Title: Lucky Fanboy (Prequel Airport Staff)
Author: Arisa Arizawa
Main Cast: TaoHun
Genre: Romance, Friendship
Rated: T
Warning!BoysxBoys, Typo(s), Crack Pairing
Don't Like? Read First:3
Flame for my story? Allowed. Flame for the cast? Please don't:)
oOo
"Kau benar tidak ingin menontonnya? Kau sudah membeli tiketnya, ingat?" ucap Luhan pada adiknya, Sehun, yang dibalas dengan helaan napas berat.
"Aku malu, hyung!" ucap Sehun dengan wajah memerah. Ia menutup wajahnya dengan bantal sofa yang sedari tadi ia remas tanpa tujuan.
"Tao juga tidak akan mengenalimu. Kau biasanya menyamar menjadi perempuan, kan, jika menonton konser mereka?" tanya Luhan sambil mengelus kepala adik angkatnya itu. Sehun pun mengangkat kepalanya.
"Tapi..."
"Sudahlah! Ayo make over wajahmu! Aku akan menelepon Kai untuk menjemputmu," kata Luhan sambil menyeret adiknya yang berumur 22 tahun itu ke kamarnya.
"Oh, jangan Kai! Kyungsoo hyung bisa cemburu lagi!" kata Sehun dengan panik. "Aku akan berangkat sendiri!"
"Baiklah aku akan mengantarmu. Tidak mungkin aku membiarkan 'yeoja' dongsaeng ku pergi sendiri saat hari sudah petang seperti ini," Luhan langsung menutup pintu kamar Sehun sebelum ia menjadi bulan-bulanan adiknya yang tersinggung ia panggil perempuan.
"Aish, hyung! Aku ini namja!" teriak Sehun dari dalam kamar. Lalu ia menghela napas.
Ia berjalan menuju lemarinya dan terpampanglah rak-rak baju miliknya. Dan sekali lagi ia buka rak-rak tersebut dan terlihatlah lemari 'tersembunyi' miliknya.
"Baiklah... malam ini adalah malam terakhir aku memakai kalian. Maaf," ujarnya pada baju-baju yang tergantung rapi di dalamnya. Baju-baju perempuan.
oOo
"Hey, Zitao!" teriak Chanyeol pada Tao yang sedang memejamkan mata di tempat duduknya.
"Ada apa?" tanya Tao tanpa membuka matanya.
Tak berapa lama, ia merasakan 2 rangkulan di sisi kiri dan kanannya yang menyebabkan ia terlonjak kaget dan membuka matanya.
"Aku harap kalian berdua memiliki alasan yang jelas untuk ini," ucap Tao dengan jengkel.
"Suho sedang tidak ada," kata Kris. Tao menaikkan sebelah alisnya.
"Bodyguard dan para staff sedang diberikan briefing untuk acara hari ini," lanjut Chanyeol. Tao semakin tidak mengerti dengan ucapan melantur dari keduanya.
"Kau ingat kalau kita pernah berencana untuk melihat langsung para fans yang berdatangan?" tanya Kris dan akhirnya Tao pun mengerti apa maksud mereka.
"Oke dan kenapa kita harus menunggu! Cepatlah! Mungkin aku bisa mendapatkan seorang fans yang manis seperti Oh Se- " ucapan Tao terhenti saat ia hampir saja melepaskan nama yang membuatnya selalu terpikir pada pemilik nama tersebut.
"Oh Se... nugu?" tanya Chanyeol.
"Ah sudahlah! Tidak penting. Mungkin hanya kenalan Tao saat kita World Tour kemarin," kata Kris sambil berjalan ke arah pintu dan membukanya. "So, siapa yang ingin duluan?"
"Maknae first, ofcourse," kata Tao sambil setengah berlari namun ditahan oleh Chanyeol dan berdebatlah mereka mengenai siapa yang harus duluan keluar.
oOo
"Kau suka sekali memakai wig itu, Sehun-ah," ucap Luhan sambil menyetir mobilnya.
"Yah... ini pemberian dari eomma. Kau ingat, kan, eomma sangat ingin anak perempuan. Jadilah aku yang korban," kata Sehun sambil sesekali ia membenarkan roknya.
"Jika kau memakai baju seperti ini, kau terlihat seperti pemandu sorak baseball team sekolahmu dulu," ucap Luhan sambil menahan tawanya ketika ia mengingat saat adiknya keluar kamar berpakaian seperti itu.
Saat ini, Sehun mengenakan sebuah crop tee berwarna hitam bertuliskan 'Girl's Rules!' berwarna putih dan dalaman putih dipadukan dengan rok yang sudah tidak lagi selututnya berwarna putih pula dengan garis hitam 1 cm di atas tepi rok. Ia menggunakan running shoes berwarna hitam-putih dengan kaos kaki hitam hampir mencapai lutut.
Dan rambutnya yang berwarna pirang itu ditutupi oleh wig berwarna cokelat madu melewati pundaknya dengan ikal di ujungnya dan poni yang sedikit miring agak menutupi alis hitamnya. Juga hiasan berupa bandana putih polos menghiasi kepalanya
Jika dilihat sekilas, Sehun memang seperti seorang pemandu sorak.
"Sudahlah! Jangan komentari aku!" kata Sehun dengan wajah memerah sementara Luhan masih menahan tawanya.
Tak berapa lama, mereka tiba di depan gedung KBS. Sudah terlihat banyak sekali fangirl yang berdatangan.
"Sudah, sana bersenang-senang! Telepon aku atau Kai jika sudah selesai!" nasihat Luhan yang dibalas dengan anggukan oleh Sehun. Ia pun keluar dari mobil sambil menyampirkan tas selempang berwarna hijaunya dan melambaikan tangan pada Luhan yang mulai melajukan mobilnya meninggalkan ia dikeramaian para fans artis-artis yang akan tampil malam ini.
oOo
"Woah perempuan itu cantik sekali!" kata Chanyeol.
"Lihat, yang memakai kacamata strawberry itu!" sahut Kris.
"Aish kalian berdua jangan menghalangi pandanganku!" ujar Tao dengan kesal.
Mereka sedang berada di tangga darurat lantai dasar. Tepatnya, di balik pintu tangga darurat lantai dasar. Mereka mengintip dari dalam situ melalui jendela yang berada di pintu tersebut.
"Salahmu sendiri terlalu pendek," ujar Chanyeol dengan santai yang langsung dikenai jitakan oleh Tao.
"Aku ini tinggi kau bodoh atau apa?!" teriak Tao dan mulai menjambaki Kris dan Chanyeol. Lalu terjadilah perseteruan fisik diantara ketiganya.
Tanpa sengaja, mereka bertiga terdorong ke arah pintu. Dan, pintu yang bisa dibuka 2 arah tersebut pun terdorong yang menyebabkan mereka bertiga terjatuh keluar dan disaksikan oleh semua orang yang berada di sana.
Keadaan yang hiruk pikuk awalnya pun menjadi senyap.
"Bukankah itu EXO?!" teriak seorang perempuan memecah keheningan.
"Benar itu EXO!" teriak yang lain disusul dengan teriakan dan bisikan yang lain pula.
"Sepertinya... kita harus kabur," bisik Kris sambil berusaha berdiri dan diangguki oleh kedua dongsaeng-nya setelah mereka bertiga berdiri dengan benar.
"Hitungan ketiga. Satu-"
"KYAAA! EXO OPPADEUL!"
"LARI!"
oOo
"Eh, ada apa itu?" tanya Sehun pada dirinya sendiri ketika ia masuk ke dalam gedung KBS. Sambil berusaha memakai gelang emas miliknya ditangan kirinya, ia masuk dan melihat ketiga member EXO sedang berusaha meloloskan diri mereka dari para fans yang mengepungnya.
Ia pun terpanah melihat kejadian tersebut. Ia mematung sampai tak sadar ketiga tiang berlari itu sudah menuju ke arahnya. Ia pun sadar saat ia ditabrak seorang dari mereka bertiga.
'Sial! Gelangku!' teriaknya panik dan shock dalam hati karena ternyata gelangnya tersangkut di lengan jaket seorang member dan ia pun ikut terseret untuk berlari.
oOo
"Shit! Bagaimana ini, Kris?!" tanya Chanyeol yang berusaha keluar dari kepungan para fans mereka.
"Usahalah masing-masing! Kita ke pintu keluar dalam hitungan ketiga!" teriak Kris menggunakan bahasa Mandarin.
"SAN*!" teriak Tao langsung berlari ketika ia melontarkan teriakan itu diikuti oleh Chanyeol lalu Kris.
"Kau melupakan Yi dan Er*!" teriak Kris yang tidak digubris oleh Tao.
Ia terus berlari sampai tanpa sadar ia menabrak seorang 'gadis' dan tanpa sadar, jaketnya tertarik ke belakang. Saat ia lihat, sebuah lengan putih pucat menempel pada lengan jaketnya. Hampir saja ia berteriak ketakutan jika saja ia tidak melihat wajah pemilik lengan tersebut.
"Sehun-ah," bisiknya lirih tanpa ia sendiri sadari.
Tanpa pikir panjang, ia menggenggam tangan 'gadis' tersebut dan menariknya untuk berlari menyusul Kris dan Chanyeol yang sekarang sudah berada di depan mereka.
oOo
"Ah sial! Aku lelah sekali!" teriak Kris setelah mereka berhasil menghindari para fans itu.
"Gila! Kita benar-benar mengelilingi gedung ini!" kata Chanyeol saat menyadari mereka berada di pintu belakang gedung tersebut. "Kris, cepat telepon Suho hyung! Pasti dia mencari kita."
"Aku tidak membawa handphone," jawab Kris masih mengatur napasnya.
"Aish bodoh! Tao- Eh!" teriak Chanyeol pada maknae mereka dan dikejutkan saat ia melihat Tao menggenggam tangan seorang gadis. "Siapa dia?!"
Sehun, 'gadis' tersebut, menundukkan kepalanya saat ia mendengar Chanyeol berteriak padanya.
"Dia... aku juga tidak tahu. Tiba-tiba tangannya menempel pada lenganku," jawab Tao santai. Kris pun mendekati Sehun.
"Siapa namamu?" tanya Kris lembut.
"Jika dengan gadis cantik saja kau lembut seperti kapas. Kuberitahu Suho hyung tahu rasa kau!" ejek Chanyeol pada Kris yang tidak digubris oleh Kris. Sementara, Sehun merasa dilema.
'Apakah aku harus memberitahunya nama asliku? Eh, tapi, Tao sudah tahu namaku! Aish aku harus bagaimana?! Luhan hyung bantu aku!' mohon Sehun dalam hati sambil terus merunduk. Tao pun, yang juga penasaran berusaha melihat wajah Sehun namun Sehun terus berpaling.
"A- Aku S-Seohyun, No Seohyun," jawab Sehun dengan cepat dan volume pelan namun masih bisa didengar oleh ketiga tiang itu. Akhirnya ia memilih memakai nama pemberian ibunya saat ia didandani menjadi perempuan seperti sekarang.
"Ooh, Seohyun," balas Kris sambil tersenyum membuat pipi Sehun memerah saat ia tak sengaja mengintipnya melalui celah poninya.
"Seohyun-ah. Kau membawa handphone? Aku perlu menelepon manajer kami. Ia pasti sedang cemas mencari kami bertiga," kata Kris dengan senyum sejuta volt yang mampu melelehkan hati ribuan perempuan bahkan pria seperti Sehun.
Sehun mengangguk pelan dan mengeluarkan handphone-nya. Kris pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih saat Sehun menyodorkan handphonenya pada Kris.
"Ngomong-ngomong, kenapa kau ikut berlari, Seohyun-ah?" tanya Chanyeol. Sehun pun menjawabnya dengan mengalihkan pandangannya pada tangan Tao yang masih menggenggam tangannya. Chanyeol dan Tao pun mengikuti arah pandangnya.
"E- Eh... maaf aku tidak sengaja," kata Tao dengan gugup dan melepaskan genggamannya. Namun ternyata, gelang Sehun dan lengan jaket Tao masih tersambung.
"Ooh, jadi gelangmu tak sengaja tersangkut pada jaket Tao?" simpul Chanyeol sambil manggut-manggut tak jelas sedangkan Tao berusaha melepaskan gelang Sehun dari jaketnya. Mereka pun terdiam hingga Kris selesai dengan teleponnya.
"Err... maaf, Seohyun-ah, sepertinya, aku menghabiskan banyak pulsamu," ujar Kris meminta maaf dan dibalas anggukan oleh Sehun.
"A- aku harus pergi," ucap Sehun dengan lirih dan tetap menunduk. Ia pun beranjak dari tempat itu sambil mengetik pesan pada Luhan.
"Seohyun-ah!" teriak Kris padanya. Ia berhenti dan berbalik menatap Kris dari jatak 50 meter. Ia yakin pada jarak ini, Tao tidak akan mengenalinya.
"Apa kita akan bertemu lagi?" tanya Kris padanya. Ia bisa merasakan wajahnya memerah. Ia pun hanya menganggukan kepalanya dengan kaku lalu berlari pergi.
Sementara itu, Kris yang masih menatap Sehun pun tersenyum gembira.
"Kau kenapa, Dduizhang?" tanya Tao sambil menatap arah yang sama dengan Kris. Yang ditanya pun hanya mengangkat bahu.
"Hanya merasa bahagia."
-TBC/END?-
*Yi, Er, San: 1, 2, 3 (Mandarin)
Thanks to:
askasufa, levy95, alviyah, Arcan'sGirl, Guest, sweetcity, luphbepz, taohun luv, LeeTS, AulChan12, anis . l . mufidah, Jangnanana, chunie, sehunskai, Afyb, YoungChanBiased, xxx, bbok eum dalk
Risa Cuap-Cuap:
Annyeonghasaeyo Chingudeul~
Ahh mian Risa baru balik:( Risa sebenernya bingung mau lanjut gimana akhirnya bertapa dulu(?) Dan tiba-tiba, pas nonton Music Bank, langsung dapet ide kayak gini deh~
Ini Risa sengaja bikin Sehun jadi cewek hehe kan cantik tuh~ yakan yakan yakan?:3 Dan nama Seohyun itu terlintas pas Risa nanya di grup tentang nama yang pas buat Sehun pas jadi cewek
Pada bilang sih Hunnie ada yang bilang juga Sihun-. Tapi Risa malah keinget Baekhyun-(?) Terus Risa mikir yang belakangnya 'Hyun' lucu juga jadinya kan bisa dipanggil "Hyunnie~". Kebetulan lagi muterin lagu The Boys dan tring, kepikiran Seohyun. Dan, Risa menyadari, kalo Sehun dan Seohyun pronounciation-nya hampir sama. Wkwk~
Oh iya, maaf ya soal style nya Sehun waktu jadi cewek aneh banget:( Risa buta fashion jadi gitu lah hasilnya huweeeeeeeeee ToT.
Dan yang buat nanya grup, langsung PM Risa aja oke? Itu grup Line ya'-')b
Dan kalo ada yang mau request ff boleh kok~ terbuka sekali bagi kalian yang mau request~
Last, read and review please~
