Mengejar Cinta Pertama

By

Fidaphillapi

Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

Warning

AU, OOC, Misstypo, EYD yang tidk disempurnakan, Dll.

.

.

Enjoy!

.

.

Pagi yang cerah, langit berwarna biru tanpa ada awan sedikit pun. Terlihat berbeda dengan jalanan Konoha yang dipada dipadati oleh banyaknya kendaraan yang berlalu lalang. Trotoarnya pun tidak berbeda, dipadati oleh orang-orang yang hendak memulai aktivitas. Diantara keramaian itu terlihat seorang gadis berambut pink sebahu berlari sekuat tenaga dengan tas selempang dibahu kirinya dan beberapa literature kimia yang tebal di tangan kanannya. Dia tampak kesusahan membawa barang bawaannya itu. Sesekali bukunya terjatuh membuatnya mengumpat kesal. Untungnya gadis itu memakai jeans yang memudahkannya untuk berlari menerobos kerumunan orang.

langkah gadis itu terhenti di depan pintu gerbang yang megah bertuliskan 'Konoha University'. Meski napasnya tampak memburu, banjir keringat, rambut lepek dan bajunya kini acak-acakan, senyum lebar tetap tak hilang dari wajahnya. Sepertinya serentet kejadian barusan sama sekali tidak mengurangi semangat masa mudanya.

Gadis itu mulai menutup mata sembari menetralkan napasnya yang ngos-ngosan, kemudian ia kembali tersenyum lebar dan merentangkan tangannya keatas. "Konohaaaa Haruno Sakura is back!"

"Ppfft." Jangan salahkan orang-orang itu yang kini tengah menertawakannya. Siapa yang tidak tertawa jika disuguhi hal konyol dipagi hari. Merasa malu sendiri, Sakura langsung menurunkan tangannya, menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil cengengesan lalu membungkuk beberapa kali ke kanan dan kiri.

.

.

.

Ini adalah hari pertamanya memulai kuliah sebagai mahasiswa pindahan dari Suna Univesity. Sakura menyusuri koridor, mencari kelasnya yang entah berada dimana. Mau tak mau ia harus mengeceknya satu persatu dan kini ia sudah berada di lantai 3. "Ya Tuhan kenapa gedung ini luas sekali!" sepertinya gadis itu mulai frustasi dengan keadaan. Bahkan kampusnya di Suna tidak seluas ini.

"214-A…"

"214-B…"

"214-C, ah ini dia 214-D!"

Segera saja dia membuka pintu. Namun,

"KENAPA KELASNYA KOSONG?" dia kebingungan sendiri. "tapi di KRS benar kok. Kelas pertama-Kimia dasar-ruang 214-D-pukul 09.00 lalu kelas fisi- tunggu sebentar, Jam 9?" Ia cocokkan waktunya dengan jam tangan hitam di tangan kirinya. "Pantas saja ini baru jam 7!" teriaknya. Kali ini dia benar-benar frustasi. Dibanting saja buku-bukunya serta tas selempang cokelatnya itu di salah satu meja yan kosong.

Tuuutt tuuuttt

"Ha-"

"Ino! Kamu dimana? Cepat ke kampus!"

"Apa sih ra? aku masih dirumah. Mana bisa begitu! ini baru jam 7 sakura sayang!"

"Aku juga kuliah jam 9."

"Terus?"

"Aku kepagian bangun. Belum ada siapa-siapa disini. Kamu cepetan kesini!"

"Engga mau. Aku masih ngantuk."

"Tega."

"Bodo."

"In-"

Tuuuttt tuuuutt

.

.

.

"pig sialan! masa minta nemenin doang gak mau, taman macam apa itu! Aku kan masih baru disini." umpatnya sepanjang jalan menuju cafeteria. Karena bingung harus apa dan berhubung dia belum sarapan, sakura memutuskan untuk mengisi perutnya yang keroncongan.

BRUKK

Karena sibuk mengumpat dan tidak melihat jalan dia jadi menabrak orang. Menyebabkan buku-bukunya dan juga buku orang yang ditabrak itu berhamburan ke lantai. Suasana cafeteria yang ramai mendadak menjadi hening. Buru-buru dia mengumpulkan bukunya-bukunya itu.

"Ma-" saat sakura mendongkkan matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah mata hitam dengan tatapan yang tajam seperti mengintimidasi. Membuat sakura kembali menundukan kepalanya. Mengumpulkan keberaniannya kemudian dia mencoba kembali meminta maaf sekali lagi.

"Ma-maafkan saya kak, ta-tadi saya ti-tidak lihat jalan." Orang itu hanya menatap sakura tajam kemudian melengos pergi tanpa sepatah katapun.

.

.

.

"Maaf saya telat pak."

"Tidak biasanya kamu telat sasuke. Baiklah silahkan masuk."

"Teriamaksih Pak. Tidak akan saya ulangi."

Sasuke kemudian berjalan menuju dimana mejanya berada. Di pojok kanan belakang. Karena hanya meja itu yang tersisa. Disampingnya terdapat seorang pemuda berambut blonde yang tampak asik mendengarkan musik dari I-phone nya.

"Yo, Teme. telat?"

"Begitulah, salahkan laporan praktikum sialan itu." Jawab sasuke judes sambil mengeluarkan beberapa buku yang diperlukannya.

"ada apa?" Tanya naruto heran melihat temannya itu seperti sedang panik.

"literature fisikaku tidak ada."

"tuh pakai saja punyaku." Tunjuk naruto menggunakan dagunya pada literature fisika di mejanya.

"bukan itu masalahnya dobe. Aku selipkan laporan praktikumku disana. Ah jangan-jangan. Sialan."

"kenapa?"

"pasti terbawa si pinky itu"

"pinky?"

"tidak."

.

.

.

Ya Tuhan ada apa dengan hari ini! Kenapa semuanya berantakan. Terpaksa lari marathon pagi-pagi gara-gara takut kesiangan dihari pertama kuliah dan ternyata malah kepagian. Dan sekarang ketemu cowok keren tapi aneh!

"Pak, pesan nasi goreng pedas dan juga lemon tea, cepetan!"

Memastikan pesanannya sudah benar, sakura mencari meja yang kosong lalu membanting dirinya ke kursi. Tidak peduli orang-orang mendelik tidak suka. Dia benar-benar kesal. Tatapannya tertuju pada tumpukan buku didepanna. Tapi tunggu, sepertinya dia menemukan sesuatu yang asing. Buku bersampul hijau dengan judul "N-Level Clasified Physics". Pada halaman pertama itu terdapat nama si pemilik buku 'Uchiha Sasuke'

"Uchiha Sasuke? eh, mungkinkah punya orang yang tadi? Wait a second, Uchiha Sasuke? Jangan-jangan Uchiha Sasuke…"

Flashback

"Heeey tungguuu!" Seorang gadis kecil berambut pink mengayuh sepeda kecilnya yang juga berwarna pink. Gadis kecil berusia sekitar 5 tahun itu mencoba menyusul beberapa anak laki-laki di depannya yang juga bermain sepeda.

Setelah berusaha dengan keras akhirnya dia berhasil menyusul. "Sakura ingin bermain dengan kalian." Ucap gadis kecil itu dengan senyum cerianya.

"tidak boleh! Anak kecil bisanya menyusahkan saja. Sudah pulang sana!" bentak anak-anak bertubuh tambun

"iya pergi sana! Jangan ikuti kami"

"iya sana."

"pergi!"

"gak mau, aku ingin main bareng!" gadis kecil kekeuh.

"pergi!" karena tidak sabar, salah satu anak laki-laki mendorong sepeda gadis kecil. Gadis kecil itu kehilangan keseimbangan lalu terjatuh dan menangis. Bukannya menolong anak-anak nakal itu malah menertawakannya.

"Ahaha begitu saja suda menangis. Dasar cengeng!"

"hey, kalian. minta maaf!" tiba-tiba saja datang seorang anak laki-laki. "kalian tidak boleh kasar sama anak perempuan! Minta maaf sekarang!"

"Teman-teman sepertinya ada anak sok pahlawan. Kami tidak mau. Ayo teman-teman kita pergi saja." Ucap si anak tambun, ia kemudian dengan santainya pergi diikuti yang lainnya.

Setelah anak-anak nakal itu pergi, anak laki-laki itu menghampiri si gadis kecil.

"Kamu engga apa-apa?" tanyanya ramah.

"Sakit, hiks hiks…" jawab gadis kecil itu sesenggukan. Ternyata lututnya berdarah akibat terjatuh dari sepeda tadi.

"Kamu bisa berjalan?" Tanya si anak laki-laki itu itu lagi kemudian dijawab dengan gelengan.

Anak laki-laki itu kemudian membawa sepeda si gadis kecil itu. "sini biar aku yang bonceng, rumahmu dimana? Biar aku antar pulang." Ucapnya sambil tersenyum

"Di blok F, no 23 kak."

.

.

.

"sudah sampai."

"Teriamaksih kak." Ucap si gadis kecil itu sambil tersenyum

"Sama-sama."

"Namaku Sakura, nama kakak siapa?"

"Namaku Uchiha Sasuke. Lain kali kamu harus lebih berhati-hati, jangan gampang menangis, orang lemah hanya akan ditindas, kamu harus menjadi lebih kuat mulai sekarang. Ya sudah aku pulang dulu" Gadis kecil itu mengangguk dan tidak lama anak laki-laki sudah hilang dari pandangan.

'"Uchiha sasuke ya…" gadis itu tersenyum sumringah.

Flashback off

"Arrggh jangan-jangan dia pangeranku dulu!" Badmoodnya seketika saja hilang digantikan dengan perasaan bahagia tiada tara. Tak sadar jika ada yang memandanginya heran.

"Pangeran apa?" sakura terlonjak kaget kemudian menoleh. "Pig?!"

.

.

.

"Apa! Jadi tadi kamu bertabrakan dengan Kak Sasuke dan ternyata dia adalah pengeran masa kecil kamu gitu?" Tanya ino sambil menyeruput jus alpukat yang tadi dipesannya.

"Iyaaa, akhirnya setelah 12 tahun tidak bertemu, Tuhan akhirnya mempertemukan aku dengannya lagi Pig. Pokoknya kali ini aku harus mendapatkan cinta Kak Sasuke"

"Tunggu forehead , kamu gak tahu siapa Kak-Sasuke itu kan. Mending jangan deh."

"Engga bisa! Aku sudah menyukai dia sejak pertama kali bertemu pig. Dia itu sudah menyelamatkanku dulu dan mengubahku menjadi gadis yang kuat."

"Tapi Ra, dia itu orangnya kejam dan dingin. Engga ada satu perempuan pun yang berhasil mendekati dia."

"Bodo." Ino hanya bisa menghela napas melihat kelakuan temannya itu. Kalau sudah punya keinginan temannya yang satu itu memang susah dihentikan.

"Terserah deh."

.

.

.

Keesoakan harinya di taman Konoha University

"Kamu yakin, Ra?"

"Yakin kok, kamu tunggu sebentar disini." ucap sakura kemudian melangkah pasti dengan senyum lebar. Sementara Ino hanya harap-harap cemas melihat temannya itu. Sebenarnya Ino sudah mencegahnya sampai mulut berbusa tapi Sakura tetep pada pendiriannya. Jadi jangan salahkan dia jika hal buruk terjadi.

Beberapa meter didepan Sakura terlihat 5 orang pemuda yang sedang berkumpul dan Sakura dapat melihat Sasuke duduk diantara mereka tepatnya membelakanginya. Salah satu diantara mereka, si pemuda berambut blonde tampaknya sedang membuat lelucon aneh yang memuat lainnya tertawa terbahak-bahak. Obrolan khas cowok sekali.

"Umm, permisi Kak Sasuke." Sekumpulan cowok itu yang tadinya ramai tiba-tiba menjadi diam. Dan menatap sakura heran. Sasuke yang merasa dipanggil mendongakkan kepalanya. Matanya membulat. Ibarat pucuk di cinta ulam pun tiba. Baru saja Sasuke ingin mencari si gadis pink itu, dia sudah datang sendiri. "Kamu—"

"Iya Kak ini aku Sakura, waktu kecil kakak nolongin aku dari anak-anak yang membullyku. Kakak ingat aku kan?" cerocos sakura memotong omongan Sasuke. "Dan ini untuk kakak." Sakura kemudian menyerahkan sebatang cokelat pada sasuke.

"Teme, ambil tuh cokelat." Ejek naruto sambil menahan tawa. "Iya tuh ambil jangan di anggurin terus." Tambah yang lain. Karena tidak kunjung diambil, naruto kemudian berinisiaf mengambil cokelat itu.

"Eh, Kak tapi itu untuk Kak Sasu-" Sakura sepertinya sangat tidak ikhlas melihat cokelat untuk Sasuke diambil oleh Naruto dengan polosnya.

"Sudah engga apa-apa. Lagian teme juga tidak keberatan. Iya 'kan teme?"

Sasuke dapat melihat bahwa kini teman-temannya sedang mentertawakannya. Ya Tuhan ini konyol sekali, pikirnya. Dia merasa sangat dipermalukan. Tangannya mengepal dan rahangnya mengeras karena kesal.

"Cih! Kamu salah orang. Sudah pergi sana." Bentak sasuke

Dibentak sasuke, senyum lebar sakura tiba-tiba saja hilang. Digantikan dengan perasaan sedih yang teramat sangat.

"Ta-tapi Kak,"

"Belum pergi juga. Sana pergi!" sasuke mulai kehabisan kesabaran.

"Sas, kamu keterlaluan." Kata Sai yang kasihan sakura dimarahi sasuke begitu.

Karena sudah tidak tahan, kemudian membalikan badan. Dia berusaha keras agar tidak menangis saat it juga. "Tunggu!" baru lima langkah, sasuke tiba-tiba memanggilnya. Membuat Sakura sumringah kembali.

"Sekarang kakak sudah inget aku kan? Iya kan?" Ucap Sakura penuh harap.

"Iya sekarang aku sudah ingat-"

"Ingat kalau itu buku fisikaku!" Sasuke mengambil paksa buku fisikanya yang di pegang sakura.

.

.

.

TBC

Hallo, salam kenal semuanya, aku author baru yang bawa cerita pasaran, oh iya cerita ini terinsirasi dari FTV lama tapi judulnya aku lupa hehe, ceritanya lucu banget. Aku pingin aja bikin versi Sasusku. Tapi kemungkinan seiring waktu berjalan #jiah cerita ini bakal nemuin jalan ceritanya sendiri. maksudnya gak ngikutin aslinya. Okay, segitu aja perkenalan dariku. Semoga terhibur ya readers. Jangan lupa RnR