Halohaa!~ saya kembali dengan fic gaje ini!~
Gomen kalau kyo updatenya lama
Kyo baru selesai ujian soalnya, jadi sibuk classmeeting dulu, jadi lupak deh sama fic ini, dan malah ngelanjutin fic fandom sebelah-_/digampar
Jadi, kita langsung aja yaaak?~~
What?
Chappie 5
Rate : T!
Pairing ? belum tau nich
Kuroko no Basuke
Yang punya bang Maki, kalau punya saya gak bakalan bisa terkenal tuh manganime nya.
.
.
Di sebuah tempat yaitu Maji Burger, kau duduk bersama 7 orang nano nano yang berisik, heboh, dan sebagainya, namun asik(?). itu sudah menjadi kebiasaan kalian sejak kau masuk di SMP Teikou 4 bulan yang lalu, tak terasa sekali. Dan juga sekarang kau adalah assisten manejer di klub basketnya. Kau yang sedang duduk tenang dan menyeruput chocolate millshake mu dan membaca majalah-bukan majalah porno yang biasa dibaca si Daki ya, tapi majalah biasa berisi artis-artis Jepang-. Oh, iya, kalau ada yang nanya gimana susunan tempat duduknya begini aja, kursinya berbentuk U dan inilah susunannya, di kursi sebelah kanan jika kita menghadap mereka ada kau, Daiki, dan Midorima, di bangku sebelah kiri jika kita mengahadap mereka ada Momoi, Kise, dan Murasakibara, lalu yang ada di setengah lingkarannya yaitu, Akashi.
Tunggu, sepertinya ada yang kelupaan, apa ya?
"ne, Onii-chan"katamu tiba-tiba.
'BYUUURR!' 'UHUK UHUK UHUK' 'HOOOEEEEEKKK' 'PRANG!' 'CRACK'(?) ADA APA?! APA YANG TERJADI?!
Ternyata itu adalah reaksi teman-teman kakakmu yang mendengar kau memanggil 'Onii-chan', karena tak biasanya kau memanggil Daiki dengan sebutan 'Onii-chan', bukan tak biasanya tapi tidak pernah sekalipun mereka-minus Momoi- mendengar kau memanggilnya dengan sebutan seperti itu.
Kise : yang menyebabkan bunyi 'BYUUURR!' yaitu menyemburkan minuman yang sedang dia minum dan itu mengenai wajah Daki yang ada di depannya.
Momoi, Akashi, dan Kise(lagi?) : yang menyebabkan bunyi ' UHUK UHUK UHUK' yaitu batuk yang menyerang mereka secara tiba-tiba karena panggilan 'Onii-chan' itu, walaupun batuk Akashi lebih terkesan lebih elegan dan dia langsung minum minumannya untuk menghindari kerusakan imej.
Midorima : yang menyebabkan bunyi 'PRANG!' yaitu karena kacamatanya pecah, kenapa bunyinya seperti piring jatuh?, karena dia saat itu juga sedang memegang lucky itemnya yaitu sebuah piring kaca bergambar beruang yang ternyata setelah diselidiki itu milik adiknya dan ketika mendengar panggilan 'Onii-chan' tersebut dia melepaskan pegangannya pada piringnya tersebut dan akhirnya pecah, dan ketika ia ditanya bagaimana selanjutnya, dia bilang "aku akan membelinya lagi-nodayo, bu-bukan berarti aku memedulikan adikku-nodayo, a-aku hanya membeli lagi untuk ganti lucky itemku tadi-nodayo" katanya sambil menaikkan kacamatanya yang hanya tinggal kerangkanya saja. Cih, dasar Tsundere.
Murasakibara : yang menyebabkan bunyi 'CRACK' yaitu bunyi saat ia menggigit maibounya, astagah-_-
Oke. Lanjut cerita.
Setelah acara diatas tadi, suasana kembali hening.
"ya, ada apa?" kata Daiki pada awalnya eh-salah pada akhirnya.
"aku ingin pendapatmu dan semua Onii-chan dan Onee-chan yang ada disini" katamu sambil menunjuk semua yang ada disitu.
"apa itu?" akhirnya Akashi bertanya.
"etto… begini… em…. Ni-Nijimura-senpai menyatakan perasaannya padaku kemarin, tapi belum kujawab, dia bilang akan menungguku besok di depan gerbang seusai klub, aku juga sudah membicarakannya dengan Mina-chan, tapi dia bilang 'itu terserahmu, apapun jawabanmu akan kudukung', jadi apa yang harus kulakukan?" katamu sambil menundukkan kepala untuk menyembunyikan wajah merahnya.
"-BRAK!-APA?! NIJIMURA-SENPAICCHI MENEMBAKMU?! SEHARUSNYA KAU TERIMA-SSU! AKU MENDUKUNGMU DENGANNYA-SSU!" TERIAK Kise begitu dia menggebrak meja lalu mengepalkan tangannya dan tampak setitik air mata jatuh dari mata kanannya dan background matahari yang ada di sudut. Oke. Lupakan.
"diam, Ryouta"kata Akashi dingin.
"kenapa kau bertanya pada kami ? seharusnya itu keputusan mu sendiri, mau kau terima atau tidak, kalau kau juga suka dengannya ya terima saja, jika tidak ya sudah, kalau kau menerimanya aku tidak keberatan" kata Daiki. 'waw, ternyata Aho ini punya sisi kekakakan(?) ya' batin mereka semua minus kau dan daki, bahkan Akashi juga ikutan berbatin.
"keputusan ada padamu-nodayo, bu-bukan berarti aku peduli padamu-nodayo, hanya saja aku juga mengalaminya dengan adikku-nodayo" kata Midorima menaikkan kacamatanya yang ternyata sudah diganti.
"jika aku tanya padamu, apa kau menyukainya ?" kata Akashi dengan tatapan 'kau-harus-jawab-tidak'. Hey, Akashi, what's wrong with you? Kenapa sepertinya kau sensitive sekali dengan pembicaraan ini. Atau jangan-jangan…
Ah, lupakan/diamukwargaseRT
"em…itu….a-aku..em…"gumammu tak jelas. Akashi menghembuskan nafas terakhirnya-eh,nggak kok, bercanda-bercanda, Cuma sampai menghembuskan nafas aja kok, yang 'terakhirnya' gak dimasukkin-
"aku anggap jawabanmu 'iya', berarti kau harus menerimanya karena kau menyukainya" kata Akashi dengan penuh tekanan di setiap katanya.
"terimalah (name)-chan! Kami mendukungmu kok, nanti kalau ada apa-apa curhat saja denganku, atau dengan yang lainnya." Kata Momoi menyemangati. Kau lalu menegakkan wajahmu.
"un! Baiklah! Besok akan kubilang 'ya' padanya, terima kasih Onii-chan dan yang lainnya!" katamu dengan semangat dan dibalas dengan senyuman tulus dari mereka dan Daiki yang mengacak-acak rambutmu, walau diantara 'mereka' ada yang tidak tersenyum secara 'tulus' melainkan senyum pahit sepahit kyo memakan jengkol, iyuuuuuuh, lupakan.
Keesokan harinya…~~~
Saat istirahat tiba kau berjalan dengan riang menuju kantin sendirian, kenapa ? karena Mina-chan lagi disuruh sama Ariko-sensei buat ngebantuin mindahin nilai anak kelas 3. Jadi sendiri deh.
"jadi, bagaimana Akashi ? apa yang akan kau lakukan ?" kata seseorang yang terdengar suaranya ketika kau melewati ruangan OSIS, dan ketika itu juga kau berhenti untuk mendengar kelanjutan, dan kau yakin orang yang bertanya itu adalah Midorima-senpai.
"aku tidak akan melakukan apa apa, Shintarou sampai mereka putus" kata seseorang lain yang ada diruangan tersebut dan itu Akashi.
'memangnya siapa yang akan putus ? apa Akashi-senpai akan menembak seorang siswi?' batinmu.
"jadi kau akan membiarkannya ? kau tidak melakukan 'pencegahan'?" Tanya Midorima
"tidak, aku bahagia jika dia bahagia…" lalu suara suara itu tidak terdengar lagi karena kau mulai menjauhi pintu tersebut karna lapar yang melanda.
.
Pulang sekolah….~~~~
Setelah pelajaran selesai, kau lalu pergi ke klubmu yaitu basket untuk putri. Ya, sebenarnya kau itu ikut klub basket, pekerjaanmu yang menjadi assisten manejer itu hanya ketika Momoi sedang tidak masuk, atau perkejaannya menumpuk. Dan saat ketika kau menuju gym yang biasa klubmu gunakan, dipintunya tertulis 'maaf, untuk klub basket putri, gym akan direnovasi, dan kita akan latihan di gym sebelah, bergabung dengan klub basket putra. Sekian pemberitahuannya, diharapkan mengerti, terima kasih, hormat kami…' dan kau hanya menatap horror kearah kertas tersebut.
'tungguu, basket putra berarti aku akan bertemu si daki dan yang lainnya kan? Yang lainnya! Nijimura-senpai! HWAAA! Aku belum siap bertemunya'batinmu. Lalu kau berlari menuju gym bebelah yang tak jauh dari gym klubmu.
'siapkan mentalmu (name)! siapkan mentalmu!'batinmu menyemangati diri sendiri. Kau lalu membuka pintu dan berjalan masuk dengan sedikit kaku, sebenarnya kau hamper tiap hari masuk kesana, namun kali ini berbeda, karena adanya Nijimura! Sekali lagi, NIJIMURA!. Begitu masuk yang kau lihat adalah sebelah kanan lapangan dipakai oleh basket putra sedangkan bagian kiri klub basket putri kau lalu mendengar sebuah teriakan dari kiri lapangan.
"(name)-chan! Disini!" kata orang tersebut yang sedang melambai yang ternyata adalah Mina-chan, ya kau satu klub dengannya. Kau membalas lambaiannya lalu berlari menuju dirinya yang bersama seseorang, dan sepertinya kau kenal…. Semakin dekat….dekat…. akhirnya kau mengetahui orang tersebut dan dengan segera memberhentikan larimu namun terlambat.
Buk! Sebuah buku tebal mendarat dengan mulus di kepalamu. Kau langsung memegang kepalamu.
"APA YANG KAU LAKUKAN SAMPAI TERLAMBAT HA?!" teriak orang yang telah memukulmu tadi dan orang itu adalah coach yang membuat seisi gym terdiam bahkan yang dari klub putra juga ikut terdiam. Kau yang dibentak langsung berdiri-tadinya duduk sambil memegang kepala- dan berkacak pinggang, yang membuat perempatan di dahi coach dan klub putra hanya cengo.
"JANGAN BERGAYA SEOLAH KAU BERANI DENGANKU! SEKARANG JAWAB PERTANYAANKU, KENAPA KAU TERLAMBAT?!" kata coach sambil memukulku lagi dengan buku tebal tadi kau memegang kepalamu lagi.
"itte na, coach! Iyaiya, aku jawab, tadi aku ngerapiin buku dulu, soalnya berantakan, bukuku banyak yang dilaci, jadi ya gitu!" katamu sambil masih memegangi kepala.
"MAKANYA! KALAU UDAH SELESAI PELAJARAN ITU KAU LANGSUNG MENYIMPAN BUKUMU!" teriak coach dan kau hanya menutup telingamu dan berjalan menuju ruang ganti.
"HEI, KAU! AOMINE (NAME)! KAU! AKU BELUM SELESAI BICARA! KEMBALI SEKARANG!"teriak coach itu(gak capek apa itu teriak mulu?) dan kau hanya membalas dengan melambaikan tangan padanya, sukses membuat coach tambah marah dan ditenangkan oleh Mina-chan.
Sedangkan klub putra hanya diam, cengo gak karuan melihat kejadian tadi dan berfikir 'ternyata mereka mengalami apa yang kami alami' sementara sebagian lainnya 'sayang sekali mereka tidak ada orang seperti Akashi dan Nijimura-senpai'.
Sementara anak GOM juga cengo, Daiki hanya tertawa gak jelas karena melihat sikapmu tadi, dan yang lainnya hanya tersenyum geli.
Kau yang masih dalam perjalanan ke ruang ganti mendengar suara tawa dari seberang, dan kau menemukan bahwa siDaki sedang tertawa terbahak-bahak, namun matamu malah berhenti pada sesosok hitam yang sedang memperhatikanmu, buru-buru kau membuka pintu ruang ganti dan segera masuk.
Setelah ganti baju, kau langsung keluar dari ruang ganti mengenakan kaus oblong berwarna putih dan juga seragam latihan bernomor punggung 5, sama seperti si daki, rambut panjangmu lalu kau sanggul, setelah itu kau berlari ke arah Mina-chan yang sedang mau melakukan shoot dan kau langsung membloknya dari depan seperti Kuroko memblok Murasakibara.
"(name)-chan!"Mina-chan langsung berlari mengejarku yang sedang membawa bola dan ketika aku aku mau men-shoot, Mina-chan sudah menghadangku di depan, namun aku tetap melompat dan Mina-chan juga ikut melompat namun bukannya aku men-shoot seperti biasa, tapi aku malah melengkungkan tubuhku kebelakang dan menshoot layaknya si Daki, dan akhirnya….
ZREEEEET…
Masuk. Formless shoot.
Kise yang sejak tadi memperhatikanmu bermain berdecak kagum.
"sugoiii (name)cchi-ssu, apa kau yang mengajarinya gaya itu Aominecchi? Aku saja susah menirunya-ssu".
"tidak, aku tidak mengajarinya itu, aku saja juga kaget dia juga bisa formless shoot"
"sugoiii-ssu!"
"aku tidak percaya dia memiliki bakat yang sama denganmu, Daiki. Apa dia menjadi starter?" Tanya Akashi.
"dia bilang padaku 'iya'" jawab Daiki cuek.
Sore harinya, seusai klub…..~~~
"ganbatte! (name)-chan!"kata Mina-chan menyemangatimu.
Sesuai perjanjianmu waktu itu dengan Nijimura, kau menunggunya di depan gerbang sekolah. Tak lama kau menunggunya, tampakla sesosok makhluk berjalan mendekatimu.
"(name)"panggil orang tersebut.
"ah! Ni-nijimura-senpai!"
"apa aku terlalu lama?"
"ti-tidak"
"kalau gitu kita ke Maji Burger dulu gimana ?"
"hm…baik"
Lalu, kalian berdua berjalan menuju Maji Burger yang tak jauh dari sekolah kalian. Setelah memesan makanan, kalian mencari meja yang berada disudut.
"jadi…. Apa jawabanmu?" Tanya Nijimura membuka topic perbincangan.
"em…..ituu…..eh…ya"jawabmu sambil menunduk.
"hah? Apa?"
"ya! Aku menerima Nijimura-senpai!"ucapmu sambil lebih menundukkan kepala. Nijimura membulatkan matanya lalu tersenyum lembut dan mulai mengacak-ngacak rambutmu.
"terima kasih, dan juga, sekarang kau harus mulai memanggilku Shuuzo, mengerti?"
"ha-hai', Shuuzo-senpai!"
"jangan pakai 'senpai'nya"
"hai', Shu-shuuzo-kun"katamu akhirnya sambil malu-malu.
Setelah acara makan tersebut, Nijimura mengantarmu sampai rumah. Begitu masuk kedalam rumah, kau langsung disuguhi pertanyaan oleh kedua orangtuamu.
"tadaima"
"(name)! apa tadi itu pacarmu?!"Tanya Okaa-san begitu kau melepas sepatumu.
"eh? I-iya, kenapa kaa-san?"
"aduuuuuuuhh, gantengnyaaaaaa, kaa-san salut padamu"kata kaa-san lalu memelukmu.
"e-eh? Arigatou, kaa-san" katamu sambil membalas pelukannya.
.
.
.
Hoooo, jadi bagaimana? Apa Readers-chan suka? Gomen, kalau Readers-chan gak suka, tapi ini belum sampai akhir kok, masih banyak konfik-konflik yang akan terjadi di fic ini, semoga Readers-chan tidak bosan dengan cerita saya.
Mohon kritikan, saran, dan pendapatnya^^
