangkap dan memainkan drama sebagai seorang Midoru yang lemah, dan duo tim terbaik yang mengeluarkan aura kegelapan mereka begitu pekat.
PERNYATAAN PERANG PUN DIMULAI!
Kini, di masa depan..ketiganya sedang menunggu takdir mereka, siapakah yang akan menepati ucapan tersebut?!
Sang pengawas yang begitu superior atau,
Duo tim terbaik sepanjang sejarah Dunia Shinobi!
FIN
Ending Song: Memoria by Aoi Eir.
1st Ending Soundtrack Fate/Zero
Shizuka ni utsuriyuku
Terlihat sebuah hamparan padang rumput yang luas dengan sebuah pohon rindang di tengah-tengahnya
Tooi kioku no naka
View pun menjadi lebih dekat ke arah pohon rindang tersebut. Rumput-rumput bergerak pelan ditiup angin
Omoide ni yorisoinagara
Gerakan zoom in pun berhenti saat semua view memperlihatkan pohon rindang tersebut. Beberapa helai daun jatuh perlahan-lahan.
Kimi wo omoeru nara
Sebuah daun melayang pelan menuju layar dan akhirnya menutupi seluruh pandangan layar hingga berwarna gelap.
Alunan musik pun terdengar. Layar memperlihatkan sekilas helaian rambut berwarna kuning yang ditiup angin, rambut raven, mata safir berwarna biru yang perlahan-lahan tertutup, rambut berwarna coklat keemasan, bibir tipis kemerahan, lambang klan Uchiha, lengan jaket berwarna orange, lambang klan Uzumaki, mata yang terbuka perlahan-lahan dan menampilkan iris onyx kelam dan terakhir terlihat sekilas iris keemasan yang sedikit sayu.
Itsumo minareteru madobe ni utsutta
Terlihat sosok Naruto yang sedang berbaring di bawah pohon rindang tersebut dengan kedua tangan yang dia jadikan bantal. Matanya perlahan-lahan tertutup dengan tenang
Sono hitomi wa ashita wo muite ita
Terlihat sosok Sasuke yang sedang berbaring di bawah pohon rindang tersebut dengan tangan kanan yang diletakkan di atas keningnya sehingga hanya sebagian mata kirinya yang terlihat. Mata itu perlahan-lahan tertutup.
Ah sakaraenu sadame to shitte mo
Terlihat Shizu yang berbaring miring di pohon rindang tersebut, dengan tangan kanan yang berada di dekat wajah cantiknya dan helaian-helaian coklat keemasan di samping telinganya perlahan-lahan jatuh ke arah hidungnya dengan lembut. Mata lentik itu perlahan-lahan tertutup.
Kowakunai kokoro kara shinjite iru
Layar pun menampilkan ketiganya dengan ada garis pemisah. Pada saat lirik "shinjite iru", ketiganya membuka mata dengan cepat dan langsung bangkit dari posisi berbaringnya.
Shizuka ni utsuriyuku
Tooi kioku no naka
Terlihat sesosok Naruto yang berdiri dengan tubuh sedikit limbung dan mata menatap tajam. Mulutnya terbuka sedikit dengan napas terengah-engah. Tangan kirinya terkepal erat dan tangan kanannya sudah terputar jutsu putaran chakra yakni Rasengan.
Kimi to sugoshita akashi wa
Tashika ni koko ni aru
Sasuke berdiri sambil menarik kerah bajunya. Matanya sudah berubah menjadi Sharingan. Tangan kirinya memancarkan kilatan listrik biru yakni Chidori. Dia maju selangkah dengan wajah penuh amarah.
Afuredasu kimochi wo
Oshiete kureta kara
Kono sekai ga nakunatte mo
Watashi wa soko ni iru
Layar pun bergerak cepat ke arah padang rumput tersebut. View pun memperlihatkan sosok Shizu yang membelakangi layar dan hanya menolehkan kepalanya sedikit ke kiri belakang. Hanya mata kirinya yang terlihat dengan helaian rambut di dekat telinga kirinya yang bergerak pelan ditiup angin. Tangan kanannya menggenggam sebuah kunai dan tangan kirinya mengepal erat. Layar pun naik ke atas, ke arah puncak pohon lalu ke langit. Cahaya matahari pun membuat layar menjadi putih lalu muncul tulisan "THE BEST TEAM" berwarna emas dan di bawahnya dengan warna yang sama tertulis "FIN".
Author Note:
Datang dan pergi secara diam-diam
Jauh di dalam Kenangan
Kumendekam dalam ingatan
Ketika mengingat tentang dirimu
.
.
.
TBT: TDS akhirnya finish. Thanks for all, terima kasih atas semua review kalian. Semua respon yang diberikan dan semua kata-kata penyemangat serta pertanyaan yang menakjubkan. Thanks all, saya akan menjawab yang tidak log in dan yang log in akan saya PM.
Z.L.C
Apakah boneka voddo itu bisa di gunakan selamanya atau ada batasan penggunaannya?
Lanjut, makin kereennn aja nih
A: Boneka itu bisa dikendalikan karena chakra yang diberikan Mahotsukai terlalu berlebihan. Seperti yang dikatakan Kagemi bahwa Mahotsukai telah melakukan kesalahan yang fatal. Thanks..
kun-cici naru
Hn, tuhan memang tidak pernah gugup...
A: Haha, benar bro..tidak akan pernah dan Tuhan adalah Maha Kuasa yang Maha Penyabar dan Maha Penyayang
Mas Narto
Wah bakalan lama nih chaf berikutnya,author sudah pd ke singapur lagi,moga aja cepat
abdatenya ya.
A: Thanks, ini sudah up. Saya masih di sini kok, bos belum manggil
Himura
Gak sabat next chap
previewnya buat penasaran..apa yg disembunyikan Shizu?
A: Sudah tahu kan apa yang dia sembunyikan. Thanks gan..
Last, yang log in akan saya PM. Saya tidak bisa terlalu banyak mengetik A/N karena banyak hal yang harus saya lakukan di hari Minggu yang cerah ini.
So, thanks for all. Terima kasih semuanya dan di bawah A/N saya ada preview dari Epilog The Best Team. Ini bukanlah akhir, tapi ini adalah awal dari darah yang akan tercecer ke tanah dunia Shinobi..
Thanks all and see you next time!
They're Back
.
.
"Kau siap Dobe?"
"Tentu saja.."
.
.
Promise The Fight
.
.
"Demi klanku..aku akan membawa mereka berdua kembali ke Konoha!"
.
.
New Power
.
.
"Hiraishin ya..menarik.."
'Lihat saja, Naruto..Sasuke..aku tidak akan memegang dadaku lagi saat kalian menaikkan kegelapan hati tersebut..'
.
.
A Story of Destiny
.
.
"Apakah karena merasa tidak adil dengan keputusan Rikudou Sannin dengan lebih menguatkan Kresna maka Ashura dan Indra bersatu untuk menghabisi sang anak kedua?"
.
.
Ready to be A Snake!
.
.
"Jadi, apa kalian mau?"
"..Aku hanya akan membuat kontrak kuchiyose dengan ularmu.."
"Aku tidak percaya kau mau menjadi ular Naruto-kun-"
"Bukan hanya ular.."
.
.
WELCOME TO
.
.
"Sudah siap kembali ke Konoha?"
"Maksudmu dengan sang Naga Emas ?"
'..Aku akan berusaha mengembalikan mereka ke jalur yang benar, karena kita Midoru..'
"Tetapi jika memungkinkan..aku akan membunuh mereka.."
"Tenang saja Sakura, Hinata.."
"Aku akan sedikit memvariasikan teknik shurikenku.."
"Katamu kau secara tidak sengaja membangkitkan mata klan kita, Shizukesa.."
"Aku mempunyai banyak teman Kuchiyose, Sasuke-kun..kau tidak mau melatih chakra alammu dengan mereka?"
"Aku akan mencoba.."
"Heheheh..jika teman-temanmu di Konoha melihat perubahan wajahmu ini, mereka pasti tergila gila kepadamu..hahaha..terutama para pria.."
"Siapa yang menjadi pemenangnya adalah salah satu alasan kami bertiga bertarung, tetapi alasan lainnya juga menentukan pertarungan kami.."
"..Demi nama klanku, para pengawas tidak akan mudah kalah!"
.
.
THE BEST TEAM
.
.
"..Dan juga lebih berbahaya !"
.
.
SNAKE JOURNEY!
.
.
"Saatnya para ular berpetualang di dunia Shinobi.."
"..Dan petualangan itu.."
.
.
BEGIN!
COMIN SOON UPDATE CHAPTER 50:
EPILOGE
.
.
7 SEPTEMBER 2014
.
.
THIS IS NOT THE END, BUT THIS IS THE BEGINNING!
.
.
NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO
THE BEST TEAM TETRALOGI STORY BY DONI RENAULT
