Do you believing reincarnation?

Disclaimer : Naruto miliknya Masashi Kishimoto sedangkan Vampire Diaries miliknya L.J. Smith, saya hanya pinjam tokoh-tokohnya (kecuali si bad boy Damon Salvatore).

Main chara : Sasuke Uchiha, Sakura Haruno, Itachi Uchiha, Hinata Hyuuga, Naruto Uzumaki dan Ino Yamanaka.

Warning : Typo, OOC, AU, Sama sekali bukan Canon (kecuali kemunculan para Vampire nanti), feelnya kurang terasa.

Summary : Mereka adalah jiwa-jiwa terdahulu. Mereka terlahir kembali dengan wajah, sifat, kondisi, dimensi dan keadaan yang berbeda dari kehidupan mereka yang sebelumnya. Tapi, bagaimana bila masa lalu mereka memaksa mereka bertemu kembali. Apakah mereka rela meninggalkan kehidupan mereka saat ini dan kembali menjalani kehidupan mereka terdahulu?

Setiap harapan yang menjadi kenyataan membutuhkan pengorbanan yang setimpal. Genk Scoobie sudah membuktikannya. Harapan mereka memang terwujud. Tapi ada satu hal yang hilang di kehidupan mereka sekarang.

Si kecil Bonnie memang telah terlepas dari belenggu "jajahan" Elena. Dia tidak lagi menjadi si nomor dua setelah Elena. Dia bebas. Tapi ada pengorbanan yang harus dia buat. Dia kehilangan kemampuan telepati miliknya. Kepribadiannya berubah. Dia bukan lagi si childish Bonnie yang akan menangis jika situasi menjadi memburuk maupun pipinya akan merona setiap kali digoda Damon. Dia adalah Bonnie yang baru, gadis kasar, tidak peka, dan suka bertindak seenaknya.

Harapan sang cassanova, Damon akhirnya terwujud. Setelah sekian lama menjadi yang kedua akhirnya dirinya berhasil mengalahkan Stefan. Dirinya menjadi kebanggaan orangtuanya, kakak yang baik, pilihan pertama para cewek untuk dijadikan pacar. Kehidupannya memang sempurna, tapi dia harus membayarnya dengan kesehatannya.

Harapan sederhana Elena memang terwujud. Dirinya tak lagi terjebak dalam kisah cinta segitiga yang rumit itu lagi. Tapi konsekuensi yang diterimanya memang besar. Dirinya tak lagi menjadi pusat pergaulan di lingkungannya. Dirinya seolah tersingkir dan terlupakan. Seakan-akan keberadaan dirinya tak ada. Konsekuensi yang diam-diam membuatnya tertekan.

Matt, si cowok Amerika yang belum bisa move on dari Elena akhirnya di kehidupan selanjutnya bisa mendapatkan gadis itu. Tapi tetap saja dia masih tak mampu mengalahkan Salvatore bersaudara. Bahkan dirinya masih menjadi bulan-bulanan Damon Salvatore (orang yang notabenenya sangat dia benci itu).

Harapan sederhana si pendiam Meredith memang menjadi kenyataan. Dirinya memang sekarang mampu mengekspresikan dirinya dengan baik. Banyak cowok yang mau menjadikannya kekasih dan banyak cewek yang ingin menjadi dirinya. Tapi itu bukan berarti membuatnya mudah memperoleh teman maupun kekasih. Berkali-kali dia mencoba suatu hubungan tapi selalu berakhir dengan penghianatan.

Harapan terbesar Stefan akhirnya terwujud. Dirinya dan Damon akhirnya bisa bersaudara lagi tanpa takut berebut gadis yang sama. Hubungan mereka membaik walaupun kini dirinya yang menjadi nomor dua. Cowok itu menjalaninya dengan baik walaupun kadang-kadang dirinya merasa tertekan dengan segala tuntutan yang ayahnya berikan.

Di kehidupan mereka kini, mereka menjalani kehidupan normal yang membosankan tanpa ada kaitannya dengan dunia supranatural. Semuanya biasa saja sampai akhirnya muncul teman lama yang membangkitkan ingatan kehidupan mereka yang lalu. Setelah kehidupan normal yang telah mereka jalani, mereka dituntut kembali melindungi kota tercinta mereka dari serangan musuh-musuh lama yang ingin menuntut balas.


Tsunade Senju menatap pemandangan yang tersaji di jendela kantornya dengan kening berkerut. Alam memang selalu mengirimkan pesan untuknya tentang apa yang akan terjadi, tapi bagaimana jika sekarang alam seolah enggan untuk memberinya petunjuk?

"Aneh. Firasatku mengatakan kalau sesuatu hal yang besar akan terjadi di kota ini. Tapi kenapa aku tak bisa membacanya di tanda-tanda yang biasanya alam berikan padaku?" gumamnya pelan, berusaha agar para donatur di sekolah tempat dia mengajar tak mendengar gumamannya. Diam-diam dirinya mengutuk asistennya yang telah membuatnya terjebak dalam rapat dadakan bersama orang-orang tua kolot yang maunya menang sendiri itu.

"Itu karena ada kekuatan yang menghalangimu melihatnya, Putriku."

Tsunade membeku. Dengan kaku kepalanya menoleh kearah pintu ruangannya yang menampilkan sesosok wanita transparan yang tersenyum lembut padanya.

"Mama?"

"Saatnya sudah tiba. Bersiaplah! Kau akan menghadapi kekuatan jahat yang ingin mencelakai para perlindung." ujar wanita itu sebelum akhirnya menghilang di telan kabut yang tiba-tiba muncul dalam ruangan itu. Meninggalkan Tsunade yang terdiam kaku di tengah kebisingan yang tercipta di ruangannya itu.

Shizune, sekretaris kepala sekolah itu mengerutkan kening melihat sang guru besar yang melotot kearah pintu. Seolah-olah wanita pirang yang masih terlihat muda itu baru saja melihat hantu muncul dari pintu ruangannya itu.

"Anda tak apa Mrs. Tsunade?"

Wanita dari keluarga Senju itu tersentak menatap wajah orang kepercayaannya itu berada beberapa centi dari mukanya. Tapi tak lama ekspresi muka datar kembali singgah di wajah ayunya.

"Aku tak apa. Kau catat saja apa yang orang-orang tua itu bicarakan!" perintahnya tegas lalu tanpa menatap muridnya yang kini telah menjadi sekretarisnya itu, Tsunade kembali mengalihkan atensinya pada awam biru yang melintas dari kaca jendela ruangannya.

"Cih, saatnya sudah tiba ternyata."

A.N

Ternyata word yang ketulis sedikit padahal di catatan hp udah sampai 1000 kata lho -_-

Dan ternyata chapter 2 masih belum muncul karakter Naruto dkk -_-

Maaf ya kalau ada yang bingung ini fanfic Naruto atau bukan. Jujur ini fic Naruto cuman emang dikit nyempil Vampire Diaries (versi novelnya lho, aku belum siap mental buat lihat versi Tvnya, takut berpindah haluan). Dan inti Vampire Diaries itu Salvatore bersaudara rebutan Elena tapi tentu aja berbau Vampire sama dunia supranatural :D

Maaf kalau kata-katanya sedikit sama kurang feelnya. Authornya lagi sibuk OSPEK dan lagi sibuk nyari ide buat fic ini :D

Salam,

Selga