Gomennasai, updatenya lama Readers-chan, kyo selalu lupa mau update ff ini, jadinya gitu deh, gemennasai! T.T

Oh iya, terima kasih yang sudah membaca dan menunggu lanjutan dari ff gaje ini, semoga Readers-chan gak kelamaan nunggu dan menjadi bosan karnanya.

Oke! Kita lanjut aja, CHAAAAAAAAAWW!

.

.

.

.

What?

Chapter 6

Pairings : Nijimura x Reader, and Others

Rate : selalu T^^

.

.

Fujimaki-sensei

.

.

"(name)! Ayo bangun, dibawah ada yang nunggu!" teriak Kaa-chan dari lantai bawah.

"hoaaaaaahm... Kaa-chan? Hm! Iyaiya!" jawabmu sambil menyibak kasar selimutmu. Lalu, dengan rambut yang berantakan kau turun menuju lantai satu lebih tepatnya ke ruang tamu.

'siapa sih datang pagi-pagi' batinmu jengkel.

"ohayou, (name)" sapa pria tersebut. Kau yang masih mengumpulkan nyawa hanya bisa garuk-garuk kepalamu yang sebenarnya gatal.

PUK PUK

"masih ngantuk ya ? Mandi sana, udah jam 6.30 lho.."kata pria tersebut sambil tersenyum.

"Sen-senpai!" katamu begitu selesai mengumpulkan nyawa(?).

"hahaha.. Kamu itu baru bangun tidur lucu ya!"katanya lagi sambil mengusap-usap lembut kepalamu.

"senpai... Apa yang senpai lakukan disini ?"

"tentu saja menjemput pacar tercantik ku sekolah" dan itu sukses membuatmu blush berat.

"ap-apa yang kau bicarakan ?" tanyamu sambil menutup wajahmu dan dia malah tertawa ringan.

"(name)! Cepat mandi! Jangan lupa bangunkan dulu Daiki!" teriak Kaa-chan dari dapur.

"yaa Kaa-chan! Senpai! Aku mandi dulu ya!"

"Hn, iya. Aku tunggu kok" kau mengangguk lalu berlari keatas menuju kamar Daiki dan membangunkannya setelah itu menuju kamar mu dan masuk ke dalam kamar mandi.

Setelah semuanya selesai, kau dan Nijimura berpamitan kepada orangtuamu dan berjalan santai menuju sekolah. Kemana Daiki ? Ternyata dia masih molor ditempat tidurnya. Astagaah-_-

Begitu sampai disekolah, Nijimura mengantarmu sampai kekelas, dan itu menjadi pusat perhatian satu kelas. Begitu Nijimura pergi, suasana kembali mencekam. Datang lah segerombolan siswi perempuan mengerubungi mejamu.

BRAKK!

"Aomine-chan~ boleh aku bertanya sesuatu padamu?~" ucap salah seorang siswi yang ternyata adalah ketua gerombolan tersebut.

"cepat katakan"balasmu dingin.

"ih~Aomine-chan serem nih~ bikin kita takut aja~" katanya dengan gaya pengucapan yang sangat dilebay-lebaykan.

"katakan!"

"hm..baiklah, apa Aomine-chan berpacaran dengan Nijimura-sama kami?" pertanyaan itu sukses membuatmu hampir tidak bisa menahan ketawa.'pfft-apa-apaan panggilan itu, terlebih lagi, dia itu bukan milik kalian, dia milikku!' batinmu dalam hati.

"tidak, aku tidak berpacaran dengannya" ucapmu berbohong, karena yang tau kalian berpacaran hanya Mina-chan dan anak-anak GOM+Momoi saja yang tau.

"lalu, kenapa kau tadi diantar olehnya ?" kau sudah menduga akan timbul pertanyaan ini.

"aku berpapasan dengannya tadi dan dia mau menuju ruang guru"jawabmu, sebenarnya kantor guru memang ada diujung lorong dekat kelasmu, jadi alasan yang bagus bukan ?

Cewek itu terlihat tidak senang akan alasanmu.

"apa itu kurang jelas untukmu? Kalau kau sudah selesai kau boleh pergi"ucapmu. Cewek itu lalu berbalik dan berjalan dengan kaki dihentak-hentakkan menuju kursinya diikuti dengan gerombolannya tadi. Melihat itu kau hanya tersenyum tipis.

.

-Istirahat-

Begitu istirahat tiba kau langsung menuju kantin karena kau lupa membawa bento.

"apa si daki jelek itu juga tidak bawa bento ya?" gumammu sambil memegang dagu.

Begitu selesai membeli 3 bungkus roti kau pergi keatap untuk menikmatinya. Tiba di atap kau langsung duduk dipojokan dan mulai menikmati angin musim gugur dan sebungkus roti coklat ditanganmu.

"Aomine-san.." kau yang merasa dipanggil menoleh ke sumber suara. Seorang gadis cantik berdiri di sebelah mu dengan jarak yang cukup jauh.

"ya?"

"kau ditunggu dibelakang gedung sekolah sekarang oleh geng Nijilover"kata gadis itu lalu membungkuk dan pergi meninggalkanmu sendirian. Kau mengangkat bahu dan membersihkan bungkus-bungkus roti yang kau makan tadi dan berjalan menuju kebelakang gedung sekolah.

.

Setibanya di belakang gedung sekolah terlihat segorombolan siswi atau yang sudah kita sebut tadi, geng Nijilover, geng yang tadi pagi bertanya padamu.

"wah~wah~ berani juga kau datang kesini sendirian setelah membohongi kami"kata cewek tadi atau kita samarkan saja menjadi cewek A. Cewek A lalu berjalan mendekatimu. Dia lalu membelai rambutmu dan berakhir dengan menjambak rambutmu dan menyeretmu untuk bersandar didinding.

"akh, apa yang kau lakukan ha?" katamu sambil menahan sakit.

"apa yang kami lakukan ? Hm~ ini hukuman buatmu karna kau telah membohongi kami" jawabnnya masih membelai rambutmu. Kau hanya diam.

"anak-anak tahan kedua tangan dan kaki nya, kita harus beri pelajaran padanya karena telah berani berpacaran dengan Nijimura-sama kita!" katanya.

'shit, tau darimana dia'batinmu begitu tangan dan kakimu ditahan oleh anak buahnya.

Setelah itu, cewek A menjauh dan memberi komando pada anak buahnya yang lain untuk menghabisimu. Dimulai dari cewek B yang tiba-tiba meninjumu telak bagian pipi kiri dan membuat hidungmu patah. Lalu, cewek C yang juga meninjumu dibagian perut. Sebenarnya kau ingin sekali melawan mereka, tapi kau sudah berjanji pada Kaa-chan untuk tidak berkelahi lagi, terakhir kau berkelahi adalah saat kelas 5, saat itu kau menghajar kakak kelasmu yang sedang mencoba mengambil coklat dari temanmu.

Setelah cukup lama mereka mengambil alih, akhirnya anak buah cewek A itu melepaskan pegangannya, kondisimu sangat buruk sekarang, mulai dari lebam di pipi kiri dan hidung yang mengeluarkan darah karena patah, lalu rambut yang berantakan, baju sekolah yang acak-acakan, bibir yang sobek karena sering ditinju, kau yang sudah tidak bisa mempertahankan kesadaranmu hanya jatuh terduduk.

SYUUNG~

Sebuah gunting melayang dengan cepat antara kau dan cewek B. Cewek B terkejut dan menghentikan aktivitasnya(?).

"apa hanya ini yang bisa kalian lakukan ? Memukul teman karna hal kecil ? Kalian masih anak-anak, jika yang kalian inginkan Nijimura, maka kalian tidak akan pernah mendapatkannya karna sikap kalian itu" ucap seseorang yang melempar gunting maut(?)tsb. Kau yang masih terduduk lemah sangat mengenal suara tersebut. Mendengar itu gerombolan cewek tersebut langsung meninggalkan mu bersama pria itu.

"A-akashi-senpaaii.."lirihmu pelan ketika Akashi menegakkan tubuhmu.

"sekarang kau aman, jadi jangan kha-"ucapan Akashi terputus oleh seseorang yang memegang tangan kanan Akashi.

"jangan sentuh dia" ucap pria itu.

"kenapa aku tidak boleh menyentuhnya? Aku sudah menyelamatkannya, Nijimura-senpai" ucap Akashi tanpa menoleh.

"aku tau itu, dan kau tetap tidak boleh menyentuhnya" kata Nijimura.

"apa karna kau pacarnya ?"

"jika jawabanku 'iya' memangnya kenapa?"

"aku juga mencintainya, dan aku ingin dia menjadi milikku sepenuhnya"

"kau tak akan bisa Akashi, dia hanya milikku seorang"

"heh.." Akashi lalu terkekeh pelan. Ia lalu berdiri dan melepaskan tangannya dari genggaman Nijimura, lalu pergi melewati Nijimura.

"aku tak peduli itu, cepat atau lambat dia akan menjadi milikku selamanya" Akashi lalu meninggalkan kalian berdua.

Nijimura lalu menghela nafas dan menggendong tubuhmu menuju uks.

.

-uks-

"ukh!" kau merasakan sakit yamg amat sangat dibagian kepalamu.

"(name)! Kau sudah sadar, tidurlah dulu, aku akan menjagamu" kata seseorang yang sedang mendorong bahumu untuk tidur kembali.

"akh! Nijimura-senpai, apa yang terjadi ?"

"haaah.. Aku minta maaf"

"minta maaf ? Untuk apa?" tanyamu heran.

"untuk itu.."jawabnya sambil menundukkan kepala.

"aa..aku tau, tapi tak masalah, aku memaafkanmu kok" katamu sambil memegang tangannya.

Tiba-tiba, tanpa disangka-sangka, Nijimura langsung memelukmu erat, kau yang heran akan perlakuannya hanya bisa membalas pelukannya.

"kau kenapa ?" tanyamu khawatir.

"aku tidak apa-apa, asalkan kau harus berjanji satu hal dariku"

"apa itu?"tanyamu masih dalam keadaan berpelukan.

"kumohon, jangan pergi dariku,kumohon.."ucap Nijimura sambil menenggelamkan kepalanya di lehermu.

"apa itu? Aku tidak akan meninggalkanmu"jawabmu sambil menahan tangis.

Sementara kalian berdua hanyut dalam pelukan, seseorang didepan pintu uks mendengar semua percakapan itu dengan seringai terukir di wajahnya.

Kau tak akan bisa menang senpai~

.

.

.

HUWAAAAA (T.T) gomennasai Readers-chan kalau ceritanya kecepatan atau gak berasa, gomennasai

Kyo ngerasa chapter ini jelek banget

GOMENNASAI! *bungkuk*