Di hari minggu yang cerah ini Jongin dan Sehun duduk berdesak-desakkan disebuah ayunan panjang yang terletak ditaman samping rumah. Setelah menyelesaikan sarapan pagi bersama tadi Jongin dan Sehun langsung menyeret Paman Jang menuju taman samping rumah untuk melihat lebih banyak isi kardus yang mereka temukan di Gudang.

Tidak perlu repot-repot untuk mencemaskan kedua anak itu akan jatuh atau tidak tapi percayalah, Paman Jang yang harus mendapatkan perhatian kali ini karena duduk terhimpit diantara dua bocah beda warna itu dengan kardus coklat kecil dipangkuannya.

Paman Jang menghela nafas sesak merasakan dua bocah di kiri kanannya itu tidak mau diam sama sekali. Membuat paru-parunya harus bekerja dua kali lipat.

"Ayolah anak-anak, aku sudah tua untuk ini" keluhnya seraya sedikit menundukkan tubuhnya agar terlepas dari himpitan dua tubuh tinggi menjulang satu spesies itu

"Hehe, maaf Paman, bangkunya kurang panjang" jawab Jongin cengengesan. Tubuhnya pun masih berusaha untuk mendapatkan wilayah yang lebih luas

"Hyung, kau harusnya duduk dibawah, kan kasihan Paman Jang" keluh Sehun tak sadar sendirinya juga sama saja dengan Jongin

"Kenapa aku, kau saja sana yang duduk dibawah" balas Jongin sewot. Menggeser lebih kuat tubuhnya kearah Paman Jang yang kemudian berimbas juga pada Sehun

"Ya! Hyung, aku terjepit! Uhh~~ kau kan tua, yang tua itu harus mengalah" balas Sehun tak mau kalah dan melakukan hal sama yang Jongin lakukan tadi membuat Paman Jang sibuk mengatur nafasnya

Benar-benar dua bocah yang kurang ajar. Mengabaikan orang tua yang butuh pertolongan dan malah sibuk beradu argumen.

"Sehun, jangan pernah mengataiku tua, kita hanya berbeda dua tahun, dan apa kau tidak lihat? Disini yang tua itu—"

Jongin dan Sehun terdiam seketika , tersadar dengan ucapan Jongin reflek keduanya menengok kearah Paman Jang yang terlihat menghirup oksigen rakus sambil menunduk. Dengan sigap kedua anak Adam itu segera bangun dari ayunan tersebut dan mendudukkan tubuh mereka direrumputan depan ayunan menghadap kearah Paman Jang secara bersamaan.

Keduanya saling pandang dalam diam. Melemparkan tatapan 'Apa dia baik-baik saja?' lewat pancaran mata yang mereka buat. Dan begitu keduanya kembali fokus pada Paman Jang, mereka terpaksa menelan ludah kasar karena mendapati tatapan datar Paman Jang. Membuat keduanya menggaruk tengkuk mereka yang tak gatal dan melakukan gerakan V sign dengan tangan lainnya.

"Maaf Paman, kami khilaf" ucap Jongin mencoba senelangsa mungkin

"Bukan kami Paman, hanya Jongin hyung" elak Sehun memanyunkan bibirnya

"Kenapa aku? Kau juga jadi tersangka disini" bela Jongin tak terima

"Tidak, lihat saja badanmu itu, kau memenuhi ruang ayunan" Sehun menjulurkan lidahnya mnyebalkan

"Heh, sekali-kali kau coba ukur lebar bokongmu itu biar kau tahu" dan Jongin bersmirk ria

"Jongin hyung rusuh!"

"Tidak"

"Iya"

"Tidak~"

"Iya! Iya! Iya!"

"Ti-"

"Hentikan anak-anak" lerai Paman jang mencoba tidak meledak saat itu juga

"Maaf" ucap kedua bocah itu menyesal

Paman Jang hanya menghembuskan nafas maklum. Tubuh tuanya yang masih terlihat segar dan kuat itu beranjak dari duduknya dan ikut mendudukkan dirinya didepan Jongin dan Sehun. Membuat keduanya semakin menyesal.

"Tidak apa-apa" Paman Jang tersenyum menenangkan. Tangannya terulur menepuk pelan kepala dua bocah didepannya membuat dua bersaudara itu akhirnya tersenyum lucu

Paman Jang ikut tersenyum melihatnya. Tubuhnya ia putar sedikit kebelakang untuk mengambil kardus coklat kecil yang masih tertinggal di ayunan. Matanya menyiratkan kebahagiaan melihat foto-foto dalam kardus kecil tersebut membuta Jongin dan Sehun semakin antusias ingin mendengarkan cerita Paman Jang.

"Ini" Paman Jang mengambil sebuah foto untuk ia tunjukkan ada Jongin dan Sehun

"Ini siapa Paman?" tanya keduanya bersamaan lagi. Ia memandang penasaran wajah cerah Paman Jang

"Kalian tidak mengenalnya!?" Paman Jang berucap dengan sedikit bumbu Shock yang ia buat

Jongin dan Sehun langsung berpandangan kemudian menggeleng pelan membuat Paman Jang tertawa.

"Ini adalah Kim Jongwoon, kalian tahu?" ucapnya menggoda dua bocah didepannya

"Eum…. Seperti nama Ayah" gumam Jongin yang terdengar Jelas

"…. No way!" teriak Sehun

"Tidak mungkin Paman!" yang ini Jongin

Keduanya kembali mengamati wajah dalam foto tersebut dengan kepala yang saling menempel mereka berpikir 'Mana mungkin pria lucu dan aneh ini adalah Ayahnya? Lihat saja penampilannya itu. Rambut panjang berwarna hitam yang mencuat disana-sini. Kaos hitam yang ia lipat sedikit dibagian lengannya. Lalu celana jeans hitam bolong-bolongitu?

"Iya, itu adalah Kim Jongwoon, Ayah dari Kim Jongin dan Kim Sehun" jelas Paman Jang sembari tersenyum lebar

Jongin dan Sehun hanya menatap tak percaya seraya membuka tutup mulut mereka tanpa suara. Mereka kembali berpikir 'Seingatku dalam foto keluarga dirumah, Ayah itu terlihat sangat berwibawa dengan rambut hitam pendeknya yang tertata rapi menggunakan kemeja hitam elegan dan berkacamata minus yang menambah kesan tampannya.

Kemudian Paman Jang kembali mengeluarkan satu foto lagi dari sana.

"Kalian tahu? Ayah kalian itu memiliki suara emas yang sangat indah" Paman Jang memperlihatkan sebuah foto dimana seorang pria tengah memainkan sebuah piano

"Kalian mau dengar sebuah cerita?" Jongin dan Sehun mengangguk berusaha tidak menghancurkan suasana

"Haha, Ayah kalian Jongwoon adalah anak yang sangat baik. Ia selalu menuruti apa keinginan orang tuanya, kakek-nenek kalian. Semuanya. Tapi pada saat itu, entah apa yang ada dalam pikiran Ayah kalian sehingga ia berani keluar malam-malam untuk memenuhi undangan mengisi acara dari temannya"

Paman Jang tersenyum mengingat kejadian tersebut membuat dua makhluk didepannya yang kini telah tengkurap dengan tangan yang menyangga pipi itu ikut tersenyum.

"Ayah kalian diminta untuk mengisi acara ulang tahun temannya dengan bernyanyi. Dasar Yesung yang sangat menyukai dunia vokal, ia menjadi berani melanggar aturan kakek kalian untuk tidak keluar malam"

"Yesung?" potong Sehun penasaran

"Julukan yang diberikan oleh teman-temannya karena kemampuan vokalnya" jawab Paman Jang. Sungguh, senyum tak kunjung luntur dari wajahnya.

"Lalu, apa yang terjadi Paman?" tanya Jongin tidak sabar

"Karena hanya aku yang mengetahuinya, Ayah kalian selamat"

"Heh~~ syukurlah~" ucap Jongin dan Sehun mengelus dada seperti mereka berada di jaman itu saja

"Tapi~" Jongin dan Sehun kembali mengumpulkan fokus mereka pada Paman Jang

"Ayah kalian pernah berbohong pada kakek-nenek kalian dengan alasan yang sama"

"Bernyanyi?" potong Sehun

"SStt….. Sehun biarkan Paman Jang menyelesaikannya" gerutu Jongin membuat Sehun manyun

"Haha, tidak apa"

"Lanjutkan Paman Jang"

"Ekhem, saat itu Yesung-"

"Yesung tu-"

"Ayah Sehun, Ayah! Astaga!" sumpah, Jongin jadi geregetan sendiri

"Iya iya tahu!" O-oh, Jongin kau membuat mata seorang kelinci berkaca-kaca

Sehun yang tidak tahanpun akhirnya beranjak memeluk Paman Jang dan menyembunyikan wajahnya dibalik punggung pria tua tersebut. Isakan kecil berhasil menyapa indra pendengaran Jongin dan Paman Jang. Dan Jongin akhirnya mendapatkan pelototan tajam dari Paman Jang yang tengah menepuk punggung Sehun pelan berusaha menenangkan.

"Sehunnie, Hyung minta maaf, oke?" Jongin berucap dengan malas membuat isakan Sehun semakin berat. Kepalanya menggeleng menolak permintaan maaf Jongin

Jongin beranjak dari posisinya. Tangannya terulur meraih pundak Sehun. Tapi Sehun menolak untuk sekedar berbalik.

Dibentak dan diremehkan itu memang tidak enak. Sehun kesal tapi juga sedih. Sebenarnya ia juga tidak bermaksud memotong pembicaraan Paman Jang dan mengacaukannya, tapi rasa penasaran dan ingin tahu itu tidak bisa ia tekan.

Dengan terpaksa Jongin menarik tubuh Sehun yang menempel erat pada Paman Jang. Lihatlah, Jongin bahkan terlihat seperti sedang menarik seekor keong yang melekat erat pada tembok.

Sehun yang merasa pegangannya semakin lemah pun akhirnya hanya mampu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya tidak ingin dilihat. Membiarkan tubuhnya menyandar pada Jongin akibat tarikan itu.

"Maaf, oke?" ulang Jongin yang kali ini terdengar tulus. Lengannya memeluk tubuh Sehun dan menggoyang-goyangkannya. Dan anggukan kecil dari Sehun membuat Jongin mengeratkan pelukannya gemas.

Sehun membuka telapak tangan yang menutupi wajahnya. Sebenarnya hanya menurunkannya sebatas bawah mata, tidak lebih. Ia bersuara lirih meminta Paman Jang untuk meneruskan ceritanya. Paman Jang lagi-lagi hanya tersenyum dan menganggukan kepala.

"Waktu itu Yesung berhasil mendapat posisi pertama disebuah ajang lomba menyanyi di Seoul. Dan itu juga diadakan dibeberapa kota besar di Korea Selatan. Aku ingat Ayah kalian masih berada di tingkat dua menengah atas saat itu. Dan acara yang ia ikuti itu akan ditampilkan kembali di pulau Jeju melawan para pemenang dari kota-kota lainnya untuk diambil juara terbaiknya"

'dan bertemu dengannya' sambungnya dalam hati

"Apa Ayah kesana?" tanya Jongin mewakili Sehun

"Tentu saja Ayah kalian pergi"

"Lalu sekolahnya? Kakek dan nenek bagaimana?"

"Waktu itu Ayah kalian berbohong tentang hal itu dan mengatakan kalau ia pergi ke Jeju untuk kegiatan Sekolah"

Jongin dan Sehun mulai menebak-nebak jalan ceritanya. Paman Jang pun dengan senang hati menunggu jawaban dari keduanya.

"Pasti Ayah ketahuan, lalu dihukum-"

"Masuk kamar dan tidak boleh keluar rumah" sambung Sehun dengan suara seraknya

"Haha, Ayah kalian memang ketahuan berbohong karena beberapa temannya datang kerumah ingin menjenguk Ayah kalian. Mereka mengira Ayah kalian sedang sakit. Jadi, kakek-nenek kalian terpaksa ikut berbohong pada teman Ayah kalian kalau benar Yesung sedang sakit dan belum bisa dijenguk siapa pun"

Paman Jang menghentikan ceritanya demi untuk tertawa yang bisa dibilang lumayan keras membuat Jongin dan Sehun terkejut sekaligus bingung.

"Kenapa Paman?"

"Sepulangnya dari Jeju, Yesung disambut oleh Ayahnya yang memegangi sebuah kemoceng kemudian memukulkannya ke pantat Yesung"

"Hahaha!" suara tawa Jongin yang membahana mendominasi suara ditaman tersebut membuat Sehun memukul lengannya keras

"Tapi kalian tidak usah khawatir, kakek-nenek kalian itu adalah orang yang baik hati sama seperti Ayah kalian. Kakek kalian memukul Yesung itu juga untuk kebaikannya. Maksudnya, Ayah kalian tidak perlu sampai berbohong untuk melakukan apa yang ia sukai selama itu tidak berdampak negatif padanya. Karena kakek nenek kalian pun sebenarnya sangat mendukung kemampuan Yesung satu itu"

Jongin dan Sehun bertepuk tangan seperti anak kecil kerena baru saja mendapatkan sebuah cerita yang bagus.

Selanjutnya, kedua kakak beradik itu kembali mengobrak-abrik kardus kecil tersebut dan menemukan beberapa lembar foto Ayah mereka dan Ibu mereka. Bahkan ada juga foto-foto ketika keduanya masih bayi.

Sehun mengambil sebuah foto dari sana kemudian menyandingkannya dengan wajah jongin.

"Hyung, kulit bayimu putih kemerahan begini tapi kenapa kau jadi hitam seperti ini?" tanya Sehun

"Aku tidak hitam, aku coklat Sehun" jawab Jongin gemas

"Sama saja Hyung untuk orang korea"

"Ya! Kau balas dendam padaku ya!?"

Sehun tertawa karena berhasil menggoda hyungnya. Kemudian tangan-tangan nakal itu kembali mengaduk-aduk isi kardus.

Jongin sedikit tersentak menemukan sebuah potert asing disana. Ia mengangkat foto tersebut dan memperhatikannya. Ia mulai mengingat-ingat, tapi seingatnya ia tidak pernah memiliki saudara yang sangat cantik seperti ini.

"Cantik sekali" gumam Jongin senang. Membuat Paman Jang dan Sehun menoleh kearahnya

"Ini siapa Paman? Kenapa aku tidak pernah melihatnya setiap pertemuan keluarga?" tanya Jongin penasaran. Sehun pun diam menunggu jawaban sembari mencoba melihat sosok dalam foto tersebut

Paman Jang mengulurkan tangannya meminta kertas foto tersebut pada Jongin. Dan jantungnya berhasil bekerja lebih cepat kali ini. Matanya memandang ekspresi dua bocah didepannya aneh. Kemudian Paman Jang kembali memperhatikan foto tersebut dan membaliknya. Ia tersenyum membaca tulisan disana. Dan Paman Jang bergerak untuk menunjukkannya pada Jongin dan Sehun.

"Jung Soojung?" baca Sehun dengan raut polosnya membuat Paman Jang hampir saja meneteskan airmatnya

"Dia siapa Paman?" tanya Jongin sekali lagi

Paman Jang tersenyum, tangannya terulur mengusap pipi Sehun yang tengah mengamati foto tersebut membuat dua bersaudara itu bingung.

"Bahkan kalian masih berusia 3 dan 1 tahun waktu itu"

Paman Jang menelan ludah berat. Ia menarik pergelangan tangan Sehun untuk mendekat padanya. Dan Jongin mengikutinya, menempel pada Paman Jang.

"Lihat, hidung kalian mirip" ujar Paman Jang sembari menyentil hidung Sehun

"Iya, mata kalian juga sama" komentar Jongin

"bukankah kulitnya juga sangat putih?" Paman Jang berucap dengan nada yang sedikit aneh

"Kau mempunyai raut wajah yang sedikit childish sepertinya" kini Paman Jang mengecup pelan pelipis Sehun membuat Jongin bertanya-tanya

Entah kenapa ucapan Paman Jang terdengar sedikit aneh ditelinganya. Jantungnya pun tiba-tiba berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Resah, itulah yang Jongin rasakan saat ini. Entah karena apa ia juga tak tahu. Dan ia ingat, Paman Jang sama sekali belum menjawab pertanyaannya.

"Jadi siapa dia Paman Jang?" tanya Jongin semakin penasaran

"Sebenarnya Nyonya juga tidak pernah melarangku untuk menceritakannya" ucapnya basa-basi

"Paman Jang, cepat katakan, siapa dia sebenarnya!? Jangan berputar-putar seperti ini!"

Ketiganya terkejut dengan kelimat keras yang Jongin ucapkan. Jongin sendiri pun juga tidak tahu kenapa, tiba-tiba rasa marah dan kesal menguasainya.

"Kau mirip dengan Ibumu" ucap Paman Jang sembari mengusak rambut Jongin

"Hyung jangan marah, Paman Jang pasti juga akan menjawabnya" ucap Sehun menenangkan

Ia raih telapak tangan Jongin dan mengusap-usapnya. Paman Jang yang melihat itupun tak kuasa lagi menahan airmatanya membuat dua bersaudara itu menjadi khawatir.

"Paman Jang~"

TBC

Big Thank's to:

chococheezy # Seli Kim # Dazzling Kaise # yunacho90 # sehunskai # YoungChanBiased # # gyusatan # Arcan'sGirl # # BabyWol Jonginnie'Kim # Kim Rae Sun # # Keys13th # Nagisa Kitagawa # Hilma Exotics # SF A30 # enchris.727 # Guest # Wonhaesung Love # hena zitao # MaknaEXO # # levy95 # Jilan # Hwa794 # ayumkim # # TaeKai # Sayakanoicinoe

Terimakasih atas reviewnya. Responnya bikin seneng saya, muehehehe

Ini langsung saja ya saya jawab.

Nah kebetulan ini penyebabnya juga udah mulai saya buka

untuk yang nanya ini Incest apa bukan, jawabannya BUKAN. Cuma mungkin Brothershipnya agak lebay kali ya, hehehe. jadi ini tetep Brothership

Romance nya dari awal sich emang nggak kepikiran jadinya kalau dipaksain nanti aneh lagi.

terus kalau ditanya Sehun sama Jongin itu adek kakak sedarah ato bukan, jawabannya iya. Soalnya bokapnya sama, hhehehe.

mungkin kalau belum ada pertanyaan yang terjawab, mohon maafin Sehun sama Jongin, soalnya yang ngebaca tuh bocah jadi kalau kurang apa-apa tinggal nambahin garem aja ato gula juga bisa, minta ke Sehun ma Jongin aja ye, hehehe

Bye bye #ngabur