Tittle : Leave Me Chapter 2
Author : Change from Yoda67 to Yoda98
Cast : Park Chanyeol as Chanyeol
Byun Baekhyun as Baekhyun
Etc.
Genre : Hurt/Comfort,Supernatural
Rated : T+
Synopsis :
Dunia penuh dengan kepalsuan bukan? Lalu mengapa kepalsuan yang harus menguasai dunia? Apakah dunia tidak dapat memiliki kejujuran? Atau hanya kebohongan saja yang mendominasi dunia ini? Hei, apa yang kau lihat belum tentu itu adalah sebuah kebenaran yang sebenarnya dari dunia ini, karena itu banyak yang mengatakan bahwa hidup di dunia adalah sebuah sandiwara dimana hanya kita yang menjadi seorang pemain, dan biarkan dunia ini tertipu jika mereka ingin tertipu –Chanyeol&Baekhyun-
WARNING! MANY TYPO'S! KESAMAAN TEMPAT,SITUASI DAN HAL – HAL LAIN ADALAH BUKAN DISENGAJA!
INI HANYA IMAJINASI! INI HANYA FANFICTION!
SAAT MEMBACA PERHATIKAN TANGGAL,BULAN DAN HARI
DON'T LIKE DON'T READ
DO NOT PLAGIAT!
Before..
*flashback*
"Hyung? Kau kenapa?" aku menghampirinya yang berada diruang tengah, ia bernafas bagaikan seseorang dikejar hantu. Tatapannya kosong melihatku, seakan tatapan itu menenggelamkanku kembali.
"Y-Yeol, aku..,a-aku..sentuh aku Yeol! Sentuh aku!" Baekhyun hyung menatapku dengan tatapan yang tidak aku mengerti.
"Maksudmu apa hyung? Tenanglah, aku tidak mengerti jika kau begini, bukankah kau telah memiliki dia? Lalu untuk apa kau suruh aku untuk menyentuhmu hyung?" aku memegang bahunya kasar dan mencoba mencari sesuatu yang salah dimatanya, namun yang kutemukan hanya tatapan 'sentuh aku karena aku kotor dan menjijikan'.
"Sentuh aku yeol, palli" aku menatapnya dalam dan sebentar "baiklah kalau itu yang kau mau hyung, jangan menyesalinya" dan saat itu aku membawa tubuhnya kekamar 'kami' dan akupun menyentuh tubuhnya, saat itu kami kembali bersatu, kembali menyatukan tubuh kami.
Aku menatapnya dalam,' miris' hanya satu kata yang bisa menggambarkan dirinya saat ini, aku melepas seluruh pakaian yang melekat pada tubuhnya, kuciumi perlahan tubuh yang sebenarnya selama ini sudah menjadi sebuah candu bagiku selama 7 tahun atau bahkan lebih?, namun tatapan kosongnya dan diamnya dirinya membuatku merasa sakit didalam dadaku, dan tak sadar aku meneteskan air mataku perlahan. Ia hanya terdiam tanpa bersuara sedikitpun, aku terus menerus menumbukkan diriku pada tubuhnya hingga kedua tubuh kami terasa sangat lelah dan peluhpun terlihat membanjiri tubuh kami.
Tak perduli waktu telah terlewat diantara kami, aku tetap melakukan hal ini dengan perasaan yang tetap sama, tetap mencintainya. Namun aku sadar, kini ia memiliki kehidupan lain, dan kehidupan itu bukanlah untuk main – main , kuhentikan aktifitasku dan mulai kembali memakai pakaian untuk menutupi tubuhku. Sepertinya ia bingung dengan apa yang telah kulakukan padanya saat ini, kuselimuti tubuhnya dengan selimut yang biasa kami pakai bersama, tatapan mata kecil milikknya masih sama, tetap kosong dan tidak terlihat binar yang dulu selalu kudambakan saat bersamannya.
Kubaringkan tubuhku disamping tubuhnya, aku sungguh tidak tega melihat wajahnya kini, sangat pucat, hhh, apa yang harus kulakukan? Ia hanya diam dan tak menjawab sedikitpun saja pertanyaan dariku. Kulihat jam dinding, dan waktu sudah menunjukan pukul 11.00 malam, dan kurasa ia harus kembali kerumahnya, karena saat ini keadaan telah berbeda, ia tak boleh terlihat didorm apalagi menemuiku.
"Hyung, lebih baik kau pulang, ini sudah jam 11 malam, dan tampaknya tidak baik jika kau terlihat oleh hyungdeul lain" tampaknya ia mulai merespon ucapanku.
"Maaf, maafkan aku yeol, a-aku akan pulang, maaf telah mengganggumu.." ia menutupi tubuhnya dengan selimut dan berjalan menuju kamar mandi untuk memakai bajunya, dan kulihat ia akan bersiap meninggalkan kembali tempat ini. Aku mengantarkan dirinya hingga sampai ke pintu dorm, dan ia pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun padaku. Sungguh aku sangat bingung dengan situasi ini, kenapa? Kenapa ia kembali dan meminta suatu hal yang seharusnya sudah tidak terjadi diantara kami? Apa yang harus kulakukan? Dia, dia melakukan hal ini, apakah ia ingin membunuhku perlahan dengan perasaanku ini?. Lebih baik aku menenangkan diriku dengan wine, ya, bahkan tidak hanya wine, aku harus meminum soju dan bir yang berada dikulkas.
*end of flashback*
Begitulah cerita awal mengapa aku bisa melakukan tindakan bodoh seperti kemarin, hhh, untung saja suho hyung tidak menceramahiku. Namun aku tau, suho hyung dan juga yang lainnya menyembunyikan suatu hal padaku, dan hal itu adalah hal menyangkut diriku yang sekarang ini mengalami depresi. Apakah kalian tau, kehidupanku sangatlah berubah saat Baekhyun hyung sudah tak lagi disampingku dan disaat aku memiliki kemampuan indigo ini. Ya, aku tidak hanya bisa berkomunikasi lewat jiwa, namun aku juga bisa bicara dengan para hantu, akupun sangat terkejut saat mengetahui aku bisa melakukannya. Berawal saat dirumah sakit aku yang tidur sendiri dikamar tanpa ada yang menemaniku saat itu, aku melihat sesosok hantu wanita yang kukira ia adalah seorang pasien dan ia berbicara denganku, tak disangka itu adalah sesosok hantu.
Kembali lagi pada apa yang harus kujelaskan, aku meminum wine saat itu bukan karena tanpa alasan bukan? Aku tidak memiliki pelampiasan amarahku dan aku tidak dapat menceritakan semua hal ini pada orang terdekatku, mungkin aku bercerita pada yang terdekat tetapi apakah untuk kali ini aku juga harus bercerita? Baekhyun hyung yang sudah menikahi perempuan lain tiba – tiba datang ke dorm dan mencariku. Ini sungguh aneh, dia seperti merasa jijik pada dirinya, dan pesan dari kakao talk sebelum aku berangkat ke Taiwan pun seperti ia tidak memiliki apapun yang terjadi padaku. Sungguh aku benar – benar bingung saat ini, bukankah Baekhyun hyung sudah melepasku dan aku sudah melepasnya untuk kebaikan kami? Tapi mengapa ia harus mengingkari semua janji itu.
Apakah aku harus pergi ke Jeju untuk menenangkan pikiranku? Lebih baik aku kesana, ya, karena hanya tempat itu yang bisa menjadi healing untukku, dan lagipula itu adalah tempat dimana rumahku dan Baekhyun hyung berada. Setelah sampai di Korea akupun bergegas menuju dorm, semua hyung pergi pesta untuk merayakan keberhasilan SM TOWN concert hari ini, namun aku memilih untuk pulang dikarenakan alasan kesehatan dan mereka menyetujuinya, dan jadilah aku kini berada didalam kamarku dan bergegas membawa koper kecilku juga mengemasi beberapa pakaianku yang bersih dan tidak lupa membawa dompet dan pasportku. Aku mengambil kunci mobil Audi A8 milikku namun tiba – tiba pak supir menawarkan untuk mengantarku, dan akhirnya aku diantar oleh supir menuju bandara, aku keluar dari mobil lalu berterimakasih pada pak supir dan tidak mengatakan apapun padanya aku akan kemana.
Bisa disebut juga ini adalah melarikan diri, karena aku pergi tanpa memberitahukan siapapun yang ada didorm. Ini bahkan sudah tengah malam dan aku berangkat menuju Jeju dengan penerbangan mendadak dimalam hari. Sungguh aku bingung harus melakukan apa lagi selain melarikan diri ke Jeju seperti ini, tak perduli yang lain akan khawatir atau tidak padaku, hanya ketenangan dan pelampiasan diri yang kuinginkan saat ini, hanya itu. Jadi, tidak salah bukan jika aku pergi seperti ini.
Setelah sampai dijeju, aku bergegas ketempat penyewaan mobil yang sudah biasa kudatangi, lalu aku menyewa mobil itu, ah aku lupa tadi di pesawat aku baru saja minum wine setengah botol, persetan dengan hal itu, saat ini aku harus pergi ke villa langgananku, ya hanya itu tempat tujuanku, karena villa itu dekat dengan rumah kami. Ukkhh, kenapa pandanganku kabur? Padahal aku hanya meminum setengah botol saja, mengapa sudah tumbang begini, Chanyeol bodoh.
Chanyeol terus melanjukkan mobil itu menuju tujuannya, ia tampak tak perduli dengan keadaan dirinya yang kini sedang mabuk dan seharusnya tidak mengemudikan mobilnya, bahkan sesekali mobil itu oleng karena dirinya yang mabuk. Ia benar – benar depresi dengan keadaannya saat ini hingga berbuat hal nekat yang bahkan akan mengancam nyawanya. chanyeol tak perduli, dia sama sekali tak perduli dengan hal itu. Hingga akhirnya ia sampai ditempat tujuannya dan iapun langsung check in untuk menginap dalam 2 sampai 3 hari divilla tersebut.
Setelah membuka pintu dan menguncinya, iapun tampak mencari – cari kasur untuk merebahkan tubuhnya yang lelah dan pikirannya yang juga sama lelahnya dengan tubuhnya, setelah merebahkan tubuhnya dikasur yang cukup empuk itu, tatapan kosong kini melingkupi mata Chanyeol, tak tau apa yang ada didalam otak genius itu, dan tas koper milikknya bahkan sudah penuh dengan Soju dan Wine untuk ia minum lagi, aishh, apakah tak ada hal lain yang bisa menangkanmu selain minuman itu Park? Tampaknya tak ada yang bisa menenangkan Chanyeol, hanya minuman itu yang menemani dirinya saat ini.
Ia tersenyum miris dan menatap minuman itu, dan dirinya mulai beranjak dari tempat tidurnya lalu mengambil minuman itu, dan minumannya kini sudah berada didalam genggaman Chanyeol, ia mulai membuka penutup minuman khas korea itu, Soju, sebagai pembuka minuman di villa, ia meneguknya dengan rakus tanpa memikirkan apakah itu bahaya atau tidak untuk dirinya, bahkan makanan sedikitpun belum masuk kedalam pencernaannya. Setelah botol soju itu habis, ia beralih pada 1 kaleng bir yang baru juga ia beli dari mesin kaleng minuman, kaleng bir itu juga kira – kira terdapat 5 buah kaleng dan semuanya Chanyeol teguk habis tanpa bernafas. Setelah seluruh bir dan soju habis, kini iapun beralih pada wine dan meneguknya sampai ia benar – benar ambruk dan tidak kuat lagi untuk meminum semuanya.
Tak sadar ia menangis, ia menangis bagaikan orang yang tersayat dan dilukai sampai tak bisa terasa lagi sakitnya. Memang berlebihan, namun itulah yang Chanyeol rasakan saat ini, menyesal, meninggalkan, ditinggalkan dan melepaskan lalu kini ia juga harus merasakan dipungut kembali bagaikan sebuah penyesalan yang berakhir dengan karma menyakitkan tiada akhir. Hanya sebuah kesunyian yang kini terasa yang bahkan tak bisa membalas apapun pertanyaan yang Chanyeol ajukkan entah pada siapa, ia sangat menyesal, benar – benar menyesal dengan semua yang terjadi.
Malam kini terasa panjang untukknya, lagi, Chanyeol membenturkan keningnya didinding villa dan menyebabkan keningnya memar dan mengalami pembengkakan, ia menangis dan terus menangis hingga tubuhnya lemas dan perutnya bergejolak. Chanyeol berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan seluruh minuman itu. Lemah, sangat lemah, hanya itu yang ada dalam pikiran Park Chanyeol, bahkan ia sampai duduk dilantai kamar mandi karena tidak memiliki tenaga sedikitpun untuk bergerak dan berdiri, pria berparas tampan ini hanya bisa meringkuk dan menangis didalam sebuah penyesalan.
Jeju, 20 Maret 2015
Tidak terasa kini pagipun sudah menyambut hari, dan lelaki berwajah pucat itu masih tidur diposisi yang sama didalam kamar mandi, sampai suara deringan ponsel membangunkannya dari tidur atau bahkan bukan tidur, ia pingsan semalam. Mata pria itu membuka dengan perlahan dan melihat ID call yang menghubunginya saat ini, 'Ohsehun' itulah ID call yang terlihat.
"Hallo, ada apa?" Chanyeol hanya menjawab seakan tak terjadi apapun.
"Yakk! Park Chanyeol! Ada apa dengan otak yang sekarang ada di jidatmu hah! Kau sudah membuatku dan semua hyungdeul khawatir, dan kau bertanya ada apa hah! Aishh Park Chanyeol!" sehun selaku teman dan sahabat Chanyeol yang sangat murka dengan kabar bahwa Chanyeol kabur dari dorm tanpa mengatakan apapun.
"Aissh, kau bawel sehun, aku tak apa, kau tenang saja, berikan aku waktu dan Park Chanyeol akan kembali seperti semula, kau tenanglah" jawab Chanyeol dengan nada yang cukup tenang, walau ia tau kalau sehun tak akan bisa dibohongi olehnya.
"Kau, jangan lupa kabari suho hyung dan xiumin hyung, mereka sangat mengkhawatirkanmu yeol" jawab sehun dengan nada yang lebih mengarah pada nada khawatir.
"Aku mengerti, sudahlah, aku tau kau sibuk. Lebih baik kau hentikan sekarang percakapan ini" Chanyeol tertawa kecil seperti mengejek sehun.
"Yaish anak ini tidak tau diri, baiklah. Sampai kulihat kau tidak kembali, aku akan ikut campur dengan xiumin hyung dan suho hyung untuk menghukummu, baiklah,annyeong" setelah mengatakan panjang lebar pesannya pada Chanyeol, sehunpun menutup telephonenya dengan Chanyeol.
"Hmm, annyeong" jawab Chanyeol singkat, setelah itu iapun langsung menghubungi kedua hyung yang sehun sebutkan, dan setelah selesai, Chanyeol bergegas untuk membersihkan diri dan bangkit dari posisinya. Gemericik shower kini terdengar mengisi ruangan tersebut, Chanyeol membersihkan tubuhnya dan mengarahkan wajahnya pada air hangat yang menyambut dan sedikit menenangkan dirinya.
Walaupun pada kenyataannya, kini pikirannya sangat penuh dan tak dapat fokus seperti biasanya. Bahkan tubuh dan pemikirannya kini benar – benar tak sejalan, dan itu membuatnya prustasi. Lagi, lelaki itu memukul tembok yang ada di hadapannya dengan tangan kosong, tangan pucat itupun memar dan berdarah, sekencang itukah ia menghempaskan tangannya pada permukaan datar itu? Ia berteriak keras, beruntung villa itu adalah villa kedap suara, sangat hebat bukan? Bahkan itu hanya villa, tapi sangat mewah. Tentu hanya di Jeju yang ada tempat yang halnya seperti ini.
Nafasnya terengah karena amarah yang nampaknya selalu datang tiba – tiba, emosinya bahkan tak stabil sama sekali, kadang ia akan tampak tenang dan tak memiliki masalah apapun, dan kadang ia akan marah bagaikan seorang yang 'kesetanan' sungguh hal yang aneh menimpa namja bernama Chanyeol ini. Apakah semua hal ini masih belum bisa juga menyadarkan dirimu dan mendewasakan sikapmu? Sepertinya butuh banyak hal untuk menyadarkanmu agar bersikap tidak kekanakan seperti ini, atau bahkan sekarang kau benar – benar mengalami gangguan pada jiwamu? Tidak, seharusnya bukan seperti ini yang terjadi padamu, walaupun memang seperti ini yang mungkin terjadi, sifat kerasmu, egoism dan sifat protektifmu menjadikan semua hal ini terjadi, jiwamu.., tak bisa menerima keadaan.
Erat bahkan sangat erat ia memejamkan kedua mata hazel miliknya. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk mematikan shower dan memakai handuk untuk membasuh tubuh tegap miliknya. Ia berjalan pelan menuju kasurnya dan meraih koper berisikan baju yang akan ia kenakan, setelah dirasa ia telah memakai baju yang pas, ia berkaca dan melihat pantulan dirinya pada kaca tersebut. Buruk, bahkan sangat buruk keadaannya kini, wajah pucat, bibir pucat dan tubuh lemah. Ia mengambil BB cream miliknya, demi menutup seluruh kekacauan yang berada pada wajahnya dan jangan tanyakan lagi mengapa Chanyeol memiliki benda seperti itu, hei dia adalah idola tentu ia harus memikirkan penampilan bukan, oh hell, wajahnya sangat terlihat parah, dan tak mungkin seorang Chanyeol akan keluar berjalan – jalan dengan wajah seperti itu di Jeju bukan?.
Chanyeol menghela nafas setelah ia selesai mengatasi kekacauan tersebut, lalu ia mengambil DSLR miliknya, dompet dan tak lupa gadget yang selalu ia bawa kemanapun untuk bermain game, namun sepertinya benda bernama gadget itu saat ini tak menarik minat Chanyeol sama sekali, tetapi ia tetap menaruhnya ditas kecil miliknya dan membawa pergi semua benda itu. Memakai sweater juga tentunya, ya, gila saja jika ia tak memakainya, saat ini bahkan musim dingin sedang menyelimuti Jeju, walau tidak extreme. Chanyeol mengamit kacamata hitam didalam tas kecil tersebut dan menyematkan diwajah tampan miliknya, tentulah ia harus memakai kacamata itu dikarenakan matanya yang sembab bukan main.
Ia melangkah keluar dari kamar yang telah ia sewa tersebut. Berjalan menuju mobil yang telah ia sewa selama berada di Jeju, dan mulai memikirkan kemana ia akan pergi sekarang, dan tampaknya ia pergi ke taman yang biasanya ia kunjungi dengan teman,keluarga dan tentunya kekasihnya. Ia memarkirkan mobilnya tepat ditempat yang menurutnya cukup strategis, oh bahkan ia tak sadar itu adalah tempat biasanya di tempatinya jika bersama seseorang. Melihat tempatnya, Chanyeol tentu langsung mengambil view yang bagus untuk kamera DSLR milikknya dan mengambil gambar indah disana. Tak sadar, di berlainan arah ada seseorang yang berjalan dengan seseorang, pria mungil dan manis yang membuat Chanyeol depresi, tampaknya lelaki itu sedang bersama seorang yeoja yang berstatus istri dengannya. Chanyeol sedikit tersenyum saat merasakan desiran aneh dan ketenangan disekitarnya.
"Hmm? Mengapa dadaku berdesir seperti ini?" ia memegang dada kirinya yang terasa nyaman, kening indahnya mengrenyit tipis tanda ia bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya. "Mungkin hanya perasaanku kalau sekarang ia berada disini, ck, Chanyeol bodoh" kembali Chanyeol fokus pada objek yang ada di hadapannya, entah kapan ia jadi punya hobi baru memotret seperti ini. Tiba – tiba muncul siluet wanita di foto Chanyeol.
"Kkamjagi!(mengagetkan!),yaish, kenapa kau ada di sini eoh? Siapa yang menyuruhmu menyusulku Seyong-ah?" tanya Chanyeol pada siluet yang ternyata adalah Seyong. "Huh, aku ditarik oleh sehun oppa kesini setan, kau fikir aku mau hah cape – cape ke Jeju? Aku sedang sibuk asal kau tau?!" jawab perempuan itu tak kalah ketusnya.
"Ck! Yasudah sana, kau kembali saja ke Seoul" jawab Chanyeol sembari mengabaikannya.
"Ya Tuhan, kau ini tidak tau terimakasih ya, sudah bagus aku mau kesini dan melihat keadaanmu, sehun oppa sedang tidak bisa karena dia sibuk, kau ini hanya bisa membuat orang kesal eoh!" ah iya, tidak usah dijelaskan lagi bukan Seyong itu siapa? Ya, dia adalah teman indigo Chanyeol.
"hhh, aku sudah bilang kan, kau bisa pulang jika tak ingin melakukannya, jadi dengan segala hormat aku mempersilahkanmu pulang Seyong-ah" kali ini Chanyeol menatap Seyong, dan itu berarti omongan Chanyeol bukanlah main – main.
"Jangan gila yeol, aku tau kau sedang terguncang saat ini, lihatlah, bahkan keningmu benjol hahaha" ucap Seyong dengan tawanya, sebenarnya Seyong tidak ingin seperti ini dengan Chanyeol, namun jika Chanyeol begini, mau tidak mau yeoja itu melakukan hal ini.
"Tidak lucu" jawab Chanyeol dengan nada kesal, " Ya-ya-ya Chanyeol, aku bercanda, tidak usah diambil hati begitu eoh, hhh, sensitif sekali appaku ini" balas Seyong dengan rasa bersalah.
"Sudahlah, lebih baik kau pulang saja, tak usah mengusikku, aku hanya butuh ketenangan sekarang, mengerti?" Seyong sedih sebenarnya mendengar jawaban dari namja februari itu, namun mau bagaimana lagi? Chanyeol tetaplah Chanyeol.
"Baiklah yeol, aku akan pulang, oh iya, aku juga mau memberitahukanmu, aku akhir – akhir ini sibuk dan tubuhku selalu drop, jadi maaf karena jarang mengunjungimu walau kutahu kau itu merindukanku" kikik Seyong pelan, " ck! Pedenya, ya, gwenchana, sudah sana pergi" jawab Chanyeol lembut, " ishh, niat sekali mengusirku, baiklah baiklah aku pergi, jangan melakukan hal bodoh appa, kau tau Joyer's akan mengkhawatirkanmu, dan aku juga sama dengan mereka, semangat! Nan gga! Annyeong!" dan Seyong berlalu pergi meninggalkan Chanyeol.
"Sepertinya selfie dengan tongsis tidak buruk" Chanyeol mengambil tongsisnya dan mulai berfoto diri dengan ponsel dan DSLR milikknya, saat ia melihat ada orang yang melewatinyapun ia meminta difotokan.
"Gamsahamnida(terimakasih)" Bungkuknya pada orang yang telah membantunya mengambil foto dirinya didekat laut di Jeju.
"Sebaiknya ku uplode foto ini ke twitterku" Chanyeolpun akhirnya memutuskan meng-uplod foto itu, karena ia tak mau membuat fans khawatir dengan dirinya juga untuk memberitahukan pada hyungnya kalau ia sudah lebih baik. Semoga saja benar, Chanyeol lebih baik, semoga saja.
TBC
Penjelasan
Disini Chanyeol dan sebagian member EXO indigo tapi ada juga member BB lain yang nanti juga akan ada dalam cerita juga memiliki indigo, member EXO yang Indigo :
Chanyeol
Baekhyun
Suho
Sehun
Xiumin
Untuk yang bingung saya akan jelaskan, jadi Chanyeol itu Indigo, dia bisa berkomunikasi dengan hantu bahkan dengan sesama indigonya, dia mendapatkan hal itu karena sebuah kecelakaan, sementara yang lainnya memiliki hal itu karena memiliki cerita sendiri, dan disini saya akan menceritakan bahwa memang memiliki artis yang kebanyakan indigo, dan itu tentunya hanya fiktif. Untuk yang ingin tau tantang indigo silahkan tanya mbah google atau liat bukunya aja ya,hehe.
Sebenarnya ini FF lama, dan akan dilanjutkan dengan Cast Chanbaek, karena sebelumnya FF ini bukan bercast Chanbaek. Saya akan memposting FF ini walau review sedikitpun, karena saya disini menulis karena saya ingin menuangkan imajinasi saya dalam tulisan. Terimakasih untuk yang mau membaca dan Melihat FF saya ini.
Best Regards
Yoda98
